TITLE : I Need Someone for My Life

Main Cast :

Do Kyungsoo(Yeoja)

Kim Jong In(Namja)

Other Cast:

Member exo, etc.

Rated : M(Kekerasan)

Genre : Hurt,action, School Life ,romance.

"it's just Fiction Story"

Mian banyak Typo dan Tidak sesuai dengan EYD. Semoga Bisa Menghibur

HAPPY READING

GUYS

.|.

.|.

.|.

Chapter 12

Langit malam yang diselimuti awan gelap, menunjukkan sebuah kesepian bagi langit tanpa bulan dan bintang menemaninya. Dunia terasa begitu gelap, sunyi dan menakutkan. Angin malam yang menusuk menembus hingga titik terdalam. Suara burung malam yang saling bersahut-sahutan diikuti alunan ranting-ranting patah yang terserempet angin.

.

Sebuah bangunan yang nampak seperti rumah berdiri di tengah-tengah hutan. Tumbuhan-tumbuhan liar menjalar memenuhi tubuh bangunan yang bertingkat dua itu, tak hanya di bagian halaman rumah, tapi juga bagian dalam rumah yang berada di lantai 1, lantai 2 maupun lantai bawah. Beberapa bagian telah retak bahkan roboh. Nampak sangat menakutkan. Kondisi bangunan yang sudah tak utuh, bekas kebakaran yang mirip lumut kerak mewarnai setiap dinding maupun tiang-tiang penyokong rumah. Bangunan yang sangat luas ini kondisinya nampak sudah tak terawat. Tulisan berbagai warna-warni cat, tersebar hampir di seluruh pilang dan tembok.

Jika dipikir-pikir bangunan tersebut memang menyeramkan, apalagi berdirinya di tengah-tengah hutan. Namun siapa sangka bangunan ini menjadi bangunan yang sangat bermanfaat. Dalam artian bermanfaat bagi manusia-manusia bejat. Mereka biasanya menggunakan bangunan itu untuk melakukan kejahatan. Dan sepertinya malam ini akan ada kejadian yang cukup menarik akan terjadi di sana.

"Bagaimana, eonnie?"tanya yeoja cantik nan seksi berambut pirang dengan cemas.

"Kau tenang saja, setelah melihat video itu. Aku yakin dia akan segera tiba disini."ujar yeoja di sampingnya yang juga tidak kalah seksinya dengan yeoja yang tadi.

"hahaha... eonnie yang terbaik."ujar yeoja berambut pirang.

"Hyuna... gitu loh."ujar Hyuna bangga.

"Kalian, berhenti memukuli namja itu!"seru Hyuna kepada sekumpulan namja yang sedang mengeroyok seorang namja yang sedang terikat kuat di tiang.

"Apa eonnie memberitahu yeoja itu kalau kita ada disini?"tanya yeoja berambut pirang.

"Tidak"jawabnya singkat.

"aaaahh? Bagaimana bisa eonnie tidak memberitahu yeoja itu? Bagaim-,"ucapan yeoja berambut pirang terpotong oleh suara namja.

"Kau tenang saja, Jihyun. Kyungsoo itu yeoja pintar. Tanpa diberitahu pun ia akan tahu"potong namja tampan yang sudah ada di sampingnya.

"Hah... Oppa & eonnie memang paling bisa di andalkan."Ujar yeoja bernama Jihyun dengan jempol yang diangkat.

"Hyunseung, kau periksalah anak panti itu. Jangan sampai mereka kabur!"ucap hyuna kepada namja yang di panggil Hyunseung. Hyunseung mengangguk dan pergi meninggalkan ketiganya menuju ruangan lain. Hyuna kemudian berjalan angkuh ke arah namja yang sudah babak belur di ikuti Jihyun di belakangnya.

"Aaahh... eotteokhae? Neo gwaenchana?"tanya Hyuna dengan nada khawatir yang dibuat2 sambil mengangkat dagu sang namja.

"Cihh... enyah kau yeoja sialan"decih namja itu sambil meludahi Hyuna

PLAKK...

"Beraninya kau meludahiku, namja sialan. Mau mati kau, HAH?" hyuna mencengkram keras dagu sang namja membuat sang empu berteriak kesakitan.

"ARRRRGGGHHHHH..."Teriaknya.

"HAHAHA... MATI KAU BYUN BAEKHYUN!"Tawa Hyuna menggelegar di ruangan gelap itu.

