Sungmin menatapku dan tersenyum tipis, lalu kembali melihat ke arah jendela

Apa yang kau pikirkan lee sungmin?

-Hi.. My Sweetheart!-

-Pairing :

Cho KyuHyun (N) (23th)

Lee SungMin (Y) (23th)

Choi Siwon (N) (25th)

And other cast

-Chapter : 1 of ? -

-Warning : Genderswitch(GS), typo(s), etc-

-Disclaimer : mereka semua milik Tuhan, keluarga dan diri mereka sendiri-

_remake dari drama dengan judul yang sama_

Chapter 12

"sini kubawakan tasmu" ujar siwon begitu mereka masuk ke rumah sungmin. sungmin menyerahkan tasnya tanpa banyak protes

Siwon meletakkannya di atas meja untuk ruang tamu, dan berjalan menuju dapur

"coba kita lihat apa yang ada di kulkas. Aku akan memasakkan sesuatu untukmu" seru siwon berusaha ceria dan membuka kulkas. "apa yang ingin kau makan?"

"oppa" panggil sungmin pelan.

Siwon menatap sungmin dan tersenyum padanya

"tidakkah kau berpikir..."

"kyuhyun terlihat seperti lin dalang?" potong siwon

Sungmin diam dan mulai mengerutkan dahinya pertanda memikirkan sesuatu yang sangat membingungkan

"kenapa kyuhyun isanim terlihat sangat mirip lin dalang? Saat pertama kali aku melihatnya, bahkan aku memanggilnya dalang. Mereka berdua sangat mirip!" seru sungmin penuh emosi saat mengeluarkan uneg-unegnya dari saat ia bertemu kyuhyun. "oppa..."

"sungmin!" potong siwon saat sungmin akan kembali melanjutkan omongannya.

Siwon menghampiri sungmin yang memasang ekspresi tidak percaya.

"tenanglah" ujar siwon

"aku juga ingin tenang!" seru sungmin kembali emosi. "tapi setelah melihat seseorang yang tidak pernah bertemu selama tiga tahun dan tiba-tiba muncul di hadapanmu"

Sungmin mengatur nafasnya, masih memasang ekspresi shock

"apa kau tau perasaan itu..? kau tau.. perasaan itu seperti.. seperti.. dalang kembali ke sisimu?" seru sungmin menatap siwon penuh arti

"sungmin" ujar siwon tenang. "jika karena kau sangat ingin menemukan lin dalang dan merasa sangat menderita karena hal itu. Aku sangat mengerti. Tapi orang yang kau temui sekarang. Hanya orang yang wajahnya sama dengan lin dalang. Namanya cho kyuhyun" jelas siwon

"selain penampilannya. Dia dan dalang, dua orang yang sangat berbeda" lanjut siwon

Walaupun sungmin tidak mengatakan apa-apa siwon sudah tau dari ekspresi sungmin yang tidak terima dengan penuturannya. Siwon hanya bisa menghela nafas.

"aku tau" lirih sungmin. "oppa, mianhe"

"kau tidak perlu minta maaf padaku" ujar siwon tersenyum menampilkan kedua dimple-nya. "aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi sekarang, yang paling penting seberapa besar ruang di hatimu untukku? Dan bisakah aku membuatmu melupakan dalang?"

"jika seseorang yang terlihat mirip dalang bisa memperngaruhimu, maka aku akan pulang ke rumah dan menangis" ujar siwon berusaha tersenyum padahal dalam hatinya ingin berteriak sedih

"baiklah" ujar sungmin tersenyum manis pada siwon. "aku yang salah"

"lee sungmin berkata kalau dia yang salah? Kau mulai terlihat seperti gadis normal" ujar siwon bercanda

"jangan berkata seperti itu. Hati-hati, Kalau tidak aku akan..." seru sungmin bersiap memukul siwon tapi segera ditangkap oleh siwon dengan kedua tangannya

"hati-hati untuk apa?" tanya siwon. "kau tidak akan bisa menang melawanku. Dan kau masih punya hutang janji padaku"

"aku tau! Banyak bicara lagi aku akan..." seru sungmin menarik tangannya secara paksa dari siwon, tapi hal itu memudahkan siwon untuk memutar badan sungmin, kemudian dia memeluk sungmin dari belakang

Sungmin yang tidak siap mendapat serangan seperti itu berjengit kaget. Siwon tersenyum di balik rambut panjang sungmin

"beberapa hal tidak perlu dikatakan, itu lebih baik" ujar siwon di samping telinga sungmin

Siwon perlahan melepas pelukannya karena tubuh sungmin menegang saat ia memeluknya

"aku akan menunggu sampai kau berinisiatif sendiri" bisik siwon tersenyum

"ya! Aku lapar. Masakkan sesuatu untukku" Ujar sungmin stay cool

"lee sungmin, berapa lama aku harus menunggu sampai kau bisa memasak dengan baik?" ujar siwon menahan tawa

Sungmin membalikkan badannya menghadap siwon dengan wajah sok cool-nya

"sampai kau ingin diare"

"hmmp, kau ini.."

Mereka berdua lalu tertawa. Siwon segera berjalan ke dapur untuk membuat makanan dengan masih tertawa kecil

Sungmin menghentikan tawanya dan menolehkan kepalanya pada meja nakas samping tempat tidurnya. Ia memandang sendu meja itu, meja tempat boneka pink panther pernah berada disana

.

