Baekhyun terpukau dengan tatanan kamar yang dia masuki, bernuansa warna hitam dan merah seperti di dalam istana, dengan bentuk ranjang berukir, dan sebuah bathup yang terletak di tengah ruangan. Ya, bathup, lengkap dengan bunga mawar, dan hanya ada sebuah pintu kaca yang bisa digeser untuk pembatas dari ranjang walaupun tetap tembus pandang, seolah membebaskan penghuni kamar untuk berendam di tengah ruangan sambil menikmati pemandangan di luar karena bersebelahan dengan jendela beaar ataupun bisa sambil meminum wine yang disediakan di pinggir bathup. Warna merah yang mendominasi terkesan erotis sekaligus mewah.

"Kalau kau lelah kau bisa mandi dulu, kamar mandi ada di ujung sana" suara Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun. Baekhyun sedikit tergagap.

"Um..tapi Chan, aku tidak membawa baju ganti" ujarnya.

"Maafkan aku karena tadi terburu-buru. Kau ingin aku keluar membelikan baju untukmu? Kau pasti lelah dari pagi kita berangkat kau belum beristirahat" Baekhyun menggigit bibirnya ragu. Bukankah Chanyeol belum istirahat juga? Apalagi Chanyeol adalah bosnya, bagaimana bisa dia meminta bossnya membelikan baju untuknya?

"Tidak usah Chan, ada bathrope. Aku bisa memakainya" Chanyeol menyembunyikan seringaiannya.

"Kalau begitu mandilah, aku akan memesan room service untuk makan malam" Baekhyun mengangguk, dia mengambil bathrope di ranjang dan bergegas menuju kamar mandi.

Lebih dari 30 menit, Baekhyun merasa segar setelah mandi dengan shower. Dengan hanya mengenakan bathrope, Baekhyun hampir tersedak ludahnya sendiri saat matanya menangkap sosok Chanyeol berendam di bathup. Tubuh bagian atasnya terekspos sampai ke perut menunjukkan abs bagian atas, dan kakinya sedikit di tekuk karena posisinya yang setengah berbaring, menonjolkan sedikit pahanya. Mata Chanyeol terpejam seolah menikmati rendaman air hangat dengan aromaterapi melingkupi tubuhnya.

"Ehm..Chan? Apa kau tidur?" panggil Baekhyun, Chanyeol membuka matanya, pintu kaca yang terbuka membuat tidak ada penghalang sehingga Chanyeol bisa mendengar Baekhyun dengan jelas.

"Tidak, Baek. Hanya saja badanku terasa pegal" Baekhyun mendekati Chanyeol dan duduk di pinggiran bathup. Sungguh, sebenarnya dada Baekhyun bertalu tidak karuan, berdebar mendekati lelaki telanjang di depannya, tetapi nafsunya juga membuncah.

"Ingin kupijat?" tangan Baekhyun dengan berani membelai pundak telanjang Chanyeol, membuat pria itu menggeram tertahan.

"Hm..pasti akan menyenangkan dipijat olehmu" Chanyeol menengok ke belakang untuk menatap mata Baekhyun yang terbakar gairah.

"Nikmati saja, oke?" Baekhyun berbisik pelan. Dengan memposisikan duduknya tepat di belakang Chanyeol yang duduk tegak, gadis itu mulai memijat pelan pundak keras Chanyeol, namja itu memejamkan mata. Menikmati.

Tangannya bermain di pundak, tetapi bibir mungil itu penasaran dan mulai mendekati leher Chanyeol dan tiba-tiba lelaki itu merasa bergetar hebat karena kecupan Baekhyun di lehernya.

"Ngghh~" desahan berat itu takbisa ditahan lagi karena Baekhyun takhanya mengecup tapi menjilat leher Chanyeol sampai ke dekat daun telinganya.

"Baek..please..hh" jemari Chanyeol meremat pinggiran bathup dengan kuat. Apalagi kini salah satu tangan Baekhyun tidak lagi di pundaknya, tapi mulai mengusak puting Chanyeol yang tampak mencuat. Tanpa mempedulikan air yang beriak karena gerakan Chanyeol, Baekhyun meraba lembut secara bergantian puting susu Chanyeol.

