Title : 미안해요 (I'm Sorry)
Author : Hwang Tae Rin
Disclaimer : Semua character disini milik YME, author Cuma pinjam nama
Rate : T
Main Cast : ChangKyu.
Main Pair : Heechul,Hanggeng,Minho,Jonghyun(CN Blue),Sungmin And Other..
Genre: Family,Hurt/Comfront and Brothership.. (?)
Warning: GS,Typo(s),Don't Plagiat,Don't SILENT READERS. . .
Summary : "Hiks!.. eomma appa.."/"EOMMA! Aku tidak mau mempunyai dongsaeng sepertinya!.."/"Aku membenci mu Kim Changmin!..."/"Mianhae…" (ChangKyu)
Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini si plagiat oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!
DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READING…!
Last Chapter..
Hati Kyuhyun bagaikan tersengat petir ketika mendengar ucapan terakhir dari hyungnya, wajah itu langsung menoleh ke Changmin yang ternyata dari tadi menatapnya dengan tatapan kecewa.
"Aku pergi." Dan saat itulah Changmin benar-benar pergi, meninggalkannya di tempat itu. Bahkan air mata yang sedari tadi susah payah Kyuhyun tahan akhirnya pecah, membuat Sungmin dan Jonghyun menatap iba teman yang sudah di anggap keluarga itu.
"Kyu." Panggil Sungmin pelan, Jonghyun juga sudah berdiri di belakang Sungmin.
"Hiks.. hyung.. hiks.."
"Kyu uljima." Ujar Jonghyun dan memeluk Kyuhyun, bahkan Sungmin namja imut itu juga ikut serta memeluk tubuh Kyuhyun dari tadi bergetar karena menangis.
"Hiks.. hiks.. Changmin hyung.." Namja ini terus menangis, mengeluarkan kesedihan pada hatinya. Tetapi namja ini sudah yakin, dia memilih jalan ini. Memilih jauh dan pergi dari kehidupan Changmin, karena Kyuhyun tidak ingin merasakan sesak dan kecewa di hatinya lagi.
.
.
.
Chapter 11
Dengan langkah yang cepat Changmin berjalan masuk menuju kereta, yang nantinya akan mengantar namja ini ke Seoul. Otaknya masih merasa panas dan juga emosi yang tadinya meledak masih juga dia rasakan. Semua ucapan,bentakan dan kilatan marah dari dongsaengnya masih sangat dia ingat. Kejadian di Gwongju tadi masih berputar-putar di fikirannya, Changmin masih tidak percaya dengan kenyataan. Dimana dirinya dan sang dongsaeng tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan perkataan itu keluar dari bibirnya sendiri.
Bruk!
Changmin mendudukkan tubuhnya di kursi, yang terletak di samping kaca. Namja ini memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing, apa mungkin karena terlalu banyak berfikir sepertinya iya.
"Hosh.. hosh.. Changmin hyung, kamu ini kejam sekali eoh! meninggalkan ku begitu saja. Tadi aku capek mengejar mu ta-.." Omelan dan gerutuan berhenti dari bibir Minho, yang baru saja tiba di kereta. Perlahan namja ini duduk di samping Changmin memperhatikan wajah yang terlihat penat dan capek itu.
"Haaahh…. Changmin hyung, apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan tadi?" Tanya Minho. Sedangkan yang ditanya menoleh, dengan tatapan bingung. Seperti mengerti maksud Changmin Minho langsung melanjutkan ucapannya.
"Hyung sudah melukai hati Kyuhyun, aku yakin sebenarnya di hati kecilnya dia ingin sekali pulang ke Seoul. Hanya saja dia masuh takut dan ragu kembali, seandainya tadi hyung masih bisa mengontrol emosi. Pasti Kyuhyun mau pulang." Jelas Minho lalu memakai earphonenya dan menutup mata.
"Jadi maksud mu aku yang salah." Gumam Changmin.
"Aku sudah berusaha sabar dan bersikap lembut kepadanya, tetapi sepertinya memang dia tidak ingin bersama ku lagi. Sudah terlanjur aku tidak bisa memperbaiki keadaan lagi, biarlah semuanya seperti ini." Ucap Changmin, sambil merebahkan kepalanya di senderan kursi lalu menutup matanya.
