Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast : Cho Hangeng, Cho Heechul, Bang (Cho) Yong Guk, Zelo, Himchan (B.A.P), Kim Yesung. Kim Ryeowook (GS)
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
Previous Chapter
Sesekali ia melihat ke belakang...tak beraharap Kyuhyun mengejarnya, dan kembali berusaha mencelakai putranya.
Namun tiba-tiba...
'SRAKKKK'
"ARRGHHH..."
.
.
.
.
Chapter 12
Near Dark
Sekelebat jubah hitam tiba-tiba saja menyergap cepat, menyekap tubuh mungilnya pada sebatang pohon pinus raksasa. Sungmin benar-benar terkejut dibuatnya, terlebih tubuhnya pun semakin melemas...karna terhisap habis oleh benda hitam legam itu.
"Dear."
Kedua manik foxynya seketika membulat lebar, begitu siluet namja tinggi muncul di hadapannya, Sungmin meronta keras...ia tak menginginkan semua ini. Sungmin tau...Kyuhyun datang hanya untuk membunuh putranya.
"Apa ini! le—paskan aku...j-jangan me—nyentuhku!." Jerit Sungmin terbata-bata, ia masih terus menggeliat kasar dalam balutan jubah hitam tersebut. tapi percuma, Sungmin tak lagi berdaya untuk bergerak lebih...dan pasrah melemas di hadapan namja Dhampyr itu.
Kyuhyun menghela nafas pelan, tatapannya kembali meredup melihat namja cantiknya saat ini. Tidakkah sorot mata Sungmin terlihat seperti ia benar-benar terancam dengan kehadirannya, dan itu menggingatkannya pada ketakutan Sungmin beberapa waktu silam. Sungguh tak ada yang lebih membuatnya terpuruk selain tatapan penuh kebencian dari manik foxy itu.
Kyuhyun mendekat dan mencoba membelai pipi halus Sungmin, namun jeritan namja cantik itu kembali menyentaknya.
"Ja—ngan menyentuhku! K-kau ingin mem—bunuh uri aegya bu—kan?!."
Pangeran Bungsu itu tak menjawab, hanya diam dan menatap Sungmin dengan lekat...Kyuhyun tak tau jawaban macam apa untuk meyakinkan namja cantiknya. Ia hanya ingin mencintai Sungmin... dan bukan tatapan geram itu yang diharapkannya.
Tapi tetap saja...Sungmin semakin menutup rapat mata hatinya, dengan segala prasangka itu. Tidak bisakah Sungmin mendengarkannya? Dan sedikit memberi kesempatan untuk menepis mimpi buruk keduanya.
"Kau tak memiliki tujuan lain, selain diriku Dear...jangan pernah menapakkan kakimu untuk berpaling dariku." Kyuhyun mengulas senyuman hangat, ia tau...Sungmin tak akan luluh dengan kekerasan. Tangan besarnya kembali terulur untuk menarik tubuh mungil yang masih berbalut jubah itu ke dalam dekapannya.
"A—pa maumu?!." Desis Sungmin masih dengan tatapan was-was. Tubuhnya memang melemas...tapi tidak untuk hatinya. Bagaimanapun Sungmin masih berpegang pada keteguhan demi mempertahankan buah hatinya.
"Kembalilah bersamaku." Bisik Kyuhyun sembari mengecup pelan pipi Sungmin, lalu mendekapnya erat. Setidaknya jubahnya membuat namja cantik itu tak melakukan perlawanan yang berarti. "Kau satu-satunya milikku Dear." Lanjutnya lagi.
"A—aku tak ak—an memaafkanmu jika—nghh~."
Tubuh Sungmin melunglai begitu saja setelah Kyuhyun menyentuh tengkuknya. Untuk sesaat...Pangeran Dhampyr itu memandang paras baby face di hadapannya. begitu jauh...ia menumpukan segalanya pada namja cantik itu, tak hanya darah dan cinta...tapi hidupnya pun telah sepenuhnya dimiliki Sungmin. Kyuhyun tak akan mampu berpijak di alamnya jika harus tanpa Sungmin.
"Aku tak akan sanggup bila kehilanganmu Ming." Lirihnya sebelum benar-benar melenyapkan tubuh keduanya dari belantara pepohonan itu.
.
.
.
.
"Kyu..."
"..."
Tatapan mata itu begitu kosong, tak sedikitpun menyiratkan ketegasan yang selalu terpancar dari dalamnya. Kyuhyun tak mendengar dan memang mengabaikan keberadaan saudaranya, Pangeran Bungsu itu begitu terlarut akan aroma tubuh dan pahatan mempesona namja dalam pelukannya.
"Bicaralah...jangan menyiksa batinmu."
"..."
Yong Guk kembali menghela nafas pasrah, jika seperti ini...ia benar-benar tak tau apa yang harus diperbuat untuk meringankan beban Kyuhyun. terlebih Yong Guk pun belum mengetahui keputusan yang kelak dipilih Dongsaengnya.
"Jika kau memang tak bisa melakukannya...mungkin aku—
"Aku yakin Sungmin telah menjadi Dhampyr."
Pangeran Sulung itu tampak mengangkat sebelah alisnya, walau terdengar mutlak...namun mata dewanya tak sejalan dengan ucapan Kyuhyun. Ia tak melihat energi murni dari Dhampyr pada umumnya.
"Apa kau yakin?."
"Kau tak akan mempercayai apa yang ku lihat beberapa waktu lalu, Sungmin telah melakukannya Hyung."
Jelas Kyuhyun, Pangeran Bungsu itu begitu yakin...Sungmin telah sepenuhnya menjadi Dhampyr. Karena bagi manusia setengah Dhampyr ...hanya insting mereka yang berubah, dan mustahil menembus materi kasat seperti yang Sungmin lakukan.
