"Apa kau yakin dengan ini?" tanya Pria berambut nanas itu,

"ah." Angguk Naruto yakin.

"Hah, kau ini benar-benar bodoh Naruto!"

"HAH? apa maksudmu Kiba?," tanya Naruto kesal.

"Bagaimana bisa kau mau menemui seseorang yang telah menyakitimu?," tanya Kiba mulai kesal juga pada Naruto.

Mendengar hal itu dari Kiba membuat Naruto tersenyum, ia tahu bahwa Kiba menghawatirkan dirinya dan itu membuat Naruto senang. "Kau tahu Kiba? Aku hanya ingin mendengar jawaban dari pertanyaanku padanya" jawab Naruto sambil tersenyum.

"BAKA" kata Kiba

"Apa katamu?" kesal Naruto

"NA-RU-TO NO BA-KA" ejek Kiba sambil mengeja perkataanya

"Aish, sial. Kemari kau! Kubunuh kau!"

"Ayo kemari"

Melihat situasi mulai tidak terkendali Shikamaru segera menengahi mereka berdua "Sudahlah, cepat masuk," katanya dengan nada malas sambil menyeret keduanya masuk.

"hey..hey lepaskan" gerutu Kiba

"hoy aku bisa berjalan sendiri," kesal Naruto sambil berontak untuk melepaskan tarikan Shikamaru dari bajunya. Namun Shikamaru tetap menyeret mereka berdua tanpa ampun.

"seperti biasa kalian berisik sekali ya?," ujar seorang pria berambut pirang,

"kau?" kata Naruto terkejut dengan menunjuk tepat diwajah orang tersebut,

DUAGH- "Kau tidak memiliki sopan santun ya pada kakakmu ini?" ujar Deidara kesal,

"ittai" ringis Naruto.

"kalian memang kakak beradik ternyata?," suara seorang gadis mengintrupsi kegiatan Naruto dan Deidara,

"HAH? KALIAN?" teriak Naruto terkejut

DUAGH- "Berhentilah berteriak kau membuat kupingku sakit bodoh!" tambah seorang gadis berambut pink dibelakang Naruto.

"Sa-Sakura?"

"Wah, sepertinya bukan kami saja yang mendapatkan pesan singkat itu?" ujar seorang wanita bercempol dua.

"Tenten-san? Neji-nii? Apa yang kalian semua lakukan disini?" kata Naruto semakin terkejut,

"Hi-chan mengirimiku email" jawab Neji dingin.

"Jadi kalian semua juga mendapatkan pesan dari Hinata," tambah Shikamaru mulai tertarik. Semua orang disana mengangguk.

'sebenarnya apa yang ingin kau lakukan Hinata?' batin Shikamaru menyelidik.

0o0

"Ada apa?" tanya seorang pria dingin.

"Tidak ada," jawab seseorang tak kalah dinginnya.

"Lalu kenapa wajahmu berubah setelah melihat ponselmu itu?," tanyanya lagi.

"Tidak ada, hanya seorang teman yang mengirim pesan saja," balasnya berbohong.

"Teman?," tanyanya heran dengan menaikan sebelah alisnya tertarik.

"hn," jawabnya singkat.

"Sejak kapan adikku ini memiliki teman? Kau membayarnya?," ujarnya mengejek.

Mendengar pertanyaan kakaknya itu dirinya mendelik galak "Aku bukan manusia rendahan," jawabnya sinis.

"wo..wo..wo tenanglah Sasuke aku hanya bercanda," balas Itachi menenangkan.

"hn" balas nya dingin.

'Ada apa sebenarnya ini? Mengapa Hinata mengirimiku pesan? Siapakah dia? Benarkah dia Hanabi? Tapi kenapa dia mengirimiku pesan seperti ini? Apa yang kau pikirkan Hinata?' batin Sasuke bertanya-tanya.

