Present
Crash Into You (Kaisoo Version)
Main Cast : KAISOO
KIM JONGIN (NAMJA)
DO KYUNGSOO (YEOJA)
And Other
Rated : T-M
Warn : Genderswitch! Typo(s)! Re-make!
No plagiat! Ini ff re-make dari novel karangan AliaZalea, dengan sedikit-banyak perombakan disana sini menjadi Versinya Kaisoo, jadi bagi Reader yang tidak menyukai re-make bisa meninggalkan ff ini.
Alur dan ide cerita milik AliaZalea. Cast milik Tuhan, Keluarga, dan saya! (ngga ada protes) /plak.
.
.
.
Chapter 11
31 Desember
Aku tidak bisa memahami dengan makhluk yang bernama namja. Dan aku tidak hanya membicarakan tentang Jongin saja, tapi semua namja pada umumnya. Coba lihat saja kedua oppaku. Mereka berdua itu memang aneh. Apa namja itu memang dilahirkan dengan kelainan otak ya sampai-sampai kelakuan mereka bisa aneh dan ajaib seperti itu?
.
.
Author Pov
Ternyata bos Kyungsoo benar, pada dasarnya hampir semua artis Seoul yang sudah mempunyai nama dan beberapa yang film ataupun albumnya baru saja keluar di pasaran berada di Empire malam itu.
Saat Kyungsoo sampai di powder room alias toilet. Lain dengan keadaan di luar yag ingar-bingar, ruangan itu cukup sepi. Hanya ada beberapa orang yang sedang memperbaiki dandanan mereka di depan cermin panjang yang melintang di salah satu dinding berwarna oranye. Mungkin Empire adalah satu-satunya klub di Seoul yang toiletnya sama funky-nya dengan klubnya sendiri. Ruangan itu lebih terlihat seperti lobi hotel dengan sofa panjang yang cukup nyaman untuk orang mengobrol sambil duduk-duduk santai dan lampu yang menerangi ruangan itu membuat semua orang yang terkena sinarnya sepuluh kali lebih menarik daripada aslinya. Yang paling penting adalah toilet itu tidak berbau seperti toilet pada umumnya. Kyungsoo bahkan yakin bahwa pewangi ruangan yang disemprotkan secara otomatis setiap lima menit sekali adalah J'adore. Intinya, siapa pun desainer interior klub ini jenius.
Kyungsoo duduk di salah satu kursi di depan kaca itu dan melihat penampilannya sendiri. Hanya dengan make up minimalis namun membuat yeoja mungil itu terlihat begitu sempurna, tetapi ia selalu menganggap kebalikannya.
"Kau melihat oppanya Minseok?" tanya seorang yeoja yang sedang mengoleskan lipgloss ke bibirnya.
"Apa kau pikir dia sangat Hot?" balas temannya yang sedang menambahkan sedikit bedak pada hidungnya.
"Minseok bilang dia masih single. Kenapa bisa ya?" lanjut yeoja yang pertama.
"Apa dia gay?" yeoja yang kedua mematut wajahnya di cermin untuk memastikan bahwa bedaknya sudah rata.
"Tidak mungkin. Dia terlalu... terlalu... uhm... apa ya kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya? Jantan, nah itu dia. Dia terlalu Jantan untuk menjadi gay. Omong-omong ada yang salah atau tidak dengan dandananku?"
Yeoja yang kedua menatap temannya. "Tidak ada. Memangnya kenapa?"
"Oppanya Minseok sama sekali tidak melirikku. Bagaimana mungkin dia tidak melirikku? Namja selalu melirikku."
"Eoh, aku yakin namja itu memang gay. Percaya padaku."
"Dia tidak gay."
"Gay."
"Bukan gay. Mau taruhan?"
"Apa kau serius?"
"Aku pastikan dia pulang denganku malam ini."
"Seratus ribu?"
"Dua ratus."
"Setuju."
