Chapter 12… Selamat menikmati… *lambai-lambai miss universe*
Disclamer : Kubo Tite-sensei
dan... Pengarang Hunter X hunter.. Saya meminjam Kurapika sebentar XD
Mission
-CHNR Side Story-
-Chapter 12-
Hari ini hari Sabtu. Sekolah mereka hari Sabtu hanya menyediakan kegiatan eskul saja. Beberapa siswa meminta les pada guru mata pelajaran masing-masing pada hari itu. Hitsugaya terbangun dari tidurnya pada saat jam menunjukan pukul 8 pagi. "Ukhh… Sudah jam segini? Jarang-jarang aku tidur selama ini… Fuah…" Ucapnya sambil menguap.
Hitsugaya pergi ke dapur dengan pakaian tidurnya yang berupa kaos putih tanpa lengan dan boxer biru. Sesampai di dapur, dia mengambil sekotak susu sapi putih dan menuangkannya di gelas. Dia melihat memperhatikan keadaan sekitar. Dia mulai berpikir, "Kusaka kemana? Apakah dia ada les?".
Hitsugaya pergi ke ruang tengah dan duduk di sofa yang biasa ia tempati bersama Kusaka. Dia menyalakan TV yang saat itu sedang menayangkan ‚Penguin Madagascar'. Tatapannya dingin bagaikan es saat menonton acara TV itu. Sambil meminum susu, dia mendengar bunyi Hape menandakan adanya SMS. Hitsugaya pergi ke kamarnya dan melihat kalau sms itu berisi...
„Hitsu... Hr ini qt lthn drama d rmh Yanda. Jam 10 kmpul d skul! Ok? (Ps. Yg tlt... BLIIN NASI UDUK DPN SKUL U/ 7 ORG!)" Bahasa SMS Ceritanya XD
Keadaan hening sejenak. Jam 10? 2 jam kurang untuk bersiap-siap? Hitsugaya memasang tatapan tajamnya, „Ok kalau mau kalian begitu... Guwe... GUWE GAK BAKALAN TELAT! HAHAHAHAHAHA!" Tawa Mayuri versi Hitsugaya (Tunggu! Kenapa Hitsugaya ketularan ketawa Mayuri?).
~Rumah Ichigo~
Ichigo melihat kamar Ran dimana Rukia tidur. Jam menunjukan pukul 8 lebih dan Rukia belum bangun. Ichigo masuk dan membenarkan selimut yang dikenakan Rukia. „Hh... Nih orang kenapa belum bangun ya? Mentang-mentang sekarang libur... Memang, apa yang dia lakukan semalam?"
Ichigo menoleh ke lemari sebelah kasur Rukia dan melihat laptop Byakuya yang masih di stand by(Mengapa Ichigo tahu itu laptop Byakuya? Karena stiker belakang layarnya aja foto Byakuya duaan ama Hisana). Dia melihat modem yang dipasang disebelah laptopnya masih nyala. Ichigo memencet tombol nyala dan masuklah dia ke halaman windows.
„Hm? 2 program running? Wah... Harus dimatikan dulu nih supaya gak hilang data-datanya!" Ujar Ichigo.
Ichigo mengklik user name ‚Byakuya Kuchiki' itu dan munculah sebuah kotak dimana dia harus memasukan password. „Password?"
Saat melihat kata kuncinya, tertera: ‚Ich Liebe dich'
„Ich Liebe dich? Tunggu... Tunggu... Asa pernah denger... Dimana ya? Aduh... Kok bisa lupa ya..." Pusing Ichigo.
Setelah 15 menit mondar-mandir, garuk-garuk kepala, guling-guling di lantai, bertapa, hingga manggut-manggut janggot, akhirnya Ichigo ingat.
"AKH! Aku tahu! Artinya 'AKU SUKA KAMU!' Berarti... Passwordnya adalah..."
H-I-S-A-N-A
Dengan kerja kerasnya, Ichigo berhasil memasukan passwordnya dengan benar. „YEAH!"
Dia melihat program modem dan firefox masih menyala. Pertama, dia exit dahulu program firefox. Gak sengaja, program itu ke maximize dan terlihat isinya kalau Rukia sedang buka FB. Notificationnya banyak sekali. Ichigo penasaran dan membukanya.
‚Matsumoto Rangiku, Abarai Renji, Laviran Nightray, dan 18 teman lainnya mengomentari foto anda'
'Matsumoto Rangiku, Abarai Renji, Laviran Nightray, dan 17 teman lainnya menyukai foto anda'
Ichigo mengangkat alisnya, "Hah? Ini kan friendlist guwe semua? Kok guwe gak tahu ya ada foto yang di tag? Emang foto apa sih?"
Ichigo mengklik page itu dan yang muncul ternyata...
