Title : Prince Hours

Author : Parkyoonhra

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, and others

Genre : Family, Romance

Chapter : 11/?

Warning : Yaoi, MalexMale, Mpreg, Typos, Don't like Don't read

.

Chapter 11

Jung Yunho, Raja Korea yang dihormati oleh seluruh rakyatnya, menatap datar seorang pria yang duduk di hadapannya. Terlalu malas untuk hanya sekedar basa-basi, Yunho memberikan pertanyaan langsung kepada sang pria tanpa sedetik pun melepas tatapan mengintimidasinya.

"Jadi, apa yang telah kau dapatkan?" tanya Yunho.

Sang pria menelan nludahnya diam-diam saat mendengar suara rendah sang Raja yang terkesan dingin dan datar. Keringat dingin mengucur di dahinya dan jemarinya tak henti bergerak-gerak karena gelisah.

Sang pria membersihkan tenggorokannya dengan terbatuk kecil sebelum kemudian menjawab pertanyaan Yunho, "M-mohon ampun, Yang Mulia. Saya sudah menyelidiki kasus ini sesuai peritah anda, tetapi semua bukti yang saya dapatkan mengarah pada S-selir Kim…," pria yang sebenarnya seorang detektif kerajaan ini menghentikan laporannya karena dirasa aura sang Raja yang menjadi tidak bersahabat.

"Kau ingin mengatakan bahwa pelakunya adalah Selir Kim, eoh?"

"Jeoseunghamnida, Jeonha. T-tapi…,"

PRAAAANG

Yunho menyapukan tangannya ke atas meja kerjanya dengan penuh amarah. Meja kerjanya yang penuh dengan berkas-berkas kenegaraan, bingkai foto, telepon, dan lain sebagainya kini telah tersapu bersih akibat perbuatan namja bermata musang itu.

"Aku ingin kau mengungkap kebenaran kasus Putera Mahkota bukannya malah semakin menyudutkan posisi Selir Kim," teriak Yunho marah dan membuat pria di hadapannya menciut takut menerima amukan Rajanya. Pria itu hanya bisa menundukkan kepalanya berulang kali dan menggumamkan permohonan maaf.

Yunho duduk di kursinya dan mencoba untuk menetralkan amarahnya. Rasanya percuma saja menyuruh seorang detektif menyelidiki kasus ini jika ia tidak bisa mengungkap kebenaran. Karena Yunho tahu bahwa Jaejoong-nya tidak bersalah, tapi ia membutuhkan bukti yang menguatkan pendapatnya.

Yunho menghela napasnya setelah dirasa amarahnya sudah menurun, "Aku tahu Selir Kim tidak bersalah dan tugasmu adalah untuk membuktikan hal tersebut."

"S-saya mengerti, Jeonha."

Yunho tampak berpikir. Apa yang sebenarnya terjadi? Jaejoong-nya tidak mungkin meracuni Changmin (Jaejoong terlalu baik hati untuk melakukan hal semacam itu) tapi Jaejoong tiak memberi keterangan sedikit pun untuk melepas semua tuduhan yang mengarah padanya. Jaejoong lebih seperti … menerima semuanya.

"Bagaimana dengan Choi Dongwook? Ia datang ke istana beberapa saat sebelum Putera Mahkota keracunan. Bisa saja ia yang menaruh racun itu," duga Yunho.

"Saya juga sudah menyelidikinya, Yang Mulia. Tapi itu tidak mungkin karena Choi Dongwook-sshi datang ke istana hanya menemui Selir Kim di kediamannnya dan langsung pulang tanpa mampir ke dapur istana atau tempat lain. Jadi kecil kemungkinannya Choi Dongwook-sshi menaruh racun pada makanan Putera Mahkota yang dibuat beberapa jam setelah kepulangannya kecuali …,"

"Kecuali?"

Sang pria tampak menimbang kata-katanya dan enggan untuk melanjutkan penjelasannya. Tapi tatapan Yunho yang menuntut sebuah jawaban membuat dirinya tidak bisa mengabaikan tatapan Rajanya.

"Kecuali Choi Dongwook-sshi memberikan racun itu pada Selir Kim atau orang lain dan meyuruh mereka untuk …."

"Apa aku perlu mengulang kembali tugasmu, eoh? Kau harus mengungkap kebenaran bukannya memberikan spekulasi padaku."

"Jeoseunghamnida, Jeonha."

Yunho berdiri di depan jendela setelah detektif kerajaan undur diri dari hadapannya. Ia kembali berkutat dengan pikirannya mengenai kasus Changmin. Padahal ia lebih berharap detektif itu menemukan bukti kalau semua ini perbuatan sepupunya, Choi Dongwook. Lebih mudah baginya untuk menerima hal itu daripada Yunho harus menelan semua kekecewaanya lagi karena lagi-lagi semua kembali pada satu orang, Jaejoong-nya.

'Apa yang harus kulakukan, Boo?'

Suara dobrakan pintu di belakang punggungnya membuat Yunho membalikkan tubuhnya dan melihat seorang Jung Kyuhyun yang tengah melangkah marah kearahnya.

"Apa yang kau lakukan pada ummaku, hah?" teriak namja tujuh belas tahun itu marah.

