Bitch Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, EXO Member, BTS Member, Infinite Member, Jo Insung, etc
Pairing Main Cast : KaiSoo and ChanBaek
Genre : Romance and Friendship
Warning : BL (Boys Love), Adult (No Children), 18+
Banyak Typo dan Penistaan Cast
Rated : M+
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
Kediaman Insung yang lain di distrik Songpa,
Kyungsoo terdiam, namun matanya membulat. Jongin mengutarakan permintaan yang tidak pernah diduganya,
"kita berhubungan…" kata Kyungsoo, dia tidak mampu melanjutkan kalimatnya itu
"ya, hanya kita saja. Kita akan melakukannya" ulang Jongin lagi, dia sudah mantap, dia tidak ingin lagi mengungkit kenapa Kyungsoo ingin membuat video seks
Kyungsoo mengusap dahinya yang sedari tadi berkeringat, disatu sisi dia takut dengan permintaan Jongin itu, bisa dipastikan bahwa namja berkulit seksi itu akan terlibat lebih jauh, terlibat dengannya dan terjerumus oleh lingkaran setan yang sudah dibangun oleh Insung, dan disisi lain dirinya juga sangat senang, Jongin yang akan menjadi partner seksnya lagi
"please… aku mohon" sahut Jongin, dia menampilkan ekspresi penuh harap, dia tidak rela jika Kyungsoo 'bermain' dengan orang lain,
"tapi… aku…" kembali Kyungsoo tergagap
"kita sudah melakukannya sekali, dan bukan masalah jika kita mengulanginya" tegas Jongin, mengingatkan bahwa dirinyalah yang merenggut seks pertama Kyungsoo
Kyungsoo menarik nafas dan menghembuskannya pelan, dia mengangguk pelan, tanda setuju
Jongin tersenyum senang, akhirnya Kyungsoo setuju
"baiklah, apa kita melakukannya sekarang?" Tanya Jongin, entah mengapa dirinya menjadi tidak sabar
"ya, tapi aku akan memanggil kedua namja yang tadi, mereka yang mengatur mengenai pengambilan gambarnya" jawab Kyungsoo kaku, wajahnya jadi merah, mendadak jantungnya berdetak tidak normal lagi
Kyungsoo dan Jongin keluar kamar, mereka menuju ruang tengah, dimana Suho dan Lay sedang duduk sambil berbincang pelan
"ah, kalian sudah selesai?" Tanya Lay, dia tersenyum ramah kepada Jongin dan Kyungsoo
Kyungsoo dan Jongin saling pandang, tidak tahu harus menjawab 'selesai apanya'. Sedangkan Suho hanya menatap Jongin dan Kyungsoo saja, dia tidak mengatakan apa-apa
"hm.. kami, kami berdua…" Kyungsoo kembali tergagap, dia tidak tahu harus mengutarakan kata-katanya, dia mendadak kaku
Jongin hanya diam, tangannya dimasukkan kedalam kantong celana, dia bergaya cool didepan Suho dan Lay
"Insung ajuhsi belum pulang?" Tanya Kyungsoo, dia mencoba dengan bertanya mengenai Insung dulu, dia mengarahkan pandangannya ke pintu utama, tidak ada siapa-siapa disana
"belum, tuan Insung sepertinya akan lama" jawab Lay, masih ramah
Kyungsoo menghela nafas, dia memandang Jongin dan balik memandang Lay lagi
"video itu tetap akan dibuat, kalian tenang saja…" kata Kyungsoo, memulai tujuannya menemui Suho dan Lay, sekaligus menegaskan bahwa pembuatan video seks itu tidak gagal
"…"
"tapi, aku ingin mengganti partner, aku ingin direkam bersama Jongin" lanjut Kyungsoo, dia mengarahkan tangannya kepada Jongin, memperkenalkan secara tidak langsung nama namja itu kepada kedua anak buah suruhan Insung tersebut
Lay tidak langsung menanggapi, dia memandang bergantian antara Kyungsoo, Jongin dan Suho, dan kemudian mendekati Suho
"bagaimana? Kamu setuju?" Tanya Lay pelan,