Kyungsoo mencoba menahan diri agar tidak memutar bola matanya. Untuk apa yeoja satu itu terobsesi dengan namja yang jelas-jelas tidak tertarik dengannya atau memang gay. Kyungsoo merapikan rambutnya dan setelah itu melangkah keluar dari powder room itu. Ia hampir saja bertabrakan dengan segerombolan yeoja yang terburu-buru masuk ke powder room. Salah satu dari mereka wajahnya terlihat pucat. Kyungsoo bersyukur ia sudah keluar dari ruangan itu karena ia yakin bahwa satu jam ke depan aroma ruangan itu akan berganti dari J'adore menjadi J'muntah. Kyungsoo tidak tau bagaimana seseorang bisa meminum alkohol sampai seperti itu. Apa mereka tidak tau batas toleransi alkohol mereka sendiri? Catatan untuk orang-orang yang baru saja mau mencoba alkohol: kalau kau mulai tertawa terbahak-bahak tanpa ada sebab yang jelas, maka berhentilah minum. Gampang bukan?
.
.
.
Kyungsoo melirik jam tangannya yang baru menunjukan pukul setengah sebelas malam. Ia mengelilingi klub itu untuk mencari teman-temannya, tapi di bawah kelap-kelip lampu, ia tidak bisa membedakan wajah satu orang dengan yang lainnya. Seingatnya salah satu dari temannya mengenakan baju berwarna merah. Setelah menyipitkan matanya selama lima menit dan tidak melihat warna merah dimana pun, ia memutuskan untuk menelepon Luna sambil duduk di salah satu sofa yang bertebaran di sekeliling lantai dansa. Untungnya DJ sudah mengalihkan musiknya dengan lagu yang meminta orang untuk get the party started. Sambil menyanyikan lirik lagu itu dengan suara perlahan ia merogoh ke dalam tasnya untuk mencari ponselnya yang tiba-tiba bergetar. Sepertinya Luna juga sedang mencarinya. Ia buru-buru meraih ponselnya, tapi ternyata getaran itu bukan tanda panggilan dari Luna, hanya sebuah pesan singkat dari Jongin.
From : Jongin
Happy New Year. Sedang apa?
To : Jongin
Kau terlalu cepat. Masih satu jam lagi. Aku sedang tidak melakukan apa-apa.
From : Jongin
Betul juga. New Year's resolution-mu apa untuk tahun depan?
To : Jongin
Berharap agar kau berhenti sexually harass padaku lewat pesan.
From : Jongin
Kkkk... Itu harapan bukan resolution.
To : Jongin
Terserah padaku.
From : Jongin
Geurae. Kau rela melakukan apa agar aku berhenti mengirimimu pesan?
To : Jongin
Mian, aku tidak negoisasi dengan golongannya Osama.
From : Jongin
Apa aku boleh memberikan usul?
To : Jongin
Kalau ada kata underwear-nya aku tidak mau dengar.
From : Jongin
Satu snog session denganmu dan aku akan berhenti mengirimu pesan.
To : Jongin
Snog?
From : Jongin
You know... Kissing? Make-out?
To : Jongin
Yak! Kau pikir akau mau make-out denganmu?
From : Jongin
Mmmhhh... waeyo? Takut kau tidak bisa berhenti?
To : Jongin
Dalam mimpimu!
From : Jongin
Ayolah, Soo~~
To : Jongin
Shireo! Dan sudah ku bilang, jangan memanggilku Soo.
From : Jongin
Geurae, Kyungsoo saja kalo begitu. Jangan salahkan aku kalau pesanku semakin banyak tahun depan.
To : Jongin
Kau lebih parah dari Osama, kau tau?
From : Jongin
Tapi kau suka bukan?
To : Jongin
Apa tidak pernah ada yang memberitahumu kalau egomu selangit?
From : Jongin
Lebih baik punya ego daripada rendah diri.
To : Jongin
Apa kau tau, aku lelah mendengarkanmu memuji diri sendiri. Kalau kau ingin make-out denganku, temui aku di Empire sebelum tengan malam. Tapi kalau kau terlambat satu detik saja, aku tidak akan make-out denganmu, tapi kau juga harus berhenti mengirimiku pesan, otte?
From : Jongin
Ini baru gadisku.
To : Jongin
Aku bukan gadismu.
From : Jongin
Belum.