*Foto Ichigo pas gendong Hitsugaya*
Diambil dengan menggunakan kamera Hape saya (DIAM-DIAM gitu loh...) Kaki Hitsugaya-taichou keseleo, jadi sakit apabila digerakan. Ichigo menggendongnya untuk membantu dia pulang. So Siin... (So sweet)
Dalam foto ini: Kuchiki Byakuya (foto|Hapus tanda), Abarai Renji (foto|Hapus tanda), Ichimaru Gin (foto|Hapus tanda), Matsumoto Rangiku 3 (foto|Hapus tanda), Laviran Nightray (foto|Hapus tanda), Archerzz (foto|Hapus tanda), Kusaka Soujirou (foto|Hapus tanda), Ukitake Juushirou (foto|Hapus tanda), Urahara Kisuke (foto|Hapus tanda), Kuchiki Rukia (foto|Hapus tanda), Kyouraku Shunsui (foto|Hapus tanda), Hikari (foto|Hapus tanda), Dryll (foto|Hapus tanda), Ethra (foto|Hapus tanda), Roxas (foto|Hapus tanda), Kurapika (foto|Hapus tanda), Natsume Hyuuga (foto|Hapus tanda), Hisagi Shuhei (foto|Hapus tanda), Kira Iduru (foto|Hapus tanda), Ishida Uryuu (foto|Hapus tanda), Inoue Orihime (foto|Hapus tanda), Yasutora Sado (foto|Hapus tanda), Grimmjow Jeagerjaques (foto|Hapus tanda), Ulquiorra Cifer (foto|Hapus tanda)
Ditambahkan 16 jam yang lalu . Komentari . Tidak suka
Anda, dan 20 teman lainnya menyukai foto ini
Tampilkan komentar 50 dari 57 komentar
Kusaka Soujirou
Lho? O_o ini pas kapan? Saya tidak lihat... Ya sudah, thank`s dah di tag! Hehehe...
11 Jam yang lalu Suka Hapus
Ichimaru Gin
Wah... Hitsugaya... Kurosaki Ichigo... Saya dukung kelanjutannya!
11 Jam yang lalu Suka Hapus
Archerzz
Ini... Ichigo ama Hitsugaya? Wah? Kenapa si Hitsugaya digendong? Ini bukan cendol kan fotonya? *lempar bata*
11 Jam yang lalu Suka Hapus
Ukitake Juushirou
Oh… Hitsugaya-taichou… Jangan bermanjaan di dunia sana… Kasihan Ichigo-kun nya… Rukia, nice photo!
11 Jam yang lalu Suka Hapus
Laviran Nightray
Thank`s dah ditag! Mantep banget gan! *ngacungin jempol*
Ini foto tadi nya? Alus pisan gan! Muantap!
Like This weh! Guwe tunggu foto selanjutnya nya! XD
10 Jam yang lalu Suka Hapus
Abarai Renji
Rukia! Kau berbakat menjadi photographer! Like this nih foto! Kita intip perkembangannya! Hahaha =))
9 Jam yang lalu Suka Hapus
Matsumoto Rangiku
Kyaa… Taichou! Kenapa kau asik-asikkan di living world? Tidak mengajak saya? Anda kejam~
Kuchiki-chan! Ditunggu yang lebih 'hot'nya! Oche? Hehehe XD
2 Jam yang lalu Suka Hapus
Tuliskan komentar... Kirim
3..
2..
1...
"GYAA! INI FOTO KAPAN?" Teriak Ichigo.
Rukia terbangun dari tidurnya dan kaget. „Gyaaa! Ichigo! Loe apain FB guwe?"
Ichigo ngambek, "Guwe yang harusnya nanya… KENAPA NIH FOTO BISA ADA DI LOE!"
"EH! JAMAN SEKARANG TUH MODEREN! PAKE HAPE DIFOTO LANGSUNG APA SUSAHNYA? LALU KIRIM PAKE BLUTUT!"
"YA GUWE NANYA… LOE KOK BISA DAPET NIH FOTO?"
"GUWE FOTO DARI BALIK SELA-SELA TANGANKU!"
„TAPI... KENAPA HARUS DI..."
Sebelum melanjutkan, Ichigo dan Rukia kaget dengan suara bel yang berbunyi.
„Hah? Tamu?" Heran Ichigo.
Ichigo pergi membuka pintu ruang tamunya. Rukia yang ditinggal sendiri di kamar, langsung mengeluarkan FB nya dan mematikan laptop. Dari tasnya, dikeluarkanlah sebuah alat. „Kalau Ichigo masih ingat foto tadi... Guwe pake ini supaya modar!... Eh... Maksudnya lupa..."
Ichigo membuka pintu dan kaget kalau yang mengetuk pintunya ternyata Hitsugaya. „Oh? Toushirou? Ada apa? Mau kemana kau sudah berpakaian seperti itu?"
Ya, Pakaian Hitsugaya saat itu berupa kaos biru dengan jaket hitam dan mengenakan celana pendek selutut berwarna krem dan sepatu kets tanpa kaos kaki. Pakaian seperti itu bukanlah pakaian untuk diam di rumah. Hitsugaya menjawab, „Aku mau latihan drama dulu... Jadi, aku mau bilang ke kamu. Takut ada yang nyariin pas aku pergi!"
Ichigo hanya melongo dan diam tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Hitsugaya heran, „Oi, Kurosaki! Kamu kenapa? Yahoo... Daripada bengong... Mending makan permen GOLIA ini!"
Setelah disuapi permen Golia oleh Hitsugaya, Ichigo sadar. „GYAA! Kenapa tiba-tiba panas gini lidah guwe? Gyaaa!"
Hitsugaya sweatdrop, "Bukan panas! Hangat tahu ke badan tuh!"
Ok… Kembali ke cerita!
Ichigo bertanya pada Hitsugaya, "Ai kakimu udah gak apa?" dengan logat sundanya.
"Hm? Gak apa kok… Sudah diperban ama ditolong Abarai kemarin. Jadi sudah mendingan!" Jawab Hitsugaya dingin.
