CEO AND ME
HUNHAN
GENDERSWITCH
ROMANCE/FLUFFY/DRAMA?
~HAPPY READING~
luhan dan sehun baru saja keluar bandara incheon, keduanya nampak berjalan beriringan dengan tangan saling mengait satu sama lain, sehun terus melongokan leher panjangnya mencari orang yang akan menjemputnya
"hun" teriak kai saat melihat sehun yang tengah celingukan dengan luhan di sampingnya, sehun menarik luhan menghampiri kai
"kau sudah lama?" tanya sehun saat tiba di depan kai
"nde, kau tahu aku sudah hampir berjamur disini" ucap kai sambil mengambil koper luhan yang ada di tangan luhan
"ah gomawo kai-si" ucap luhan
"eiiy tidak usah terlalu formal aku ini teman sehun jadi kau juga menjadi temanku"
"arasso"
"kajja aku lelah" ucap sehun lalu melingkarkan tangannya ke bahu luhan dan berjalan menuju mobil kai..
.
.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit perjalanan menuju apartemen sehun dan luhan akhirnya mereka sampai lalu kai berhenti tepat di depan pintu sehun dan luhan langsung turun dengan membawa barang bawaan masing-masing
"Gomawo kai-a" ucap sehun membungkukan badannya kea rah jendela mobil
"nde, kau ini pelit sekali padahal aku kan ingin mampir" cibir kai
"aku lelah dan ingin istirahat bye bye kamjong" ucap sehun lalu memasuki apartemen dengan luhan disampingnya
Luhan dan sehun tengah menunggu lift yang akan membawa mereka ke lantai apartemen mereka
Ting
Pintu lift terbuka sehun dan luhan segera memasukinya
"lu"
"hmmm" jawab luhan sambil menumpukan kepalanya di pundak sehun
"kita berada di gedung apartemant dan lantai yang sama kenapa kita tidak tinggal di satu apartemen saja?" tanya sehun membuat luhan menegakan kepalanya
"oh, andweo"ucap luhan langsung
"itu sama saja dan bahkan akan lebih hemat, bisa kau yang pindah atau aku yang pindah lu" ucap sehun yang dib alas dengan gelengan kepala oleh luhan
"ta-"
Ting
Belum sempat sehun membalas ucapan luhan pintu lift terbuka dan dengan segera luhan keluar sambil menarik kopernya yang di susul oleh sehun,
"lu"
"sstttt" luhan kembali memotong omongan sehun dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir sehun
"jangan sekarang hunnie, jangan sampai kita tidak jadi menikah gara-gara hal ini arra?" ucap luhan lalu memajukan tubuhnya dan berjinjit
Cup
Luhan mengecup bibir sehun lalu cepat-cepat membalikan tubuhnya dan menarik kopernya menuju apartemennya meninggalkan sehun yang masih bengong di depan lift.
Luhan langsung menekan tombol passwordnya namun sebelum masuk kembali luhan melongokan tubuhnya dan melihat kea rah sehun
"bye bye hunnie" ucap luhan dan langsung masuk ke dalam apartemenya
.
Sehun terkesiap saat mendengar luhan berbicara sebelum masuk ke apartemennya dan dengan sendirinya bibir sehun terangkat
"dasar rusa nakal" ucap sehun lalu berbalik berlawanan arah dengan luhan menuju apartemennya sendiri.
.
.
Sehun membaringkan tubuhnya di ranjang empuk yang tertata rapi dilapisi oleh seprai berwarna merah marun polos, punggungnya langsung rilex saat sehun membaringkannya, matanya menerawang memandang langit-langit kamarnya kembali senyuman mengembang dari bibirnya saat memorinya kembali berputar kepada kejadian dua hari lalu yang mmebuatnya sangat bahagia
Flashback on
"lu will you marry me?"
