" OUR FIRST SETTLEMENT"
YAOI AREA
BXB
M-PREG
GENRE : FULL DRAMA
PAIRING : CHANBAEK
CAST : BAEKHYUN , CHANYEOL AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI ASLI HASIL KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI , JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH , TEMPAT DAN KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA .
.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Jiyeon kembali kerumahnya bersama Chen setelah pertengkaran mereka terakhir kali. Itu berarti sudah hampir satu bulan lamanya Jiyeon tak bertemu Chen.
Bukannya Chen tak berusaha untuk memperbaiki hubungan keduanya, tapi Jiyeon lah yang menghindari Chen dan memutuskan hubungan keduanya yang telah berjalan bertahun-tahun lamanya.
Sesampainya diflat mereka dulu, keadaan flat sederhana itu terlihat sepi. Awalnya Jiyeon mengira jika Chen tengah bekerja, tapi ketika wanita itu melangkah kan kaki kekamar dan mengecek lemari pakaian mereka. Baju-baju Chen sudah tidak ada disana.
Jiyeon tak membuang waktu segera berlalu menuju bar tempat Chen bekerja, ternyata Chen belum datang karena ini bukan shif kerjanya.
Jiyeon berulang kali menghubungi Chen, namun selalu suara operatorlah yang menyambut panggilannya.
Jiyeon berakhir menunggu satu jam lamanya sampai Chen datang dengan seorang pria cantik menggandeng mesra lengannya.
"Oppa!" Seru Jiyeon cepat dan Tegas.
Keduanya sontak mengalihkan pandangan pada Jiyeon yang tengah termakan oleh api cemburu. Chen perlahan melepaskan gandengannya kemudian membisikkan sesuatu ditelinga pria cantik itu. Setelahnya pria cantik itu berlalu memasuki bar melewati Jiyeon.
"Siapa dia?" Tanya Jiyeon tanpa basa-basi.
Chen hanya menatapnya, "Dari mana saja?" Tanya Chen.
"Tidak penting! Katakan siapa pria itu?" Tanya Jiyeon menntut jawaban.
Chen menghela nafas pelan, "Dia Minseok, kekasih ku."
"Apa?!" Jiyeon terperangah. "Oppa kau berselingkuh dari ku?" Tuduh Jiyeon dengan nada tak percayanya.
Dahi Chen sontak berkerut merasa ganjil, "Jiyeon-ah, kau lah yang memutuskan hubungan kita, aku bahkan mengemis meminta kau kembali tapi kau malah pergi dari flat kita. Sekarang katakan, siapa yang aku selingkuhi?" Tanya Chen tepat sasaran.
Jjiyeon tercekat beberapa saat, "Oppa kau tidak seharusnya menganggap serius ucapan ku dan sekarang aku sudah kembali jadi kita bisa kembali bersama, tinggalkan pria itu." Ujar Jiyeon tak tahu malu.
"Aku tidak bisa, aku tidak bisa meninggalkan orang yang mencintai ku dengan tulus begitu saja."
"Aku juga mencintai mu dengan tulus Oppa!" Sanggah Jiyeon.
"Kau tidak! Jika kau mencintai ku, kau tidak akan melakukan hal itu pada ku." Ujar Chen merujuk pada setiap kelakuan Jiyeon selama ini.
"Aku menyesal Oppa untuk itu aku kembali. Aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi." Ujar Jiyeon memelas tak lupa dengan janji manis yang selalu ia ucapkan.
Chen menatapnya sendu, "Sudah terlambat, aku sudah bahagia bersama Minseok. Kau carilah cinta mu sendiri Jiyeon-ah, maafkan aku." Setelah mengatakan itu Chen berlalu meninggalkan Jiyeon dengan teriakan frustasinya.
Wanita itu jatuh terduduk ditempatnya seraya menangis histeris. Menangisi kebodohannya, menangisi cintanya yang telah pergi. Juga menangisi cinta yang tak ia dapatkan.
"Baekhyun, ini semua kesalahan mu!" Monolog Jiyeon penuh dengan kebencian.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Irene langsung berdiri dari duduknya disusul dengan Suho setibanya Chanyeol dirumah sakit, perut buncitnya tak menghalangi Irene untuk menyambut kedatangan sang kakak.
"Dimana Baekhyunee?" Tanya Irene yang menyadari bahwa Baekhyun tidak bersama kakaknya.
Chanyeol mengabaikan itu, "Bukankah dokter mengatakan jika ibu sudah mulai membaik ayah, lalu kenapa ibu kembali kollaps seperti ini?" Chanyeol bertanya seraya memandangi Irene dan Suho bergantian.
