Halo Minna!
Apa kabar?
Maaf telat update seminggu, hehehe ^w^v
Habis, pas minggu kemarin waktu aku membaca fic ini dan berencana ingin update (kebiasaanku sebelum update), rasanya ceritanya kurang sreg dan menurutku alurnya juga sedikit kecepatan. Jadi lebih baik aku re-edit dari awal dan memulai cerita baru lagi, biar sedikit lebih masuk aja ceritanya.
Sekali lagi maafin aku ya minna, aku memang author yang hontou baka-baka-baka! Gak bisa nepatin janji pada waktunya, minna semua pasti kecewa sama aku, gomen ne#membungkukkan badan.
Baiklah, ayo mulai ceritanya. Semoga Minna semua suka!
Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama desu yo!
Rate : M (Khusus untuk umur 18+ 'Naik setahun')
Pairing : Karena permintaan para readers kebanyakan tidak mau Naru-chan jadi murahan... Shisui akan membuat pairing hanya untuk SasufemNaru saja, yang lain hanya sekedar ecchi standart. Okeh ^^d
Hareem No Jutsu Permanent
Chapter 11
By : Shisui Namikaze Deandress Chan
OOC, OC, typo(s), Gaje, Lime/Lemon and many more...
Ini Lime/Lemon pertama Shisui jadi gomen yah kalau tidak terlalu memuaskan dan hot
DLDR!
Enjoy it!
Previous Chapter: Shikamaru menghela nafasnya, begitupula Kiba, Chouji dan Hinata. Shikamaru merasa lelah akan tingkah laku mereka selama ini, entah kenapa sejak Naruko aka Naruto kembali dari rumah sakit, kejadian ini jadi semakin parah dan aneh saja. Bahkan sekarang Naruto jadi terlihat lebih sedikit dingin dan Sasuke jadi lebih sedikit agresif. Apa arti dari semua ini? Apakah kepribadian mereka tertukar atau bagaimana?.
Sedangkan Ino yang sejak tadi terdiam tiba-tiba saja mengeluarkan suara pertamanya dengan desahan tak jelas, Shikamaru dan yang lainnya menoleh kearahnya, sekarang ini posisi Ino sedang memunggungi mereka semua. Shikamaru mengerutkan keningnya ketikanya ia melihat getaran di tubuh Ino. Lalu tak lama kemudian ia mendengar suara cegukan tangisan didepannya.
"Sa...hiks...su...hiks...ke...hiks...na...nan...NAN DESUKA?!" teriak Ino sekencang-kencangnya dan kemudian ia berlari dengan kecepatan turbo bermaksud ingin mengejar Sasuke dan Naruto yang memang sejak tadi sosoknya sudah menghilang.
"Sepertinya bakal ada cinta segitiga nih, Shikamaru" tutur Kiba sambil menyengir lima jari.
"Ha-ah, mendokusai" balas Shikamaru seraya menggeleng-gelengkan kepala.
Chapter 11
Ckriingg!
"Okaeri Shimashita!" Sapa seorang wanita kepada 'Sepasang Kekasih' yang baru masuk ke toko pakaian Omochika.
Wanita itu mengerutkan keningnya ketika mendengar suara bising yang memecahkan telinga didepannya. Wajar, wanita itu tak melihat apapun, soalnya wanita itu sedang membungkuk hormat kepada mereka. Namun tak berapa lama kemudian ia kembali menegakkan tubuhnya, soalnya ia merasa orang yang berada didepannya itu tak mau bergerak masuk ke toko. Ia bermaksud ingin bertanya kepada mereka, tetapi apa yang terjadi? Ia malah sweatdrop melihat pemandangan aneh didepannya.
Pemandangan yang ia lihat adalah seorang pemuda yang mencoba menarik seorang gadis yang sedang menahan tarikkan pemuda itu dengan memegang pintu masuk sambil berteriak 'Lepaskan aku'. Wanita yang melihat sepasang kekasih itu jadi sweatdrop dan tertawa gaje. Tentu saja ia sweatdrop, soalnya ini adalah kali pertama dirinya melihat sepasang kekasih seaneh mereka. Dan lagi juga pantas saja mereka tak berjalan masuk sejak tadi, yah habis gadis itu berteriak sambil menahan pintu dan ditarik-tarik seperti itu.
"A...ano..." ucap wanita itu ragu-ragu kepada sepasang kekasih didepannya.
"SASUKE-TEME! LEPASKAN TANGANMU SIALAN!" Seru gadis itu seraya menggoyangkan tangan kirinya yang dipegang pemuda itu bermaksud mencoba melepaskan diri.
"Hn" sahut pemuda a.k.a Sasuke ambigu.
"Teme sialan!" kesal gadis itu lagi sambil menarik-narik pergelangan tangannya.
"Urusai, seharusnya kamu yang melepaskan tanganmu Naru-dobe!" balas pemuda itu, malah dia membalas menarik tangannya. Jadi seakan-akan mereka berdua seperti melakukan adegan tarik tambang.
Syuuurr!
"Hehehe" lagi-lagi keluar tawa gaje dari mulut wanita yang notabene adalah penyambut toko Omochika. Tak disangka ia bisa melihat adegan 'dramatis' sepasang kekasih itu didepannya secara langsung.
Tetapi bukan hanya wanita itu saja yang melihat adegan itu, para pengunjung pun juga ikut melihat pemandangan itu dengan pandangan dan ekspresi yang tak bisa diartikan. Tetapi pusat perhatian itu tak mengacuhkan pandangan pengunjung kepada mereka. Mereka hanya cuek bebek saja pada pengunjung dan terus melakukan adegan itu sampai berjam-jam. Hingga akhirnya gadis itu kelelahan dan melepaskan diri menyerah dan terjatuh di pelukan si pemuda.
Sebenarnya si pemuda itu juga kelelahan, tetapi memang karena dia tak mau menunjukkan hal yang menurutnya memalukan itu kepada si gadis, jadi dia diam-diam saja dan memasang ekspresi stoicnya yang seperti batu itu.
"Hah...hah...Sasuke...sudahlah...lepaskan aku" mulai gadis a.k.a Naruto lagi, tetapi dengan nada kelelahan.
"..." Sasuke tak menjawab, malahan ia merangkul Naruto masuk ke dalam toko tak memperdulikan ekspresi lelah yang terlukis di wajah Naruto. Sasuke begitu karena prinsip dan keinginannya yang sudah tak bisa diubah lagi, mau bagaimanapun Naruto memintanya untuk berhenti, Sasuke tak akan melepaskannya sebelum dirinya mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Arigatou Shimashita!"
Hari menjelang sore, 'sepasang kekasih' itu akhirnya keluar dari toko Omochika setelah berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Si wanita penyambut yang beberapa menit yang lalu berterima kasih itu langsung menghela nafasnya saat sepasang kekasih itu sudah berjalan keluar tokonya. Wanita itu berfikir, mungkin jika setiap kali sepasang kekasih itu datang dan terus-terusan melakukan hal demikian, mungkin dirinya lebih baik resign a.k.a berhenti dari pekerjaannya itu dan cari kerja lain yang lebih 'layak' dan 'damai'.
-x-x-x-x-
Selama perjalanan, ekspresi wajah Naruto terlihat sangat kusut sekali. Bibir bawahnya maju kedepan dan kedua tangannya melipat di dada. Setiap Sasuke mencoba berbicara dengannya, Naruto selalu mengabaikan ucapan Sasuke dan selalu mengalihkan perhatiannya kearah lain. Karena kesal gara-gara selalu diabaikan oleh Naruto, Sasuke jadi nekad membuat beberapa susun-susunan kata vulgar yang pastinya berkaitan dengan nama Naruto didalamnya, agar dirinya tak diabaikan oleh Naruto.
