TRAP IN KONOHA
A fiction by Arisa Risarisarisa
Naruto©Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, action, friendship
Rated : Teen
Warning : Typo, OOC, ide pasaran
Please enjoy
.
.
.
.
Sebuah mobil sport hitam metalikmelaju kencang dijalanan yang tidak terlalu padat di kota Tokyo, musik rock dari mobil itu mengalun keras, tapi hal itu sepertinya sangat dinikmati oleh si pengendara mobil, terbukti dari kepalanya yang sesekali mengangguk-angguk mengikuti irama musik. Ponsel yang berada di dashboard-nya bergetar menandakan adanya panggilan masuk, pemuda dengan name tag Uchiha Sasuke itu lantas mengambil handsfree-nya dan menekan tombol terima pada ponselnya
"Sasuke!" Jari tangan Sasuke langsung mematikan CD Player mobilnya begitu mendengar suara yang sangat dihafalnya itu, suara cempreng khas milik sahabatnya, Namikaze Naruto
"Hn?"
"Kau dimana?"
"Menuju rumahku."
"Kalau begitu putar balik dan jemput aku di laboratorium tempat Karin bekerja, kau tahu tempatnya kan?" Mendengar nada bicara sahabatnya itu Sasuke tak tahan untuk tidak menyeringai, bertahun-tahun menjadi sahabat sang Namikaze muda itu membuat Sasuke hafal kebiasaan-kebiasaan sahabatnya itu, Sasuke yakin kalau tengah terjadi sesuatu pada Naruto, itu terbukti dari nada bicaranya yang terdengar bossy.
"Sepertinya terjadi sesuatu yang menarik heh…" Sasuke dapat mendengar dengusan dan tawa kecil Naruto, pemuda itu semakin melebarkan seringainnya, ia yakin Naruto pasti menemukan hal sangat menarik hingga ia meminta bantuannya, Naruto memang sahabat yang baik, dia menemukan hal yang menarik dan membaginya dengan Sasuke, kira-kira begitulah isi pikiran Uchiha bungsu yang kian melebarkan seringainya itu
"Ya, akan kujelaskan nanti."
"Baiklah, aku kesana." Dan dengan itu sambungan jarak jauh itu terputus begitu saja, Sasuke membanting setirnya dengan kasar, dan mobil mewah itu berbelok arah menuju laboratorium yang dimaksud Naruto
Mobil mewah milik Sasuke berhenti tepat didepan Naruto yang saat itu berdiri dipinggir jalan, Naruto lalu masuk kedalam mobil itu tanpa diperintah oleh pemiliknya
"Kemana?" tanya Sasuke pada Naruto yang masih sibuk dengan ponselnya
"Jalan lurus saja." Sasuke menuruti perintah Naruto tanpa membantah, mobil itu berjalan lurus namun cukup kencang, sementara Naruto terus memperhatikan mobil-mobil yang berada disekitarnya sambil sesekali melihat ponselnya
"Jadi ada apa? Kau sampai terluka seperti itu," ucap Sasuke sambil melirik Naruto yang terus memperhatikan mobil-mobil disekitar mereka. Mata hitam Sasuke memicing saat melihat darah kering di poni sahabatnya, ia juga melihat dahi Naruto yang lebam, tanpa sadar Sasuke meremas setir mobilnya sambil menggeretakkan giginya, ia benci melihat sahabatnya terluka
"Kau masih ingat dengan Anko?"
"Hn."
"Dia menculik Karin dan menyabotase alat ciptaan mereka."