"Ibu tidak meminum obatnya beberapa hari ini dan sekarang ibu belum sadarkan diri sejak tadi." Suho memberinya jawaban karena Irene sibuk memandangi Chanyeol dari tadi seolah ada sesuatu yang ingin adiknya itu sampaikan.
"Ayah juga ada didalam, masuklah." Suho kembali berujar sebelum Irene menyuarakan isi hatinya itu.
Chanyeol mengangguk kemudian hendak memasuki ruang rawat ibunya sebelum-
"Tunggu sebentar Oppa." Irene dengan cepat menghentikannya membuatnya urung kemudian berbalik memandang adiknya itu.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi saat ibu pergi kerumah Baekhyun?" Irene balik bertanya dengan nada penuh telisik.
Chanyeol terkejut, namun dengan cepat ia tutupi, "Kenapa memangnya?" Chanyeol balik bertanya mengabaikan pertanyaan yang Irene ajukan.
"Keadaan ibu semakin memburuk setelah pulang dari sana, pasti ada yang terjadi iya'kan? Katakan oppa! Apa yang terjadi pada ibu?" Lagi Irene bertanya kali ini benar-benar menuntut jawaban.
"Irene sudahlah." Suho berusaha menghentikan istrinya itu.
Chanyeol tahu pasti jawaban akan pertanyaan yang diajukan adiknya itu, hanya saja tak mungkin Chanyeol memberitahu adiknya jika sebenarnya pertengkaran dirinya dan Baekhyun adalah penyebab itu semua.
Ibunya pastilah memikirkan tentang Baekhyun dan segala ancamannya tentang bayi yang dikandung oleh monster mungil itu.
Chanyeol menatap Irene gusar, ditambah adiknya itu kini kembali menangis membuatnya semakin bingung, "Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, pikirkan dirimu yang akan melahirkan beberapa hari lagi." Ujar Chanyeol disertai senyumannya berusaha mengatakan jika semua baik-baik saja. Bahwa dirinya baik-baik saja, meski nyatanya tidak.
Setelah mengatakan hal itu Chanyeol memasuki ruang rawat ibunya, ayahnya tengah memandang khawatir pada ibunya yang masih belum sadarkan diri.
"Kau sudah datang?" Ujar ayahnya yang telah menyadari kedatangan Chanyeol.
Chanyeol memberi anggukan seraya mendekat kearah brangkar tempat ibunya terbaring, "Bagaimana keadaan ibu?" Tanya Chanyeol.
Yunhoo menghela nafas pelan, "Tidak begitu baik, yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menunggu ibu mu sadar."
Chanyeol turut menghela nafas, entah sudah berapa kali ia menempatkan ibunya dalam keadaan seperti ini. Menyesal dan permintaan maafpun tak akan cukup rasanya.
Beruntung, Yoona tersadar tak lama kemudian ayahnya pun segera memanggil dokter dan meminta Chanyeol menjaga ibunya barang sebentar.
"Chanyeol.." Panggil wanita paruh baya itu terbata, Chanyeol menyahuti dengan cepat.
Yoona melirik kesekitar sejenak, "Dimana Baekhyun? Apakah dia baik-baik saja?" itulah pertanyaan pertama Yoona setelah sadar, Chanyeol hampir saja mendengus kesal.
Lihatkan! Ibunya masih saja mengkhawatirkan Baekhyun meskipun Baekhyun telah melakukan hal yang tidak sepantasnya.
Jujur saja Chanyeol kesal dan marah, Baekhyun tidak pantas mendapatkan perhatian begitu besar dari ibunya. Tidak setelah apa yang telah dilakukan suami monsternya itu.
"Dia baik-baik saja, ibu seharusnya memperhatikan kesehatan ibu." Chanyeol berujar ketus tanpa sadar.
Yoona tersenyum maklum akan hal itu, "Maafkan ibu telah menempatkan mu dalam keadaan seperti ini, pasti berat'kan?" Tanya Yoona pelan.
Chanyeol tak menjawabi karena memang seperti itulah adanya, menghadapi Baekhyun yang selalu mengumpat setiap saat bukanlah sesuatu yang mudah.
"Maaf ibu sudah memaksa mu, ibu telah melakukan kesalahan." Chanyeol menggeleng membantah hal itu.
"Tidak bu, ibu hanya ingin aku bahagia aku tahu itu." Sanggah Chanyeol.
"Tapi kau tidak bahagia'kan, nak?"
Chanyeol kembali terdiam, Yoona kembali tersenyum simpul mendapati keterdiaman anaknya itu.
Chanyeol bisa saja menyanggah pernyataan itu, namun entah kenapa jauh didalam lubuk hatinya membenarkan apa yang diasumsikan ibunya.
