GyuMin407
Present
"We found the love"
Cast : Super Junior member, OC's, and SMent artist.
Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan
Romance, School life, Family.
Summary : Sungmin tidak pernah berfikir akan terlibat masalah oleh kedua penguasa disekolah baru nya, dimana kedua penguasa itu saling menjatuhkan satu sama lain. Tapi seiring berjalan nya waktu, Sungmin mulai terbiasa dengan keduanya, lalu bagaimana jika ada sebuah keadaan yang memaksa nya harus memilih diantara keduanya?
Enjoy^o^
.
.
.
Sungmin berdiri dengan gelisah ditengah-tengah suasana kantin yang mulai ramai, ia kembali mendial nomor Kyuhyun dengan ponselnya dan lagi-lagi harus kecewa karena Kyuhyun tidak mengangkat telfonnya.
"Sungmin-ah, duduklah dulu," pinta Hyukjae yang sejak tadi memperhatikan Sungmin dengan tatapan khawatir.
"Aku tidak bisa tinggal diam disini, Hyuk. Aku harus menyusul Kyuhyun," seru Sungmin.
"Tidak ada yang boleh menyusul Kyuhyun,"
Sungmin dan Hyukjae menoleh ke arah samping dan menemukan Donghae tengah berjalan menghampiri mereka.
"Terlalu berbahaya, kalian akan tetap disini," perintah Donghae tegas.
Sungmin melebarkan kedua matanya marah, ia hendak membalas ucapan Donghae ketika melihat sosok Kibum berjalan santai memasuki area kantin. Bukankah Kibum diculik? Kenapa Kibum bisa ada disekolah?
Hyukjae yang mengikuti arah pandangan Sungmin pun ikut terkejut, "Mwo? Kenapa Kibum bisa ada disini?"
Tanpa pikir panjang lagi, Sungmin langsung menghampiri Kibum.
.
"Kibum-ah!" panggil Sungmin sambil berlari kecil menghampiri Kibum.
Kibum menghentikan langkahnya, "Ye?"
"Kenapa kau ada disini?" tanya Sungmin.
Kibum mengerutkan dahinya, "Kenapa aku ada disini? Seharusnya memang aku disini kan?"
Sungmin terduduk lemas dikursi yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia menopang dahinya dengan telapak tangan kanannya sementara nafasnya terengah-engah. Kibum yang melihat ekspressi ketakutan Sungmin pun jadi ikut khawatir.
"Sungmin-ah, ada apa?" tanya Kibum.
"Kyuhyun dan Changmin mendapat kabar kalau kau diculik, dan sekarang mereka sedang pergi untuk menyelamatkan mu," sahut Donghae yang sudah berada dihadapan Kibum bersama Hyukjae yang tengah mengusap pelan pundak Sungmin.
Kibum melebarkan kedua matanya, "A-apa maksudmu?"
"Kalian dijebak," Sungmin terisak, "Mereka memberikan informasi palsu agar Kyuhyun menghampiri mereka, mereka menjebak kalian,"
Rahang Kibum menegang, ia mengatupkan bibirnya rapat hingga ia bisa mendengar suara gemeletuk gigi nya yang beradu. Tangannya mengepal erat dan matanya menyala marah. Nafasnya tiba-tiba menderu cepat, bahkan hampir tersengal-sengal karena emosi.
"Aku harus menolong Kyuhyun dan Changmin," putus Kibum.
"Aku ikut!"
"Andwae! Kau tidak bisa ikut, Sungmin-ah, pikirkan keselamatan mu!" sela Donghae.
Kibum mengangguk ke arah Donghae, "Donghae benar, kau tidak bisa ikut, Sungmin-ah, ini terlalu berbahaya,"
Sungmin menggeleng, "Tapi aku tidak bisa duduk diam disini menunggu kabar dari kalian,"
Kibum menghela nafas, ia meletakkan kedua tangannya di kedua sisi pundak Sungmin, "Kami petarung, dan kami akan baik-baik saja, Sungmin-ah," Kibum melirik Donghae dan Hyukjae, "Jaga dia, kami akan memberi kabar secepat yang kami bisa,"
Dan Kibum pun bergegas pergi meninggalkan kantin, sempat berpapasan dengan Siwon yang hendak memasuki kantin, mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya mereka berdua berlari dengan tergesa-gesa bersama. Sungmin menyimpulkan kalau Siwon akan membantu Kibum dan yang lainnya.
Sungmin menelengkupkan kepalanya di punggung kursi, "Bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang?" gumam nya pelan.
Hyukjae dan Donghae hanya bisa saling melempar pandangan ketika mendengar gumaman Sungmin.