Dan tepat saja, Naruto meringis kesal dan mendorong bahu Sasuke agar menjauh darinya. Wajah Naruto memerah dan terasa sangat panas sekali, ia kemudian mengalihkan perhatiannya kearah lain bermaksud untuk menyembunyikan wajah memerahnya dari pandangan mata Sasuke sebelum terlambat. Entah bagaimana jadinya kalau misalkan wajahnya yang memerah ini tertangkap oleh mata Sasuke? Mungkin dirinya akan jadi 'korban'nya dan bisa-bisa harus memakai kursi roda selama satu bulan dikarenakan perbuatan Sasuke yang memang selalu kelewat batas padanya.
Tetapi karena memang Naruto yang bodoh, dirinya tak menyadari kalau gerak-geriknya sangat mencurigakan hingga perbuatannya itu membuat pemuda tampan disebelahnya harus menyeringai mesum kepadanya.
Lalu tak lama kemudian, sebuah ide briliant pun muncul didalam otaknya. Sasuke begitu bahagia otak pintarnya bisa benar-benar diandalkan dalam hal seperti ini, biasanya otaknya tak pernah merespon segala hal yang berbau mesum, apalagi disaat dirinya bertemu dengan Naruto. Namun kali ini berbeda, mungkin itu karena hormon atau gairahnya yang sedang meningkat, atau mungkin karena dirinya melihat seorang bidadari manis yang notabene adalah teman prianya itu yang telah menjadi wanita dan mengundang gairahnya yang selama 17 tahun lamanya tertidur dalam dirinya.
Sasuke tersenyum tipis dan kemudian tertawa kecil saat memikirkan ide-nya itu, lalu dirinya menoleh kearah goody bag berisi pakaian pengantinnya itu dengan mata onyx yang menyipit. Sasuke mulai membayangkan kalau dirinya ada di sebuah altar pernikahan bersama dengan seorang pendeta, dan tak lama kemudian ia melihat Naruto berjalan anggun dengan memakai gaun pernikahan yang ia pilih itu. Membayangkan hal tersebut, dirinya jadi merasa tak sabaran dan ingin cepat-cepat mengklaim Naruto agar menjadi miliknya seorang.
Naruto yang sudah berhasil menjinakkan wajah merahnya itu pun menoleh kearah Sasuke lagi, tetapi disaat ia menoleh, ia melihat logat Sasuke yang aneh dan tak seperti biasanya, dan bersama itu dirinya pun juga melihat aura suram dan aneh tiba-tiba muncul keluar dari punggung Sasuke.
Perasaan Naruto jadi tak enak ketika melihat hal demikian, dan dirinya juga merasa pemandangan yang ia lihat itu adalah pemandangan yang 'benar-benar' bertanda buruk baginya. Lalu tak lama setelah itu, tanpa diduga-duga keringatnya pun muncul dari setiap pori-pori wajahnya, dan mengalir turun ke bawah dagu hingga ujung lehernya.
'Kenapa aku berkeringat? Dan aura suram apa yang muncul dari punggung Sasuke? Apakah ini artinya 'bertanda buruk' bagiku?' pikir Naruto ketakutan.
Lima belas menit kemudian, mereka berdua tiba didepan pintu rumah kost-an Naruto. Mereka berdiri lumayan lama disana seraya menatapi gagang pintu yang tak kunjung disentuh. Sebenarnya yang berdiri lumayan lama disana itu hanya Naruto bukan mereka berdua. Itu dikarenakan kunci kost-annya itu tak dimasuk-masukkan kedalam lubang gagang pintunya. Ia seperti itu karena dirinya masih memikirkan aura suram yang tadinya muncul dibalik punggung Sasuke, dan juga dirinya ikut memikirkan kata-kata dalam hatinya tadi yang berkaitan dengan 'Bertanda buruk' yang tentunya mampu membuat Naruto jadi panas dingin.
Sasuke mengerutkan keningnya tak sabar seraya memandangi Naruto yang tak bergerak sejak tadi. Kedua tangannya terasa sangat pegal-pegal karena terlalu lama memegang barang belanjaannya, dan ia juga seringkali menghela nafas bermaksud memberi kode kalau dia merasa sangat lelah dan ingin Naruto cepat-cepat membuka pintu rumah kost-annya.
Bibir Naruto sedikit bergetar seolah-olah ingin berkata sesuatu. Dan kemudian ia mendesis menyerukan beberapa kata yang tak jelas dengan suara yang sangat pelan. Sasuke menoleh kearahnya dengan alis berkerut dan kemudian mengangkat tangan kirinya yang kosong bermaksud ingin menyentuh bahu Naruto. Tetapi sebelum itu terjadi, Naruto menepis telapak tangan Sasuke dan...
"KAGE BUNSHIN NO JUTSU!" seru Naruto sangat keras seraya membuat kedua jemari telunjuknya saling berhimpitan dan membentuk salib.
Poof...poof...!
Lalu tak lama kemudian, dua sosok gadis manis berparas mirip Naruto tiba-tiba saja muncul dibalik asap putih yang menutupi mereka dan kemudian tanpa diberi aba-aba, kedua gadis itu langsung berlari kearah Sasuke dan menahan setiap pergerakan Sasuke dengan memegang kedua tangan Sasuke dengan kuatnya.
Naruto mengambil kesempatan ini untuk melesat menuju daun pintu kost-annya dan memasukkan kunci pintunya ke lubang gagang pintunya, hingga akhirnya dirinya berhasil membuka pintunya dan masuk kedalam rumah kost-annya dengan langsung menutup pintu rumahnya dan menguncinya kembali, meninggalkan Sasuke yang berteriak dan terus-terusan memberontak dari penahanan bunshin Naruto.
Naruto tertawa kecil saat mendengar teriakkan Sasuke dan kemudian ia berjalan menuju kamarnya sambil bersiul-siul senang karena dirinya berhasil lolos dari sergapan Sasuke.
Cklak!
"Kau kira aku sebodoh itu?"
"Eh?"
Naruto berdiri kaku di depan pintu kamarnya saat melihat sesosok pemuda yang baru saja ia bodohi itu ada ditempat tidurnya. Pemuda itu tersenyum tipis kearah Naruto hingga kemudian ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Bagaimana kau bisa berada di tempat tidurku?, jelas-jelas tadi aku menangkapmu. Bagaimana kau bisa lepas dari mereka-teme!?" tanya Naruto seraya berjalan mendekati Sasuke.
"Bagaimana katamu? Tentu saja karena kekuatan cinta yang kumiliki padamu" goda Sasuke.
"Cinta apanya? Cepat bangun dan lekas pergi dari sini! Aku sudah lelah!" seru Naruto seraya mengarahkan telunjuknya kearah pintu keluar kamarnya. Tetapi sayangnya dirinya tak ditanggapi oleh Sasuke, malahan dirinya ditertawai oleh Sasuke.
Karena kelakuan Sasuke itu, Naruto jadi merasa kesal dan kemudian ia memegang pergelangan tangan Sasuke bermaksud untuk menarik tubuh Sasuke agar bangun dan turun dari tempat tidurnya. Tetapi sayangnya apa yang ia lakukan itu sia-sia, malahan menjadi kebalikan dari perbuatannya itu.
Sasuke yang malah menarik pergelangan tangan Naruto hingga dirinya tertarik kedepan dan akhirnya menindih tubuh Sasuke dengan kuatnya. Sasuke sedikit sesak nafas saat itu, tetapi tak lama setelah itu ia merasakan kenikmatan dan kehangatan yang begitu ia tunggu-tunggu sejak tadi.
Wajah Naruto memerah saat mengetahui kalau jarak wajahnya dengan wajah Sasuke begitu sangat dekat, mungkin hampir bersentuhan. Sedangkan Sasuke hanya tersenyum tipis saja, sambil merasakan kehangatan tubuh Naruto yang menindihnya.
"Sudah lama aku tak merasakan kehangatan ini-dobe" mulai Sasuke sambil memeluk erat pinggang Naruto.