.

cho's house

"disini.. letakkan disini.." seru leeteuk menyuruh pelayan shim –kepala pelayan kelarga cho-, meletakkan berkas-berkas yang segunung itu ke meja tempat kyuhyun dan ryeowook bersantai. "cepat. Letakkan"

"apa ini?" tanya kyuhyun setelah membantu pelayan shim meletakkan berkas-berkas yang banyak itu

"ini adalah profil untuk perjodohanmu" seru leeteuk santai

"perjodohan?" teriak kyuhyun kaget

"kita sedang berada di zaman apa? Masih melakukan perjodohan" seru ryeowook menatap tumpukan berkas itu tidak percaya

"apa yang kau tau? Semua ini aku yang pilih" seru leeteuk pada kyuhyun yang sedang melihat salah satu profil yeoja pilihan leeteuk, ryeowook juga terlihat melihat yeoja itu

"aku menjamin yeoja ini yeoja terbaik" lanjut leeteuk percaya diri

"hey, disini ada gadis hitam juga" seru kyuhyun tertawa dan menujukkan pada ryeowook yang ikut tertawa

"gadis hitam apa! Dia hanya senang berjemur" seru leeteuk

Kyuhyun meletakkan profil gadis hitam itu dan menatap leeteuk malas.

"leeteuk noona, kenapa kau harus mengatur pernikahanku?" tanya kyuhyun malas

"karenaa.. kau tidak menemukan seseorang untuk berumah tangga. Kau tidak ingin cepat-cepat tapi noona ingin"

"siapa bilang aku tidak menemukan orang itu?"

Leeteuk dan ryeowook menatap kyuhyun tidak percaya sekaligus senang

"yaaa! Kau menemukan seseorang?" tanya leeteuk excited. "aku bahkan tidak tau. Eh! Siapa? Siapa yeoja itu?"

"dia DJ di stasiun radio" ujar kyuhyun menatap leeteuk

"stasiun radio?" ulang leeteuk mengingat-ingat. "AH! Dari stasiun radio yang kau beli?" tanya leeteuk heboh

Kyuhyun hanya menunduk tersenyum malu-malu

"jadi, aku benar! Kau membeli stasiun radio untuk mengejar seorang yeoja" ujar ryeowook menyenggol lengan kyuhyun.

"kau harus berusaha!" ujar ryeowook mengepalkan tangannya ke atas

"gomawo noona atas dukungannya!" seru kyuhyun memeluk ryeowook

"ya! Ya! Apa ini! kalian anggap aku apa disini?" seru leeteuk iri

Kyuhyun melepas pelukannya dengan senyum masih setia di wajahnya

"kyuhyun, aku tidak menghinamu. Kau bilang calon yeojachingumu seorang dj jadi kau membeli stasiun radio. Lalu jika yeoja itu pramugari, kau akan membeli bandara?" tanya leeteuk agak emosi

"bukan berarti kita tidak mampu kan?" gumam ryeowook menatap ke arah lain

"apa kau bilang?" seru leeteuk. "bisakah kau bertindak seperti seorang noona?"

"aku sudah seperti seorang noona" ujar ryeowook menatap leeteuk tidak terima. "kau yang tidak seperti noona"

Leeteuk segera memasang ekspresi seakan dia yang paling tertindas

"aku tau.." seru leeteuk mulai berakting sedih. "jika bukan.."

"jika bukan untuk menjaga kyuhyun saat appa berusia enam puluh tahun ketika kyuhyun lahir. kau sudah lama menikah" potong ryeowook dan kyuhyun yang sudah hapal akan perkataan leeteuk

"itu kalian tau" ujar leeteuk tidak bisa berakting sedih lagi. Sekarang dia mempoutkan bibirnya yang tidak sesuai dengan usianya

"kami tau.. kami semua tau" seru kyuhyun dan berlutut di hadapan leeteuk. "leeteuk noona, kau sangat menyayangiku. Jadi biarkan aku mengejar yeoja ini. hm?" mohon kyuhyun

"lalu, kapan kau akan membawanya ke rumah untuk bertemu denganku?" tanya leeteuk senang

"hmm.. setelah aku berhasil mendapatkannya"

"ya! Biarkan aku memeriksa kualitasnya dulu"

"ini bukan pabrik toilet kita. Apa maksudmu Memeriksa kualitas?" seru ryeowook tidak percaya akan omongan leeteuk

"apa maksudmu? aku membandingkan yeoja yang selama ini kyuhyun pacari dengan toilet yang kita jual?" seru leeteuk

"memang benar kan? Kau yang mengatakannya"

"sudah! Sudah! Sebaiknya kau berhenti menyuruh kyuhyun untuk pacaran lagi"

"orang yang menyuruhnya pacaran itu kau, dan orang yang menyuruhnya tidak pacaran itu juga kau" seru ryeowook tidak mau kalah. "apa maumu?!"

"mwo? Apa kau mau uri kyuhyun berakhir sepertimu? Hari ini punya pacar kemudian pacar yang berbeda lagi besoknya?" seru leeteuk emosi

"kau sedang kagum atau cemburu?" tanya ryeowook dengan nada yang membuat leeteuk makin kesal. "aku pikir, ini karena kau tidak bisa menemukan namjachingu. Makanya kau berkata seperti itu padaku"

"mwoya..!"