0o0

Di tempat yang terpisah Naruto dan kawan-kawan masih bertanya-tanya mengapa Hinata mengirimi mereka pesan untuk berkumpul, apa yang ingin ditunjukannya. Tak lama sebuah film diputar disana, Naruto dan yang lainnya terkejut namun pada akhirnya mereka menyimak film pendek yang menampilkan Hinata itu.

"Hallo minna. Jika kalian melihat video ini itu berarti aku sudah pulang. Sebelumnya aku mau meminta maaf karena selama ini aku telah membohongi kalian aku tidak bermaksud untuk berbohong tapi keadaan yang memaksaku untuk melakukannya. Aku pun berterima kasih pada kalian karena telah menjagaku selama ini untuk itu aku benar-benar berterimakasih. Sungguh aku berterimakasih." Hinata berbicara dengan semangat.

"Hari-hari yang kulewati bersama kalian sungguh menyenangkan. Aku mempunyai beberapa hal yang ingin kuucapkan pada kalian semua. Untuk Sakura-chan terimakasih karena kau mau menjadi temanku, karena kau mau menggandeng tanganku dan karena kau mau menghabiskan waktu yang singkat itu bersamaku. Sungguh aku benar-benar bahagia bisa bersamamu. Dan untuk Ino-chan arigatou kau selalu menjagaku kau menunjukan betapa indahnya berbelanja bersama teman itu, kau mau untuk memelukku dan menggenggam tangan ini bersama dengan Sakura. Ino-chan, Sakura-chan tolong lebih dekat dan akurlah walaupun kalian sering kali berbeda pendapat hingga bertengkar tapi kalian tetap saling menjaga dan menghibur satu sama lain saat yang lain membutuhkan. Walaupun waktu yang kita lewati tidaklah lama tapi aku selalu memperhatikan kalian. Jadi sering-seringlah mengalah ya Ino-chan, Sakura-chan" Ujar Hinata dengan air mata yang mulai menggenang di matanya namun maih dengan tersenyum.

Mendengar hal itu Sakura dan Ino meneteskan air mata, mereka tidak tahu mengapa Hinata harus pergi dengan meninggalkan video yang menyedihkan tanpa mengucapkan selamat tinggal secara langsung.

"Shikamaru-kun, Arigatou karena selama ini kau selalu mengawasiku dan menolongku saat aku kesusahan. Aku tahu kau selalu memperhatikan setiap temanmu, bahkan kaulah orang pertama yang menyadari jika ada masalah di antara kami. Aku sungguh sangat bersyukur karena kau mau menjadi sahabatku walau dalam waktu yang singkat, tapi sungguh kau adalah salah satu teman yang berharga bagiku. Tapi maaf aku tidak mampu untuk membalas semua kebaikanmu itu aku sungguh minta maaf, Shikamaru-kun jangan malu untuk menunjukan kasih sayangmu pada yang lain," ujar Hinata dengan berlinang air mata namun masih terlukis sebuah senyum walau ia paksakan. Mata Shikamaru mulai berkaca-kaca tanpa ia sadari hatinya terkoyak karena ucapan Hinata.

"Kiba-kun, bagiku kau itu adalah anak yang penuh dengan semangat seperti Naruto. Mungkin kau bukanlah orang yang mudah di atur namun kaulah orang yang paling memahami perasaan orang-orang disekitarmu. Kau selalu mampu memberi tawa bagi teman-temanmu. Aku selalu memperhatikannya selalu, selalu dan selalu. Entah bagaimana kau bisa menjadi sahabatku, semua itu mengalir begitu saja tanpa aku sadari. Aku sungguh bahagia ketika kau mengajakku berbicara, ya sungguh aku sangat menyukaimu sebagai teman. Kiba-kun akurlah dengan Naruto," sambungnya dengan suara yang mulai bergetar. Kiba pun terisak, sungguh ia tidak tahu harus berkata apa ia sungguh sangat menyesal karena pernah membenci Hinata karena pernah merendahkan Hinata. Perasaan dihatinya tidak mampu ia gambarkan lagi, memikirkan Hinata yang begitu bahagi bersamanya membuatnya seperti orang berdosa karena telah membenci Hinata.