"Diamlah, Channie. Enak bukan?" bisikan tepat di telinganya memperburuk kondisi libidonya kini. Chanyeol rasanya ingin menarik tangan Baekhyun dan membanting si mungil itu ke pangkuannya. Tapi dia sadar kalau dia tidak ingin menyakiti Baekhyun, jadi lebih baik dia menahannya.

"Kau belajar dari mana, hm?" tanya Chanyeol sambil sesekali mendesis menahan rasa nikmat.

"A-aku membaca beberapa artiket dan internet bagaimana memuaskan pasangan" cicit Baekhyun, Chanyeol menyadari gadis ini memalu karena sentuhannya tiba-tiba saja berhenti. Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun yang ada di pundaknya lalu menariknya pelan agar wanita itu menatapnya.

"Lepas bathrope mu, masuklah ke sini" Chanyeol memberi isyarat dengan dirinya sedikit menegakkan tubuhnya seolah membuat ruang agar Baekhyun bisa masuk ke dalam bathup panjang itu.

"Nanti bathrope ku basah" kata Baekhyun.

"Lepas saja"

"Tutup matamu" ucapan tidak perlu dari Baekhyun, tetapi Chanyeol segera memejamkan matanya saat Baekhyun menarik tangan dari genggaman Chanyeol membiarkan gadis itu telanjang bulat dan perlahan mendudukkan dirinya di dalam bathup. Chanyeol membuka mataya saat Baekhyun bersiap duduk di depannya, membuat Chanyeol menjilat bibirnya sendiri melihat pantat sintal Baekhyun tepat berada di depan matanya.

Baekhyun terpekik saat dirinya sudah masuk ke dalam bathup, karena merasakan sesuatu di punggungnya.

"kau tau itu apa kan, Baek? kau membuatku tegang sejak kau memainkan tubuhku" Chanyeol mendekatkan badannya agar menempel ke punggung Baekhyun, tangannya mulai melingkar di perut Baekhyun dan mengelusnya lembut.

"Kau belajar cara memuaskanku?" tanya Chanyeol tepat di telinga Baekhyun, membuat Baekhyun menggeliat geli.

"Uh-huh" Baekhyun mengangguk malu-malu.

"Kenapa, hm?" tangan Chanyeol bermain-main di pusar Baekhyun. Tangan Baekhyun menggenggam tangan Chanyeol yang ada di perutnya, seolah ingin merasakan sensasi tangan kasar Chanyeol.

"Kau sering memuaskanku, aku hanya ingin membalasnya"

"Mau kupuaskan lagi?" Chanyeol membisik sembari menjilat leher jenjang Baekhyun.

"Ssshh..lagi..." desis si wanita sampai kepalanya mendongak memudahkan sang pria mendapatkan akses.

Salah satu tangan Chanyeol mulai turun ke bawah dan menyibak vagina rapat Baekhyun, jangan tanya bagaimana reaksi gadis itu sampai mulai mengangkangkan kakinya.

"Channie~" rengeknya tatkala telunjuk Chanyeol menemukan benjolan di bagian atas vaginanya. Takhanya itu, Chanyeol pun turut mendesis karena jari-jari lentik Baekhyun taklagi meremas pinggiran bathup, melainkan meremat sesekali membelai kedua paha Chanyeol yang mengungkung di sebelah tubuh Baekhyun.

"Clit mu, hm? Suka aku goda begini?" Baekhyun hanya bisa menggigit bibir dan tubuhnya bergerak maju dan mundur seolah ingin memainkan tempo kucekan random Chanyeol di sekitar klitorisnya.

"Jangan terlalu banyak bergerak, penisku jadi sakit kau dorong, Baekkie"

"Mmmhh..ta-tapi tidak tahan, Chan..AH! CHANNIE!" tubuh Baekhyun melenting karena tangan Chanyeol satunya lagi mencubit salah satu putingnya yang menegang.

"Nikmat, Baekkie?" Chanyeol menyeringai melihat gadis itu menggelinjang hebat karena titik-titik nikmatnya dia mainkan.

"Please..hah..please..Ch-Chan..aku tidak tahan..Ngghh.." desahnya putus-putus.