"Ah…konflik para ilmuwan serakah." Kedua sahabat itu kembali bungkam cukup lama sebelum Naruto melihat mobil incarannya berbelok
"Sasuke disana! Itu mereka! Cepat kejar!" Dengan sigap Sasuke membelokkan mobilnya, memotong jarak antara mobilnya dan mobil yang membawa Karin dan kedua rekannya serta alat ciptaan mereka, namun cukup untuk tidak membuat orang-orang didalam mobil yang mereka kejar curiga pada mereka
Cukup lama Sasuke dan Naruto mengikuti Anko dan anak buahnya hingga mereka berhenti disebuah bangunan yang diyakini oleh kedua pemuda itu sebagai markas milik Anko. Mobil-mobil yang dikendarai anak buah Anko behenti, lalu keluarlah Karin, Suigetsu, dan Juugo yang masih dicengkram oleh tiga orang anak buah Anko, lalu beberapa orang keluar dari mobil yang lain dan menuju bagasi mobil pertama, mereka lalu mengeluarkan sebuah alat dan membawanya masuk kebangunan itu, lalu sisanya berjaga didepan dan didalam bangunan itu, Anko sendiri langsung masuk kedalam bangunan itu mengikuti tiga orang anak buahnya yang membawa alat ciptaan Karin, Suigetsu, dan Juugo. Sasuke baru menghentikan mobilnya ketika dirasa jarak mobilnya dan para penjaga itu cukup jauh
"Ok, aku masuk dan menyelamatkan Karin," ucap Naruto
"Aku akan bereskan mereka disini." Kedua pemuda itu mengangguk lalu keluar dari mobil. Naruto berjalan mengendap-endap menuju salah satu sisi bangunan yang tidak dijaga, sementara Sasuke secara terang-terangan menunjukkan dirinya pada penjaga-penjaga itu
"Siapa kau?!" bentak salah seorang penjaga pada Sasuke yang kini berdiri didepan pintu masuk bangunan itu, para penjaga itu lalu mengelilingi Sasuke dengan senjata api mereka yang diarahkan pada Sasuke, namun tidak ada raut ketakutan diwajah bungsu Uchiha itu, ia malah tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya, membuat gerakan seolah-oleh ia menyerah
"Woow…woow…easy guys…aku kesini hanya untuk bersenang-senang," ucap Sasuke santai dengan seringai yang menghiasi wajah rupawannya, tanpa diduga oleh para penjaga itu Sasuke merebut salah satu senapan milik penjaga didepannya, senapan itu lalu ia pukulkan pada kepala botak penjaga yang ia ambil senjatanya yang masih kaget itu, melihat itu para penjaga lainnya langsung menyerang Sasuke. Selama pertarungan berlangsung yang terdengar dari luar bangunan itu hanya suara letupan peluru, teriakan, dan suara tulang yang patah
"Dasar teme gila," ucap Naruto yang memanjat dinding samping bangunan itu sambil melihat pertarungan Sasuke dan para penjaga itu yang berlangsung sengit
Setelah memanjat dinding dengan dibantu oleh alat khusus kini Naruto telah berhasil memasuki bangunan itu tanpa diketahui oleh siapapun, tujuan Naruto saat ini adalah mencari Karin, tapi pemuda itu tidak tahu dimana kakak sepupunya itu berada, ia bahkan tidak tahu struktur bangunan itu, jadilah ia berputar-putar dibangunan besar itu hingga iris shappire-nya melihat sekelompok penjaga yang berdiri didepan sebuah ruangan. Naruto mengambil sebuah kubus dari kantung kubusnya, lalu menekan salah satu permukaan kubus itu hingga kubus itu bertransformasi menjadi sebuah corner shot
Ada lima penjaga yang berdiri didepan ruangan itu, Naruto membidik mulai dari kiri, setelah itu ia menembakkan satu peluru pada masing-masing penjaga tepat pada organ vital mereka, kelima orang itu pun ambruk dengan darah mereka yang mengotori lantai, namun suara letupan peluru ternyata mendatangkan segerombol penjaga lainnya, Naruto membuang corner shot-nya dan menggantinya dengan kubus yang kemudian bertransformasi menjadi machine gun, secara teratur ia tembakkan peluru-peluru itu pada para penjaga yang mengepungnya, namun para penjaga itu ternyata telah melindungi diri mereka dengan perisai yang terbuat dari sinar biru berbentuk kubus hingga peluru-peluru yang Naruto tembakkan tidak mampu melukai mereka, melihat itu Naruto hanya mendecih tidak suka, kini giliran para penjaga itu yang menembakkan peluru-peluru mereka pada Naruto, namun Naruto dapat menghindari semua peluru itu dengan lihai dan keluar dari kepungan para penjaga itu tanpa luka ditubuhnya
