KATEKYO HITMAN REBORN
Akira Amano
Varia HQ Musical
Story by Reni-is-Ishida
Pair : XS
Warning : AU, OOC, shonen-ai, dan ke-geje-an lainnya..
Theme song : Stay Awhile by Journey
Sick and stay
"Makan siang siap~, ayo semua kumpul!" teriak indah nan lebay dari Lussuria.
"Senpai, hari ini kita makan apa?" kata Fran yang pertama kali datang menghampiri Lussuria.
"Kau liat sendiri, Fran-kun! Kursimu ada di sebelah Bel," sahut Lussuria masih sibuk sana- sini menyiapkan alat makan.
"Kenapa harus Bel-senpai?" tanya Fran masih dengan menampakkan wajahnya yang tidak punya ekspresi.
"Sudahlah, jangan banyak tanya! Bel yang meminta, lagipula itu dulu tempat duduk Mammon. Yap, sempurna! Ayo~ waktunya makan siang semua," teriak Lussuria sekali lagi memanggil seluruh penghuni Varia.
"Shishishi, kuharap Squally tidak alergi lagi," sindir Bel sambil nyengir.
"VOIII! Bocah tiara sialan, memang tidak bisa kau tidak membuatku marah sehari saja?" geram Squalo.
"Jangan marah- marah gitu, Squally! Nanti anak bos dalam kandunganmu bisa tuli karena suara merdumu itu," ejek Bel sambil menghindari tebasan pedang Squalo.
"Kau!"
"Oh stop~! Jangan bertengkar kalian berdua, ayo cepat makan. Squally, apa kau bisa memanggil bos kesini?" kata Lussuria cemas.
"Kenapa aku?" alis kanan Squalo terangkat.
"Karena kau is-keka-ups teman baik bos," jawab Lussuria takut- takut.
"Baiklah,"
Dengan langkah yang malas- malasan, Squalo berjalan menuju ruangan Xanxus. Ketika tiba di depan pintu ruangan Bos Varia itu, Squalo menghela napas panjang.
"Oi, Xanxus! Cepat keluar dari kamarmu! Makan siang sudah siap, semua sudah menunggumu!"
Tak ada respon dari sang empu pemilik ruangan.
Squalo mencoba lagi teriakan toanya, "Oi! Xanxus! Apa kau tidur? Cepat bangun! Aku sudah lapar."
Masih tidak ada respon, Squalo geram dan mencoba membuka pintu ruangan. Squalopun masuk ruangan itu. Terlihat Xanxus tidur dalam posisi duduk di kursi kerjanya dan kedua kakinya berada di atas meja, tangan kanannya menyangga dagunya. Squalo menghampiri Xanxus.
"Oi, cepat bangun! Pemalas,"
Squalo mencoba mengguncang tubuh Xanxus. Tapi, Xanxus tetap tidak bangun dari tidurnya. Napasnya berat, sampai- sampai keluar uap dari hidungnya. Squalo yang menyadari ketidakberesan pada bosnya itupun menaruh tangannya pada dahi Xanxus.
Panas.
"Oi, Kau demam?"
Xanxus membuka matanya, walaupun agak berat. Segera dia menepis tangan Squalo.
"Mau apa kau kesini, stronzo?"
"Memanggilmu untuk makan siang, tapi kurasa kau demam. Aku akan bawakan makananmu kemari," ujar Squalo yang diam- diam merasa cemas juga.
"Tidak usah! Aku akan keluar sebentar lagi, keluarlah!" kata Xanxus bangkit dari duduknya.
"Baiklah," Squalopun menurut.
Squalo keluar ruangan dan menutup pintunya kembali. Sebelum dia sempat melangkahkan kakinya menuju ruang makan..
BRUKK!
Terdengar suara sesuatu terjatuh. Dengan sigap Squalo kembali masuk ke ruangan Xanxus. Xanxus pingsan.
