Chapter 12

Disclamer:

Naruto [Masashi Kishimoto]

Highschool DxD [Ichie Ishibumi]

Tokyo Ghoul [Sui Ishida]

Rate: M

Pair:Naruto x ,,,,,

-Ghoul Investigator-

Balasan Review:

DandiDandi: makasih gan, maaf jika update telat.

Namikaze Yohan396: maaf kalau update telat.

Newotouto: Maaf gan saya juga baru sadar tentang hal itu.

Firdaus minato: terimakasih sarannya gan, nanti sepertinya akan saya buat negitu.

FUCKA SASAME SAMUI: Sudah gan maaf kalau telat.

Muhsin.s: nanti pasti aka nada duel Naruto dan Kiba, kalau gak chapter denpan chapter 14.

.

.

.

.

Chapter 12

.

.

.

"Buchou aku ingin mengatakan sesuatu padamu" kata Kaneki dengan wajah serius.

"Ada apa Kaneki-kun?" tanya Rias.

"Uzumaki Naruto yang melakukan semua ini" kata Kaneki yang membuat Rias agak bingung dengan apa yang Kenki katakan.

"Apa maksudmu Kaneki-kun?"

"Pelaku dibalik semua pembunuhan ini adalah Uzumaki Naruto"

"Kau jangan mengada-ada Kaneki-kun" kata Rias yang terkihat tak percaya dengan perkataan Kaneki.

"Aku serius Buchou" kata Kaneki dengan wajah serius.

"Apakau bisa membuktikan perkataanmu Kaneki-kun?" tanya Rias.

"Untuk saat ini aku tak bisa membuktikannya, tapi percayalah Buchou jika Uzumaki Naruto pelaku dibalik semua ini" kata Kaneki.

"Sudah cukup!, aku tak ingin mendengar ada lagi yang yang mengatakan Naruto-kun seorang pembunuh tanpa ada bukti" kata Rias.

"Tapi Buc-" kata Kaneki tapi sudah dipotong oleh Rias.

"Maaf Kaneki-kun, tapi aku tidak bisa mempercayaimu tanpa ada bukti yang jelas" kata Rias yang membuat Kaneki bingung harus mengatakan apalagi untuk membuat Rias percaya.

"Tapi Buchou aku serius"

"Sudah cukup! Sebaiknya kau pergi kekelas dan tinggalkan aku sendiri, untuk saat ini aku tidak mau memikirkan hal yang tidak pasti" kata Rias yang membuat Kaneki terkejut, sepertinya meyakinkan Rias tidak semudah perkiraannya.

'Sepertinya meyakinkan Buchou sangat sulit jika hanya dengan kata-kata tanpa ada bukti, mungkin karena saat ini Buchou masih bersedih' batin Kaneki melihat kondisi Rias yang menyimpan kesedihan karena dalam waktu dekat ia sudah kehilangan dua peeragenya apalagi Rias banyak pikiran karena masalah tak kunjung selesai, Kaneki berpikir jika memberitahu Rias menganai kebenaran tentang Naruto adalah hal yang salah karena itu bisa memberi beban pikiran pada Rias karena Kaneki tahu jika Rias sangat mencintai Naruto.

"Maaf Buchou, sebaiknya kau jangan terlalu memikirkan perkataanku tadi" kata Kaneki.

"Ya, tak apa Kaneki-kun"

"Buchou aku punya permintaan" kata Kaneki.

"Apa Kaneki-kun?" tanya Rias.

"Bisakah kau mencarikan seseorang yang bisa melatihku, aku ingin menjadi kuat agar bisa melindungi semuanya" kata Kaneki yang membuat Rias tersenyum senang.

"Baiklah Keneki-kun, sepulang sekolah nanti aku akan mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa melatihmu"

.

.

.

.

.

.

'Ugh! Kepalaku sakit sekali' batin Naruto sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit, setelah dirasa rasa sakitnya sudah mendingan Naruto mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar, ternyata Naruto baru sadar kalau saat ini ia tidak berada dikamarnya melainkan berada dikamar Akira.

'Apa sebenarnya yang sudah terjadi' batin Naruto sambil mengingat-ingat apa yang terjadi pada tempo hari, setelah beberapa saat akhirnya Naruto pun mengingat semuanya.

"Sial! Tak kusangka aku bisa lepas kendali" kata Naruto, setelah itu Naruto menyibakkan selimutnya dan berjalan keluar kamar dengan langkah gontai karena Naruto merasakan tubuhnya sangat lemas seperti tanpa tenaga, mungkin karena efek dari obat yang diberikan Akira.