"Aku tak yakin akan hal itu, karena aku melihat darah rose blood masih sepenuhnya mendominasi tubuh Sungmin. Dan kau tau bukan...itu memperlambat perubahannya."
"Tapi—
"Jikapun Sungmin melakukan hal seperti yang kau lihat. Itu bukan energinya...melainkan energi Putramu Kyu. Anak itu tau...kau tengah berusaha mengancam hidupnya." Sergah Yong Guk cepat.
Kyuhyun terperangah mendengarnya, ia kembali memandang Sungmin dengan tangan terkepal kuat, mengisyaratkan hatinya benar-benar mengeras akan semua kenyataan tersebut.
"Aku akan menghisap rose blood yang tersisa dari dalam tubuhnya."
"Percuma...kau hanya akan menyiksanya, terlebih Sungmin tengah mengandung. Ingat...Sungmin berbeda dengan manusia lainnya, roseblood sulit dimurnikan dengan darahmu...perlu waktu untuk merubahnya Kyu." Ujar Yong Guk seraya berjalan mendekat dan menyentuh kening Sungmin. Kedua mata elangnya tampak berpendar perak, begitu meresapi magis kuat yang bersemayam dalam tubuh Sungmin.
"Energi putramu terlalu kuat...Sungmin mungkin tak mampu mengimbanginya, hanya ada satu—
"Tinggalkan kami Hyung."
Yong Guk terdiam, ia menatap getir Dongsaengnya yang terus menerus menciumi jemari namja cantik itu. Yong Guk tau benar seberapa besar perasaan Kyuhyun, tapi ia pun tak mampu berbuat lebih karena petaka itu terlanjur meniti hidup Sungmin.
"Ku harap kau tak mengulur waktu Kyu." Ucapnya sembari menepuk bahu Kyuhyun, Yong Guk mengulas senyum tipis kemudian lenyap dalam sekejap mata.
.
.
.
"Aku yang selalu memaksakan segalanya...bahkan tanpa peduli pada hatimu, mianhae Sungmin~ah." Ujar Kyuhyun sembari mengecup jemari lentik itu, manik obsidiannya kembali menatap wajah Sungmin yang masih terlelap dalam dekapannya. Kyuhyun kembali mengingat ketulusan Sungmin terhadapnya, setiap kali ia menuntut dan memaksa semua berjalan atas kendalinya...namja cantik itu hanya tersenyum cerah dan menerima segala keinginannya tanpa syarat.
Dan kini Kyuhyun sepenuhnya menyadari...ia tengah menuai semua akibat itu. Tidakkah dirinya sendiri yang menginginkan Sungmin menerima kehadiran darah dagingnya. Ia telah melampaui batas jika berniat membunuh janin itu secara sepihak. Dan memang sewajarnya Sungmin melawannya keras.
"Apa yang harus kulakukan?." Ucapnya seraya membelai perut yang telah membuncit besar itu.
"Ugh~."
Kyuhyun mengernyit begitu mendengar lenguhan lemah namja cantiknya, meski terpejam namun dari raut itu...Kyuhyun tau, Sungmin tengah kesakitan. Terlebih ia pun merasakan pergerakan halus dalam perut Sungmin.
"Tidak! Jangan lagi...kau tak harus melakukan semua ini pada Sungmin!." Bentaknya dengan mata berkilat merah terang, walaupun makhluk mungil itu darah dagingnya, tapi dengan melihatnya menyakiti ibunya seperti itu membuat hati Pangeran Dhampyr itu makin meradang.
"Nnnn~."Perlahan namun pasti kelopak mata itu terbuka, Sungmin mengerjap redup...dan dan berjengit hebat kala melihat Kyuhyun tepat berada di sisinya.
Kedua bola matanya semakin membelalak lebar saat Kyuhyun tiba-tiba saja mengangkat tinggi tangan kanan, menciptakan suatu kilat silau dari telapak tangannya. Sungmin memang tak mengetahui apa maksud dari magis tersebut, akan tetapi ia tau...kilat itu akan mengancam Putranya.
"Berhenti menyakiti Sungminku! Kau—
"Geuman jom harago! (Ku mohon hentikan)...Dia Putra kita Pangeran."
Kyuhyun seketika membeku...sentuhan tangan dingin yang menangkup pipinya benar-benar meluluhkan amarahnya. Kyuhyun tak tau...apa yang baru saja hampir diperbuatnya, merupakan suatu bentuk amarah ataukah keputus asaan, segalanya terasa buntu baginya.
"Aku tidak merasa sakit...aku baik-baik saja, kau lihat? Aku tersenyum untukmu dan uri aegya...meskipun anak ini menghisap darahku hingga kering, aku akan tetap tersenyum. Biarkan anak ini terlahir ku mohon."
Walau ia tau Sungmin tersenyum...tapi itu terlihat begitu mencekik hatinya. Kyuhyun menggeleng getir, samar-samar terlihat rembasan kristal bening di sudut matanya yang memerah. Pangeran Dhampyr itu begitu putus asa dengan perasaannya.
"Aku tau perasaanmu...sungguh aku mengetahuinya. Kyunnie...aku tak akan pernah meninggalkanmu. Ini bukanlah sesuatu yang harus membebanimu...tidakkah kau ingat, semua janji yang pernah terucap? Aku bahagia jika itu di sisimu selamanya...aku tak akan mati, percayalah."
Kyuhyun menarik cepat tubuh mungil itu dan mendekapnya erat, hatinya semakin melemah mendengar tutur kata tersebut. meski seribu kali Sungmin mengucapkannya, kalimat itu tak akan membuatnya tegar.
'Ku mohon mengertilah, aku tak sanggup melihatmu seperti ini' Ungkap Kyuhyun dalam hati.
