[The Cursed] BEAST

aka

[MONSTER #2]

By

Achan Jeevas

.

.

.

.

Cast :

Cai Xukun as Cai Xukun

Wang Junkai as Kim Killian

Lauren Lunde as Kim Kiella

Jackson Yi as Kim Jackson

Park Woojin as Ong Woojin

Kyulkyung as Casey (Sirens)

Wang Yuan aka Wang Roy

Choi Siwon as Poseidon

2Hyun aka Kim Jonghyun x Hwang Minhyun

KaiHun aka Kim Jongin x Oh Sehun

HanChul aka Han Geng x Kim Heechul

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Prolog

.

.

Aku dengar di Bumi ada kisah tentang Pangeran tampan yang dikutuk menjadi Buruk Rupa, yah?

Di Atlantis juga memiliki cerita yang serupa tapi bukan dikutuk menjadi buruk rupa melainkan pangeran tampan itu dikutuk di dalam sebuah Istana Tua yang ada ditengah Hutan Gelap.

Kau bertanya apakah cinta sejati yang bisa mengeluarkannya dari Istana Tua itu? Aku tidak tahu harus menjawab apa. Bisa Iya, Bisa Tidak.

Oh, bagaimana kalau kau mendengarkan ceritanya saja jadi kau bisa menyimpulkannya sendiri. Lagi pula kisah Pangeran yang dikutuk ini juga memiliki keterkaitan dengan kisah Killian.

Hahaha, jangan terkejut seperti itu. Lagi pula aku juga tahu kau mendatangiku lagi karena kau ingin mendengarkan bagaimana kelanjutan kisah Killian, ya kan?

Aku akan menceritakan padamu tentang kisah Killian yang sudah beranjak dewasa serta Pangeran yang terkutuk itu padamu tapi kau harus mendengarkan kisah ini sampai selesai, mengerti?

.

.

.

.

.

.

.

.

Semuanya berawal dari 300 tahun yang lalu.

Saat itu Atlantis tengah dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Cai Hangeng. Dia seorang Vampire yang sangat kuat. Sang Raja memiliki seorang Ratu yang begitu cantik bernama Heechul. Mereka saling mencintai atau itulah yang ada dipikiran Hangeng karena tanpa ia ketahui Heechul menduakannya dengan sang Dewa Laut, Poseidon.

Setiap malam Heechul selalu menyelinap keluar Istana untuk menemui Poseidon di bibir pantai.

Sampai ketika Hangeng mulai menaruh curiga pada Heechul dan menyuruh salah satu Guard kepercayaannya untuk mengikuti Heechul setiap waktu. Hangeng murka luar biasa ketika Guardnya mengatakan bahwa Heechul setiap malam memadu kasih dengan sang penguasa lautan alam semesta.

Keesokan harinya Hangeng memerintahkan para Guardnya untuk memenggal kepala Heechul.

"Ampuni aku, Suamiku. Tolong jangan bunuh aku." Heechul menangis sambil bersujud memohon ampun pada sang suami.

Hangeng menatap dingin sang ratu. "Kau mengkhianatiku."

"Maafkan aku, Maaf."

"Aku tidak butuh maafmu. Penggal kepalanya sekarang!"

Para Guard sudah bergerak mendekati Heechul namun Heechul yang sudah berada diambang ketakutan akhirnya membuka rahasia terbesarnya.

"Aku hamil suamiku. Aku hamil putra Poseidon!"

Hangeng langsung mengangkat tangannya, memberi tanda kepada para Guardnya untuk berhenti. "Kau benar-benar menjijikan, Heechul."

"Ampuni aku, Suamiku. Bahkan jika kau menyuruhku untuk membunuh bayi ini maka aku akan melakukannya asal kau mengampuniku." Ucap Heechul penuh kesungguhan.

Hangeng berdiri dari kursi kebesarannya, ia menatap kosong sosok cantik yang sudah puluhan tahun berada disampingnya itu. Sosok yang sudah mengkhianati cinta yang ia miliki. "Asingkan dia di Menara Timur."

"Baik, Yang Mulia."

"Su-suamiku, apa kau mengampuniku?" tanya Heechul penuh harapan.

Hangeng menatap rendah Heechul. "Aku akan mengampunimu jika kau sudah melahirkan bayi yang ada diperutmu itu. Jadi, jangan coba-coba untuk melukai dirimu sebelum bayi itu lahir."

Setelah Hangeng mengatakan hal tersebut para Guard membawa Heechul keluar dari ruang singgahsana yang begitu besar dan membawanya ke Menara Timur.

"Apa yang anda rencanakan dengan bayi itu, Yang Mulia?" Tanya sosok kepercayaan Hangeng.

"Aku akan menjadikannya sebagai Raja Atlantis yang akan menggulingkan kekuasaan Poseidon. Akan aku hancurkan Poseidon dengan darah dagingnya sendiri."

.

.

.

.

Berbulan-bulan kemudian, akhirnya bayi yang dikandung Heechul lahir. Seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, bahkan kata sangat tampan pun tidak cukup mewakili ketampanannya yang sangat luar biasa.