Beberapa menit kemudian…
Kereta menuju Seoul sudah berhenti, membuat semua penumpang berhamburan keluar. Termasuk kedua namja tinggi ini, yah Changmin dan Minho. Mereka baru saja sampai di Seoul, Minho mencari taksi dan pamit ke Changmin karena dia akan langsung pulang. Dan sekarang hanya tertinggal Changmin, yang masih saja sibuk menunggu taksi. Tidak lama sebuah mobil berhenti di depannya, tanpa ingin membuang waktu Changmin masuk ke mobil tersebut dan mengucapkan alamat rumahnya.
:(-Mianhae-):
Di Kediaman Keluarga Jung~
Blam!
Namja tinggi ini baru saja sampai di rumahnya, dengan langkah yang terhunyung-hunyung namja ini berjalan menuju kamarnya.
Bruk!
Dengan kasar Changmin merebahkan tubuhnya di kasur memandang langit-langit kamarnya, memory masa lalu kembali mengusik fikirannya. Membuat perasaan bersalah yang sangat besar, bertambah besar dan itu sangat melukai hatinya.
'Aku membenci mu hyung.' Ucapan Kyuhyun yang terdengar lirih kembali teringat, membuat perasaan sesak di hatinya bertambah.
"Kenapa menjadi seperti ini, kenapa bertambah buruk dan semua ini tidak mungkin bisa kembali. Hiks.. ini semua salah ku, kamu bodoh Jung Changmin kenapa kamu melukai perasaan dongsaeng mu sendiri. Hiks.. aku memang pantas untuk kamu benci Kyu, lebih baik jika kamu tidak pernah mengenal ku." Changmin berdialog sendiri, dengan mata yang mulai memerah. Perlahan namja ini menutup matanya, menyebabkan setetes air mata meluncur di ujung matanya.
Esoknya…
Di Sekolah~
Changmin melangkahkan kakinya tanpa niat, sungguh tubuhnya terasa remuk karena kemarin seharian fikirannya terus berkerja. Bahkan namja ini dari kemarin sampai sekarang tidak makan apapun, membuat kepalanya terasa pusing. Walaupun begitu Changmin tidak memperdulikannya, padahal perutnya sudah berkali-kali terasa sakit dan minta untuk di isi. Tetapi sekali lagi namja ini tidak memperdulikannya, hanya diam dan mengacuhkan kesehatannya.
Brak!
"Ekh, hey Min kamu kenapa eoh! datang-datang sudah ngamuk. Min gwenchana?" Pertanyaan dan ucapan Yoochun tidak dibalas oleh Changmin, sepertinya dia sama sekali tidak ada niat untuk menjawab.
"Min." Perlahan Yoochun mendekatkan punggug tangannya ke dahi Changmin hanya sekedar memeriksa suhu tubuh, tetapi tiba-tiba sang pemilik langsung menahan tangan Yoochun.
"Aku baik-baik saja Chun, sudah tidak usah menghawatirkan ku." Balas Changmin dengan suara yang terdengar serak dan lemas.
"Ck! Bagaimana bisa kamu bilang baik-baik saja, lihat bibir mu pucat dan pecah-pecah seperti itu. Apa kamu belum makan eoh!" Tebak Yoochun dan memang sebenarnya pas sasaran, hanya saja Changmin tetap tidak menyahut malah memilih untuk merebahkan kepalanya di meja.
"Min jawab ucapan ku!" Seru Yoochun.
"Aish! sudahlah Chun aku baik-baik saja, ppali sana kerjakan tugas rumah mu. Kamu mau di marahi sama Shindong seosangnim."
"Oh! iya tugas rumah ku." Dengan cepat Yoochun mengambil bukunya, dan langsung ngacir mencari teman yang kira-kira sudah mengerjakan tugas tersebut.
"Haahh… hari ini eomma dan appa akan pulang, apa mereka akan marah kepada ku." Gumam Changmin, sambil membalik kepalanya menghadap dinding.
Pukul 20.38 Di Kediaman Keluarga Jung~
Ting! Tong! Ting! Tong!
Bel rumah yang sepertinya di pencet brutal membuat penghuni rumah itu jengah mendengarnya, terpaksa namja ini melangkahkan kakinya menuju pintu utama di mana asal suara itu terdengar.
Cklek
Grep!
"Aigo! Changmin bagaimana keadaan mu nak?" Pertanyaan dan pelukan hangat sang eomma membuat Changmin tersenyum, karena ternyata orang tuanya sudah sampai rumah dengan selamat. Dan Changmin bahagia melihatnya.