"untuk para Senpai, terima kasih karena sudah menjagaku selama ini. Terimakasih sudah bersahabat denganku, dan terima kasih telah menjaga kakakku dengan sangat baik. Terimakasih karena sudah mengajari banyak hal padaku, Tenten-senpai tolong jaga Neji-nii ya?. Hontouni Arigatou senpai," Ucapnya dengan air mata yang mulai menetes. Baik Deidara, Tenten dan yang lainnya ikut tersedu menangis. Ucapan perpisahan dari Hinata sungguh memilukan. Mereka dibungkamnya dengan tutur kata yang begitu menyedihkan dari Hinata, tak satupun dari mereka yang tak menangis.

"Nee, Oni-chan! Lama tidak berjumpa ya? Ternyata kau masih seperti dulu, ah tidak kau lebih baik dari sekarang. Aku sungguh sangat bersyukur karena akhirnya aku dapat bertemu denganmu. Apa kau ingat denganku? Ah, tentu saja kau lupa karena kita sudah lama tidak bertemu kan? Sudah berapa tahun ya? 8 tahun? ah bukan 9 tahun ? ah bukan. entahlah akupun lupa. (ujar Hinata sambil menghitung jarinya). Nee, Onii-chan. Tidak seharipun aku melupakanmu, itulah sebabnya saat pertama kali bertemu aku langsung menyadari bahwa kau adalah kakakku, tapi sepertinya kau melupakanku karena kau tidak mengenaliku saat bertemu. Nee, Neji-nii senang bertemu denganmu. Banyak yang ingin kukatakan, banyak pertanyaan yang ingin ku ajukan. Tahukah kau? aku sungguh marah padamu,aku sungguh membencimu, ingin rasanya aku memukulmu. Ingin aku berteriak di depan wajahmu, mengapa kau tinggalkan kami? Mengapa kau berikan sebuah beban yang tak mampu kami pikul? Dimana saat aku membutuhkanmu? Dimana kau saat aku membutuhkan pijakan untuk berdiri? Dimana sosok seorang kakak yang akan disampingku saat aku seorang diri? Dimana kau saat aku takut untuk melihat hari esok? Tahukah kau beban apa yang kau berikan pada kami? (teriak Hinata sambil menangis tersedu). Tapi aku tak mampu melakukan itu semua, aku tak bisa melakukannya ketika aku melhat wajah bahagiamu sekarang. Aku tak ingin senyummu hilang ketika mengetahui aku adalah Hyuuga Hinata adikmu. Sungguh lega rasanya ketika melihat kau baik-baik saja, ketika melihat kau bahagia, ketika melihat kau dikelilingi orang-orang baik. Maka dari itu aku titipkan mereka padamu Neji-nii. Terimakasih karena kau telah memberikan pengalaman berharga bagiku." Katanya sambil mengusap air matanya. Semua orang terkejut karena mengetahui bahwa Neji adalah kakak Hinata, mereka tidak pernah menyangka hal itu begitu pula Neji yang tidak menyangka jika Hinata adalah adiknya. Neji menangis dalam diam ia sungguh merasa menjadi orang brengsek yang tidak mampu mengenali adiknya itu, ia memegangi dadanya yang terasa sesak karena mengetahui kenyataan yang memilukan.