"Eonnie sudahlah, Nanti Kyungsoo marah & membunuh kita semua karena namja ini"ujar Jihyun pura-pura takut.

"HAHAHA... sebelum ia membunuhku, aku duluan yang akan membunuhnya."sekali lagi Hyuna tertawa mengerikan.

"Bersabarlah sebentar lagi, malaikat penolong mu akan datang. Hahaha.."ujar Hyuna diselangi tawa mengejek.

"Ap.. a.. mak.. sud.. mu?"tanya namja yang di ketahui bernama Baekhyun dengan susah payah.

"Kyungsoo... akan segera menolongmu & ia yang akan menggantikan tempatmu. Hahaha."tawa Hyuna terdengar seperti psikopat..

DEG...

DEG...

DEG…

Jantung Baekhyun berpacu cepat saat mendengar nama Kyungsoo.

"ANDWAEEE ..."teriak Baekhyun keras.

"Pukul saja aku. Asal jangan libatkan Kyungsoo dalam masalah ini."ujar Baekhyun dengan tatapan tegas ke arah Hyuna

"Benarkah? aahh... baiklah."ujar Hyuna, kemudian ia melayangkan tendangannya ke arah perut dan muka Baekhyun bertubit-tubit di ikuti tamparan beruntun dari Jihyun. Membuat namja tersebut mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Tapi sayangnya aku menginginkan Kyungsoo." ujar Jihyun di sela2 tamparannya.

"Kau tahu aku sangat membenci yeoja itu. Aku membencinya, SANGAT. Aku rela menyerahkan jiwaku kepada iblis jika itu bisa membuatku membunuh yeoja yang kau cintai itu. Hahahaha…."Tawa Hyuna yang menyeramkan memenuhi isi ruangan itu.

"Seharusnya waktu itu aku membunuhnya, tapi Myungsoo dengan bodohnya merelakan dirinya untuk gadis itu."Hyuna berujar geram di depan wajah Baekhyun yang sudah tak berbentuk wajar. Namja lemah itu meringis saat Hyuna menekan kasar dagunya. Dengan susah payah ia berucap

"Ka… ka..rena Kyu.. Kyung… soo sa… sangat.. ber… harga .. le..bih.. dari apa… pun, ma… ka dari itu Myung… Myung… soo merelakan di… rinya."Baekhyun menatap Hyuna dengan tatapan tajam.

"Berharga?"Ulang Hyuna, ia terkekeh sejenak. Kemudian kembali menatap Baekhyun dengan kilatan marah.

PLAKK…

PLAKK…

"Geurae, dia sangat berharga bagi kalian kan? Maka dari itu aku ingin melenyapkannya dari bumi ini."Jelas Hyuna dengan wajah merah padam menahan amarah.

"K-k..kau biadab, sebelum kau.. mele… nyapkannya.. a.. aku duluan yang akan membunuh.. mu.. "gertak Baekhyun sambil memandang Hyuna dengan tatapan tajam. Hyuna hanya bisa terkekeh sadis mendengar gertakan namja itu.

"Haha… membunuhku?" Tanya Hyuna dengan tawa yang ditahan. Baekhyun memandang Hyuna garang

"Kau! namja lemah sepertimu ingin membunuhku. Kekeke… sungguh lucu! Melepaskan diri dariku saja kau tak mampu, perlukah aku membawa cermin raksasa untukmu agar kau bisa melihat betapa lemahnya dirimu?"ujar Hyuna dengan senyum manisnya, Baekhyun hanya bisa menatap penuh benci ke arah Hyuna. Ia tidak bisa berbuat apa, tubuhnya sudah mulai melemah akibat pukulan dan beberapa siksaan lain yang Hyuna sematkan pada tubuhnya.

"Eonni, kenapa yeoja itu begitu lama? Mungkinkah ia tidak bisa menemukan kita?"Tanya Jihyun was-was. Hyuna menghentikan kegiatannya menyiksa Baekhyun lalu menatap Jihyun dengan tatapan malas.

"Kau tenang saja, ia akan datang."ucapnya kemudian kembali bermain dengan mainannya.

BRAKK...

Pintu ruangan itu terbuka dengan kasar...

"BERHENTI...HYUNA!"teriak seorang yeoja mungil pelaku pendobrakan pintu.

"Aahh... pucuk di cinta ulang pun tiba."ujar Hyuna menyeringai kearah Kyungsoo. Ia sudah berhenti menendang Baekhyun.