.
.
.
Kyuhyun dan Changmin datang ke tempat dimana Kibum 'katanya' disekap, ternyata Kibum di sekap di sebuah gudang tua tidak jauh dari sekolah, ia sedikit terkejut ketika melihat Minho dan sekelompok lelaki yang ia ketahui adalah hoobae nya sedang menunggu mereka di depan pintu utama.
"Kalian datang?" tanya Kyuhyun.
Minho dan pasukannya pun mengangguk mantap.
"Baik! Mari kita bawa pulang kembali teman kita!" seru Changmin semangat,
Kyuhyun tersenyum membalas ucapan Changmin, ia menatap satu per satu teman-temannya sebelum akhirnya mengangguk dan mereka pun masuk ke dalam gudang tersebut bersama-sama.
.
.
.
"Sungmin-ah, minum lah dulu," ucap Hyukjae sambil mendorong sekaleng minuman ke hadapan Sungmin.
Sungmin melirik ke arah minuman kaleng itu sekilas, ia menghela nafas sebelum akhirnya mengambil minuman kaleng itu dan kemudian membukanya, namun ia tidak meminumnya. Pikirannya tidak fokus, ia mengkhawatirkan Kyuhyun, yang sudah sangat jelas dijebak.
"Kalau kau mengkhawatirkan Kyuhyun dan Kibum, tenanglah. Mereka ahli dalam hal ini," sahut Donghae yang duduk disebelah Hyukjae,
"Aku benar-benar tidak mengerti hati ku, Hae-ah," keluh Sungmin, "Siapa yang sebenarnya ku pedulikan? Siapa yang sebenarnya ku perhatikan? Dan siapa yang sebenarnya sudah membuat ku jatuh cinta?"
Donghae melirik Hyukjae, sementara Hyukjae hanya mengedikkan bahunya kemudian menunjuk ke arah Sungmin melalui dagu nya.
Donghae memutar kedua bola matanya pada Hyukjae yang menyeringai, "Baiklah, Sungmin-ah kita mulai dengan Kim Kibum, jika kau menyukai nya, apa yang kau sukai dari dia?" tanya Donghae,
Sungmin mengerutkan dahinya, "Dia namja yang baik, tipe seorang pelindung, dia juga tidak kekanak-kanakan, entah mengapa aku merasa nyaman saja jika didekatnya," jawab Sungmin lancar.
"Lalu Kyuhyun?" sahut Hyukjae,
Sungmin merengut, "I-itu… A-aku… E-hm… Molla, aku tidak tahu kenapa banyak orang yang bisa menyimpulkan aku menyukai Kyuhyun,"
Donghae tersenyum lebar, "Sudah sangat jelas kau menyukai siapa Sungmin-ah,"
Sungmin mengerutkan dahinya, "Apa?"
"Cinta bukanlah saat dimana kau bisa mengatakannya dengan jutaan kata tentang orang tersebut," Donghae tersenyum tulus, "Cinta adalah ketika kau tidak bisa menemukan kata untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan mu pada namja tersebut,"
Sungmin terdiam, mencoba mencerna kata-kata Donghae dengan seksama.
"Sekarang, coba sebutkan satu nama yang paling pertama datang dibenak mu saat ini," tegas Donghae.
Sungmin tersentak, ia mengangkat wajahnya dan memandang Hyukjae dan Donghae bergantian. Sebuah nama terlintas dalam benak nya, bahkan ia merasa seperti terus mengulang-ulang nama itu didalam pikirannya.
Hyukjae tersenyum meyakinkan, "Dan dia adalah…"
Sungmin tersenyum "Cho Kyuhyun…" bisik nya kosong,
Donghae tersenyum dan menular kepada Hyukjae, mereka berdua saling tatap sambil tersenyum kecil, kemudian Donghae pun melingkarkan lengannya ke pundak Hyukjae yang tertawa kecil melihat ekspressi kosong yang ditunjukan Sungmin.
Sementara Sungmin hanya terdiam, menyesali kenapa baru sekarang ia menyadari siapa yang sebenarnya ia sukai.
.
.
.
Kyuhyun, Changmin, Minho, beserta pasukannya kini hanya bisa menelan ludah mereka kuat-kuat saat melihat anak buah Jack yang berjaga digudang berjumlah hampir puluhan orang, sedangkan mereka hanya lima belas orang.
Dilihat dari fisik pun jelas kalah sekali, anak buah Jack rata-rata berbadan kekar dan berperawakan preman, sedang teman-teman Kyuhyun hanya lah anak-anak sekolah menengah atas yang kebetulan bisa memukul. Kyuhyun menelan air liur nya gugup.