"DImana Akira? Apa dia sekarang di sekolah" kata Naruto sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukan puku 09.30.

Dengan langkah gontai Naruto berjalan menuju dapur berniat untuk membuat segelas kopi panas.

"Nii-san, ternyata kau sudah sadar" kata Akira yang baru keluar dari dapur dan langsung menghampiri Naruto.

"Akira"

"Nii-san bagaimana keadaanmu?" tanya Akira.

"Aku baik-baik saja, hanya saja tubuhku terasa sangat lemas bahkan untuk berjalan saja seperti tidak ada tenaga" jawab Naruto.

"Syukurlah kalau Nii-san baik-baik saja, tubuhmu lemas mungkin karena efek dari obat yang kuberikan" kata Akira.

"Akira apa kau tidak mengajar?" tanya Naruto.

"Aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini, sini biar kubantu" kata Akira sambil memopong tubuh Naruto yang lemas.

"Terima kasih Akira"

"Ayo kita makan, aku sudah menyiapkan makanan" kata Akira sambil memopong tubuh Naruto menuju ruang makan.

"Akira, maafkan aku" kata Naruto pada Akira yang masih memopong tubuhnya.

"Untuk apa?"

"Kemarin aku sudah melukaimu" kata Naruto.

"Tak usah dipikirkan, aku tak apa-apa" jawab Akira meski Naruto tau jika Akira tidak baik-baik saja karena luka yang didapat Akira cukup parah.

Setelah sampai diruang makan, Akira membantu Naruto untuk duduk dan mereka berdua langsung menyantap makanan yang sudah Akira siapkan.

"Akira, kapan tubuhku bisa pulih sepenuhnya?" tanya Naruto.

"Mungkin empat hari lagi atau mungkin seminggu" jawab Akira yang yang membuat Naruto cukup kaget, karena empat hari atau bahkan seminggu bukan waktu yang sedikit hanya untuk pemulihan.

"Lama juga ya"

"Ya begitulah, karena obat yang kuberikan memusnahkan hampir semua sel RC yang ada ditubuhmu serta obat itu juga memperlambat pertumbuhan sel RC, sehingga membutuhkan waktu lama agar tubuh Ghoul dan tubuh manusiamu bisa stabil kembali" jelas Akira dan Naruto hanya mengangguk seolah mengerti meski sebenarnya ia tak mengerti sama sekali apa yang Akira jelaskan.

Setelah mendengar penjelasan Akira yang tidak begitu ia mengerti, Naruto langsung melanjutkan acara makannya begitupun juga dengan Akira.

"Nii-san bagaimana rasanya"

"Enak sekali" kata Naruto sambil makan dengan lahap.

"Syukurlah kalau begitu"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

'Hari ini Naruto-kun tidak masuk lagi, apa yang sebenarnya terjadi aku khawatir sekali' batin Rias sambil memandang bangku kosong yang biasa ditempati Naruto.

'Apa sebaiknya nanti sepulang sekolah aku kerumahnya ya atau aku menanyakannya pada Minami mengingat dia sangat dekat dengan Naruto-kun' pikir Rias.

Setelah bel pulang berbunyi Rias langsung menuju bangku yang ditempati Minami.

"Minami, aku ingin menanyakan sesuatu" kata Rias pada Minami yang masih merapikan alat tulisnya.

"Memangnya apa?"

"Aku ingin menanyakan padamu bagaimana keadaan Naruto-kun?" tanya Rias dan Minami yang mendengar pertanyaan itu tiba-tiba muncul ide jail untuk mengerjai gadis berambut merah bernama lengkap Rias Gremory itu.

'Mungkin aku akan sedikit mengerjainya' batin Minami.

Setelah itu Minami memasang wajah sedih meski hanya pura-pura, Rias yang melihat wajah sedih Minami menjadi bingung.

"Ada apa Minami?" tanya Rias tapi Minami hanya diam saja.

"Naruto-kun" kata Minami sambil menambah kesedihan diwajahnya dan hal itupun membuat Rias menjadi khawatir.

"Ada apa Minami, apa yang terjadi pada Naruto-kun?" tanya Rias dengan raut khawatir diwajahnya.

"Naruto-kun, saat ini ia sedang sakit parah bahkan ia belum sadar sampai saat ini hiks!hiks!" kata Minami sambil pura-pura menangis dan Rias yang mendengar itu menjadi sangat khawatir.

"A-apa kau serius Minami" kata Rias memastikan kebenaran dari apa yang Minami katakana.