"Nde, gwenchana eomma." Jawab Changmin sambil membalas pelukan hangat Jaejoong.
"Tapi Min kenapa bibir mu pucat seperti itu hhmm…" Ujar Yunho dengan langkah berat, karena sekarang namja besar ini sedang membawa seluruh barang masuk ke rumah.
"Oh! tidak apa-apa appa, hanya sakit tenggorokan." Balas Changmin.
"Hhhmm….. oh! iya Min Kyuhyun mana?"
DEG!
Petanyaan itu membuat namja tinggi ini seketika diam membeku bingung,takut dan khawatir bercampur jadi satu. Sedangkan Jaejoong dan Yunho menatap bingung.
"Min apa yang terjadi di mana Kyuhyun?" Lagi pertanyaan itu lagi terdengar di telinga Changmin, bahkan sekarang raut wajah cemas terlihat di wajah Jaejoong.
"Changmin jawab pertanyaan eomma!" Seru Jaejoong dengan tangan yang mengguncang bahu sang anak.
"E-ekh n-nde eomma, Kyu-Kyuhyun.."
"Min ppali apa yang terjadi." Ujar Yunho.
"Haaahh…. Kyuhyun pergi dari rumah eomma, dan sekarang dia berada di Gwongju. Ta-tapi Min sudah ke sana dan menyuruhnya pulang, tetapi dia menolak da-…"
PLAK!
Dengan keras Jaejoong menampar Changmin, menyebabkan bekas yang kemerahan di pipi tersebut. Changmin hanya diam menerima tamparan itu, sungguh dia tidak menyangka bahwa eommanya melakukan ini kepadanya.
"CHANGMIN SELAMA INI EOMMA PERCAYA KEPADA MU! KENAPA KAMU SELALU TIDAK MENGERTI BAHWA KYUHYUN MENYAYANGI MU DENGAN TULUS! SEHARUSNYA KAMU TIDAK MENYAKITI HATINYA! TETAPI AP-…" Belum selesai Jaejoong mengucapkan ucapannya, sang anak Changmin telah memotongnya.
"MWO! EOMMA SELALU SAJA MEMPERHATIKANNYA, EOMMA TIDAK PERNAH MEMPERHATIKAN KU! APA ANAK EMAS EOMMA ITU YANG MEMBUAT EOMMA TEGA MENAMPAR ANAK KANDUNGNYA SENDIRI!"
"JUNG CHANGMIN! JAGA UCAPAN MU!" Teriak Yunho keras.
"KALIAN SEMUA SAMA SAJA!" Bentak Changmin dan langsung menyambar kunci mobilnya lalu mengendarai mobil tersebut.
"CHANGMIN! KAMU MAU KE MANA HAKH!" Ucap Yunho berteriak, ketika melihat Changmin yang menjalankan mobilnya keluar dari garasi.
"Hiks.. Kyuhyun.. bagaimana ini yeobo, aku tidak mau kehilangan kedua anak ku. Hiks.. mereka adalah harta yang penting bagi ku, hiks.. Changmin Kyuhyun anak-anak ku." Yeoja cantik ini menangis di pelukan sang suami, megeluarkan semua perasaan sesak di hatinya.
"Sstt… uljima lebih baik kita telephone Kyuhyun dulu ne." Ucap Yunho pelan, sambil mengelus pelan punggung Jaejoong.
:(-Mianhae-):
Pukul 20.40 Di Kediaman Keluarga Lee~
Sudah 2 hari ketika dimana kejadian Changmin dan Kyuhyun betengkar, dan bahkan di saat itu juga hubungan mereka hancur. Seorang namja tampan sedang bergelayut di bawah selimutnya, entah kenapa akhir-akhir ini moodnya sangat jelek. Bahkan untuk jalan keluar dari kamar ini dia sangat malas.
Drrttt… Drrttt…
Getaran handphone milik Kyuhyun bergetar, membuatnya duduk tegak di kasurnya lalu melihat siapa penelphone panggilan itu. Tiba-tiba mata itu terbelakak kaget melihat nama yang terlihat di layar handphonenya.
"Eo-eomma." Gumam Kyuhyun, dia cukup ragu mengangkat atau tidak. Setelah berfikir Kyuhyun mengangkat telphone itu.
