"Justice" Chapt.12
*Sebelumnya*
Suho dan Kyungsoo tidak menyadari bahwa mata-mata Yunho merekam pertemuan Suho dan Kyungsoo, lalu mengirimkannya pada Yunho .
Yunho yang berada di kamar, ia menggenggam erat ponselnya setelah melihat rekaman video meskipun tidak terdengar suara percakapan anatara Suho dan Kyungsoo, tetapi Yunho sangat marah karena Suho telah melanggar perintahnya.
"Suho! Tunggu saja. Apa yang akan appa lakukan padamu!" gumamnya
*Selanjutnya*
~ J ~
Seorang namja tampak menangis di dalam Mobil, setelah memarkirkan Mobilnya ke tepi jalan. Ia menundukkan wajahnya dan menggenggam erat ponsel miliknya. Tatapan matanya menyiratkan sebuah penyesalan atas apa yang telah ia lakukan pada saudaranya. Sebuah rekaman video yang ia kirimkan pada ayahnya, kemungkinan besar membuat Suho harus menerima hukuman dari ayah mereka.
"Mianhe Suho~ah, jeongmal...mianhamnida" gumamnya
~ Flashback ~
Beberapa menit yang lalu, Yunho menghubungi Luhan yang sedang disibukkan dengan pekerjaannya, saat Suho terlalu fokus dengan pekerjaannya. Luhan beranjak dari kursi dan melirik sejenak kearah Suho, kemudian ia pergi meninggalkan ruangan untuk menjawab telepon dari Yunho.
"Ne, appa?"
"Kau di mana?"
"Aku di Perusahaan bersama Suho"
"Apa...semalam kau menelpon pelayan Kang?"
"Pelayan Kang? Tidak ada. Memangnya kenapa, appa?"
"Jika bukan kau, apa Suho yang menelpon pelayan Kang?"
"A...itu...a...aku kurang tahu juga appa" sahutnya berusaha menyembunyikan kebenarannya pada Yunho
"Kau terdengar gugup. Katakan! Apa benar Suho yang menelpon pelayan Kang?!"
"Suho...Suho tidak menghubungi siapa-siapa semalam, appa"
"Luhan! Appa tahu benar, jika kau sedang berbohong. Jika kau melindungi Suho! Kau tahu apa yang akan appa lakukan padamu?!"
"Mi...mianhe appa"
"Jadi benar. Suho yang menghubungi pelayan Kang semalam. Sekarang Suho ada di mana?"
"Suho ada di ruang meeting sedang menyelesaikan pekerjaannya bersama Sekretaris Han"
"Luhan. Kau awasi Suho. Jika dia bertemu Kyungsoo. Beritahu appa. Jangan pernah kau melindungi Suho. Karena bagaimana pun juga, Kyungsoo harus menerima hukuman yang appa berikan padanya. Appa tidak ingin salah satu di antara kalian, memperlihatkan kepedulian kalian di depan Kyungsoo! Kau mengerti!"
"Ne appa" sahutnya terpaksa
~ Flashback end~
"Mianhe Suho. Hyung, tidak bisa melindungimu, juga Kyungsoo" gumamnya dan meneteskan air matanya.
~ J ~
Suho merangkul pundak Kyungsoo, dan hari ini Suho ingin menghabiskan waktu bersama adiknya. Kyungsoo begitu bahagia, karena Suho menunjukkan rasa peduli juga kasih sayangnya tanpa harus takut pada ayah mereka.
"Bagaimana kuliahmu, Kyungsoo?"tanya Suho sembari berjalan beriringan menuju Halte Bus
"Kuliahku baik, hyung. Hari ini aku ada ujian di Kampus. Tapi aku bisa menyelesaikannya dengan baik"
"Syukurlah. O iya, hari ini, bagaimana jika kita pergi ke Taman Hiburan? Sudah lama sekali kita tidak jalan-jalan" ajaknya
"Hyung tidak kerja? Bagaimana jika appa mencarimu, hyung? Jangan hanya karena hyung mengajakku, hyung akan mendapat masalah dengan appa"
"Kyungsoo. Kau itu namdongsaengku. Kau bukan orang lain. Kau saudaraku. Hyung, tidak ingin terlalu egois dengan mengucilkanmu karena hukuman appa padamu"
"Tidak apa-apa hyung. Aku sudah terbiasa hidup sederhana. Hukuman yang appa berikan padaku, setidaknya membuatku bisa hidup mandiri hyung. Aku cukup bahagia dengan hidupku sekarang"
Suho menatap Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca. Ia menggenggam kedua tangan Kyungsoo, "Hyung janji. Hyung tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, apa pun yang terjadi" ucap Suho
"Gumawo hyung. Tapi sepertinya, aku yang akan pergi meninggalkanmu juga yang lainnya hyung" batin Kyungsoo
"Gumawo hyung. Aku bahagia sekali mendengarnya" Suho tersenyum , lalu mengelus kepala Kyungsoo lembut.