Kyungsoo menutup ponselnya sambil sekali lagi merasa ingin mencekik dan mencium Jongin pada saat bersamaan, tapi mau tidak mau ia tersenyum. Entah kenapa, meskipun dengan jumlah pekerjaan yang segunung, kesehatan appanya yang agak mengkhawatirkan, dan Jongin yang terus mengganggunya, tetapi beberapa bulan belakangan ini ia merasa lebih bahagia dengan hidupnya. Jam menunjukan pukul sebelas malam dan kecuali Jongin itu keturuan Superman, Jongin tidak akan bisa sampai Empire dalam waktu dekat. Kyungsoo saja harus menempuh waktu dua jam untuk sampai ke Empire, padahal ia hanya tinggal sekitar dua puluh kilometer dari klub itu. Jalan di kota Seoul yang memang ramai, semakin parah dengan kehadiran Tahun Baru.
Kyungsoo baru saja menghubungi Luna lagi ketika ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. Otomatis ia langsung menoleh, Jongin sedang berdiri di belakangnya sambil tersenyum. Pada saat itu ia baru menyadari bahwa ia sudah merindukan senyuman itu selama beberapa minggu ini. Kyungsoo langsung berdiri dari sofa tempatnya duduk agar tidak menyakiti otot lehernya karena harus memandang ke atas. Seiring dengan itu senyuman Jongin pun melebar sehingga memperlihatkan gigi-giginya. Kyungsoo baru menyadari betapa rapinya deretan gigi itu. Ia mencoba mengingat-ingat apakah Jongin selalu memiliki gigi serapi ini waktu SD, tapi ia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Malam ini Jongin mengenakan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu, dasi berwarna hitam, dan jins berwarna gelap. Lengan kemeja itu terlihat rapi, meskipun dasinya terikat longgar pada lehernya dengan kancing kemeja yang paling atas dibiarkan terbuka. Jongin terlihat seperti anak berumur dua puluh tahun dengan tubuh namja berumur tiga puluh tahun.
Tiba-tiba Kyungsoo merasa agak malu dan canggung, seakan-akan inilah pertama kalinya ia berkenalan dengan Jongin, seakan-akan semua flirting melalui pesan yang selama ini telah mereka lakukan tidak pernah terjadi. Lebih parahnya lagi Kyungsoo ada firasat bahwa kecanggungannya itu tidak ada urusannya dengan fakta bahwa dalam waktu kurang dari satu jam ia harus make-out dengan Jongin. Hal ini membuatnya tiba-tiba berkeringat.
"Kau berhutang satu sesi ciuman denganku." Teriak Jongin dalam usaha untuk mengalahkan suara Usher. Dan hanya dengan begitu rasa canggung yang Kyungsoo alami reda dan ia tertawa terbahak-bahak. Ohhh... betapa namja ini bisa membuat Kyungsoo tertawa dengan kelakuan gilanya.
"Kau datang dari mana?" tanya Kyungsoo sambil berteriak juga. Kyungsoo bukan sedang berusaha menghindar, tapi ia betul-betul ingin tau Jongin datang dari mana.
Saat itu tiba-tiba Empire menjadi hening karena DJ sudah menghentikan musik dan hampir seperti paduan suara terdengar suara protes dari semua orang yang ada di klub itu.
"Yo... yo... yo..." ucap si DJ, "one to countdown. Are you ready to par-tay?"
"Stop talking, just play the myu-sac." Teriak seseorang dari arah kanan lantai, yang langsung disambut oleh gemuruh tawa dari semua orang, termasuk Kyungsoo dan Jongin.
"I'm with you, mate. Now say the magic words, people." Teriak si DJ.
Tiba-tiba semua orang di sekeliling Kyungsoo mulai berteriak bersama-sama, "We want music! We mant music! We want music!" Berkali-kali.