"Kita kalah jumlah," bisik Changmin disamping Kyuhyun,
"Ya, aku tahu," sahut Kyuhyun.
"Kau punya rencana?" timpal Minho,
Kyuhyun mendesah pelan, "Biasanya aku penuh dengan rencana, tapi untuk saat ini tidak ada,"
Changmin dan Minho memutar bola matanya malas, namun seketika ekspressi mereka berubah kala melihat sosok pria dewasa yang muncul dari balik lorong berjalan menghampiri mereka, kemudian berhenti ditengah-tengah ruangan, tepatnya berhenti disebuah sofa yang memang sudah ia sediakan.
Kyuhyun mengepalkan tangannya, menatap sosok Jack dengan tatapan penuh dendam.
"Dimana Kibum?!" ucap Kyuhyun tegas, ia menatap lurus-lurus pria dewasa yang kini tengah duduk manis di sofa, singgah-sanahnya.
Jack tersenyum licik, kemudian tertawa sangat kencang, "Sepintar-pintar nya kalian, ternyata kalian bodoh juga ya," ucapnya disela-sela tawanya. "Jika aku bisa menculik salah satu dari kalian semudah itu, sudah dari dulu kau atau Kim Kibum itu ku singkirkan, HAHAHA,"
"Sial!" umpat Kyuhyun,
"Kita dijebak," sahut Changmin,
"Teman-teman kita yang lain mulai gelisah dibelakang," bisik Minho.
Kyuhyun dan Changmin menoleh kebelakang dan melihat pasukan mereka sedang berbisik-bisik sambil menyikut lengan satu sama lain, Kyuhyun memandang Changmin, dan yang dipandang hanya mengangkat bahunya tidak mengerti.
Keheningan yang dibalut ketegangan tercipta diruangan gudang tersebut, Kyuhyun menatap lurus Jack yang sedang menatapnya main-main, ia melirik pada anak buah Jack yang sudah siap bertarung dengan berbagai macam senjata ditangan mereka. Kyuhyun tidak ingin ambil resiko dengan melibatkan teman-temannya dalam masalahnya dengan Jack. Sejak awal yang diinginkan Jack kan dirinya dan Kibum, bukan teman-temannya.
"Lebih baik kau menyerah, Kyuhyun-ah, bergabunglah dengan kawanan ku dan semua teman-teman mu bisa pulang tanpa ada lecet sedikit pun!" tawar Jack sambil tertawa licik.
"Sudah ku duga," sahut Changmin, "Sejak awal dia memang menginginkan mu masuk kedalam kelompoknya, Kyu,"
Kyuhyun menoleh sedikit, "Menurut mu apa aku harus menerimanya? Kalian bisa keluar tanpa cacat jika aku menerima tawarannya,"
"Jangan gila," sahut Minho, "Kita tidak akan membiarkan dia mengambil mu, kau milik kami, Kyuhyun-ah,"
Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Minho yang terkesan mengklaim dirinya. Namun tawanya berhenti ketika suara itu datang dari pintu utama, terdengar lantang dan tegas dalam suasana yang hening seperti ini.
"Jika kau menginginkan, Kyuhyun, maka langkahi dulu mayat ku!"
Kyuhyun menoleh dan mendengus ketika melihat Kibum, Siwon, dan beberapa senior berdiri dengan gagah nya didepan pintu. Jika Kyuhyun membawa pasukan para hoobae, maka Kibum membawa pasukan para sunbae.
"Kata-kata nya berlebihan sekali," protes Kyuhyun,
Changmin mendengus, "Masih untung banyak yang merelakan mati agar kau selamat,"
Jack tiba-tiba tertawa sangat kencang, membuat Kyuhyun dan Changmin sempat terjolak mendengar tawanya yang tidak enak didengar.
"Sepertinya ini akan melelahkan, bocah tengik, sebenarnya aku sudah menawarkan hal yang mudah, tapi ternyata kalian memilih sesuatu yang sulit," Jack menoleh pada salah satu ajudan nya, "Habisi anak-anak kecil itu,"
Ajudan itu pun mengangguk, ia memberi kode pada teman nya yang lain agar menjalankan perintah yang Jack katakana. Kyuhyun menoleh pada Kibum kemudian mengangguk, ia melihat Changmin dan Minho yang juga sedang mengangguk ke arahnya. Kyuhyun pun berjalan maju diikuti teman-temannya, dan perkelahian pun tidak dapat dihindarkan.
.
.
.