Luhan nampak shock dengan apa yang baru saja di dengarnya, matanya nampak terasa membuyar tertutup oleh air mata yang mendadak menggenang di matanya, sehun masih setia dengan posisi berlutut dengan satu kakinya dengan tangan kirinya menengadah memegang kotak beludru merah
"sehunie" cicit luhan
"lu will you marry me?" ulang sehun saat melihat luhan hanya diam
"hiks hiks" luhan terisak dengan airmata mengalir di pipinya, sehun nampak kaget melihat luhan menangis saat dirinya berniat melamarnya
"lu weo chagi kenapa kau menangis?kau tidak mau menikah denganku gwenchana lu, mian kalau aku memaksamu sungguh aku tidak berniat memaksamu lu, sssst" ucap sehun sambil menarik luhan ke dalam pelukannya lalu mengelus punggung luhan, sedangkan luhan nampak menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sehun tangannya meremat kemeja depan sehun
"lu,gwenchana uljima baiklah lupakan apa yang aku ucapkan anggap saja aku tidak mengatakan apapun ssstttt" luhan menggeleng kuat saat sehun kembali mengucapkan kata tersebut, luhan mendongakan kepalanya menatap sehun tatapannya menatap rahang tegas sehun, merasakan pergerakan dari luhan sehun sedikit melonggarkan pelukannya dan menurunkan pandangannya yang membuat dua pasang mata setajam elang tepat memandang pada mata bambi yang basah oleh air mata, perlahan tangan kiri luhan terangkat dan mengelus rahang tegas sehun
"hunnie" cicit luhan sambil mengelus rahangnya
"hunnie"
"ne lu weo?" ucap sehun sambil menikmati elusan tangan luhan dan tangannya menopang tubuh luhan
"hunnie I will" ucap luhan membuat sehun membulatkan matanya dan nampak menahan nafas saat mendengar ucapan luhan
"I will marry you" ucap luhan tegas dibarengi dengan senyuman manis, namun senyuman luhan luntur saat melihat ekpresi sehun yang hanya diam dengan mata melotot karena jengkel luhan mencubit rahang sehun yang tengah dia elus
"awww" teriak sehun lalu melepaskan pelukannya dan mengelus rahangnya yang di cubit oleh luhan
"menyebalkan ucap luhan sambil memukul dada sehun
"lu lu"
"weo?" ucap luhan sambil memajukan bibirnya
"lu kau bilang apa tadi lu?" tanya sehun dengan wajah oon nya
"yak aku sudah bilang tadi ishh" luhan sebal sambil menghentakan kakinya membelakangi sehun, melihat luhan merajuk dengan sigap sehun langsung memeluk luhan dari belakang
Grep
"yaaak" teriak luhan yang kaget saat sehun memeluknya
"gomawo lu gomawo" ucap sehun langsung membalikan tubuh luhan
"lu sekali lagi katakana lu" ucap sehun sambil memegang pundak luhan, dengan senyuman luhan mengangkat tangannya dan menangkup kedua pipi sehun
"yes I do sehunie" ucap luhan lalu mengecup bibir sehun.
Setelah luhan melepaskan kecupannya luhan tersenyum kea rah sehun yang dib alas dengan senyuman sehun dengan cepat sehun menyambar bibir luhan, dengan segera luhan langsung menutup matanya dan mengalungkan tangannya yang awalnya berada di pipi sehun beralih ke tengkuk sehun sedangkan tangan sehun sudah melingkar indah di pinggang luhan, saling melumat menyesap namun tanpa nafsu hanya rasa sayang dan bahagia yang mereka salurkan lewat ciumanya, setelah beberapa menit mereka saling berpagutan sehun melepaskan bibirnya dan menatap luhan penuh sayang
"gomawo" ucap sehun yang dib alas dengan anggukan oleh luhan lalu keduanya saling berpelukan di depan makan papa luhan.
