Sulay Fanfiction Indonesia

Chapter 12

Meet by Accident

Kim Junmyeon*Zhang Yixing

Anson

Siwon

Soo Young

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Eunji

e)(o

YAOI

MPREG!

BxB

Typo(s)

You don't meet someone by accident there's always a reason, a lesson or a blessing

Angkasa mulai menyulap senja yang menjadi malam yang hadir dengan kebisuan di dalam rumah minimalis itu. Tidak ada teriakan dua orang tua yang saling mempertontonkan kekanak-kanakan mereka seperti biasa. Ataupun suara televisi yang menemani anak kecil yang biasa tidak ingin melayani sifat kedua orang tua nya. Rumah tanpa Anson adalah kesepian yang menyedihkan, Yixing masih menangis baru kali ini dia berpisah dengan anaknya itu. Sedangkan Junmyeon masih diam berpangku tangan mengharapkan keajaiban appa nya datang untuk mengantarakan Anson kembali.

" Hiks..Hiks..."

" Yixing jangan menangis terus, nanti matamu bengkak." Ucap Junmyeon

" Bagaimana aku tidak menangis jika anakku tidak berada di rumah ini." Ucap Yixing

" Anggap saja Anson tengah menginap dirumah halmoni nya. Sudah sini jangan menangis lagi." Ucap Junmyeon memeluk Yixing.

" Hiks be-besok kita jemput An-Anson yah?."

" Iya janji." Ucap Junmyeon mengeratkan pelukannya.

Akhirnya Yixing tertidur di sofa ruang tengah dalam pelukan Junmyeon. Dipisahkan dari Anson membuat hatinya menderita. Junmyeon yang baru menyadari sosok Anson yang sangat ia sayangi itu benar-benar berarti di rumah mereka. Ketidakada Anson membuat rumah menjadi sepi dan menyedihkan.

.

.

Jongin menatap Junmyeon dengan sedikit aneh, tidak biasanya dia datang ke cafe nya kalau tidak untuk memata-matai Yixing yang sengaja di undang Jongin ke cafenya. Junmyeon menunggu delapan potong red velvet yang telah dipesannya dengan Kyungsoo dan semangkuk ice cream vanilla kesukaan Anson.

" Junmyeon.. Anson tidak ikut?." Tegur Jongin

Junmyeon menghela napasnya, tidak membalas menatap sengit Jongin seperti biasa. Jongin dan Kyungsoo semakin penasaran dengannya.

" Ada apa? Apa Anson sakit?." Tanya Kyungsoo

" Tidak. Anson tengah dirumah keluargaku. Kami dilarang membawa Anson pulang." Ucap Junmyeon

" Ha? Apa yang terjadi?."Tanya Kyungsoo lagi

" Aku dan Yixing terus berkelahi. Membuat Anson menangis."

" Junmyeon.."

" Aku tahu seharusnya aku dan Yixing tidak harus berkelahi. Ini sudah memasuki tahun kelima pernikahan kami."

" Apa itu berarti kau mulai serius bersama Yixing?." Tanya Jongin

" Aku selalu serius dengannya Jongin, karena itu aku tidak suka kau dekat dengannya." Ucap Junmyeon malu-malu.

" Jadi selama ini?." Tanya Kyungsoo kaget

" Selama ini dan seterusnya." Ucap Junmyeon

" Aku bangga denganmu Junmyeon, walaupun kau tidak menganggapku kawan. Tapi kita berkenalan sudah sejak lama. Pertahankanlah Yixing dan Anson. Aku tahu kau bisa." Ucap Jongin tulus

" Ini pesanan anda." Ucap Kyungsoo

" Terimakasih.. Kuharap aku dan kau dapat memulai pertemanan nantinya." Ucap Junmyeon mengambil pesanannya dan pergi.

Kyungsoo menatap Jongin, orang yang selama ini mencintai Yixing walau tahu itu tidak akan sulit menjadi kenyataan. Jongin telah mengalah atas cintanya kepada Yixing. Cinta yang tidak berbalas bertahun-tahun itu.

