Sebelumnya….

.

.

"Jong Woon-ah….." Suara seseorang dari ambang pintu kamar Jong Woon membuat sekelompok anak muda itu menoleh.

"Appa….. wae….?" Jawab Jong Woon menegakan tubuhnya.

"Keruangan kerja Appa….. Appa ingin bicara denganmu….."

.

.

.

My Lovely Idol…..

by : Lody Charming

Cats : Kim Jong Woon, Kim Ryeowook
dan rekan-rekan senasib

Disclaimer :
Mereka adalah mahluk Tuhan yang lagi popular.

Warning : Geje, Typos dimana-mana.
yah maklum, namanya juga manusia.

Don't Like Don't Read

.

.

.

"Apa ini….?" Tanya Jong Woon sedikit heran.

"itu hanya schedulemu saja…." Jawab shindong membuat JongWoon mengangguk lega.

"Jong…. Single terbarumu Delay lagi…. Harusnya rilis hari ini kan….? Kau bahkan meninggalkan Studio tanpa pesan apapun hari ini…. Sebenarnya apa yang terjadi padamu Jong….?" Tanya Hankyung terdengar sangat tegas membuat Jong Woon memijit tengkuknya

"Miandhe appa…. Aku tak bermaksud menundanya, tapi akhir-akhir ini aku…."

"Appa tak melarangmu memikirkan masalah pribadi tapi pisahkan dengan masalah pekerjaan… profesionalisme mu dalam bekerja dibutuhkan Jong…. Kau ini bukan artis kacangan…. Tolong Buktikan itu…..!" hankyung kembali menyela perkataan Jong Woon dengan sedikit galak.

"Sabar Hannie…." Heechul yang berada disamping Hankyung mengusap lengan Hankyung menenangkan. Hankyung memang terlihat tenang dan lembut, tapi Jika menyangkut pekerjaan dia akan menjadi tegas dan itu membuat Jong Woon tak berani melawannya.

'PUK…'

Shindong, Ass manager Hankyung yang juga menangani Jong Woon menepuk bahu Jong Woon. "Jong…. Kau mengecewakan banyak pihak…. Appa mu…. Label, Sponsor…. Dan yang terpenting para penggemarmu…. Seharusnya hari ini mereka bisa mendengarkan single terbarumu….."

"Miandhe hyung…" Kata Jong Woon merasa bersalah dengan sikapnya.

Yah, seharusnya hari ini adalah hari dimana dia merilis single baru, Tapi masalahnya dengan Wookie membuat Jong Woon sulit berkonsentrasi. Didiamkan kekasihnya seminggu ini membuatnya cukup depresi.

"Tapi kali ini kau beruntung….." kembali Shindong menepuk bahu Jong Woon "aku sudah membicarakan hal ini pada pihak label dan sponsor, mereka bisa mengerti dan mereka memberimu waktu 2 minggu untuk merilis single barumu itu….. " Shindong menyerahkan beberapa lembar kertas pada Jong Woon.

"jjinjaro….? Jadi kau sudah bicara pada pihak label dan sponsor hyung….?" Tanya jong Woon berbinar, biar bagaimanapun itu berita bagus untuknya.

"Apa delay itu ada Hubungannya dengan urusan pribadi….?" Tanya Hankyung mengalihkan perhatian Jong Woon.

" Ahh… Anniyo… anniyo…." kilah Jong Woon cepat, yah, Hankyung dan Heenim belum tau masalah pertengkarannya dengan wookie seminggu ini

"Sekarang appa ingin Tanya perkembangan misi mu…." Kata Hankyung lagi. "Apa kau sudah memberi taukan hal ini….?"

"hmm…hmm…." Jong Woon menggeleng pelan.

"Lalu kapan kau mau mengatakannya….? Kau mau dianggap sebagai pembohong…. Kau tau kan kalau wookie-mu itu tak suka kau menyembunyikan sesuatu darinya…..?" sambar heenim kini ikut dalam obrolan.

"sebenarnya aku sudah ingin mengatakannya umma….. tapi…."

"tapi apa….?" Tanya heenim saat Jong Woon berhenti bicara.

"ehmm….." Jong Woon kembali memijit tengkuknya, kebiasaannya saat gugup, dia bingung harus menjawab apa pada ummanya. Haruskah dia bilang dia sedang bertengkar dengan wookie…?

"Jong…." Panggil heenim tajam, menatap Jong Woon penuh selidik.