"STOP! CUKUP! SUDAHLAH!" teriak kyuhyun kesal karena kedua noona-nya kembali bertengkar karena masalah yeojachingu-yeojachingunya, sebelum membahas masalah sungmin dia harus menghentikan perdebatan ini

"berhenti bertengkar, kepalaku sakit" seru kyuhyun jengah memandang kedua noona-nya yang sekarang terdiam

"sakit kepala? Waeyo? Gwenchana? Kau ingin dipanggil dokter?" seru leeteuk cemas

"selama kalian tidak bertengkar, aku akan baik-baik saja" seru kyuhyun cepat

Leeteuk segera menurunkan tangannya yang tadi berada di kepala kyuhyun untuk memeriksa, dia memasang ekspresi salah tingkah sekaligus tidak enak, begitu juga dengan ryeowook

Kyuhyun berdiri dari kursinya dan mulai pergi menuju kamarnya, ck pertengkaran kedua yeoja yang tidak muda lagi itu bikin dia pusing

Leeteuk segera beranjak duduk di samping ryeowook begitu kyuhyun pergi

"karena dj yang disukai kyuhyun ada di stasiun radio, kenapa tidak pergi dan melihat besok?" seru leeteuk penuh arti

"jika kau ingin melihat, pergi saja sendiri. Aku tidak tertarik" seru ryeowook malas

"baik! Jika kau tidak pergi. Aku akan pergi sendiri"

"nanti jangan menakutinya"

"tidak akan"

Leeteuk dan ryeowook mulai berdiri dan beranjak pergi dari ruangan itu

"eh! tunggu sebentar!" cegah leeteuk pada ryeowook, saat sadar ada yang salah dari perkataan ryeowook tadi. Ryeowook hanya melirik malas

"apa maksudmu tadi? Apa maksudnya 'jangan menakuti dia'?" tanya leeteuk bingung. "apa aku terlihat menakutkan?"

"ha ha ha ha" jawab ryeowook dengan tawa bagaikan nenek sihir. Menandakan bahwa memang seperti itu kenyataannya. Kemudian dia pergi dari sana

"ya! Katakan dulu maksudnya sebelum pergi! Apa maksudmu? Apa aku terlihat menakutkan? Aku..."

Leeteuk memandang pelayan shim yang sedari tadi berdiri sejak leeteuk membawa berkas perjodohan tadi, dia memang belum disuruh leeteuk pergi, jadi dia terus berdiri disamping kursi leeteuk. Pelayan shim yang ditatap tajam seperti itu jadi kaget

"apa aku menakutkan" tanya leeteuk tajam

"ani" jawab pelayan shim dengan menggelengkan kepalanya takut

.

.

Kyuhyun's room

Kyuhyun memandang ke arah jendela kamarnya yang luas itu dengan kosong, tidak lupa dengan pernak-pernik pink panther. Walaupun dia merubah penampilan, dia tetap menyukai kartun itu. Sepertinya uri kyuhyun sedang melamun, entah apa yang dia lamunkan

Sesekali dia menunduk dan menghela nafas lirih

"kyuhyun" panggil ryeowook yang sudah berganti baju jadi piyama. "setelah sekian lama hubunganmu hancur dengan yeoja di seoul. Kau membuat dirimu menjadi seorang pangeran"

"apa kau tau banyak yeoja yang mencoba mendekatimu tapi tidak bisa masuk ke hatimu?" lanjut ryeowook yang sekarang duduk di samping kyuhyun

"kali ini kau sangat berusaha, pasti ada alasannya kan?" tanya ryeowook

Kyuhyun hanya menjawab dengan helaan nafas membuat ryeowook heran

"noona, jangan membuatku mengatakan alasannya" seru kyuhyun lemas

"kau tidak ingin mengatakannya padaku? Baiklah, kalau begitu biarkan leeteuk eonni yang memaksamu" ancam ryeowook yang sepertinya kepo banget

"noona" cegah kyuhyun saat ryeowook akan pergi memanggil leeteuk

Ryeowook berusaha menahan senyum kemenangan dan kembali duduk di samping kyuhyun

"ini karena aku tidak ingin leeteuk noona tau, makanya aku tidak bilang" gumam kyuhyun

"baiklah, ceritakan padaku apa alasannya?" ujar ryeowook. "kau harus jujur pada ryeowook noona-mu ini agar aku bisa membantumu"

"jinjja? Kau akan menolongku?" tanya kyuhyun antusias

"tergantung apa itu sangat menyentuh atau tidak. Jika sangat menyentuh aku akan membantu"

Ryeowook memandang kyuhyun penasaran

"ya! Cepat katakan" seru ryeowook tidak sabar karena kyuhyun terus diam

"baiklah" gumam kyuhyun ragu. "yeoja itu, yeoja yang mencampakkanku tiga tahun lalu. Yeoja yang menyakitiku"

"jadi kau ingin kembali padanya?" tanya ryeowook bingung. "aku tidak mengerti, apa kau tidak takut dia akan mencampakkanmu lagi?"

"bukan begitu" ujar kyuhyun cepat. "saat aku bertemu dengannya di stasiun radio hari ini, dia bilang aku sangat mirip dengan lin dalang, dia tidak tau bahwa aku lin dalang. Jadi.."

"jadi...?" ulang ryeowook

"aku ingin menggunakan identitasku sebagai pangeran kaya untuk mendapatkannya" jelas kyuhyun semangat

"kemudian kau membuangnya?" lanjut ryeowook

"bagaimana kau tau?" tanya kyuhyun tidak percaya

"hoo, dalam permainan cinta, aku tak terkalahkan" ujar ryeowook bangga. "aku mengerti perasaanmu"

"noona, apa aku tidak akan berhasil?" tanya kyuhyun ragu

"tentu saja tidak. Aku ada di sisimu" ujar ryeowook menenangkan kyuhyun. "kau juga harus punya kemampuan untuk mencampakkan seseorang"

"kemampuan mencampakkan seseorang" gumam kyuhyun mengeluarkan smirk-ny

.