Dengan gerakan tiba-tiba Naruto memutar tubuhnya dan menendang kepala tiga penjaga yang berdiri beriringan hingga ketiganya terlempar sangat jauh dan berakhir dengan menabrak dinding dan pingsan ditempat
"Power kick: active," ucap Naruto dengan seringai diwajahnya. "Tiga sudah tumbang." Naruto menekan pergelangan tangannya yang terdapat sebuah wristband, seketika suara mekanik terdengar dari wristband yang bertransformasi menjadi sebuah golden sword yang dipenuhi oleh sinar keemasan
"Dia seorang knight," ucap salah seorang penjaga saat melihat simbol kepala kuda dikerah jas JMA Naruto
"Hoo…kalian baru menyadarinya." Naruto merespon
"Jangan takut, dia hanya seorang diri, dia tidak akan menang melawan kita," ucap seorang penjaga lainnya, ia lalu mengambil sebuah kubus dan menekan salah satu permukaannya hingga kubus itu bertransformasi menjadi sebuah busur panah lengkap dengan anak panahnya, ia lalu membidik Naruto yang bertarung dengan tiga orang temannya, setelah dirasa bidikannya akan mengenai sasarannya panah itu kemudian ia lepaskan
"Clone arrow: active." Anak panah yang hanya satu itu kemudian menjadi puluhan dan semuanya mengarah pada Naruto, Naruto yang melihat itu lantas memutar pedangnya didepannya dengan gerakan baling-baling hingga puluhan anak panah yang mengarah padanya terpental semua, sementara pria yang menembakkan anak panah tadi hanya mendecih tidak suka, pria itu membuang busur panahnya dan menggantinya dengan machine gun, ia tembakkan timah-timah panas itu secara beruntun pada Naruto yang lagi-lagi memutar pedangnya untuk melindungi diri
Doorrr…
Satu tembakan dari belakang tubuh Naruto menumbangkannya, timah panas itu bersarang dibahu kanannya hingga gerakannya untuk memutar pedangnya terhenti seketika, melihat kesempatan itu para penjaga yang tersisa kemudian menembakkan peluru-peluru mereka pada Naruto yang sedang kesakitan
Doorrr… Doorrr… Doorrr… Doorrr…
Akhirnya senjata api para penjaga itu berhenti memuntahkan pelurunya, senyum kemenangan mereka kembangkan saat melihat tubuh Naruto yang bersimbah darah yang berbaring dilantai, mereka lalu mendekati tubuh Naruto dengan senjata yang masih terarah padanya, seketika para penjaga itu membolakan mata mereka saat melihat sebuah kubus berkaki yang memunculkan sinar biru dari kaki Naruto
"Holo clone!" ucap salah satu dari penjaga itu yang menyadari kalau tubuh Naruto yang bersimbah darah itu adalah hologram clone yang khusus yang memiliki kemampuan bertarung layaknya pemiliknya yang digerakkan berdasarkan imaginasi pemiliknya
"Dimana keparat itu?!" Berpasang-pasang mata para penjaga itu bergerak liar mencari sosok pemuda yang telah berhasil mengelabui mereka sejak pertarungan dimulai
Tuk…
Sebuah kubus bercorak rumit mengalihkan perhatian para penjaga itu kelantai, sekali lagi mereka membolakan mata saat menyadari kekuatan dari kubus itu
"Lari!" teriak mereka serempak
Pii…pii…pii…
Listrik-listrik yang berasal dari kubus bercorak rumit itu menyambar-nyambar tubuh para penjaga yang akan lari, namun ternyata mereka kalah cepat dari kubus itu
"Raaarrrrgggggghhhhhh….." Tubuh para penjaga itu menegang saat listrik dari kubus itu menyambar tubuh mereka
Seorang pemuda yang diketahui bernama Namikaze Naruto itu keluar dari sebuah pilar dengan seringai diwajahnya. "Mungkin kalian harus mengandalkan otak kalian dari pada otot kalian."