"ya, aku setuju" jawab Suho cepat, dia sangat setuju, dia sejak tadi merasakan ketidakrelaan Kyungsoo untuk dijamah olehnya, dia masih punya perasaan sebagai namja
"apa tuan Insung tidak akan marah?" Lay kembali bertanya
"aku tidak tahu, tapi jika video itu sudah dibuat dan diberikan kepadanya, dia tidak ada pilihan lain selain menerimanya, dan tugas kita selesai" jawab Suho, mengutarakan pemikirannya
Lay mengangguk setuju dan paham, dia kembali mendekati Kyungsoo
"baiklah, kalian akan melakukannya berdua. Kalian ingin aku merekam kalian atau…"
"tidakk.." potong Kyungsoo dan Jongin bersamaan, mereka tidak ingin aksi seksnya nanti dalam kamar itu diperhatikan oleh orang lain
"aku menginginkan kameranya diletakkan saja, hanya kami berdua saja didalam kamar itu" jelas Kyungsoo, mendahului Jongin untuk berkata
Lay mengangguk paham, dia tahu ada beberapa jenis orang yang sulit horny dan orgasme saat ada pihak ketiga bersamanya. Hal itu sudah dibuktikan beberapa kali, dimana dia selalu dipercayakan oleh Insung untuk menjadi juru kamera dan merekam setiap aksi namja dan yeoja yang berhubungan seks, mengambil adegan masuk mundurnya alat kelamin dan sebagainya, dan dari pengalaman itu dia menemukan banyak salah satu pasangan yang risih dan kemudian sulit orgasme
"baiklah, kalau begitu… aku akan memasang banyak kamera dengan berbagai angle, supaya gambarnya tidak menoton" kata Lay kemudian, dia berencana menggunakan 5 kamera dan otomatis dengan 5 angle juga
Kyungsoo dan Jongin mengangguk bersamaan
akhirnya, Kyungsoo, Jongin dan Lay kembali masuk kedalam kamar. Lay bekerja cepat dan memasang 5 kamera dari berbagai sudut, meng-on kan kamera itu dan merekam secara otomatis
"silahkan, kalian bisa memulainya" kata Lay, dia membungkuk singkat dan kembali menuju pintu, menutup pintu itu dan meninggalkan Jongin dan Kyungsoo berdua
Hening
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Di belakang Sekolah,
Chanyeol dan Baekhyun melangkah pelan, mereka melangkah sambil berpegangan tangan. Mereka berdua menuju ke tembok pagar belakang sekolah, tembok itu lumayan tinggi juga, gerbang depan sudah ditutup dan otomatis jalan satu-satunya adalah melompati pagar tinggi itu
"ah, tinggi juga.." kata Baekhyun pelan, tembok itu seakan mengejek tinggi badannya
"tapi untung saja tidak ada kawat durinya" timpal Chanyeol, dia tersenyum kepada Baekhyun, senyuman lepas ala pepsodent
Baekhyun ikut tersenyum, perasaannya kembali menghangat. Dia tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini, mendapatkan cinta dan senyuman dari namja yang sudah lama disukainya, walau dengan perjuangan yang tidak gampang, namun akhirnya dia berhasil
"baiklah, ayo kita lompat…" kata Chanyeol, dia sudah memasang ancang-ancang
"tapi, apa aku bisa melompatinya, aku ragu.." Baekhyun ciut, padahal dia belum mencobanya
"kalau begitu kamu naik dipundakku, itu akan lebih mudah" saran Chanyeol, dia lalu menjongkok dan mengarahkan pundaknya ke Baekhyun
"tapi… "
"tidak ada tapi-tapi, naiklah, ini sudah sangat sore" ucap Chanyeol,
Dengan ragu-ragu dan gerakan yang lambat, Baekhyun naik ke pundak Chanyeol. Dia duduk di kedua bahu namja tinggi itu. Chanyeol lekas berdiri dan tidak butuh waktu lama, Baekhyun sudah sampai di atas tembok, tinggal melompat saja keseberang
"aku akan menarikmu Yeol shi…" ujar Baekhyun di atas tembok
"lompat saja, aku bisa naik sendiri" tolak Chanyeol halus
"apa kamu yakin?"