" Kau menyerah? Mengapa kau menyerah?." Tanya Kyungsoo

" Aku berjuang karena ada kesempatan, tapi tampaknya kesempatan itu sekarang sudah musnah." Jawab Jongin

Kyungsoo terdiam menimbang apakah cintanya kepada Jongin sebesar cinta Jongin kepada Yixing.

" Apa aku ada kesempatan jika ku katakan aku mencintaimu?." Kyungsoo bertanya

" Aku tahu."

" Kau tahu?!."

" Ya aku tahu. Siapa pun akan tahu jika seorang anak pengusaha mau bertahan bekerja bertahun-tahun sebagai pelayan cafe jika bukan dia mencintai si empunya cafe.

" Sejak kapan kau tahu siapa aku?!."

" Sejak kau melamar kerjaan."

" Apa itu berarti kau menolakku sejak lama?." Tanya Kyungsoo sedih

" Ani, izinkan aku yang mengejarmu sekarang."

Mata bulat Kyungsoo menatap Jongin menilai keseriusan apa yang dikatakannya. Jongin membalas dengan senyumannya dan tangannya yang menggapai tangan Kyungsoo yang sedari tadi di atas meja kasir nya.

" Aku lebih suka mengejar daripada dikejar." Jelas Jongin

Kyungsoo tersenyum, habis sudah penantiannya selama ini. Sudah saat nya ia berhenti untuk mengejar Jongin. Membiarkan laki-laki itu kini yang balik mengejarnya.

.

.

Yixing dan Junmyeon berdiri di depan pintu rumah Siwon membawa kue dan ice cream yang telah dibeli Junmyeon . Sudah lima belas menit mereka menekan bel dan memanggil. Tetapi tidak ada jawaban dari dalam, Yixing kembali menangis. Ia sudah terlalu rindu dengan Anson. Junmyeon yang tidak tega melihat Yixing menangis terus memutar otaknya.

" Baiklah, tunggu disini. Aku akan melompat tembok rumah." Ucap Junmyeon

" Tapi kalau Appa dan Eomma marah bagaimana?." Tanya Yixing

" Tenanglah. Kita kan orangtua Anson. Anson juga memerlukan kita." Ucap Junmyeon

Yixing mengangguk dan menghapus airmatanya. Dengan berharap ia menatap Junmyeon yang berusaha menaiki tembok rumahnya.

" Tunggu aku." Ucap Junmyeon sebelum melompat kedalam

Yixing menunggu Junmyeon membukakan pintu dari dalam, berharap eomma dan appa tidak akan marah pada mereka karena masuk kerumah mereka tanpa izin.

" Ayo masuk." Ucap Junmyeon membuka pintu.

Yixing dan Junmyeon membuka pintu ruang depan rumah. Suara televisi terdengar, kepala Anson terlihat sedang menonton televisi sedangkan eomma tampak sibuk di dapur.

" Mereka mematikan saluran bel nya." Ucap Junmyeon melihat kontak bel yang tidak terpasang.

" Anson..."

" Mami..."

Anson datang memeluk Yixing dan Junmyeon. Sudah jelas semalaman dia merasakan rindu yang sama dengan kedua orangtuanya. Walaupun haraboji dan halmoni menyayanginya, tetapi orangtuanya lah yang mampu membuatnya bahagia apapun itu caranya.

" Myeoni, Yixing."

" Eomma mohon jangan usir kami eomma." Ucap Junmyeon

" Eomma kami tidak sanggup berpisah dengan Anson." Ucap Yixing

" Kalian tahu eomma tidak mungkin tega, karena itu appa mencabut kontak bel agar eomma dan Anson tidak mendengar bel dari kalian." Ucap Eomma

" Terimakasih eomma." Ucap Yixing

" Duduklah dahulu puaskan berjumpa dengan Anson. Appa mu mungkin akan pulang sebentar lagi. Kalian harus pergi sebelum appa pulang."