"Dan untuk Naruto-kun. Gommenasai (Hinata membungkuk). Gommen karena aku telah menyakitimu, sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu. Maafkan ke egoisanku, maaf karena tidak memberitahumu yang sesungguhnya. Tapi aku benar-benar tidak bisa memberitahumu alasannya. Naruto-kun terimakasih berkatmu aku mampu merasakan jatuh cinta, aku mampu merasakan kehangatan dicintai. Awalnya aku tidak menyukaimu, namun kau terus memberikan sebuah pengalaman berharga. Kau selalu mendorongku disaat aku tak mampu untuk melangkah, kau selalu menggenggam erat tangan ini (Hinata mulai terisak lagi). Naruto-kun maafkan aku karena telah mengatakan hal yang kasar padamu, tapi sungguh aku benar-benar mencintaimu. Aku sungguh-sungguh ingin bersamamu selamanya, aku ingin membuat banyak kenangan bersamamu (tangis Hinata pecah, Hinata memegangi dadanya yang terasa sesak karena harus melepaskan cintanya). Aku ingin kau memelukku lebih banyak lagi, aku ingin bergandeng tangan lebih lama lagi. Aku ingin melihat senyummu lebih banyak lagi. Aku ingin terus bersamamu Naruto. Sungguh aku benar-benar ingin bersamamu lebih dari siapapun." Katanya dengan menangis tersedu-sedu. Mendengar tangis Hinata membuat Naruto menangis. Ia tidak mampu berkata apapun hanya sebuah tangis yang mampu mengekspresikan perasaannya saat ini.

"Aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan kalian. Aku ingin lebih lama bersama kalian. aku ingin berbagi segala yang kupunya. Aku ingin berbagi tawaku bersama kalian. Tidak bolehkah aku tetap bersama kalian? Aku hanya ingin lebih lama bersama kalian. Hanya itu yang aku inginkan, tapi waktuku terbatas bersama kalian. Inilah akhirnya Sayonara," setelah kalimat itu videopun berakhir. Tangis ditempat itupun pecah dengan seketika, isak tangis semakin keras terdengar membuat siapapun yang mendengar akan ikut menangis.

0o0

"Sasuke-kun ada sebuah paket untukmu," ujar Itachi sambil memainkan bungkusan kecil itu.

"Paket? Dari siapa?," tanya Sasuke

"Entahlah tidak ada nama pengirimnya," jawab Itachi sembarangan.

Sasuke mengerutkan dahinya "Baiklah, kemarikan," katanya sambil merebut bungkusan itu dari tangan Itachi.

Setelah merebut bungkusan itu Sasuke segera membawanya kekamar lalu dibukanya bungkusan tersebut dan dilihatnya ada sebuah Flasdisk dan sebuah memo bertuliskan

'Mohon dilihat itu adalah sebuah hadiah untukmu.'

Shion

Segera setelah membaca memo tersebut Sasuke menyalakan leptopnya dan memeriksa Flashdisk tersebut. Ternyata didalamnya ada sebuah rekaman Video dimana menampilkan sosok Hinata yang sedang merekam dirinya sendiri.

"Hallo, Aku Hyuuga Hinata. Sasuke-kun aku mau berterimakasih padamu karena selama ini kau telah menjagaku dan membantuku. Aku sungguh bersyukur kau mau menjadi sahabatku, maaf aku belum bisa membalasmu padahal kau sudah sangat baik padaku. Aku tahu kau selalu mengawasiku selama ini untuk itu aku berterimakasih. Aku akan kembali ketempatku yang seharusnya. Maka dari itu sebelum aku pergi aku mau mengucapkan terima kasih banyak sebagai Hyuuga Hinata. Dan aku mau mengucapkan selamat tinggal sebagai Hyuuga Hinata. Sayonara Sasuke-kun,"

Sasuke terkejut dengan rekaman video tersebut, yang membuatnya terkejut bukanlah identitas Hinata melainkan pengangkatan Hinata sebagai pemimpin clan Hyuuga. Ia tidak mengerti alasan mengapa Hinata mau menjadi pemimpin clan sebagai Hyuuga Hanabi. Ia benar-benar tidak mengerti apa yan dipikirkan Hinata sekarang.

'Apa maksudnya semua ini? Apa maksudny aku akan kembali ketempatku yang seharusnya? Ada apa dengannya? Apa yang dipikirkannya? Aku harus memastikannya sendiri! Aku harus bertanya padanya!' pikiran Sasuke mulai berkecamuk, banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh nya pada Hinata.