"ya, aku sudah biasa"
Baekhyun magut-magut, dia sangsi dengan penuturan Chanyeol, seorang anak orang kaya yang terbiasa panjat pagar? Tapi akhirnya Baekhyun melompat turun dan sampai diseberang tembok, posisinya saat ini sudah diluar lingkungan sekolah, dia memandang ke atas dan menunggu kemunculan Chanyeol dibaliknya
Chanyeol dengan susah payah naik ke atas tembok, dia ingin membuktikan bahwa dia adalah the real namja. dia terus berpijak di beberapa bagian tembok, dengan tangannya dipuncak tembok, tinggi badan namja itu cukup membantu rupanya. Dan dengan usaha yang maksimal, akhirnya Chanyeol tiba di atas tombok, keringat membasahi dahinya
Baekhyun tersenyum melihat namjanya yang sudah muncul
Chanyeol kemudian ingin melompat, namun posisi kakinya yang salah, membuat lompatannya sedikit oleng, dia lompat namun mirip orang terjatuh
"hati-hati Yeol shi.." seru Baekhyun khawatir, dia menengadahkan kedua tangannya
Chanyeol melompat alias terjatuh dengan tidak elit, namja jangkung itu menimpa Baekhyun yang lebih kecil darinya
'buugh..'
Terdengar bunyi gedebuk lumayan keras, bunyi punggung Baekhyun yang bersentuhan dengan tanah dan bunyi tubuh Chanyeol yang menubruk badan kecil Baekhyun
Mereka berdua dalam posisi saling tindih, dan tidak sengaja bibir mereka berciuman, ya.. mirip dalam drama-drama Korea, dimana si namja jatuh dan malah menindih yeojanya, dengan bibir saling bersentuhan
Chanyeol dengan cepat melepaskan bibirnya di bibir Baekhyun
"ma..maaf, aku tidak sengaja menimpamu" ucap Chanyeol cepat, nafasnya menyapu bibir dan wajah Baekhyun
"ah.. eh… aduh.." timpal Baekhyun
"kenapa-kenapa? Yang mana sakit?" timpal Chanyeol cepat, dia mendadak khawatir
"tubuhku, badanku sakit…" jawab Baekhyun pelan, dia merintih tertahan
"oh, maaf" Chanyeol cepat berdiri, sedari tadi badan jangkungnya masih menindih Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun sulit bernafas
"tidak apa-apa Yeol shi" balas Baekhyun cepat, dia tersenyum, dia sebenarnya sangat senang di timpa seperti itu, tapi rasa sakitnya memang tidak bisa kompromi
Chanyeol memegang tangan Baekhyun dan membantunya berdiri, wajahnya masih terlihat khawatir
"kamu benar-benar tidak apa-apa? aku betul-betul minta maaf…" kata Chanyeol, dia masih merasa bersalah dan tidak nyaman
"aku tidak apa-apa, tenang saja" jawab Baekhyun, dia menepuk nepuk pelan pasir yang menempel di seragamnya, Chanyeol juga membantu menghilangkan pasir-pasir itu
Chanyeol jadi lega mendengar penuturan Baekhyun itu, dia takut namja itu terkena luka dalam karena timpaan tubuhnya tadi. Baekhyun menatap berkeliling, keheningan dan kesunyian yang terasa,
"kalau begitu aku pulang dulu Yeol shi" kata Baekhyun tiba-tiba, dia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya, ponsel itu mati total, mungkin karena terus berdering sedari tadi, jadi baterainya habis
"jangan pulang dulu Baek ah, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat" timpal Chanyeol, dia mencegah Baekhyun untuk pulang
"tapi, sepertinya appa angkatku…" kalimat Baekhyun terhenti, karena terdengar deringan ponsel milik Chanyeol
Chanyeol mengangkat telefonnya,
"halo ajuhsi, ada apa?"
"ya, tuan muda, tuan muda dimana?" Tanya suara diseberang telefon, suara yang terdengar sangat tua
"aku dirumah teman, masih ada urusan, ajuhsi" jawab Chanyeol berbohong, dia melirik singkat kearah Baekhyun
"kalau begitu aku kirim mobil tuan muda?"