"Ke-ke-keha-kehangatan apanya!? Cepat lepaskan aku-ttebayo!" balas Naruto seraya memberontak dari pelukan Sasuke.
"Meskipun baru semalam kita melakukannya, aku masih merasa kalau semalam itu masihlah kurang. Kau juga merasa begitu juga 'kan, Naruto?"
"A-ap-apa yang kau katakan?! Jangan mengatakan hal-hal yang erotis seperti itu teme!" balas Naruto masih terus memberontak. Naruto tak menyadari kalau gerakkan berontaknya ini membuat Sasuke kenikmatan, tepatnya pada bagian dada dan 'bawah'nya.
"Ah...ah...Hah! terusssss Naruto, terus goyangkan seperti ituuuuhh! Aku sangat menyukainya! Suke Junior ku mulai tegangghh!" desah Sasuke seraya memeluk erat pinggang Naruto.
"EHHH? Kenapa kau malah terangsang?! Lepaskan aku teme!" sahut Naruto bodoh masih terus memberontak.
"Ah...AH...AHNMM...Hahhhh!"
"Hentikan desahan konyolmu itu teme!"
"Lakukanh terus my-hime!, lakukan terus!"
"Tidak! Cepat lepaskan aku! Hentikan semua ini!"
"AH...ah...AAHHHHH! gomen ne Naruto..." sahut Sasuke seraya menyentuh pipi kiri Naruto dengan tangan kanannya.
"Eh?" balas Naruto bodoh sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Aku sudah tak bisa menahannya...ah...ini salahmu...gomenhh..."
"Eh...WAAAAA!" jerit Naruto setelah Sasuke berhasil memutar balikkan tubuhnya keatas tempat tidur. Sekarang posisinya sudah berbalik arah. Awalnya Sasuke berada dibawah dan dia diatas, tetapi sekarang dirinya berada dibawah dan Sasuke diatas.
Matanya membelalak kaget saat Sasuke menindih tubuhnya, dan ia juga merasa sedikit khawatir pada posisinya saat ini, karena dirinya merasa jika ia dalam posisi seperti ini, dirinya tak bisa melawan penuh pergerakkan Sasuke. Atau mungkin bisa dibilang ia telah 'terpojok'.
Naruto bisa mendengar suara desahan Sasuke yang berada diatasnya, begitupula dengan Sasuke. Dirinya pun bisa merasakan hembus nafas lembut Naruto yang berada dibawahnya. Aroma nafas mereka berdua yang beradu itu, membuat mereka memunculkan sensasi aneh yang menggetarkan seluruh tubuh mereka, apalagi saat menghirup aroma harum nafas mereka satu sama lain. Hal itu membuat seperempat akal sehat mereka berdua hilang entah kemana.
Mata sapphire Naruto menjadi layu dan lemas ketika ia merasakan kalau bahunya diremas-remas dengan kuat hingga ke tulang selangkanya. Dan kemudian, ia menggigit bibir bawahnya mencoba menahan sensasi nikmat yang dialiri tubuhnya ketika Sasuke mulai menggelitikki setiap sisi leher Naruto.
Tanpa disadari, wajah Naruto tiba-tiba saja memerah semerah tomat yang seolah-olah menerima setiap pergerakkan yang dilakukan Sasuke kepadanya. Apalagi sekarang Sasuke mulai berani menyentuh bagian sensitifnya yang begitu ia lindungi dan ia jaga yakni payudaranya.
"Ahn~ yame...de...Sasukehh" desah Naruto seraya memegang pergelangan tangan kanan Sasuke yang sedang 'beraktifitas' pada payudaranya bermaksud ingin menjauhkan telapak tangan Sasuke dari payudaranya. Sasuke menyadari hal itu, jadi ia menoleh kearah tangannya yang sedang beraktifitas pada payudara Naruto itu, tetapi dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan. Tatapan mata itu mengarah kepada kedua tangan Naruto yang terus mencoba menjauhkan tangannya dari payudaranya, dan ia merasa pergerakkannya itu terasa seperti mendorongnya sekuat tenaga, yah meskipun ia tahu tenaga dorongnya itu tak kuat sama sekali. Dan kemudian Sasuke menoleh kearah wajah Naruto, bermaksud ingin mencium Naruto, tetapi sayangnya sebelum ia melakukan hal demikian, ia melihat ekspresi sedih Naruto. Ekspresi yang terlihat begitu sangat dalam seakan-akan menyuruhnya untuk berhenti melakukan ini padanya, yah meskipun dengan wajah memerah penuh nafsu. Tetapi meskipun begitu, ia tak perduli akan sikap Naruto yang terus menolaknya. Ia tetap keukeuh dengan apa yang ia lakukan sekarang. Lagipula menurutnya 'Nafsu bisa mengalahkan segalanya' terutama emosi dan tolakkan sekalipun.
Sasuke mulai menciumi wajah Naruto secara keseluruhan. Mulai dari kening, kelopak mata, cuping pipi kiri dan kanan, hidung, serta dagu. Sasuke menciuminya dengan gerakkan yang begitu lembut dan penuh kasih sayang. Meskipun disaat ia mencoba mencium Naruto, ia harus melawan gelengan kepala Naruto yang bermaksud menolak dicium.
Sasuke menahan kedua tangan Naruto diatas kepala Naruto lalu ia menguncinya dengan satu tangannya dan kemudian ia kembali beraktifitas lagi. Ia memulainya dengan menjilati leher Naruto secara keseluruhan dan kemudian beralih ke tulang selangka dan menggigitnya secara lembut.
Naruto terus mendesah atas kelakuan Sasuke yang menjilati leher Naruto, kedua kaki Naruto merapat di pinggang Sasuke saat bagian bawahnya merasakan nikmat serta basah secara bersamaan. Ia sudah klimaks untuk pertama kalinya.
"Hn, Shimatta! Aku 'melupakannya'" bisik Sasuke disaat-saat menjamahi leher Naruto dan kemudian menjauhi wajahnya dari leher Naruto. Sedangkan Naruto yang sejak awal bergaya 'Munafik' tiba-tiba saja merasa kecewa karena Sasuke secara tiba-tiba telah menghentikan aktifitasnya.
"Apa yang kau lupakan?" tanya Naruto disaat-saat Sasuke mulai merogoh-rogohkan kantung celana panjang biru kebanggaannya.
"Seharusnya aku tak melupakan ini, ini sangat penting bagiku" Seru Sasuke masih merogoh-rogoh kantung celananya.
"Penting?" tanya Naruto seraya mengangkat sebelah alisnya.
"Hn, soalnya ini berkaitan dengan gairah dan kenikmatan yang akan kau rasakan"
"Ah! Ch-chot-chotto matte kudasai! Apa yang kau rencanakan-teme?!" seru Naruto lagi disaat penyakit sok 'Munafik'nya kembali lagi. Tetapi Sasuke tak memperdulikannya, ia masih sibuk merogohkan kantung celananya yang dalam itu, hingga akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Ini, tak kusangka aku sempat kesulitan mengambil 'ini' di kantung celanaku. Seharusnya aku tak memasukkan'nya' ke kantung celanaku." Sahut Sasuke seraya menunjukkan sesuatu yang seperti permen itu kepada Naruto. Sedangkan Naruto yang melihatnya hanya bisa menganga dengan wajah memerah dan bibir bergetar.
"I-i-i-it-ituu...?" gumam Naruto dipertengahan bibir getarnya.
"Hn, obat kuat" jawab Sasuke santai.
"KENAPA KAU MEMBAWA ITU?!"
"Memangnya kenapa? Kita 'kan sedang ingin melakukannya, memangnya aku salah?" kata Sasuke seraya mendekatkan wajahnya kembali ke wajah Naruto, dan Naruto yang melihatnya langsung merinding disko.
"S-si-siapa yang mau melakukan itu denganmu, cepat lepaskan aku?!" teriak Naruto seraya memberontak kembali.