"Yya...kenapa kau secengeng ini eum? Menggelikan." Canda Sungmin sembari menyeka rembasan bulir bening di sudut mata Kyuhyun.
Terlalu sakit untuk menjawab ucapan tersebut, Kyuhyun hanya memejamkan matanya dan menggenggam erat tangan yang menangkup pipinya. Berulang kali Kyuhyun menghirup dan mencium dalam-dalam telapak tangan tersebut, seolah...takut apa yang tengah di genggamnya benar-benar akan menghilang.
"Pangeran..." Panggil Sungmin lirih, sejujurnya ia begitu tertikam melihat namja tampan itu tampak begitu rapuh di hadapannya, ia menarik cepat kedua tangannya yang masih dicumbu itu, dan kembali menangkup wajah Kyuhyun agar menatapnya.
"Jika kau ingin menciumku lakukan di sini." Ucap Sungmin seraya menyentuh bibir terpoutnya.
Pangeran Dhampyr itu begitu tertegun melihatnya, meski pucat namun tatapan polos dan senyum manis itu berhasil menenangkan perasaannya.
Kyuhyun beralih membaringkan tubuh mungil itu, dan memenjarakannya tanpa sedikitpun menindihnya. tangan kanannya menekan dagu Sungmin hingga bibir cherry itu sedikit terbuka, pelan namun pasti Kyuhyun mengecup bibir bawah Sungmin, kemudian menyesap lapisan manis itu selembut mungkin.
"Mmmm~."
Sungmin memejamkan mata, seraya menumpukan kedua lengannya di leher Kyuhyun. Sesuatu dalam dadanya kian berdetak kencang tiap kali Kyuhyun menyusupkan lidahnya dan memainkan salivanya bahkan menghisapnya dengan intens.
.
.
.
"Hnn~mmaah...hhh...hh, apa yang kau lakukan?" Gerutu Sungmin, begitu Pangeran Dhampyrnya mengakhiri pagutan keduanya.
Kyuhyun tersenyum tipis, dan hanya menyeka saliva yang meleleh di sudut bibir Sungmin dengan ibu jarinya.
"Menciummu." Singkat Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada manik emerald Sungmin.
"Tsk..." Sungmin berdengus sesaat mendengarnya, tapi setelahnya ia tersenyum manis dan menarik wajah Kyuhyun lebih dekat untuk menyatukan kening keduanya.
"Kau tak marah lagi padaku?." Bisik Kyuhyun.
"Ani...Aku tau kau bukanlah seorang Ayah yang kejam, dan kau mencintaiku Pangeran." Ungkap Sungmin tiba—tiba, membuat Pangeran Dhampyr itu berjengit mendengarnnya. Kyuhyun menghembuskan nafas berat lalu membelai pelan kepala Sungmin.
"Hn...sangat mencintaimu Dear."
Sungmin terkikik kecil, sambil mengerlingkan matanya. "Nal...anajullae? (Maukah kau memelukku?)"
Tak dipungkiri, apa yang dilakukannya membuat Kyuhyun terkekeh pelan,alih-alih memeluknya, Pangeran Dhampyr itu kembali menyambar cepat bibirnya, membuat Sungmin memekik tertahan, tapi setelahnya ia melenguh nikmat karna terhanyut dalam permainan lidah basah itu.
"Hnnggg...aahhnn~."
..
.
.
.
Kedua mata indah itu tampak menatap sayu, kala menyadari suaminya duduk termenung di ranjang keduanya. Ia tau...sang Raja tengah memendam resah akan masalah pelik Putranya.
"Hannie." Panggilnya sembari memeluk Pria tampan itu dari belakang.
Hangeng tersenyum hangat, dan mengelus pelan lengan ramping yang melingkar di lehernya. Sesuatu dalam hatinya kian berdesir tenang karna kehadiran Yeojja cantik itu.
"Kau tak harus bersedih seperti ini Hannie."
Penguasa Dhampyr itu menghela nafas berat, kemudian menggenggam jemari Heechul untuk diciumnya lama. "Apa yang harus kulakukan Chullie? Aku tak menginginkan Putra kita tersakiti seperti ini, haruskah tanganku sendiri yang membunuh janin itu?."
"Tidak, jangan lakukan itu Hannie...jangan biarkan Sungmin membenci Kyuhyun, itu akan semakin menyakiti Putra kita."
"Tapi kau lihat mereka akan—
"Sssh...aku yakin mereka mampu melalui semua ini, Sungmin bukanlah manusia yang lemah...kau ingat? Sungmin yang terpilih mendampingi Pangeran Bungsu."
Hangeng mengusap pelan wajah lelahnya, setidaknya ucapan sang Ratu dapat menegarkan dirinya. Ia berdehem sesaat, kemudian menarik lengan Heechul agar duduk dipangkuannya.
.
.
Sementara itu di tempat lain...
"Kau dengar itu Yeobbo...mereka baru saja menyebut nama Sungmin, aku yakin Sungmin pasti di sekitar sini."
"A-Arghh...b-bisakah kau melepas sepatumu? Ini sakit Wookie." Pekik Yesung, berulang kali ia memejam dan membuka mata karna menahan sakit di pundaknya. Pasalnya Wookie tak melepas sepatu berhak tinggi miliknya, saat memanjat bahu namja tampan itu.
"Sshh pelankan suaramu, mereka akan mengetahui keberadaan kita...jika kau banyak bicara."
"Untuk apa kau mengintip Pemandu wisata itu? Arght...se-sebaiknya kita kembali ke kamar."
"Tck! Yeobbo kau lamban sekali Eohh? Dia bukan pemandu wisata...tapi Raja di alam mengerikan ini, sudah berapa kali ku katakan padamu akan hal ini, jangan bodoh!"