"Dia luar biasa tampan, Suamiku." Kata Heechul sambil mendekap bayinya.

Hangeng yang memang ada disana ketika persalinan Heechul dilaksanakan hanya memfokuskan matanya pada bayi tersebut. Bayi yang memiliki dua darah dalam pembuluh darahnya. Darah Vampir dari Heechul dan Darah Dewa dari Ayahnya yang adalah Penguasa Lautan.

Dalam diam Hangeng mengambil bayi tersebut dari dekapan Heechul. "Namanya Cai Xukun."

Heechul tersenyum bahagia. "Bahkan kau sudah menyiapkan nama untuknya, Suamiku."

"Aku menyiapkan nama itu untuk anak kandung kita dari awal aku menikahimu."

"Suami–"

Heechul tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Hangeng sudah lebih dulu memenggal kepalanya dengan gerakan yang begitu cepat.

Setelah memenggal kepala Heechul, Hangeng membuang pedangnya dan matanya ia fokuskan pada bayi yang ada dalam gendongannya. "Namamu Cai Xukun dan kau adalah Pewarisku."

.

.

.

.

10 tahun setelahnya Xukun tumbuh menjadi seorang pangeran muda yang di didik langsung oleh sang Raja.

Sejak ia sudah mulai bisa berjalan, Hangeng sudah menghadiahkannya sebuah pedang yang terbuat dari perunggu langit langit yang di dinginkan di sungai Styx –Sungai kebencian yang ada di Dunia Bawah. Bukan hanya itu, sejak usianya 4 tahun. Hangeng sudah mengajarinya bagaimana caranya bertarung, memimpin dan membunuh.

Xukun tidak pernah mengeluh, ia malah senang dengan semua yang diajarkan oleh Ayahnya itu. Walaupun begitu setiap hari ulang tahunnya, Hangeng akan meluangkan waktunya seharian untuk bersama Xukun. Mereka akan berlatih, berburu atau bahkan hanya diam dan saling mengobrol santai layaknya Ayah dan Anak yang normal, bukan Raja dan Pangeran.

Tapi semuanya berbeda ketika hari ulang tahun Xukun yang ke-10. Poseidon menyerang Atlantis bersama pasukan-pasukannya namun para warga Atlantis sudah siap akan penyerangan tersebut dan terjadilah perang terbesar yang pernah terjadi di Atlantis.

.

.

Poseidon memandang penuh benci Sang Raja Atlantis. "Dimana Putraku?"

Hangeng yang sudah memakai baju tempurnya menatap jijik sang Dewa Laut. "Kau menyebutnya putramu karena kau tahu dia memiliki potensi untuk membinasakan seluruh Monster di alam semesta, bukan?"

"Diam kau, Bajingan! Aku adalah Dewa. Aku bisa membunuhmu dalam sekejap mata."

"Poseidon, Poseidon. Aku adalah Raja Atlantis dan Atlantis tidak memiliki sangkut pautan dengan kekuasaan kalian para Dewa. Kau kini berada di daerah kekuasaanku."

"Aku bisa dengan muda menenggelamkan Atlantis!" setelah Poseidon mengatakan hal tersebut terdengar suara geraman yang mengerikan dan teriakan penuh ketakutan dari warga Atlantis.

Hangeng menatap keluar Istananya dari jendela besar dan disana, ia melihat seekor drakon yang tak lain dan tak bukan adalah Hydra. Hydra adalah Monster berbentuk naga yang memiliki sembilan kepala. Setiap salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh satu atau dua buah kepala yang baru. Hydra juga memiliki napas dan darah yang beracun.

Hangeng sebenarnya ingin turun untuk memusnahkan Hydra namun ia tahu bahwa lawannya yang sesungguhnya adalah Poseidon jadi ia urungkan niatnya tersebut.

"Kau tidak berniat menyelamatkan wargamu dari Hydra, hm? Raja macam apa kau ini, Cai Hangeng."

Sang Raja Atlantis itu malah tersenyum kecil. "Aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka karena mereka tahu apa yang akan mereka lakukan dan ada dia yang mengurus Hydra."

"Dia?"

Tepat saat Poseidon mengatakan itu terdengar sebuah suara semburan api dan geraman marah Hydra. Poseidon langsung menengok dan melihat apa yang terjadi pada peliharaannya itu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok tampan yang masih berusia 10th kini melawan Hydra seorang diri.

Poseidon dibuat kagum akan keberanian bocah laki-laki itu. Bocah itu sangat tampan dan menunggani Pegasus Hitam, ia membawa pedang yang terbuat dari perunggu langit dan melawan Hydra tanpa ada ketakutan sama sekali di sorot matanya yang tajam.

"Namanya Cai Xukun dan dia adalah Putraku." Setelah mengatakan itu Hangeng langsung menyerang Poseidon.

Kini terjadilah pertarungan sengit antara Hangeng sang Raja Atlantis dengan Poseidon sang Dewa Laut. Keduanya bertarung dengan sengit, hingga pada akhir pertarungan mereka Hangeng dengan kekuatan terakhirnya menghancurkan Trisula milik Poseidon dan menusukkan serpihan Trisula tersebut pada jantung Poseidon.