Naruto berlari-lari kecil sambil bersenandung ceria menuju ruangan yang tadi dijaga oleh lima orang penjaga dan meninggalkan para penjaga lainnya yang masih tersetrum bom listriknya. Naruto membuka pintu kayu itu lalu masuk kedalamnya, namun sedetik kemudian ia kembali membuka pintu itu dan menyembulkan kepalanya, senyum misterius ia sunggingkan diwajahnya
"Maaf ya, tadi aku menaikkan tegangannya jadi efeknya mungkin akan lama hilang, selamat menikmati fufufu…." Naruto kembali masuk keruangan itu dan menutup pintunya
Dalam ruangan yang tadi dimasuki Naruto hanya terdapat sebuah sel yang berbentuk kurungan burung yang berisi tiga orang yang menundukkan kepala, Naruto mengenali mereka, terutama gadis bersurai merah yang memang menjadi tujuannya menerobos masuk kebangunan milik Anko
"Tak kusangka kalian betah tinggal disini," ucap Naruto yang mengalihkan perhatian ketiga orang yang berada di sel itu, lantas ketiga orang itu menolehkan kepala mereka pada asal suara, melihat seorang pemuda berdiri dengan angkuhnya didepan mereka, ketiga orang itu tidak tahan untuk tidak terkejut, bahkan mereka sempat membulatkan mata
"Naruto!" seru ketiga orang itu serentak
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Suigetsu yang terlebih dahulu sadar dari keterkejutannya
Naruto berjalan mendekati sel tempat ketiga orang itu dikurung, lalu mengeluarkan kapur yang memiliki kemampuan untuk memotong besi karena zat kimianya, ia gerakkan kapur itu melingkar pada jeruji besi kurungan ketiga ilmuwan ternama itu, lalu menarik potongan besi hingga terdapat lubang besar pada jeruji besi itu
"Menyelamatkan kalian tentunya." Ketiga ilmuwan itu keluar dari kurungan besi itu dan berjalan menuju satu-satunya pintu keluar ruangan itu. "Tapi ini aneh, kenapa tidak ada yang menjaga bagian dalam ruangan ini?"
"Anko pasti menyadari kalau kau akan datang dan menyelamatkan kami," jawab Juugo
"Biar kutebak, para penjaga itu sekarang sedang mengarahkan senjata pada ruangan ini, lalu memasang bom didinding ruangan ini," ucap Naruto santai, ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan pesan singkat yang ditujukan pada Sasuke
"Cara klasik," respon Juugo
"Tapi yang terpenting, bagaimana kau bisa sampai kesini Naruto? Kau baik-baik saja? Bagaimana dengan para penjaga yang menjaga hampir seluruh bangunan ini?" tanya Karin khawatir, ia bahkan mengguncang-guncang tubuh Naruto
"Ma…ma…pertanyaan itu bisa kujawab nantikan? Kita harus keluar dari sini dulu." Naruto mengulurkan tangannya hendak membuka pintu itu, namun gerakannya ditahan oleh Karin
"tunggu dulu Naruto, bagaimana kalau tebakanmu benar, mereka bisa membunuh kita." Naruto melepaskan genggaman tangan Karin pada tangannya lalu tersenyum tulus pada kakak sepupunya itu
"Nee-chan tenang saja, aku yakin kita akan baik-baik saja," ucap Naruto dengan pandangan penuh arti pada Karin, lalu pemuda itu membuka pintu ruangan itu
Cklek…
Pintu terbuka, keempat orang yang berada diruangan itu langsung memasang kuda-kuda bertarung saat melihat sekelompok pria dengan senjata api yang mengarah pada mereka, namun secara tiba-tiba sekelompok pria itu ambruk dengan darah yang menyembur dari luka-luka sayatan ditubuh mereka, seorang pemuda yang seumuran dengan Naruto berdiri angkuh dibelakang mayat-mayat para penjaga itu dengan pedang silver yang ia tepukkan pelan beberapa kali pada bahunya, tak terlihat noda darah dipedang itu, warna silvernya tetap cerah, pemuda itu menatap tajam Naruto yang justru nyengir lebar sambil menggaruk belakang kepalanya
"Kau lama, idiot!" Sasuke, nama pemuda itu, ia menekan wristband dipergelangan tangannya, seketika sinar putih membungkus pedangnya yang lalu hilang dari genggaman tangannya
"Maaf…maaf…" Naruto memberikan tepukan-tepukan yang cukup kuat pada bahu Sasuke yang justru menatapnya bosan, ia lalu menatap mayat para penjaga yang terbujur kaku disekitarnya dengan mata berbinar. "Tapi kau melakukannya disaat yang tepat huh, Sasuke."