"Hari ini, kita akan bersenang-senang. Oke!"
"Oke hyung" sahut Kyungsoo semangat
Suho tampak sangat bahagia karena ia berencana akan membuat hari ini menjadi hari yang menyenangkan unttuk Kyungsoo
~ J ~
Setelah mengetahui kenyataan mengenai penyakit yang diderita oleh Kyungsoo. Membuat Chanyeol terlihat stress. Di dalam Mobil yang dikemudikannya, Chanyeol hanya menangis dan terus bergumam, "Tidak! Tidak mungkin! Kyungsoo! Kyungsoo~ah...mianhe...mianhe..."
" Oh, aku pikir kau mengenalnya. Jika kau bertemu dengannya, tolong suruh Kyungsoo untuk memeriksakan kesehatannya, karena semalam dia kabur dari Rumah Sakit. Dan saya tidak memiliki kontaknya"
Tiba-tiba saja dirinya teringat akan perkataan Kyuhyun mengenai Kyungsoo, dan yang diingatnya pertama kali adalah pelayan Kang, karena hanya pelayan Kang yang sangat dekat dengan Kyungsoo.
"Kang ahjussi! Nde. Ahjussi pasti sedang bersama Kyungsoo" gumamnya, lalu ia mencoba untuk menghubungi pelayan Kang.
~ J ~
Pelayan Kang mengemudikan Mobil menuju perjalanan ke rumah majikannya. Namun telepon dari Chanyeol membuat dirinya harus menepikan Mobilnya.
"Ne?'
"Ahjussi dimana?"
"Saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, tuan muda"
"Aku ingin bertemu dengan ahjussi sekarang!"
"Ne, tapi saya harus menemui tuan muda di mana?" tanyanya
"Di makam eomma" sahutnya
"Ne, saya akan segera ke sana" sahutnya
Tut...
Pelayan Kang mengernyitkan kedua alisnya. Ia merasa bingung dengan nada suara Chanyeol yang terdengar masih terisak-isak saat memintanya untuk menemuinya di makam majikannya.
"Apa yang terjadi pada tuan muda Chanyeol?" pikirnya
Pelayan Kang berbalik arah, dan ia mengemudikan Mobil menuju arah pemakaman majikannya.
~ J ~
Kang Jun tiba di Apartemen. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa. Meski masih terlihat marah pada Kyungsoo, namun di dalam hatinya , Kang Jun merasa bersalah dengan perkataannya pada Kyungsoo saat di Kampus.
"Mianhe Kyungsoo. Aku hanya tidak suka jika kau membohongiku,"
"Aku tahu. Perkataanku telah melukai hatimu,"
"Aku butuh waktu, agar aku bisa memaafkanmu Kyungsoo. Aku harap kau mau memaafkanku" ucapnya seorang diri.
~ J ~
Lotte World
Suho mengajak Kyungsoo berkeliling wahana di Lotte World. Kyungsoo menatap Suho yang terlihat senang dan tidak memiliki beban, sembari ia berjalan di depannya dan memakan es krim yang mereka beli sewaktu menunggu antrian masuk. Kyungsoo tersenyum memandangnya.
"Hyung, tunggu" ucapnya
Suho berbalik dan tersenyum, lalu ia menarik tangan Kyungsoo. Kemudian mereka berjalan beriringan, "Kau pilih permainan yang kau suka. " ucap Suho
"Kenapa harus aku? Bukankah hyung yang mengajakku. Seharusnya hyung yang pilih"
"Mm...kau tahu sendiri, selama ini hyung sibuk bekerja. Hyung tidak tahu permainan mana yang menarik"
"Mm...bagaimana jika kita bermain itu" tunjuk Kyungsoo kearah Gyro Swing
"Itu?" sahutnya dan menatap kearah permainan yang akan menguji adrenalinnya
"Kenapa? Hyung takut?" tanyanya dan tersenyum evil
"Ah...ti...tidak mungkin hyung takut. Oke, hyung setuju" sahutnya, padahal sebenarnya Suho sangat takut bermain Gyro Swing
"Oke!" sahut Kyungsoo dan menarik tangan Suho.