"Yeo-yeobseo eomma."
"Hiks.. Kyuhyun kenapa kamu pergi dari rumah eoh! eomma dan appa sedih memikirkannya, hiks.. pulang lah Kyu. Eomma mohon…" Ucap Jaejoong dari seberang sana dengan suara yang terdengar terisak.
"Eo-eomma aku tidak bisa, aku.. aku tidak mau kembali ke sa-.."
"Kyu! Eomma mohon kembalilah, jangan seperti ini. Kita kan bisa menyelesaikan masalah dengan baik-baik Kyu." Mohon Jaejoong ketika sebelumnya memotong ucapan Kyuhyun begitu saja.
"Mian eomma aku tetap tidak bisa."
"Hiks… waeyo? Eomma tidak mau kehilangan kalian Kyu, eomma mohon kembali dan jemput hyung mu."
"Cha-Changmin hyung, memang apa yang terjadi eomma?" Terdengar sekali Kyuhyun mulai cemas, dengan volume suaranya yang meninggi.
"Changmin pergi entah kemana, tadi sebelumnya eomma dan appa sempat membentaknya dan memarahinya karena tidak menjaga mu dengan benar." Jawab Jaejoong.
"Aku akan ke sana."
Pip'
Kyuhyun memutus sambungan begitu saja, dengan cepat namja ini mengemas semua barangnya ke koper besarnya. Sungguh dia sangat khawatir dengan eomma, appa dan terlebih hyungnya. Entah kemana sudah perasaan marah,kecewa dan bencinya kepada Changmin. Sepertinya rasa kasih sayang lebih besar di hatinya, dan menyebabkan semua perasaan sesak di hatinya hilang begitu saja.
Cklek!
Dengan tergesa-gesa Kyuhyun menyeret kopernya keluar dari kamar, dan berlari menuju ruang keluarga di mana seluruh keluarga Lee biasanya berkumpul.
"Junsu Ajhuma Yoochun ajhusi." Panggilan itu membuat yang di panggil menoleh, dan betapa kagetnya mereka ketika melihat penampilan Kyuhyun.
"Lho! Kyuhyun kamu mau kemana malam-malam seperti ini?" Tanya Junsu cemas.
"Kyu mau ke Seoul ajhuma." Jawab Kyuhyun singkat.
"Tapi Kyu ini sudah malam bahaya, kan besok bisa." Ujar Yoochun dan dianggukan oleh semuanya.
"Ani, tidak bisa ajhusi Kyu harus pulang sekarang." Tolak Kyuhyun dengan kepala yang menggeleng keras.
"Tapi Kyu-.."
"Junsu ajhuma,Yoochun ajhusi gomawo sudah mau menerima Kyu di sini ne." Kyuhyun memutus ucapan Junsu dan memeluk kedua orang dewasa itu, lalu berjalan ke dua namja yang sudah di anggapnya saudara itu.
"Sungmin hyung, Jonghyun gomawo sudah mau menjadi teman dan saudara bagi ku. Jeongmal gomawo ne." Lagi Kyuhyun memeluk kedua namja itu, sedangkan Sungmin dan Jonghyun hanya mengangguk dengan senyum yang tercetak jelas di wajah masing-masing.
"Ya sudah Kyu berangkat ne, nanti aku akan sering-sering ke sini. Annyeong!" Namja tampan ini melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut, dan meninggalkan perasaan cemas kepada keluarga Lee.
"Semoga berhasil Kyu." Gumam Sungmin sambil tersenyum melihat betapa cemas dan tergesa-gesanya Kyuhyun.
Di Stasiun Kereta Api~
Kyuhyun sudah berada di stasiun kereta, untung saja tiket menuju Seoul masih ada. Bahkan tiket yang dia dapat adalah tiket terakhir, dan untungya Kyuhyun mendapatkannya. Namja ini memilih tempat duduk yang terletak dekat jendela, setelah mendudukan tubuhnya. Kyuhyun langsung mengambil handphone, lalu memencet nomor seseorang.
Tuutt… Tuutt… Tuutt…
'Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan tinggalkan pesan.' Suara operator membuat namja ini kesal, karena orang yang sedari tadi di cemaskannya tidak mengangkat telephonenya.
"Aish! hyung apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membuat ku cemas eoh!" Gerutu Kyuhyun kesal, dan memasukkan kembali handphonenya.