FLASHBACK OFF
Luhan tengah menyiapkan sarapan berupa sandwich karena luhan kesiangan bangun mungkin efek lelah perjalanan cina korea kemarin, luhan tengah menata sandwich yang nampaknya sangat enak sampai akhirnya terdengar bel apartemennya berbunyi
"oh siapa yang datang pagi-pagi begini" ucap luhan sambil berjalan menuju pintu apartemannya
Cklek
"si-"
"morning chagi" ucap sehun saat pintu sudah terbuka dan menampilkan luhan yang nampak terkejut dengan kedatangan sehun sepagi ini
Cup
Sehun mengecup bibir luhan saat melihat ekpresi luhan yang membuatnya gemas
"jangan melamun baby" ucap sehun lalu menerobos masuk ke dalam apartemen luhan sambil mendorong luhan masuk
"yaaaaak hunnie" teriak luhan yang di dorong oleh sehun dan otomatis berjalan mundur memasuki apartemennya
Cup
Kembali sehun mengecup bibir luhan saat sudah berada di ruang tengah luhan
"aku mau sarapan baby" ucap sehun sambil menampilkan tatapan memohonnya
"aishh kau ini jadi datang pagi-pagi hanya untuk meminta sarapan oh?" cibir luhan sebal sambil berbalik menuju dapurnya, sehun yang melihatnya nampak tersenyum dan mengikuti luhan dari belakang dan berhenti di dapurnya melihat luhan tengah membuat sandwich baru untuk sehun
Grep
"yak"teriak luhan saat sehun merangkuhnya dari belakang
"ahh senangnya bisa seperti ini"
"yak sehunie lepaskan aku sulit bergerak"
"anio, aku ingin begini"
"aisssh ini akan lama dan aku harus segera ke kantor"
"A N I O" ucap sehun semakin mengeratkan pelukannya membuat luhan pasrah dengan wajah kesal namun senyuman cantik menghiasa wajahnya dan sehun yang wajahnya tepat berada di samping wajah luhan juga ikut tersenyum saat melihat semburat merah muncul di pipi kekasihnya
"cha duduklah" ucap luhan setelah meletakkan dua potong sandwich di meja pantry dapur dengan sehun yang masih menggelayut di belakangnya sehun kembali menggeleng di samping kepala luhan
"aishh bayi besar ini sungguh manja" ucap luhan diiringi dengan kikikan
"palli atau kau berangkat sendiri ke kantor" ancam luhan dan membuat sehun melepaskan pelukannya dan duduk di kursi pantry berhadapan dengan luhan
"aishh menyebalkan sekali ancamanmu nona rusa" cibir sehun yang dib alas dengan senyuman oleh luhan lalu keduanya menikmati sarapan mereka
.
.
Luhan berjalan menuju ruangannya dengan agak sedikit terburu-buru karena di lihatnya jam yang melingkar di tangannya yang menunjukan lima menit lagi jam masuknya dan jangan sampai luhan di dului oleh bos botaknya itu akan membuatnya mendapatkan ceramah di pagi hari, akhirnya luhan tepat sampai di kursinya dan luhan menengokan kepalanya ke kursi sampingnya dimana sahabatnya berada namun tidak ada baekhyun disana namun tasnya sudah tergeletak di atas mejanya
Cklek
Terdengar pintu kamar mandi yang berada di pojok ruangan terbuka dan terlihat baekhyun yang baru saja keluar sambil menenteng tas kecil yang berisi make-upnya. Baekhyun keluar toilet lalu pandangannya terarah kemejanya dan disana sudah duduk sahabatnya sambil tersenyum dan baekhyun dengan segera menghampiri luhan
Grep
Baekhyun memeluk luhan saat sudah sampai di mejanya dengan luhan
"aisssh bogoshipo lulu" ucap baekhyun yang membuat luhan terkikik
"na do baekki" ucap luhan lalu melepas pelukan keduanya
"aishh kau tahu aku kesepian karena di sebelahku kosong tidak ada teman mengobrol tahu" ucap baekhyun
"arra mianhae ne" ucap luhan sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan seketika baekhyun langsung menarik tangannya saat melihat sebuah cincin melingkar di jari luhan
"lu ini?" tanya baekhyun menggantungkan ucapannya lalu melihat kea rah luhan
"oh itu"
"waeeee?" tanya baekhyun
"itu cincin tunanganku dengan sehun" ucap luhan
"mwoooo? Jadi kalian bertunangan di cina dan tanpa memberitahu ku oh?" tanya baekhyun dengan nada tidak suka
"aishh bukan begitu baekki sehun melamarku untuk menikah dengannya dan cincin ini merupakan cincin pengikat aku dengannya sampai kami menikah" terang luhan
"kapan?"
"apanya?"
"kau menikah dengan sehun?"
"ooo,,,rencananya secepatnya" ucap luhan pelan saat melihat baekhyun tengah bermuka garang
"aaahhhh chukae lulu my rusa"ucap baekhyun tanpa terduga dan langsung memeluk luhan lagi
"oh kau tidak marah?" tanya luhan bingung
"aigooo tidak lah lu aku ikut senang"
"gomawo baekki"
.
.