"Sampai kapan kau akan memandangi foto gadis itu?" ucap gadis berambut sebahu itu pelan sambil terus menatap pemuda didepannya dengan tatapan prihatin. Sementara itu, pemuda berambut coklat keemasan itu tak bergeming ditempatnya, ia masih menatap lekat pada selembar foto yang ada ditangannya.
Sebuah foto yang menampakkan sosok cantik seorang gadis sebaya nya, seorang gadis dengan potongan rambut sebahu yang manis menggunakan seragam senior high school, foto yang baru saja dikirim salah satu anak buah nya yang ia tugaskan menjaga gadis itu meski dari jauh, gadis cantik yang tengah tersenyum dengan begitu bahagia nya didalam foto itu.
"Sampai kapan kau akan terus memperhatikannya dari jauh? Sampai kapan kau hanya mengawasinya dari jarak sejauh ini? Sampai kapan kau menyembunyikan dirimu darinya?" sambung gadis berambut sebahu dengan mata berkaca-kaca.
Pemuda didepannya ini adalah sahabat nya sejak kecil, sahabatnya berubah sejak sebelas tahun yang lalu, sejak kejadian itu, sejak sahabatnya merasakan keterpurukan yang mendalam.
"Setelah semuanya selesai diurus dan waktu nya tiba aku akan segera menemuinya sebagai diriku, walau tidak sepenuhnya diriku, lalu mendekatinya, dan membuatnya tidak pernah merasa sedih lagi atas apa yang sudah ku lakukan." Ucap pemuda itu pelan dan tegas.
"Jangan terus-terusan menyalahkan dirimu, Kris…" lirih gadis itu pelan bagai angin yang berhembus.
Pemuda bernama Kris itu tersenyum tipis, menatap selembar foto itu dengan tatapan menerawang,
"Selama aku belum bisa mendapatkan maafnya, maka selama nya aku akan terus dihantui perasaan bersalah. Dan aku harus menemuinya ketika aku mapan kelak," gumam nya lebih kepada diri sendiri, "Lee Sungmin, tunggulah sampai beberapa tahun lagi,"
.
.
.
"Minumlah…" ucap Donghae sambil menyodorkan sebotol minuman kaleng kepada Sungmin yang langsung diterima Sungmin dengan tatapan mata kosong.
Sungmin tidak membuka minumnya, "Kau dan Hyukjae selalu memberi ku minuman, kau tahu aku sedang tidak haus, aku sedang khawatir,"
"Tapi setidaknya dengan minuman bisa membuat tubuh mu sedikit rileks…" gumam Donghae sambil menatap keatas, kearah langit yang mulai memerah hampir jingga, menandakan hari akan berganti malam.
"Ayo, pulang…" sambung Donghae sambil beranjka berdiri dari duduknya.
Sungmin mengeryitkan dahinya, "Aku tidak akan pulang sebelum mendapat kabar dari Kyuhyun ataupun Kibum,"
Donghae menghela nafas, "Kau bisa menunggu nya dirumah, aku janji akan langsung mengantar mu ketika kau mendapat kabar dari mereka,"
Sungmin hanya bisa pasrah ketika Donghae meraih tangan kirinya dan menarik nya untuk berdiri sebelum akhirnya menghela langkahnya agar mengikuti langkah pemuda itu. berontak pun percuma, Donghae menggenggam tangannya erat, dan Sungmin juga merasa bahwa tenaga nya tidak akan bisa dikeluarkan lagi, sudah banyak energi yang terkuras hari ini.
.
.
.
Kini tibalah duel one by one antara Jack dan Kyuhyun. Kyuhyun sudah babak belur sedangkan Jack belum tergores sama sekali. Jelas saja, sejak tadi Kyuhyun berusaha mencapai tempat dimana Jack duduk dengan menghabisi anak buah Jack yang hampir selusin didepannya, sementara Jack hanya diam menonton sambil sesekali tersenyum mengejek.
"Kau pantang menyerah ya," ucap Jack, bangkit dari duduknya,
"Diamlah, dan selesaikan ini segera," ketus Kyuhyun.
Kyuhyun mencoba memukul Jack, namun karna kepalanya terasa pening, pukulannya meleset dan malah membuat Jack mampu melayangkan tinju nya ke wajah Kyuhyun yang bengkak. Kyuhyun tersungkur ke lantai, sambil mengerang kesakitan, Kyuhyun mencoba bangkit.
"Kau sudah kalah, menyerahlah!" ucap Jack keras.
Kibum yang baru saja menumbangkan lawannya pun menoleh mendengar suara Jack yang lantang, ia membesarkan kedua matanya ketika melihat Kyuhyun yang tersungkur dan mencoba bangkit dengan terhuyung-hyung.