"Jika anda tidak keberatan untuk tenang dan silakan duduk, Pangeran," Yunho kembali duduk di kursinya dan dengan tenang mempersilakan Kyuhyun untuk duduk. Kyuhyun tetap menatap Yunho dengan tatapan membunuhnya.

"Kau harus membebaskan umma-ku dari penjara, Jung Yunho. Ummaku tidak bersalah," Kyuhyun berkata sambil menggebrak meja kerja Yunho.

Yunho tersenyum kecil melihat Kyuhyun yang seperti terbakar api, benar-benar mirip dirinya saat muda, "Sungguh bukan cara yang sopan berbicara dan meminta sesuatu dari ayahmu dengan cara seperti itu, Jung Kyuhyun."

"Aku tidak perlu berbasa-basi padamu dan aku tidak peduli kau itu ayahku atau bukan. Tapi kau itu Raja dan bagaimana mungkin kau menghukum umma-ku yang tidak bersalah?"

Yunho memudarkan senyumnya, "Karena aku seorang Raja, jadi aku harus bertindak sesuai kenyataan yang ada."

"Umma-ku tidak mungkin meracuni Changmin," ujar Kyuhyun dengan penekanan di setiap kalimatnya, "ia bahkan tidak akan tega membunuh seekor semut pun jadi bagaimana mungkin ia meracuni Changmin yang sudah dianggapnya anak sendiri? Bukankah kau pendamping hidup umma-ku? Bagaimana mungkin kau tidak tahu mengenai hal itu?"

Tidak. Tentu saja Yunho yang paling tahu kemurnian hati seorang Kim Jaejoong. Tapi siapalah Yunho? Ia seorang Raja yang harus memilih antara kepercayaan rakyatnya atau kekasih hatinya.

"Kyuhyun-ah, menjadi seorang Raja bukan berarti kau bisa melakukan semua hal yang kau inginkan. Kau mempunyai rakyat yang harus kau pikirkan dan lebih kau utamakan. Raja harus bertindak sesuai kenyataan yang ada dan semua bukti menuju umma-mu, aku tidak mempunyai pilihan lain, Kyuhyun-ah."

"Jadi kau mengorbankan umma-ku demi rakyatmu, eoh? Mengorbankan cintanya yang besar untukmu? Kasihan sekali umma-ku yang sangat mencintai orang yang egois seperti dirimu, Jung Yunho," ujar Kyuhyun sinis.

Yunho mengepalkan tangannya erat. Ia tidak bisa membalas kata-kata Kyuhyun karena semua yang dikatakan anaknya itu benar. Ia memang sangat egois. Berapa kali ia lebih mengorbankan hati dan perasan Jaejoong daripada posisinya sebagai Raja? Dan kali ini apakah ia juga harus mengorbankan diri Jaejoong?

"Kau menginginkan sebuah bukti, kan? Aku akan membawa bukti itu padamu, Jung Yunho. Dan pada saat itu kau akan menyesal karena telah memasukkan umma-ku ke dalam penjara."

Dengan kalimat itu Kyuhyun melangkah keluar ruangan Yunho dan meninggalkan Yunho yang masih terpaku di tempatnya.

'Apa yang harus kulakukan, Boo?'

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Kyuhyun berjalan menuruni tangga yang menuju bawah tanah istana. Tangga-tangga itu tersusun menjadi sebuah lorong yang sangat gelap menuju sebuah penjara tempat umma-nya ditahan. Kyuhyun harus menahan rasa jijiknya karena kondisi penjara yang sangat jorok dan juga bau yang sangat menyengat menguar ke udara yang pengap dalam penjara ini. Kyuhyun berjengit kaget saat beberapa tikus berlarian dan saling berkejaran melewati kakinya.

Oh, Kyuhyun tidak bisa membayangkan umma-nya berada di tempat seperti ini.

Tempat ini sangat temaram. Tidak ada cahaya matahari yang tembus ke dalam sini dan pencahayaan hanya berasal dari lampu minyak yang digantung di beberapa tempat. Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri saat semilir angin menyentuh kulitnya. Tentu saja tidak ada alat pemanas di sini, jadi udaranya juga sangat dingin.

Di sebuah sudut di dalam sebuah sel penjara, Kyuhyun bisa melihat seorang namja tengah duduk meringkuk dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Umma-nya. Terlihat begitu bersinar diantara semua hal menjijikan yang ada di dalam penjara itu. Sungguh, bukan tempat yang layak untuk ummanya.

"Umma," panggil Kyuhyun dengan suara yang tercekat, sangat lirih namun masih bisa di dengar oleh seseorang yang berada dalam sel.

Jaejoong mengangkat kepalanya saat mendengar seseorang yang memanggilnya. Dan di depan sel penjaranya ia bisa melihat Kyuhyun, anaknya, berdiri dan tengah memandangnya khawatir.

"Kyunnie," Jaejoong membawa tubuhnya mendekati Kyuhyun dan memeluk anaknya itu penuh rindu.

"Kyunnie, Kyunnie, Kyunnie," Jaejoong terus menggumamkan nama Kyuhyun sambil terus menciumi puncak kepala anaknya itu.

Kyuhyun tak kuasa lagi menahan cairan bening yang mengalir dari matanya saat ia rasakan pelukan ummanya walaupun keduanya dibatasi oleh jeruji besi yang dingin.