"tidak.. tidak.. aku pulang dengan angkutan umum saja" tolak Chanyeol
"tapi, omma tuan sudah menyuruhku untuk memperhatikan keperluan tuan muda"
"aku tahu ajuhsi, tapi saat ini memang aku sedang ada keperluan, aku akan baik-baik saja"
"baiklah kalau begitu tuan muda, tuan muda jaga diri"
"terima kasih ajuhsi" tutup Chanyeol, dia mendesah dan memasukkan kembali ponsel ke sakunya
Chanyeol kembali menatap Baekhyun,
"aku akan membawamu kesuatu tempat, aku mohon kamu jangan pulang dulu" pinta Chanyeol, nadanya sangat manja dan memohon, tidak seperti Chanyeol yang biasanya
Baekhyun tersenyum, sudah lama dia menantikan moment dimana Chanyeol akan mengajaknya kesuatu tempat, dan hanya mereka berdua
"Baiklah, aku tidak akan pulang" ucap Baekhyun, menyetujui permintaan Chanyeol
Chanyeol mendadak tersenyum senang, dia sumringah
Chanyeol kembali menarik dan memegang tangan Baekhyun lembut, dan menjadi pemimpin untuk melanjutkan langkah, karena mereka harus berjalan beberapa meter untuk sampai di jalan besar
Baekhyun kembali tersenyum, dia membalas pegangan tangan namja disampingnya dengan mengeratkan jari-jarinya
"siapa tadi?" Tanya Baekhyun, memulai percakapan sambil berjalan
"oh, itu ajuhsi kepercayaan appa dirumah" jawab Chanyeol,
"jadi kamu tidak memberitahu bahwa kamu tidak pulang tepat waktu kepada omma dan appamu?" Baekhyun semakin berani dengan bertanya mengenai ayah dan ibu Chanyeol
Chanyeol mendesah, dia menoleh dan memandang namja disampingnya itu
"omma dan appa diluar negeri, mereka tidak peduli denganku lagi" hela Chanyeol, dia mengungkapkan kegundahannya
"jangan berkata seperti itu, omma dan appamu pasti masih memperdulikanmu, buktinya dengan menyuruh ajuhsi tadi untuk menanyakan dimana kamu sekarang" jelas Baekhyun, mencoba memberikan pengertian
"mungkin, tapi omma dan appa selama ini hanya sibuk dengan bisnisnya di luar negeri, mereka jarang pulang" lanjut Chanyeol lagi
Baekhyun terdiam, rupanya mempunyai orangtua masih saja bisa mendatangkan kegundahan, orang tua yang sibuk, orang tua yang jarang pulang dan sebagainya. Sangat berbeda dengan dirinya kini, sejak dahulu sudah berpisah untuk selamanya dari orangtuanya, dia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua
"kamu belum pernah bercerita mengenai appa dan ommamu Baekh ah" kata Chanyeol, dia mengubah topik secara mendadak, dia memang sebenarnya penasaran dengan kehidupan pribadi Baekhyun, satu-satunya informasi dasar tentang namja itu adalah dia diadopsi oleh seorang kaya dan diangkat sebagai anak, itu saja
Baekhyun mendesah pelan, matanya mendadak berkaca-kaca
"orang tua kandungku sudah lama tiada Yeol shi, aku bukan penduduk asli kota ini, aku pindahan dari Bucheon, 2 tahun yang lalu" kata Baekhyun, dia baru kali ini terbuka mengenai kehidupan keluarganya
"omma dan appamu meninggal karena apa? berceritalah, aku akan menjadi pendengar yang baik" ucap Chanyeol pelan, mencoba membuat namja disampingnya lebih terbuka lagi
Baekhyun mengangguk pelan, dan mulai bercerita
"appa dan omma sama sekali tidak rukun, aku tidak tahu penyebabnya apa. mereka merencanakan untuk bercerai, selama proses perceraian itu, aku sama sekali diabaikan. Mereka tidak peduli denganku dan malah menyuruhku untuk mencari kehidupan sendiri, karena aku sudah dewasa. Hingga akhirnya appa dan omma tewas dalam sebuah kecelakaan mobil, mereka berdua pergi bersama ke pengadilan, karena waktu itu mobil satu-satunya milik keluarga juga jadi rebutan dan mobil itulah yang menjadi penyebab omma dan appa meregang nyawa" jelas Baekhyun, matanya mulai berkaca-kaca, dia sebenarnya ingin melupakan peristiwa itu
Chanyeol memegang bahu Baekhyun dan mengelusnya pelan, sejak tadi pegangan mereka sudah terpelas, karena suasana jalan sudah mulai ramai, tidak mungkin mereka berlovey dovey dikeramaian
"keluarga dari pihak omma dan appa tidak ada yang menerimaku, mereka menganggapku anak pembawa sial, pernikahan omma dan appa memang mendapatkan pertentangan sejak dulu. Dan akhirnya aku menjadi korbannya. Aku memutuskan dengan uang yang ada dan pindah dari Bucheon menuju ke kota ini, bersekolah, bekerja part time dan tinggal diasrama sekolah" lanjut Baekhyun, menceritakan kisah hidupnya yang sama sekali tidak indah