Bagaimana bisa bahagia jika yang dilakukan Chanyeol lakukan setiap harinya hanyalah meladeni keegoisan Baekhyun.
Chanyeol terlalu kesal hingga dirinya memiliki pemikiran seperti itu dan melupakan setiap tawaan yang tercipta setiap kalinya.
"Ibu tidak menginginkan kalian berpisah, hanya saja..." Yoona menjeda kalimatnya lalu memandang wajah Chanyeol lekat, "Ibu tidak akan memaksa mu lagi untuk bertahan, kau bisa menceraikan Baekhyun jika kau sudah tidak sanggup, ibu tidak akan melarang mu lagi." Sontak ucapan Yoona membuat Chanyeol terperangah.
Ibunya yang selama ini bersikeukeuh mempertahankan Baekhyun malah menyarankan hal seperti ini. Yoona bukannya menyarankan perpisahan, wanita paruh baya itu hanya tak ingin anak dan menantu kesayangannya memderita akibat paksaan darinya.
Lalu apa lagi alasan Chanyeol untuk bertahan dengan Baekhyun jika ibunya sendiri sudah mengatakan demikian?
.
MY LOVELY MONSTER
.
"Chanyeol ke Chansaem, ibu mertua mu masuk rumah sakit." Changmin memberi tahu Baekhyun.
Pria paruh baya itu rupanya menyadari jika Baekhyun diam-diam tengah mencari keberadaan suaminya.
Baekhyun berdehem canggung, merasa tertangkap basah, "Ibu sakit?" Tanyanya khawatir kemudian.
"Ya, padahal setahu Daddy keadaan ibu mertua mu membaik belakangan ini, hanya saja dari kemarin keadaannya memburuk sampai harus dirawat lagi." Sendu Changmin merasa prihatin pada besannya.
Baekhyun tercekat, pasti karena dirinyalah ibu mertuanya sampai seperti itu.
"Ibu pernah dirawat sebelumnya? Memangnya ibu sakit apa?" Tanya Barkhyun penasaran.
"Kanker rahim stadium akhir." Jawab Changmin.
Baekhyun terperangah membuat Changmin keheranan. "Tidakkah Chanyeol memberitahu mu?" Tanya Changmin dan diberikan gelengan pelan oleh Baekhyun.
Changmin dan Sooyoung saling bertukar tatap yang tak Baekhyun fahami maksudnya. Sooyoung memilih untuk berpaling dan berpura-pura sibuk memotongkan buah untuk Baekhyun, Changmin menatap Baekhyun disertai senyuman lembut.
"Mungkin Chanyeol hanya tak ingin membuat mu khawatir." Ujar Changmin pelan.
Baekhyun mendengus samar, seandainya saja memang begitu tapi sayangnya Chanyeol adalah pria seribu rahasia dan juga kebohongan yang akan ia tutup rapat dari Baekhyun, seolah tak mengizinkan Baekhyun masuk kedalam hidupnya barang sedikitpun.
"Dad, bolehkah aku menemui ibu?" Tanya Baekhyun.
Sedikit banyak monster mungil itupun turut merasa cemas akan keadaan Yoona. Bukan tak mungkin kejadian malam itulah alasan dibaliknya, pasalnya pertemuan mereka terakhir kali tak berakhir baik.
"Tapi keadaan mu belum pulih sepenuhnya." Sooyoung mencelanya dengan cepat.
Wanita paruh baya itu jelas khawatir dengan anak bungsunya, Baekhyun tersenyum maklum.
"Aku baik-baik saja mom, lagi pula aku harus meminta maaf pada ibu." Ujar Baekhyun memberi pengertian.
Meminta maaf untuk apa?" Tanya Changmin yang tidak mengetahui permasalahan yang tengah terjadi.
Sooyoung pun hampir lupa jika Yoona melihat hal yang tak seharusnya wanita paruh baya itu lihat.
Sooyoung menatapnya ragu, tapi Baekhyun memberikan senyuman meyakinkan.
"Baiklah, Sehun yang akan mengantar, jangan menolak!" Seru Sooyoung tak menerima bantahan.
Tentu Baekhyun tak memiliki opsi lain selain menurut tanpa protes.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Baekhyun diantar Sehun dan juga Luhan menuju Chansaem. Jangan tanya kenapa bisa Luhan berada disana, sebab Baekhyun tak bertanya dan juga Baekhyun tak mengerti dengan alasan random yang Luhan berikan tadi.
Yah, Luhan memberikan alasan saat tidak diminta.
Sebenarnya Baekhyun bukannya tak mengerti, lebih tepatnya Baekhyun tak perduli sebab Baekhyun lebih perduli pada keadaan ibu mertuanya. Serta Chanyeol.