Jantung Suho berdetak kencang karena dirinya takut, tapi dirinya gengsi untuk menampakkannya di depan Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo sangat antusias untuk bermain Gyro Swing . Setelah memasang pengamannya, Suho sangat erat memegang gagang bangkunya, Kyungsoo cekikikan melihat ekspresi Suho yang menurutnya sangat lucu. Tidak berapa lama, permainan pun di mulai. Bangku diayunkan ke kanan dan ke kiri semakin dan semakin tinggi, hingga Suho berteriak histeris, dan Kyungsoo begitu menikmati permainannya.
Setelah permainan usai, Kyungsoo kembali mengajak Suho ke wahana Roaler Coaster, Comet Express, Flume ride dan The Haunted House 3D Horror Theater .
Hari ini Suho dan Kyungsoo sangat menikmati liburan dadakan yang mereka lakukan. Di dalam teater , Suho dan Kyungsoo awalnya tenang menonton film horror, namun karena menggunakan kacamata 3D , maka sosok hantu yang ada di film seolah-olah berada di depannya langsung, hingga membuat mereka berteriak histeris begitu juga dengan pengunjung yang lain.
Suho menatap Kyungsoo yang begitu menikmati film yang mereka tonton. Air matanya menetes, dan ia tersenyum dibalik kesedihannya, "Hyung sangat senang, melihatmu bahagia seperti ini Kyungsoo. Entah apa yang akan appa lakukan pada hyung, jika appa tahu, hyung bersamamu" batinnya
"Ah...kenapa hati hyung jadi sedih begini. Kenapa...hyung sangat takut, jika tiba-tiba kau pergi meninggalkan kami" batinnya, lalu ia menyeka air matanya dan kembali fokus menonton film.
~ J ~
Pemakaman
Chanyeol duduk bersimpuh di depan makam ibunya. Air matanya tidak berhenti mengalir, karena ia selalu meminta maaf pada ibunya atas apa yang telah ia lakukan selama 3 tahun kepada Kyungsoo.
"Eomma...aku membutuhkanmu eomma..."
"Aku merindukanmu,"
"Eomma...aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menjaga dan melindungi Kyungsoo"
"Eomma...apa Tuhan menghukum kami karena memperlakukan Kyungsoo dengan tidak adil?"
"Eomma... aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Kyungsoo,"
"Eomma...ku mohon, bantu aku agar aku bisa melindungi Kyungsoo dari ketidak adilan yang appa lakukan karena keegoisannya, ku mohon eomma...bantu aku..."
Pelayan Kang yang sudah tiba di pemakaman, dirinya berjalan mendekati Chanyeol yang menangis di depan makam majikannya.
"Tuan muda"
Chanyeol menoleh, ia beranjak dan memegang kedua pundak pelayan Kang, hingga membuat pelayan Kang bingung karena Chanyeol menangis histeris di depannya.
"Katakan padaku ahjussi! Katakan padaku, apa yang ku baca dan ku dengar tidak benar!"
"A...apa maksud tuan muda? Saya tidak mengerti"
"Aku...aku membaca file kesehatan Kyungsoo, ahjussi. Katakan padaku, apa yang aku baca itu salah!"
"Tuan muda. Tolong anda tenang dulu. Saya masih tidak mengerti ucapan anda barusan"
"Aku...aku membaca file kesehatan Kyungsoo, bahwa Kyungsoo menderita ALS ,"
"Dan...Dokter itu mengatakan, Kyungsoo kabur dari Rumah Sakit! Ahjussi ! apa benar Kyungsoo sakit?! Katakan padaku ahjussi! Katakan!"
"ALS ? saya...benar-benar tidak tahu, jika tuan muda Kyungsoo menderita penyakit ALS ."
"Ahjussi jangan berbohong padaku! Aku tahu! Ahjussi sangat dekat dengan Kyungsoo! Ahjussi pasti tahu, jika Kyungsoo sakit!"
"Tuan muda Kyungsoo memang sakit, dan semalam Kyungsoo kabur dari Rumah Sakit. Tapi jika tuan muda Kyungsoo menderita penyakit ALS . Saya justru baru mengetahuinya dari anda, tuan muda"
Chanyeol terduduk lemas , ia menanngis sesenggukkan. Pelayan Kang sangat terkejut dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya dari Chanyeol, hingga ia tidak bisa membendung air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Terdengar suara seseorang yang mengejutkan mereka berdua, "Kyungsoo...sakit?" ucapnya
"Tuan muda..."
"Baekhyun ...hyung..."
TBC
Maaf ya lanjutannya pendek. Untuk lanjutannya di tunggu minggu depan ya.