"Tentu saja aku serius" kata Minami dengan wajah serius meski sebenarnya yang ia katakana mengenai keadaan Naruto hanya kebohongan semata.

Minami yang melihat raut khawatir diwajah Rias hanya bisa menahan tawa, pasalnya ia tak menyangka jika Rias percaya begitu saja dengan apa yang ia katakana.

Sementara itu ditempat orang yang sedang dibicarakan yaitu Naruto.

Saat ini Naruto sedang tiduran dikamarnya sambil bermain sebuah game yang ada dihandphonenya.

Hachin!

Tiba-tiba Naruto bersin saat ia merasakan sedang dibicarakan oleh seseorang.

"Sepertinya ada yang sedang membicarakan ketampananku" kata Naruto percaya diri.

"Akh! Sial aku kalah lagi" kata Naruto saat layar handphonenya kembali memunculkan tulisan 'Game Over'.

Kembali ke Minami dan Rias.

"Minami jika benar apa yang kau katakan, apa kau bisa mengantarku untuk menjenguk Naruto-kun"

"Maaf Rias, tapi saat ini Naruto-kun tidak bisa diganggu"

"Kalau tidak ada lagi yang mau kau tanyakan aku pergi dulu" kata Minami sambil berjalan meninggalkan kelas.

"Tak kusangka dia benar-benar percaya dengan apa yang kukatakan" kata Minami setelah keluar kelas.

"Oh ya bagaimana ya keadaan Naruto-kun sekarang, kata Akira-sensei, Naruto-kun sudah baik-baik saja, sebaiknya aku kesana saja"

.

.

.

.

SKIPE TIME

Dua hari kemudian.

.

.

.

.

"Bagimana ya keadaan Naruto-kun sekarang, aku jadi khawatir, sudah hampir seminggu Naruto-kun tidak masuk sekolah" gumam Rias yang saat ini sedang tidur dikamarnya sambil memeluk bantal kesayangannya.

Semenjak mendegar dari Minami tentang keadaan Naruto yang sedang sakit parah, Rias menjadi sangat khawatir dan terus memikirkan keaadaan Naruto, sudah dua malam Rias jarang tidur hanya karena memikirkan Naruto.

"Rias, kau tidak bisa tidur lagi" kata Akeno yang baru saja masuk kekamar Rias, saat ini Akeno sedang menginap diruang klub bersama Rias, karena permintaan Rias sendiri agar Akeno tidur bersamanya.

"Ya begitulah Akeno, kau juga tak bisa tidur"

"Memangnya apa yang membuatmu tidak bisa tidur?" tanya Akeno sambil duduk ditepi ranjang.

"Aku kepikiran tentang keadaan Naruto-kun" jawab Rias.

"Memangnya dia kenapa?"

"Dua hari yang lalu Minami mengatakan jika Naruto-kun sedang sakit parah, karena itulah aku sangat khawatir tentang keadaan Naruto-kun saat ini, sebenarnya aku ingin melihat keadaannya tapi Minami bilang jika Naruto-kun tidak bisa diganggu"

"Begitu ya, tapi kenapa kau tidak melihat keadaanya, siapa tau Minami hanya membohongimu karena kulihat Minami juga sangat mencintai Naruto, mungkin Minami membohongimu agar kau tidak datang kerumah Naruto" kata Akeno dan tepat sekali apa yang Akeno katakan mengenai kebohongan yang Minami buat.

"Kau benar juga Akeno, besok apa kau mau menemaniku kerumah Naruto-kun" kata Rias yang dijawab anggukan oleh Akeno.

"Tentu saja" kata Akeno sambil mengangguk.

"Ngomong-ngomong bagaimana ya keadaan Kaneki-kun sekarang" kata Akeno karena saat ini Kaneki sedang menjalani pelatihan dengan saudara Rias yang bernama Sairaorg.

"Tenang saja Akeno, ia akan baik-baik saja mungkin saat ini Kaneki-kun sedang beristirahat" kata Rias.

"Kita juga harus sering berlatih, saat Kaneki-kun sudah kembali ia akan menjadi semakin kuat, kita harus menjadi kuat juga"

"Kau benar Akeno, kita juga harus menjadi kuat" kata Rias dengan tekad kuat terlihat diwajahnya.

"Sekarang sudah malam, sebaiknya kita segera tidur, mau kutemani"

"Boleh"

.

.

.

.

.

.

"Nii-san, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Akira pada Naruto yang saat ini sedang tiduran dikamarnya.