"Apa maumu, Hyuna?"tanya Kyungsoo dingin.

"Yang aku mau dirimu, Kyungsoo."ujar Jihyun mewakili Hyuna.

"Baiklah kalau begitu, lepaskan Baekhyun maka kau akan mendapatkanku."ujar Kyungsoo sambil melangkah mendekat ke arah ketiganya. Anak buah Hyuna langsung menghadang Kyungsoo.

Deg..

Deg..

Deg...

Sekali lagi jantung Baekhyun memberontak.

"Andwae... Kyungsoo. Andwae.. jebal"batin Baekhyun berteriak, namja tampan itu memberontak berusaha melepas ikatan tangannya yang digantung Hyuna pada tiang, membuat pergelangan tangannya terluka.

"MINGGIR!" bentak Kyungsoo kepada namja-namja yang menghadangnya.

"Beri ia jalan!"titah Hyuna, dan tanpa menunggu lama namja-namja itu memberi akses ke Kyungsoo.

Kyungsoo berajalan ke arah Hyuna & Jihyun, berniat menyerahkan diri. Dengan cepat Hyuna dan para bodyguard yang ada disitu memegang tubuh Kyungsoo. Sedangkan Jihyun melepaskan Baekhyun & membawa keluar. Kini giliran Kyungsoo yang berada di tempat Baekhyun yang tadi..

"Tidak kusangka... ternyata begitu mudah mendapatkanmu kyungsoo."ujar Hyuna, lalu. PLAKK... PLAKK.. PLAKK...

Tamparan bertubit-tubit Hyuna berikan sebagai pembukaan acara -Mari menyiksa Kyungsoo-. Kyungsoo diam di tempat, ia hanya mengikuti arah tamparan itu. Wajahnya menoleh ke sana ke mari. Rasa perih langsung menjalar ke pipinya, tapi Kyungsoo hanya memasang wajah datar.

"Ada apa denganmu, yeoja sialan?"tanya Hyuna saat tak melihat ekspresi apapun yang muncul dari wajah Kyungsoo.

"Bunuh aku. Maka setelah aku mati aku yang akan membunuhmu."ujar Kyungsoo dingin sambil menatap Hyuna dengan tatapan membunuh.

"Sialan."Hyuna mendesis. Kemudian ia melayangkan kepalan tangannya ke arah wajah Kyungsoo bertubit-tubit, Tidak puas dengan hasilnya. Ia lalu menendang perut Kyungsoo menggunakan lututnya beberapa kali.

Sedangkan Jihyun menarik kasar rambut Kyungsoo membuat sang empu mendongakkan kepalanya ke atas.

"Sialan."lagi-lagi Hyuna menggeram marah saat tak melihat ekspresi sakit dari Kyungsoo padahal wajah nya sudah babak belur , darah segar yang tak henti-hentinya keluar dari mulut dan juga hidungnya.

"Ada apa denganmu wanita sialan? Apa kau benar-benar ingin aku membunuhmu, HAH?" Bentak Hyuna, wajah wanita seksi itu memerah padam menahan emosi yang meluap.

Kyungsoo menatap Hyuna dingin

"Sudah ku katakan, bunuh aku maka setelah itu aku akan membunuhmu." Jelas Kyungsoo dengan tatapan berkilat tajam nan tegas.

"Benarkah? Kalau begitu haruskah kita bermain dulu sebentar sebelum aku mengirimmu ke neraka?" Hyuna memasang wajah kalem, alis tipisnya bergerak naik turun. Senyum mengerikan tampak tercetak di bibir merahnya. Wanita yang memakai jaket kulit berwarna merah itu pun mengambil kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia kemudian duduk di depan Kyungsoo dengan wajah penuh kemenangan.

"Jadi apa kita bisa mulai permainan intinya Kyungsoo?"Tanya Hyuna dengan senyum manis ke arah gadis itu. Ia mendongak menatap Kyungsoo dengan wajah menantang.

"Cihh…"Kyungsoo mendecih jijik di depan Hyuna. Ia memperhatikan gerik-gerik Hyuna.

"Kita lihat sampai mana kau bisa bertahan" Hyuna berdiri dari duduknya, lalu mengambil sebuah tongkat bisbol yang tergeletak di samping kursi.

"Kita mulai!"

Bughh..

Bughh..

Bughh...