"Ooohhh… Ai Kamu sendiri ke tempat ngumpulnya?"
Hitsugaya mengangguk, "Ya… Aku naik angkot aja. Mumpung ngumpulnya di sekolah..."
Ichigo mendesah, dia melihat jam dinding di belakangnya, „Jam 9.20. Ngumpulnya jam 10 kan?"
Hitsugaya mengangkat alisnya, „Hah? Darimana kau tahu?"
Ichigo tersenyum, „Ya tahulah... Biasanya tuh kalau janjian acara kaya gitu pasti jam 10. Udah aku anterin kau sampai sekolah! Menuju sekolah kalau naik angkot tuh setengah jam lebih. Kamu gakkan sempat datang tepat waktu, belum ngetime ama macet. Ok? Tunggu ya, aku ambil kunci motor dulu!"
Hitsugaya bengong dengan apa yang dia lihat di depannya. Tahu bakal ngerepotin orang mah, dia gakkan bakalan bilang mau pergi pada Ichigo. Sekitar 5 menit kemudian, Ichigo datang dengan pakaian yang lebih enak dilihat (Sebelumnya Cuma memakai kaos dan celana tidur pendek serta rambut berantakan baru bangun tidur). Pakaiannya sih biasa saja, jaket coklat, celana panjang, dan sandal hotel. Di tangan kanannya dipegang kunci motor yang di gabung dengan kunci apartemen dan memegang helm. Ichigo menoleh ke belakang, „Oi, Rukia! Guwe pergi bentar ya! Mau nganterin Toushirou ke sekolah dulu sekalian beli sarapan. Kamu mau makan apa? Nasi kuning? Nasi uduk? Nasi timbel? Nasi bakar? Nasi gudeg? Bubur? Atau lontong kari? "
Rukia menjawab, „Guwe pengen lontong kari!"
Setelah ada jawaban dari Rukia, Ichigo menutup pintu apartemennya yang sudah terkunci otomatis. „OK! Guwe beliin!"
Ichigo memandang Hitsugaya, „Ok, ayo Toushirou... Ayo pergi! Nanti kau telat!" Senyum Ichigo sambil memakai kacamatanya.
Hitsugaya mengangguk dan mengikuti Ichigo dari belakang, "I… Iya…"
Selama di koridor, keadaan hening. Hitsugaya memutuskan untuk mengajak ngobrol Ichigo, "Ku… Kurosaki… Apa saya tidak merepotkan anda?"
Ichigo tertawa, "Haha… Merepotkan? Sama sekali tidak kok! Kebetulan, saya mau ke daerah rumah Ran. Disana banyak yang jual makanan enak! Sekalian cari buat sarapan!"
Hitsugaya sweatdrop dan menghela napas, "Fiuh… Syukurlah…"
"Hah? Kau bilang apa?" Heran Ichigo.
Hitsugaya menggelengkan kepalanya, „Eng... Nggak kok... Gak bilang apa-apa... Hohohoho!"
Ichigo mengangkat alisnya sebelah dan ikut tertawa GaJe. „Hahaha... Terserah kau deh... Hahaha..."
Setelah sampai di parkiran motor, Ichigo mengeluarkan motornya dibantu dengan penjaga parkir (hanya sekedar mengingatkan... motor Ichigo itu motor gede. Hehehe XD). Setelah dinyalakan mesinnya dan sudah pas untuk jalan, Ichigo menyuruh Hitsugaya naik dibelakangnya. „Ayo Toushirou! Jangan bengong aja! Nanti kesurupan lho!"
Hitsugaya kesal karena dijahilin, naik ke motor bagian belakang Ichigo dengan kesal. „Hitsugaya-taichou, BAKA!"
Ichigo hanya tertawa dan menjalankan motornya menuju sekolah. Mereka tidak sadar kalau ada seseorang yang bersembunyi dengan kameranya. „Kukukukuku..."
Selama di perjalanan, Ichigo lumayan ngebut mengendarai motornya. You know? Sisa waktu mereka hanya 10 menit lagi. Bener kata Ichigo, di jalan begitu macet sehingga padat merayap. Untung motor, jadi bisa nyelip-nyelip (tapi, walau nyelap-nyelip... Tetep aja kalau kena macet banget, ya motor kagak bisa nyelip). Jarak sudah hampir mencapai 2 km lagi menuju sekolah. Setelah melewati perempatan sebanyak 3 kali, di perempatan ke empat mereka belok.
Akhirnya, sampailah mereka di sekolah. Semua orang yang ada disitu melihat Ichigo dan Hitsugaya. Temen-temen kelompok Hitsugaya mendekatinya.
„Yo Hitsugaya! Kau hampir saja telat! Hahaha..." Tawa Fajar.
„Wahaha... Padahal kita bisa dapet makan gratis nih kalau kau telat!" Tawa Givari.
„Oh ya, mumpung semua sudah ngumpul... Ayo kita ke rumah Yanda!" Ajak Setya.
„Bentar! Bukannya si Yakub belum datang?" Heran Hitsugaya.
Keadaan hening sejenak dan sadarlah mereka, „OH YA! Asiik... Si Yakub bakal traktir kita! Hahaha..." Tawa semua anggota (kec. Hitsugaya)
Ichigo tersenyum dan menyalakan motornya lagi, „Ya sudah... Toushirou... Aku pulang lagi ya. Kasian Rukia sudah menunggu sarapannya. Bisa-bisa dia mati kelaperan! Nanti kalau sudah pulang, calling aja! Aku jemput kau di sana. OK?"