Leeteuk's room

"yoboseyo, victoria. Ini sajangnim" Seru leeteuk meletakkan cangkir tehnya saat victoria –sekretaris kyuhyun- mengangkat telponnya

'...'

"aku akan datang ke stasiun radio besok. Tolong kumpulkan semua orang besok"

.

.

Esoknya, 89,1 coolfm

"sajangnim mengumpulkan kalian semua untuk memperkenalkan diri secara personal" seru victoria pada semua pegawai sebelum leeteuk datang.

"apa semuanya disini?" tanya victoria ke haneul

"sukira sedang on air, selain itu semuanya ada disini" jelas haneul

DRRRT DDRRT

Victoria segera mengangkat telpon yang ternyata dari bawahan yang berjaga di bawah jikalau leeteuk datang

"baiklah, aku mengerti"

Victoria menutup telponnya dan menatap seluruh pegawai

"sajangnim baru sampai, tolong tunggu sebentar" seru victoria

"emhh... anu.. sajangnim ini ayah isanim kita?" tanya haneul

"kau akan tau saat melihatnya" seru victoria tersenyum ramah

Victoria segera menghampiri leeteuk yang sudah memasuki ruangan para pegawai

"sajangnim, sesuai permintaanmu aku mengumpulkan semuanya disini" ujar victoria sopan

"arraseo"

Leeteuk mulai berjalan ke tengah, menatap mereka sembari tersenyum manis

"santai saja semuanya, jangan merasa aneh atau canggung. Aku yakin semua orang sudah bertemu kyuhyun" ujar leeteuk yang diangguki haneul dengan senyuman di wajahnya

"kyuhyun satu-satunya laki-laki di keluarga kami dan dia tidak punya pengalaman dalam menjalankan stasiun radio, jadi masih banyak yang dia tidak mengerti. aku harap semua membantunya"

"halmoeni.. jangan khawatir. Untuk isanim baru kami, kami pasti ada untuknya" ujar hyoyeon modus

"tadi kau panggil aku apa?" tanya leeteuk tersenyum menahan kesal

"halmoeni? Bukankah anda halmeoni kyuhyun isanim?" tanya hyoyeon polos

"apa aku setua itu?"

"mianhe, jadi anda melahirkannya saat anda sudah tua."

"aku bukan HALMEONI-NYA, juga bukan EOMMA-NYA! AKU NOONA-NYA!" sergah leeteuk kesal, selalu begini saat ia bertemu dengan orang lain. Dia tidak setua itu kan?

Semua orang menahan tawa saat melihat tingkah polos hyohyeon dan reaksi kesal leeteuk. Dalam hati mereka juga tidak percaya kalau leeteuk noona kyuhyun isanim

Leeteuk menarik nafas berusaha mengendalikan emosinya. Ia menatap haneul yang berusaha stay cool

"pendek kata, aku harap kalian semua kerja dengan baik" ujar leeteuk yang di angguki para pegawai

"oke, untuk alasan tersendiri. Semua pegawai yeoja maju ke depan, dan untuk pegawai namja dapat duduk di tempat masing-masing" ujar leeteuk tersenyum mulai melancarkan rencananya

Semua pegawai disana hanya saling memandang bingung

'aku harus mengetahui yeoja yang disukai kyuhyun!' batin leeteuk semangat

.

.

Kyuhyun menekan nomor victoria bermaksud mengabarkan kalau ia sedang di jalan dan akan sampai di stasiun radio sebentar lagi

Klik

'yoboseyo isanim'

"victoria, aku hampir sampai di stasiun radio. apa semua baik-baik saja?"

'sajangnim sekarang berada di stasiun radio dan mengumpulkan semua pegawai yeoja'

"MWO! Leeteuk noona?"

.

.

Semua pegawai yeoja berbaris berjejer seperti yang diperintahkan leeteuk

Leeteuk sendiri mulai menatap yeoja itu satu-satu dari barisan yang paling ujung. Lebih tepatnya tatapan menyelidik. Sesekali ia tersenyum ramah pada yeoja yang dilewatinya, membuat semua orang bingung

"haneul eonni, apa yag dilakukan sajangninm?" bisik min ah pada haneul yang ada di sampingnya. Mereka berada di posisi paling ujung dan sedang menatap leeteuk yang sekarang sudah mulai berjalan ke arah mereka berdua

"aku juga tidak tau" seru haneul bingung

Leeteuk berhenti dan menatap tertarik pada min ah. Sedangkan min ah hanya memberikan senyuman terbaiknya pada sajangnim-nya ini, walaupun ia bingung setengah mati

"siapa namamu?" tanya leeteuk ramah pada min ah

"semua orang memamnggilku min ah"

"min ah?"

"ne"

"berapa umurmu?"

"25 tahun"

"kau punya namjachingu?" tanya leeteuk senang mendengar yeoja cantik ini masih muda

Min ah menggeleng membuat leeteuk makin senang

"aku sudah menikah" jawab min ah membuat leeteuk berasa tertimpa batu. Leeteuk memandang min ah tidak percaya

"aku juga sudah punya 2 anak" jawab min ah lagi membuat leeteuk makin tertohok. "yang tertua umur 9 tahun dan yang kecil umur 6 tahun" lanjut min ah

"ya-yang tertua u-um-mur 9 tahun?" tanya leeteuk terbata saking shocknya. Min ah mengangguk cepat

"ha ha.. kau berumur 25 tahun dan yang tertua 9 tahun. Artinya... kau sudah menjadi eomma di umur 16 tahun?" tanya leeteuk dengan tawa hambarnya

"ne" jawab min ah tersenyum lebar

Leeteuk tersenyum kaku dan kembali berjalan menghampiri yeoja terakhir.