0o0

KLEK

Semua orang terkejut dengan menyalanya lampu tiba-tiba padahal tidak ada yang menyalakan lampu sebelumnya.

"Itu sebuah ungkapan perasan terakhir Hinata-sama sebelum ia kehilangan dirinya" ujar Shion dari balik layar video tersebut.

"Shion-chan? Apa kau Shion?" tanya Neji kebingungan.

"Ha'i Neji-sama," balas Shion

"Neji-sama? Hinata-sama? Apa maksudnya? Kenapa kau memanggil mereka seperti itu? siapa kau sebenarnya?," tanya Sakura curiga sambil mengusap air matanya.

"Sepertinya anda belum memberitahu mereka siapa anda sebenarnya Neji-sama," katanya melihat ke arah Neji. Neji hanya diam seribu bahasa menanggapi itu semua.

"Apa maksudnya Neji-senpai belum memberitahu kami yang sebenarnya?," tanya Kiba menyelidik.

Shion menghela napas "Neji-sama dan Hinata-sama merupakan anak kandung dari clan Hyuuga, anak dari Hiasi-sama." Semua yang ada disana terkejut mendengar hal tersebut. Mereka tidak percaya jika selama ini Neji adalah seorang bangsawan. Namun ada satu orang yang nampak biasa saja.

"Ti-tidak mungkin," teriak Naruto tak percaya.

"Jika kau tidak percaya kau bisa bertanya langsung pada Neji-sama," jawab Shion tenang

"A-aniki apa itu benar? Apa yang dikatakan wanita itu benar?," tanya Naruto.

Namun Neji tidak mampu menjawab, ia hanya diam seribu bahasa. Hal ini membuat semuanya jelas jika ia memang benar seorang bangsawan.

"Tenten, apa kau sudah mengetahuinya?," tanya Deidara di sebelahnya. Namun ia hanya diam seolah mengikuti sang kekasih yang diam seribu bahasa.

"Ternyata begitu, rupanya kau sudah tahu siapa Neji itu," tambah Deidara setelah melihat respon diam Tenten. Dan itu menambah keterkejutan semua orang yang ada disana.

"Neji-sama kenapa hanya diam bukankah Uzumaki-san bertanya pada anda?," ujar Shion pada Neji. Namun Neji masih saja tetap diam.

"Neji-sama, jawablah! Kenapa kau tidak bisa menjawab? Apa kau benar sudah lupa siapa dirimu, apa kau sudah benar-benar membuang masalalumu? Apa kau-" belum sempat Shion menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Tenten berteriak. "HENTIKAN! Apa kau belum cukup menghakimi Neji seperti itu? kau tidak berhak memaksanya menjawab," teriak Tenten marah, kata-kata Tenten membuat Neji terkejut ia tidak percaya jika Tenten akan berteriak untuk membelanya.

"Memang apa yang salah jika Neji ingin Hidup normal seperti kebanyakan orang? Memang kenapa jika ia melupakan hal yang menyakitkan? Apa hakmu? Kau tidak mengerti apa-apa!," tambah Tenten kesal sambil mendorong tubuh Shion hingga jatuh.

"Memang tidak ada yang salah dengan hal itu. Memang tidak ada yang salah jika seseorang menginginkan kebebasan. Tapi hal itu menjadi salah jika seseorang terluka karena keinginan yang egois itu," balas Shion sambil bangkit berdiri. Tenten dan semua yang ada tidak mengerti yang dimaksud oleh Shion.

"Apa maksudmu?" merasa ada yang ganjal di pernyataan Shion, Neji memberanikan diri untuk bertanya.

"Berhentilah berpura-pura tidak mengerti," balas Shion sinis.