"Naru-chan, sudahlah hentikan sok ke-munafik-anmu itu. Aku tahu kau juga ingin melakukan ini dan merasakan kepuasan dariku 'kan?" balas Sasuke seraya menahan setiap pergerakkan Naruto.
"Ti-tidak, aku tak bermaksud munafik! Aku hanya tak mau melakukan ini dengan orang yang cur...hmmph" Naruto langsung menghentikan perkataannya dikata terakhirnya ketika ia menyadari kalau perkataannya itu terlalu berlebihan dan mengundang 'sesuatu' dari Sasuke.
Dan benar saja, Sasuke malah menyeringai dan semakin merapatkan tubuhnya di atas tubuh Naruto sehingga membuat Naruto sedikit sesak nafas dan tak bisa bergerak. Lalu setelahnya tubuh mereka berdua sudah sedikit merapat, Sasuke merendahkan kepalanya kearah telinga Naruto dan berbisik...
"Jadi menurutmu aku ini curang kalau aku memakai obat ini sendirian, sedangkan kau tidak, begitu?"
"B-bu-bukan begitu maksudku" sahut Naruto dengan wajah memerah. 'Sial, aku tak bisa mengelak lagi. Aku seperti tikus yang sudah masuk kedalam perangkap' lanjutnya dalam hati.
"Tetapi sayangnya aku hanya bawa satu obat saja, keberatankah jika kita memakannya bersama?"
"A-ap-apa?" sahut Naruto ketika Sasuke menjauhkan kepalanya dari telinganya.
"Tenang saja, obat kuat ini tak seperti obat kuat yang lain yang harus memakannya dengan dibantu oleh air. Obat ini dilapisi dengan kulit karet seperti jell diluarnya jadi ketika kita menggigitnya maka didalam kulit jell ini akan mengeluarkan cairan manis yang sebenarnya adalah inti dari obat kuat ini." Jelas Sasuke seraya mendekatkan obat tersebut kesisi bibirnya dan kemudian merapatkan tubuhnya lagi dengan Naruto.
Naruto hanya membelalakkan kedua matanya ketika Sasuke mulai mendekatinya lagi. Didalam sebagian hatinya, ia merasa bimbang apakah dirinya harus memakan obat kuat itu bersama dengan Sasuke, bukankah wanita tak perlu memakan obat kuat itu. Dan di sebagian hatinya lagi, ia ingin sekali kabur dari dekapan Sasuke ini bagaimanapun caranya.
"Mbukha b-mimirmu msayang?" kata Sasuke ketika sudah dekat dengan wajah Naruto sambil mengigit pelan obat kuat itu. Namun meskipun begitu, Naruto tak mau membuka mulutnya, ia malah merapatkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya bermaksud tidak mau memakan obat kuat itu.
"Kau beneran tidak mau? Bukannya kau tadi memintanya? Hn, Baiklah kalau itu memang permintaanmu, aku tak akan memaksa. Aku akan memakan obat kuat ini sepenuhnya, jadi jangan salahkan aku kalau kau lelah duluan sebelum aku, Naru" kata Sasuke dan mulai memakan obat kuat tersebut sepenuhnya dan menggigitnya dengan gigi rahangnya. Saat ia menggigit obat kuat tersebut, terdengar suara cepratan seakan-akan Sasuke seperti memakan permen karet.
Sedangkan Naruto hanya bisa diam dengan mata membelalak dan bibir bergetar karena ucapan Sasuke sebelumnya. Ia tahu kalau Sasuke itu tak main-main dalam perkataannya, kalau misalkan seperti ini, dirinya pasti sudah tak bisa mengelak lagi dari pangeran es didepannya. Sia-sia sudah semuanya.
Chu~
"Hmmphhp~" desah Naruto disaat Sasuke mulai mencium bibir Naruto dengan ganas.
Naruto menggeliat tak karuan ketika Sasuke menggigit bibir bawahnya dengan pelan namun pasti. Sasuke seolah-olah ingin merasakan kelembutan bibir Naruto dulu sebelum menjamahi yang lain, terlihat dari cara dia menjilati bibir bawah Naruto dengan bibirnya dan menciuminya hingga bengkak.
"Hmmph...ah...ahn...hmmphh" desah Naruto mulai membalas ciuman Sasuke. Yah, perkataan Sasuke sebelumnya yakni 'Nafsu bisa mengalahkan segalanya' sudah terlihat dari sini. Apalagi kalau kemunafikan Naruto sudah dikalahkan dengan nafsunya sendiri.
Lidah mereka berdua saling beradu, saling mentransfer saliva mereka masing-masing dan menikmatinya bersama. Naruto semakin menekankan bibirnya dengan bibir Sasuke dengan bantuan kedua tangannya yang menekankan kepala Sasuke, dan Sasuke tak menolak perlakuan Naruto, malah ia senang dan semakin ganas atas perlakuan Naruto tersebut.
"Hmmphh...aaa...Su...keeehhh...ahhnn..ittai" rintih Naruto disaat Sasuke menggigit bibir Naruto sedikit kasar. Tetapi meskipun begitu, Naruto sangat menikmatinya bahkan rasa sakit di bibirnya itu langsung menghilang ketika saliva Sasuke mengalir di bibir bawahnya.
Setelah beberapa menit ia menciumi bibir Naruto, Sasuke mulai memberanikan diri meremas-remas buah dada kiri Naruto yang sudah mengeras dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya mengelus-elus paha Naruto yang hanya dilapisi dengan celana pendek.
Naruto mendesah atas perbuatan nakal Sasuke, dan desahannya itu semakin dahsyat ketika tangan kanan Sasuke mulai berani merogoh-rogoh 'miliknya' dibalik celana pendeknya. Naruto sudah tak tahan lagi, wajahnya benar-benar sangat merah, dan keringatnya bersekujur disekitar wajahnya. Ia benar-benar menikmati setiap jamahan yang diberikan Sasuke ini, tubuhnya tak bisa membohongi ini. Ia memang benar-benar menikmatinya, apalagi ketika jemari tengah kanan Sasuke mulai berani menekan-nekan lubang sensitifnya secara lembut.
"Ahn~ ah...ahn...terusss...Sukee~" pinta Naruto seraya memeras rambut belakang Sasuke yang seperti pantat ayam tersebut. Dan Sasuke yang mendengar permintaan Naruto tersebut malah mempercepat keluar-masukkan jemarinya didalam celana pendek Naruto. Padahal dibalik celana pendek itu, masih ada celana dalam. Tetapi itulah yang membuat Naruto menikmatinya, rasa kasar celana dalamnya yang digabungkan oleh jemari tengah Sasuke lah yang membuatnya mendesah kenikmatan seperti ini. Ia merasa seolah-olah seperti lubangnya sudah benar-benar dimasukkan oleh milik Sasuke.
Sasuke semakin mempercepatkan jemarinya, bahkan menambahnya menjadi dua jemari. Sehingga jemari tengah dan telunjuknya bergoyang hebat didalam lubang Naruto. Sedangkan Naruto terus mendesah serta meringis pelan ketika merasakan sensasi yang begitu menggairahkannya itu.
"Ah...AHA...AHN...Ah...HAHN...Terussss...kimochiiiii...Suke-kunnnn!" desah Naruto seraya memeluk Sasuke hingga kepala Sasuke merapat ke lehernya. Karena kelakuan Naruto tersebut, Sasuke mulai mengambil kesempatan ini untuk menjilati leher Naruto dan menggigitnya. Inilah yang disukai Sasuke, yakni aroma citrus jeruk Naruto yang begitu ia suka. Bahkan karena saking sukanya, ia merasa ingin sekali memakannya dan terus ingin menggigitnya.