Well, Baekhyun akui dirinya khawatir dengan keadaan Chanyeol mengingat pria jangkung itu sangat menyayangi ibunya.
Suasana didalam mobil selama perjalanan mencekam seperti dikuburan, itu semua karena Luhan dan Sehun tak sengaja berbicara perihal pekerjaan Chanyeol. Luhan awalnya menceritakan bagaimana Chanyeol memaki Jiyeon dan berakhir dengan keceplosan. Padahal niat Luhan hanyalah agar Baekhyun tidak lagi menuduh Chanyeol macam-macam, tapi malah berakhir dengan kesalahan.
"Sungguh? Dari semua orang! Aku tidak menyangka kalian bisa mengkhianati aku seperti ini." Baekhyun berujar keecewa, pasalnya baru kali ini Luhan maupun Sehun menutupi sesuatu dari nya.
Jujur saja, Baekhyun merasa dikhianati.
"Bukan begitu Baekby, Chanyeol meminta agar tidak memberitahu mu dulu." Sehun beralibi, mencoba membela dirinya dan Luhan. Sementara Luhan hanya berdiam diri tak ingin menyulut kemarahan lainnya.
"Lalu kau memihaknya?! Pantas!" Seru Baekhyun merujuk pada Sehun yang dihari lalu tak memberinya pembelaan.
"Tidak, kau salah faham.."
Belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun telah lebih dulu memotongnya.
"Sudahlah, aku tak ingin mendengar apapun lagi." Final Baekhyun.
Tak membiarkan Sehun menyampaikan alibi yang lain, Monster mungil itu memasang earphone ditelinga kemudian memalingkan wajahnya lalu menutup mata sehingga mau tak mau Sehun hanya bisa mendesah pasrah.
Saat mereka sampai Baekhyun keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun meninggalkan keduanya yang dilanda perasaan cemas. Pasalnya Baekhyun tak boleh terlalu stres saat ini, kandungannya masih terguncang pasca syok yang ia alami beberapa waktu lalu.
Sehun dan Luhan pun kembali keSeoul.
"Ku rasa aku tak bisa memberitahu Baekhyun tentang hubungan kita." Ujar Luhan memecah keheningan diantara mereka.
"Tak masalah, Aku akan meminta Daddy dan Mommy ku yang mengatakannya." Ucap Sehun pelan, tetap terfokus pada jalanan.
"Jangan!" Seru Luhan berhasil menciptakan kerutan didahi Sehun.
"Akan lebih baik jika Baekhyun tahu dari kita langsung, kau lihat sendiri bagaimana reaksinya tadi. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kita jika hal yang sama terjadi lagi." Jelas Luhan panjang lebar.
"Tapi Baekhyun harus tetap menerima mau tak mau." Bantah Sehun tak terima.
"Aku tahu, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Baekhyun selama ini selalu mengandal kan mu. Aku tak ingin dia mengira aku merebut Hyungnya." Tutur Luhan memberi pengertian.
Sehun mengamini itu dalam benaknya, akan menjadi lebih sulit jika Baekhyun memiliki pemikiran seperti itu.
Bahkan Daddy nya tak bisa membantah hal itu.
.
Sehun dan Luhan memutuskan untuk menjalin hubungan setelah banyak menghabiskan waktu dengan berbimbang ria.
Keduanya tak bisa menempiskan rasa hanya karena merasa canggung dengan Baekhyun.
Tapi nyatanya hubungan diam-diam itu tidaklah mudah seperti yang terlihat, keduanya tak jarang berdebat kecil perihal Baekhyun pula karena keduanya terkadang lebih memilih bersama Baekhyun ketimbang menghabiskan waktu berdua.
Jikapun keduanya tengah bersama, pastilah yang akan mereka bahas adalah perasaan menyesal karena menolak diajak bertemu oleh Baekhyun hingga berakhir dengan perdebatan.
Puncaknya adalah saat keduanya ingin makan siang bersama, Baekhyun tiba-tiba datang ke restoran yang sama bersama Changmin pula membuat Luhan harus rela bersembunyi di toilet selama satu jam.
Luhan segera keluar dari sana meninggalkan Sehun tanpa sepatah katapun, Sehun tentu mengejarnya dengan cepat.
"Ku rasa kita tidak akan berhasil Sehun, lebih baik kita fikirkan lagi." Ujar Luhan sendu.
"Apa maksud mu?" Tanya Sehun tak mengerti.
"Kita akhiri saja," tutur Luhan pelan.
"Apa? Kenapa? Aku tidak mau! Aku mencintai mu, Lu." Ucap Sehun sungguh-sungguh.