Chanyeol turut larut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Baekhyun, dia bersyukur masih mempunyai orang-tua, walau orangtuanya itu selalu sibuk, tapi paling tidak mereka masih ada
"dan ajuhsi yang mengangkatmu sebagai anak itu, bagaimana?" Tanya Chanyeol kemudian, rasa penasarannya belum berkurang
"Insung ajuhsi menemukanku saat bekerja part time disebuah café, café yang hampir mirip bar, ajuhsi itu menawariku tinggal bersamanya dan menemani anak angkatnya juga, Sehun. Dan aku menerimanya, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi"
"kamu dengan mudah menerima tawaran orang yang masih asing?" Chanyeol masih tidak mengerti
"entahlah, aku begitu saja menerima tawarannya, karena di café itu aku juga tidak nyaman, banyak pelanggan yeoja disana, yang usianya sudah lumayan tua, yang… yah, kamu tahulah…"
"ingin menyewamu?" Chanyeol memotong dengan pertanyaan
"bisa dikatakan demikian" jawab Baekhyun pelan, dia jadi malu. Memang seks perdananya berawal dari café tempatnya bekerja, dia di iming-imingi uang oleh salah seorang pelanggan café di sana, semua berawal disana, dan Insung datang menawarkan pekerjaan yang sejenis, tapi dengan bayaran yang waah, Baekhyun dengan cepat menerima dan tidak menolaknya
"tapi di sekolah ini kamu tetap melakukannya Baek ah" timpal Chanyeol, Baekhyun sudah jujur bahwa di sekolah, namja itu biasa di sewa oleh yeoja-yeoja senior
Baekhyun kembali mendesah pelan
"yah, aku tahu.. itu mungkin sudah takdirku, menjadi namja jalang seperti ini" Baekhyun mengumpat dirinya sendiri, air matanya mendadak lolos seketika, dia jadi sedih
Chanyeol kembali mengelus bahu Baekhyun
"ma..maafkan aku jika menyinggung perasaanmu, aku pribadi tidak keberatan dengan masa lalumu, sehitam apapun, yang lalu biarlah berlalu…"
"…"
"tapi aku minta, mulai saat ini hentikan pekerjaanmu sebagai 'namja sewaan' seperti itu. Aku bisa membantumu masalah keuangan, karena aku sudah menjadi namjachingumu sekarang" Chanyeol berkata sambil memegang kedua bahu Baekhyun pelan
Baekhyun mendunduk malu, dia belum jujur secara total kepada Chanyeol, dia belum menceritakan mengenai bisnis Insung, mengenai Mr. X, mengenai JAV. Yang diketahui oleh Chanyeol hanya segelintir saja, hanya side jobnya di sekolah saja
"terima kasih Yeol shi, kamu sudah memahamiku" kata Baekhyun, dia terisak tertahan
"tapi kamu harus janji, tidak akan melakukan lagi dan menolak semua namja atau yeoja yang ingin memakaimu, please… berjanjilah" Chanyeol berujar penuh harap
Baekhyun menarik nafas dan menghembuskannya dengan sangat pelan
"ya, aku janji tidak akan melakukan seks lagi dengan namja atau yeoja disekolah" Janji Baekhyun
Chanyeol tersenyum senang, dia lalu mendadak memeluk Baekhyun, memeluk namja itu dengan erat dan hangat. tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang kebetulan lewat disamping mereka
Baekhyun membalas pelukan dari Chanyeol itu, dia tersenyum, senyuman yang bercampur rasa bersalah kepada Chanyeol,
Ya… kejujuran memang sering kali terasa sulit
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Di Apartemen Luhan,
Luhan sudah kembali rapi, dia menggunakan baju kaos dan dilapisi dengan jaket hitam, tidak lupa kaca mata hitam dan topi sebagai penyamar penampilannya. Maklum saja, sebagai idol dia harus bisa merahasiakan dimana biasanya dia beristirahat, bersenang-senang dan sebagainya. Para penguntit dan media merupakan momok yang selalu dihindarinya
"hyung ingin pergi lagi?" Tanya Sehun, dia juga sudah rapi, dengan tas berisi kamera yang isinya sudah dipindahkan kedalam memory
"ya, Sehunnie… aku ada jadwal pemotretan majalah edisi awal tahun" jawab Luhan, dia memakai headsetnya
Sehun cemberut, dia ingin meminta jatah lagi, entah mengapa akhir-akhir ini dipikirannya hanya seks saja jika bertemu dengan Luhan
"jangan cemberut begitu, kita akan segera bertemu kembali, tapi bukan disini" Luhan berujar kemudian
"dimana?"