"Kalian baik-baik saja kan Jong….?" Hankyung ikut memajukan tubuhnya menatap Jong Woon yang terlihat semakin gugup.

"N…Ne… kami baik-baik saja…." Jawab Jong Woon penuh perjuangan.

"Jong…. Kau Jadi dengan rencanamu melamar Wookie ….?" Heenim kembali bertanya pada Jong Woon.

"Ja…Jadi umma…" jawab Jong Woon sedikit terbata "Kalian akan menemaniku kan….? Kalian harus menemaniku…." Jong Woon menatap lekat kedua orang tuanya itu..

"Tentu saja…. Memangnya kau mau kesana sendiri…?"

"Shiero appa….. apa kata Leeteuk ahjjuma dan Kangin Ahjjusi kalau aku datang sendiri….? Mereka akan berfikir aku hanya main-main…." Jawab Jong Woon Cepat.

"Itu kau tau….. masihkah harus kau tanyakan hal itu lagi….?" Dengus heenim.

"Hmm… Hyung…" panggil Shindong yang sedari tadi sibuk dengan agenda ditangannya "Aku keluar saja ya…. Sepertinya ini percakapan pribadi…. Lagipula aku harus segera kembali ke kantor…." Katanya lagi,.

"Owh… Ne dong… Gomawo Ne, kau sudah membantu ku mengurus anak Babo ini….." Kata Hankyung menunjuk Jong Woon yang hanya memberi cengiran tak jelasnya.

"Cheon….. Jong Woon-ah… sukses dengan lamarannya ne…." Kata Shindong menepuk punggung Jong Woon dan tersenyum "aku permisi….." Katanya lagi lalu keluar dar ruang kerja hankyung menyisakan Hankyung beserta istri dan si sulung.

"Jong… kau sungguh tak ada masalah dengan wookie kan…?" heenim kembali menyelidiki Jong Woon yang kelihatan mencurigakan akhir-akhir ini. Biasanya feeling seorang umma tak akan bisa dibohongi.

"Ne Umma….." jawab Jong Woon pelan.

"Lalu, kenapa kau belum mengatakan misi mu itu pada wookie….?" Hankyung kembali bertanya.

"eehm…. Itu…. aku akan segera ke Incheon dan bicara soal ini appa….."

"Kapan kau mau kesana….?"

"Entahlah Umma… jadwalku masih sedikit padat….." Jong Woon meraih copy-an agenda kegiatannya dalam bulan ini. Jong Woon memang sibuk, dia menjadi guest star dibanyak acara.

"Ya…ya… umma tau kau masih sibuk, apalagi kelakuan bodohmu yang membatalkan rilis single baru…" desah heechul lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Setelah agak senggang aku akan ke Incheon….." jawab jong Woon lagi "Siapa tau Wookie sudah mau bicara padaku….."

"…."

"…"

"! ! !"

Jong Woon membelalakan matanya, seakan baru tersadar apa yang baru saja diucapkannya. Perlahan diangkatnya kepalanya yang sejak tadi focus membaca agenda.

"Apa katamu tadi….?"

'UPPSSS'

Jong Woon menelan ludahnya seketika mendapati raut wajah mengerikan Heechul begitu dia mengangkat kepalanya dan menatap kedua orang tuanya.

"Apa katamu tadi…? Eoh….?" Desak heenim dengan galaknya.

"Ann…annou… itu….." Jong Woon benar-benar kehilangan kemampuan bicaranya.

"apa yang terjadi sebenarnya…..?"

"It…itu umma….."

"apa Jong…..? Kau menyembunyikan sesuatu dari kami tentang Wookie kan….?" Bingo…! Hankyung bisa menebaknya dan tak mungkin lagi bagi jong woon untuk mengelak.

"Jawab kami Jong….!" Geram heechul lagi.

"Ne…. aku dan Wookie bertengkar….. dia marah dan tak mau bicara padaku….." Jawab Jong Woon bergidik.

'PLETAAKKK'

"Appo…. Umma kenapa umma…"

"kenapa kau bisa sampai bertengkar….?" Potong Hechul menghentikan protes Jong Woon "apa yang sudah kau lakukan padanya…? Eoh….? Kelakuan bodoh apa yang sudah kau perbuat sampai membuatnya marah….?" Kini bukan hanya Wookie-nya yang marah tapi heechul juga marah pada Jong Woon.

"Itu hanya kesalahpahaman kecil umma…. Hanya kesalahan kecil….."