"anak muda zaman sekarang" gumamnya pelan saat berjalan

Leeteuk menatap haneul yang tersenyum, membuat leeteuk tersenyum juga

"aku kepala stasiun radio, kim ha neul" seru haneul sadar leeteuk pasti bertanya

"aaah~ berapa umurmu?" tanya leeteuk membuat haneul salah tingkah

Haneul menatap sekeliling yang sekarang ikut menatap haneul penasaran. Leeteuk juga ikut menatap haneul penasaran

Haneul mendekat pada leeteuk dan berbisik di telinganya

"40 tahun" bisiknya malu lalu kembali berdiri tegap sambil menundukkan kepalanya

"benarkah? tidak terlihat sama sekali" seru leeteuk memuji membuat haneul jadi besar kepala dan senang karena dipuji

"kau sudah menikah?" tanya leeteuk

"sudah" jawab haneul membuat leeteuk murung

"tapi sudah bercerai" lirih haneul membuat leeteuk kembali senang

"bagus sekali" teriak leeteuk senang dan tersenyum lebar

Haneul menatap kaget leeteuk, semua orang disana juga menatap tidak percaya leeteuk. Hei, orang yang bercerai kenapa diberi selamat?

"a-a-a-a-ku.." gagap leeteuk saat dipandang aneh semua orang

Leeteuk segera menarik haneul mendekatinya supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka

"maksudku itu. Apa kau berpikiran untuk kembali berumah tangga?" bisik leeteuk kembali membuat haneul menatapnya kaget

.

Kyuhyun segera berlari menuju ruangan pegawai begitu sampai di stasiun radio. mengabaikan ucapan salam dari victoria saking terburu-burunya

Ia melihat leeteuk sedang melihat telapak tangan haneul, entah untuk apa ia tidak tau

Kyuhyun segera menarik leeteuk dan mendorongnya ke dinding

"leeteuk noona, apa yang kau lakukan?" tanya kyuhyun tajam

"a-aku hanya mengunjungi stasiun radio. berkenalan dengan para pegawai" jawab leeteuk takut-takut dan mengalihkan pandangannya dari kyuhyun

Kyuhyun menatap leeteuk tidak percaya, ia segera menarik leeteuk ke ruangannya setelah memberikan senyum tanda maaf pada semua orang disana

"noona, apa yang kau lakukan?" tanya kyuhyun gemas pada leeteuk setibanya mereka di ruangan kyuhyun

"bukankah aku sudah bilang, aku hanya berkeliling melihat stasiun radio ini"

"jangan berpikiran kalau aku tidak tau apa yang kau lakukan tadi. Memeriksa stasiun radio? lalu kenapa kau mengumpulkan semua pegawai yeoja?"

"bukankah kau bilang yeoja yang kau sukai ada di stasiun radio? aku hanya ingin melihat seperti apa dia"

Kyuhyun hanya menghela nafas dengan kelakuan noona-nya ini

"Hey! Apa maksudmu yeoja itu adalah haneul?" tanya leeteuk lagi dengan penasaran. "walaupun dia sedikit tua, dia masih terlihat sangat cantik" lanjut leeteuk sedikit menggoda

"ck! Bukan dia" jawab kyuhyun malas

"lalu siapa? Beritahu aku!" paksa leeteuk

"isanim, siaran sukira kesukaanmu sudah dimulai. Haruskah aku menyalakan radio untukmu?" seru victoria yang masuk ke ruangan kyuhyun. dia sudah biasa mengingatkan hal ini pada kyuhyun, kyuhyun sendiri yang memintanya

"sukira?" tanya leeteuk bingung.

Sedangkan kyuhyun di sampingnya membeku dan memasang ekspresi pada victoria agar tidak mengatakan apa-apa

"ne! Isanim suka mendengarkan siaran sukira dari dj sweety. Dia mendengarkannya tiap hari" seru victoria tersenyum lebar pada leeteuk tidak melihat sinyal dari kyuhyun

"jinjja!" ujar leeteuk senang karena berhasil mengetahui yeoja yang disukai kyuhyun. "dj sweety ini, seperti apa penampilannya?"

"sweety sangat cantik, suaranya juga manis. Dia dj yang paling populet di stasiun radio kita" jawab victoria, sedangkan kyuhyun hanya memasang ekspresi pasrah karena leeteuk sudah tau, leeteuk pasti akan berbuat yang aneh-aneh

Leeteuk segera menatap kyuhyun menggoda

"yaaa! Cepat nyalakan!" perintah leeteuk excited pada kyuhyun. "cepat!"

Kyuhyun segera mengotak-atik smartphone-nya sehingga siaran sukira mulai terdengar

'lagu yang baru saja kalian dengardari kwon sang woo di seoul, didedikasikan untuk nona son tae yong. Sang woo bilang tidak peduli seberapa jauh jarak di antara kita, hatinya akan selalu bersama dengan tae yong. Hubungan jarak jauh sangat sulit dijalani, sweety harap yang terbaik untuk kalian'

Leeteuk tersenyum sumringah saat mendengar suara manis dari lee sungmin, benar-benar enak didengar

Kyuhyun segera mematikan radio tidak mempedulikan protes dari leeteuk

"sudah.. sudah.. cuku.. berhenti mendengar" seru kyuhyun

"ya!" protes leeteuk saat ia sedang enak-enak mendengar

"kau sudah boleh kembali ke tempatmu" ujar kyuhyun pada victoria. Yang dituruti langsung oleh victoria

"eh! Yeoja ini, sweety, benar-benar memiliki suara yang bagus. Dia yeoja yang ingin kau nikahi kan?" seru leeteuk menggoda kyuhyun

"aniyo" jawab kyuhyun mengalihkan pandangannya dari leetuk

"jangan bohong. Panggil dia, Kenalkan dia padaku" seru leeteuk mendorong-dorong bahu kyuhyun

"jika kau ingin bertemu dengannya, dia akan datang ke pesta besok malam. Begitu mendadak seperti ini, kau akan menakutinya"

"aku tidak akan menakutinya"

"kau akan menakutinya"

"dengan wajah sepertiku, aku tidak akan menakutinya"

"dengan wajah seperti itu kau akan menakutinya"

"tapi..."