" Eomma kami akan membawa Anson pulang. Apapun resikonya, salahkanlah semuanya kepadaku. Asal Anson dapat kembali ke rumah." Ucap Junmyeon memohon

" Tidak bisa Junmyeon, kalian tahu kan appa kalau sedang marah bagaimana. Tunggulah sampai marah appamu mereda. Baru ambil kembali Anson." Ucap Soo Young prihatin

" Halmoni.. Anson mau pulang." Ucap Anson

" Anson disini dulu ya. Tunggu haraboji antar Anson pulang kerumah." Ucap Soo Young

" Mami...Daddy..."

" Anson..Anson sayang kan dengan mami dan daddy?." Tanya Yixing menahan sedih

" Ne tentu."

" Anson mau bantu Mami dan Daddy?." Tanya Junmyeon

" Ne mau."

" Anson disini dulu ya. Jaga halmoni dan haraboji. Karena mami dan daddy tidak bisa menjaga halmoni dan haraboji." Ucap Junmyeon

" Tapi siapa yang menjaga mami dan daddy?." Tanya Anson

" Daddy yang menjaga mami. Anson tidak perlu khawatir ne." Jawab Junmyeon.

Yixing memeluk kembali Anson setidaknya hari ini dia bisa berjumpa dengan anaknya. Berharap bahwa hukuman ini tidak akan lama.

Dibelakang Siwon melihat dan mendengar semua yang terjadi, menghela napas karena sesungguhnya dia juga tidak tega memisahkan Anson dengan Yixing dan Junmyeon. Tetapi ia berpikir hukuman seperti ini saja yang mampu menyadarkan kedua orang tua tersebut. Perlahan Siwon keluar kembali menunggu Yixing dan Junmyeon puas berjumpa Anson.

.

.

Junmyeon dan Yixing pulang dengan tangan hampa, tidak membawa Anson tapi setidaknya mereka tahu Anson tidak marah lagi kepada mereka. Yixing membaringkan tubuhnya di sofa. Junmyeon mengambil segelas air minum untuk Yixing. Duduk di sofa dekat ujung kaki Yixing dan memberikan gelasnya kepada Yixing. Yixing mendudukkan badannya, kakinya masih di tepian Junmyeon. Meminum air pemberian Junmyeon berharap dapat menyegarkan pikirannya yang kalut.

" Besok kita datang lagi mengunjungi Anson ne." Ucap Junmyeon

" Ne.." Jawab Yixing pelan

Teet teet teet

Junmyeon menghampiri pintu rumahnya yang berbunyi. Berharap apakah itu appa nya yang mengantarkan Anson. Walaupun kenyataan seperti itu sangat sulit terjadi.

" Halo man! Mana Anson? Anson! Paman datang dengan Jiwon!." Ucap Chanyeol heboh

" Daddy Jumon oppa mana?." Tanya Siwon

" Daddy Junmyeon bukan Jumon." Ucap Junmyeon

" Iy mana Anson? Tumben rumah ini sepi, apa karena kalian terlalu kaget menerim kedatanganku? Haha." Ucap Chanyeol

" Hais! Anson Hyung sedang tidak dirumah Jiwon. Jiwon main dengan mainan Anson hyung saja ya." Ucap Junmyeon

" Jiwon? Kemarilah." Panggil Yixing

" Mami Xing, Jiwon mau main dengan oppa." Rengek Jiwon

" Man, mana Anson? Aku sudah membelikannya mainan. Hitung-hitung hadiah ulang tahunnya sebentar lagi." Ucap Chanyeol

" Appa dan eomma melarang kami membawa pulang Anson."

Ucap Junmyeon.

" What happen man?!."

" Panjang. Ayo kita cari beberapa minuman di luar. Yixing jaga Anson dulu yah." Ucap Junmyeon

" Ne pergilah." Ucap Yixing

Chanyeol mengikuti Junmyeon keluar. Yixing tahu Junmyeon juga sangat kepikiran dengan Anson. Bercerita dengan Chanyeol merupakan salah satu yang membuatnya tenang. Sesungguhnya Yixing juga rindu bercerita dengan Baekhyun, tapi ia takut bila ia bercerita dengannya. Baekhyun akan langsung datang kerumah Siwon dan meminta Anson untuk kembali kerumahnya. Lebih baik menunggu appa reda amarahnya, seperti yang dikatakan eomma. Daripada harus membuat keributan lagi. Yixing memujuk Jiwon untuk mau bermain dengannya karena Jiwon masih bertanya tentang keberadaan Anson.