"AHHHH...Suke...! ta-ta-tanganmu terlalu keras meremasnyaaaaa!" teriak Naruto ketika ia merasakan kalau buah dada kirinya merasa nyeri saat diperas Sasuke. Tetapi Sasuke tak memperdulikannya, ia sedang sibuk dengan aktifitas menjilatnya yang begitu menggugah selera adegan seksnya. Ia tak menyangka, dirinya sampai seliar ini kalau dengan leher Naruto.
"Sa-sa-sasu-keehhhh...aku...aku...mau keluarrrrr!" seru Naruto keras ketika diambang-ambang klimaksnya. Sasuke menghentikan pergerakkan jemarinya di lubang Naruto sejenak, membiarkan Naruto mengeluarkan cairannya dulu. Cairan Naruto lumayan banyak, terlihat jelas dari celana pendeknya yang mulai membasah sampai ke ujung celana pendeknya atau bagian pahanya.
Naruto menghela nafasnya merasa sedikit kelelahan, sedangkan Sasuke melepaskan jemarinya dari lubang Naruto dan menjauhkan kepalanya dari leher Naruto.
Sasuke memandangi wajah Naruto yang sudah terangsang tersebut dengan mata lembut namun dingin. Ia tersenyum tipis sebentar dan kemudian beraktifitas kembali dengan memainkan kedua buah dada Naruto yang tidak besar dan tidak kecil didepannya.
Awalnya Sasuke hanya sekedar meremasnya dibalik pakaian tanpa lengan Naruto, tetapi beberapa menit kemudian ia mulai memperlihatkan buah dada Naruto dengan menarik resleting kerahnya kebawah dan memelintir puting buah dadanya.
"Ah...ahn...kahhkk..Suke...pelan-pelanhh" desah Naruto saat Sasuke mulai menghisap puting susu kiri Naruto.
Sasuke terus menghisap puting susu Naruto sampai mengeras, dan kemudian beralih ke puting susu kanan. Naruto meremas seprai tempat tidurnya disaat Sasuke meremas buah dada kanannya sambil menghisap puting susunya. Dan ia juga menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang benar-benar ingin sekali ia keluarkan karena merasakan kenikmatan yang luar biasa ini.
Lalu setelahnya selesai, Sasuke kembali menciumi leher Naruto. Ia menciuminya dari leher, telinga, cuping pipi kanan, hidung dan bibirnya. Di bibir Naruto itulah, Sasuke mulai bertindak ganas, bahkan karena saking ganasnya, Naruto harus mendesah hebat karena tak tertahankan akan permainan bibir Sasuke yang bisa dibilang professional.
Didetik-detik permainan bibir tersebut, Naruto menggerakkan tangan kanannya kearah selangkangan Sasuke dan kemudian meremas sesuatu yang mengeras dibalik celana panjang tersebut. Tanpa fikir panjang lagi, Naruto memainkan batangan Sasuke yang berada dibalik celana panjang tersebut dengan lembut. Merasakan begitu kerasnya dan kuatnya batangan Sasuke itu.
"Ah...AH...Naru...hmmpphh" desah Sasuke di setiap ciuman bibirnya.
"Kimochi...hhaahh...ne?" tanya Naruto seraya terus membalas ciuman Sasuke. Dan Sasuke hanya mengangguk dan terus menciumi bibir Naruto dan menikmati permainan tangan Naruto dibatangannya.
Naruto semakin mempercepat permainan batangannya sehingga membuat Sasuke mendesah, tetapi meskipun begitu, Sasuke tak mau kalah, ia juga melakukan hal yang sama kepada Naruto, ia kembali menghisap dan menjilati puting susu kanan Naruto dengan penuh nafsu. Dan tangan kanannya juga memainkan lubang Naruto kembali.
Mereka berdua mendesah hebat, merasakan kenikmatan yang menggebu-gebu dan gairah yang sangat menagihkan. Dan beberapa menit kemudian, mereka berdua berteriak menyebut nama pasangan mereka sambil menyerukan...
"SUKEEEE...AKU...AKUhh...MAUUUuuu..."
"AKUuuuHHH...juggaaaaAAA..."
Croot...croot!
"AHHNN~"
"HAAHHN~"
Bersama dengan desahan itu, tiba-tiba saja sebuah cairan pun membasahi celana Sasuke dan Naruto. Ini adalah klimaks kedua Naruto, dan juga klimaks pertama Sasuke. Tetapi diantara mereka berdua, hanya Naruto yang menghelakan nafasnya karena kelelahan, sedangkan Sasuke masih biasa-biasa saja. Itu karena efek dari obat kuat yang ia minum.
"Kenapa Naru? Apa kau sudah lelah?" ejek Sasuke saat melihat Naruto terus menghelakan nafasnya.
"Tidakh...ha...akuhh...hah...masih kuathh...cepath...buka celanamuhh...biar aku bersihkanh milikmu itu dari cairanmuhh" balas Naruto disetiap helaan nafasnya. Sasuke tersenyum tipis mendengar ucapan Naruto tersebut, dan kemudian ia mengikuti ucapan Naruto dengan membuka celananya dan mengarahkan batangannya kearah wajah Naruto dengan posisi menungging.
"Begitu juga denganmu my-hime. Izinkan aku untuk membersihkan milikmu" balas Sasuke seraya melepaskan celana pendek Naruto dan dibalas oleh Naruto dengan mengangkat sedikit pinggulnya bermaksud untuk mempermudah Sasuke untuk melepaskan celananya.
Dan sekaranglah mereka, mereka berada dalam posisi 69 yang terlihat begitu eksotis dan menggairahkan. Tanpa fikir panjang lagi Sasuke dan Naruto mulai melakukan aktifitas mereka masing-masing, yakni membersihkan cairan pasangan mereka dengan lidah mereka.
Naruto menjilati lubang batangan Sasuke secara keseluruhan, tanpa ada yang terlewati dan kemudian ia mulai menghisapi batangan Sasuke secara perlahan-lahan namun pasti, dan belum sampai itu saja. Tangan kirinya pun mulai meremas dua bola milik Sasuke bermaksud untuk menambahkan sensasi Sasuke yang memiliki batangan tersebut. Dan benar saja, Sasuke mendesis kenikmatan di setiap penjilatannya kepada lubang Naruto. Ia tak menyangka Sasuke bisa sehebat ini, padahal sebelumnya ia itu payah dan tak terlalu mengerti dalam melakukan oral. Tetapi kenapa sekarang dia seperti benar-benar mengerti? Apakah ini artinya Naruto sudah benar-benar ahli dalam hal ini? Pikir Sasuke.
Tetapi meskipun begitu, Sasuke tak mau kalah. Ia mengangkat kedua kaki Naruto keatas kepalanya dan kemudian menyilangkannya, lalu Sasuke menjilati dan menggigit bola kecil yang bersembunyi di sisi lubangnya dengan lembut, bermaksud untuk membuat Naruto mendesah dan menikmati akan perbuatannya itu. Dan benar saja, Naruto benar-benar menikmatinya. Ia mulai merapatkan kedua kakinya sampai-sampai kepala Sasuke terjepit oleh kedua kaki Naruto. Namun meskipun begitu, Sasuke tak keberatan, bahkan sekarang ia malah semakin ganas. Itu karena Sasuke tak disadarkan oleh aroma harum lubang Naruto. Oleh karena itu, ia terus menjilatinya sampai-sampai ia benar-benar sangat puas.
Lalu tak lama kemudian, Sasuke menusukkan jemari tengah kirinya kedalam lubang anus Naruto dengan cepat, untuk menambahkan nafsu Naruto. Dan Naruto yang merasakannya sampai-sampai harus menghentikan aktifitasnya sejenak karena terlalu kenikmatan akan perbuatan Sasuke tersebut. Naruto tak mau kalah, ia sedikit menaikkan kepalanya dan mulai menjilati lubang anus Sasuke yang sejak tadi menganggur. Lalu beberapa detik kemudian, Naruto berteriak menyerukan nama Sasuke karena ia mulai klimaks lagi, lalu disusul oleh Sasuke lima menit setelah Naruto. Mereka berdua saling menghirup setiap cairan pasangannya tanpa tersisa, bahkan mereka begitu menikmatinya.