"Heii Jong….. Setau Umma Wookie itu bukanlah tipe anak yang gampang marah atau kesal…. Tapi bagaimana bisa kau membuatnya sampai marah begini….? Kesalahan fatal apa yang kau lakukan….?" Heechul masih saja betah membentak anak laki-lakinya itu.

"Sejak kapan kau bertengkar dengan wookie….?" Hankyung juga tak mengerti bagaimana bisa Jong Woon membuat wookie marah.

"seminggu ini appa…."

"MWOYA…..? seminggu katamu….?"

"Ne umma….." Jawab Jong Woon mengangguk.

"Dan kau diam saja….? Tak berbuat sesuatu….?" Tanya Heechul geram.

"Aku sudah minta maaf, tapi dia masih belum memaafkanku…. Jika kutelepon dia tak mau menjawabnya, bahkan pesan e-mailku juga jarang dibalasnya….." Kata Jong Woon dengan suara memelas mengingat sang kekasih kecilnya mengacuhkannya.

"Lantas kau diam saja…? Begitu….?"

"memangnya apa lagi yang harus kulakukan umma….? Wookie itu keras kepala…."

"Seperti itu kau bilang mencintainya….? Akan membahagiakannya….? Aiiishhh…. Bahkan kau membuat anak setenang wookie sampai mendiamkanmu begitu…. Kurasa wookie harus cari kekasih baru lagi….." Cibir Heechul kembali menyandarkan tubuhnya disofa.

"Uljjima Chullie….. " kini giliran hankyung yang menenangkan sang istri dengan belaian lembut dikepala Heechul.

"Yah… Umma, jangan bilang seperti itu….. kenapa doa mu jelek sekali sih….? Aku bahkan akan melamarnya sebentar lagi…." Protes Jong Woon pada Heenim karena menyinggung soal kekasih baru untuk wookie.

"daripada dia harus sakit hati hidup bersama namja babo sepertimu….! Akan jadi suami macam apa kau Jong kalau belum-belum membuat Wookie marah begitu….?"

"Umma…. Bukankah pertengkaran itu wajar terjadi dalam sebuah hubungan….? Appa dan Umma juga masih sering riibut….." Kilah Jong Woon membela diri.

"tapi keributan kami bahkan tak lebih dari 2 jam Jong…. Tak sampai sehari apalagi seminggu…." Sahut Hankyung membuat Jong Woon cemberut.

'Kalian tak tau saja apa masalahnya…..Jika kalian tau… kalian bisa lebih Pingsan…' Jong Woon merutuk dalam hati, tapi ada kelegaan dan kebahagiaan juga yang dirasakan Jong Woon, kedua orang tuanya begitu menyukai kekasihnya. Lihat saja…. Heenim dan Hankyung sampai seriibut ini saat mendengar dia bertengkar dengan Wookie.

"bertengkar seminggu dengan wookie saja membuat Singlemu delay begitu bagaimana kalau lebih lama dari ini….? Bisa-bisa kau mundur dari keartisan karena depresi….." Kata Hankyung lagi menghela nafasnya.

"aiisshh…. Ini kan juga bukan keinginanku appa…" dengus Jong Woon karena terus dipojokan orang tuanya.

"Lalu…? Menurutmu ini keinginan Wookie….? atau menurutmu pertengkaranmu itu keinginan kami…? Eoh…?" Hankyung yang tadi tenang jadi sedikit berang dengan ke'Telmi'an Jong Woon.

"Ya bukan begitu juga…."

"Heh…. Lalu kenapa kau masih tenang disini…..? Kekasihmu diam padamu dan kau bisa diam saja begini….." heechul kembali menegakan badannya dari sandaran.

"Lalu aku harus bagaimana….? Wookie sendiri yang tak mau bicara padaku….."

'PLETAAAKKKK'

"Appooooooo…." Jong Woon kembali mengusap kepalanya yang baru saja dipukul dengan map. "Umma… kenapa suka se…."

"pergi ke Incheon dan minta maaflah secara langsung…Paboo…." Hardik heechul yang benar-benar nyaris kehabisan kesabaran karena sikap Jong Woon.

"Tapi umma….."