Semenatara itu di tempat sehun tampak terlihat sehun yang duduk di kursinya yang tengah dipandangi oleh dua orang lelaki tampan lainnya di depannya
"aishh hyung hentikan tatapan kalian itu" ucap sehun karena risih dan merasa terintimidasi dengan tatapan kedua hyungnya tersebut
"jadi ceritakan" ucap suho yang duduk di sofa depan sehun dengan kaki menumpang pada kaki lainnya dan tangannya terlipat di depan dadanya
"apa?" tanya sehun
"jangan berpura-pura oh sehun, jadi apa yang kau lakukan di cina?" tanya chanyeol
"aku hanya liburan hyung" ucap sehun sebal, chanyeol dan suho nampak menaikan sebelah alisnya tanda belum puas akan jawaban sehun
"hanya itu?"tanya chanyeol
"kau yakin?" lanjut suho
"aish baiklah aku menyerah" ucap sehun menutup dokumen di depannya membuat kedua hyungnya menampilkan smirknya
"aku disana melamar luhan dan rencananya aku akan segera menikahinya kalian puas?" ucap sehun lalu menyenderkan tubuhnya
"yak kau akan mendahuluiku?" teriak suho
"mwo?" tanya sehun tak mengerti
"kau sudah melamar luhan untuk menikah dengannya sedangkan aku sebagai hyungmu saja belum melamar yixing kau ingin mendahuluiku oh?"
"aish hyung apa itu masalah aku dan luhan sudah sepakat, lagi pula kenapa hyung masih belum melamar yixing noona apa kau mau dia di rebut lagi oh?" ejek sehun
"yak jangan bicara sembarangan kau"
"aishh sudahlah hyung sehun jangan bertengkar" lerai chanyeol yang dari tadi memperhatikan kedua kakak beradik di depannya
"dasar adik durhaka" cibir suho
"yak hyung aku tidak durhaka" teriak sehun membalas ucapan suho
"aigoo kalian ini sudahlah hyung biarkan sehun menikah duluan dengan luhan lagian salah sendiri belum melamar yixing noona" ucap chanyeol yang membuat suho semakin sebal
"aishh kalian berdua memang menyebalkan, tapi sudahlah" ucap suho lalu berdiri dan berjalan menuju pintu namun sebelum membuka pintu suho kembali berucap
"cepat beritahu appa dan omma" ucap suho membuat sehun tersenyum menatap pintu yang sudah tertutup
.
.
.
Setelah mendapat restu dari sang hyung sehun langsung memboyong keluarganya menuju cina untuk melakukan pertemuan keluarga secara resmi sekaligus melamar luhan kembali di depan mama dan neneknya luhan dan penentuan tanggal pernikahan mereka. saat ini sehun dan luhan baru saja selesai melakukan fitting baju, seluruh kebutuhan pernikahan di atur oleh orang tua sehun dan luhan terutama nyonya oh yang sudah sangat mengharapkan kedua anaknya untuk segera menikah namun kedua putranya nampak asik dengan pasangan masing-masing sampai akhirnya sehun mengatakan akan menikah dengan luhan.
Saat itu orang tua sehun cukup terkejut dan meminta sehun untuk membawa luhan dan saat sehun membawa luhan orang tua sehun juga menyukainya sama halnya dengan mama luhan yang menyukai sehun.
.
.
.
Luhan tengah menatap pantulan dirinya di kaca yang ada di depannya, wajahnya yang dipolesi makeup natural dengan gaun putih yang menjuntai menutupi kakinya dan memamerkan bahu serta punggung luhan nampak cantik saat ini, gaun putih yang diberikan hiasan bunga di ujung atas kirinya mempercantik luhan siang ini. Luhan nampak tidak percaya dengan apa yang tengah di lihatnya saat ini dimana dirinya menggunakan gaun pengantin yang dimana akan membawanya menuju kekasih hatinya yang tengah menunggunya di altar
Cklek
Lamunan luhan buyar saat mendengar pintu ruangannya terbuka dan menampilkan wanita paruh baya keturunan cina yang telah melahirkannya memasuki ruangannya
"ya ampun putri mama cantik sekali oh?" ucap mama luhan menghampiri luhan
"ma" ucap luhan dengan mata berkaca-kaca menghadap mamanya
"eiiy jangan menangis sayang nanti riasanmu luntur" ucap mama luhan sambil mengelus pipi luhan
"ma xie xie" ucap luhan dan langsung memeluk sang mama, sebenarnya sekuat tenaga mama luhan menahan airmata yang nampak menggengang di matanya, sungguh dia tidak percaya dengan apa yang akan terjadi hari ini dimana putri kecilnya akan segera menikah dan akan menjadi seorang istri
Cklek
Kembali suara pintu terbuka penampilkan ayah sehun yang tersenyum melihat ibu dan anak yang tengah berpelukan
"mian mengganggu hannie kajja acara akan segera di mulai" ucap henry selaku gege luhan mengulurkan tanganya kea rah luhan yang dib alas dengan senyuman oleh luhan
"jja kita segera kesana nde" ucap mama luhan yang dib alas dengan anggukan.