Posisi itu mereka lakukan dalam jangka waktu lima belas menit. Karena itulah tenaga mereka terkuras lumayan banyak dan keringat menyusuri setiap tubuhnya. Naruto memejamkan kedua matanya merasa sangat kelelahan, tenaganya sudah hampir sepenuhnya habis dalam permainan 69 tadi, bahkan karena saking lelahnya, seluruh tubuhnya terasa sangat lemas dan tak bisa digerakkan. Sedangkan Sasuke, ia masih segar bugar tak lelah sama sekali. Sasuke menoleh kearah Naruto yang sudah kelelahan itu dengan mata yang tak bisa diartikan, lalu ia membuka pakaiannya dan mendekati Naruto kembali lalu menindihkannya lagi. Naruto sedikit terkejut ketika Sasuke menindih tubuhnya, ia memandangi Sasuke yang sedang menatapinya dengan mata tak berkedip lalu pipinya disentuh dan dibelainya oleh Sasuke.
"Ini baru permulaan sayang, dan sekaranglah inti dari permainan kita"
"Kau ...hah...tidak lelah sama sekali...?"
"Hn, soalnya aku 'kan memakai obat kuat. Sekarang bolehkah aku memasukkan'nya'?" bisik Sasuke seraya mengarahkan batangannya kedalam lubang Naruto.
"A...lakukan saja. Aku juga menunggu momen ini" balas Naruto dengan mengalihkan perhatiannya kearah lain, namun dengan wajah memerah malu-malu.
Sasuke tersenyum dibuatnya, lalu tak lama kemudian Sasuke secara perlahan-lahan memasukkan miliknya kedalam lubang Naruto. Dan Naruto yang dimasukkan tersebut sedikit merintih karena kesakitan. Sasuke tak menyangka, seberapa kali pun ia melakukan seks dengan Naruto, lubang milik Naruto tetaplah sempit layaknya masih perawan. Padahal ia sering sekali melakukan hal ini dengan Naruto. Apakah ini kekuatan tersembunyi dari hareem no jutsu yang dimilki Naruto?
"Aww,,.i-itt-ittei! Sukeh...kumohon pelan-pelanlah sedikit"
"Tenang sayang, rasa sakit ini hanya sebentar. Kenapa punyamu selalu sempit? Padahal kita sering melakukan ini"
"Wakaranai-ttebay...aww...itte-itte-te-tei"
Sesuai dengan permintaan Naruto, ia memasukkan miliknya dengan perlahan-lahan, agar Naruto tak merasakan kesakitan, ditambah lagi Sasuke menghisap-hisap kedua puting Naruto secara lembut dan meremasnya dengan tangan kanannya bermaksud untuk menambahkan rasa nyaman Naruto agar melupakan rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Lalu setelah beberapa menit kemudian akhirnya batangan Sasuke masuk sepenuhnya. Bersama dengan itu juga, Naruto menjerit hebat seraya meremas-remas belakang punggung Sasuke kuat-kuat.
Sasuke memaju-mundurkan batangannya secara perlahan-lahan didalam lubang milik Naruto, sedangkan Naruto hanya bisa mendesah kenikmatan, sekarang ia memeluk Sasuke erat, membiarkan Sasuke yang memimpin adegan ini.
"Ahn...ahn...hahn...hah...kahk...Suke...kimochi...lebih cepathh" desah Naruto dipermainan Sasuke.
Dan sesuai dengan permintaan Naruto, Sasuke mempercepat gerakkannya, bahkan karena saking cepatnya Naruto sampai-sampai mendesah hebat diikuti dengan suara cepratan karena benturan antara bokong Naruto dengan selangkangan Sasuke.
Sasuke merubah gayanya dengan gaya duduk dan kemudian memaju-mundurkan batangannya lagi, lalu ia mengangkat kedua kaki Naruto ke lehernya dan melipatkannya ke lehernya. Naruto mendesah hebat, ia meremas-remas seprainya menahan goyangan hebat yang dibuat Sasuke kepadanya. Ia sempat mengeluarkan air matanya karena merasa permainan Sasuke terlalu nikmat. Ia terus mendesah hebat, bahkan disaat klimaksnya yang ke empat itu.
Naruto sudah klimaks, tetapi Sasuke belum. Ia melepaskan batangannya dari lubang milik Naruto, dan kemudian ia memutar balikkan tubuh Naruto hingga tengkurap. Naruto menghela nafas sejenak, ia perlu mengambil oksigen sebelum Sasuke melakukannya lagi, lalu tak butuh waktu lama, Sasuke kembali memasukkan batangannya kedalam lubang Naruto yang dijepit dengan bokongnya. Dan sekarang mereka melakukan gaya seks versi putri duyung. Versi seks yang menurut Sasuke benar-benar menjepit batangan miliknya agar cepat-cepat klimaks.
"Ahn...ah...Su...ahh...hahn...kahk...kee...atatakai...hah...ah...kimochi...terussss...lebih cepat" desah Naruto ketika kepalanya diangkat oleh Sasuke dan lehernya dijilati oleh Sasuke. Wajahnya memerah semerah tomat, dan desahannya tak tertahankan, apalagi ketika Sasuke menggigit lehernya dan mencium bibirnya ganas.
"AH...AHN...Naru...aku...aku...akan...keluarrr..." seru Sasuke disela-sela ciumannya.
"Keluarkanhhh...haa...ha...ahh...didalam...aku...akh...ingin...merasakan...cairannmuuhhh...akhhhh!" desahnya setelah Sasuke melepaskan ciumannya dan ia mempercepat memaju mundurkan batangannya ke lubang milik Naruto.
"Akhhhh"
"AKHHkkHHH"
Croott...croott!
Cairan sperma Sasuke masuk kedalam rahim Naruto, ia merasa puas karena bisa memasukkannya kedalam rahim Naruto yang hangat tersebut. Setelahnya Sasuke merasa semua cairannya sudah sepenuhnya keluar, ia mencabut batangannya keluar dari lubang Naruto lalu ia menarik Naruto kedalam pelukannya dan kemudian melepaskan pakaian tanpa lengan Naruto. Naruto pasrah saja, ia sudah kelelahan dan hanya bisa memeluk Sasuke bermaksud untuk mengumpulkan tenaganya kembali meskipun ia tahu tak mungkin bisa.
Sasuke memposisikan Naruto ke pangkuannya dan mulai kembali memasukkan batangannya kedalam lubang Naruto.
"Goyangkan Naru-chan" perintah Sasuke dan dibalas dengan anggukkan lemas oleh Naruto. Naruto mulai mengangkat dan menurunkan pinggulnya secara perlahan-lahan mengikuti perintah Sasuke. Naruto mendesah dan kemudian memeluk erat Sasuke bermaksud untuk menumpukan tubuhnya yang memang sudah sangat lemas. Tetapi memang Sasuke yang tak pernah merasa puas, ia harus membantu Naruto menggoyangkan pinggulnya dengan menghentakkan miliknya mengikuti arah Naruto menaik turunkan pinggulnya, tak memperdulikan Naruto yang sudah mulai merasa lelah.
Hal itu terus berlanjut sampai Sasuke klimaks untuk ke delapan kalinya, dan Naruto ke sembilan kalinya. Dan semua itu dibagi dalam tujuh gaya seks terbaik yakni, gaya perempuan diatas, kaki sebelah terangkat, gaya samping, gaya membelakangi perempuan, gaya membelakangi pria, gaya pria duduk, dan gaya push up.