"Aku pun, tapi percuma saja karena kita tak bisa mengatakannya pada siapapun." Balas Luhan merasa putus asa.
Tanpa diketahui oleh keduanya, pembicaraan mereka ternyata didengar oleh Changmin yang kembali karena kunci mobilnya tertinggal.
"Kalian bersama?" Tanya Changmin membenarkan.
Luhan dan Sehun membeku ditempat membuat Changmin terkekeh geli, "Santai saja, Daddy tak masalah. Daddy tak perduli kau ingin berkencan dengan siapapun Sehun, tapi karena ini Luhan. kalian harus segera memberitahu Baekhyun sebelum dia tahu sendiri." Changmin memberinya nasehat.
Lihatkan! Bahkan Daddy nya pun tak bisa mengatasi Baekhyun.
Tak lama dari itu Baekhyun kembali guna mencari Daddy nya yang terlalu lama hanya untuk mengambil kunci mobil.
Bawkhyun berjengit heran mendapati Sehun menggenggam tangan Luhan, "Luhanie, kau juga disini?" seketika Sehun melepaskan genggamannya setelah mendengar suara Baekhyun membuat Luhan dilanda kecewa.
Padahal itu adalah kesempatan untuk mereka menyampaikan hubungan mereka pada Baekhyun, bukannya berdalih dan membuat kebohongan lainnya membuat Changmin menggelengkan kepalanya merasa lucu.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Keadaan rumah mertuanya sangat sepi saat Baekhyun tiba, monster mungil itu sempat ragu untuk memencet bel.
Namun, terdengar suara seseorang didalam membuat Baekhyun memberanikan diri memencet bell yang ada didekat pintu.
Tak lama dari itu pintu terbuka dengan Suho sebagai penyambut. Suho jelas terkejut akan kehadiran Baekhyun yang terkesan mendadak sebab tak ada kabar sebelumnya.
Tanpa mengurangi rasa sopan santunnya, Suho pun mempersilahkan Baekhyun masuk.
"Baekhyunee?" Pamggil Irene yang turut merasa terkejut.
Awalnya Irene hanya ingun memastikan siapa kiranya tamu yang datang berkunjung, wanita itu sama sekali tak menyangka jika tamu itu adalah Baekhyun.
"Hai, lama tak bertemu." Sapa Baekhyun balik dengan canggung.
"Oppa tidak memberitahu jika kau akan datang." Ujar Irene masih dengan nada terkejut yang sama.
"Aku memang tidak mengatakan apapun padanya." Ucap Baekhyun disertai kekehan canggung.
Suho dan Irene hanya menatap Baekhyun maklum, mereka tak sekurang ajar itu untuk bertanya dan ikut campur.
"Duduklah, aku akan membawakan air minum untuk mu." Ujar Suho ramah.
"Tidak perlu. Aku kesini ingin menjenguk ibu, bisakah kalian memberitahu dimana ibu dirawat?" Tanya Baekhyun penuh harap.
Irene dan Suho bertukar tatap sejenak sebelum Irene mengangguk pelan, mengisyaratkan Suho agar menunjukkan rumah sakit tempat ibunya dirawat pada Baekhyun.
"Mari, biar ku antar kesana." Tawar Suho kemudian dan disambut sukacita oleh Baekhyun.
Suho menatap Irene ragu, "Kau yakin tak apa sendiri?" Tanyanya dan Irene mengangguk pelan lalu tersenyum meyakinkan.
"Baiklah, aku akan segera pulang."
"Iya Oppa, tak perlu terburu-buru." Ujar Irene pelan.
Baekhyun entah bagaimana merasa cemburu akan keromantisan duo sejoli itu, Suho adalah suami yang sangat bisa dihandalkan.
Kemudian mereka pun pergi menuju rumah sakit yang berada tidak jauh dari rumah Yoona, hingga tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.
"Ibu dirawat diruangan vvip, maaf tak bisa menemani mu masuk. Irene tak bisa ditinggal lama-lama." Pamit Suho tak enak hati sesampainya mereka didepan rumah sakit.
"Tak apa, aku bisa sendiri, terimakasih karena sudah mau mengantar ku."
Setelahnya Baekhyun pun keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.
Sebelum benar-benar pergi, Suho memberitahu Chanyeol terlebih dahulu akan kedatangan suami monsternya itu.
.
Baekhyun selalu mengatakan jika dirinya bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain, tapi nyatanya Baekhyun itu buta arah. Monster mungil itu kerap kali tersesat ditengah keramaian.
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, Baekhyun melihat Chanyeol berjalan kearahnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Baekhyun sontak tersenyum exited, setidaknya dia tak harus tersesat terlebih dulu untuk menemukan ruang rawat ibu mertuanya.
