Boy Meet U
(Sequel Watermelon [Chap 8])
.
[Taehyung/V x Jimin]
.
VMin TaeChim 95z
.
.
"JIMIN! JIMIN! ADA KEMBARAN BAEKHYUN!"
"Aw! Hei!"
"Hyung!"
Baik Jimin dan Baekhyun tengah menatap Chanyeol nyalang. Baekhyun mengusap hidungnya yang jadi korban 'tabrakan' dengan ponsel Jimin yang melayang karena Jimin tidak sengaja melemparnya, teriakan Chanyeol sangat mengejutkan.
Chanyeol menggaruk tengkuknya, lalu pipinya dan ia menatap ke bawah dengan kedua tangan yang bermain-main dengan ujung bajunya. "Ugh, maaf." Ia melihat lurus ke depan dengan mata berkaca-kaca, mencoba untuk menyamai mata anak anjing dengan binar-binar menggemaskan.
"Tunggu, kau bilang ada yang mirip denganku?" Baekhyun menghiraukan puppy eyes Chanyeol, ia menunjuk dirinya sendiri sambil melempar pandangan bingung ke arah Chanyeol. Jimin pun sama.
Chanyeol tersenyum lebar, melupakan tentang ia yang tidak sengaja mengagetkan adik dan pacarnya, ia mengangguk semangat, Jimin harap lehernya tidak putus karena ia terlalu keras menganggukkan kepalanya. Chanyeol meraih tangan Jimin dan Baekhyun lalu menyeret keduanya menuju ke pintu utama.
Seorang pemuda dengan rambut ungu dan membawa sebuah tas plastik berisikan… apa itu apel? Tengah bersandar pada batang pohon yang ada di halaman kediaman Park.
"Lihat! Dia tersenyum! Kotak, seperti Baekhyun~" Chanyeol merangkul pundak Baekhyun saat ia mengatakan baris terakhir dari kalimat yang diucapkannya, dengan sedikit nada. Sementara Jimin menatap pemuda di depannya itu dengan alis terangkat.
"Kau bilang tadi mencari Jimin? Maksudmu Jimin yang ini?" Chanyeol mendorong Jimin ke depan, "Jika iya maka selamat! Kau berhasil menemukan orang yang kau cari!" Chanyeol bertepuk tangan dan Baekhyun memukul belakang kepalanya, Chanyeol berhenti dan mencebikkan bibirnya.
"Have fun, kalau begitu." Baekhyun menarik Chanyeol menjauh dari Jimin dan pemuda berambut ungu tersebut. "Dia siapa? Jimin mengenalnya? Kenapa aku tidak kenal dengan teman Jimin yang satu itu?" Chanyeol terus saja melempar pertanyaan pada Baekhyun yang sama sekali tidak menjawab salah satu dari beribu pertanyaan yang ia lontarkan.
"Park Jimin?" pemuda itu bertanya, dan Jimin mengangguk kecil. Pemuda itu tersenyum, ia merogoh saku celananya, mengambil ponselnya disana lalu entah apa yang dia lakukan Jimin juga tidak tahu. "Aku Kim Taehyung."
Jimin menahan nafasnya. Ponselnya bergetar, ada pesan, dari Taehyung. Sebuah Voice Note. Jimin membukanya dan ia kembali mendengar suara itu lagi. "Aku Kim Taehyung." Nada yang sama, intonasi yang sama dan suara yang sama. Orang itu mengatakannya sambil menatap Jimin.
"Taehyung!" teriak Jimin kelewat excited. Ia tersenyum lebar, tidak selebar senyuman kakaknya, tapi itu cukup untuk dibilang lebar. Jimin melompat ke arah Taehyung, melingkarkan lengannya ke pundak Taehyung, memeluknya masih dengan senyum lebar yang terpatri di wajahnya. "Aku menunggumu."
Taehyung terkejut tentu saja, ia hampir menjatuhkan tas plastik berisi apel yang dibawanya. Ia meraih tas plastik tersebut dengan tangan kirinya, menjaga agar tas plastik tersebut tidak terlepas dari tangannya. Ia melakukannya di belakang pundak Jimin, jadi itu terlihat seperti Taehyung sedang memeluk Jimin.
Chanyeol keluar dari rumah, ia perlu ke garasi untuk menyiapkan sepedanya, Baekhyun bilang ia ingin ke pantai naik sepeda. Chanyeol berhenti sejenak melihat adiknya dan pemuda itu berpelukan, ia menatapnya dengan ekpresi blank. Taehyung melihat Chanyeol dan Chanyeol berkedip beberapa kali, "Uh oh, tentu saja kalian saling rindu, berpelukanlah sepuas kalian, maaf menganggu." Lalu ia segera berlari, bukan ke garasi melainkan kembali masuk ke dalam rumah. Melaporkan kejadian yang baru saja dilihatnya itu pada kekasihnya.
Jimin mendengar perkataan hyung-nya, matanya yang tadi terpejam tiba-tiba terbuka lebar "berpelukankah sepuas kalian" kalimat itu terus terulang di otak Jimin. Ia melompat mundur membuat pelukan di antara keduanya terlepas begitu saja. Taehyung hampir saja mengerang kecewa.