Dan sekarang mereka sedang melakukan gaya doggy style. Dengan Naruto yang sudah tak bisa menungging, ia hanya bisa pasrah dengan terjungkir lemas dengan membiarkan Sasuke memaikan bokongnya sepuasnya. Naruto hanya bisa mendesah dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Ia tahu Sasuke tak akan berhenti sebelum puas, tak memperdulikan kelelahan yang ia rasakan. Jadi ia membiarkan Sasuke melakukan apapun padanya.
"Ha...hah...hahn...kimochi ne...Naru...hahn..." desah Sasuke di setiap maju-mundurkan miliknya di lubang milik Naruto.
"Hahn...hah...ah...ahah...ha...ha'i...ki...hahn...mochi...ne" desahnya saat ia merasakan kalau ia mulai klimaks kembali.
Naruto memejamkan matanya, dan mulai menungging tegak kembali ketika rasa klimaks itu sudah benar-benar berada diujung. Sasuke yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil dan mulai mempercepat permainannya hingga akhirnya ia pun juga merasakan hal yang sama seperti Naruto.
"Sukeee...aku...mau...keluarhhhh...hah...ahhhhnnnn~" desah Naruto seraya meremas seprainya.
"Watashi...mooo...ahnnnmm~" balas Sasuke seraya semakin mempercepat permainannya.
"Su-su-sudah benar-benar diujunghhh..ahhh"
"Aku, jugaahhh...bersiap-siaplahhhnn~"
"AHHHNN"
"HAHHNNN"
POOFF!
"!"
Croot...croott!
Bersama dengan sperma yang meluncur keluar, Sasuke melebarkan kedua matanya terkejut saat asap itu muncul dan mengelilingi tubuh Naruto. Fikiran Sasuke mulai tidak enak, karena ia merasa batangannya sudah tak hangat lagi. Dan juga ia merasa dirinya tak menyentuh tubuh Naruto lagi, ia hanya bisa merasakan angin tipis yang berasal dari asap yang mengelilingi tubuh Naruto itu. Lalu beberapa menit kemudian, setelah asap tersebut menghilang, ia hanya melihat dirinya duduk setengah berdiri dengan batangan yang basah dengan cairan Naruto dan spermanya yang terbuang sia-sia dibantal milik Naruto.
10%
35%
55%
70%
88%
100%
"NARUTOOO!" teriak Sasuke marah.
-x-x-x-x-
POOFFT!
"SUKEEHHH"
Croott...croot!
"Ehmm!"
Cairan Naruto akhirnya keluar, dan Narutopun juga ikut merasa lega karena bisa mengeluarkan cairan tersebut. Naruto menghela nafasnya kelelahan dan kemudian tersungkur lemas masih dalam keadaan menungging. Naruto tersenyum puas, meskipun dalam keadaan kelelahan. Ia merasakan kalau Sasuke sudah tak menggerakkan miliknya lagi, berarti ia juga sudah merasa puas. Denga nafas panjang lega, ia mulai merasa ingin tidur, tetapi sebelum ia ingin tertidur, tiba-tiba saja ia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya menyerukan kata-kata mesum dibelakangnya.
"Cairanmu manis juga gadis muda, bolehkah aku menjilatinya sekali lagi"
"!" Naruto terkejut dan langsung membuka matanya lalu memutar tubuhnya bermaksud untuk melihat siapa yang menyerukan kata tersebut, yang pasti bukanlah Sasuke.
"EEEEHHHHHH!" teriak Naruto kaget saat melihat siapa dia.
"Buah dadamu lumayan juga, baru kali ini aku melihat buah dada manusia. Sebenarnya aku mulai sedikit bosan dengan buah dada istriku yang kecil itu, jadi hari ini adalah keberuntunganku. Hehehe" balas 'nya' dengan pipi memerah mesum.
"Ap-ap-apa?"
"Tenang saja, istriku sedang tidak ada disini, jadi ayo bermainlah denganku sebentar" balas 'nya' seraya berjalan mendekati Naruto, sedangkan Naruto berusaha untuk mundur bermaksud untuk menghindarinya. Lalu tak lama kemudian, mereka berdua mendengar suara piring pecah di dekat lubang daun pintu, yah dengan refleks mereka berdua pun melihat kearah lubang daun pintu tersebut.
"!"
"!"
Keduanya kaget saat melihat siapa yang menjatuhkan piring tersebut. Awalnya 'dia' diam saja dengan mulut menganga, tetapi tak lama setelah itu, aura menyeramkan muncul keluar saat melihat wajah manis polos Naruto memandangi'nya', apalagi ketika melihat buah dadanya yang sangat besar.
"Apa yang kalian lakukan.." seru'nya' menekankan seraya menunjukkan aura hitam yang lebih dahsyat dari sebelumnya hingga sampai-sampai kedua orang yang berada didepannya meringis ketakutan dengan ekspresi aneh dan lucu.
"Te-tenang dulu Shima. I-i-ini buk-bukan seperti yang kau maksud" seru'nya' menenangkan kepada seorang katak perempuan tua yang berdiri dilubang daun pintu dengan aura yang menyeramkan.
"Kau punya berapa nyawa Fukasaku?" balas Shima dengan badan bergetar hebat. Sedangkan seorang katak tua bernama Fukasaku hanya bisa menelan ludah dan berkata dalam hati 'habis sudah kehidupan bahagiaku'.
"An..ano...nenek Shima..." ikut Naruto mencoba untuk menjelaskan
"EhHH?" balas Shima seraya menoleh kearah Naruto dengan mata merah layaknya iblis.
"!" Naruto menarik nafas dan mulai merinding disko saat melihat nenek katak tersebut memandanginya dengan pandangan mata seseram itu.
"Siapa kau eh? bagaimana bisa kau mengenaliku? Jangan sok kenal kau-teme? Dan kau Fukasaku bersiap-siaplah menanti ajalmu" seru Shima lagi seraya berjalan mendekati Naruto dan Fukasaku. Masih dengan aura yang sangat menyeramkan.
"IIEEEE!" teriak Naruto dan Fukasaku bersamaan.
Brak...brughh..brakk!"
-x-x-x-x-
"Oh, jadi kau Naruto. Kenapa kau tidak bilang dari tadi, hahaha?" seru Shima seraya tertawa terbahak-bahak seakan-akan tak terjadi apa-apa.
"Aku 'kan tadinya ingin menjelaskannya-ttebayo, tetapi nenek Shima sudah memukulku duluan...hiks..kejam" balasnya seraya menghusap-husap kepalanya yang benjol.
"Oh, warui...warui. Kau tahu 'kan aku ini orangnya emosian, apalagi kalau dengan si tua bangka mesum disana. Ano ngomong-ngomong kenapa kau seperti ini?" tanya Shima seraya memberikan pakaian kepada Naruto dan Naruto pun menerimanya.
"Sebenarnya ini adalah teknik hareem no jutsu ku"
"Hareem no jutsu?" ulang Shima
"Hareem no jutsu?" ulang Fukasaku.
"Hei...keriput! jangan menoleh kemari dulu brengsek! putar balik lagi! atau kau tak akan bisa menggunakan tangan dan kakimu selama seumur hidupmu!" bentak Shima seraya menunjuk-nunjuk kearah Fukasaku yang berada di pojokkan yang awalnya memunggungi Naruto serta Shima. Dan Fukasaku yang diancam pun menuruti permintaan Shima yakni kembali memunggungi mereka berdua. Naruto yang melihatnya tersebut jadi sweatdrop melihatnya. Baru kali ini ia melihat nenek Shima semarah dan sejahat ini, apalagi kepada kakek Fukasaku, padahal selama bertahun-tahun mereka begitu sangat akrab dan mesra. Tetapi baru kali ini Naruto melihat mereka berkelahi seperti ini.
"Tadi apa katamu? Hareem no jutsu?" tanya Shima kembali setelahnya Naruto selesai memakai pakaiannya.
"Eh? Nenek Shima tak tahu tentang jutsu itu? itu loh jutsu yang bisa merubah penggunanya menjadi wanita, bukankah dulu aku pernah memberitahumu nek?"