.

.

Chanyeol memberikan sekaleng cola kepada Junmyeon. Junmyeon memang tidak pernah pintar minum karena itu mereka hanya mampir di market depan untuk membeli minuman bersoda. Junmyeon mengambil minuman itu dengan lesu, Chanyeol masih menatap sahabatnya. Ia mengerti bagaimana perasaan seorang orang tua dipisahkan dengan anaknya. Karena setiap Chanyeol pergi bertugas dia akan merasakan rindu yang dalam kepada Jiwon.

" Jadi bagaimana ceritanya sampai appa mu mengambil Anson?."

" Itu karena kami membuat Anson menangis. Kami selalu bertengkar di depan Anson. Tanpa menyadari bahwa anak itu juga memiliki hati."

" Man..."

" Kau tau yang lebih parah lagi?. Sepupu ku kembali dari Canada dan sedang menjalin hubungan kerja dengan Yixing."

" Sepupumu?."

" Dan dia 100 persen lebih unggul dariku." Ucap Junmyeon kesal.

" Kau cemburu dia dekat dengan Yixing? Atau karena dia kembali?."

Junmyeon diam tidak menjawab pertanyaan Chanyeol. Sesungguhnya dia tahu apa jawaban dari pertanyaan itu. Tapi entah mengapa dia membiarkan pertanyaan Chanyeol hilang.

" Kau tahu, hidup bersama dengan orang yang berbeda itu sulit. Berapa pertengkaran antara aku dan Baekhyun? Tapi lihatlah kami masih tetap bersama. Karena kami kembali atas dasar cinta kami, cinta kami kepada Jiwon juga. Aku tidak bermaksud untuk mengajarimu man, tapi ingatlah kalau jatuh cinta kepada Yixing itu bukan suatu yang memalukan. Kau lihat Jongin? Berapa tahun dia masih mengejar Yixing. Dan kini? Apa kau mau menunggu sepupumu itu menyatakan cintanya kepada Yixing baru kau menyesalinya?." Ucap Chanyeol panjang lebar

Junmyeon terdiam mendengar apa yang disampaikan oleh Chanyeol. Semua yang dikatakanya adalah kebenaran. Apakah dia akan sanggup melihat Yixing pergi diambil laki-laki lain?. Apa dia akan bertahan jika Yixing dan Anson meninggalkannya nanti untuk seseorang yang lebih pasti?.

" Sebentar lagi ulang tahun Anson. Kuharap kau dapat memperbaiki hubunganmu." Ucap Chanyeol tulus.

.

.

Setelah tiga hari Junmyeon dan Yixing terus mengunjungi Anson. Akhirnya Siwon tidak tahan dengan drama kesedihan keluarga MyeonXing itu. Pagi-pagi ia mengembalikan Anson kerumahnya lagi. Yixing menatap gembira kedatangan Anson beberapa hari sebelum ulang tahunnya. Walau Anson lebih kurus dari biasanya, eomma mengatakan bahwa akhir-akhir ini Anson tidak napsu makan, sering berkeringat dan duduk diam menyendiri. Karena itu jugalah Siwon yang panik karena cucu satu-satunya itu seperti orang yang menderita. Junmyeon mengendong Anson yang sangat ringan. Tawa Anson kembali mewarnai rumah mereka.

" Anson nanti ulangtahun mau dirayakan di sekolah atau di café paman Jongin nak?." Tanya Yixing

" Atau haraboji harus menyewa hotel untuk acaramu Anson? Atau kita pergi berlayar untuk ulangtahun mu? Bagaimana? Bagaimana?." Tanya Siwon semangat melihat cucunya yang sudah ceria kembali

" Tidak mau. Anson mau dirayakan dirumah saja. Tetapi mengundang keluarga paman Chanyeol, paman Jongin dan paman Kyungsoo. Juga saudara daddy paman Yifan."