:(-Mianhae-):
Di Saphire Blue~
Suara dentuman lagu dengan suara DJ yang terdengar nyaring di tempat itu, membuat siapa saja kesal dan mungkin bisa saja tuli. Tetapi tidak untuk orang-orang yang berada di diskotik itu, semua meliuk-liukkan tubuhnya dengan lincah. Bahkan setiap orang di sana membawa sebuah soju di tangannya. Terlihat jelas seorang namja tinggi sedang meminum-minummannya, di sebuah sofa padahal ini bukan kebiasaan untuk namja ini.
Yah! Orang ini adalah Jung Changmin yang sangat benci dan menghindari yang namanya minumman keras. Tetapi entahlah apa yang merasuki namja ini, lihat saja sekarang dia meminum berbotol-botol soju. Sudah terhitung 8 botol yang dia minum, sungguh aku sangat jijik melihat pemandangan ini. Tanpa malu seorang yeoja yang memang berkerja di tempat itu, berjalan mendekati Changmin dan ya tuhan kalian akan muntah melihatnya. Seenak jidatnya yeoja itu meraba-raba dada bindang Changmin, karena memang saat itu kesadaran Changmin hanya 20% akibat alcohol yang sudah sangat banyak masuk ketubuhnya.
"Hai." Sapa yeoja centil itu, dengan tangan yang masih saja jahil mengelus dan meraba tubuh Changmin.
"Siapa kau?" Tanya Changmin dengan sebelah alis yang naik.
"Ah! Annyeong Go Ahra imnida, apa kamu mau melampiaskan kekesalan mu pada tubuh ku." Ujar yeoja itu sambil sedikit, membuat suaranya mendesah di telinga Changmin.
"Cih! aku tidak sudi mencoba tubuh mu yang penuh dengan operasi plastik itu, kamu kira aku ini namja yang mudah kamu jebak eoh!" Ternyata yeoja itu tidak tau bagaimana sifat asli dari seorang Jung Changmin, dengan kasar Changmin menolak Ahra dan membuat sang yeoja centil itu mengerutu kesal lalu meninggalkan Changmin sendirian di sofa itu.
"Aku bodoh! Bodoh kamu bodoh Jung Changmin!" Terus,terus dan terus sedari tadi Changmin hanya berucap kata itu. Dan berbagai ucapan yang tidak jelas keluar dari bibirnya.
Di Tempat Parkir~
Changmin berjalan dengan terhunyung-hunyung menuju mobilnya, sungguh kepalanya terasa sangat sakit dan pusing.
Blam!
Pintu mobil itu tertutup, Changmin memasukkan kunci mobilnya menuju sebuah lubang yang memang untuk menghidupkan mesin mobil tersebut. Setelah beberapa menit, akhirnya Changmin berhasil memasukkan kunci itu.
Bruumm!
Mobil itu berjalan dengan membawa seorang pengemudi yang sedang mabuk di dalamnya.
'Hyung aku membenci mu.' Lagi ucapan singkat dan sederhana itu tergiang kembali di fikirannya, membuat namja ini merasakan pusing yang lebih di kepalanya.
TIIINNNN!
BRAK!
Mobil hitam dan berkesan mewah itu bertabrakan dengan sebuah truk, membuat pengemudi mobil mewah itu terbentur keras dengan kemudi mobil. Menyebabkannya terluka dengan pelipis yang terus mengeluarkan darah. Changmin namja yang berada di mobil mewah itu ternyata masih sadar, perlahan mata itu terbuka entah kenapa seluruh memorynya dulu dari kecil,bertemu sang dongsaeng,memakinya dengan keras, dan bahkan saat pertemuan mereka di Gwongju kembali teringat. Dengan sisa tenaga yang dia miliki Changmin mengucapkan sebuah kata, yang mungkin tidak akan pernah tersampaikan.
"Mianhae." Ucapnya lirih dan perlahan mata itu tertutup.
.
.
.
TBC
Chapter 11 UPDATE! XDD
Gimana nih! Udah bagus kah terus hurt/comfrontnya udah bertambah kan..! =D
Ck! Kayaknya ini chap pendek ya.. D: mian habis Tae Rin harus langsung lanjut bikin FF satunya..