"Wokkie—
"Ahs! Shikkeuro! Aku ingin memastikan putra Hyukkie Eonnie memang baik-baik saja di alam ini. Seharusnya kau membantuku Yeobbo!."
"T-tapi...bisakah kau...arght! Sepatumu sayaang." BRUGH
Yesung jatuh bersimpuh, karna tak mampu menahan nyeri lebih lama lagi. Ia yakin akan ada lebam besar di sekitar pundaknya, karna sepatu berhak tinggi yeojja mungil itu.
"Yack! apa yang kau lakukan? Aku belum selesai mendengarkan pembicaraan mereka!."
"Hhh...hhh aku tidak kuat." Sengal Yesung seraya mengusap kasar pundaknya.
Namun tiba-tiba saja seorang namja kecil berjalan melalui mereka, dengan tatapan lurus ke depan.
"Appa Pabbo! Pabbo! Pabbo!" gerutu namja manis itu masih terus berjalan menghentakkan kaki dan berhenti tepat di pintu kamar sang Raja.
Sedetik kemudian, ia merasa ganjal lalu melirik ke samping. "Nuguuuu?." Tanyanya sembari melesat cepat menghampiri pasangan suami istri Kim itu.
Baik Yesung maupun Wookie hanya diam berdiri, tak memberikan respon apapun. Keduanya cukup tercengang karna teleportasi yang dilakukan namja kecil itu.
"Kalian tak menjawabku?" tanyanya lagi seraya memiringkan kepala. "Ah..atau mungkin kalian patung milik Hangeng Ahjusshi?."
Merasa penasaran Zelo beralih mengendus tubuh Wookie, kedua matanya membulat besar...takjub akan apa yang ditemuknnya saat ini. Raja benar-benar hebat memiliki patung dengan aroma tubuh seperti manusia.
Namja manis itu tersenyum lebar, rasanya ia baru saja menemukan mainan menarik...dengan begitu antusias Zelo mengangkat sebelah tangannya dan meletakkannya pas di payudara kiri Yeojja yang di anggapnya sebagai patung itu.
Meremasnya...Dan...
'NYUT'
"KYAAAAAAAA! PLAKKKK
Lima jari tercetak jelas di pipi kananya, Zelo jatuh tersungkur karna tamparan kuat itu. dengan menahan tangis ia memegangi pipinya dan menatap pias Wookie.
"Kau bukan patung?."
"Siapa yang bilang aku patung?! Anak nakal!."
"Berani-beraninya kau menyentuh benda itu! aku lebih dulu memilikinya!" bentak Yesung mengglegar, membuat Zelo semakin menciut takut.
"Hiks...aku tak tau kalian benar-benar manusia, mianhaeee."
"Kemari kau bocah tengik!" Yesung kembali menggertak, sembari menyingsingkan kedua lengannya dan berjalan angkuh hendak menangkap tubuh namja kecil itu.
"Hiks...mianhae...A-APPAAAAAAA!." Zelo semakin beringsut kebelakang, demi apapun itu...ia benar-benar merasa takut saat ini. namun naas...sebuah dinding membatasi pergerakannya. Kepanikannya membuat dirinya tak mampu melakukan teleportasi untuk melarikan diri.
Merasa dirinya semakin terancam, Zelo menggeram keras seraya menyeringai lebar...seketika itupula dua taring panjang mencuat cepat. Membuat Yesung terperangah dan terjungkal ke belakang.
"K-kau! Vampire?!"
CKLEK
Pintu kamar raja terbuka, menampilkan sesosok pria tinggi lengkap dengan pakaian agungnya.
"Apa yang terjadi Tuan Kim?." Raja Dhampyr itu benar-benar terkejut dengan jeritan keras Yesung di depan pintu kamarnya.
"Hoaa...Pemandu Wisataa!." Tanpa terduga, Yesung melompat cepat ke arah Hangeng. Tentu saja Penguasa Dhampyr itu menangkapnya dengan sigap.
"Dia...a-anak itu... Vampire! Lihat...lihat itu taringnya...menjauh darinya!." Masih dalam gendongan Raja itu, Yesung menunjuk-nunjuk Zelo, yang masih meringkuk di sudut ruangan.
Sementara itu Hangeng tampak menghela nafas pelan. Ia menatap Yesung dan tersenyum ramah padanya.
"Tuan Kim. Akupun sama dengan anak itu."
"M-mwo?."
"Ketahuilah...saat ini kau hidup di alamku, alam Dhampyr." Ujar Hangeng pelan, detik berikutnya ia kembali tersenyum namun tiba-tiba saja dua taring mencuat dari sela-sela bibirnya.
Bagai tersedak ucapannya, bibir Yesung berkomat-kamit tak jelas. Ia terkejut bukan main, berada begitu dekat dengan seorang Vampire. Merasa ketakutan yang berlebih... namja tampan itu meloncat dari gendongan Hangeng, dan menyusup ke dalam dress panjang istrinya.
"Ye-Yesungie! Apa yang kau lakukan! Keluar!."
"M-mereka Vampire Wookie, b-bukan manusia."
"Ohh jebal! Yeobbo...apa kau baru mengetahuinya? Mengapa kau selamban ini Eohh...mereka memang bukan manusia, kau tak pernah mendengarkanku!."
.
.
.
"Apa yang terjadi di sini?." Yong Guk tiba-tiba saja muncul dan menghampir Ayahnya, begitu mendengar suara ricuh di istana utama.
"Bawa Tuan Kim pergi untuk menenangkannya."
Tanpa diperintahkan dua kalipun, Yong Guk mengangguk mengerti dan menarik Yesung keluar dari dress istrinya.