"Jong…. Meski kekasihmu itu bukanlah yeoja, tapi sikapnya saat bersamamu itu seperti seorang gadis yang begitu menyayangi Namja Chingunya….. harusnya kau tau Jong, LDR bukanlah hal mudah, mengingat kau seorang artis, banyak Yeoja disekitarmu, Jika Umma jadi Wookie Umma juga pasti cemburu dan akan merasa sangat kesepian karena jauh dari kekasih umma…. Belum lagi kegiatanmu yang padat itu, kau bahkan sering kehilangan waktumu untuk menelponnya… Jong… Umma rasa tak banyak tuntutan wookie padamu…. Merelakan kau tetap di seoul membuktikan bahwa anak itu percaya padamu…. yang diinginkan wookie hanyalah pengertianmu Jong… temui dia dan minta maaf….." Kata Heenim melembut dan memberi pengertian pada Jong Woon

"…" Jong Woon hanya diam mendengarkan kata sang umma. Benar, selama ini bukankah wookie menunjukan kepercayaannya pada Jong Woon….? Membiarkan Jong Woon tetap menjalani kehidupan artisnya seperti dulu, Gosip yang sering menerpa Jong Woon tentang kedekatan-kedekatannya dengan Artis Yeoja lain pasti akan membuat Wookie sedih mendengarnya. Oh Jong Woon…. Posisi Wookie-mu tak mudah, jadi jangan lebih mempersulitnya….

"Pergilah… Appa dan shindong akan me-reschedule ulang semua kegiatanmu…." Kata Hankyung dengan kata lain menyuruh Jong Woon menemui kekasihnya.

.

.

'Drrttt….Drrrtttt….'

Wookie meraih ponselnya diatas meja denagn malas, sedari tadi dia diam menyangga dagunya diatas meja didalam kelasnya, sejak awal pelajaran sampai sekarang jam pelajaran ke-3 masih saja wookie bertahan dengan kegiatannya.

"siapa sih….." wookie menyerobot ponselnya sedikit kasar dan dibaca pesan yang masuk.

From : Hyungie Yeobo

Chagiya…..

"Haiisshhh…. Apa-apaan sih…!" dengus wookie kembali meletakan ponselnya.

"Wookie…. kau kenapa…?" Tanya Sungmin yang kini dapat giliran duduk disamping Wookie. tak perlu bingung, Sungmin dan Hyukie memang akan bergantian duduk disamping Wookie, sejak dulu seperti itu. Mereka tak membiarkan Wookie duduk sendirian, setidaknya jika ada salah satu dari mereka Wookie bisa lebih Rilex dengan mengobrol.

"Tidak apa-apa….." Jawab Wookie datar.

'Drrttt…Drrttt…."

Kembali getaran ponsel diatas meja itu membuat Sungmin juga menatap ponsel wookie.

"Wookie… itu ada pesan…. Tak kau lihat….?" Tanya Sungmin yang melihat Wookie hanya diam saja.

"Lihat saja kalau Noona mau…."

'Drrtttt…..Drrrtttt….'

'Drrrtttt…Drrrtttt…'

Dan berkali-kali ponsel Wookie bergetar menandakan banyaknya pesan yang masuk, tapi Wookie tak melihatnya sama sekali. Dengan terheran heran Sungmin meraih ponsel wookie dan melihatnya.

"Omona…." Pekiknya tertahan, mengingat mereka masih pelajaran meski songsaenim mereka sedang diluar kelas. Sungmin kaget melihat betapa banyaknya pesan yang masuk. "Wookie… dari Jong Woon Oppa…." Kata Sungmin yang hanya dibalas Dengusan sebal dari Wookie.

From : Hyungie Yeobo

Ryeowookie Chagiya…..

.

From : Hyungie Yeobo

Chagiya….. Chagiya… Wookie Chagi….

.

From : Hyungie yeobo

Umma… Masihkah mendiamkan Appa….?

.

From : Hyungie Yeobo

Umma….. Miandhe.

Saranghae…

.

From : Hyungie Yeobo

Ryeowookie Umma….. Bogoshipo….

Umma….. maafkan Appa Ne….?

.

From : Hyungie Yeobo

Kim Ryeowook…. Jika tak kau balas pesanku akan kudatangi kau sekarang juga…..
akan kulamar kau didepan hakseng-hakseng disekolahmu…..

"Wookie….." panggil Sungmin pelan, 1 kesimpulannya… Wookie dan Jong Woon belum baikan..!

"Hmm…."

"Jika kau tak balas pesan Jong Woon Oppa, dia akan….." Sungmin menggantungkan kalimatnya.

"itu tak penting…. Terserah saja dia mau apa….." Kata Wookie dingin bahkan terkesan malas.

"Tapi… ini…. Dia… jika kau tak balas pesannya dia akan… melamarmu didepan para hakseng…." Kata Sungmin akhirnya dengan suara bisikan.