"Aku tidak akan pergi sebelum menyingkirkan mu," ucap Kyuhyun, berjalan terhuyung-huyung ke arah Jack.
Kibum memperhatikan dari jauh, namun tiba-tiba merasa panik ketika melihat Jack mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam saku jaket denimnya. Ia kemudian menoleh kepada Kyuhyun yang tengah berjalan terhuyung-huyung menghampiri Jack.
"Kyuhyun, jangan!" pekik Kibum, berlari menuju ke arah Kyuhyun.
"Kali ini, teman mu datang terlambat untuk menyelamatkan mu," ucap Jack sambil melangkah maju, dengan cepat menusukkan pisau yang dipegangnya ke bagian perut Kyuhyun yang tidak bisa menghindar karna kondisi tubuhnya yang tidak stabil.
Kyuhyun melebarkan matanya ketika merasakan sesuatu yang tajam menusuk perutnya, ia jatuh terduduk ketika Jack dengan tanpa rasa bersalah mendorongnya hingga terjatuh. Kyuhyun menunduk dan melihat sebuah pisau menancap di perutnya dan darah segar pun mengalir deras merembes keluar dari seragam sekolahnya.
"Kyuhyun-ah, tetaplah sadar," ucap Kibum ketika sampai di hadapan Kyuhyun, menyangga tubuh temannya sambil menepuk pipi Kyuhyun agar tetap sadar, "Kyuhyun-ah kumohon tetap lah sadar!"
Kyuhyun melirik Kibum, ia menatap kebawah lagi, ke arah dimana pisau itu tertancap ditubuhnya, "Kibum-ah, Sungmin,"
Mata Kibum berkaca-kaca, "Ya? Kenapa dengan Sungmin, Kyuhyun-ah?"
"Dia menyukaimu," bisik Kyuhyun.
Kibum menggeleng, "Tidak, dia sesungguhnya hanya mengagumi ku, dia menyukai mu, Kyuhyun-ah,"
Kyuhyun tersenyum, "Aku sangat ingin melihatnya sekarang," ucapnya sebelum akhirnya hilang kesadaran.
.
.
.
Sungmin berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan Donghae yang mengikutinya di belakang, ia terengah-engah ketika akhirnya menghentikan langkah nya didepan ruang operasi. Ia jelas melihat raut-raut ketakutan disana, menatap cemas pada pintu yang kini berlampu merah, menandakan operasi masih berlangsung.
Disana ada Changmin, Kibum, Siwon, dan Minho yang tengah duduk didepan ruang tunggu ruang operasi, tangan mereka serempak mengepal dan menjadikannya tumpuan untu dagu mereka. Ekspressi mereka tampak ketakutan, sama seperti Sungmin.
Kibum mendongakkan wajahnya menyadari kehadiran Sungmin, ia beranjak bangun dari tubuhnya dan dengan segera Sungmin menubruk tubuhnya, Kibum menghela nafas, memeluk Sungmin berniat menenangkan.
"Bagaimana dia bisa terluka? Bagaimana bisa ia ada didalam ruang operasi?!" jerit Sungmin dalam dekapan Kibum, air mata melesak keluar secara membabi buta.
"Kami terlalu sibuk dengan apa yang kami kerjakan sampai tidak memperhatikan Kyuhyun, maafkan kami, Sungmin-ah," ucap Changmin lesu.
Kibum diam, tidak mengatakan apa-apa hanya saja tangannya terus mengusap punggung Sungmin. Ia sedih melihat Sungmin sesedih ini, namun ia juga marah, kenapa harus Kyuhyun yang ada didalam ruang operasi.
Siwon beranjak bangun dari duduknya melihat ekspressi kosong Kibum, walaupun terlihat menenangkan Sungmin, tapi dia tahu kalau temannya sedang hancur juga. Siwon menghampiri keduanya, menarik Sungmin dari pelukan Kibum dan menghelanya untuk duduk.
"Semua akan baik-baik saja, kita do'akan saja yang terbaik untuk Kyuhyun," tegas Siwon,
Kibum masih berdiri, fikirannya sedang tidak fokus hingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Bayangan Kyuhyun yang terkulai tak berdaya sebelum pingsan menyapa ingatannya bagai sebuah laju film. Baru kali ini ia melihat sahabatnya itu begitu tidak berdaya, bahkan saat mereka kehilangan Heeyon, Kyuhyun tidak pernah memohon. Tidak seperti tadi, saat ia memohon ingin bertemu Sungmin.
"Kibum-ah," tegur Siwon ketika menyadari Kibum yang melamun.