Baekhyun menyambutnya dengan riang, "Chanyeol dimana..."
Namun belum sempat Baekhyun bertanya, Chanyeol telah lebih dulu memotong kalimatnya, "Kenapa kau kesini? Bukankah kau seharusnya masih dirawat dirumah sakit." Ujar Chanyeol terdengar sangat tidak suka akan kedatangan Baekhyun.
Baekhyun mengabaikan hal itu dan menganggap Chanyeol hanya khawatir dengannya, "Aku baik-baik saja, dimana ibu dirawat?" Baekhyun bertanya.
"Ibu baik-baik saja, kau kembali lah tak seharusnya kau ada disini." Ujar Chanyeol mengusir Baekhyun tanpa peduli jika monster mungil itu akan tersinggung karenanya.
Dahi Baekhyun sontak berkerut sempurna, "Kau mengusir ku?" Tanya Baekhyun memastikan dengan nada tak percayanya.
Chanyeol hanya menatapnya datar tanpa memberikan jawaban apapun, Baekhyun menghela nafas, "Aku jauh-jauh datang kesini untuk bertemu ibu. Jika kau tidak mau menunjukkan tempatnya aku bisa mencarinya sendiri." Ujar Baekhyun kesal.
Monster mungil itu bersiap untuk mengambil langkah, namun Chanyeol segera menghentikan langkahnya dengan menarik lengan Baekhyun.
"Lepaskan aku Chanyeol! Aku tidak memiliki urusan dengan mu!" Sentak Baekhyun seraya berusaha melepaskan cengkraman Chanyeol.
"Untuk apa kau bersikeras bertemu ibu ku sementara kau sendiri yang membuatnya seperti ini. Tidakkah kau puas atas apa yang telah kau lakukan?" Tanya Chanyeol yang masih mencengkram lengan Baekhyun dan tanpa sadar jika dirinya telah mencengkram dengan sedikit kuat sampai-sampai Baekhyun meringis sakit.
Mata Baekhyun yang awalnya terlihat kesal menjadi sedikit meredup, "Aku tidak tahu jika ibu akan menjadi seperti ini." Sesal Baekhyun.
Chanyeol berdecih, "Tentu kau tidak tahu, kau dan ego mu yang membumbung itu tidak akan bisa melihat penderitaan orang lain." Chanyeol sadar jika perkataannya sudah diluar batas, tapi apa daya dirinya pun tak dapat mengontrol apa yang keluar dari mulutnya.
Tiba-tiba Yunhoo datang entah dari arah mana menginterupsi keduanya, "Orang-orang melihat." Tegur Yunhoo membuat Chanyeol seketika melepaskan cengkramannya.
"Baekhyunee, Ayo ayah tunjukkan ruang ibu mu." Ajak Yunhoo ramah pada menantunya itu, meninggalkan Chanyeol dibelakang.
Sebenarnya Yunhoo merasa tidak tega melihat Baekhyun meringis menahan sakit, Chanyeol memang jarang sekali terpancing emosi namun anaknya itu akan buta tiap kali amarah menyelimutinya.
Baekhyun berusaha sebisa mungkin menutupi lengannya yang memerah karena cengkraman Chanyeol, monster mungil itu juga berusaha untuk menahan sakitnya walau itu sulit karena cengkraman Chanyeol tidak main-main.
Yunhoo membawa Baekhyun keruang rawat Yoona, beruntung wanita paruh baya itu dalam keadaan terjaga. Yunhoo meninggalkan keduanya agar bisa lebih leluasa berbicara.
Baekhyun segera menghambur kepelukan Yoona dan disambut senang hati oleh wanita paruh baya itu.
"Maafkan aku ibu, aku benar-benar minta maaf karena aku ibu menjadi seperti ini." Baekhyun berujar dengan airmata yang sudah menganak sungai.
Yoona sontak menggeleng pelan, "Tidak Baby, ibu lah yang seharusnya minta maaf karena telah memaksa mu untuk segera memiliki anak." Sanggah Yoona cepat.
"Tidak bu, aku mengerti kenapa ibu memintanya, aku minta maaf aku sama sekali tak menyadari jika selama ini ibu sangat menderita."
Yoona mengelus pelan punggung sempit Baekhyun, "Tak apa, ibu baik-baik saja. Sungguh." Ujar Yoona menenangkan.
Yoona tentu tak ingin membuat menantu kesayangannya khawatir.