"Mau pindah ke kasur?" tawar Chanyeol, lelaki itu merasakan tubuh Baekhyun yang menggigil, entah karena air yang makin dingin atau karena terbuai gairah. Chanyeol berdiri dan membuat Baekhyun sedikit tersentak karena badannya yang menempel pada Chanyeol harus menegak. Chanyeol menyambar handuk yang ada di sampingnya dan melilitnya di pinggang, tangannya lalu meraih si mungil untuk digendong menuju ranjang.

Baekhyun sampai menahan nafas saat Chanyeol melemparnya begitu saja ke ranjang. Jantan.

"Kemarilah, aku akan mengeringkan tubuhmu" Baekhyun menurut dan merangkak mendekati Chanyeol yang berdiri di samping ranjang, melupakan rassa malunya dengan tubuh telanjang, duduk di tepian dan membiarkan Chanyeol membelainya tubuhnya dengan handuk yang lembut. Kepalanya sesekali menengadah, membiarkan manik bulatnya bersirobok dengan Chanyeol.

CUP

Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun dan menyunggingkan senyuman.

"Sudah. Mau melanjutkan lagi?" Baekhyun mengangguk. Chanyeol menunjukkan gesture dengan kepalanya meminta Baekhyun untuk telentang, tapi gadis itu justru menggeleng dengan lucu dan memegang kedua pinggang Chanyeol.

"Aku ingin melihatnya" tatap Baekhyun pada tonjolan di tengah handuk Chanyeol. Dan dengan senang hati Chanyeol melepas ujung ikatan handuknya hingga terpampanglah batangnya yang keras itu.

"Bolehkah Channie?" tanya Baekhyun dengan tatapan polosnya membuat Chanyeol menggeram gemas.

"Apapun untukmu, Baek"

Baekhyun menjilat bibirnya yang terasa kering. Lidahnya terjulur dan menjilat ujung lubang penis di hadapannya, Chanyeol menahan agar tidak menjambak rambut Baekhyun dan menyodokkan kemaluannya ke mulut kecil itu.

Selesai menjilat pelan, bagaikan es krim, Baekhyun mengemut-emut bagian kepala berbentuk jamur, mengulumnya dan menyedot pelan seolah dia memakan es krim strawbery kesukaannya. Bahkan matanya terpejam, menikmati.

"F*ck!" umpat Chanyeol. Tangannya yang diam saja kini mulai menyingkirkan rambut sebahu Baekhyun seolah mengikatnya dengan tangan agar dia bisa dengan jelas melihat pipi mochi yang sesekali menyedot. Tiba-tiba Chanyeol menjauhkan kepala Baekhyun.

"Aku takut lepas kendali, Baek. Berbaringlah" Baekhyun hendak protes tetapi Chanyeol kembali mengecup dahinya.

"Buka pahamu lebih lebar, Baekki" pinta Chanyeol, dan dengan posisi litotomi, Chanyeol bisa melihat lubang Baekhyun yang tertutup oleh bulu-bulu tipis. Baekhyun terpekik saat wajah Chanyeol mendekat, seolah ingin mengeksplornya, Chanyeol menyibak bulu pubis Baekhyun dan mengendusinya.

"Hmm..wangi sekali, Baek" tanpa sadar pinggul Baekhyun sedikit terangkat karena hangatnya nafas Chanyeol.

Kedua telunjuk Chanyeol membuka bibir kemaluan Baekhyun dan tersenyum puas melihat lubang sempit merah itu berdenyut, pasti karena terangsang.

"Kalau pun aku belum mencium bibirmu, aku akan mencium bibir bawahmu" kata Chanyeol sebelum bibirnya dengan nakal mencumbu sekitaran vagina Baekhyun.

Baekhyun?

Tangannya terjulur menuju rambut legam Chanyeol dan meremasnya dengan kuat. Takbisa diungkapkan rasanya saat bibir Chanyeol dengan asal menciumi sekitar vagina, hembusan nafas memburu menambah hangat dan bagaimana bibir tebal itu mulai melumat hampir seluruh bagian luar kemaluannya seolah melumat bibir wanita.

"Ah..haa-ah.." hanya desahan-desahan Baekhyun dan suara kecipak serta suara hisapan Chanyeol di vagina yang mulai basah.