Hhhmm…. Tae Rin hanya berharap semoga kalian tidak kecewa.. :)
Oh! iya Tae Rin lihat kmarin di review banyak banget yang minta Mianhae update di percepat, jadi Tae Ring anti deh jadwal buat FFnya Mianhae siang dan I Think I Love You malam. Mian ne kamarin malam, updatenya MALAM BANGET! D: (kayaknya bakal curhat nih) *PLAK!
Soalnya tadi malam tu rasanya Tae Rin pengen banget banting laptop sama modem, kayak apa nggak coba. Ya ampun! Tae Rin itu update chap 10 butuh perjuangan! Huffhhh… di karenakan sinyal JELEK,loading jadi LAMA dan udh berkali-kali masuk kea kun FF Tae Rin pasti ujung2nya try again,try again dan try again -_- Bener lho, mian Tae Rin kemarin lama updatenya butuh kesabaran banget.. tapi, di karenakan banyak yang minta cepat jadi kmungkinan next chap bakal cepat juga updatenya. :) (Kan benar jadi curhat) *garuk kepala
Oh! iya next chap adalah chapter terakhir, jadi jangan sampai ketinggalan ne.. ^^
Ya sudahlah, waktunya balas-balas review ne. :D
riekyumidwife : Mian ne, terlalu malam.. D: nde emang tu ChangKyu sperti anak kecil klahi terus -_- Hehehe *nyengir kuda mian Tae Rin benar-benar kagak tau klau tdk mencantun kata2 twitter.
Kyuhyuk07 : Ya ellah! *dropseketika di kirain mau masak make chili ama lada hitam. -_- Hehehe mian jujur aja Tae Rin kagak bisa bikin bl, pusing bikinnya dan susah Tae Rin emang kagak bakat di FF bl. Ne udah kok.. :)
MochiahrraELF : Hehehe… mian kalau kelamaan baikannya, pokoknya nanti deh ada.. ^^ makanya tetap baca ne.. :DD
Kim Eun Seob : Ya janganlah, nanti Kyu oppa kagak suci lagi. Hehehe :D
jiy : Namanya juga hurt/comfront :) jdi nyesek terus.. D: Ok! udah lanjut.
gaemgyu0301 : OK! Ok! kagak lama kok b(^_^)
hyunhee98 : Hehehe nde.. klo bkin FF baru sebenarnya mau BANGET! XDDD soalnya tae rin ini sehari aja kagak ketik cerita rasanya aneh, kyknya tae rin udah nempel banget sama FFn. -_- Tpi, kmungkinan jga nggak bkin soalnya ada sesuatu yang bersangkutan dgn tubuh, jadi tae rin fakum dulu *apa2an itu kata2nya Kekekeke~ :D
lee minji elf : Hehehe… ne ne.. :D mian klo terlalu malam, ini sudah gk malam kn? :)
ChoFanni : Hahaha… jangan emosi eonni, nanti ada timbul keriput tuh! *tunjuk2 Aniyo! Eonni gk boleh peluk Kyu oppa *melukKyu Kekeke~ :D
Gyurievil : Hahahaha… nde KYULINE XD iya semoga kyu oppa shat2 aja ne.. *amiinn
KyundaClouds : Oh! *angguk2 Encung itu Yecung oppa! :D nde nde tae rin ngerti, akhirnya udah dpat twitternya gomawo udh follback ne.. :)
meyrislove : lihat di chap ini, ok nudh next kok! :D
Blackyuline : Iyalah nanti ksihan Minho oppanya nanti ktemu banci lgi gimana haayyooo? =D Kekekeke~ nde.. :D
wonkyufa : Kekekeke~ Nde.. :D
Chonurullau40 a.k.a Miss Zhang : (O_O) Chagi (?) kekeke~ LEBAY *PLAK!
Jmhyewon : Semua jawaban anda ada di sini. :DD di baca aja deh ok! b(^_^)
Liekyusung : Oh! KyuSung itu Kyuhyun ama Yesung.. *angguk2
FiWonKyu0201 : Gwenchana, Tae Rin gk merasa ngedesak kok :) Tae Rin emang pngen jdi author yg baik, dan bnyak di sukai sma readers dan tentunya jga trkenal dgn critanya.. :) Kekeke~ sama Tae Rin juga tersakiti, ok! SIAP! :D
Baiklah! Udah selesai balas-balasnya ne.. :)
Seperti biasa jangan lupa habis baca di review ne.. :D
Ok! sampai jumpa di next chap annyeong.. ^-^