"Ck! Kau selalu merepotkanku Ahjussii." Gerutu Yong Guk sebelum benar-benar melenyapkan diri bersama suami istri Kim itu.
.
.
.
.
"Uhnn...mmm...mmh! mmh!." Sungmin memukul-mukul dada Kyuhyun begitu pasokan udara dalam parunya kian menipis. Akan tetapi Pangeran Bungsu itu tak sedikitpun beranjak dari tubuhnya,dan makin dalam memagut bibirnya.
"Mhmm...ah! Mmmm."
Merasa iba, Kyuhyun melepas tautan bibir keduanya secara perlahan, dan tersenyum lembut ,melihat namja cantiknya tampak begitu terengah karenanya.
"K-kyunnieh hhh...hh c-chaolla(Sesak) hh..hh." Lirih Sungmin tersengal-sengal.
Pangeran Dhampyr itu menggigit pelan ujung hidung Sungmin. "Mianhae Dear." Bisiknya kemudian.
Sungmin mengangguk mengerti menanggapinya, meski Kyuhyun tersenyum hangat akan tetapi dari sorot obsidian itu, ia tau...begitu besar kesedihan yang terpendam dalam hati Kyuhyun. Dan Sungmin memang tau benar, semua rasa sesak itu karena dirinya.
"Gwaenchana Pangeran." Ucap Sungmin, seraya mengelus pipi Kyuhyun.
'Bagaimana mungkin aku baik-baik saja melihat semua ini Sungmin~ah.' Ucap Kyuhyun dalam hati.
Pangeran Bungsu itu beranjak pelan dari tubuh Sungmin dan duduk membelakangi Sungmin, ia menunduk dan berulang kali mengusap wajah letihnya.
Meski tak bicara, tapi Sungmin sepenuhnya mengetahui seberapa besar rasa resah Kyuhyun. Tanpa sepengetahuan namja tampan itu, Sungmin melucuti semua kain yang melapisi tubuhnya hingga polos seutuhnya.
"Pangeran." Panggil Sungmin.
Kyuhyun berbalik ...dan betapa terkejutnya Pangeran Bungsu itu ketika melihat namja cantiknya dalam keadaan naked total dengan kaki mengangkang lebar.
"Ming?."
"Mmh...s-sentuh aku P-pangeran." Sungmin memalingkan wajahnya yang merona, ini memang memalukan. Tapi selama itu bisa mengalihkan kesedihan Kyuhyun, apapun akan ia lakukan.
Kyuhyun memejamkan kedua matanya sesaat, demi apapun itu...libidonya memang benar-benar tersulut. Tapi ia mencoba untuk menahan diri, bagaimanapun...Sungmin dalam kondisi lemah saat ini.
"Udara malam ini sangat dingin aku tak ingin kau menggigil Dear." Pangeran Dhampyr itu meraih kemeja Sungmin dan berusaha mengenakannya kembali untuk tubuh mungil itu.
Namun Sungmin menahan gerakannya , namja cantik itu menggeleng sesaat dan menatap penuh harap agar Kyuhyun segera menjamahnya.
"Aku menginginkannya Pangeran...ku mohon lakukan."
Terdengar begitu menggoda memang, tapi entahlah...ia merasa ini menusuk hatinya. Kyuhyun hanya diam menatapnya, hati kecilnya masih begitu lekat menahannya agar tak memenuhi nafsu.
"Kau menolakku? Atau kau tak ingin menyentuhku karna tubuhku yang seperti ini." Ucap Sungmin tiba-tiba, kedua manik foxynya kian berkaca-kaca. Sungguh...Sungmin merasa Kyuhyun enggan menyentuhnya, dan itu benar-banar membuatnya merasa tersudut.
"A-apa? Tidak Dear, aku—
"Aku tau kau pasti merasa aneh dengan perutku yang besar, i-ini memang menggelikan." Ungkapnya seraya terkekeh hambar, Sungmin beralih meraih kemejanya dari tangan Pangeran Dhampyr itu, berniat mengenakannya kembalii.
Kyuhyun mengernyit sakit mendengarnya, tak pernah sedikitpun terlintas dalam benaknya untuk menolak Sungmin, Kyuhyun begitu mencintai apapun yang ada dalam diri namja cantik itu, tanpa terkecuali.
Sebelum Sungmin semakin dalam menaruh prasangka terhadapnya, Kyuhyun merengkuh cepat tubuh mungil itu dan membuatnya agar kembali berbaring.
"Tak perlu memaksakan diri pangeran...aku bisa mengerti—Ahh!."
Kyuhyun beringsut cepat ke bawah demi membentangkan kedua kaki Sungmin, dan menjilat cepat lubang kecil di bawah tes-tis itu, membuat Sungmin melengking nyaring karenanya.
"K-kyunnieh...ahnn! aaah...mmhah!." Desahannya makin terdengar sensual, tatkala Kyuhyun melesakkan lidahnya dalam rektum hangat itu.
Meski ia tau, tubuh mungil itu menggeliat resah karna rangsangannya...tapi Kyuhyun tetap mencumbunya lebih dalam lagi, merengkuh kuat pinggul Sungmin demi memperdalam jangkauan lidahnya. Dan meyakinkan namja cantik itu, bahwa ia benar-benar tak merasa aneh atau bahkan geli akan perubahan tubuhnya yang kian berisi itu.
Berkali-kali Sungmin menggeleng kasar seraya meremas rambutnya, sungguh lidah basah itu terasa semakin memanjang dan mengaduk isi perutnya dengan liar.
.
.
"K-kyuu...ahhnn! nggh..nnn~ AHH!." Sungmin semakin menjepit kuat kepala Kyuhyun, kala lidah panas itu menekan prostatnya. Sungmin berusaha sekuat mungkin melihat ke bawah, dan seketika itu wajahnya makin memerah melihat Kyuhyun begitu menikmati kegiatannya saat ini dengan mata terpejam.