Rasa perih dan sakit langsung Kyungsoo dapatkan saat tongkat itu terayung cepat dan tepat mendarat di pinggangnya. Hyuna dengan membabi buta memukul seluruh bagian tubuh Kyungsoo dengan menggunakan tongkat tersebut. Tak ada bagian tubuh Kyungsoo yang tak luput dari serangan tongkat itu. Hyuna benar-benar dikuasai oleh nafsuh. Ia bahkan tidak memperdulikan korbannya sudah tidak sadarkan diri –pingsan- .

"Wah… menyebalkan!" gerutu Hyuna saat melihat Kyungsoo pingsan.

"Cukup eonni!" Hyuna yang tadinya ingin kembali memukul Kyungsoo urung ia lakukan karena mendengar intrupsi dari Jihyun.

"Mwo?" Tanya Hyuna jengkel, karena Jihyun menghentikan kegiatannya.

"Kau curang eonnie!" cibir Jihyun

"Mworagu?" Hyuna melempar tongkat baseball itu ke sembarang arah, kemudian menatap Jihyun dengan tatapan tajam.

"Eonni terlalu lama bermain dengan yeoja itu!" Tunjuknya terarah ke Kyungsoo.

"Sekarang giliranku."lanjutnya lagi dengan seringaian lebar.

"Geurae… aku serahkan dia kepadamu. Bersenang-senanglah. Aku akan menemui Hyunseung dulu." Ujar Hyuna, lalu berjalan keluar meninggalkan Jihyun dan Kyungsoo di sana.

"Ahh.. membosankan sekali." Gerutu Jihyun sambil memandang tubuh Kyungsoo dengan tatapan malas.

Byurrr….

Jihyun menyiram Kyungsoo dengan air yang ada ditangannya.

"Uhuk… Uhuk…" Kyungsoo gelagapan saat air menerpa permukaan wajahnya. Rasa perih langsung ia rasakan karena air tersebut menimpa luka di wajahnya. Wanita yang sudah lemah itu kembali terbatuk-batuk dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya hingga menetes mengenai kakinya.

.

Jihyun memandangi Kyungsoo yang berusaha menyadarkan dirinya. Dapat ia lihat wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya lemah, berusaha mendapatkan kesadaran. Begitu wanita itu tersadar, Jihyun langsung bersitatap dengan mata bulat milik wanita di depannya itu. Tatapan tajam itu tidak hilang dari mata Kyungsoo. Hal itu membuat Jihyun marah karena merasa ditantang oleh wanita lemah itu.

"Mwo? Kau ingin membunuhku?" Tanya Jihyun sengit saat Kyungsoo menatapnya tajam nan dingin.

"Cih…" Kyungsoo meludahi Jihyun tepat di wajah wanita cantik itu. Sontak hal itu membuat Jihyun emosi, darahnya langsung naik mendapati perlakuan kurang ajar dari sanderanya.

"Bedebah!" Umpat Jihyun sambil melayangkan tamparan keras ke wajah Kyungsoo.

Plak…

Wajah Kyungsoo langsung tertoleh ke samping. Kyungsoo menyentuh ujung bibirnya yang berdarah dengan lidahnya, kemudian kembali menatap Jihyun sengit.

"Dasar jalang murahan. Tidak berguna. Bedebah Sialan!" Umpat Jihyun kasar.

"Kau yang jalang, pecundang. Pengecut." Balas Kyungsoo tak mau kalah meski harus menahan perih di sekujur tubuhnya.

"Mwo? Dasi marhaebwa?" tuntut Jihyun dengan nada suara yang sangat-sangat dingin.

"JALANG! PENGECUT! PECUNDANG!" Pekik Kyungsoo sambil tertawa mengejek. Otot-otot wajah Jihyun langsung mengeras mendengar itu. Tanpa banyak bicara ia melayangkan tinjunya mengenai rahang Kyungsoo.

Bughh

"Beraninya kau!" Jihyun kembali melayangkan tendangan yang tepat mengenai wajah Kyungsoo. Sungguh wajah Kyungsoo sekarang benar-benar rusak, darah tak henti-hentinya keluar dari mulut dan pelipisnya. Andai tangan dan kaki Kyungsoo tidak terikat, wanita itu akan melawan Jihyun. Tapi apa daya, ia tak sanggup. Ia lemah dan Kyungsoo hanya bisa pasrah menanti ajal menjemputnya.

Bughh…

Bughh…

Bughh..