Jaejoong melepas pelukannya, "Kenapa menangis, hm?" Jaejoong menghapus air mata yang mengalir di pipi Kyuhyun walaupun tetap saja air mata itu terus mengalir dari matanya.

Bagaimana mungkin umma-nya masih bertanya kenapa dirinya menangis dengan senyum malaikat yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya?

Kyuhyun terus terisak, "Umma … hiks …."

"Apa yang anda lakukan di sini, Pangeran? Bukankah sekarang waktunya anda untuk belajar? Anda membolos lagi dari pelajaran, ya?" tebak Jaejoong.

Bagaimana bisa Kyuhyun belajar di saat sang umma berada di tempat seperti ini?

"Aku ingin menjemput umma. Ayo pulang."

Senyuman semakin pudar di wajah jaejoong yang tersisa hanyalah sebuah senyum miris, "Umma tidak bisa pulang sekarang, Kyu. Umma harus menjalani hukuman."

"Tapi umma tidak bersalah. Umma tidak mungkin meracuni Changmin," tukas Kyuhyun.

"Tapi umma sudah lengah dan membuat Changmin keracunan. Umma pantas mendapatkan hukuman," ujar Jaejoong sambil tersenyum dan mengelus kepala anaknya sayang.

Kyuhyun sudah membuka mulutnya untuk menjawab kalimat ummanya namun diurungkan niatnya karena melihat tatapan memelas sang umma.

"Bagaimana keadaan Changmin?" tanya jaejoong khawatir.

"Dia baik-baik saja. Dia pasti baik-baik saja," Kyuhyun juga tidak tahu keadaan Changmin karena Ia meninggalkan Changmin yang masih tertidur tadi setelah mendengar kabar ummanya.

Kyuhyun bisa melihat perasaan lega di wajah Jaejoong. Umma-nya pasti sangat mengkhawatirkan namja tiang itu.

"Aku pasti akan mengeluarkan umma dari tempat ini," janji Kyuhyun.

"Umma mohon jangan libatkan dirimu dalam masalah, Kyuhyun-ah. Belajarlah yang rajin dan turuti semua perintah Raja. Jangan cemaskan umma," pinta Jaejoong.

"Aku tidak mungkin membiarkan umma berada di tempat seperti ini. Aku akan membuat orang yang telah membuat umma menderita menyesal."

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Changmin membuka matanya dan menyadari dirinya tengah berbaring di dalam kamarnya.

"Anda sudah sadar, Hwangteja?"

Changmin melihat umma-nya yang berdiri di samping tempat tidurnnya menatapnya lega. Di samping umma-nya ada neneknya yang juga terlihat senang karena dirinya sudah sadar. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Changmin tidak mengingatnya.

Changmin mencoba bertanya, namun tenggorokannya sangat sakit saat ia mencoba untuk bersuara. Umma-nya menyodorkan segelas air putih yang disambut gembira oleh tenggorokan Changmin.

"Apa yang terjadi?" setelah perjuangan yang sangat berat melawan rasa sakit yang mendera tenggorokannya, akhirnya Changmin berhasil mengeluarkan suaranya yang kini terdengar sangat berat dan juga serak.

"Sebaiknya anda istirahat, Hwangteja. pulihkan dahulu kesehatan anda dan jangan terlalu membebani pikiran anda," nasihat Ibu Suri.

Tapi kemudian Ahra menyela perkataan Ibu Suri, "Selir Kim meracuni anda, Hwangteja," ujarnya dengan senyum indah dan membuat kedua mata Changmin membelalak kaget.

"Tapi jangan khawatir, Hwangteja. Karena sekarang Selir Kim sudah mendekam di dalam penjara," kata Ahra santai seakan itu adalah berita yang menggembirakan.

Sekali lagi Changmin dibuat terkejut oleh perkatan umma-nya – atau yang ia anggap begitu. Sedangkan Ibu Suri hanya menggeleng frustasi.

"Jangan buat Putera Mahkota berpikir terlalu keras, Hwanghu Mama. Ia baru saja sadar," Ibu Suri memperingatkan.

"Tapi itu kenyataannya, Hwangtaehu Mama," ujar Ahra santai dan terkesan cuek.

"Tapi kenapa?" tanya Changmin yang masih belum sadar dari fase terkejutnya.

"Selir Kim ingin membunuh anda agar Pangeran Kyuhyun yang menjadi satu-satunya penerus kerajaan. Sungguh licik pikiran, namja jal – maksud saya Selir Kim."

Changmin sebenarnya tidak percaya jika Jaejoong ingin membunuhnya. Namun samar-samar ia ingat kalau kondisi tubuhnya menurun drastis setelah memakan samgyetang buatan Jaejoong. Tapi benarkah begitu? Terdengar sedikit mustahil di telinga Changmin jika Selir ayahnya itu ingin membunuhnya. Tapi jika benar kata ibunya, jika ini semua demi Kyuhyun? Anak yang sangat dicintai Jaejoong?

Bagaimanapun Changmin adalah anak dari Raja dan Ratu yang sah jadi ia adalah satu-satunya peghalang bagi Kyuhyun untuk naik tahta – walaupun memang tidak pernah ada dalam sejarah kerajaan anak selir menjadi raja. Tapi jika Changmin disingkirkan, tidak ada pilihan lain selain mengangkat Kyuhyun yang notabene anak Raja juga.