"Bagaimana mungkin ibu baik-baik saja setelah semua ini. Aku benar-benar menyesal telah mengatakan hal itu, aku mohon bertahanlah bu demi aku..Ah tidak," Baekhyun melepaskan pelukan mereka kemudian membawa tangan Yoona untuk menapak diatas perutnya. "Demi cucu ibu. Aku janji aku akan merawatnya dengan baik jadi kumohon bertahanlah sampai hari itu, hm?" Baekhyun meminta dengan penuh pengharapan.
Yoona tersenyum manis lantas membawa Baekhyun kembali dalam pelukannya, "Tentu saja, apapun untuk mu baby."
"Terimakasih ibu." Baekhyun berujar seraya mengeratkan pelukan keduanya.
Baekhyun dan Yoona terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri hingga tak menyadari Chanyeol melihat semua itu dari kejauhan.
Meanwhile...
Yunhoo menatap Chanyeol penuh kekecewaan, "Kau tidak seharusnya melakukan itu, dia tengah mengandung anak mu." Ujar Yunhoo menatap sejurus kedalam mata Chanyeol.
"Tapi ayah, dia lah yang menyebabkan ibu jadi seperti ini." Chanyeol mendebatnya.
Yunhoo sekali lagi menatap tepat dimat Chanyeol, "Apakah dia bertengkar dengan dinding malam itu?"
Dan Chanyeol tak bisa menjawab pertanyaan itu.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Baekhyun kembali kerumah ibu mertuanya saat malam tiba karena Yoona ingin Baekhyun beristirahat dengan nyaman. Bersama Chanyeol.
Tapi baik Chanyeol maupun Baekhyun malah sibuk berdiam diri tanpa mengucapkan sepatah kata pun selama perjalanan pulang. Chanyeol masih dalam amarahnya dan Baekhyun juga tak terlalu pandai dalam meredam amarah memilih diam.
Chanyeol terus mengabaikan Baekhyun hingga Irene dan Suho dapat merasakan keganjilan diatara keduanya sebab Chanyeol secara terang-terangan menghindari Baekhyun dan memilih berdiam diri didepan TV.
"Oppa, kau terlalu kekanakan untuk seorang pria yang akan mendapatkan anak." Chanyeol jelas tak terima dengan perkataan adiknya itu.
Chanyeol hendak membantah sebelum Irene kembali membuka mulutnya, "Tak perlu berdalih, karena anak berumur 5 pun bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri." Setelahnya Irene berlalu sementara Suho meminta maaf akan kelancangan istrinya.
Chanyeol menghela nafas, pria jangkung itu kemudian beranjak menuju kamarnya. Menghindari kalau-kalau saja adiknya kembali memergoki dirinya tidur diluar alih-alih didalam kamar.
Saat Chanyeol masuk kedalam kamarnya, Dia mendapati suami monsternya cepat-cepat menyembunyikan lengannya yang terlihat memar yang kala itu tengah Baekhyun olesi salep.
Chanyeol sedikit banyak merasa khawatir dengan keadaan suami monsternya itu, namun alih-alih menanyakan keadaan Baekhyun, Chanyeol malah mengatakan hal yang luar biasa mengejutkan.
"Mari kita bercerai sebagaimana permintaan mu waktu itu, uruslah suratnya aku akan menandatangi itu kali ini." Ujar Chanyeol pelan sukses membuat Baekhyun tercekat.
Monster mungil itu tentu saja terkejut, setelah dia memutuskan untuk bertahan kini Chanyeol malah berbalik ingin melepaskan.
Bagus sekali!
"Dan juga kau tidak perlu mengucapkan janji palsu hanya untuk membuat ibuku bahagia, kau bisa menggugurkannya jika kau mau." sambung Chanyeol lagi.
Baekhyun terperangah tak percaya, "Apa yang sedang kau bicarakan Chanyeol?"
Chanyeol menatap Baekhyun tanpa minat, "Bukankah itu yang kau inginkan? Kau yang selalu meminta hal itu pada ku, kau yang selau ingin berpisah dan kau juga yang tidak menginginkan kandungan mu." Ujar Chanyeol mengingatkan.
Baekhyun tergugu, memang benar dia lah orang yang selalu meminta itu semua. Namun Baekhyun meminta hal itu karena Baekhyun fikir jika Chanyeol mempermainkan dirinya.
Chanyeol berbalik hendak berlalu, "Aku tidak mau." Ucap Baekhyun lantang membuat Chanyeol urung dan terhenti ditempatnya.
"Aku tidak mau bercerai dari mu. Aku memang mengatakan jika aku ingin berpisah, tapi aku tak benar-benar menginginkannya." Tangis Baekhyun pecah disana, Chanyeol masih berdiam diri terpaku tanpa mau berbalik ataupun menarik langkah kakinya.