"di Hotel, aku akan menghubungimu Sehunnie, yang penting jadwalku longgar" terang Luhan, dia mendekati Sehun dan mencubit pelan hidung namja itu
"baiklah, aku akan menunggu kabar dari hyung" kata Sehun, dia tersenyum
"aku juga menunggu kabar terbaru mengenai pengunduran dirimu dari bisnis si ajuhsi itu" timpal Luhan, wajahnya serius lagi
"aku akan terus mengusahakannya hyung" kata Sehun semangat 45
Luhan tersenyum senang
"baiklah, aku pergi duluan, sangat mencurigakan jika kita turun bersama-sama lagi"
"iya hyung"
Luhan mengambil tasnya, mengecup singkat bibir Sehun dan berpamitan. Luhan sudah sampai dipintu, dia membuka pintu itu, namun menoleh kembali pada Sehun
"ingat Sehunnie, jangan 'jajan' diluar, kamu hanya untukku seorang" kata Luhan, dia mengingatkan Sehun
"iya hyung, hyung tenang saja. Aku hanya untuk hyung seorang" balas Sehun, dia menampilkan huruf V dengan dua jari tangan kanannya
Luhan tersenyum, kemudian menghilang dibalik pintu,
Sehun mendesah pelan, dia mungkin benar-benar sulit menepati janjinya, terlebih lagi beberapa saat yang lalu, namja itu menerima pesan singkat dari namja yang rencananya direkrut juga oleh Insung, Kim Myungsoo
'Sehun ah, aku menunggumu di rumahku jam 09 malam. Omma dan appaku sedang keluar kota, jadi kita bisa main sepuasnya' begitu isi pesan singkat dari namja yang bernama Myungsoo
Sehun tidak membalas pesan singkat itu, dia dilema
.
.
.
.
Di Kediaman utama Insung,
Sehun beberapa menit yang lalu keluar dari apartemen Luhan. Dia lekas menuju rumahnya alias rumah Insung untuk memberikan rekaman video seksnya bersama Luhan
Sehun melangkah gontai menuju ruangan kerja milik Insung, dan kebetulan si empunya ruangan memang sedang ada, saat ini dia menerima telefon
'tok..tok..'
Sehun mengetuk pelan ruangan Insung, si tuan rumah memberikan tanda untuk masuk, sementara dia masih berbicara lewat telefon
Insung memberikan aba-aba kepada Sehun untuk duduk,
"ah, sebentar lagi Mr. sebentar lagi… video itu akan segera kukirimkan, mungkin beberapa jam kedepan video itu sudah sampai disana, Mr. tenang saja…" ujar Insung, masih lewat telefon, dia berjalan mondar mandir
"ya, kekurangan videonya juga akan kuusahakan, aku janji. tenang saja, kualitasnya tidak berubah. Mr. tahukan jika pemain-pemain namja Korea itu jarang yang mengecewakan"
Insung memandang singkat kearah Sehun yang sudah duduk menunggunya selesai
"baiklah Mr. aku akan menghubungi Mr. lagi nanti" tutup Insung, dia meletakkan ponselnya di meja, dan duduk di kursi kebesarannya
"bagaimana Sehun?" Tanya Insung, memulai pembicaraan dengan Sehun
"aku sudah membuat video itu, semuanya ada disini…" terang Sehun, dia menyodorkan memory kepada Insung dan meletakkannya di meja
Insung mengangguk pelan, dia tersenyum, lalu mengambil memory itu
"aku akan mengeceknya dulu, sebelum dikirimkan ke anak buah Mr.X" kata Insung
"silahkan ajuhsi" timpal Sehun singkat
Insung mulai memasukkan memory itu di laptopnya dan memerikasa kualitas video bikinan Sehun
"Baek hyung dimana ajuhsi?" Tanya Sehun pelan, dia menanyakan perihal Baekhyun
"anak itu belum pulang, aku sudah menghubunginya sejak tadi. Kyungsoo sudah pulang dan aku butuh bantuan Baekhyun" jelas Insung
"Kyungsoo hyung sudah pulang?" Sehun bertanya cepat
"ya"
"dimana dia sekarang?"