Changmin baru pertama kali merasakan perpaduan antara rasa sedih dan kecewa. Sungguh, ia menyayangi Jaejoong. Tapi jika kenyataannya namja cantik yang merupakan selir ayahnya itu berniat ingin membunuhnya, membuat Changmin kecewa. Dan kenyataan jika Jaejoong ingin membunuhnya demi Kyuhyun … itu membuat Changmin sedih?

"Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa sebenarnya motif Selir Kim. Jadi, tolong jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, Hwanghu Mama," ujar Ibu Suri dengan nada yang sarat akan peringatan.

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Kyuhyun berjalan menuju dapur istana, namun seseorang menghentikan langkahnya.

"Saya mohon Pangeran tidak melanjutkan perjalanan anda karena tempat ini bukanlah tempat yang pantas untuk didatangi oleh anda, Pangeran," Dayang Kepala Dapur Istana memperingati Kyuhyun yang sudah sampai di depan pintu dapur istana.

"Apa samgyetang buatan umma-ku masih bersisa?" tanya Kyuhyun.

"Eh?"

Kyuhyun mendesah malas, "Aku bertanya padamu Dayang Kim, apa samgyetang buatan umma-ku yang diberikan pada Putera Mahkota masih ada sisanya?"

"N-ne," jawab Dayang Kim ragu.

"Kalau begitu aku mau kau bawakan samgyetang itu ke tempatku nanti," perintah Kyuhyun.

"T-tapi Pangeran, kami mendapat perintah untuk membuang semua sisanya karena samgyetang itu mengandung…," Dayang Kim menggantungkan kalimatnya karena tidak yakin untuk menlanjutkannya. Dilihatnya Kyuhyun yang sudah memandangnya tajam. Sangat menakutkan.

"Mengandung racun maksudmu? Aku yakin umma-ku tidak akan memasukkan racun ke dalam masakannnya. Dan aku akan membuktikannya," ujar Kyuhyun yakin.

Dayang Kim hanya menundukkan kepalanya.

"Dan satu lagi. aku ingin bertemu dengan semua dayang yang bertugas membantu Selir Kim membuat samgyetang hingga mengantarkannya ke kediaman Putera Mahkota."

.

Kini di hadapan Kyuhyun berdiri beberapa dayang yang bertugas membantu umma-nya membuat samgyetang. Kyuhyun mengamati wajah mereka satu per satu.

"Ada yang tahu kenapa aku mengumpulkan kalian semua di sini?" tanya Kyuhyun memulai investigasinya.

"Tidak, Pangeran," jawab mereka serempak.

"Aku akan memberikan beberapa pertanyaan dan kalian harus menjawab dengan jujur," Kyuhyun bisa melihat beberapa di antara para dayang menatapnya bingung ataupun ada yang saling berbisik. Kyuhyun tidak peduli.

"Saat kalian membantu Selir Kim membuat samgyetang, adakah sesuatu yang berbeda dari biasanya? Seperti seseorang maupun kebiasaan Selir Kim yang tidak seperti biasanya?"

"Jeosenghamnida, Pangeran. Tapi tidak ada yang aneh saat Selir Kim membuat samgyetang untuk Putera Mahkota. Seperti biasanya, Selir Kim menyuruh kami untuk menyiapkan bahan-bahan sedangkan dirinya menyiapkan perlengkapan untuk memasak," jelas salah seorang dayang.

"Bagaimana dengan bahan-bahan masakan? Apakah ada kemungkinan bahan-bahan itu mengandung racun?" tanya Kyuhyun.

"Itu tidak mungkin, Pangeran. Kami selalu menjaga kualitas bahan-bahan untuk anggota keluarga kerajaan," jawab dayang lain.

Kyuhyun mencatat sesuatu dalam buku catatannya.

"Ada yang ingin memberikan komentar atau pendapat tentang apapun yang berhubungan dengan proses pembuatan samgyetang itu? Karena aku yakin Selir Kim tidak mungkin memasukkan racun ke dalam masakannya."

"Jeoseunghamnida, Pangeran. Tapi saya juga yakin kalau Selir Kim tidak mungkin melakukan hal tersebut. Selir Kim sangat mencintai memasak dan terlihat sangat senang saat membuat sebuah masakan. Ia selalu terlihat memasukkan semua cintanya ke dalam masakannya. Tapi sungguh, tidak ada yang aneh saat Selir Kim memasak samgyetang," jelas seorang dayang.

"Saya telah menemani Selir Kim memasak di dapur istana sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di dapur istana belasan tahun lalu," seorang dayang yang telah berumur berucap, "dan saya sangat yakin bukan Selir Kim pelakunya."

Semua dayang di sana mengangguk setuju kecuali salah seorang diantara mereka yang terus bergerak gelisah sedari tadi.

"Kalau begitu, adakah kemungkinan orang lain yang memasukkan racun ke dalam masakan Selir Kim?" tanya Kyuhyun tenang.

Seorang dayang tersentak kaget karena pertanyaan Kyuhyun, namun ia tetap tidak bersuara dan lebih memilih menundukkan kepalanya serta meremas jemarinya.