"Aku merasa tertekan, aku masih 20thn dan kau datang untuk menikahi aku. Kalaupun aku menolak, mommy ku akan berusaha untuk tetap membuat aku menikah dengan mu." Baekhyun berujar dengan suara sumbangnya.
"Aku sudah mencoba untuk menerima mu sebagai suami ku, tapi kau melakukan sebaliknya. Kau mendorong aku agar menjauh dari kehidupan mu, kau mengunci rapat hati mu untuk masalalu mu, ditambah kau membuat aku berfikir jika kau telah mempermainkan aku. Itu semua karena kau menyembunyikan segala tentang dirimu dari ku memastikan agar aku tidak tahu apapun tentang dirimu, kau bahkan tidak memberitahu tentang sakit yang diderita ibu mu." Chanyeol masih diam tak menjawabi. Baekhyun dibelakangnya hanya bisa mendesah pasrah.
"Dan kini aku hamil sementara aku tidak tahu kau menganggap diriku ini suami jenis apa?" Baekhyun menekuk kakinya menyembunyikan tangisannya dilipatan tangannya.
Chanyeol tergugu, pria jangkung itu sama sekali tak menyadari jika dirinya lah yang selama ini penyebab dari semua perdebatan mereka. Chanyeol benar-benar tidak sadar jika dirinya telah melakukan hal itu dan membuat Baekhyun menjadi tertekan karenanya.
Chanyeol selalu kecewa akan sikap Baekhyun yang acap kali memintanya bercerai tanpa tahu bahwa dirinya lah penyebab itu semua.
Chanyeol kemudian berbalik dan melangkah cepat menuju Baekhyun, dibawanya tubuh bergetar Baekhyun dalam pelukan.
"Maafkan aku." Ujar Chanyeol pelan.
"Aku begitu bodoh hingga tak menyadari jika aku telah membuat mu merasa tertekan, aku minta maaf telah membuat mu berfikir begitu, Maafkan aku Baekhyun." Pinta Chanyeol menyesal.
"Maagfkan aku karena mengatakan hal yang tidak sehaarusnya aku katakan." Tentu saja pria jangkung itu menyesal jika saja dirinya sedikit lebih teliti, Baekhyun tentu tidak akan merasa seperti ini.
"Aku juga minta maaf soal Jiyeon, aku benar-benar tidak tahu jika dia mengatakan hal itu padamu, aku bersumpah untuk itu." Ucap Chanyeol jujur.
Chanyeol melepaskan pelukan mereka kemudian membawa wajah Baekhyun untuk menatapnya, Chanyeol mengumpati dirinya sendiri karena telah membuat mata indah itu berurai air mata.
"Ku mohon berhentilah menangis." Ujar Chanyeol seraya menghapus air mata yang mengalir dipipi Baekhyun menggunakan ibu jarinya.
Baekhyun menatapnya tajam, "Aku membenci mu." Ujarnya dengan poutan bibir yang menggemaskan.
Chanyeol malah balas tersenyum manis, suaminya itu tetaplah si monster yang sama.
"Aku lebih mencintai mu." Tutur Chanyeol tulus sebelum membawa bibirnya menyapu diatas bibir Baekhyun. Melumatnya pelan, menyalurkan segala perasaan yang ia miliki lewat ciuman itu.
Malam itu, lewat ciuman yang begitu manis keduanya telah menghancurkan dinding pertahan masing-masing.
.
.
.
NEXT?
RIVIEW PLEASE
.
Cangkem :
Akhirnya Chanyeol sama Baekhyun baikan, itu berarti kita mendekati akhir cerita wkwkwk:))
1 atau 2chap lagi bakalan end ini.. so staytune yaaw ;*
Enjoy it!
Thanks for fav, foll and riview py sayang kalian manyak-manyak;*
mutia2121, batagor's, riana6556, Babu.Chanbaek, ChientzNimea2Wind, cimolnyaupinipin, YourOnlyMoon, deer, Guest, Chanbaek's kiddo, exobbabe, ssuhoshnet, baek in my eye, Park LouisYeol, kxllynaa, hulas99, milkybaek, azaliany07, sitifa995, Light.Byun, kyunia137, KimAyrra99, nabiladenia11, AkagamiShimura27, galuhkasih04, BaekHome, kickykeklikler, BaekHill, baekinibottom, baekhyuneew, Ryu Cho, Bunny Bear08, min yeong, Riana Mamahnya Anakanak
Kalo ada saran jangan sungkan ngomong aja, py akan terima dengan tangan terbuka;'))
IG : pychanbaek
ngobrol kuy siapa tau kalian bisa ngilangin virus wb dan memunculkan ide:))
NB :
Kasian jiyeon :)
#CHANBAEKISFUCKINGREAL
#CHANBAEKMENUJUHALAL