"tidak ada tapi-tapian!"

Leeteuk memasang wajah melas dan sedih pada kyuhyun. kyuhyun sebagai anak yang sayang pada keluarganya tentu saja tidak tega dengan ekspresi seperti itu

"sudahlah.. aku minta maaf noona, masih banyak yang harus aku kerjakan. Mianhe. Lihat dia besok saja, oke? kajja"

Kyuhyun segera mengantar leeteuk keluar ruangannya. Begitu sudah keluar ruangannya, kyuhyun segera masuk kembali setelah mengucapkan salam perpisahan pada leeteuk

Leeteuk yang tentu saja tidak puas dengan keputusan itu tidak segera beranjak dari sana, ia malah berjalan ke arah meja victoria, yang ada di depan ruangan kyuhyun. tentu saja setelah ia yakin kyuhyun sudah memasuki ruangannya

"victoria, yeoja yang dipanggil sweety pasti sedang rekaman kan? Bawa aku paadanya" tanya leeteuk sekaligus memberi perintah

.

.

Victoria segera mengantarkan leeteuk masuk ke dalam ruang siaran sungmin.

"yang duduk di dalam adalah sweety" seru victoria

Leeteuk menatap penuh selidik pada sungmin yang sedang siaran

'jadi yeoja ini? aku tidak melihat yang spesial darinya, apa yang membuat kyuhyun sangat menyukai yeoja ini?' batin leeteuk heran

"saya dj sweety, terima kasih telah mendengarkan. Sampai bertemu besok" ujar sungmin mengakhiri siarannya

Leeteuk dan victoria masih senantiasa memperhatikan sungmin walau sudah berhenti siaran

Seorang yeoja yang diketahui, salah satu orang yang membantu sungmin siaran sukira, menghampiri sungmin dengan berkas-berkas di tangannya

"apa informasi yang kuminta untuk siaran sudah dipersiapkan?" tanya sungmin yang masih duduk di bangku siaran tersebut.

"semuanya ada disini" jawab sang yeoja

"mana?" tanya sungmin setelah melihat berkas-berkas yang tadi diletakkan di mejanya

Yeoja tersebut segera memeriksa kertas-kertas itu, kemudian menatap sungmin tidak enak

"mianeh. Aku lupa menyiapkannya"

PLAK

"kau pikir minta maaf berguna?" seru sungmin setelah berhasil menggeplak kepala yeoja itu. "jika kau melakukan ini lagi, kau akan mendapatkan yang lebih kuat dari ini"

Leeteuk yang sedari tadi melihat jadi kaget dan memandang takut sekaligus tidak percaya pada sungmin. begitu juga dengan victoria yang meringis seolah merasakan sakit dari yeoja itu

'kenapa yeoja ini kasar sekali, jika kyuhyun sangat menyukainya, aku harus mencari cara untuk menghentikannya. Tapi bagaimana' pikir leeteuk

'aku akan memikirkan sesuatu' batin leeteuk lagi sambil pergi dari ruang siaran itu diikuti victoria.

.

.

"satu untuk semuanya" seru haneul menyerahkan undangan pesta pada para pegawai disana

"sungmin" haneul menyerahkan undangan itu pada sungmin

"apa ini?" tanya sungmin

"sebuah undangan, besok isanim akan merayakan pesta di rumahnya. Semua sponsor juga akan datang" seru haneul

"ingat ya! Semuanya harus datang!" teriak haneul pada semuanya

"ne!" jawab semuanya

"apa pestanya diadakan di rumah isanim?" tanya yuri

"ne. Ini adalah pesta formal, jadi gunakanlah pakaian yang formal" jawab haneul

Sedangkan sungmin? dia hanya diam, entah apa yang dipikirkannya

.

.

klik

"ada apa victoria?" tanya kyuhyun saat victoria menghubunginya lewat telpon di ruangannya

'isanim, dj sukira ingin bertemu dengan anda'

"MWO? Menemuiku? Untuk apa?"

'saya tidak tau, sepertinya ada sesuatu yang ingin ditanyakan'

"e-emm.. ja-ja-jangan biarkan dia masuk dulu.. tidak peduli apapun alasannya, tunggu sampai aku menyuruhnya masuk"

'baik, saya mengerti'

Klik

"ada apa sungmin ingin menemuiku?" gumam kyuhyun panik.

.

"isanim sekarang ada urusan penting, harap duduk dan menunggu sebentar" seru victoria sopan menujuk sofa yang tersedia

Sungmin tersenyum dan menuruti perintah victoria.

.

Kyuhyun pov

Kenapa sungmin ingin menemuiku? Apa yang ingin dia tanyakan?

Pertanyaan itu sekarang berputar-putar di kepalaku. Saking panik takut dan gugup aku sampai melupakan berkas-berkas yang harus aku periksa dan tanda tangani. Bahkan aku berjalan mondar-mandir di depan meja kerjaku. Aish.. eotteokhae?

Jangan-jangan dia sudah tau kalau aku lin dalang?