"Saya meragukannya, Pangeran. Sangat kecil peluangnya seseorang melakukan hal itu jika anda menuduh salah satu di antara kami yang melakukannya."

"Aku tidak menuduh kalian. Aku hanya meminta pendapat kalian mengenai peluang orang lain yang menaruh racun itu. Karena walaupun kecil kemungkinannya, tapi tetap saja ada kan?"

"Kami para dayang istana telah bersumpah mengabdi pada keluarga kerajaan hingga akhir hayat kami, Pangeran. Tidak mungkin kami berani berbuat hal seperti itu," jelas seorang dayang lain.

Kyuhyun menghela napas, "Baiklah, terima kasih atas kerjasama kalian. Kalian semua boleh pergi…," Kyuhyun melirik seorang dayang yang terlihat masih muda dan sejak tadi terus menundukkan wajahnya tanpa bersuara sedikit pun, "kecuali kau."

Kini Kyuhyun tinggal berdua dengan seorang dayang yang ia tahan kepergiannya.

"Siapa namamu?" tanya Kyuhyun pada dayang itu.

"S-shin Hyojin, Pangeran," jawab sang dayang takut-takut dan masih menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Sudah berapa lama kau bekerja di istana, Dayang Shin?"

"S-saya masih baru menjadi dayang di istana, Pangeran."

"Begitu ya. Kau mengetahui sesuatu, Dayang Shin?"

Sang dayang terdiam cukup lama baru setelahnya menjawab dengan tubuh yang sedikit gemetaran, "T-tidak, Pangeran."

"Kau tahu apa hukuman bagi dayang yang ketahuan berbohong? Kau tidak akan bisa melihat matahari esok hari," ujar Kyuhyun menakuti.

"Ampuni saya, Pangeran," di luar dugaan sang dayang malah bersujud di hadapan Kyuhyun sambil menggumamkan permohonan maaf.

"Aku tahu kau tidak berniat melakukan itu. Kau hanya perlu memberitahu aku siapa yang menyuruhmu dan aku akan melindungimu."

Kyuhyun tahu bahwa Dayang Shin-lah yang memasukkan racun ke dalam samgyetang yang akan diberikan pada Changmin karena sedari tadi dayang itu terus menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Lagipula ia baru menjadi dayang dan masih terlihat polos jadi Kyuhyun dapat menarik kesimpulan bahwa ada orang lain dibalik semua tindakannya.

"S-saya tidak berani mengatakannya, Pangeran. Lebih baik anda menghukum saya," pinta sang dayang.

"Jadi orang yang menyuruhmu memiliki kuasa di istana ya jadi kau tidak berani mengatakannya," tebak Kyuhyun.

Kyuhyun menyeringai saat pada akhirnya Dayang Shin mau memberitahunya.

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Kyuhyun dan beberapa dayang yang membawa makanan di belakangnya berjalan menuju kediaman Putera Mahkota.

Changmin yang tengah membaca buku di atas ranjangnya mengernyitkan dahinya bingung saat tiba-tiba seseorang memasuki kamarnya tanpa permisi. Dan ternyata itu Kyuhyun! Membuat kerutan di dahinya semakin banyak.

"Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri apakah kau pernah diajari sopan-santun, Pangeran?" sindir Changmin.

"Kudengar kau sudah sadar, jadi aku memutuskan untuk menjengukmu, Hwangteja," kata Kyuhyun mengabaikan sindiran Changmin.

Changmin hanya bisa dibuat melongo karena Kyuhyun langsung menyuruh beberapa dayang menyiapkan makanan untuknya. Untuk Kyuhyun lebih tepatnya karena namja manis itulah yang telah duduk di hadapan makanan itu.

"Apa yang kau lakukan di tempatku, hah?" tanya Changmin iritasi.

"Aku mau numpang makan."

"Hah?" Jawaban Kyuhyun sukses membuat Changmin cengo.

Kemudian tatapan Kyuhyun berubah menjadi serius, "Aku yakin kau sudah mendengar banyak hal mengenai hal yang menimpa dirimu. Sebenarnya aku tidak peduli kau mau percaya dengan kata-kata mereka atau tidak tapi aku ingin menegaskan satu hal padamu. Umma-ku tidak mungkin meracunimu."

Changmin tersenyum meremehkan, "Itu memang kalimat yang seharusnya dikatakan seorang anak yang umma-nya sudah terbukti melakukan kejahatan. Aku malah akan terkejut jika kau tidak membela umma-mu."

Kyuhyun menggenggam tangannya erat. Rasanya ia ingin mencekik leher Changmin saat ini juga. Tapi ia harus sabar. Sabar, Kyuhyun-ah, sabar. Changmin sendiri tidak tahu apa yang telah ia katakan, ia sungguh tidak bermaksud jahat. Tapi entah kenapa lidahnya bergerak dengan sendirinya!

Kyuhyun memaksakan sebuah senyum yang malah terlihat menyeramkan bagi Changmin.

"Aku akan membuktikannya padamu. Samgyetang yang ada dalam mangkuk sisa makanmu memang sudah terbukti berisi racun, tapi mereka tidak memeriksa samgyetang yang bersisa di dapur istana karena bernggapan semuanya beracun. Ini adalah samgyetang yang bersisa di dapur istana dan aku akan memakannya," Kyuhyun membuka penutup makanan yang ada di hadapannya dan mengambil sumpit di sampingnya.