.
.
Teng teng teng
Lonceng gereja berdentang bebarengan dengan terbukanya pintu gereja yang memperlihatkan seorang perempuan dengan gaun putih yang tengah menggenggam tangan seorang pria yang tidka kalah tampan dengan pengantin pria disampingnya melangkahkan kakinya menuju seorang pria yang berdiri di depan altar dengan seorang pastur di depannya. Luhan nampak anggun berjalan dengan pelan sambil menggenggam tangan ayah sehun dan sebelah tangannya menggenggam buket bunga mawar putih, jantungnya berdetak tak karuan saat melihat sehun dengan setelah jas putih dan celana putih dengan rambut hitam yang di tata naik kebelakang membuatnya semakin tampan, lalu luhan mengalihkan pandangannya menatap orang-orang yang hadir di acara pernikahnnya di sebelah kiri terdapat mama luhan appa dan omma sehun yang duduk bersebelahan dimana keduanya nampak berkaca-kaca dan tersenyum menatap luhan membuat luhan membalas senyuman keduanya lalu matanya menatap sang mama yang nampak bahagia lalu luhan menggerakan bibirnya
"xie xie love you" ucap luhan tanpa suara yang dib alas anggukan oleh mama luhan.
Lalu di sebelah kanannya luhan nampak melihat baekhyun dan yixing duduk bersebelahan yang di sampingnya terdapat pasangan masing-masing
"hwaiting" ucap baekhyun tanpa suara sambil mengepalkan tangannya membuat luhan semakin tersenyum di buatnya sehingga tidak terasa luhan sudah sampai di depan altar tepatnya di samping sehun, tangan luhan yang tengah di genggam oleh henry diserahkan kepada sehun lalu keduanya berbalik menghadap sang pendeta untuk mengucapkan janji sehidup semati mereka.
Suasana haru nampak terlihat di dalam gereja saat kedua pasangannya ini menyerukan kata bersedia dengan yakin dan mantap untuk menjalani hidup bersama dan kembali riuh tepuk tangan terdengar lebih heboh saat kedua mempelai saling menempelkan bibir mereka.
"aigoo aku sungguh terharu" ucap baekhyun menyandarkan kepalanya pada bahu chanyeol saat melihat luhan dan sehun tengah berciuman
"aku akan segera membuat kita berada disana" ucap chanyeol sambil merangkul bahu baekhyun dan mencium pucuk kepalanya.
Cup
"aku akan segera meminangmu"ucap suho lalu memeluk yixing dan menyaksikan pasangan pengantin di depannya
.
.
Setelah acara pengucapan janji selesai luhan dan sehun melanjutkan resepsi pernikahannya di salah satu hotel bintang lima di seoul dengan jumlah tamu undangan yang cukup banyak mengingat keluarga Oh merupakan keluarga yang cukup terkenal di korea, berbagai kalangan tamu datang bahkan hampir semua artis Oh Ent yang tidak memiliki jadwal penting datang pada acara tersebut. Pesta pernikahan selesai tepat pukul sepuluh malam dan dengan segera sehun membawa luhan menuju kamar yang memang sudah di pesan olehnya yaitu kamar khusus honeymoon yang terdapat di lantai teratas hotel tersebut dengan pemandangan langsung mengarah pada kota seoul.
.
.