Hitsugaya tersenyum sambil memegang helmnya (helmnya dibawa Hitsugaya karena dia bakal nebeng ke motor Setya).
„Ya... Makasih udah dianterin!" Senyum Hitsugaya (yang disana langsung pada pingsan melihat Hitsugaya senyum).
Ichigo mengangguk, „A... Sama-sama! Hati-hati! Teman-teman Toushirou... Saya titip adik saya ya!"
"Tenang saja! Hitsugaya bakal tetap aman bersama kami mah!" Ucap semua.
Ichigo tersenyum dan tancap gas pergi dari tempat itu. Semua memperhatikan perginya Ichigo. Setya berbisik pada Hitsugaya, „Oi, kakak loe stylenya dah bagus... Tapi... Kenapa sandalnya harus sandal hotel?"
Hitsugaya menggelengkan kepalanya, „Meneketehehe!"
Beberapa detik kemudian, Hitsugaya dan yang lain sweatdrop gara-gara Ichigo berhenti untuk membeli nasi uduk, lontong kari, dan nasi kuning depan gerbang kedua sekolahnya. Jaraknya kurang dari 50 meter dari tempat berdiri Hitsugaya.
Semua berkomentar, „Style nya sih bagus... Tapi kenapa harus make sandal hotel dan beli nasi uduk?"
(Ran: OI! Nasi uduk tuh enak!) dilempar readers gara-gara ngikut nimbrung.
Setelah kembali dari mengantarkan Hitsugaya, Ichigo dikagetkan dengan adegan Rukia saat Rukia mengucapkan… "Ichigo~ La… Par…" sambil mengacungkan bendera putih.
Ichigo panik dan memindahkan lontong kari pesanan Rukia pada suatu mangkok. Setelah memakan sesuap, Rukia terbangun dan menghabiskan lontong kari itu. Ichigo sweatdrop melihat tingkah laku sahabatnya itu. Sebelumnya, 2 bungkus nasi kuning yang tadi ia beli sudah diberikan pada Byakuya dan Renji yang ikut nitip beli sarapan. Ichigo tidak membeli makanan itu di dekat rumah Ran karena saat liat pengukur bensinnya, bensin motornya sudah sekarat. Jadi, dia beli di depan sekolah yang gak kalah enaknya. Ichigo memindahkan nasi uduknya pada sebuah piring dan dia membawa piring itu duduk bersamanya sambil menonton film dorama, 'Nodame Cantabille'.
Rukia ikut ngiler melihat nasi uduk Ichigo yang berisi nasi uduk (namanya aja nasi uduk XD), telor rebus, abon sapi, sambel, bawang goreng, de el el (authornya aja sampai ngiler pas nulis ini... Pengen~). Ichigo melihat Rukia dengan tatapan sinis dan mengambil sendok bekas Rukia makan tadi.
„Nih, guwe kasih sesuap!" Ucap Ichigo.
Ichigo menyuapi sesendok nasi uduk lengkapnya itu. Dengan berbinar-binar, Rukia makan nasi itu dan setelah memakannya, „AH~ Enak sekali... Nasi uduk memang top deh!"
Ichigo tertawa. Tetapi, beberapa saat kemudian, muncul sinyal hollow. "HOLLOW! HOLLOW!"
Ichigo dan Rukia menoleh pada badge Shinigami Ichigo. "Hollow kah? Atau…"
Rukia melihat layar Hapenya dan menjawab, "I… Ini… Unknown Object!"
Ichigo dan Rukia tidak mau tinggal diam. Mereka langsung mengeluarkan pil gikogannya dari saku mereka. GLUK...
Setelah keluar dari gigai (untuk Ichigo... Keluar dari tubuhnya), mereka keluar lewat beranda dan bertemu Byakuya serta Renji yang tinggal diatas kamar Ichigo. „Byakuya! Renji! Kalian pergi juga?"
„Bocah mesum ini manggil saya dengan nama saja?" Kesel nurani Byakuya.
Renji mengangguk, „A~! Oh ya, jarak dari sini ke tempat hollow berapa KM?"
„Dekat! Sekitar 1,5 Km ke arah utara!" Jawab Rukia.
Ichigo berseru, „OK! Ayo kita kesana!"
~Di tempat Hitsugaya~
Ting... Tong...
"Ih… Kemana si Yanda teh? Katanya disuruh kerja kelompoknya di rumahnya? Kenapa pas di bel, dianya teu ngabuka pintu?" Kesel Setya.
„Lagi di kamar mandi kali..." Jawab Yakub dengan tangan kanan kirinya membawa kantong plastik berisi nasi uduk.
Givari memperhatikan Hitsugaya yang berdiri disampingnya. „Hitsugaya? Kenapa kau murung? Apa kau sakit?"
Hitsugaya sadar, „Ah? Gak kok... Gak ada apa-apa... Saya hanya melihat langit! Hari ini mendung ya?"
Givari senyum, „Jelas mendung! Orang gak panas. Haha!"
Hitsugaya ikut ketawa gaje, „Haha..."
Setelah tertawa itu, gerbang dibuka dan mereka memasukan motor mereka masing-masing. Yanda memandu mereka masuk ke rumahnya.
„Ok... Semua sudah kumpul! Sekarang... Kita tentuin pemerannya!" Ucap Yanda sebagai ketua kelompok.