Kibum tidak mendnegarkan Siwon, ia menoleh kepada Sungmin yang tengah menunduk sambil menangis, ia berjalan menghampiri gadis itu dan berjongkok didepannya.
"Sungmin-ah," panggil Kibum membuat Sungmin mengangkat wajahnya,
"Kau tahu apa yang Kyuhyun inginkan sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri?" tanya Kibum,
Sungmin menggeleng, "Tentu saja aku tidak tahu,"
"Dia ingin melihat mu," seru Kibum, mengambil sebelah tangan Sungmin dan menggenggam nya, "Jika dia selamat, aku ingin kau untuk tetap berada di sisinya. Kau menyukainya, kau tahu itu. Jangan pikirkan aku, kau hanya menganggumi ku, tidak lebih daripada itu. Hanya kau yang ia pedulikan ketika ia hampir tak sadarkan diri, Sungmin-ah."
Sungmin hendak bicara ketika Kibum meletakan jari telunjuknya didepan bibir Sungmin, memaksa gadis itu untuk diam, "Aku hanya membuat mu bingung, maaf kan aku, tapi perasaan apapun yang kau miliki untuk ku, itu tidak lah nyata. Lagipula sekarang aku sedang menjalin hubungan yang serius dengan tunangan ku," lanjut Kibum.
Sungmin tersenyum tipis, jejak air mata masih berada dipipinya, "Aku senang mendengarnya, ku harap hubungan mu dengan tunangan mu akan berjalan baik," Sungmin menarik nafas, "Dan kau benar, kau hanya membuat ku bingung. Akhirnya aku sadar kalau yang sebenarnya ku pedulikan hanya Kyuhyun, terlambat sekali aku menyadarinya,"
Changmin tiba-tiba menyahut, "Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali," kemudian pemuda itu tersenyum lebar, "Maaf aku tidak bermaksud menguping hanya saja kalian berbicara disebelah telinga ku, jadi jangan salahkan aku jika pembicaraan kalian terdengar,"
Siwon terkekeh, menepuk pundak Changmin main-main, "Hey, santailah sedikit, kau tidak akan dipenjara hanya karena mencuri dengar pembicaraan mereka,"
Semua yang ada disana pun tertawa melihat wajah Changmin yang merengut, mereka seakan lupa bahwa mereka sedang menunggu operasi teman baik mereka. Suasana yang tadinya tegang pun berubah menjadi hangat ketika mereka saling menukar canda.
.
Namun mereka berhenti tertawa ketika melihat sepasang suami istri paruh baya datang dengan langkah tergesa-gesa, diikuti oleh sepasang orang dewasa dibelakangnya. Sungmin memperhatikan dan akhirnya menyimpulkan sendiri bahwa mereka adalah orang tua Kyuhyun dan kedua kakak Kyuhyun.
Leeteuk berhenti ketika sampai didepan Kibum, "Kibum-ah, bagaimana keadaan Kyuhyun? Bagaimana bisa ia ada didalam sana?" suaranya tercekat bahkan hampir menangis.
Kangin mengelus pundak istrinya sayang, "Yeobo, tenanglah,"
Leeteuk masih menatap Kibum, menunggu jawabannya, "Kami terlibat perkelahian dengan salah satu kelompok preman, ahjumma. Dan Kyuhyun tertusuk pisau dari pemimpin mereka," jelas Kibum.
Leeteuk menutup mulutnya yang menganga dengan tangan kanannya, ia menarik satu kali tarikan nafas yang tajam hingga terdengar semua orang disana. Donghae beringsut mendekati Sungmin, jaga-jaga agar Sungmin tidak terlibat kemarahan Leeteuk ketika wanita itu mulai memarahi anak-anak disana.
Tapi Leeteuk tidak marah atau membentak, ia hanya kaget sebentar kemudian meringis pelan, "Dia seperti itu pasti karena membela temannya, Kyuhyun-ku yang malang," ucapnya sedih.
Semua yang ada disana terkejut dengan reaksi yang ditunjukan ibu Kyuhyun, mereka tadinya mengira akan dimarahi habis-habisan oleh ibu Kyuhyun, namun ternyata tidak. Bahkan Donghae sudah siap membentengi Sungmin jika itu terjadi.
Kangin masih mengusap pelan pundak istrinya sebelum mengalihkan pandangannya pada Sungmin yang tersembunyi dibalik bahu Donghae. Ia mengerutkan dahinya, mengingat-ingat sesuatu, wajah Sungmin terasa sangat familiar, sepertinya ia pernah melihat Sungmin, namun entah dimana dan kapan.