"…."

"…"

"MWOOOO…? APA….?" Teriak Wookie membuat semua teman sekelasnya kaget dan menatapnya, Hyukie yang sedari tadi memperhatikan dari bangku belakang wookie bahkan sampai menutup telinganya.

"KIM RYEOWOOK. SII…"

'GLEKK'

"Song….saenim…" kata wookie tergagap saat melihat sosok yang berdiri diambang pintu kelasnya.

"Pokoknya aku tak mau ikut campur soal ini wookie….." Kata Hyukie dari bangku belakang.

Semua hakseng –terutama wookie- diam mematung melihat songsaenim mereka yang terkenal sangat galak dan pelit nilai(?) itu berdiri dengan raut wajah yang complex. Wookie menundukan wajahnya dalam-dalam.

"Kau sih berteriak….." Minnie berbisik sepelan mungkin, Ok… berbisik kan sudah bisa dibilang pelan, apalagi berbisik dengan sangat pelan…. Intinya adalah wookie tak mendengar apa kata Sungmin yang lebih mirip hembusan nafas itu.

"Ryeowook…." Panggil Hyun Songsaenim dengan suara khasnya yang Tegas membuat wookie bertambah menciut.

'Pabo kau wookie….. kenapa berteriak begitu…? Ini semua gara-gara Jong Woon… kalau bukan karena dia aku kan tak akan teriak…..' Wookie mengutuki kebodohannya dan serta merta mengutuk sang kekasih.

"Kim Ryeowook…. Ada yang ingin bertemu denganmu….." Kata Hyun Songsaenim membuat bukan hanya Wookie tapi semua kini menatap kearah dimana sang songsaenim berdiri.

"Nu…Nugu…?" Tanya wookie khawatir.

Tak lama setelahnya muncul seorang namja dibelakang Hyun songsaenim, meski tertutup tubuh songsaenim, Wookie sudah tau siapa namja dibelakang Songsaenimnya itu. seketika jantung wookie berdetak cepat, seakan sedang dihadapkan dengan bahaya.

"MWO…..?" seketika semua mata teman sekelas wookie membelalak saat melihat sang namja menginjakan kakinya kedalam kelas wookie.

'JDERRR'

Seperti disengat Listrik Ribuan Volt, Wajah wookie mendadak pucat, keringat dingin mulai terlihat didahinya, dan sayangnya disaat dia seperti itu Hyukie dan Sungmin Justru seperti hakseng yang lain, Diam bengong menatap namja yang kini berjalan kearah bangku tempat wookie dan Sungmin.

"Hyu…ngie….." Wookie menatap tak percaya pada sosok pemuda yang kini berada didepannya memasang senyum semanis mungkin.

'Dia Kim Jong Woon kan….?'

'Wah….itu Jong Woon oppa…'

'Aiigooo…. Jong Woon oppa ada apa disini….?'

'Tampannya Jong Woon oppa….'

Dan bisik-bisik dari hakseng dikelas wookie mulai terdengar, bahkan beberapa hakseng ada yang berdiri didepan kelas wookie untuk melihat seorang Kim Jong Woon, penyanyi terkenal asal Seoul itu.

"Chagiya…." Suara Bariton Jong Woon membuat Wookie terdiam. Sudah lama dia tak mendengarnya, dia merindukan suara ini, sangat merindukannya.

"…."

"Wookie Chagi….."

'GLEEKKKK'

Bingo…! Kini semua bertambah melotot mendengar kata 'Wookie Chagi' keluar dari bibir seorang Kim Jong Woon, belum lagi tatapan mata penuh cinta yang terus menatap wookie tanpa henti itu. sungguh tak pernah terbayangkan.

"Ma…mau apa….?" Tanya Wookie dengan sedikit gugup. Come On… ini bukan waktunya untuk bangga dia memiliki kekasih artis, suasana kelas membuatnya jadi sedikit merasa tak nyaman.

"menemuimu….." jawab Jong Woon santai "bukankah sudah kukirim pesan padamu….. jika kau tak membalas pesanku aku akan bicara disini….. "Kata Jong Woon membelai kepala Wookie.

'Sungguh aku merindukan saat seperti ini….. aku tak peduli yang terjadi selanjutnya…. Aku tak peduli meskipun karierku akan berakhir saat ini juga…. Yang terpenting adalah kau wookie….'

Yesung mengulas senyum simpul tapi begitu berkharisma dan tampan. "dan kau lebih memilih tak membalas pesanku…. Itu artinya kau memilih aku bicara disini…."