Kyungsoo hanya bisa menatap sekelilingnya dengan sedikit terkesima. Para pengunjung setia Empire sepertinya memang memiliki bahasa dan dunia mereka sendiri. Ketika Kyungsoo menolehkan kepalanya terlihat Jongin pun sedang mengucapkan kata-kata itu. Hal itu membuatnya bertanya-tanya seberapa sering kah Jongin pergi ke Empire? Bagaimana mungkin Jongin bisa menemukan waktu untuk menjadi dokter dan masih menyempatkan diri untuk clubbing? Mungkin Kyungsoo harus belajar manajemen waktu dari Jongin.
"I can't hear you." Ucap sang DJ sambil memperagakan aksi yang menandakan bahwa DJ itu tidak bisa mendengar.
"We want music! We want music!" Volume gemuruh suara itu semakin keras. Kyungsoo sempat merasa khawatir atap klub itu akan runtuh.
"Still can't hear you."
"We want musiiiccc!"
"What do you want?"
"Musiiiccc!"
"What do you want?"
"MUUUSSSIIICCC!"
"I love it when you talk dirty." Balas si DJ sambil tersenyum lebar dan musik pun berlanjut kembali dengan Ice Ice Baby-nya Vanilla Ice.
Hampir semua orang langsung berteriak gembira ketika mendengar pilihan lagu klasik itu. Beberapa orang yang lebih khawatir akan image mereka memilih untuk tertawa melihat ini semua sambil memberikan tepuk tangan untuk aksi sang DJ yang kini sedang membungkukkan tubuh sebagai tanda hormat kepada 'fans'-nya. Mau tidak mau Kyungsoo harus tertawa dan ikut bertepuk tangan ketika melihat aksi itu. Kyungsoo yakin bahwa Minseok akan mengontrak DJ ini untuk enam bulan ke depan.
"Kajja." Ucap Jongin dan tanpa menunggu balasan dari Kyungsoo langsung menggenggam tangan kanan Kyungsoo. Genggaman Jongin tidak posesif, Jongin hanya menjalinkan jari-jarinya yang panjang itu dengan jari-jari Kyungsoo yang lebih pendek dan imut itu. Kyungsoo baru tersadar kembali ketika merasakan Jongin mengeratkan genggamannya.
"Soo?" ucap Jongin. Kyungsoo mengangkat tatapannya ke wajah Jongin yang masih tersenyum, tapi kini senyum itu terlihat ragu.
"Kita mau kemana?" suara Kyungsoo terdengar serak. Tiba-tiba ia merasa canggung lagi.
Jongin tidak menjawab, malah mulai menuntun Kyungsoo mengitari para pengunjung klub yang menutupi jalan mereka. Kyungsoo menyadari bahwa sepertinya Jongin memiliki banyak teman di klub ini dan hampir sembilan puluh persennya adalah yeoja. Yeoja-yeoja cantik berwajah seperti bintang film dan bertubuh supermodel lebih tepatnya. Bahkan Kyungsoo yakin bahwa beberapa dari mereka adalah bintang film dan supermodel. Mungkin ini hanya perasaan Kyungsoo saja, tapi Jongin terlihat tidak nyaman dengan semua perhatian yang ditunjukan pada Jongin. Meskipun Jongin tetap ramah kepada setiap yeoja yang mendekatinya untuk mengatakan "hai", mencium pipinya, atau bahkan memeluknya dengan agak ganas, tapi sepertinya Jongin mencoba tetap menjaga jarak dengan mereka semua.
Kyungsoo mencoba menegakkan kepalanya dan berlagak seperti ia memang berhak mendampingi Jongin, meskipun detak jantungnya berantakan di bawah tatapan mata cemburu dan curiga yang dilemparkan oleh mayoritas yeoja-yeoja itu. Kyungsoo bahkan yakin beberapa dari mereka sudah siap menunjukkan cakar ataupun taring mereka bila perlu. Kyungsoo tidak melepaskan genggaman Jongin pada tangannya. Ia sendiri sudah beberapa kali mencoba melepaskan diri dari genggaman itu dan memberikan Jongin ruang untuk bergerak dengan lebih leluasa. Andaikan saja Kyungsoo bisa percaya bahwa Jongin memang melindunginya, tetapi firasat Kyungsoo mengatakan bahwa Jongin sebetulnya menggunakan Kyungsoo sebagai perisai untuk melindungi Jongin dari semua yeoja itu. Kyungsoo memilih mempercayai firasatnya, karena namja gila mana yang akan menolak perhatian yeoja-yeoja muda, cantik, dan seksi, dan memilih untuk melindungi Kyungsoo?