"Tunggu sebentar," gumam Kangin, membuat semua orang menoleh padanya.
Kangin berjalan mendekati Sungmin, membuat Donghae dengan tegas menghalangi jalannya, "Maaf tuan, apa yang akan anda lakukan?"
Kangin menatap Donghae, "Ahh, aku hanya sedang mengingat-ingat wajah gadis dibelakang mu, kenapa wajah nya sangat familiar, ya?"
Donghae berdehem, "Mungkin anda salah orang,"
Kangin mengerutkan dahinya dan terus menatap Sungmin, ia kemudian menggeram keras ketika mengingat sesuatu, "Ah! Kau anak tunggal Victoria dan Nichkhun, kan? Lee Sungmin?!"
Sungmin memberanikan diri menatap ayah Kyuhyun, "Bagaimana bisa anda mengenal kedua orang tua ku?"
Leeteuk memekik, "Astaga! Jadi benar kau anak Victoria dan Nichkhun? Kenapa aku tidak mengenalimu? Kemana saja kau selama ini, nak? Kami berdua sudah hampir kewalahan mencari keberadaan mu,"
Donghae mengerutkan dahinya, "Maaf, tapi kenapa kalian mencari keberadaan Sungmin, kalian membuat kami bingung,"
Kangin mengangguk, "Ah, tentu saja kalian bingung. Nichkhun adalah sahabat sekaligus partner kerja ku, sangat disayangkan ia dan Victoria harus menutup usia diusia mereka yang masih muda. Aku juga turut menyesal dengan apa yang terjadi dengan perusahaannya, aku sedang tidak ada di Korea saat itu,"
Kangin melanjutkan, "Tapi sebelum kecelakaan itu, Nichkhun mengirimkan sebuah pesan suara pada ku yang mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi padanya maka ia meminta ku untuk mengurus putri mereka satu-satunya, Lee Sungmin. Pesan itu seperti surat wasiat untukku. Namun aku baru kembali ke Korea dua tahun sesudahnya dan yang ku dengar perusahaan Nichkhun gulung tikar dan sisa keluarga nya pindah keluar kota, aku dan istriku sudah hampir kewalahan mencari mu dan nenek mu karna usaha pencarian kami tidak membuahkan hasil,"
Cerita Kangin terhenti ketika pintu operasi berubah warna menjadi hijau yang menandakan proses operasi sudah selesai. Mereka semua bergegas menuju pintu ketika dokter keluar dari balik pintu dengan menggunakan masker.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun, Dok?" tanya Leeteuk terburu-buru.
Sang Dokter menghela nafas lelah, "Pasien sempat kritis karna kehilangan banyak darah, bahkan kami sempat kehilangan detak jantung nya selama beberapa menit, untungnya pasien segera melewati masa kritisnya dan detak jantungnya kembali muncul, sekarang pasien sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius," jelas Dokter.
Sungmin tersentak, dokter mengatakan mereka kehilangan detak jantung Kyuhyun selama beberapa saat. Donghae yang menyadari kediaman Sungmin pun mengerti, ia menggenggam tangan Sungmin dan tersenyum, "Dia sudah melewati masa kritisnya, kau bisa tenang," bisik nya.
"Syukurlah, terima kasih banyak, Dok," ucap Kangin lega.
Dokter menganggukan kepalanya dan melangkah melewati kerumunan orang disana. Setelah beberapa saat keluarlah sebuah ranjang rumah sakit lengkap dengan peralatan-peralatan medis dimana Kyuhyun terbaring tak sadarkan diri disana. Sungmin menatap ranjang itu sedih sampai akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri karena kelelahan.
"Sungmin!" pekik orang-orang disana ketika melihat Sungmin tumbang.
.
.
.
Kyuhyun perlahan membuka kedua matanya yang terasa berat, yang pertama kali dirasakannya adalah pusing, sangat pusing hingga ia mengeryitkan dahinya. Ia melenguh dan menghela nafas kasar untuk menghilangkan rasa sakit dikepalanya. Pikirannya kembali menerawang apa yang terjadi, ia berkelahi, dan dia tertusuk, jadi ia menyimpulkan bahwa sekarang ia berada di rumah sakit.
Kyuhyun mencoba memiringkan kepalanya menghadap pintu ruang rawatnya, menyadari bahwa dia tidak sendirian diruangan ini. Dan benar saja, ada Sungmin di ambang pintu, berdiri, diam, dan memperhatikan.
Sungmin seakan ingin menangis ketika Kyuhyun mengulurkan tangannya, mengajak gadis itu untuk bergabung. Usaha Sungmin menahan air mata sia-sia ketika ia berjalan menghampiri Kyuhyun, air matanya nya jatuh.