'Slurp'
Pangeran Dhampyr itu menarik cepat lidahnya, lalu membawanya untuk menjilat genital mungil yang telah tegang itu...terus menjamah ke atas demi membasahi perut yang telah membuncit besar itu.
"Nnnh...ahmm, ahh...aa—ahh ." Desah Sungmin seraya meremas-remas surai ikal Kyuhyun. Tubuhnya benar-benar terasa melemas karena belaian lidah itu, seolah Kyuhyun tengah mengisyaratkan ia benar-benar mengasihi makhluk mungil yang kini bersemayam dalam perutnya.
"Kau semakin terlihat mempesona dengan tubuh ini Dear." Bisik Kyuhyun di sela-sela isappannya pada nipple kanan Sungmin, tangannya turut membelai sepanjang garis pinggul namja cantik itu dan berakhir di pusat vital Sungmin, memainkan dua jemari panjangnya di dalam rektum yang telah basah itu.
.
"Ackk~ahhh...khh...ah! K-kyuuh...ah...AHHH!." Tiba-tiba saja Sungmin klimaks, membuat cairan cinta itu meleleh di sela-sela jari Kyuhyun dan bagian intim Sungmin.
Sementara...Kyuhyun tampak terbelalak takjub melihat namja cantiknya mendapat orgasme hanya dengan permainan jarinya. Mungkinkah karna kehamilannya, tubuh Sungmin semakin sensitif?. Ia beralih menyibak helaian surai hitam yang menutupi paras cantik itu, kemudian melumat lembut bibirnya.
"Aku tak ingin kau kelelahan Ming, sebaiknya—
"Aniyoo...aku tak ingin berhenti sampai di sini, jebal...aku menginginkanmu Pangeran." Rengek Sungmin sembari memeluk erat leher Kyuhyun, dan mengulum telinga namja tampan itu dengan rakus.
Kyuhyun tampak menggigit bibir bawah, karna menahan desahannya. Dan tubuhnya tak lagi dapat mengendalikan hasrat intim itu. Kyuhyun sedikit mengangkat tubuh mungil Sungmin, memposisikannya agar berbaring dengan benar.
.
.
.
"Katakan jika terasa sakit Dear." Bisik Kyuhyun sembari menekuk kaki Sungmin dan membentangkannya berlawanan.
Sungmin hanya mengangguk patuh, kedua lengannya ia tumpukan di bahu namja tampan itu, mencoba percaya akan setiap sentuhan dan kecupan hangat yang meliputi tubuhnya.
.
.
.
"Mmmhh~." Lenguh Sungmin begitu Kyuhyun menggesek kepala penisnya di bibir rektumnya. Namja cantik itu menyandarkan kepala di pundak Kyuhyun dan memejamkan mata erat-erat.
Perlahan tapi pasti, Kyuhyun menekan penisnya semakin ke dalam...membuat pelukan Sungmin makin menguat di lehernya. Ia tau...Sungmin tengah menahan nyeri karna awal penetrasi tersebut.
"Ugghh...K-kyunnie."
Kyuhyun seketika menghentikan gerakan pinggulnya, dan mencium lama kening Sungmin demi menenangkannya. "Gwaenchana?."
"N-ne...masuk—kan lebih cepat." Yakin Sungmin, berulang kali mata bulat itu mengerjap polos...membuat Pangeran Dhampyr itu terkekeh di tengah rasa cemasnya.
Tak ingin mengulur waktu lebih, Kyuhyun mendekap tubuh mungil itu dan mendorong kejantanannya dalam sekali hentak.
JLEB
"ARRGHHTT...Ah! ahh!."
Tak ayal, Sungmin makin menyusupkan kepala di dada bidang Kyuhyun dan menjerit keras. Sungguh penis besar itu terasa seperti mengoyak lapisan rektumnya meski berulang kali telah dirasukki.
"Ini menyakitimu Ming."
"T-tidak...Nnh~...hhh j-jangan berhenti, ku mohon."
Kyuhyun menghela nafas berat mendengarnya, meski terhanyut dalam buaian nafsu...namun rasa cintanya masih sepenuhnya mengendalikan dirinya.
"B-bergeraklah." Bisik Sungmin, kala melihat Pangeran Dhampyrnya tak sedikitpun menggerakkan pinggul dan hanya mengecupi lehernya.
Jemari panjangnya kembali menyentuh wajah Sungmin, menangkup dan membelainya dengan lembut. Seolah menyiratkan Sungmin benar-benar namja yang begitu berharga dalam hidupnya.
.
.
.
"A—Ahhh...ah!...ahhnn... ahh! akkh~."
Sungmin tersentak-sentak ke atas begitu Kyuhyun menggerakkan penisnya keluar masuk dengan intens, namja tampan itu beralih menyusupkan lengan di pinggangSungmin demi mengurangi guncangan pada tubuh mungil itu.
.
.
"Ahhnn...le-bih cepath akh! Ah! aahh." Sungmin berusaha menggerakkan pinggulnya berlawanan demi meraup lebih dalam tusukkan panas namun nikmat dari organ besar itu. akan tetapi tangan Kyuhyun menahannya untuk tetap pasif...membuat Sungmin mendesah frustasi dan hanya meracau hebat.
"K-kau la—mbat aahhn...ah! cepat! Ahnn le—bih Kyu—uuhh...ah! Ahhh."
.
.
Segalanya terasa berbayang...Kyuhyun terlampau hebat membuai tubuhnya dengan sentakan kuat itu. berkali-kali Sungmin meremas rambutnya frustasi, bahkan menjerit memanggil-manggil nama Pangeran kegelapan itu. Sungmin tau...klimaksnya akan semakin mendekat.