Lima belas menit kemudian Kyungsoo dan Jongin akhirnya terbebas dari serangan para yeoja dan Jongin menuntunnya ke sebuah tangga di samping pintu masuk yang letaknya memang agak tersembunyi. Ada tali beludru berwarna merah yang melintang menutupi tangga itu. Sebuah plang dengan kata 'RESTRICTED' tergantung pada tali tersebut. Kyungsoo tidak tau bahwa ada area yang lebih VIP lagi daripada yang sudah ia lihat di dalam Empire. Ia pernah mendengar bahwa ada beberapa klub yang memiliki ruangan khusus untuk para tamu super-VIP mereka, tapi ia tidak pernah berkesempatan melihatnya, meskipun selalu ingin tau apa yang dikerjakan oleh para super-VIP itu sehingga mereka tidak mau berada di dalam satu ruangan dengan umat manusia yang lainnya. Minseok jelas-jelas tidak pernah menunjukan area itu kepadanya ketika ia melakukan survei. Kyungsoo tidak tau apakah ia harus merasa tersinggung ketika menyadari hal itu. Tiba-tiba seseorang muncul dari kegelapan untuk menanggalkan salah satu ujung tali itu dari cantelannya, sehingga membuyarkan jalan pikiran Kyungsoo.
"Thanks, San." Ucap Jongin pada orang itu yang kalau dilihat dari penampilannya yang mengenakan pakaian serbahitam terlihat seperti pencuri. Tapi ditambahkan dengan bobot tubuhnya yang setidak-tidaknya dua kali lebih berat daripada Kyungsoo, akhirnya ia menyimpulkan bahwa orang tersebut adalah seorang bodyguard.
Orang yang dipanggil 'San' oleh Jongin itu hanya mengangguk dan tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Kalau merasa kehadiran Kyungsoo dengan Jongin janggal, dia tidak menunjukkan pendapatnya itu sama sekali. Kyungsoo hanya bisa tersenyum singkat kepadanya sebelum kemudian Jongin menarik Kyungsoo mulai menaiki anak tangga satu per satu. Area tangga itu cukup lebar sehingga Kyungsoo dan Jongin bisa berjalan bersebelahan. Dari sudut mata Kyungsoo ia bisa melihat garis-garis tegas rahang Jongin dan bulu mata yang panjang meskipun tidak lentik. Lalu ia mencium aroma Jongin, bukan Davidoff yang sudah disemprotkan ke kemeja Jongin, tetapi aroma harum kulitnya yang tidak bisa ditutupi kolonye sewangi dan semahal apa pun. Tatapan Kyungsoo kemudian jatuh pada leher Jongin dan tiba-tiba pikirannya sudah kembali kepada mimpi S&M-nya dengan Jongin dan ia harus menahan diri untuk tidak mengubur hidungnya ke leher itu.
Aroma Jongin memicu ingatan Kyungsoo akan mimpi itu. Buru seminggu ini ia akhirnya bisa menikmati tidur yang nyenyak tanpa takut akan bangun dengan napas memburu, tapi sepertinya waktu untuk menikmati hak istimewa itu sudah habis. Tanpa disadarinya ia mengusap pergelangan tangannya, tempat ujung cambuk mengenai kulitnya di dalam mimpi itu. Tapi tentu saja tidak ada bekasnya karena itu semua hanya mimpi. Ia mencoba mengatur napasnya agar tidak sesak napas. Hingga ia merasakan keteganggan otot tubuhnya reda.