Tidak mungkin... tidak mungkin..

Aku harus tenang... AKU HARUS TENANG!

.

klik

'kau bisa menyuruhnya masuk sekarang'

" baik"

klik

"isanim sudah selesai, anda dipersilahkan masuk" seru victoria pada sungmin

Sungmin kembali tersenyum dan mulai beranjak menuju ruangan kyuhyun

.

"isanim" panggil sungmin padaku yang sedang sok sibuk baca yang aku sendiri tidak tau apa yang sedang ku baca, karena tadi asal ku ambil

"ada apa? Apa yang kau butuhkan?" tanyaku sok berwibawa, aku kan jadi atasan dia sekarang

"tentang itu.. sedikit sulit untuk dibicarakan di kantor. Bisakah aku mengundangmu untuk membicarakannya diluar sambil minum teh"

Mentraktirku minum teh? Teh? Hoho.. dalang kau beruntung sekali bisa minum teh dengan—

Ani ani ani

Aku harus bertahan, jangan terpengaruh! Bertahan! Semangat!

Aku menutup buku dan beranjak dari singgasanaku berjalan menuju sungmin yang sedang berdiri di depan mejaku, tentu saja saat aku berhenti aku menyender ke meja dengan gaya keren.

"kenapa kita tidak jalan-jalan saja?" ajakku dengan gaya seorang playboy

"baiklah" jawab sungmin tersenyum cuek dan mulai pergi duluan keluar

Akhirnya kau teerpesona dan tertarik akan ketampanan dan kekayaanku. Ayo kita pergi.

.

.

Aku mengemudikan mobil mewah ku dengan cepat, tentu saja dengan sungmin yang duduk di bangku depan. Aku menyalip mobil-mobil di depanku tanpa menurunkan kecepatan yang memang sudah sangat cepat ini

Aku mengeluarkan smirk-ku, menunjukkan kehebatanku dalam mengemudi pada yeoja ini

"aku tidak berpikir anda punya kemampuan mengemudi yang sangat hebat" seru sungmin

Tentu saja! Setelah melihat semua teknik-mu dalam mengemudi, aku khusus melatih kemampuan mengemudiku

.

"kau bilang ada yang ingin kau tanyakan padaku? Apa itu?" tanyaku pada sungmin yang sedang berdiri melihat pemandangan di depannya. Saat ini kami berada di sebuah dermaga yang pemandangannya sangat indah

Sungmin menoleh dan menatap penuh arti padaku. Membuatku jadi penasaran

"isanim.." seru sungmin yang sepertinya ragu untuk mengatakannya.

"apa kau pernah meninggalkan incheon? Untuk pergi belajar ke suatu tempat" tanya sungmin

"tentu saja, aku..." jawabku riang tapi seketika aku tersadar apa maksud dari pertanyaan sungmin

Apa dia sedang menduga kalau aku lin dalang? Hampir saja aku keceplosan

"aku pergi belajar ke amerika. Amerika.." jawabku sedikit terbata dan tersenyum berusaha meyakinkan

Sungmin menundukkan kepala dan tersenyum sedih

"kalau begitu kau pasti bisa bahasa inggris dengan baik" ujar sungmin setelah kembali mengangkat kepalanya

"bahasa inggris?" tanyaku kaget

"aniyo.. daripada dikatakan belajar, aku lebih sering jalan-jalan. Kau tau kan keluarga ku sangat kaya" seruku sombong

"sebelum mengambil alih usaha keluarga, aku ingin menikmati hidup bebas" lanjutku mulai mengarang. Sepertinya aku cocok jadi pengarang

"jadi... kau tidak pernah belajar ke seoul?" lirih sungmin

"tentu saja aku pernah!" jawabku polos

Sungmin membelalakkan matanya kaget akan ucapanku. Aish kenapa aku bicara tanpa berpikir!

"aku pergi kesana tahun lalu bersama noona-ku, mempelajari bisnis. Lagipula siapa orang yang tidak pernah ke seoul?" jawabku mencari alasan

Sungmin kembali memasang wajah sendu, aku jadi tidak tega

"oh iya, kenapa kau bertanya?" tanyaku

"tidak ada alasannya" jawab sungmin tersenyum menggelengkan kepalanya

"kau sudah selesai bertanya?"

Sungmin diam, sepertinya dia sudah selesai. Aku berjalan mendekatinya

"kalau begitu sekarang giliranku bertanya" ujarku

"hah?"

"kau bertanya padaku, jadi sekarang aku bertanya padamu. Adil kan?"

"tanya saja"

"kenapa kau menjadi DJ?"

"aku pergi belajar ke seoul dan setalah kembali ke incheon, aku bekerja di toko es krim selama dua tahun. Kemudian perusahaan meminta choi siwon oppa untuk mensponsori sebuah siaran. Siwon oppa menyuruhku menjadi DJ. Itu saja"

"oppa? Maksudmu namja yang waktu itu bersamamu.. seorang ceo" tanyaku

"ne! Choi siwon adalah kakak kelasku waktu senior high school, kami sudah saling mengenal sejak itu dan kami makin akrab saat kami berada di klub taekwondo"

"taekwondo? Aku tidak berpikir, miss sweety bisa sekasar itu"

"aku berlatih taekwondo untuk membeladiri jika ada yang jahat padaku. Jadi aku tidak sekasar itu" jawab sungmin tersenyum

Kau menggunakan itu untuk membantingku, memukul kepalaku setiap waktu. Aku ingin tau mananya yang TIDAK KASAR. Sungutku dalam hati

"isanim! Kenapa kau melihatku seperti itu?' tanya sungmin yang heran saat melihatku terus menatapnya dengan aneh

"ani.. aniyo... lalu, bagaimana dengan keluargamu?"