Jimin menunduk kebawah, wajahnya memerah, "M-maaf. Aku selalu seperti itu jika terlalu senang." Ia membawa kedua telapak tangannya untuk menutupi wajahnya. Bibirnya mengucapkan kata bodoh yang ditujukan untuk dirinya sendiri tanpa suara.
.
.
.
Itu awkward. Keduanya sedang duduk di ruang tamu rumah Jimin, hanya mereka berdua, Chanyeol dan Baekhyun sudah pergi sejak 15 menit yang lalu. Baekhyun ingin bersepeda, Jimin mengerang karena ia menjadi bingung dan panik apa yang harus dilakukannya dengan Taehyung yang berada di dalam rumahnya duduk manis di sofa sambil meneliti ruang tamunya.
Taehyung mengerti situasi tersebut, itu terlihat jelas. Ia berdiri dan menghampiri Jimin yang duduk di sofa yang ada di seberangnya. "Aku ingat kau minta ini saat aku kemari." Taehyung menyodorkan tas plastik yang dibawanya itu pada Jimin.
"Kau benar-benar membelikannya?" Jimin menatap Taehyung tidak percaya.
Taehyung hanya mengangkat bahunya, ia duduk di samping Jimin, "Aku sudah berjanji. Tapi maaf aku tidak membawa semangka, kau tahu, sangat susah untuk membawanya." Jimin mengangguk mengerti lalu suasana kembali hening.
"Kau tidak mau mengupasnya?" Taehyung bicara lagi. Jimin mengangguk cepat lalu segera pergi ke dapur, terjadi konspirasi batin saat ia berada di dapur. Mengupas di dapur saja sendirian atau di ruang tamu dengan Taehyung?
"Aku akan menemanimu. Jika kau mau?" Jimin melompat kecil, terkejut dengan kehadiran Taehyung di sampingnya secara misterius. "Maaf mengagetkanmu." Taehyung tersenyum canggung.
"Aku melihat pantai di dekat rumahmu ini. Mau kesana? Mungkin suasananya tidak akan se-awakward ini." Taehyung mengusulkan pendapatnya ketika Jimin masih fokus dengan kupasan apelnya. Jimin berhenti sejenak memikirkan usulan Taehyung, "Itu ide bagus." Ucapnya sambil tersenyum lalu kembali mengupas apelnya. Taehyung ikut tersenyum.
.
.
.
Cuaca sedang bagus hari ini, panas matahari tidak terlalu terik, Jimin berlarian kesana-kemari saat mereka (Taehyung dan Jimin) baru saja menginjakkan kaki mereka di atas pasir pantai. Ia melihat Chanyeol dan Baekhyun sedang duduk berdua dengan Baekhyun yang menyadarkan kepalanya di pundak Chanyeol, agak jauh dari posisinya berdiri saat ini.
Baekhyun melihat Jimin, Chanyeol juga ikut melihat. Baekhyun melambaikan tangannya sementara Chanyeol memberinya dua thumbs up. Jimin melirik ke arah Taehyung dan pipinya berubah menjadi merah.
"Jimin!" Jimin menoleh kebelakang, Taehyung sudah ada di pinggir pantai, "Lihat apa yang ku temukan." Jimin berlari mendekati Taehyung, matanya berbinar senang mengetahui ada bintang laut di dekat kaki Taehyung.
Taehyung merogoh saku celananya, mengambil ponselnya. Ia menepuk pundak Jimin membuat yang lebih kecil mendongak ke atas, matanya semakin sipit akibat pantulan sinar matahari. "Take a selca?" Jimin mengangguk antusias, ia mengambil bintang laut tersebut untuk diajaknya berfoto bersama Taehyung.
Setelah beberapa jepretan, dan dari berbagai angle serta pose, Jimin kembali meletakkan bintang laut yang ditemukan Taehyung itu kembali ke air. Kulit bintang laut itu sudah mengkerut, Jimin kasihan melihatnya.
Jimin masih sibuk dengan bintang laut ketika ia merasakan ada sesuatu yang membuat bajunya basah, Taehyung mencipratinya dengan air laut. Jimin berdiri lalu melangkah mendekati Taehyung, "That's mean war!" ujarnya lalu ia membungkuk untuk mengambil air dengan kedua tangannya lalu melemparkannya ke arah Taehyung. Mereka saling menciprati satu sama lain, terdengar suara tawa yang lolos dari bibir keduanya. Jimin menyudahi perang itu terlebih dahulu, ia kelelahan dan memilih untuk menyerah.
Taehyung berjongkok di depannya, "Ayo naik." Katanya dengan kedua tangan yang dikibaskan di punggung belakangnya, mengisyaratkan Jimin untuk segera naik ke punggungnya. Jimin tersenyum kecil lalu melingkarkan lengannya ke leher Taehyung dan kakinya ke pinggang Taehyung.