Lalu tiba-tiba Chanyeol menyedot kuat tonjolan sebesar kacang yang membuat Baekhyun seolah mengejang. Oh, jangan lupakan tangan Baekhyun bahkan dengan sendirinya bergerak mengelus kedua payudara sintalnya.

"Chan! Chan! Channie..aku hampiir-ah" Baekhyun semakin mengangkat pantatnya seperti meminta Chanyeol untuk terus melecehkan kewanitaannya. Sampai akhirnya pertahannya pun runtuh saat Chanyeol dengan bersamaan menyedot klitorisnya dan jarinya mengucek sekitaran lubang vaginanya tanpa ampun.

"Ah! Ah! Ah! AAAAHHH!" tangan Baekhyun mncengkeram sprei sampai terangkat dan kedua tumitnya menjejak saat pelepasannya datang. Chanyeol yang merasakan cairan merembes keluar dan membasahi jarinya, memberi jilatan jilatan lembut sebelum melepasnya.

Chanyeol melihatnya, dada Baekhyun yang naik turun karena terengah, lehernya yang mendongak dan wajahnya yang benar-benar merah, membuat kesejatiannya makin sakit. Dia membiarkan Baekhyun menikmati sisa-sisa orgasmenya sampai gadis itu membuka mata dan menyadari Chanyeol menatapnya.

"Giliranku?" tanya Chanyeol.

"Ya, giliranmu. Kau ingin dengan tangan atau mulutku?"

"Tidak, aku ingin ini"

"Sshh.." Baekhyun mendesis karena Chanyeol menggesekkan tanganna ke vagina basah itu.

"Aku ingin menggesekkanya" dan Baehyun yang lemas pasca pelepasan, hanya bisa pasrah saat kakinya dilebarkan, batang panjang itu dikocok pelan oleh pemiliknya sampai sedikit mengeluarkan precum dan dengan posisi yang diluruskan menghadap ke arah perut baekhyun, mulai digesekkan dan pangkalnya sampai ke ujung.

Awalnya hanya pelan, Chanyeol menahan kedua kaki Baekhyun agar mengangkang lebar dan mulai dari perbatasan zakarnya dia gesekkan dengan kewanitaan basah Baekhyun sampai Chanyeol menggeram seperti hewan buas karena sensasinya. Mendengarnya, membuat Baekhyun makin banjir karena Chanyeol sungguh terlihat perkasa dengan pantatnya yang naik turun dan ujung penisnya yang sesekali mengenai perut bawahnya sampai pubisnya yang sedikit basah karena tetesan precum Chanyeol.

Namun lama kelamaan libido Chanyeol makin naik dan dia menggeseknya makin keras, takpedulu kalau Baekhyun mulai sedikit merasa perih karena batang chanyeol yang keras dan kesat.

"Oh..Yeah..oh, baekkie-ah..hmm" desahnya sambil terus menggerakkan pinggulnya. Baekhyun hanya mendesisi sesekali, ikut menikmati. Peluh mulai membasahi dahi, leher hingga dada Chanyeol. Pendingin ruangan tidak lagi terasa karena kegiatan panas mereka, apalagi kini nafsunya sudah di ubun-ubun membuat Chanyeol terus mendesah dengan suara beratnya.

"Baek, aku tidak tahan..Ah! Sungguh, aku kan memasukkannya!" mata Baekhyun membola saat merasakan ujung kemaluan Chanyeol yang awalnya berada dipubisnya kini mulai berada dekat dengan lubangnya.

Baekhyun menahan dada Chanyeol, seolah berusaha menghentikannya.

"Chan-Chanyeol, jangan.." tampaknya kewarasan masih ada di otak Baekhyun. Tapi seolah tidak peduli, Chanyeol menangkap kedua tangan Baekhyun dan menahannya dengan satu tangan besarnya di atas kepala Baekhyun. Penisnya sudah siap di depan sarangnya.

"Aku tidak tahan lagi, Baek. Aku akan memasukkannya sekarang!" katanya dengan nafas memburu. Tangan Baekhyun dicengkeram makin kuat, yang pasti membuat tangan putih itu memerah.