Semua sweatdrop dan meneguk ludahnya masing-masing. GLUK…
Ok… Pemerannya di berikan dalam list berikut. TIDAK ADA PROTES!
Pemeran...
1 . Raja : Setya
2 . Putri : Hitsugaya
3 . Penyihir : Fajar
… (SKIP (coz, authornya lupa pemeran dalam kelompok Yanda siapa saja) == )
Hitsugaya terdiam melihat namanya terpampang di nomor kedua. Dia mikir, "APA ITU? NAMA GUWE DI NOMOR DUA?"
Yanda tersenyum, "Jangan ada yang protes untuk pemeran raja dan putrinya ya… Salah sendiri, anggota kita cowok semua… Hohoho… OK! Naskah sudah dibagi! Sekarang diskusiin property, pakaian, dan latihan! OK! Kita mulai!"
Semua tertawa dan mengeluarkan ide mereka kecuali Hitsugaya, "Guwe cincang baru tahu rasa!"
~Kembali ke tempat Ichigo~
"HORYA!" Teriak Renji.
Huge hollow di depannya menghilang dan berubah menjadi manusia yang diparasitnya. Rukia memasukan sempel darah manusia tersebut pada sebuah tabung untuk dikirim ke Mayuri supaya bisa diteliti. Setelah itu, Rukia berdiri, „Ok... Tampaknya sudah tidak ada Unknown Object lagi... Ayo! Kita pulang! Hari ini cukup banyak Unknown Object yang muncul! Mari beristirahat!"
Semua mengangguk dan bersunpo menuju apartemen. Mereka tidak sadar akan seseorang yang mengintai mereka dari balik pepohonan.
Sesampai di apartemen, Ichigo masuk ke tubuhnya dan melanjutkan makan nasi uduknya. Tapi dia kaget, piring nya sudah kinclong dan bersih dari yang namanya nasi uduk (tanpa tersisa sebutir nasi pun!). Ichigo kesal dan berteriak, "SIAPA YANG MAKAN SARAPAN GUWE!"
Tiba-tiba ada suara dari belakangnya, "Guwe~"
Ichigo menoleh ke belakang dan kaget melihat Kusaka sudah duduk dengan icon roh-roh dan garis-garis suram sebagai backgroundnya di ujung ruangan. "GYA! Kau kenapa?"
Kusaka mendesah dan mengeluarkan kekesalannya, "Kalian mah kejam… Kenapa kalian tidak bilang-bilang beli nasi uduk? Kenapa kalian gak bilang ada Unknown Object? Dan yang terpenting... KENAPA KALIAN GAK BILANG HITSUGAYA PERGI?"
Semua sweatdrop. Dalam hatinya bergumam, „Bukannya kalau kita ganggu loe pas les, kita dapet bogeman dari dirimu?"
Ichigo kesal, pergi ke kamar mandi dan mengambil handuk. Dia daritadi belum mandi gara-gara nganterin Hitsugaya dan ngurus Unknown Object. Padahal, sekarang sudah jam setengah 2! Belum lagi nanti dia mau jemput Hitsugaya kan? Dia memutuskan untuk mandi.
Keadaan hening sejenak...
Di ruang tengah hanya ada Kusaka dan Rukia yang saling memandangi dengan tatapan kosong.
„Kuchiki-san... Terima kasih sudah nge tag foto kemarin... Hatur nuhun!" Tunduk Kusaka.
Rukia juga menunduk, „Sama-sama, Kusaka-san!"
~Tempat Hitsugaya~
Plok... Plok...
„Ok, hari ini latihannya selesai! Nanti kita lanjutkan minggu depan! Property diusahakan sudah ada! OK?" Ucap sang ketua.
Semua menunduk dan mengambil tas masing-masing. "Kami pulang dulu ya Yanda! Terima kasih!" Ucap semua.
Hitsugaya belum dijemput oleh Ichigo. Padahal dia sudah nelpon sekitar 15 menit yang lalu. Yakub melihat Hitsugaya yang kebingungan...
„Kamu kenapa? Belum dijemput?"
Hitsugaya mengangguk, „Ya... Kakak saya belum menjemput... Aku gak tahu naik angkot apa untu jalan pulang..."
Yakub menghela napas, „Ya sudah... Saya antarkan sampai sekolah! Gimana?"
Hitsugaya menggelengkan kepalanya, "Tidak usah… Saya tunggu di rumah temen saya deket sini saja…"
"Tapi kau tahu dimana rumah temanmu itu?"
Hitsugaya mengangguk, „Ya... Jalan sekitar 1 KM menuju arah SMP saya dulu..."
Yakub tersenyum, „Ya sudah... Aku antarkan sampai sana ya! OK?"
Hitsugaya mengangguk dan tidak bisa menolak ajakan temannya itu, „I... Iya..."
Setengah jam kemudian...
Ichigo sudah sampai di rumah Yanda dengan penuh perjuangan! Dia tersesat hingga 3 kali sehingga telat (sudah mah, dia minjem mobil Byakuya gara-gara langit sudah mendung). Yanda sudah menunggu dengan tatapan sinis. Ichigo sweatdrop, „Anu... Kau itu..."
„Yanda"
„Ah... Ya... Yanda... Kamu tahu kemana Toushirou?"
Yanda menjawab dengan sinis, „Dia ke rumah temannya dekat SMPnya..."
„SMP?"