"Aku baik-baik saja Akira, hanya saja tenagaku belumpulih sepenuhnya" jawab Naruto dengan nada suara yang terdengar lemah seperti orang sedang sakit.

"Begitu ya, kalau begitu Nii-san istirahat saja dan jangan banyak beraktivitas, aku akan berangkat kesekolah" kata Akira sambil keluar kamar dan menutup pintu kamar Naruto secara perlahan.

Beberapa saat setelah Akira pergi, Naruto bangun dari tidurnya dan melihat keluar jendela kamarnya dan disana Naruto melihat Akira yang sudah pergi jauh.

"YOSHAAA!" teriak Naruto yang tiba-tiba bersemangat.

"Waktunya menikmati liburan" kata Naruto sambil pergi menuju dapur untuk mengambil secangkir kopi dan beberapa cemilan.

Sebenarnya kondisi tubuh Naruto sudah pulih sepenuhnya hanya saja karena Akira mengatakan jika tubuh Naruto akan pulih dalam waktu satu minggu, akhirnya Naruto mengunakan alasan itu dan Naruto berpura-pura belum sembuh agar Akira maupun Minami tidak memaksanya untuk pergi sekolah.

Beberapa saat kemudian Naruto kembali kekamarnya dengan membawa secangkir kopi dan beberapa cemilan ditangannya, setelah menaruh kopi dan cemilannya Naruto langsung membuka laptopnya dan membuka sebuah game yang akan ia mainkan untuk menikmati liburannya.

Setelah itu Naruto mulai memainkan gamenya sambil sesekali meminum kopi dan memakan cemilannya, hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.00.

"Sudah jam tiga, sebentar lagi Akira pulang, sebaiknya aku harus segera membersihkan semua ini" kata Naruto sambil mematikan laptopnya dan membersihkan bungkus-bungkus cemilan yang sudah ia habiskan.

"Kenapa liburanku terasa cepat sekali" kata Naruto sambil membersihkan bungkus-bungkus cemilan.

Setelah dirasa semua sudah bersih dan tak meninggalkan jejak apapun Naruto kembali mengambil posisi tidur dan tanpa membutuhkan waktu lama Naruto sudah menuju alam mimpnya.

Tapi beberapa saat kemudian tidur Naruto harus terganggu karena seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.

TOK!

TOK!

TOK!

Dan dengan terpaksa Naruto bangkit dari tidurnya dan keluar untuk membukakan pintu.

KLEK!

Setelah membukakan pintu Naruto dapat melihat dua gadis yang sedang berdiri didepan rumahnya.

"Rias, Akeno ada apa kalian kemari? Kalian menggangu tidurku" tanya Naruto pada kedua gadis didepannya dengan wajah mengantuk, padahal yang ia lakukan hari ini hanya tidur dan main game saja.

"Maaf mengganggumu Naruto-kun, kami hanya ingin mengetahui keadaanmu" kata Rias.

"Bagitu ya, kalau begitu kalian masuk dulu" kata Naruto sambil masuk dan duduk disofa diikuti dengan Rias dan Akeno yang duduk disofa berhadapan dengan Naruto.

"Naruto-kun bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Rias memulai pembicaraan.

"Aku baik-baik saja" jawab Naruto.

"Tapi kata Minami" kata Rias.

"Memangnya apa yang Minami katakan?" tanya Naruto dan Rias langsung menceritakan apa yang Minami katakana padanya mengenai keadaan Naruto.

"Ya, aku memang sedang sakit tapi tak separah yang Minami katakan" kata Naruto yang membuat Rias lega sekaligus kesal, kesal karena ia telah dibohongi Minami dan lega karena orang yang dicintainya baik-baik saja.

"Syukurlah kalau begitu, aku khawatir jika apa yang dikatakan Minami memang benar terjadi" kata Rias.

"Tapi Naruto-kun kenapa beberapa hari ini kamu tidak masuk sekolah?" tanya Rias.

"Aku hanya sedang malas saja"

"Tapi kapan kamu akan masuk sekolah lagi?" tanya Rias.

"Kalau tidak besok dua hari lagi" jawab Naruto.

Setelah itu suasana menjadi kembali canggung tak ada satupun yang memulai pembicaraan.

"Naruto-kun, kalau brgitu kami pamit dulu" kata Rias memilih untuk berpamitan karena tak tahan dengan suasana canggung saat ini.

"Ya, terima kasih sudah mengkhawatirkan ku" kata Naruto.

"Kalau bagitu kami pergi Naruto-kun, jaa ne" kata Rias sambil melampailkan tangan pelan sebelum meninggalkan rumah Naruto.