"Ne… bicaralah…. Itu artinya, aku akan semakin tak mau memaafkanmu….."

'SRETTT…'

'MWOYA….'

Jong Woon membelalakan matanya mendengar kata-kata wookie….. kata-katanya saja sudah tak enak didengar ini malah dikatakan dengan nada galak begitu oleh wookie. bahkan kini wookie melangkah keluar kelasnya tanpa peduli semua menatapnya termasuk sang songsaenim.

"…."

"…."

"Yahh…. Chagiya…." Panggil Jong Woon pada Wookie yang sudah hampir menghilang dari ambang pintu.

"Aku Membencimu….." kata Wookie sejenak menghentikan langkanya dan menatap Jong Woon yang masih didekat bangkunya. Dihentakannya kaki mungilnya memberi kesan manja pada wookie yang selama ini terkenal dengan sikap dewasanya.

"Aiigooo…. Banyak sekali kejutan hari ini…. Perasaan aku tidak sedang ulang tahun….." gumam Lee JinKi, salah seorang teman sekelas wookie. bahkan sang songsaenim galakpun sampai terbengong ditempatnya.

"Yah… chagiya….." teriak Jong Woon namun wookie tetap kembali melangkah. "Chagiya…"

"kau menggali kuburanmu sendiri Oppa….." gumam Sungmin menatap Jong Woon didepannya.

"Yak, Lee Sungmin, Lee Hyuk Jae…. Kenapa kalian masih duduk….?" Hardik Jong Woon pada si kembar Lee. Memang kenapa kalau mereka duduk…? Ini kan masalahnya, lagipula dia juga masih disana bukannya mengejar wookie.

"memangnya kami harus apa….?" Tanya Hyukie dengan sangat sangat polos.

"Panggil Henry dan Kyuhyun…. Bantu aku membujuk wookie…." pekik Jong Woon seperti orang stress. Oh… jangan dicontoh sikapnya, meminta tolong tapi membentak… sungguh tidak sopan.

"Tapi kan…."

"Lee Hyuk Jae…. Tak ada waktu untuk kata tapi…. Bantu aku minta maaf pada kekasihku…. Palliwa…." Dengus Jong Woon lagi.

"Tak ada waktu untuk kata 'tapi'… kau sendiri bicara terus sejak tadi….." dengus Eunhyuk kini berdiri dari bangkunya.

"Haiishhh…. Palli…. Kau juga Noona kelinci….!" Jong Woon dengan segera menarik kedua lengan Lee bersaudara itu dan segera keluar kelas wookie

"Gyaaaa….. oppaaa….." teriak Sungmin dan Eunhyuk bersamaan saat lengannya ditarik Jong Woon keluar, meninggalkan Hakseng dengan berbagai exspresi mereka, kaget, bingung, heran dan yang jelas 'This is Unbelieveable'

.

.

"Chagiya…." Jong Woon masih saja mengikuti langkah kecil wookie yang entah mau kemana.

"…"

"Chagiya…."

"….."

Kali ini giliran para hakseng yangsedang berada diluar kelas yang dibuat kaget dan heran melihat seorang artis besar seperti Jong Woon terus mengekor seorang Kim Ryeowook dan terus mengucapkan kata 'Chagiya' dengan nada memelas. Diujung yang lain para sahabat wookie dan para sahabat Jong Woon –Donghae, Siwon, Kibum dan Yoona yang memaksa untuk ikut Jong Woon ke Incheon- juga memperhatikan sepasang Kim yang sedang bertengkar ini.

"Chagiya…." Kembali suara Jong Woon memanggil dengan nada memelas.

"….." tak ada jawaban apapun, wookie masih saja berjalan dengan pipi menggembung dan bibir yang dimajukan. Dia berjalan mendekati para sahabatnya.

"Chagiya….."

"….."

"Wookie….. sudahlah, apapun masalah kalian, maafkanlah Jong Woon Oppa….." kata Sungmin saat wookie semakin dekat dengan mereka.

"Benar…. Apa kau tak kasihan pada Jong Woon Oppa…? Dia jauh-jauh dari seoul hanya untuk meminta maaf…." Hyukie ikut menambahi.

"Jong Woon hyung pasti membuat kesalahan fatal sampai wookie marah begitu….." gumam Henry yang bukannya memberi dukungan pada Jong Woon tapi malah mencibir.

