Naruto © Masashi Kishimoto. No material profit taken.

...

Thick Bundle

by daffodila

Twelve: Warmth

...

Nyaris sepanjang hidup, emosi yang menjadi dominan di hati Sasuke adalah benci, benci, dendam, dan dendam. Kompilasi dari perasaan-perasaan tersebut membuat hatinya dingin, hingga temperatur rendah itu berlarian ke peredaran darah di sekujur tubuhnya lantaran sudah tak tertampung. Kehangatan dalam bentuk apa pun paling-paling hanya sanggup menyentuh permukaan kulitnya saja, tak merasuk ke dalam sukma, seolah-olah pori-porinya memiliki penangkal untuk hal tersebut.

Tak pernah Sasuke duga, bahwa penangkal itu memiliki pengecualian. Dia baru menyadarinya saat cahaya-cahaya yang tak cukup untuk membuat matanya menyipit mengalir dari telapak tangan Sakura pada ujung lengannya yang hancur. Dia diam, meresapinya sejenak dengan sebelah mata yang terpejam, hingga hangatnya mulai merasuk ke dalam kulit. Darah dinginnya mengalami perubahan suhu ke atas, sampai aliran cairan berwarna merah pekat tersebut menyentuh relung hatinya.

Dan yang terjadi saat itu bukanlah yang terakhir kalinya, bukan juga hanya mampu merasuk melalui pori-porinya saja.

Emosinya yang menggigil sering kali tercegah atau terserap oleh sebuah penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengecapan. Dari cara Sakura menatap dan mengulas senyum untuknya. Dari cara Sakura membimbingnya untuk bangun atau apa pun saat gadis itu merawatnya. Dari wewangian yang menguar dari tubuh Sakura—yang Sasuke yakini bukan parfum, melainkan aroma alami. Pun dari makanan-makanan hasil tangan Sakura yang masuk ke dalam mulutnya. Semuanya hangat, hangat, dan hangat, hingga terkadang dia lupa bahwa dia pernah kedinginan sebelumnya.

Bersamaan dengan dingin yang mulai kalah, emosi negatif yang mengisi hatinya mulai sirna sedikit demi sedikit, dan memberi ruang untuk emosi lain yang lebih terpuji. Namun, sebelum ruangan itu terisi dari luar, sebuah perasaan yang tertumpuk, berdebu, menyudut, dan nyaris terlupakan lebih dulu unjuk gigi. Sasuke sadar ini bukanlah emosi baru, karena rasanya memang tak asing—begitu familier.

Dan ketika Sakura diam-diam mengecup pipinya saat dia memejamkan mata (mungkin saat itu Sakura mengira Sasuke sudah benar-benar terlelap, yang nyatanya belum), debaran jantungnya meningkat dengan pesat. Awalnya dia tak mengerti, sampai otaknya tanpa instruksi berkontemplasi. Satu hal yang dia garis bawahi adalah yang dirasakannya bukanlah hal baru, melainkan sudah ada bertahun-tahun lamanya, tetapi terkalahkan oleh perasaan negatif lainnya.

Hingga akhirnya dia memahami bahwa dia mencintai Sakura. Uchiha Sasuke mencintai Haruno Sakura.

...

a/n:

Maaf, nggak bisa balas review yang lain karena susah bales via PM dengan koneksi lemot, dan gak bisa di sini karena rasanya nggak etis kalo a/n lebih panjang daripada isi cerita. Tapi mau menanggapi mc-kyan kalo Heart of Star nggak discontinued, dan buat Ita, maaf, Full Circle harus discontinued karena udah buntu. :( dan buat yang nanyain soal fic SasuSaku traveling, saya udah tulis di Dua Pasang Sepatu yang Melangkah Beriringan. Eh, malah promosi hehe :p itu udah lama juga sih fic-nya.

Makasih udah baca sampai sini. Kalo ada kesalahan mohon bantu koreksi, ya :)

daffodila.