"Apa aku berat?" Jimin memajukan wajahnya ke sisi wajah Taehyung. Taehyung menoleh ke samping, jarak antar keduanya hanya beberapa senti saja. "Tidak." Jawab Taehyung cepat, ia kembali menatap lurus ke depan, dia sedang gugup. Begitupun Jimin.
Taehyung menurunkan Jimin saat mereka sudah sampai di tempat yang teduh, di bawah pohon kelapa. Jimin sibuk memijat kakinya yang pegal sementara Taehyung kembali sibuk dengan ponselnya. Jimin melirik ponsel Taehyung, pemuda berambut ungu itu sedang membuka akun twitternya.
"Kau mengupload foto itu di twitter?"
Taehyung mengangguk, "Ya. Dan lihat apa yang temanku katakan." Taehyung menunjukkan layar ponselnya pada Jimin.
Itu foto Taehyung dan Jimin dengan Taehyung yang merangkul Jimin di pundaknya sementara Jimin memegang bintang laut dekat dengan bibirnya yang mengerucut seolah akan mencium bintang laut tersebut. Kepala mereka bersentuhan.
"Dia bilang aku pacarmu?"
Taehyung mengangguk lagi lalu tertawa, "Aku bilang bukan, tapi dia tetap bersih keras bilang jika kau pacarku." Taehyung menatap Jimin lekat, "Aku tidak keberatan bilang 'ya' pada temanku."
Entah mengapa Jimin merasa seperti ini adalah sebuah pengakuan. Seolah Taehyung tengah menyatakan perasaannya sekarang. Jimin menggelengkan kepalanya, ia berpikir terlalu jauh. Mereka memang sudah lama saling mengenal, tapi itu hanya lewat dunia maya dan sekarang mereka baru saja bertemu, bahkan belum ada satu hari, dan Taehyung tiba-tiba menyatakan perasaannya? Jimin pasti bercanda.
"Aku serius." Ucap Taehyung ketika ia melihat raut wajah Jimin yang terlihat bimbang. "Maksudku, aku serius ingin jadi pacarmu." Ia tersenyum tipis melihat bagaimana wajah Jimin berubah menjadi merah, itu terlihat sangat cute. "Aku menyukaimu."
Jimin menutup wajahnya dengan kedua tangannya, "Ugh Taehyung aku tidak tahu."
"Aku sangat menyukaimu." suaranya terdengar lebih berat, lebih dalam dan sangat… sexy. Jimin dibuat merinding dengan deep voice mlik Taehyung. Ia membuka celah di antara jarinya, nafasnya tertahan melihat bagaimana dekatnya wajah Taehyung dengan wajahnya yang masih ia tutupi dengan tangannya.
Taehyung menatap lurus ke dalam mata Jimin yang terlihat dari sela-sela jari Jimin, "Aku benar-benar serius, aku menyukaimu." Itu bisa saja terjadi, meski mereka hanya berhubungan lewat ponsel dan dunia maya. Dan itu memang benar-benar terjadi, Taehyung benar-benar menyukai Jimin.
Jimin pikir Taehyung memang serius, melihat tatapan penuh keyakinan itu dan mengingat Taehyung yang benar-benar datang mengunjungi rumahnya membawakannya satu kantong plastik apel, meski ia tidak membawa semangkanya.
Taehyung tersenyum lagi, lalu mengusak rambut Jimin. "Kau tidak perlu panik, aku hanya ingin mengatakan apa yang ingin ku katakan. Kau tidak harus menjawabnya." Taehyung meraih tangan Jimin, membawanya menjauh dari wajah Jimin dan menggenggamnya. "Kalaupun kau ingin memberikan aku jawaban, kau tidak harus menjawabnya sekarang."
Jimin hampir mati kehabisan nafas akibat senyuman super duper tampan dan menawan yang Taehyung tujukan padanya itu. Deep voice itu juga benar-benar tidak membantunya untuk bisa meraup oksigen yang cukup untuk sepasang paru-parunya di dalam sana. Darahnya berdesir, berkumpul menjadi satu di kedua pipinya bahkan sampi ke telinga.
Jimin menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Taehyung, tangannya kembali menutupi wajahnya. "Stop talking you cheesy ball." Taehyung hampir saja berteriak karena oh my god he's so fREAKING ADORABLE!
"If you don't mind, I'm your cheesy ball." Taehyung mengusap belakang kepala Jimin, ia melirik kebawah, dapat ia lihat telinga Jimin yang masih memerah.
"Yes you're my cheesy ball."
Taehyung tersenyum lebar, memperlihatkan gigi-giginya, pelukannya semakin mengerat dengan tangan kirinya yang ikut andil untuk memeluk pinggang Jimin. Membawa Jimin semakin mendekat padanya. "I know you like me. No. You love me."
Jimin membalas pelukan Taehyung, tersenyum di ceruk leher Taehyung, aroma vanilla tercium di hidungnya dan ia menyukainya. Ia suka aroma Taehyung. "And you're the same."
.
.
...what the fuck. Sorry this is lame. so bad, yeah I know.
but still, drop your thoughts guys. so review?
keichila
25 July 2015