Kyungsoo masih bisa mendengar suara musik klub, tapi lambat-laun suara itu semakin teredam. Lain dengan di dalam klub, tangga itu memiliki penerangan yang cukup, sehingga ia bisa melihat langkah kakinya dengan lebih jelas. Terdengar bunyi krek... krek... krek... setiap kali ia menaiki anak tangga yang ditutupi karpet berwarna ungu itu. Dinding tangga yang berwarna oranye dipenuhi foto yang tersusun dengan rapi. Kyungsoo mengenali wajah Minseok pada beberapa foto itu yang kebanyakan sepertinya diambil di luar negeri. Di depan Art de Triomphe di Paris, di New York dengan latar belakang patung Liberty, di depan Sydney Opera House, bahkan di Taj Mahal. Kemudian ia terhenti pada satu foto yang ia yakin adalah foto Jongin dengan Minseok yang terlihat diambil baru-baru ini. Satu-satunya alasan kenapa ia terhenti pada foto itu adalah selain karena itu adalah satu-satunya foto hitam-putih di antara foto-foto berwarna, tapi juga karena foto itu memiliki ukuran lebih besaar daripada foto-foto lainnya. Jongin dan Minseok sedang tertawa terbahak-bahak. Kyungsoo tidak tau di mana mereka mengambil foto itu, tapi sepertinya mereka betul-betul terlihat gembira.
"Kau mengenal Minseok dari mana?" tanya Kyungsoo sambil menunjuk foto itu.
Jongin yang juga telah menghentikan langkahnya ketika menyadari bahwa perhatian Kyungsoo sedang tersita oleh sesuatu, terlihat mengerutkan dahi. "Minseok itu dongsaengku." Ucap Jongin pendek.
"Mwo?" teriak Kyungsoo terkejut. "Sejak kapan?" sambungnya dan menahan diri untuk tidak meringis karena menyadari betapa bodohnya pertanyaan itu.
"Sejak aku berumur enam tahun." Balas Jongin.
Kyungsoo melirik foto itu sekali lagi dan menyadari bahwa Minseok memang mirip dengan Jongin.
"Apa kau hanya dua bersaudara?" tanya Kyungsoo.
"Iya." Jawab Jongin.
"Tidak ada kakak atau adik laki-laki lagi?" sambung Kyungsoo.
Jongin menggeleng dengan wajah agak bingung. Harus Kyungsoo akui bahwa reaksi Jongin wajar, mengingat betapa aneh kelakuannya.
"Ada saudara tiri namja, mungkin?" lanjut Kyungsoo.
Kini Jongin mulai terlihat kesal dengan segala pertanyaan Kyungsoo. "Tidak ada. Setahuku orangtuaku tidak pernah mempunyai suami atau istri lain. Aku juga tidak punya saudara angkat namja, kalau itu pertanyaanmu selanjutnya."
Wajah Kyungsoo langsung memerah, karena sejujurnya itulah pertanyaan yang sudah ada di ujung lidahnya. Jadi Jongin rupanya yang sudah membuat yeoja yang Kyungsoo temui di toilet penasaran.
"Memanya kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Jongin.
Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak... tidak ada apa-apa." Dan mulai berjalan menaiki tangga lagi.
"Bagaimana denganmu, kau mengenal Minseok dari mana?"
"Aku desainer dan webmaster website Empire." Jelas Kyungsoo.
"Jadi kau Kyungsoo si web designer itu?" Mendengar nada Jongin Kyungsoo langsung menolehkan kepalanya untuk menatap wajah Jongin. Ketika Jongin menyadari bahwa Kyungsoo sedang menunggunya memberi penjelasan lebih lanjut, Jongin berkata, "Minseok memang sering membicarakan tentangmu, tapi selama ini aku tidak pernah menyangkan Kyungsoo yang dia maksud adalah kau."
"Tidak heran. Memang banyak orang yang namanya Kyungsoo di Seoul."
Jongin menatap Kyungsoo sejenak dengan ekspresi tak terbaca. Kyungsoo langsung menjadi risi dengan tatapan itu dan mulai menaiki anak tangga selanjutnya. Jongin mengikuti langkah Kyungsoo. Mereka menaiki beberapa anak tangga lagi di dalam diam. Tidak lama kemudian mereka tiba di lantai atas yang lantainya terbuat dari kayu berwarna gelap. Mereka tidak menjumpai siapa pun di lantai ini. Sejujurnya lantai atas tersebut sepertinya berfungsi sebagai kantor kalau dilihat dari tata ruangannya. Terdapat tiga ruangan, dua di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Semua pintu ruangan itu dalam keadaan tertutup. Kyungsoo mencoba menyembunyikan kekecewaannya ketika menyadari bahwa tidak akan ada insiden manarik menyangkut tamu super-VIP yang bisa Kyungsoo ceritakan kepada sahabar-sahabatnya.