"Apa maksudmu? Siapa yang ter-" kalimat Neji putus ketika ia menyadari maksud Shion. "tidak mungkin. Apa maksudmu Hanabi yang menggantikan posisiku?," tanyanya lagi.

Shion tertawa sinis "Aku akan sangat senang jika yang kau katakan itu benar" jawabnya.

"Maksudmu?"

"Aku tidak akan melakukan hal seperti ini jika benar Hanabi-sama yang menggantikanmu, aku akan memberitahumu suatu rahasia besar. Apa kau ingat sebuah kecelakaan yang melibatkan Hanabi-saa dan Hinata-sama? Apa kau tahu siapa yang selamat?," ujarnya.

"Bukankah Hanabi-san yang selamat? Sebab perwakilan Hyuuga sudah mengkonfirmasinya," jawab Shikamaru.

"Ah kau benar, anggota keluarga Hyuuga mengkonfirmasi jika yang selamat adalah Hanabi-sama, tapi apa kau tahu berita itu bohong?," pernyataan dari hion sukses membut semua orang yang ada terkejut.

"Apa maksudmu? Berita bohong?," tanya Neji.

"Yah, semua yang dikatakan saat konfirmasi itu bohong, karena yang selamat adalah Hinata. Yang selamat adalah adiknya, Hinata," jelas Shion.

"Tidak mungkin, karena saat pers dilakukan Hanabi ada dan mengakui bahwa dialah yang selamat," tukas Naruto.

"Neji-san kau tahu bukan jika Hanabi dan Hinata adalah anak kembar, kembar mereka adalah identik. Jika mereka berpakaian sama mereka akan terlihat sama bahkan sulit untuk dibedakan. Kaupun pernah salah mengira Hanabi-sama adalah Hinata-sama saat bermain ditaman?," katanya lagi.

"Jadi maksudmu selama ini Hinata yang menyamar sebagai Hanabi? Jadi yang selamat adalaha Hinata dan yang meninggal adalah Hanabi?," tanya Neji terkejut.

"Iya"

"Lalu kenapa Hinata melakukan hal itu? kenapa Hinata harus berpura-pura menjadi Hanabi?," tanyanya lagi tidak mengerti.

"Baiklah akan aku jelaskan. Pertama Hanabi-sama tidaklah meninggal, sampai sekarang ia masih dirawat dirumah sakit, lalu alasan Hinata-sama melakukannya adalah karena ia bernegosiasi dengan Hiasi-sama. Hinata setuju untuk menggantikan posisi Hanabi dengan imbalan semua alat medis yang menopang keberlangsungan hidup Hanabi-sama tidak dilepas, agar Hiasi-sama tidak menyerah pada Hanabi-sama. Karena Hinata percaya Hanabi-sama akan bangun suatu hari nanti," jelas Shion sambil menahan air matanya ketika mengingat usaha Hinata untuk kakaknya itu. Baik Neji maupun yang lain terkejut ketika mendengar penjelasan Shion tentang pengorbanan Hinata, Neji tidak pernah menyangka adik bungsunya telah memikul tanggung jawab dan penderitaan yang begitu berat sejak kecil seorang diri.

"Dan hari ini diadakan pesta perayaan pengangangkatan penerus klan Hyuuga, dimana Hiasi-sama akan mengangkat Hinata-sama sebagai penerusnya dan karena itu ini akan menjadi akhir bagi Hinata-sama " tambahnya lagi. Bukan main belum selesai terkejut dari hal yang satu kini berita baru yang lebih mengejutkan timbul.

"Bukankah ini penipuan Nasional? Hinata akan dihukum sangat berat jika ketahuan bukan?," ujar Kiba memastikannya.

"Ah itu benar. Hinata-sama telah siap dengan resiko yang akan diterimanya nanti. Hinata-sama bahkan akan melakukan operasi untuk berubah menjadi pria agar penipuan ini tidak dapat terbongkar. Hanya beberapa pelayan yang setia saja yang mengetahui hal ini," jawab Shion dengan perasaan sedih.