„Aku antarkan kau kesana... Kebetulan aku tahu dimana rumah temannya Hitsugaya!"
Ichigo mengangguk, „Sankyuu... Yanda!" Senyumnya dan Yanda masuk ke mobil Ichigo.
~Kurapika House~
Setelah berbicara cukup lama, akhirnya Kurapika mengeluarkan kalimat yang tertunda, „Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini! Pasti selalu lewat FB kontaknya!"
Hitsugaya tersenyum, „Ya... Kau benar! Oh ya, Kurapika..."
„HM?"
„Aku ingin saat tanggal 15 Juli nanti, kita konser! Bagaimana?"
„15 Juli?"
„Ya... Hari itu... Hari ulang tahun seseorang... Aku ingin konser itu menjadi hadiah ultah dia! Bagaimana?"
Kurapika mengangguk, „Ok... Saya hubungin ke Roxas dan Natsume! Semoga mereka bisa!"
Hitsugaya tersenyum, „Sankyuu... Kurapika!"
Tiba-tiba, ada sebuah mobil berhenti di depan rumah Kurapika. Hitsugaya tidak asing dengan mobil itu dan dibukalah jendela mobil tersebut. „Toushirou! Sudah selesai? Ayo... Kita pulang! Keburu hujan!"
Kurapika tidak asing dengan penampilan orang yang di dalam mobil itu. Setelah mengingatnya, ternyata... „AH? Kamu Kurosaki Ichigo kan?"
Ichigo tersenyum, „Ya... Sudah lama tidak bertemu... Kurapika!"
Ichigo keluar dari mobil dan salaman dengan Kurapika. „Terakhir kita bertemu itu pas di soul society waktu itu ya?" Tanya Kurapika.
Ichigo mengangguk dan Hitsugaya hanya melongo. Mungkin dipikiran Hitsugaya sudah tertulis, "HAH? KAPAN EMANG MEREKA KETEMUANNYA? DI SOUL SOCIETY LAGI! GUWE KOK GAK TAHU!"
Ichigo dan Kurapika tertawa melihat raut muka Hitsugaya. Hitsugaya cemberut, „Jahat kalian mah!"
Setelah mengobrol sebentar, Ichigo memegang pundak Hitsugaya, „Ayo kita pulang! Sudah sore!"
Hitsugaya mengangguk dan membalikkan tubuhnya. „Kurapika! Ditunggu kabar selanjutnya ya! OK?"
Kurapika mengangguk dan melambaikan tangannya. „Yup... Hati-hati ya!"
Hitsugaya duduk di bangku depan bersama Ichigo tidak sadar dibelakangnya ada Yanda. „OI! Hitsugaya... Kakakmu menculikku! Kembalikan diriku sekarang juga!"
Hitsugaya kaget dan memarahi Ichigo, „WOI! Kau apain si Yanda?"
Ichigo menjawab Hitsugaya dengan ngambek, „Salah elo sendiri! Kenapa kau tidak menelepon saya kalau kau ada di rumah Kurapika?"
„Saya tidak menelepon karena saya kira kau naik motor! Jadi ngagokin!"
„Aku bilang, aku gakkan ngagokin atau repot jika itu penting!"
„AKKKHHH! Aku pusing ngomong sama kamu!"
Yanda yang kesel, langsung ngamuk dari belakang, „AH! SAYA JUGA PUSING DENGER PERTENGKARAN KALIAN! SUDAH! BAWA SAYA PULANG SEKARANG!"
Ichigo mengehela napas dan dia mulai menjalankan mobil Byakuya itu. Kurapika hanya sweatdrop melihat kepergian mereka. Tapi, terlintas dipikiran Kurapika, „Lho... Aku lupa nanya foto yang kemarin... Itu benar apa gak… He he…"
Setelah mengantarkan Yanda pulang, Ichigo tancap gas kearah apartemennya. Hitsugaya melihat penampilan Ichigo yang tidak berubah. Setia dengan sandal hotelnya yang sudah tipis. Hitsugaya mendesah, „Hh... Padahal saya sumpek di rumah..."
Ichigo yang mendengarnya langsung melihat Hitsugaya, „Hah? Ada apa Toushirou? What`s up?"
Hitsugaya menggelengkan kepalanya. Saat itu, mobil sedang berhenti karena lampu merah. Hari hujan sehingga AC di dalam mobil Byakuya dingin. Ichigo memegang pipi Hitsugaya yang berada di sampingnya. Wajahnya didekatkan pada wajah Hitsugaya. Hitsugaya memerah dan gemetaran.
"Ku… Kurosaki… Apa yang kau la…"
Sebelum melanjutkan, Ichigo makin mendekatkan wajahnya. Wajahnya dan berjarak beberapa senti lagi. Hitsugaya menutup matanya, „Ku... Kuro..."
Tiba-tiba hape Ichigo berbunyi mendakan adanya telepon (lagunya cuplikan dari lagu Santuary dari Utada Hikaru). Ichigo mengangkat telepon itu dan membiarkan Hitsugaya celongo di sampingnya. "Hoeh…"
"Yo Byakuya! Ada apa?" Ucap Ichigo.
"Byakuya mu! Panggil guwe pake Byakuya-sama atau Kuchiki-taichou! Eh, loe dah nyampe mana? Lama banget bawa mobil guwenya! Loe bisa gak sih?"
"Guwe bisa bawanya! Tapi macet booo… Sekarang kita kena macet di jalan deket BIP!"