"Chan..aku takut.." lirih Baekhyun dengan wajah yang mulai memucat. Seolah tersadar saat melihat setitik air di sudut mata gadis itu, Chanyeol melepaskan cengkeramannya dan menjauh dari Baekhyun.

Lelaki itu berbaring di samping Baekhyun yang masih terdiam sambil menutup mata dengan satu lengan. Dia berusaha mengatur nafasnya dan menurunkan libidonya yang membuncah.

"Chan?" panggil Baekhyun takut-takut. Chanyeol membuka matanya dan melihat Baekhyun yang menarik selimut hingga menutupi dadanya, masih terlihat ketakutan di wajah cantik itu.

Chanyeol membelai pipi Baekhyun dengan lembut.

"Maaf aku membuatmu takut" Baekhyun menggeleng.

"Harusnya aku bisa memuaskanmu, tapi aku-" Baekhyun menunduk dan menggigit bibirnya.

"hei, tak apa. Aku saja yang tidak sabaran" Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun. Tiba-tiba mata Chanyeol menangkap sebuah cabinet yang terdapat di sebelah lemari pakaian dan menyadari sesuatu karena tulisan bahasa Jepang yang sedikit dia pelajari.

"Sebentar, aku akan mengambil sesuatu, kau bisa membantuku setelah ini" mata Baekhyun mengikuti setiap gerakan Chanyeol sampai lelaki itu membuka cabinet dan mengambil sesuatu yang tampak asing bagi Baekhyun.

Sebuah benda yang tampak seperti corong tetapi berbentuk agak aneh karena ada lipatan di depannya.

"Apa itu Chan?"

"Ini namanya fleshlight, kau bisa memuaskanku dengan ini" seriangai Chanyeol sambil mengacungkan benda itu pada Baekhyun, kepala si mungil dimiringkan dan melihat benda yang sudah disodorkan padanya dan mengamatinya dengan bingung.

Baekhyun menyentuh bagian belakang yang seperti pegangan, sedangkan dalam otaknya bertanya-tanya bagaimana cara menggerakkannya.
Chanyeol bersandar di ranjang dan melebarkan pahanya, penisnya yang setengah tegang dielusnya dengan lembut.

"Fleshlight itu dibuat seperti vagina, Baek. kau lihat bagian depannya yang seperti lipatan? itu ibarat lubang kemaluanmu dan kau perhatikan ada lubang kecil di antaranya, kau bisa masukkan penisku di sana" terang Chanyeol. Baekhyun tampak paham dan duduk di sebelah Chanyeol. Lalu Chanyeol meyodorkan suatu bool dengan tulisan 'lubricant'

"Apa perlu pelumas?" tanya Baekhyun sambil menyentuh bibir vagina buatan itu dan menyadari itu sangat kesat dan tidak basah. Chanyeol meng-iya kan. Baekhyun mengambil sedikit pelumas dan melumurinya di sekitar fleshlight itu, lalu tangannya yang masih licin dia gunakan untuk mengelus seluruh permukaan batang Chanyeol agar licin dan tegak.

"Sepertinya sudah siap" kata Chanyeol saat merasakan 'rudal' nya semakin keras. Baekhyun memastikan lubang fleshlight itu di depan penis Chayeol dan lelaki itu salah mengira sekretarisnya akan memasukkan dengan perlahan, karena kenyataannya gadis itu memasukkan dengan sekali sentak sampai Chanyeol hampir menjerit.

"Gaah! Fuuuckkk!" kepala sampai terdongak. Sudah berapa bulan penisnya tidak pernah masuk ke lubang manapun, dan sekarang dengan jari lentik wanita polos yang dia sukai dia merasakan sensasi penisnya di jepit.

Dan dengan instingnya, Baekhyun menggerakkan naik turun benda itu sampai Chanyeol ikut bergerak mengikuti irama kocokan.

"Owh..baekhyun-hh.. Ah..nikmatnya.." sampai-sampai tangan Chanyeol bergerak ke belakang memegang kepala ranjang dan bibirnya hampir terluka karena dia gigit.

Tiba-tiba tangan Baekhyun seperti menyadari ada sebuah tombol di dekat pegangan, karena penasaran dia menekannya dan membuat tubuh Chanyeol melenting.

Drrrtttt...