"Kenapa menangis?" tanya Kyuhyun dengan suara serak.
Sungmin meraih tangan Kyuhyun, menggenggamnya erat, "Jantung mu tidak berdetak tadi, mereka bilang kau kehabisan banyak darah, kau tidak bernafas selama beberapa detik tadi!" pekik Sungmin histeris.
"Sssttt…."
Kyuhyun menarik tangan Sungmin, menghela tubuh rapuh itu kedada nya, dan mendekapnya erat. Sungmin menangis sejadi-jadinya didada Kyuhyun, meluapkan perasaan bahagia sekaligus perasaan lega nya melihat Kyuhyun membuka kedua matanya dan memeluknya sekarang.
"Jantung mu tidak berdetak tadi," gumam Sungmin disela-sela isakannya,
Kyuhyun mengelus rambut Sungmin, "Sekarang sudah berdetak lagi, tenanglah, ini akan selalu berdetak untuk mu,"
Sungmin mengangkat wajahnya, menatap tepat dimata Kyuhyun, "Kyuhyun-ah, jangan membuat ku cemas seperti ini. Jangan berkelahi lagi,"
Kyuhyun menyeringai, "Jadi kau sudah memilih?"
Sungmin mengangguk.
"Well, apa kah itu aku? Atau Kibum?"
Sungmin tersenyum, ia mencondongkan tubuhnya untuk mengecup bibir pucat Kyuhyun. Kyuhyun tersentak, namun sesaat kemudian senyum kecil mengembang di bibirnya.
Sungmin lagi-lagi tersenyum, sambil mengucap syukur dalam hati, "It's you. It's always been you."
Kyuhyun terkekeh, "Sangat manis ketika kau mengatakannya dalam Bahasa inggris, untung saja Bahasa inggris ku cukup baik." Dan kemudian tatapan Kyuhyun berubah serius, "Aku mencintai mu,"
Sungmin mengangguk mantap, "Aku juga mencintai mu, dan akan selalu begitu,"
Dan mereka pun berpelukan lagi, saling berbagi kasih dan kehangatan serta kelegaan atas segalanya. Seakan mereka akan bahagia selamanya. Namun ini bukan lah akhir, melainkan sebuah permulaan.
.
.
.
The and be continue.
Ini bukan akhir tapi sebuah permulaan.
Yap. Akan ada cerita kelanjutan dari ff ini, dan kak mooiejoy sudah menebak ini di review chapter kemarin^^
Buat typo, itu menjengkelkan banget, padahal pas aku baca tuh gak ada problem, tapi kadang emang suka otomati terganti sendiri, mohon maaf dengan ketidaknyamanan nya.
Oke, sekian. Gabisa bales review satu-satu karena ini sudah malam dan mata butuh istirahat jadi sampai bertemu dicerita selanjutnya yaaa^^
Maaf lagi gak bisa bales review seperti biasa, yang pasti aku mau bilang terima kasih buat yang udah sempetin baca dan review, semangat aku balik lagi karna baca review kalian hihi^^ dan buat reader baru, annyeong! Selamat datang di screenplays gyumin407^^ mohon bimbingannya^^
Big Thanks to :
Thiafumings, HL, Unicorn ajol, MinChanLee137SasuNaru, melee, Dekkamjong, Someone, KyuMinElfcloud, .564, Nuralrasyid, elfishy09, chominhyun, Gye0mindo, imSMinL, ratu kyuhae, banana joyer, RyaElfMin, HayatiLee, HKY, lalakms, Whey. K, Mayasiwonest. Everlastingfriends, tamu, vitaminsparkyu1123, Cho MeiHwa, 1307, Minnalee1, .94, Ayysimpson, Rya, ChoiMerry-Chan, JewelsStar, fariny, riesty137, Seungyo, ChoLee.13, zakurafrezee, NAP217, Cho Hyun Ah SparKins 137, cloudswan, ChoMeiHwa, Tika137, Chokyulate23, arisatae, Maximumelf, KikyWP16, sparkkyushi, KyuWie, kyurielf, .1272, danactebh, Cho Min Hwa, Heldamagnae, Lilin Sarang Kyumin, Ciciratnasari108, riesty137, LiveLoveKyumin, chaerashin, abilhikmah, TifyTiffanyLee, hanna, fariny, dewi. , Sera Lee, mooiejoy, PaboGirl, Guest, ckhislsm137, SyahBunnyBoy137, BluePink137, Tika, kyuwie, nurganevi, dan Semuanya^^
Review?^^
Salam,
GyuMin407^^