" Er…Kalau itu mau mu nak." Ucap Junmyeon mengalah

" Mengapa mengundang kawan mami eh papa dan daddy? Kenapa tidak undang kawan Anson?." Tanya Yixing

" Karena Anson sudah besar mi. Anson tidak suka dirayakan seperti ulangtahun Jiwon." Jawab Anson

" Oh baiklah, apapun yang Anson mau." Ucap Yixing

.

Setelah Yixing menelepon Jongin untuk mengundangnya bersama Kyungsoo hadir di ulangtahun Anson, Jongin yang berjanji akan hadir dengan membawa Kyungsoo serta kue ulang tahun untuk Anson, sebenarnya Anson tidak menginginkan adanya kue ulangtahun. Tapi Jongin bersikeras tetap akan membawanya. Yixing kemudian menelepon Yifan untuk mengundangnya datang.

Junmyeon yang hanya mampu diam pasrah menerima keinginan anaknya, menahan segala perasaan takut karena semua saingannya akan datang kerumahnya. Meyakinkan dirinya bahwa dia selangkah lebih maju karena sudah menikahi Yixing. Junmyeon langsung menghias rumahnya, Anson menatap hiasan yang Junmyeon buat di halaman mereka dengan cemberut. Memang Anson tidak sesuai dengan umurnya. Ia tidak menyukai pesta layaknya anak kecil. Dia hanya berharap pesta dengan doa dan makan-makanan yang banyak. Saling mengumpul dan bercerita layaknya satu keluarga dekat.

" Bagaimana Anson? Menarik bukan?." Ucap Junmyeon memandang maha karyanya

" Wah daddy pintar yah Anson." Puji Yixing.

Hikmah setelah Anson diambil oleh harabojinya adalah Junmyeon dan Yixing tidak lagi saling berteriak dan beragumen di depan Anson. Seperti ada perjanjian yang tidak terlihat antara mereka untuk menciptakan suasana keluarga yang harmonis untuk Anson.

" Ne, terimakasih daddy." Ucap Anson tidak ikhlas

" Apa perlu kita panggil badut teletubis?." Tanya Junmyeon

" TIDAAAK DADDY!." Jawab Anson.

Birthday Boy!

Wangi harum ayam panggang dan bebek panggang memenuhi ruangan halaman rumah minimalis itu. Anson yang mengenakan kemeja putih duduk dengan bahagia, menatap harabojinya yang sibuk bercerita dengan paman Chanyeolnya. Sedangkan eomma nya sibuk melihat syal yang dipakai tante nya Baekhyun yang sibuk bercerita tentang tenunan-tenunan. Sedangkan Jiwon duduk diam juga menatap Anson dengan bahagia. Tangannya memegang kue yang sibuk ditelannya di sela-sela aktivitas menatap Anson.

Paman Jongin dan paman Kyungsoo datang, Anson melihat daddy nya memeluk paman Jongin dan menjabat tangan paman Kyungsoo. Anson tidak menyangka bahwa daddy nya mulai melupakan tatapan mendelik yang biasa ia berikan kepada pamannya yang tampan itu. Mami nya masih sibuk dengan beberapa makanan yang mulai habis, menyiapkan segala macam hingga semua nya dapat mencicipi hidangan yang ada.

Tidak lama setelah Paman Jongin dan Paman Kyungsoo datang, paman Yifan juga datang membawa kado yang besar. Anson menatap melongo melihat apa yang dibawa Yifan. Seketika Junmyeon dan Chanyeol langsung mendekati Yifan yang bergerak mendatangi Anson. Seakan takut Yifan akan menculik atau melukai Anson.

" Happy birthday boy!." Ucap Yifan

" Terimakasih paman." Ucap Anson

" Baik karena semua tamu yang di request Anson sudah datang maka acara kita mulai saja. Mari menyanyikan lagu selamat ulang…."