Fleshlight itu bisa bergetar.

"Shit-ah! OOHH! Ahhh..HHAAH!" Chanyeol rasanya ingin menjerit lebih keras, penisnya benar-benar rindu mengoyak lubang sempit, dan kerinduan itu terbalas dengan getaran fleshlight yang seolah menggetarkan urat-urat kemaluannya.

"Lakukan..hh..lakukan seuatu, Baek..baekki-ah, baekki..Lakukan apapun pada tubuhku..Baek please buat aku makin terangsang, ku mohon..hh" Chanyeol dengan susah payah membuka matanya dan menatap dengan tatapan memohon, sungguh Baekhyun seperti terhipnotis,keberaniannya seolah muncul saat melihat lelaki yang biasanya mendominasi permainan panas mereka kini memohon bantuannya, membuatnya seolah menguasai tubuh perkasa itu. Baekhyun menjadi panas dan tertantang.

Tangan kirinya masih memegangi fleshlight itu tanpa menggerakkannya dan membiarkannya tetap bergetar, tangan kirinya memainkan scrotum chanyeol dengan sesekal memeras bola kembar itu seolah memerah sperma Chanyeol, dan mulutnya tidak ingin tinggal diam.

HAP

Baekhyun memainkan puting sebesar kerikil dengan mulutnya bahkan sesekali memainkan di sela giginya.

Chanyeol mendesah parah.

Pantatnya bergerak takberaturan beharap Baekhyun akan menggerakkan fleshligt itu naik turun, tapi karena tidak digerakkan, tangannya mencengkeram tangan kanan Baekhyun memaksanya menggerakkan benda pemuas nafsunya.

"Teruushh..terussh, Baek, mainkan semua tubuhku..Puaskan aku, Baek" racaunya sambil sesekali mendesah tak karuan.

Sampai puncaknya hampir datang, Chanyeol memegangi kepala Baekhyun memintanya menyedot putingnya yang sensitif dengan kuat.

"Baekhyun! Baekhyun! Baekhyun!" tangan Baekhyun makin berani bermain saat mendengar Chanyeol mendesahkan namanya berkali-kali.

"Aku cum! Aku dat-GAAAHHH!"

Chayeol melolong.

Dia menarik fleshlight itu dan membiarkan maninya memuncrat sampai mengenai sedikit pipi Baekhyun.

Nafasnya benar-benar tersengal saat semuanya selesai. Badannya basah oleh keringat.

"Baek, itu tadi luar biasa" Chanyeol menatap Baekhyun dan ada sorot bangga di mata Baekhyun.

"Jadi aku berhasil memuaskanmu?" tanyanya dengan lugu, Chanyeol yang masih mengatur nafas harus menahan kekehannya karena wajah lucu itu.

"Yah, kau berhasil. Ayo kita tidur, aku lelah berteriak" kata Chanyeol dan membuat Baekhyun terkikik.

Chanyeol mengambil tisu dan membersihkan wajahnya dari keringat, mengusap wajah Baekhyun yang terkena cipratan spermanya.

Chanyeol berbaring dan membawa kepala Baekhyun di dekat dadanya setelah menyelimuti tubuh keduanya.

Chanyeol rasanya sudah ketiduran saat melihat Baekhyun masih terjaga dan memegang ponselnya sambil mengetikkan pesan, sepertinya berbalas pesan dengan seseorang. Matanya yang lelah tidak bisa membaca dengan jelas tulisan di ponsel gadis itu. Tetapi dahinya mengernyit saat melihat nama 'Sehun' di bagian atas pesan pengirim dan melihat pesan itu sekilas bertuliskan "Aku menyayangimu".

Chanyeol terpejam dan meyakini itu hanya mimpinya.

.

.

.

TBC.

.

.

Ngomong: Hoi Hoi Apa ini? Full Chanbaek ya. Hehehehehe. Semoga gak bosen, nani chap depan mulai ada HunBaek deh ya. Jangan minta yang terlalu Hot, nulisnya mikir banget ini. HAHAHAHA.

Maaf kalau ada telat-telat update ya, lagi mulai Tesis, daan disaat senggang diusahain sambil ngetik ff. Semangati aku dengan cara review ya, readers :*