Kyuhyun menatap lurus kearah mata Changmin, "Umma-ku tidak mungkin memasukkan racun ke dalam masakannya. Jika aku baik-baik saja setelah memakan ini, berarti terbukti hanya samgyetang dalam piringmu yang berisi racun. Tapi jika aku keracunan setelah memakan ini, jangan tolong aku kalau begitu."

"Kau gila," desis Changmin.

Kyuhyun menyuruh semua dayang untuk keluar kamar Changmin dan ia bersiap untuk makan dengan sumpit yang telah berada di tangannya. Changmin menatapnya dengan pandangan yang was-was.

"Satu hal yang perlu kau tahu. Aku sangat yakin umma-ku tidak akan pernah meracunimu walaupun itu demi aku sekalipun. Itu karena … ia sangat menyayangimu, Changmin-ah."

Setelah menggumamkan kalimat 'selamat makan', Kyuhyun mulai menyantap samgyetang buatan umma-nya. Dari atas tempat tidur, Changmin hanya bisa memperhatikan Kyuhyun.

.

"Masakan umma-ku memang yang terbaik," ucap Kyuhyun setelah menyelesaikan acara makannya.

"Kau sudah selesai? Kalau begitu cepatlah keluar," usir Changmin.

"Aku menolak. Kemarin, satu jam setelah memakan samgyetang beracun itu kau baru merasakan efeknya, kan? Kalau begitu aku akan berada di sini sampai satu jam ke depan agar kau percaya bahwa samgyetang yang ku makan tidak beracun."

"Mwo?"

"Ah, setelah kenyang aku jadi mengantuk. Geser sedikit," Kyuhyun memaksa Changmin untuk menggeser tubuhnya agar dirinya memiliki space untuk berbaring di ranjang Changmin.

"Ya, ya, ya! Apa yang kau lakukan?" teriak Changmin saat melihat Kyuhyun mulai naik ke atas ranjangnya.

"Jangan berisik. Aku mau tidur sebentar. Kau tidak tahu aku sangat lelah, eoh?" setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun segera menarik selimut Changmin untuk menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala.

Changmin menggeleng frustasi menghadapi kelakuan abnormal Kyuhyun.

"Cepat turun dari ranjangku, bocah siaaaaaal," Changmin menarik selimut yang menutupi Kyuhyun dan menemukan wajah tidur Kyuhyun yang … ehm … manis.

"DIa sudah tertidur? Cepat sekali."

Sadar atau tidak Changmin malah jadi memperhatikan wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Sesekali ia merapikan helaian rambut ikal Kyuhyun yang berantakan.

"Apa sih yang ada dalam pikiranmu? Mana mungkin aku membiarkanmu yang keracunan begitu saja. Dasar bodoh," Changmin menoyor dahi Kyuhyun membuat Kyuhyun melenguh dalam tidurnya.

"Eugh … umma," Kyuhyun memanggil umma-nya dalam tidur. Changmin dapat melihat perlahan air mata turun melewati pipi putih Kyuhyun.

'Mungkin ia memimpikan umma-nya. Dasar cengeng,' ejek Changmin dalam hati.

Changmin menghapus air mata yang mengalir di pipi Kyuhyun. Namun hal itu membuat Kyuhyun membuka matanya secara tiba-tiba dan mengagetkan Changmin. Changmin segera menarik tangannya menjauh.

"J-jangan besar kepala. Aku tidak memperhatikanmu saat kau tidur kok," ujar Changmin sambil mengalihkan pandangannya kemana saja asalkan tidak menatap wajah Kyuhyun.

"C-changminhhh."

Changmin mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun yang memanggilnya dengan suara yang aneh. Changmin melihat Kyuhyun yang tengah memegangi lehernya dan meringis kesakitan. Apa yang terjadi? Apa Kyuhyun beneran keracunan? Changmin melirik jam disamping tempat tidur dan benar saja ini sudah satu jam sejak Kyuhyun memakan samgyetang!

"Ya! Kau baik-baik saja?" rasanya Changmin ingin memukul kepalanya sendiri. Kyuhyun sedang kesakitan dan ia masih bertanya? Tentu saja Kyuhyun sedang tidak baik-baik saja!

"Siapapun di luar cepat panggil dokter–" teriakan Changmin terhenti saat Kyuhyun memegang tangannya.

"Janganhhh thholong akhuuuh," ucap Kyuhyun kesusahan.

"Bodoh, mana mungkin aku membiarkanmu begitu saja."

Kyuhyun semakin meringkuk diatas ranjang Changmin dan kini Kyuhyun terbatuk-batuk.

"Kyuhyun-ah, kyuhyun-ah," Changmin menggoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba berhenti bergerak. Changmin memukul-mukul pipi Kyuhyun dalam rengkuhannya dan berharap Kyuhyun segera membuka matanya.

Mata Changmin memanas saat dirasa Kyuhyun tidak meresponnya sama sekali.

"Hmft … Kau menangis? Hahahaha," tanpa diduga Kyuhyun bangun dari pelukan Changmin dan tertawa terbahak-bahak.

"Coba kau lihat wajahmu … hahahaha … sangat lucu sekali … aigo perutku … bwahahahaha."