Byurr…

Kyungsoo menyemburkan darah dari mulutnya sehingga mengotori tanah. Kyungsoo merasa kesadarannya mulai melemah. Sementara Jihyun tak henti-hentinya memukul wanita mungil itu. Sungguh mengenaskan.

.

.

Sementara itu dilain tempat, Baekhyun berjalan dengan susah payah menuju Hotel keluarga Kim. Ia tahu pasti semuanya berkumpul di tempat itu. Karena kemarin Chanyeol menceritakan perihal tersebut. Selang beberapa jam ia masuk kedalam hotel. Dengan bantuan dari tongkat kayu yang tadi ditemuinya di hutan, Baekhyun memaksakan tubuhnya agar tidak ambruk. Tak ada waktu bagi namja mungil itu untuk beristirahat, karena ia tahu gadis yang dicintainya benar-benar membutuhkan pertolongan.

"Bertahanlah, Kyungsoo-ah. Aku mohon. Hiks.." Baekhyun terisak saat memikirkan keadaan Kyungsoo.

""Tuhan… tolong selamatkan, Kyungsoo." Lirih Baekhyun sambil mendongak melihat langit mendung seolah langit merasakan keadaannya saat ini. .

.

.

BRUKK.

Baekhyun ambruk seketika saat sampai di depan Receptionist Hotel. Dengan Panik sang Receptionist menghampirinya & berteriak memanggil petugas keamanan. Para petugas keamanan sudah bersiap menolong Baekhyun, Sebelum suara lemah menginstrupsi mereka.

"Tidak perlu. Aku hanya ingin kalian memberitahukan kepada pemilik hotel ini, kalau Byun Baekhyun ada disini." ujar Baekhyun lemah. Petugas keamanan kaget saat mendengar namja yang di tolongnya ini adalah Byun Baekhyun sahabat dari Tuan muda mereka. Tanpa Banyak Protes, salah satunya berlari memanggil Tuan mereka. Sedangkan yang lain membantu Baekhyun berdiri lalu memapahnya ke kursi dekat meja Receptionits.

"Jeosonghamnida... Tuan."ujar petugas keamanan saat sampai di depan para petinggi hotel.

"Ada apa, Ravi-ssi?"tanya Kai heran saat melihat Petugas keamanan tersebut panik.

"Begini, Tuan muda. Tuan Baekhyun sekarang berada di lobi hotel & meminta anda untuk menemuinya sekarang."Ujar Ravi Gugup.

"Mwo? BAEKHYUN?"pekik Chanyeol tak percaya.

"Kenapa kau tidak menyuruhnya saja ke sini?"tanya Kai menghiraukan tatapan heran dari teman- teman dan keluarga.

"Jeosonghamnida, Keadaan Tuan Baekhyun tidak memungkinkan untuk berjalan kesini"ungkap Ravi tegas.

"MWO?"pekik Luhan. Yang lain menatap Ravi tak percaya.

"Bagaimana Bisa?"gumam Kris.. Tanpa banyak tanya lagi Kai cs dan juga semua petinggi hotel yang ada di situ berdiri & berjalan mengikuti Ravi yang sudah ada di depan membimbing mereka ke tempat Baekhyun. Dari kejahuan dapat ia lihat petugas keamanan yang sedang mengurus seorang namja. Mukanya tidak jelas karena banyak lebam dimana-mana. Kai mempercepat langkahnya.

"ASTAGA... BAEKHYUN?" teriak Xiumin tidak percaya dengan penampilan sahabatnya yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.

"Baekhyun... ada apa denganmu?" tanya Kai heran disertai rasa khawatir. Ia berjongkok di hadapan Baekhyun. Lay berjalan menghampiri Baekhyun dan memeluknya erat.

"Hei... Baekhyun-ah, ada apa? Siapa yang melakukan ini kepadamu?" tanya Lay lembut.

"Kai-ah tolong selamatkan, Kyungsoo. Ia dalam bahaya sekarang."ujar Baekhyun panik sambil menggenggam tangan Kai.

BRUKK...

Eomma Kyungsoo langsung pingsan saat mendengar nama anaknya dalam bahaya. Tuan Do dengan sigap menggendong sang istri menuju salah satu kamar hotel setelah menyerahkan masalah tersebut kepada para orang tua yang ada disitu.

"Ada apa dengan Kyungsoo, Baekhyun?" tanya Sehun khawatir.