Poseidon terduduk pada lantai Istana Hangeng, ia menatap kosong tubuhnya yang terluka dan mengeluarkan darah Dewanya yang berwarna emas.

Hangeng berdiri menjulang didepan Poseidon. Walaupun kondisi tubuhnya sendiri juga tidak lebih baik dari Poseidon. "Kau berencana untuk menjadikannya alat agar bisa membunuh musuh-musuhmu bukan? Jangan salah Poseidon, aku tahu apa yang dipikirkan para Dewa seperti kalian. Kalian menyuruh putra kalian untuk berdiri digaris depan agar mereka mati lebih dulu."

"Ini belum berakhir, aku akan datang lagi bersiaplah akan kehancuran Atlantis. Hydra akan muncul setiap seratus tahun sekali untuk menenggelamkan Atlantis." Setelah mengatakan itu Poseidon menghilang dari hadapan Hangeng dengan membawa pasukannya serta Hydra.

Setelah kepergian Poseidon, Hangeng mencengkeram dadanya yang sakit bukan main. Nafas sang Raja Atlantis itu terputus-putus.

"Ayah!" Xukun menangkap tubuh Hangeng sebelum tubuh itu menyentuh lantai Istana.

Hangeng tersenyum melihat wajah tampan sosok yang sudah ia besarkan itu. "Xukun, kau adalah Pewarisku."

Xukun mengangguk, matanya sudah memancarkan kesedihan melihat kondisi Ayahnya. "Aku adalah Pewarismu, Ayah."

Tangan Hangeng terulur dan membelai pipi Xukun. "Jadilah Raja yang Bijaksana dan carilah pasangan jiwamu yang tidak akan pernah meninggalkanmu untuk orang lain. Sosok yang kuat yang sebanding denganmu yang membawa kebahagiaan abadi untukmu."

"AYAH!" Xukun berteriak memanggil sosok sang raja yang kini sudah tak bernafas dalam dekapannya.

Kepergian sang Raja membawa duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Atlantis.

.

.

"Seperti yang diwasiatkan oleh Raja Hangeng, Pangeran Xukun akan menjadi Raja selanjutnya Atlantis."

Ucapan Dewan Atlantis sukses membuat para kakak tiri Xukun dari hubungan sang Raja dengan selir-selirnya menatap penuh benci Xukun.

Hari-hari setelah itu mereka semua mencoba untuk membunuh Xukun, mulai dari mencoba meracuni makanan dan minuman Xukun hingga menaruh ular cobra dalam kamar Xukun. Bodohnya mereka jika sejak kecil ular dan segala jenis hewan beracun adalah sahabat karib Xukun. Ular-ular itu tunduk dibawah kaki Xukun.

Namun mereka tidak menyerah begitu saja, mereka mencoba memfitnah Xukun dengan mengatakan pada para Dewan bahwa Xukunlah yang membunuh Hangeng, mereka mengatakan jika Hangeng sebenarnya masih hidup namun Xukun datang dan membunuh Hangeng.

Mendengar ucapan saudara-saudara tirinya membuat Xukun murka luar biasa. Malam harinya bocah tampan itu membunuh seluruh saudara tirinya dengan cara memenggal kepala mereka dan menyajikan kepala mereka pada menu makanan para selir Ayahnya.

Para Dewan Atlantis akhirnya menghukum Xukun dengan membuang Xukun ke dunia manusia hingga usia Xukun 17th, sayangnya para Dewan melakukan kekeliruan besar.

Para Dewan bagaikan baru saja membuka kotak pandora, kotak yang berisi seluruh kejahatan dan melapetaka di dunia manusia.

Kehadiran Xukun di dunia manusia membuatnya menggila, ia melakukan banyak teror yang menakuti manusia, bahkan ia puluhan kali menghancurkan sebuah negara besar hanya untuk bersenang-senang dan menghilangkan rasa sedihnya karena ditinggalkan oleh sang ayah tercinta.

Para Dewan menangkap Xukun dan membawa kembali Xukun ke Atlantis. Dengan pertimbangan yang matang akhirnya para Dewan sepakat untuk mengurung Xukun.

Xukun di kurung disebuah Istana Tua yang ada di Hutan Gelap Atlantis, sebuah Istana tua yang terkutuk dan Xukun akan berada disana, berteman dengan semua kutukan itu.

Pangeran tampan itu tidak akan pernah bisa keluar dari Istana Tua itu sampai ada sosok yang berhasil membacakan mantra pembuka segel Istana Tua itu.

"Yang bisa membaca mantra ini adalah sosok yang sebanding denganmu."

"Dan sosok itu tidak akan pernah ada." Ucap Xukun.

"Maka kau akan selamanya berada di Istana Tua ini."

.

.

.

.

TBC

24 Mei 2018

.

.

Aku kabulkan keinginan kalian dengan buat sekuelnya dan kalian tau dong apa yg harus kalian lakuin buat Achan? yup Review nya jangan lupa yah dan jangan lupa mampir juga ke ff terbaru Achan yg judulnya THE LAST KNIGHT!