Changmin mencoba memproses kejadian yang sebenarnya terjadi. Kyuhyun terlihat baik-baik saja bahkan ia bisa tertawa seperti mau mati begitu, berarti dia tidak keracunan? Yang artinya Changmin sudah ditipunya!

"Kurang ajar!" Changmin menendang tubuh Kyuhyun hingga jatuh dari atas ranjang dengan suara gedebuk keras.

"Appo~ Ya! apa yang kau lakukan tiang listrik jelek?" umpat Kyuhyun.

"Menendangmu," jawab Changmin cuek.

Urat-urat Kyuhyun tampak menonjol di kepalanya yang menandakan ia marah.

"Cih, tapi aku mendapatkan sesuatu yang berharga hari ini. Seorang Putera Mahkota menangis untuk Pangeran Kyuhyun? Oh, itu manis sekali," goda Kyuhyun.

BRUUUK

Sebuah bantal hinggap di wajah Kyuhyun.

"Diam. Aku tidak menangis hanya kelilipan!" kata Changmin dengan wajah yang sudah memerah.

"Oke. Kau kelilipan hingga menangis karena mengira aku akan meninggal," ujar Kyuhyun masih menggoda Changmin.

Sekali lagi Changmin melempar Kyuhyun dengan bantal namun Kyuhyun bisa menghindarinya.

"Baiklah, ayo kita hentikan permainan anak kecil ini," Kyuhyun mencoba acuh saat mendengar Changmin yang menjawabnya 'kau yang mulai'.

"Sudah satu jam berlalu sejak aku makan dan aku sama sekali tidak keracunan yang artinya samgyetang yang ada di dapur istana tidak beracun. Berarti racunnya hanya ditaruh di piring milikmu," Kyuhyun memasang wajah serius ala detektif di wajahnya.

Changmin mendengarkan dengan acuh tak acuh.

"Berarti dia tidak berbohong," gumam Kyuhyun lebih kepada dirinya sendiri.

"Kau bilang apa?" tanya Changmin yang tidak jelas mendengar suara Kyuhyun.

"Bukan apa-apa," Kyuhyun tersenyum sangat manis, "hey, Changmin-ah. Aku boleh pinjam alat penyadap buatanmu?"

Changmin mengerutkan alisnya bingung dan wajahnya seolah bertanya 'untuk-apa?'

"Aku sudah bilang kan kalau aku akan membuktikan umma-ku tidak bersalah dan aku membutuhkan bantuan alatmu itu untuk mencari bukti."

"Kenapa aku harus meminjamkannya padamu?" tanya Changmin menantang.

"Karena aku yang memintanya."

"Dan jika aku menolak, bagaimana Pangeran?"

"Aku akan mencarinya sendiri di dalam kamarmu kalau begitu," uajr Kyuhyun mulai membuka beberapa laci di kamar Changmin.

"Ya, ya, ya! Itu sangat tidak sopan, kau tahu?" Changmin menghalau Kyuhyun yang akan membuka lemari pakaiannya.

"Kalau begitu kau harus meminjamkan alat itu padaku!" keukeuh Kyuhyun.

"Baiklah, aku akan meminjamkannya padamu. Tapi ada syaratnya."

"A-apa?" tanya Kyuhyun gugup karena tubuh Changmin yang semakin mendekat kearahnya.

Changmin mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun yang kiini terjebak diantara tubuh Changmin dan lemari dibelakang punggungnya.

Changmin menyeringai jahat dan berbisik di telinga Kyuhyun, "Syaratnya adalah …."

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Yunho menatap tajam seorang Choi Dongwook yang kini berada di hadapannya.

"Senang sekali rasanya mendapat undangan dari Raja Korea. Lama tidak bertemu, sepupu," sapa Dongwook ramah sambil merentangkan kedua tangannya bersiap memeluk sang sepupu. Tapi Yunho tidak pernah membalas niat baiknya itu.

"Aku tidak mau berbasa basi dengan orang semacam dirimu," ujar Yunho dingin.

Dongwook mencibir, "Selalu to the point memang cirri khas-mu, Jung."

"Aku hanya akan bertanya satu kali dan kau harus menjawabnya dengan jujur," Yunho memperhatikan Dongwook yang bermain-main dengan hiasan yang ada di dalam ruangannya.

"Apapun untukmu, Yang Mulia," ujar Dongwook setengah hati.

"Kemarin kau datang ke istana dan bertemu dengan Selir Kim. Apa yang kalian bicarakan?" Yunho menatap Dongwook tajam.

"Ah, apa kau cemburu?" tanya Dongwook riang. Terlihat sekali ia ingin bermain-main terlebih dahulu dengan sepupu yang dirindukannya ini.

"Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku."

"Itu pertanyaan yang sulit, sepupu. Karena aku dan Selir Kim membicarakan sesuatu yang sifatnya sangat pribadi," Dongwook melirik kearah Yunho yang benar saja terlihat sedang menahan emosinya.

"Apa itu?" tanya Yunho dengan suara beratnya.

"Aku tidak bisa memberitahumu tentang rahasia di antara kami," jawabnya dengan nada yang sok penuh rahasia.