"Hn." Sasuke menjauhkan tangan Naruto dari bahunya, ia lalu melangkah pergi, menghiraukan teriakan Naruto yang memanggilnya
"Ayo, kita juga harus pergi dari sini sebelum penjaga Anko yang lain mengejar kita." Ketiga ilmuwan itu mengangguk menyetujui ucapan Naruto barusan, keempat orang itu lalu berlari mengejar Sasuke yang jauh didepan mereka, namun seperti yang diduga oleh mereka para penjaga Anko pasti akan mengejar mereka, itu terbukti dari banyaknya peluru yang mengarah pada mereka, Naruto yang berjalan paling belakang dengan cepat membuat perisai dari emblem-nya
"Ayo lari!" Sasuke memberi komando, keempat orang dibelakang pemuda itu lantas berlari kencang menuju mobil Sasuke yang ternyata sudah terparkir didepan satu-satunya pintu masuk dan keluar bangunan itu
Sasuke mengambil posisi sebagai pengemudi, Naruto disampingnya, Karin dibelakang, Juugo dan Suigetsu? Mereka menatap lantai tertinggi bangunan itu, dilantai itu terdapat sebuah ruangan yang diyakini keduanya sebagai tempat Anko menyimpan alat ciptaan mereka
"Oii…ayo cepat masuk!" teriak Sasuke pada dua orang pria yang masih menatap lantai tertinggi bangunan itu, kedua pria itu saling menatap, seolah memberikan pesan lewat tatapan mereka lalu mengangguk, mereka menutup pintu mobil itu
"Apa yang kalian lakukan?!" teriak Naruto dan Karin serempak
"Mengambil kembali apa yang menjadi milik kita Karin," jawab Suigetsu santai, ia dan Juugo lalu menekan sebuah tombol merah dari saku jas lab-nya, seketika itu juga muncul dua buah motor tanpa roda yang melayang diudara, kedua pria itu lalu menaiki motor masing-masing
"Lupakan saja! Kembalilah!" teriak Karin dengan air mata yang siap tumpah
"Tidak bisa Karin, kau tahu resiko dari alat itu kan," kali ini Juugo yang menjawab
"Kalian tidak akan menang melawan mereka yang sebanyak itu! Kembalilah!" teriak Karin lagi, kali ini air matanya benar-benar mengalir, kedua pria itu memberikan senyum terbaik mereka pada Karin, seolah mengatakan pada Karin bahwa mereka akan baik-baik saja
"Kami tahu cara terbaik untuk mengatasinya, Sasuke, Naruto, bawa Karin, lindungi dia…"
"Kita kembali bersama-sama!" ucap Naruto yang memotong ucapan Suigetsu
"Sebagai junior kau harus mematuhi perintah senior-mu Naruto, sekarang pergilah."
"Tapi…"
"Pergi!" Dengan itu kedua pria itu terbang menggunakan motor mereka menuju lantai tertinggi bangunan itu, sementara Sasuke tidak mampu melakukan apapun selain mengemudikan mobilnya menjauhi bangunan itu
Entah kenapa Karin merasa ucapan Suigetsu tadi seperti ia takkan pernah kembali, rasa khawatir tiba-tiba menggerogoti Karin saat ia mendengar ledakan dari bangunan itu, dengan cepat ia tolehkan kepalanya pada bangunan dibelakangnya yang hancur bagian bawahnya
"Sasuke, berbalik! Kita selamatkan mereka!" ucap Naruto yang berteriak pada Sasuke yang sedari tadi mengacuhkannya
"Tidak bisa Naruto! Itu keputusan final mereka, Karin-san bersama kita! Prioritas utama kita adalah keselamatannya sekarang!" Sasuke balas berteriak pada Naruto, urat-urat kekesalan memenuhi kepala Sasuke, ia tak habis pikir pada kedua pria itu dan Naruto malah membuatnya semakin pusing, belum lagi Karin yang sejak tadi terus menangis sambil meracau agar kedua rekannya kembali
"Kita tidak bisa meninggalkan mereka! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka!"