"Kalian tidak punya banyak waktu. Segeralah pergi ke sebuah gedung tua jaraknya sekitar 10 km dari hotel. Gedung itu berada di tengah hutan. Balli." ujar Baekhyun tegas. Tanpa bicara lagi Exo cs serta Suho berlari menuju mobil masing-masing setelah menitipkan Baekhyun kepada para orang tua.

"KAI-AH... TOLONG SELAMATKAN EOMMA, ADIKKU & ANAK PANTI YANG LAINNYA." Teriak Baekhyun susah payah. Kai hanya mengangguk tanpa menghentikan larinya.

.

Tidak butuh waktu lama mereka sampai di gedung yg Baekhyun maksud. Mereka berpencar mencari Kyungsoo.. Kai ke arah utara... ia terus berlari sambil berteriak memanggil nama Kyungsoo. Kai sampai di sebuah ruangan paling sudut. Ia mengendap2 saat mendengar suara yeoja yang berteriak geram. Kai mengeluarkan HP nya & menelpon teman2nya. Setelahnya ia mendobrak pintu itu kasar. BRAKKK...

Pintu ruangan itu terhempas dari tempatnya. Membuat yang di dalam ruangan menoleh..

DEG..

DEG..

DEG..

Jantung Kai memberontak ingin keluar saat melihat Kyungsoo yang begitu mengerikan. Tampilannya tidak bisa dikatakan baik. Wajahnya rusak disertai darah yang menetes tiada henti. Siapapun tolong Kai, ia tidak sanggup berdiri. Kakinya serasa seperti jely. Kai menahan air matanya saat ia melihat keadaan Kyungsoo. Mata merahnya menatap sendu Kyungsoo yang digantung di tiang, tak sadarkan diri. Hati Kai bergetar perih melihat gadisnya seperti tu, nafasnya naik turun.

"Kai-ah"gumam Jihyun tidak percaya.

Kai mengalihkan tatapannya ke arah Jihyun & Hyuna. Tatapan Kai adalah tatapan seorang Psikopat kepada mangsanya. Dengan langkah lebar ia berjalan ke arah ketiganya tanpa melepaskan tatapannya. Namun ia dihadang oleh para namja sialan anak buah Hyunseung. Dengan membabi buta Kai memukul & menendang semuanya. Emosi Kai tak terkendali semenjak melihat keadaan Kyungsoo.

.

Selang beberapa menit Luhan, Sehun, Chanyeol, Lay bergabung sedangkan yang lainnya menuju ruangan lain mencari anak panti yang disekap oleh Hyuna. Suho sendiri berjalan menolong Kyungsoo namun di hadang oleh Hyuna & Jihyun. Seketika perkelahian tak bisa di terelakkan. Mereka bertarung habis-habisan. Mereka seperti banteng kesurupan yang menyerang secara membabi buta.

.

Kyungsoo sekarang sudah lepas & ia dipapah oleh Suho. Sementara yang lain masih asik mengatasi para anak buah Hyunseung yang begitu banyak. Bahkan wajah mereka sekarang sudah tidak bisa di bilang baik. Dari kejahuan terdapat seorang namja memakai topi serta masker hitam yang memegang pistol dan membidik ke arah Kai. Para namja tidak ada yang menyadari karena mereka sibuk mengurus namja-namja bajingan itu. Pistol itu membidik ke arah jantung Kai, dengan nafsu membunuh ia menarik pelatuk dan.

DORR...

peluru itu melesat pas di jantung seseorang. Keadaan seketika menjadi hening. Mereka masih memproses kejadian tersebut. Kai ambruk seketika barulah yang lain sadar.

TBC

Thanks very much to : dudusoo, ucrittri, kim gongju, Siti Aisyah648, Lovesoo, kaisoomin, AeELF, Nara, Wulankai500, Lovedudu1201, Chanbaek1597, Kyunginsoo, Yeoldasot, Dvian1012, Jelita200, KyungsoOwl, MutiahDwi, koyukki93, Uee750, Han Yu Ra, dyoseu, guest, Nolars Kim, kwon. Syauqoh, chansekyuu, AySNfc3, Ixzivia, jelitutfujoaddict, kim cry soo, xixiii, Gabrielle Angelique Phaedra, kinkintiana, priskasoo, cici fu, kyungkyung, Kimjongmul, PNY, Soo10, LoveKai, Nariska Kim.

Maaf kalau ada namanya yang tidak aku tulis.