Yunho mencengkeram kerah baju Dongwook, "Apa kau yang menyuruh Selir Kim menaruh racun dalam makanan Putera Mahkota, eoh?"

"Tuduhanmu itu menyakitiku, sepupu. Dan secara langsung bukankah kau menuduh selir-mu yang melakukan hal itu?" Dongwook berhasil terbebas dari cengkeraman Yunho.

"Aku sudah mendengar berita tentang Putera Mahkota. Dan saranku adalah sebaiknya anggota keluarga kerajaan berhati-hati karena Putera Mahkota sampai keracunan berarti ada seseorang yang dendam terhadap kalian," ucap Dongwook penuh arti, "atau ada yang mengincar posisi Putera Mahkota."

"Apa maksudmu?"

"Mungkin saja ada seseorang yang berpendapat bahwa Pangeran Changmin tidak berhak menduduki posisi Putera Mahkota dan mungkin saja ada orang lain yang lebih berhak."

"Kau mengetahui sesuatu."

"Oh, setidaknya aku mengetahui lebih banyak daripada yang kau ketahui, Yunho-ah. Dan hal itulah yang aku bicarakan dengan Selir Kim. Sebagai Raja kau terlalu memiliki banyak celah. Aku memberikan sebuah penawaran pada Selir Kim dan ia dengan bodohnya menolak penawaran yang telah kuberikan."

"Penawaran?"

Dongwook tersenyum menang saat melihat Yunho yang mulai terpancing kata-katanya, "Selir Kim sangat cantik untuk ukuran seorang pria dan sangat disayangkan kau telah menyia-nyiakan dirinya dengan menjadikannya seorang selir. Aku meminta dirinya untuk menjadi pendampingku jadi saat aku meraih posisi raja, dia akan menjadi ratuku."

"Sial."

BUAGH

Yunho menghantam pipi kanan Dongwook dengan pukulannya, "Jaejoong tidak akan pernah mengkhianatiku dan kau tidak akan pernah menjadi raja."

"Kau benar. Selir Kim yang bodoh itu ternyata begitu mencintaimu hingga menolak penawaranku yang sangat menguntungkannya. Mungkin aku tidak bisa menjadi raja saat ini, tapi aku pasti akan membuatmu turun dari posisimu saat ini, Jung Yunho."

.

.

.

TBC

.

Author's notes: jeongmal mianhamnida krn baru bisa apdet skrg stlh sekian lamaaaa. Maaf dan terima kasih buat semua yg masih nungguin kelanjutan kisah selir kim dan juga ff ini

Perasaan saya ngetik chapter ini udah panjang bgt tp setelah saya baca ulang kok berasa pendek ya? Yasudahlah ya. Gimana chapter ini menurut kalian?

Banyak yg bertanya mengenai hubungan changkyu. Sebenarnya saya lbh suka hubungan changkyu yg suka berantem tp tetep sweet kyk di chapter ini. Ini termasuk brothership ato incest? Silakan para reader sendiri yg menentukan ^^

Prince Hours akan tamat dalam 2-3 chapter ke depan jadi jgn lewatkan chapter2 depan yg akan menguak semua misteri di dalam ff ini #eaaa udah kayak apaan aja dah

.

Special Thanks To:

boojoongie, .1272, Dipa Woon, YunHolic, gothiclolita89, Park Seuri, magnaeris, Kyungie Jae, hanasukie, Riszaaa, ChoiChahyun, ifa. , Minhyun Ichigo Macchiato, akiramia44, Ai Rin Lee, Dennis Park, anastasya regiana, Kiriya Diciannove, , YeChun, Jung Jaemi YunjaeShipper, Youleebitha, MademoiselleBabys, Dhea Kim, manize83, , WineMing, Diin Cassha, leeChunnie, fuyu cassiopeia, Vic89, onkey shipper04, AhrastringsElf, riska0122, vampireyunjae, aoi ao, Nee-chan CassieBigeast, azahra88, Clein cassie, meyy-chaan, Casshipper Jung-HIATUS READER, Angel Muaffi, Tiemackh Charvoet, lipminnie, Minhyunni1318, hlyjs, devil meet demon, Ristinok137, DBSJYJ, Zheyra Sky, Byunchannie26, runashine88, JasGriffo25, Ashura Yu, nickeYJcassie, zhe, YuuriJungAKTF, Lady Ze, Next, damean, jaena, BlaueFEE, Reakim, Ai Rin Lee, min, sani, Elzha luv changminnie, D, lovelycai, Mily1909, yoon HyunWoon, yjnokokoro, Hana - Kara, lee sunri hyun, Chiti, Michelle Jung, hi jj91, meybi, jehyun, dew90, changdola, shanzec, inkballoon, xoxoxo, subarashihito, difashinki, BooMilikBear, okoyunjae, diyas, Maknaelovers, queen407, Kitukie, Uchiha Tachi'4'Sora, ravenremnant, Ria, Choi Min Gi, Saryeong, quinniee, yunjaemin, KJhwang, aiska, Misa, xelo, christyy, de, JungKimCaca, AiJewels, , yjs, myhero, jaejoongsister, kimmie, Yoo Gyu, alinzajazky, Zahra, etrisna13, Little Asadachi, Yuu PinKu Panda, aichi, jejehan, , misschokyulate2, CuteEvil300799, hana, Ami Yuzu,