Lagi-lagi pernyataan dari Shion membuat semua orang terkejut. Neji mulai menyalahkan dirinya sendiri, "Aku bukan kakak yang baik" lirihnya.

"Tenanglah Neji," ujar Tenten berusaha menenangkan Neji yang mulai gemetar. Semua orang terdiam ruangan itu menjadi sangat hening sebelum itu terjadi.

"AAARRRRGGGHHHH" teriak Naruto sambil menggaruk kpalanya. "aku tidak bisa mmengerti apa yang kalian bicarakan!" ujarnya.

"Mau kemana kau Naruto?," tanya Shikamaru yang melihat Naruto pergi keluar.

"HAH? Apa maksudmu Shika? Bukankah sudah jelas aku akan membawa kembali kekasihku, aku idak mungkin diam jika kekasihku akan terluka bukan?," jelas Naruto.

"Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak akan bisa masuk ke pesta itu," teriak Shion kesal.

"Aku pasti mampu, tenang saja," jawab Naruto enteng.

"Tidak mungkin, penjagaan disana sangat ketat kau tidak akan bisa masuk," kesal Shion karena Naruto yang keras kepala.

"Lalu apa? Apa kau hanya akan diam meliat Hinata terluka? Dia itu hanya seorang gadis, tugas seorang remaja itu bermain menikmati waktunya bersama teman-temannya. Dia itu masih terlalu muda untuk dewasa. Lagipula dia ingin tetap bersama kami tidak ada salahnya membawa dia kembali," jelas Naruto sambil tersenyum. Kata-kata Naruto itu menyadarkan semua orang disana. Mereka terlalu banyak berpikir, bukankah mereka harus membawa Hinata kembali karena itu keinginan Hinata.

"Naruto, tunggu aku akan membantumu," kata Neji.

"Akupun akan membantu ada yang harus kuberitahukan pada Hinata," kata Sakura dan Ino

"Aku tentu saja akan ikut," sambung Kiba.

"Apa boleh buat aku tidak bisa membiarkan kalian pergi sendiri kalau beegitu? Aku yakin kalian akan membuat maslah nantinya," kata Shikamaru.

Semua yang ada disana setuju untuk ikut. Hal ini membuat Shion senang karena banyak orang yang perduli pada Hinata, Shion menitikan air matanya.

"Belum saatnya untuk menangis," ujar Neji sambil menepuk bahu Shion. Shion hanya mengangguk dan mengambil uluran tangan Neji untuk ikut. Mereka menaiki mobil milik Deidara dan Tenten.

"Apa yang akan kalian lakukan jika sudah disana? Apa kalian punya rencana?," tanya Shion menerka-nerka.

"Kalau itu kita bisa pikirkan nanti jika sudah sampai," jawab Naruto polos.

"Yang lebih penting dimana Hanabi dirawat?," tanya Neji.

"Di rumah sakit keluarga Hyuuga," jawabnya.

"Shion bisa kau tunjukan dimana jalannya?," kata Neji. Shion hanya mengangguk sambil menunjukan arahnya pada Shikamaru yang mengemudi. Dengan cepat mereka melaju kerumah sakit dimana Hanabi di rawat. Perasaan khawatir menghantui Neji, karena ia tidak menyangka jika kepergiannya akan berdampak buruk bagi Hinata adik kesayangannya sendiri.

'Tunggulah! Tunggulah aku Hinata, aku akan menjemputmu. Aku akan membawamu kembali kepelukanku. Aku akan menyelamatkanmu. Kumohon tunggulah sebentar lagi,"

O000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 TBC 00000000000000000000000000000000000000000

00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

Kyaaaa akhirnya Chapter ini selesai. Sekian lama aku menulis, akhirnya beres juga. Walau tugas kuliah semakin banyak karena sudah semester 2.Untuk itu Hiko mengucapkan Arigatou Gozaimasu. Jangan lupa reviewnya ya.