"AH! Mhhaaahh! Kyu—nniehh...ackkk~ ahhh! A—
Tiba-tiba saja kedua manik foxy itu membelalak lebar, begitu merasakan sesuatu dalam perutnya kembali terasa mencabik.
'Tidak! Jangan di saat seperti ini Baby...Eomma mohon'. Pinta Sungmin dalam hati, ia memejamkan mata erat-erat, berusaha sekuat mungkin menahan rasa sakit, dan menyembunyikan wajah pasinya di dada Pangeran Dhampyr itu. Sebisa mungkin ia tak ingin Kyuhyun kembali redup karna melihat dirinya.
"Ughh...nnn! arkkk~mmpfthhh." Erang Sungmin seraya membekap bibirnya. Sungguh...perutnya terasa makin tersayat hebat. Tapi ia tak ingin menjerit di saat Kyuhyun begitu bergairah menyetubuhi dirinya. Itu akan sangat membuat Kyuhyun kecewa. Sungmin tak dapat berbuat lebih demi menahan dan meredam rasa sakitnya selain menggigit kuat-kuat pergelangan tangan, hingga berdarah dan mengalir dari sela-sela bibirnya.
.
.
.
.
.
"Ssshh MINGH!." Kyuhyun mendekap erat tubuh mungil Sungmin, begitu semen panasnya menyembur untuk ke tiga kalinya ke dalam rongga hangat itu. Namun selama itu pula Kyuhyun tak mendengar desahan atau bahkan rintihan Sungmin, seperti yang kerap ia dengar saat bercinta.
Cepat-cepat ia merenggangkan dekapannya, seketika itu pula kedua obsidiannya terbelalak lebar begitu menyadari tubuh mungil itu lunglai dan begitu lemas...terlebih tampak jejak darah segar yang mengalir di sudut bibir Sungmin.
"M-ming? gwaenchana? Apa yang terjadi?Buka matamu Dear." Racau Kyuhyun panik kala menyadari namja cantik itu tak sekalipun bergeming, meski berulang kali ia mengguncang tubuhnya.
"Oh Shit! Apa yang telah kulakukan?." Kyuhyun menarik tubuh tak sadarkan diri itu dan kembali mendekapnya erat, sesuatu dalam hatinya kembali mencelos sakit. Kyuhyun begitu menyesal dengan apa yang baru saja diperbuatnya. Pangeran Bungsu itu begitu meyakini, semua karna salahnya yang mungkin lepas kendali dan berakhir dengan menyakiti Sungmin seperti ini.
"MIIIINNGGG!."
.
.
,
Beberapa jam kemudian...
"Pangeran... hamba harap, anda tidak terlalu menyalahkan diri...Semua ini karna Sungmin tak mampu mengimbangi kandungannya." Ujar seorang tabib, raut sedih tampak membingkai wajah senjanya, kala melihat Pangeran Bungsu itu mengecupi jemari lentik Pendampingnya, namun tatapannya begitu kosong dan menyesakkan.
"Kapan Sungmin membuka matanya?."
"N-ne? Ah...mungkin 1 jam lagi Pangeran."
.
.
"Kau bisa keluar dari ruangan ini." Titah Yong Guk tiba-tiba. Tabib itu membungkuk memohon diri...dan berjalan perlahan meninggalkan beberapa Dhampyr dan manusia di ruangan megah itu.
"Kalian tak perlu memanggil tabib jika aku bisa menganinya seorang diri."
"Tsk! Apa yang kau katakan huh? Kau bahkan tak tau bukan Putramu kembali berbuat ulah?." Dengus Yong Guk jengah.
"Kyu bertindaklah cepat sebelum—
"Sungminku akan baik-baik saja...jangan katakan apapun lagi! Da geottjimariya!(Semua adalah kebohongan)"
Yong Guk seketika membungkam telak bibirnya, nampaknya Dongsaengnya dalam emosi yang kacau, hingga tak ingin membuka hati untuk alasan apapun.
.
.
.
"S-Sungminnie." Wookie memang senang bertemu dengan Sungmin, akan tetapi bagaimana mungkin kondisinya mencengangkan seperti ini. Terlebih perut namja cantik itu terlihat membuncit, seperti sedang mengandung.
"Siapa pemuda yang menciumi tangan keponakanku itu huh?" Tanya Yesung, seraya mendelik pada Raja Dhampyr di sisinya.
"Dia suami Sungmin...Appa." celetuk Himchan, membuat pasangan suami sitri Kim itu menganga lebar.
"M-mungkinkah...perut yang besar itu...isi?." Wookie menatap tak percaya putra tunggalnya.
"Tentu saja...aku tak sabar ingin melihatnya lahir." Ucap Himchan ringan, tanpa mengetahui masalah pelik yang tengah menimpa sepupunya itu.
.
'BRUGH'
"YEOBBOOOO!/ APPAAA/ TUAN KIM/ Aishh jinjja Ahjjushi..kepala besar itu!". Teriak beberapa orang itu serempak, kecuali Kyuhyun.
Tiba-tiba saja Yesung jatuh pingsan...apa yang di hadapinya seharian ini benar-benar serasa memutar balik otaknya. Tak hanya kenyataan Vampire yang mengepung dirinya, tapi kenyataan keponakannya hamil juga membuatnya makin menggila. Sungmin namja...seperti dirinya, setiap organ tubuhnya tentu saja sama...tapi bagaimana mungkin bisa hamil sebesar itu?
"KALIAN SEMUA TINGGALKAN KAMARKU! DAN JANGAN MENGUSIK KAMI!" Teriak Kyuhyun mengglegar, Pangeran Dhampyr itu benar-benar meradang dengan semua kegaduhan di belakangnya. Persetan dengan Yesung yang jatuh pingsan. Sungminnya lebih penting dari apapun itu.