Sungmin yang tadinya tersenyum jadi berekspresi sedih dan menghela nafas lirih

"orang tuaku sudah bercerai. aku kembali ke incheon sendirian"

Penuturannya itu membuat senyumku hilang.

Kalau begitu dia tinggal sendirian di incheon? Pasti sangat sulit

Tunggu! Apa yang aku lakukan? Kenapa aku jadi simpati padanya?

Aku mengalihkan pandanganku dan menatap sekeliling

"sepertinya banyak sekali orang pacaran yang datang kesini" tanyaku mengalihkan pembicaraan

"benarkah?" tanya sungmin ikut melihat sekeliling, dan benar adanya banyak orang pacaran dimana-mana

"kau pasti sangat menyukai oppa-mu itu"

"siwon oppa?" tanya sungmin lagi dengan tertawa tidak percaya. "aku sudah mengenalnya selama 10 tahun, dia namja yang baik. Aku berpikir tidak ada seorangpun yang tidak menyukainya"

Aku memasang wajah tak suka saat sungmin memuji namja seperti kuda itu

"di sekolah dulu, dia sangat populer. Aku tidak cukup baik untuknya" lanjut sungmin

"lalu setelah itu?"

Kyuhyun pov end

Sungmin terdiam begitu kyuhyun berkata seperti itu, hal itu mengingatkannya akan dalang

"bagaimana?" tanya kyuhyun lagi membuyarkan lamunan sungmin

"kenapa kau banyak bertanya?" tanya sungmin memalingkan wajahnya

"aku penasaran.. aku anak yang rasa ingin tau-nya besar"

Sungmin kembali mendongakkan kepalanya menatap kyuhyun yang sekarang sedang tersenyum lebar padanya

Sungmin kembali terpaku saat melihat wajah kyuhyun yang sangat mirip dalang

'lee sungmin, sadarlah! Namja di depanmu ini bukan lin dalang' batin sungmin meyakinkan dirinya sendiri

"aku masih menunggu namja yang kuimpikan muncul" jawab sungmin menatap ke arah lain

"maksudmu, namja idealmu belum muncul?"

"kau yang mengatakan itu" jawab sungmin ambigu. "bagaimana denganmu?"

"aku sama denganmu, menunggu yeoja impianku muncul" jawab kyuhyun menghadap ke pemandangan lautan dan kapal-kapal yang terasa sangat indah di depan sana

"dia tidak perlu terlalu cantik atau terlalu pintar. Tapi.. dia bisa menerimaku apa adanya" lanjut kyuhyun dalam

Kyuhyun memandang sungmin tersenyum tampan, berusaha mengeluarkan semua pesonanya

"jika kau yeoja itu, apa kau akan menerimaku?"

"kau sedang bercanda ya?" ujar sungmin tidak percaya

Kyuhyun tertawa aneh

"mianhe, aku gugup. Untuk beberapa alasan, melihat matamu aku merasa seperti kita sudah saling mengenal sejak lama atau sejenis itu" jawab kyuhyun tersenyum manis pada sungmin

"sejujurnya, saat aku melihatmu.. aku merasa perasaan yang familiar juga" jawab sungmin menatap penuh arti pada kyuhyun.

Untuk sesaat mereka berdua saling memandang dengan pandangan penuh arti. Tidak ada yang tau arti pandangan itu, antara rasa rindu, sedih, senang

Sungmin orang pertama yang memutuskan kontak mata mereka

"kajja kita berkeliling" ujar sungmin memecah keheningan. "tempat ini sangat bagus"

Sungmin mulai berjalan duluan diikuti kyuhyun

Tak sengaja saat sungmin berjalan dia jatuh akibat terlalu cepat berjalan. Sepatunya yang memang hak tinggi tentu saja tidak mendukung untuk berjalan cepat sehingga ia terjatuh

Untung saja kyuhyun berjalan di sampingnya, sehingga secara refleks kyuhyun menangkap tubuh sungmin sebelum jatuh ke tanah

Dan beginilah mereka dengan posisi seperti di film-film romantis. Kyuhyun yang menahan tubuh sungmin dengan sungmin yang memegang pundak kyuhyun

Wajah mereka sangat dekat. Mungkin sekitar 10cm.

Mereka berdua saling menatap kaget. Tak dipungkiri kalau sungmin terpesona dengan ketampanan cho kyuhyun. sedangkan kyuhyun tentu saja dia yang memang masih cinta sama sungmin, makin terpesona oleh yeoja cantik itu

Kyuhyun mendekatkan wajahnya kepada sungmin, dan sungmin mulai menutup matanya saat tau apa yang akan kyuhyun lakukan. Melihat sungmin yang menutup mata tentu saja membuatnya semakin mendekatkan wajahnya

Wajah mereka semakin mendekat... kedua pasangan beda jenis itu bahkan dapat merasakan nafas masing-masing di wajah mereka

Kyuhyun mulai berusaha menempelkan bibirnya. Dan...

t.b.c

annyeoongg! Adakah yang merindukan fic ini? atau melupakannya?

Semoga pada merindukannya.. :)

Author udah selesai uts dong.. dan nilai dari pelajaran yang author galau-in bagus-bagus semua! kyaaaa . *tari ubur-ubur#plak

Mianhe jika ada sedikit perbedaan dalam penulisannya, maklum ud 2 minggu ga nulis *jiaah*

Thanks to readers, new readers, and silent readers :)

Last words, review pleassee... :D