"V-voii! Kau tidak apa- apa? Xanxus?" Squalo mulai cemas, walaupun berat tapi dia tetap mamaksakan diri untuk mengangkat tubuh Xanxus ke tempat tidurnya.
"Kau keras kepala sekali! Kenapa kau tidak istirahat saja disini? Tunggu disini aku akan mengambilkan makanan dan obat untukmu!" celoteh Squalo sambil melihat tubuh Xanxus yang terbaring.
Squalopun mengambil makanan dan obat untuk Xanxus (tentu saja makanan untuk dirinya sendiri juga, karena dia sudah lapar).
"Cepat makan ini, Bos keras kepala!" kata Squalo, sambil mengunyah makanan yang diambilnya dari ruang makan.
Xanxus membuka matanya.
"Apa kau tidak dengar kata- kataku, sampah? Aku bilang akan menyusulmu di ruang makan. Kenapa kau masih disini?"
"Voi, Xanxus! Kau demam! Kau habis pingsan tadi, makanya kubawakan makan siangmu kemari dan obat untukmu,"
"Che! Pingsan? Aku hanya mengantuk. Aku akan ke ruang makan sekarang juga," kata Xanxus berusaha bangun dari tidurnya.
Squalo dengan sigap menahannya.
"Apa kau tuli? Ya, kau pingsan. Kau sakit! Jadi tidur disini, cepat makan dan minum obat!" omel Squalo kayak ibu- ibu.
"Memangnya kau ibuku? Sejak kapan kau jadi ibuku?" sindir Xanxus sambil menyeringai.
Squalo yang emosi langsung menarik kerah baju Xanxus.
"Kalau aku ibumu, memang kau mau apa? Hah? Cepat makan, dan turuti kata- kataku!" bentak Squalo.
Xanxus hanya menyeringai, "Baiklah, ibu Squalo!"
Squalo menyipitkan matanya dan menyodorkan makanan dan obat pada Xanxus.
"Habiskan makananmu, dan cepat minum obatmu! Aku akan mengambil kompres untukmu."
=== nnnn ===
"Hmm.. demammu tinggi juga! Ini gara- gara kau terlalu capek," kata Squalo sambil melihat thermometer.
"Kau terlalu mengaturku,"
"Dengar! Aku tidak mengaturmu, ta- tapi,"
"Apa?"
"A-aku mencemaskanmu," kata Squalo lirih sambil menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah di pipinya. "B-baiklah aku akan mengganti air kompresnya, tunggu disini jangan mencoba untuk bangun dari kasur ini!"
Squalo bangkit dan hendak meninggalkan Xanxus, namun tangan Xanxus menahannya.
"Stay with me for a while, stronzo!"
I'd do anything to hold you
I'd do anywhere to touch you
I'd do anything you want me to
If you'll stay with me awhile
"Kompresanmu perlu diganti,"
"Apa kau tuli, sampah?"
"B- baiklah," Squalo duduk kembali.
Kembali Squalo duduk di samping ranjang Xanxus.
==== nnnn ===
Tengah malam..
Demam Xanxus sudah turun, dia membuka matanya. Terlihat Squalo tertidur di tempat duduknya dan menyembunyikan wajahnya di sela- sela tangannya. Xanxus tersenyum, dia meraih rambut perak panjang Squalo dan menciumnya.
Xanxus bangkit dari tempat tidurnya, dan memindahkan Squalo ke atas tempat tidurnya. "Kau bukan ibuku yang bisa seenaknya mengaturku, sampah!"
Dia membungkuk dan mencium kening Squalo.
"Lain kali, aku akan membunuhmu jika kau berani mengaturku lagi."
=== TBC ===
Bel : "Shishishi, sayang kameraku rusak! Padahal ini momen- momen pas untuk menggoda Squally."
Levi : "Kau kurang beruntung."
Bel : "Minna-san, reviewnya ditunggu!"
Reborn : *datang tiba-tiba* "Oshirase- oshirase Varia HQ Musical chapter depan TERAKHIR, minna! Jangan lupa baca dan review.. "