"Sebaiknya aku kembali tidur lagi" kata Naruto sambil berjalan menuju kamarnya.

"Mungkin besok aku akan pura-pura sakit lagi agar Akira tak menyuruhku sekolah" kata Naruto sambil naik keatas ranjang, tapi Naruto tidak sadar jika perkataannya tadi didengar oleh seseorang.

"Oh,,, jadi begituya, jadi Nii-san hanya pura-pura sakit agar aku tidak menyuruhmu sekolah" kata Akira yang tiba-tiba saja sudah masuk kedalam kamar Naruto.

"A-akira" kata Naruto terkejut saat mengetahui Akira sudah berada dikamarnya.

"Akira, sejak kapan kau datang" kata Naruto masih dengan wajah terkejut.

"Sejak Nii-san bilang 'Mungkin besok aku akan pura-pura sakit lagi agar Akira tak menyuruhku sekolah'" kata Akira.

"Kalau begitu Nii-san besok harus pergi kesekolah" kata Akira.

"Tapi Akir-" kata Naruto tapi langsung dipotong oleh Akira.

"Taka da tapi-tapian, dan satu lagi saat jam mengajarku, Nii-san tidak boleh tidur dikelas lagi" kata Akira yang membuat Naruto semakin terkejut.

"Tapi itu penyiksaan namanya"

"Sudahlah jangan mengeluh terus, ini sebagai hukuman karena Nii-san sudah berbohong"

.

.

.

.

.

.

Skipe Time.

.

.

..

.

Saat ini Naruto sedang menuju Kuoh Academy karena paksaan dari Akira, dengan malas Naruto melangkahkan kakinya menuju Academy.

"Sudahlah nikmati saja Naruto-kun" kata Minami yang ada disamping Naruto.

"Aku tak akan bisa menikmati ini, apalagi Akira melarangku untuk tidur saat pelajarannya"

"Memang itulah yang harus dilakukan Naruto-kun"

"Hah, kau dan Akira saja, aku jadi bingung kenapa kau dan Akira memaksaku pergi sekolah"

Sesampainya disekolah Naruto dan Akira harus dikagetkan saat seseorang tiba-tiba berteriak dan langsung memeluk Naruto dari belakang.

"NARUTO-KUN!" teriak seseorang sambil memeluk tubuh Naruto dari belakang.

GREP!

Minami terlihat sangat kesal saat melihat siapa yang memeluk Naruto.

"Naruto-kun aku senang sekali kamu masuk sekolah lagi" kata seseorang yang memeluk tubuh Naruto yang ternyata adalah Rias Gremory.

"Rias lepaskan" kata Naruto sambil melepaskan pelukan Rias.

"Maaf Naruto-kun, aku hanya terlalu senang karena kamu mauk sekolah lagi" kata Rias sambil melepas pelukannya, sementara Minami hanya memandang tak suka kepada Rias dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Minami langsung masuk kedalam kelas.

"Oh ya Naruto-kun, sepulang sekolah nanti bisakah kita bertemu aku ingin mengatakan sesuatu" kata Rias.

"Memangnya apa, kenapa tidak kau katakana disini saja" kata Naruto yang dijawab gelengan oleh rias tanda tidak setuju.

"Tidak bisa Naruto-kun, nanti sepulang sekolah saja, oke" kata Rias.

"Baiklah" kata Naruto setuju.

.

.

.

.

. Skipe Time sepulang sekolah

.

.

.

.

Setelah mendengar bel pulang berbunyi, Rias langsung menuju kebangku Naruto.

"Naruto-kun, ayo kita keatap sekolah" kata Rias dan tanpa menunggu jawaban dari Naruto, Rias langsung menarik Naruto dan mengajaknya keatap sekolah.

Minami yang kebingungan saat melihat Naruto dan Rias tiba-tiba pergi memilih untuk mengikuti.

Diatap Sekolah.

"Rias memangya apa yang ingin kau katakana"

"Naruto-kun" kata Rias sambil menggenggam kedua tangan Naruto.

"Naruto-kun aku sangat mencintaimu, maukah kamu menjadi kekasihku"

TBC

Yo! Saya kembali lagi, maaf jika update telat saya minta saran dan pendapat dari reader, atau mungkin jika ada punya ide untuk kedepannya bisa disampaikan, maaf jika chapter ini masih tidak terlalu panjang mungkin kedepannya akan saya tambah lagi word nya.

Sampai jumpa dichapter berikutnya,,,,,