"Itu resiko mereka."
"SASUKE!"
Duaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….
Ledakan besar merobohkan bangunan itu, polisi patrol segera menghampiri bangunan itu, sementara Sasuke yang terkejut tanpa sadar menghentikan mobilnya, Karin lah yang paling syok, ia tidak dapat melihat tanda-tanda Suigetsu dan Juugo yang datang, lama mobil itu berhenti namun kedua ilmuwan itu tak kunjung datang, tentu ketiga orang itu tahu apa artinya, Sasuke dan Naruto menunduk, Karin berlari keluar dari mobil itu menuju puing-puing bangunan, namun Sasuke dan Naruto terlebih dahulu menangkapnya sebelum ia mencapai puing-puing bangunan itu
"SUIGETSU! JUUGO!" Karin berteriak kencang tanpa takut suaranya akan habis
End of flashback
"Hal buruk tak berhenti sampai disitu, Anko selamat atas insiden itu, namun ia ditetapkan sebagai pelaku atas pengeboman bangunan itu, Juugo dan Suigetsu ditetapkan sebagai korban pembunuhan dibangunan itu, dan sialnya Karin malah ikut ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan dan pengeboman itu," ucap Naruto yang mengakhiri ceritanya
"Lalu apa yang terjadi pada mereka?" tanya Sakura penasaran
"Mereka diberikan hukuman mati."
"Jadi Karin-san telah mati…" lirih Sakura dengan kepala tertunduk
"Tidak!" sanggah Naruto cepat
"Eh?"
"Aku dan Sasuke menyelamatkan Karin dari hukuman mati itu, awalnya wanita itu menolak saat kami selamatkan, tapi kemudian ia menerimanya," ucap Naruto dengan senyum bangga yang ditujukan pada dirinya sendiri
"Apa yang dilakukan Karin-san sekarang?" tanya Shikamaru yang ikut mendengarkan cerita Naruto
"Aku dan Sasuke membuatkan sebuah rumah sederhana untuk Karin yang berada jauh didalam hutan."
"Bukankah yang kau lakukan itu adalah kejahatan? Kau melindungi seseorang yang ditetapkan sebagai penjahat, aku yakin hukumannya berat," ungkap Neji yang entah kenapa membuat para remaja itu berhenti berjalan dan menatap Naruto dengan beragam eksresi yang tercetak diwajah mereka. "Kau bukan buronan kan?" lanjutnya dengan tatapan seolah meminta penjelasan lebih pada pemuda kuning itu
Naruto menyeringai. "Selama tak ada bukti maka tak ada hukum yang bisa menjeratmu, benarkan?" Naruto berjalan meninggalkan mereka yang masih terpaku ditempat
"Heh…dia benar-benar merepotkan, dan juga tidak bisa diremehkan," ucap Shikamaru yang menatap tajam punggung Naruto yang memasuki sebuah ruangan
"Berkat dia kita sudah sampai sejauh ini," celetuk Sakura yang kemudian berlari mengejar Naruto
Para remaja yang ditinggalkan Naruto dan Sakura itu kemudian berjalan santai menuju ruangan yang dimasuki keduanya, tapi kemudian mereka berlari karena mendengar Sakura berteriak
"Kyaaaa…."
Tbc
Huwaa...jangan hukum Risa karena menggantungkan cerita *lari sambil menghindari panci yang dilempar reader
Terimakasih banyak karena uda memfollow, favorite, dan yang nge-review. Seneng banget hari ini bisa update lagi untuk para pembaca yang Risa sayangi, Risa usahain deh biar updatenya lebih cepat. Kalo ada pertanyaan silahkan pm atau tulis dikotak review
Ok, seperti biasa, r&r please?