Saat ini luhan tengah berada di dalam kamar mandi sudah lebih dari dua puluh menit luhan berada di dalam kamar mandi, luhan nampak panic dan mundar-mandir tidak jelas dengan menggunakan bathrobe warna putih
"aishh aku malu" ucap luhan
Setelah pesta selesai luhan dan sehun memasuki kamarnya lalu luhan nampak gugup karena bagaimanapun dia akan tidur berdua dengan sehun
"kau mau mandi duluan?" tanya sehun membuat luhan tersadar lalu menggelengkan kepalanya
"kau saja duluan aku ingin istirahat dulu" ucap luhan lalu sehun menganggukan kepalanya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan luhan nampak duduk gelisah di ujung ranjang sambil meremas kedua tangannya sampai lima belas menit terdengar pintu kamar mandi yang terbuka dengan sehun yang sudah menggunakan celana pendek dan kaus putih yang dibawakan oleh ommanya
"kau tidak mandi?" tanya sehun mendekati luhan
"atau kau mau langsung?" ucap sehun jahil saat melihat luhan yang menunduk dengan wajah merona dengan secepat kilat luhan berlari memasuki kamar mandi membuat sehun terkekeh dibuatnya.
.
.
"aish lupakan semangat lu bagaimanapun kau harus menjadi istri yang baik" ucap luhan menyemangati dirinya sendiri lalu membalikan tubuhnya mengahadap kaca dan melepaskan bathrobe nya yang menampilkan tubuh luhan yang dibalut dengan lingerie hitam yang kontras dengan kulitnya.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka dan dengan segera sehun menolehkan pandangannya dari ponsel kea rah luhan yang keluar dengan lingerie di atas lutut dimana pakaian tersebut tidak menutupi tubuh luhan bahkan bra dan celana dalam luhan pun nampak terlihat jelas di balik pakaian tersebut. Sehun nampak terkejut dengan penampilan istrinya tersebut namun tak lama sehun menyeringai saat melihat luhan nampak berlari sambil menundukan kepalanya dan langsung masuk ke dalam selimutnya.
Sehun yang berada di samping luhan nampak terkekeh lalu membaringkan tubuhnya di samping luhan dan menarik selimut yang menutupi kepala luhan
"hei kenapa kau masuk ke dalam selimut?" tanya sehun saat mata luhan sudah terlihat sungguh sehun sangat gemas akan kelakuan istrinya tersebut
"Aku malu" cicit luhan
"kenapa malu oeh?"
"aku malu kalau tubuhku tidak sesuai dengan keinginannmu" ucap luhan membuat sehun tersenyum lalu beringsut menaikan sedikit tubuhnya lalu mengecup kening luhan
"aku mencintaimu bukan hanya mencintai tubuhmu sayang" ucap sehun sambil menatap mata rusa yang sangat disukainya itu
"tapi"
"sssttt" ucapan luhan terpotong saat sehun meletakan jarinya di bibir luhan
"jangan pikirkan hal lain dan yakinilah bahwa aku sangat mencintaimu" ucap sehun penuh keyakinan menatap mata luhan.
Sedikit demi sedikit sehun mendekatkan bibirnya dengan bibir luhan sampai akhirnya kedua bibir tesebut saling menempel dan tanpa menunggu lama sehun langsung melumta bibir luhan menyesap dan mengecupnya lama, dengan perlahan luhan mulai menutup matanya menikmati cumbuan yang tengah sehun berikan, semakin lama ciuman mereka semakin menuntut dengan sehun yang sudah berada di atas luhan dan menjatuhkan selimut yang menutupi tubuh luhan dengan kakinya.
"eeeunggh" satu lenguhan keluar saat sehun menggelitik langit-langit mulut luhan menjelajah setiap inci yang ada di dalam mulut luhan. Asik menikmati ciuman keduanya tangan luhan sudah mengalung dan menekan tengkuk sehun untuk semakin memperdalam ciuman keduanya
Luhan nampak kehabisan nafas dan dengan brutal memukuk punggung sehun dan dengan segera sehun melepaskan ciumannya dan menatap luhan yang tengah terengah-engah mengatur nafasnya
"saranghae" ucap sehun lalu menyambar leher putih luhan menjilat menyesap dan menggigitnya menciptakan ruam merah sebagai tanda kepemilikannya
"Aakkkh" teriak luhan sambil mendongakan kepalanya saat sehun tengah menyesap lehernya dan satu tangannya meremas payudara luhan, luhan sendiri merasa aneh dengan apa yang sehun lakukan sakit namun nikmat bersamaan luhan rasakan membuatnya nampak frustasi.