„Buset... Baru sampai situ kau? Ya sudah... JANGAN LUPA pesanan kami ya!"
„Iya... Iya! Ya sudah... Ini sudah lampu hijau! Ja'ne!"
"Ya…"
Tuut… tuut…
Ichigo meletakan hapenya di dashboard dan melihat Hitsugaya, "Gomen… Tadi ada telepon! Ok… Sampai mana tadi?"
Hitsugaya berusaha mengalihkan pembicaraan… "Kenapa kau memakai sandal hotel?"
Ichigo tertawa, "Hahaha… Tenang, nanti diganti kok! Enakeun aja make sandal hotel. Dingin gimana gitu. Hehehe"
Hitsugaya memandangi Ichigo dengan tatapan kosong. Beloklah mereka ke suatu mall dan dipakirlah mobil itu di besement. Sebelum keluar dari mobil, Ichigo mengambil sepatu yang dia simpan di belakang. Setelah itu, dia mengenakan jaket dan mengeluarkan kunci mobilnya.
„Ayo! Kita belanja dulu! Disuruh oleh Byakuya nih beli bahan buat makan malam! (juga persediaan makan sebulan) Ayo!" Ajak Ichigo.
Hitsugaya mengangguk dan membuka sabuk pengamannya. Setelah keluar, Ichigo merapihkan rambutnya yang baru bangun tidur itu dan merapikan kacamatanya. Hitsugaya melihat sekeliling dan berdiri di belakang Ichigo.
„Ok... Sekarang kita ke market, lalu beli roti **y untuk Renji, habis itu di depan komplek, beliin jagung bakar super pedas 1, pedas manis 2, dan manis 1. Ok! Ayo Toushirou! Bantu saya belanja ya!" Senyum Ichigo.
Hitsugaya mengangguk dan mengikuti kearah kemana Ichigo pergi.
Setelah berbelanja sekitar sejam, waktunya membayar...
„Ok... Semuanya 453.640 Rupiah!" Ucap kasir.
Ichigo memberikan sebuah credit card punya Byakuya dan sang kasir mengeseknya di mesin khusus credit card itu. Hitsugaya hanya memandangi tumpukan kresek yang ada di sebelahnya. "Buset… Bagaimana cara bawanya coba? 8 kresek lebih dengan ukuran plastiknya L?"
"Detergen 1 kg, terigu sekilo, saos tomat sebotol, saos sambel 2 botol, Hi-** active 6 kotak, Hi-** teens 3 kotak, mie instant goreng 20 bungkus, mie instant kuah 25 bungkus, sabun mandi 7 buah, de el el… Buset… Ini persediaan buat berapa bulan?" Heran Hitsugaya.
Ichigo menggelengkan kepalanya, „Gak tahu tah! Dia nyuruh aku membeli semua yang ada di catatan... Ya sudah kulakukan..."
Setelah membayar, Ichigo mendorong kereta belanjanya dan berjalan menuju counter roti **y. "Anu… Saya minta 7 bungkus roti **y ya…"
7 bungkus roti **y sudah siap dan Ichigo memasukan ke keretanya. Hitsugaya melihat-lihat sekitar karena banyak dijual barang-barang yang menarik. Sampailah mereka di J***. Hitsugaya ngiler melihat donat itu dan Ichigo menghela napas, "Hh… Kamu pengen?"
Dengan reflek, Hitsugaya menganggukan kepalanya. Ichigo tersenyum dan mengucek-ucek rambut Hitsugaya. „Ok... Guwe beliin! Kamu mau donat yang mana saja?"
Setelah menunjuk sekitar 6 donat, Ichigo membayar donat itu menggunakan uang sakunya. Setelah membayar, Ichigo menyuruh Hitsugaya yang membawa donat itu. Hitsugaya mengangguk dan tersipu-sipu senang karena dapat donat yang ia inginkan.
„Arrigatou! Kurosaki!"
Ichigo mengangguk, „Ya... Sama-sama..."
Setelah sampai ke basement, Ichigo memasukan barangnya ke bagasi dibantu Hitsugaya. Saat itu Ichigo tidak berexpresi. Hitsugaya hanya terdiam dan mendesah. "Hh…"
Tiba-tiba, Ichigo memegang pinggangnya dan memasukan tubuh Hitsugaya ke bagasi.
BRUAK!
"GYABO!"
Ichigo sadar dari melamunnya dan heran, "Oi… Toushirou… Ngapain loe di bagasi?"
"Harusnya guwe yang nanya dudul! Kenapa kau narik aku masuk ke sini!" Tendang Hitsugaya.
Ok... Kembali ke cerita!
Dijalankanlah mobil itu oleh Ichigo keluar dari pusat pertokoan. Hitsugaya melihat jam yang menunjukan pukul setengah 8 malam. Dari pagi dia gak pulang ke apartemen. Hitsugaya menyenderkan punggungnya ke joknya. Selama di perjalananan, dia hanya melihat lampu-lampu yang ia lewati. Dia tidak berani mengajak ngobrol Ichigo karena Ichigo sedang kosentrasi menyetir. Hari ini adalah hari pertama dimana Ichigo membawa mobil ke jalan raya.
Di mobil itu, dinyalakan lagu dengan judul ‚Nothing`s Gonna Change my Love for You'. Ichigo terus menjalankan mobilnya hingga melewati Balai Kota dan masuk ke jalan menuju rumahnya (kecepatannya antara 20-60 km/jam). Tetapi, Ichigo melewati kompleks apartemennya dan terus menjalani mobilnya. Lalu, sampailah dia di sebuah taman yang cukup ramai dengan orang yang malam mingguan.