Jongin kemudian menuntun Kyungsoo menuju ruangan yang terletak di paling ujung. Jongin baru melepaskan genggamannya pada tangan Kyungsoo untuk mengeluarkan sebuah kunci dari kantong celana jinsnya dan membuka pintu yang bertandakan 'OWNER'S BOX'. Apa itu berarti bahwa inilah ruangan tempat Minseok dan kedua rekannya bekerja keras untuk menjaga klub mereka? Bagaimana mungkin Jongin bisa punya kunci ruangan itu?
"Kenapa kau bisa mempunyai kuncinya?" tanya Kyungsoo penasaran.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Spesial post karna hari ini Kuki nambah umur *aseeggg* anggep aja ini hadiah dari Kuki *lho*
Beberapa hari lalu repost karna benerin typo dikit eh malah bikin heboh, mianhae ({})
Dan ini Kuki beneran post buat kalian yang masih nungguin ff ini, dan yang pengen Kaisoo diketemuin ini udah Kuki temuin, semoga kalian ngga bosen2 lagi dan ngga kecewa2 lagi. Next chap mereka bakal ada sesi ciuman yaa, tapi ngga janji bisa fast apdet mengingat tugas yang terus-menerus membegal Kuki.
Oke, terima kasih selalu buat kalian readers kesayangan Kuki yang selalu nyempetin buat baca ff ini, favs, follows, juga terutama yang nyempetin ngasih reviewnya. Ketjub basah atuatu :******
Sampai ketemu di chat depan. Yehet!
SARANGHAE
GOMAWO
KISS HUG
CHU
KIM KUKI
BIG THANKS TO :
Zheyzhey23 | sehunpou | Insooie baby | Hyomilulu | Changgi | pyongjie12 | Lida | Jikooki | humaira9394 | cho hyena | mcdon al | choi seul bee | anaknya cabe | artiosh | digrain | beng beng max | DyOnly One | pastelblossom | rizky alila 1 | KaisooLovers | Kaisoo32 | Kim YeHyun | MbemXiumin | nutnutnut | younlaycious88 | sushimakipark | sehunsdeer | Thewi Choi | Oh Lana | AmeChan95 | fykaixoo | she3nn0 | Re-Panda68 | Linkz account | Baby Cho Brannick | dyodomyeon | jung hajaejewels | steffifebri | Byul Hun K | Luluhanbyun | exindira | ruixi1 | JonginDO | 9394loves | Oh kyuhae | non penelope | Adamas Azalea | Lee Muti | Sofia Magdalena | Wuziper | siscaMinstalove | Estrella Choi | Nyanmu | oliveyk9 | dearpanda | yixingcom | yoyoye | AmeChan95 | kkamjjong30 | 12154kaisoo | yully crown | baconslight | Rucini Semen | Lovesoo | MaudiRein | mamik | NopwillineKaiSoo | Rly C JaeKyu | pcydelight27 | ceicoung | dokai | kaisssss | luwinaa | erika widya 568 | reru95 | BlackXX | PengunjungKaisoo | Ms Do12 | Guest | xxoohsehunxx | leon | Jung Eunhee | springboynyet | Kimmyocha12 | Nunjang | ryaauliao | overdokai | mocca | Magnae Autumn | pyongjie12 | dekaeskajei | RiKyingie | meosshi | yyaswda | Choi Moonkyung | Irren Kim | syallala | dee | saersaale | luckygirl91 | Urushibara Puterrize | Kimmyocha13 | imexistbruh | wineparadise | 1two4 | ZeeKai | kaisoo shipeer | jiy | eunwoo | Kim Gyuna | arvita kim | ohxoho | | ayusafitri35 | Lily levia | Oh kyuhae | xoxo0293 | jidatbacon | avs1105 | faelaholic | biniwu