"itulah resiko pacaran dengan Jong Woon oppa….. harus menghadapi keBABOannya yang kadang berlebihan…." Timpal Yoona masih tetap menatap kearah oppa-oppa beberapa meter didepannya.

"Chagiya…." Jong Woon masih saja memanggil Wookie.

"…"masih tak ada respon, meski kini wookie berhenti berjalan tapi tetap saja tak mengatakan apapun pada Jong Woon.

"Wookie…."

"…"

"Baby…. "

"…"

"Sweety…."

"…."

"Honeyy…."

"….."

"Chagiya…"

"…"

"Sayangku….."

"….."

"Umma….."

"….."

"Yeobo….."

"….."

"Jika tak menjawab, aku akan berteriak…." Kata Jong Woon akhirnya.

"…." Dan masih tak ada jawaban dari wookie

"Geure… kau yang minta…" kata Jong Woon bersiap berteriak "KIM RYEOWOOK CHAGIYA… MIANHADA… "

'GLUP' mata wookie melebar mendengar betapa keras dan kuatnya teriakan Jong Woon baru saja, tanpa dia lihat pun dia tau para hakseng dan penghuni sekolahan lainnya pasti menatap mereka berdua.

"Kau….." Wookie membalikan badan menghadap Jong Woon dan menunjuk Jong Woon dengan raut wajah yang sulit diartikan. Sedikit mengerikan dimata Jong Woon.

"Cha…Chagiya….." Kata Jong Woon gugup saat wookie maju dan mendekat kearahnya, sahabat mereka juga turut gugup melihat sikap wookie.

"Kau….." Wookie masih menunjuk Jong Woon dan berhenti tepat dihadapan Jong Woon.

"Chagiya…. Miandhe….. maafkan aku…. " kata Jong Woon semakin panic.

"Kau…."

"Chagiya…. Jebal… miandhe….." ucap Jong Woon penuh permohonan.

"Kau….. kenapa baru kemari sekarang…" Wookie seketika menyambar Tubuh Jong Woon dan mendekapnya erat seakan bertahun-tahun tak bertemu.

"Woo…kie….." Kaget teman-teman wookie, sementara Jong Woon…? Hanya ada 2 kata di otak Jong Woon saat ini…. 'Aku Bingung…..'

"Kau…kenapa lama sekali menyadarinya… aku merindukanmu…." Wookie memukul dada Jong Woon.

"Chagiya…" Jong Woon tersentak saat disadari jika Wookie menangis dipelukannya.

"Aku merindukanmu hyung….. sangat merindukanmu….. aku takut kau meninggalkanku….. kenapa kau baru kemari sekarang….? Hiks….."

"Chagiya….. miandhe… kukira kau masih belum mau memaafkanku… kau tak menjawab teleponku dan tak membalas pesanku…." kata Jong Woon pelan, dieratkannya pelukannya.

"Aku tak menjawabnya karena aku mau kau datang kemari….. aku ingin memelukmu….. aku merindukanmu Paboo…" hentak Wookie, tangannya masih saja memukuli dada Jong Woon. "Jong Woon Paboo….." Rengek Wookie dalam pelukan Jong Woon

"hehehe… " Jong Woon terkekeh, lega rasanya karena Jong Woon tau wookie masih memiliki sisi kekanakan dan manja. "Miandhe Ne…. kalau aku terlalu lama menyadarinya….."

"Pabo…. Hyungie Pabo…. Kau paboo…" kata Wookie yang kini sudah menarik diri dari pelukan Jong Woon meski masih menangis.

"Ne…Ne… aku Pabo….. benar kata Umma…. Kau hanya butuh pengertian… dan harusnya aku mengerti apa yang kau rasakan chagiya…. Merindukan kekasihmu untuk ada didekatmu…." Jong Woon mengulas senyum bahagianya menatap Wookie.

_CHU_

"Miandhe… " kecupan singkat dibibir Wookie membuat wookie sedikit mengurangi intensitas isak tangisnya dan menambah intensitas tatapan dari para hakseng disana.

"Aiigoo…. Sebesar itukah kerinduan wookie pada Jong Woon oppa…?" Sungmin menatap dengan tatapan yang juga lega.

"Kau Pabo…. Pabo… Pabo…." Wookie masih saja merutuki sang kekasih yang kini terkekeh dihadapannya dan sesekali mengusap kepalanya

"Wookie sudahlah….. tak perlu kau katakan juga semua sudah tau kalau Jong Woon Oppa itu Paboo…" celetuk Yoona yang mendapat tatapan maut dari Jong Woon.