" Tidak perlu paman Chanyeol. Mari kita makan saja kue nya dan kembali mengobrol." Ucap Anson

" Man… anakmu ini umur 5 tahun atau 15 tahun?." Tanya Chanyeol

" Hais turuti saja." Ucap Junmyeon

" Baiklah, bagaimana kalau Anson saja yang bernyanyi kalau begitu?." Ucap Baekhyun

" Aku tidak pandai bernyanyi. Tapi aku pandai membaca cerita." Ucap Anson

" Wah kalau begitu baca cerita ayo." Ucap Chanyeol

" Baik sebentar Anson ambil bacaannya." Ucap Anson langsung lari ke dalam rumahnya

" Wah Anson sudah bisa membaca. Pasti halmoni yang mengajarkannya ne?." Ucap Yixing

" Ne supaya dia tidak sedih jadi eomma mengajarkannya membaca dirumah." Ucap Soo Young

" Baiklah Anson akan membacakan cerita untuk semua tamu Anson."

Semua yang hadir tersenyum melihat anak yang menyembunyikan bacaannya itu di buku peta penerbangan daddynya. Junmyeon menatap penasaran tampaknya buku yang dipegang Yixing merupakan buku yang sudah lama dia tidak jumpai. Kira-kira dimana Anson dapat menemukan buku itu. Yixing bersiap mendengar pertama kalinya anaknya membaca. Sangat bersyukur Anson anak yang sangat pintar. Anson menarik napasnya dan semua mata memandangnya penuh cinta.

" Per…Perjanjian Pernikahan… Satu…"

" A-Ansooon!."

" Ansoon!

TBC

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Terimakasih buat yang udah review tentang minta pendapat chap kemarin

Author sangat menghargai n akan berusaha untuk mewujudkannya yang minta fast update cieee

MINTA SARAN LAGI DONG!

Mau naik rate jadi M atau tetap T aja?

Soalnya ada juga yang review author liat minta naikin rate..

Kalau menurut pembaca yang lain gimana? Tolong jawab di review yah^^

Angsongsaening haha jumen mencari kesempatan dalam kesempitan. Makasih ya dukungannya^^

Xingbaobei makasih sarannya^^

Namakamu wkwkw dipending dulu ya hihi mohon bersabar ini ujian xixixi^^

Aakjendol makasih maak sarannya siip selalu diperhatikan apa yang mak sampaikan^^

Sulay hihi family time ny sebentar aja dichap ini mianhe^^

KittiToKitti aduh jangan keselek nanti sarapannya jadi ga fokus hehehe

Yxingbunny jadi ingat sologan waktu JK nyapres lebih cepat lebih baik wkwkwk tanya pembaca yang lain dulu ya dek setuju ga kalau naik rate

Naruhina Sri Alwas huaa satu jam sekali wkwkw mana sanggup hihihi #canda.. makasih yah udah baca terus

Hyung waw banyak chap ntar pusing yang baca hihihi

Adeknya mas icing hihi your name hihihi^^ tanya yang lain dulu ya setuju ga kalau naik rate

Guest wkwkw jumen tersiksa hahaha

Pearl Luce hahaha keluarga nya unik sampai kenalan ortunya juga unik-unik wkwkwk

Titie Zhang hiks maafkan daku

Anson wkwkw pengalaman banget yak beb? Hihihi. Hahaha marah nya lama nih dengan junmyeon

Kim Raein iya jangan lupa belajar yah! Semangat!

SLS hmm apa ya kira-kira isi perjanjian yang akan dibaca Anson. Jadi ga ya dibaca Anson? Hihihi

Aulia MRQ ahahah jumen gengsiaan

MinieZhang hahah setiap jam huaa wkwkw makasih kaka hihi aku juga ngakak bikinnya bayangin muka songong holkay hihihi

Hkysg haha semakin lama semakin gengsi.. apa ya kira-kira isinya? Hihihi

Twilightside huhu makasih yah pendapatnya. Moga aku bisa fast update seperti permintaan nya^^