"Ha-ah, bukan itu maksudku bocah, maksudku kenapa kau memakai teknik itu di tempat ini. Cepat lepaskan jurusmu itu"
"Kalau aku bisa, aku pasti sudah melepaskannya sejak dulu nek"
"Apa maksudmu?"
"Jangan-jangan kau?" ikut Fukasaku yang langsung berlari mendekati Naruto dengan kecepatan kilat. Sedangkan Shima langsung memandangi Fukasaku dengan mata menyipit.
"Ha'i, aku telah melakukan jurus ini sebanyak 100 kali. Dan jadi beginilah aku, terjebak dengan jutsu andalanku sendiri." Balas Naruto dengan ekspresi putus asa.
"Sou ka, lalu selama ini apa yang kau lakukan ketika kau berubah seperti itu?" tanya Fukasaku lagi.
"Tentu saja ingin berubah menjadi pria lagi, apalagi selain itu. Tetapi sayangnya aku selalu gagal. Padahal aku mengikuti semua perintah Kakashi-sensei, tetapi yang kudapatkan hanyalah kegagalan. Dan kegagalanku itu terjadi karena si teme mesum itu ikut campur, cih" seru Naruto mendecih kesal.
"Memangnya apa yang Kakashi beritahukan kepadamu?" tanya Shima.
"Kakashi-sensei bilang, aku bisa berubah menjadi pria lagi kalau misalkan aku melakukan hubungan seks dengan pria perjaka. Soalnya katanya hanya cara itu satu-satunya yang bisa merubahku menjadi pria lagi."
"Ha-ah~ dasar si mata satu itu. Mesumnya tak tertolong lagi" desah Fukasaku.
"Sama sepertimu keriput tua" balas Shima dingin
"Eekk, ano...ekhem...ngomong-ngomong Naruto. Sebenarnya penangkalnya bukan hanya itu saja. Aku memiliki ramuan yang berkaitan dengan jutsu itu, jadi..."
"Hontou ni! Kakek Fukasaku punya penangkalnya? Kalau begitu bolehkah aku memintanya?" sahut Naruto bersemangat sambil memegang kedua telapak tangan Fukasaku dengan kedua telapak tangannya dengan mata yang berbinar-binar. Sedangkan Fukasaku yang diperlakukan seperti itu hanya bisa sok tak perduli dengan wajah yang benar-benar memerah. Sebenarnya kalau boleh jujur, Fukasaku sedikit nafsu dengan Naruto, karena kecantikan dan keimutan yang dimilikinya. Tetapi ia harus bertahan, karena sebenarnya wajah cantik dan imutnya itu hanya casing sementara, bungkusan yang sebenarnya adalah lapisan dari dalam tubuh seorang pria. Masa iya, ia harus jatuh cinta dengan pria, dia bukanlah yaoi. Dan selamanya bukanlah yaoi.
"Oke, tunggu sebentar" sahut Fukasaku seraya memutar balikkan tubuhnya ketika ia sok-sok an menangkis genggaman tangan Naruto. Dan Naruto yang tangannya ditangkis hanya bisa memiringkan kepalanya tidak mengerti, dan Shima hanya tersenyum kagum kepada Fukasaku seraya berkata 'Ternyata aku salah menilai suamiku' dengan wajah memerah dan kedua tangan saling berhimpitan. Tetapi Shima tak tahu apa yang Fukasaku lakukan setelah meninggalkan mereka berdua. Fukasaku malah mencium-ciumi tangannya sendiri bermaksud ingin mencoba menghirup aroma harum tangan Naruto dan berharap kalau dirinya bisa menghirupnya.
Setelah sepuluh menit Naruto menunggu, akhirnya Fukasaku kembali juga. Di kedua genggaman tangan kecilnya, ia memegang sebuah botol kecil berisi cairan berwarna kuning cerah bergoyang-goyang mengikuti setiap gerak-gerik lompatan Fukasaku.
Dan sesampainya disana, Fukasaku langsung memberikannya kepada Naruto. Naruto yang memang sudah tak sabaran, langsung menerimanya dengan senang hati. Ditambah lagi dengan senyuman lima jari yang menurut Fukasaku sangat indah. Fukasaku hampir saja terbawa suasana wajah imut Naruto, tetapi untung saja ia masih bisa sadar karena ia perlu menjelaskan sesuatu padanya soal obat itu.
"Naruto, dengarkan aku sebelum kau mi...eeee...tunggu dulu kenapa kau sudah meminumnya?!" teriaknya saat melihat Naruto sudah meminum ramuan tersebut.
"Are? Kenapa aku masih belum berubah" gumam Naruto tak mengerti seraya melihat-lihat tubuhnya.
"Itu karena kau tak mendengarkanku" sahut Fukasaku seraya menggaruk-garuk belakang kepalanya.
"Eh?"
"Dengar Naruto, ramuan itu sama hal nya seperti kau melatih dirimu menjadi sennin mode. Ramuan itu perlu kau untuk berkonsentrasi dan bersatu dengan alam. Karena ramuan itu hanya bekerja kalau kau bisa menggabungkan chakramu dengan chakra alam yang berada disekitar sini. Lalu setelah kau melakukannya, maka gumpalan-gumpalan chakra alam dan chakra mu akan menjadi satu dalam lambungmu. Dengar, ramuan itu sekarang ada di lambungmu dan hal itu sangat terbatas, karena lambung itu mempunyai asam yang bisa menghancurkan makanan, jadi kau harus lekas merubah dirimu menjadi wanita lagi." Jelas Fukasaku.
"Yosh, aku akan berusaha-ttebayo! Ittekimasu!" seru Naruto dan mulai berjalan keluar rumah untuk menuju kesuatu tempat.
Lalu 1 jam kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan tentu saja Fukasaku dan Shima yang terkejut menoleh kearah pintu rumah mereka. Mereka berdua mengerutkan keningnya saat melihat siapa orang yang berada didepannya. Dan kemudian, mereka berdua menganga ketika orang itu berjalan mendekati Naruto. Mata mereka membelalak lebar dan kemudian mereka memandangi orang itu dari atas sampai bawah.
"Hehehe, akhirnya aku bisa berubah menjadi pria lagi-ttebayo! Aku akan menjadi Rokudaime-ttebayo, wuahahaha"
"Na-naru-naruto-chan...kore..." seru Shima sambil menunjuk-nunjuk jemari selaputnya kearah Naruto, sedangkan Naruto hanya mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Ada apa Nenek Shima? Kau seperti melihat hantu" balas Naruto masih mengerutkan keningnya.
"Apa itu...Naruto...?" ikut Fukasaku sampai-sampai menumpahkan teh hijaunya.
"'Apa itu' apanya? Kalian kenapa sih-ttebayo!" tanya Naruto mulai tak sabaran.
"PERUTMU MENGEMBUNG NARUTO!" seru mereka bersamaan dengan keringat mengkujuri seluruh wajahnya karena ketakutan.
Naruto mengerutkan keningnya sejenak, dan kemudian ia tersentak terkejut saat ia merasakan ada sesuatu yang menendang perutnya. Dengan menelan ludah, Naruto secara perlahan-lahan menundukkan kepalanya bermaksud ingin melihat perutnya, dan setelahnya ia melihat perut tersebut, tiba-tiba saja seluruh urat sarafnya menjadi tegang saat melihat perutnya tersebut mengembung sangat besar seolah-olah ia seperti wanita yang sedang 'hamil' 9 bulan.
"Na...NANI KOOOORRREEEE?!"
TBC
A/N: Huaaaa, akhirnya selesai juga. Oke deh bagaimana menurut Minna? Hot-kah atau garing?. Kalau misalkan garing, maaf yah, aku memang gak mahir dalam pembuatan cerita humor apalagi berbau mesum, hehehe. Oke, sampai jumpa di chapter selanjutnya ya...?
Bye-bye ^^v