Tak ingin Kyuhyun semakin mengamuk, dua Penguasa Dhampyr itu lekas membawa pergi keluarga Kim dari kemar mewah tersebut.
.
.
.
.
"Buka matamu Sungmin~ah, ku mohon." Lirih Kyuhyun seraya mendekatkan wajah dan mencium lama kening namja cantik itu.
"Eummh~."
Kyuhyun sedikit tersentak mendengar dengungan halus itu, senyumnya terkembang begitu saja kala melihat kedua manik foxy itu membuka secara perlahan.
"Pangeran." Panggil Sungmin serak.
"Kau membuatku takut Dear."
"M-mianhae...aku benar-benar tak tau. semuanhya tiba-tiba saja menghitam"
Pangeran Dhampyr itu mengulas senyum tipis, ia beralih merengkuh tubuh mungil itu dan memeluknya dengan perlindungan penuh.
"Gwaenchana...berjanjilah kau tak meninggalkanku Sungmin~ah."
"P-pangeran."
.
.
.
2 bulan kemudian.
"A—ARGHHHTTT!"
Jeritan Sungmin kembali melengking, membuat malam kian mencengkeram rasa panik Pangeran Bungsu itu.
Tubuhnya begitu gemetar merengkuh tubuh kurus kering itu. Tampak jelas kristal bening merembas dari sudut mata namja tampan itu.
"M-ming...ku mohon, jangan seperti ini."
"Hiks! Arghh ah...hhaaah...hhh"
Harinya kian kelam...tak pernah sekalipun Kyuhyun menemukan tatapan menggemaskan bahkan tawa riang yang kerap ia lihat seperti dua bulan lalu. Berkali-kali ia mencabik pergelangan tangannya dan berusaha meminumkan darahnya untuk namja cantik itu...tapi percuma! Sungmin sama sekali tak berkutik selain menjerit kesakitan.
Dan selama dua bulan ini pun Pangeran Dhampyr itu bertahan dengan siksaan batinnya. Janin dalam perut Sungmin memang semakin membesar...dan seiring dengan itu pula Sungmin makin sekarat...dan tak lagi berdaya untuk bernafas dengan benar.
"Hhh...hhh ARGHHHTTT!"
Darah tiba-tiba saja merembas deras dari sela-sela paha Sungmin, namja cantik itupun mengglepar dan menjerit hebat.
"TIDAK!...SUNGMIIN!."
.
.
.
.
.
T.B.C
Chaaa Near dark Hadiir...ini mo tamat Chinguya,...adakah yang masih begadang?
*usia kandungan Ming seenak jidatnya author ini, miaaaantt T_T
*A Winter Story Chap 4 sudah sya up jauh-jauh hari ...^^
*Jujur demi Tuhan, saya belum pernah melihat twilight, yg bela punya anak itu. T_T (Malu2in lu pid).
* Ah ndee...kbr baik...iya sy jga bisa naps lega krna protect tersebut ^^
Untuk:
Cho Na Na, KYUMINTS, Michelle BunnyKyu , gyumine , Ria, RithaGaemGyu, Yuuhee, hatakehanahungry , cho hyo woon, pumpkinsparkyumin, 137Real Aiyu , DarkLiliy, Dessy Kyumin Shipper , bunnyblack FLK 136 , gorjazsimba, Lilin Sarang Kyumin , GuiMinXian137 , hijkLEETEUK , DIAHDEGA, kyumin joyer, bebek, epildedo , Shywona489 , coffeewie137 , bbang2chan , nova137, Minge-ni, Yeti , Karen Kouzuki , Myst-girl , hwangpark106 , Zen Liu , Cungie Cho , WineMing, kyuminsaranghae , seokwang14 , Princess Kyumin215, Zebri JOY , Ristinok137, sitapumpkinelf , ken rhiyukikaka, Zahra Amelia , MalaJaeWook , Reva KyuMinElf II , ryeosomNia14 , Kim Yong Neul, AtiqahPumpkin17 , Sparkyu, kimteechul , deviyanti137 , wflyhr , shineeetha , Yefah Joyer Cloudsomnia , Han Min Ji ,fonami kyuminelf , Bunbunchan, ChanMoody , stalkyumin, anita ariestamaru , imAlfera , Phia89 , Chella-KMS, ajid kyumin , wyda joyer , Eggyuming, Ristinok137, reaRelf , namnam15, younchanzai dvjewelselfsuju , kyumin pu , Indah Isma N, ming0101, Chomingming1508 , kim yuisa, leefairy , dJOYers , WineShipper , DeLoAniMan Uknow , minnie kyumin , Adekyumin joyer , vey900128 , Iam E.L.F and JOYer, is0live89, kim eun neul, teukiangle , sitara1083, NaizhuAmakusa , cloud's, kimjulia220799 , luciferhel, winecouple, Kang Dong Jae, clouds1489 , Gyumina , AreynaSyndrome , kim alice , zaAra evilkyu, stevani, Minhyunni1318 , dirakyu, sissy, TifyTiffanyLee, Indah Mirahati137 , freychullie , lee sunri hyun , UyunElfRyeowook , KyoKMS26 , sary nayolla, fariny, diynazha gint , kyumin137, Rie Yunjaeyoosumin , AnieJOYERS, abilhikmah, liu13769, mirukia , Cywelf , lemonade, dan para Guest
Gomawoooo untuk review dan dukungannya di chap 11 kemarin.
Chaaa tebak apa yang terjadi pada Eomma Ming?
MOHON REVIEWNYA PLEASEEE^^
ANNYEOOONGGGG
SARAAAAAAAANGHAEEEEEE :*