Sehun menurunkan dua tali spagethi yang menempel di bahu luhan dan dengan sekali tarik sehun melepas lingerie tersebut menyisakn bra dan celana dalam luhan saja, sehun merendahkan tubuhnya dan menundukan kepalanya menuju dada luhan sehun menyesapnya membuat luhan mengerang dibuatnya, tangan sehun merambat ke punggung luhan dan mengerti akan apa yang akan dilakukan suaminya luhan mengangkat sedikit punggungnya sampai akhirnya
Klek
Pengait bra tersebut lepas dan dengan segera sehun membuang bra berwarna hitam tersebut ke sembarang arah setelahnya sehun menatap lapar apa yang tengah tersaji di depannya tangannya menangkup kedua payudara sintal luhan
"eungg hun enug nie" desah luhan saat sehun mulai meremas payudaranya
"akhhh" luhan mendesah nikmat sambil mengangkat kepalanya saat sehun mengulum putting payudara kirinya dan sebelahnya di remas dengan gerakan yang membuat luhan nampak semakin kacar, sebelah tangan sehun merambat menuju celana yang membalut mahkota luhan dengan sekali sentak sehun membuka tali yang mengait cantik di pinggul rampping luhan lalu sehun mengangkat tubuhnya dan menarik celana tersebut.
Sehun memandang takjub tubuh luhan yang sangat sempurna dengan tergesa sehun membuka semua kain yang menutup tubuhnya dan langsung kembali menindih luhan
"kau sungguh sempurna" ucap sehun dan kembali memagut bibir luhan dan dengan cepat luhan merangkuh punggung sehun melepaskan hasrta yang tengah diberikan oleh sehun. Tangan sehun merambat menuju mahkota luhan dan merabanya membuat luhan kembali mengerang di dalam ciumannya
"akkh hunnie" desah luhan saat dirasakan tangan sehun tengah bermain dengan sesuatu yang terselip di antara mahkota luhan
"ahhhhhh" kembali desahan panjang keluar dari bibir luhan saat dirasakan orgasme pertamnya dan dengan segera sehun melepaskan tangannya lalu mencium kening luhan
"kita akan ke permainan inti ini akan sakit lakukanlah apapun itu" ucap sehun yang di angguki oleh luhan lalu dengan sigap sehun melebarkan paha luhan dan mengarahkan benda pusakanya tepat di depan lubang vagina luhan dan dengan perlahan sehun mulai memajukannya
"sshhhh" luhan nampak meringis saat ujung kepala sehun mulai memasuki lubang vaginanya, sehun nampak berhati-hati namun saat melihat luhan meringis sehun sungguh tidak tega dan dengan sekali hentak sehun melesakan benda pusakanya ke dalam lubang luhan membuat luhan berteriak
"AAAAKKKKH hiks hiks appo" ringis luhan
"ehhhhm" sehun nampak menggeram merasakan kejantanannya yang di remas oleh dinding vagina luhan dan dirasakannya sehun telah menembus sesuatu dan dapat dilihat darah mengalir diantara vagina luhan membuat sehun yakin luhan sangat menjaga dirinya lalu sehun menatap luhan yang tengah memejamkan matanya dengan air mata mengalir di sudutnya
Cup
"mianhae" ucap sehun membuat luhan membuka matanya dan menatap mata sehun lalu kembali tangan luhan mengalung di leher sehun
"gomawo" ucap luhan lalu mengecup bibir sehun setelahnya luhan kembali tersenyum
"bergeraklah" ucap luhan membuat sehun tersenyum lalu mulai menggerakan kejantananya di dalam lubang luhan membuat luhan mengerang dibuatnya
"AHH AHH AHH HUN NIE"
"ahh hunnie disana" teriak luhan saat sehun menumbuk titik ternikmatnya membuat sehun semakin semangat menggenjot tubuh luhan
Sungguh mala mini merupakan malam terindah bagi sehun dan luhan dimana keduanya dapat merasakan kepemilikan mereka seutuhnya. Pasangan pengantin ini pun terus melanjutkan acaranya entah sampai berapa lama hanya desahan dan erangan yang terdengar dari kamar tersebut
TBC
KYAAAAAA apa itu?tunjuk ke atas..mian chingu apakah itu masuk NC?sebenernya aku ga jago bikin NC jadi ya aku bikin segitu adanya saja ya semoga tidak mengecewakan hehehhe
Mian kalau ceritanya aneh dan typo betebaran dimana-mana
Gomawo buat semua yang udah fav fol baca dan REVIEW
Di tunggu REVIEW berikutnya semoga kalian sempat untuk menulis nya di kotak review ya hehhehe
See you next chap
HunHan Story