"Ayo keluar… Saya tahu dari Ran kalau disini ada yang jual jagung bakar enak!" Ajak Ichigo sambil membuka sabuk pengaman dan mengenakan jaketnya.
Hitsugaya mengikutinya dan masuklah mereka sebuah tenda...
„Bu, pesan 6 jagung bakar! 1 pedas banget, 4 pedas manis, dan 1 manis saja ya bu!" Pesan Ichigo.
Sang ibu-ibu penjual jagung bakar itu mengangguk dan membuatkan pesanan Ichigo. Selain memesan jagung bakar, Ichigo memesan kopi susu hangat dan susu panas. Hitsugaya meminum susu panas itu dengan polos. Mukanya begitu polos dengan mata yang besar itu. Ichigo tersenyum dan mengacak-acak rambutnya Hitsugaya.
"Hahaha… Pelan-pelan! Nanti tersedak!" Tawa Ichigo.
Belum lama dibilang, Hitsugaya tersedak.
Uhuk… Uhuk…
"Kan dibilang apa? Pelan-pelan donk!" Hela Ichigo.
Ichigo menepuk-nepuk punggung Hitsugaya. Setelah napas Hitsugaya normal lagi, Ichigo meminum kopinya lagi. Kacamatanya berembun gara-gara asap yang keluar dari kopi panas itu. Setelah pesanannya selesai, Ichigo membayar semua tagihan di kios itu. Jumlahnya sekitar 23.000 Rupiah, jumlah yang cukup murah kan? XD.
Saat Ichigo keluar tenda itu, dia tidak sengaja menabrak seorang pria paruh bayah.
„Ah... Maaf pak... Saya tidak sengaja!" Tunduk Ichigo.
Pria itu menganggukan kepala dan membereskan barang yang terjatuh tadi. Ichigo membantu pria itu. Setelah selesai, pria itu berdiri dan menunduk. Ichigo melihat kepergian pria itu, „Pria itu kok... Begitu aneh... Ah... Mungkin Cuma perasaanku!"
Hitsugaya melihat Ichigo dengan tatapan heran, "Kurosaki… Kenapa?"
"Gak.. Gak ada apa-apa kok…" Geleng-geleng Ichigo.
Setelah pembicaraan itu, Ichigo masuk ke dalam mobil dan merasakan tubuhnya tidak enak digerakan. Tapi dia tidak memikirkannya dan tetap tancap gas ke apartemen. Sesampai di basement apartemen, Kusaka, Rukia dan Renji sudah menunggu untuk membantu membawakan belanjaan. Sebanyak 4 keresek dibawa Kusaka, 4 kresek dibawa Renji, dan yang kecil-kecil dibawa oleh Rukia. Hitsugaya membantu jalan Ichigo yang semenjak keluar mobil tadi, mukanya begitu pucat dan berkeringat.
"Kurosaki… Kau tidak apa?" Heran Hitsugaya.
Ichigo mengangguk, "I… Iya… Sa… Saya tidak apa-apa… Saya hanya… Sedikit… Le…"
Belum selesai berbicara, Ichigo jatuh pingsan dan hampir membuat Hitsugaya terjatuh karena badannya yang besar. "Oi… Kurosaki… Kau… Kau… KAU KENAPA? KUROSAKI!"
Hape Rukia berbunyi dan menandakan ada suatu yang datang. Saat membuka itu, Rukia terkejut... „I... Ini..."
Seseorang dari balik pohon di luar hanya menyeringai, "Sebentar lagi… Akan bangun…"
~To Be Continued~
Ran: *nari hare-hare yukai*
Hitsu: *Sweatdrop* Ran… Kau kenapa?
Ran: Lappie guwe lagi nyalain lagu Hare-hare Yukai nih... Yume... Yume… Suki deshou!
Hitsu: *Sweatdrop* Ya sudah… Jangan anggap dia deh… Mungkin dia stress belum ngerjain PR dia sama sekali...
Rukia: Ok… Terima kasih sudah membaca fic ini…
Byakuya: Ini baru yang dirombak habis-habisan dari kerangka...
Ran: Habis... Kalau yang dikerangka... Aku kasihan ama Hitsunya... Coz... Hampir mati terus... Makanya... Sekarang, giliran Ichi-nii yang... *Ran Dibekap oleh Ichigo*
Ichigo: Baka! Kenapa kau ngasih tahu! Itu kan cerita… *Ichigo ditendang semua*
Semua: JUSTRU KAU YANG NGASIH SPOILER! INI MANA SIH BAKA!
Ran: *senyum Gin* Rasain cumi! Ehm… Makasih yang sudah membaca, me like, me follow, dan me review… nah, kami tunggu reviewnya dengan lampang dada… Ok, Ja'mata! *dadah ala miss universe*
Semua + readers: ? *kejang-kejang*
…
Ran: Kyaa… Lagu under the sea versi Kingdom Hearts 2… Kya… Suara Sora nya bagus! *Plak* Tapi saya tetap setia dengan Riku…
*Ran ditendang Hitsu*
Hitsu: Maaf atas ke gajean sang author… Ok… Ok, ditunggu reviewnya… ^^
Ran: RIKUU! *dilempar semua plus readers*