"Kim Jong Woon Paboya… Paboya…"Wookie mengusap sisa air matanya dengan punggung tangannya. "tapi aku mencintaimu….." kata wookie lagi dengan wajah cemberutnya yang tanpa dosa itu.

"mwee….? Astaga….." mendengar kata-kata wookie baru saja membuat semua sweatdrop, sungguh kekanakan sekali si Mr Adult mereka.

"Chagiya… miandhe, Ne..? maafkan hyung yang sudah membuatmu marah.." kata Jong Woon mengusap rambut Wookie.

"Ne… miandhe hyung, maaf atas sifat kekanakanku….." Wookie menatap Jong Woon dengan tatapan sesal, menyesal rasanya mendiamkan sang kekasih selama seminggu ini.

"Gwenchana… Hyung bahagia karena ternyata kau masih memiliki sikap kekanakan… justru hyung akan bingung jika kau tak memiliki sifat kekanakan…." Kembali Jong Woon mengulas senyum terbaiknya.

"Gomawo chagiya…." Wookie menghambur mendekap tubuh Jong Woon seerat mungkin.

Tak sadarkah wookie…? kejadian hari ini disekolahnya membuatnya menjadi sama terkenalnya dengan Jong Woon. Semua hakseng kini memperhatikan dia, lebih tepatnya karena mereka masih tak percaya, artis pujaan semua Yeoja itu menjalin hubungan dengan seorang namja. Bahkan namja yang selalu dianggap rendah disekolahan itu, bukankah bumi itu berputar….? Tak selamanya mereka yang berada dibawah akan tetap dibawah…. Mungkin inilah waktunya bagi wookie yang selalu dibawah mulai menanjak dan pada akhirnya akan berada dipuncak yang paling tinggi.

.

.

"Jadi sebenarnya masalah kalian apa….? Sampai bertengkar…?" Tanya Eunhyuk pada Wookie saat mereka berada dikantin.

"Sudahlah noona…. Jangan ditanyakan lagi…. Yang penting sekarang mana mereka….?" Kata wookie menoleh kesemua arah mencari 5 orang –Jong Woon, Siwon, Kibum, Yoona dan Donghae- yang tadi berpamitan ingin bicara dengan pihak sekolah lebih dulu.

"Hyung….. aku senang…." Kata Kyu merangkul pundak wookie tiba-tiba.

"Wae Kyu….?" Tanya wookie tak mengerti.

"Karena kau tak salah pilih… aku yakin Jong Woon bisa membuatmu bahagia…." Jawab Kyu mengeratkan rangkulannya dipundak wookie.

"tentu saja Kyu….." sahut suara baritone merdu yang sudah bisa dipastikan siapa orangnya. Kim Jong Woon "Dan Jangan peluk-peluk kekasihku…." Jong Woon menghempaskan tangan Kyu dari pundak Wookie dan mengambil alih untuk memeluknya.

"Yah Kim Jong Woon…. Dia ini Hyungku…. Aku lebih berhak…." Kyu yang tak terima masih mencoba kembali merangkul Wookie.

"Aku calon nampyeonnya Kyu….." Jong Woon masih tak mau kalah "Peluklah saja kekasihmu…." Jong Woon menunjuk Sungmin yang hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Oppa…. Kyuhyun-ah… berhentilah seperti anak kecil….." dengus Yoona mulai jengah dengan kelakuan 2 namja 'penggemar setia' wookie itu.

"heh Iblis Incheon….. sudahlah, kau kan bertemu hyungmu setiap hari, berikan kesempatan pada kekasihnya….." henry menarik tangan Kyuhyun yang masih saja sibuk berebut pundak Wookie.

"Dengar itu Kyu…. Kau kan bertemu wookie-ku setiap hari…." Jong Woon dengan semangat membela henry.

"Kim Jong Woon…. Kim Kyuhyun….."

.

.

.

TBC

To be continued bukan Tubercollossis.

Thank you very much….
I know this is a bad story…..

I just wanna to fun…..
you wanna to review…? I'm not force you to do it….

Xie Xie da zhi hao… *bow…bow…bow…*

.

.

.

yes, this is Lody- gege...
i don't know, why my story is lost...
i think this fandom was delete it...

and, i'll try to re-post this story from beggining...

jadi, berharap saja FF gege tidak didelete lagi...
maaf, kalau riviewnya gga di bales... soalnya dulu udah pernah... :D

_Thank You_

( Xie-Xie da zhi hao….. Wo Ai ni….)