"di kediamanku yang lain, sudahlah… dia aman disana, aku sudah menyuruh Suho dan Lay mengawasinya"
Sehun terdiam, akhirnya tetangga kamarnya itu muncul juga setelah beberapa hari, dia sebenarnya kasihan dengan Kyungsoo, dia sudah tahu bagaimana getirnya bisnis Insung ini, jika sudah terlanjur masuk, maka susah untuk keluar, ya… kecuali berstatus pemain lepas
Sehun kembali berdiri, dan mulai melangkah menuju pintu
"mau kemana lagi?" Insung menginterupsi langkah Sehun
"aku masih ada urusan ajuhsi, aku sudah menunaikan kewajibanku, membuat video seks untuk ajuhsi kirimkan ke JAV"
"ini bukan yang terakhir Sehun, kamu tetap akan membuat video lagi nanti" kata Insung, menegaskan bahwa Sehun sama sekali masih bagian JAV
Sehun mengangguk pelan, dia melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan kerja Insung
Insung memandang punggung Sehun yang mulai menghilang dibalik pintu, dia mendesah pelan
'maafkan aku Sehun, aku sudah membuat perjanjian dengan Mr. X tidak akan melepaskan satupun dari kalian, jika aku melanggar janji itu, bisnis ini akan tamat. Dan kita semua akan membayarnya dengan kematian' batin Insung pelan
Yah, konsekuensi atas perjanjian yang sudah dibuat, dan untuk mengakhirinya harus dibayar dengan sangat mahal, yaitu nyawa
.
.
.
.
O….O….O….O
Chanyeol dan Baekhyun tiba disuatu wilayah di kota Seoul, wilayah yang sangat terkenal. Dihadapan mereka berdiri menara Tower yang menjulang indah, Baekhyun menatap tower itu dan kembali memandang Chanyeol yang tepat disampingnya
"ini dinama Yeol shi?" Tanya Baekhyun, ini kali pertamanya datang ketempat tersebut
"kita saat ini berada didepan Namsan Tower, aku akan mengajakmu kedalam sana" jawab Chanyeol, dia tersenyum kepada Baekhyun, kembali memegang dan mengapit tangan namja itu
Baekhyun balas tersenyum, dia tidak bertanya lagi, namun rasa penasarannya tetap masih ada
Beberapa menit kemudian Chanyeol dan Baekhyun menaiki kereta gantung untuk untuk bisa naik keatas menara, dalam perjalanan, Baekhyun dan Chanyeol hanya saling melemparkan senyuman, tidak ada kalimat percakapan yang keluar
Tidak butuh waktu lama, Baekhyun dan Chanyeol tiba di atas, salah satu bagian favorit di menara itu. Yaitu semacam ruangan, namun dikelilingi oleh pagar, dan dipagar itu banyak gembok-gembok dengan berbagai ukuran dan semacam kertas berbentuk love berwarna pink disekitar gembok itu
"apa kamu suka tempat ini?" Tanya Chanyeol,
"ya, sangat suka" jawab Baekhyun, dia memandang pemandangan gedung-gedung disekitar menara, pemandangan yang cukup langka untuknya
Baekhyun dan Chanyeol yang masih menggunakan seragam sekolah itu, duduk di kursi yang telah disediakan, mereka saling berhadap-hadapan
"tunggu disini, aku akan mengambil sesuatu" kata Chanyeol, dia lekas beranjak dan meninggalkan Baekhyun sendiri
Sepeninggal Chanyeol, Baekhyun terus saja tersenyum tiada henti, dia tidak pernah menduga bahwa dia akan sedekat ini dengan Chanyeol, terlebih lagi mereka sudah mengutarakan cinta mereka masing-masing
Tidak lama, Chanyeol muncul dengan membawa gembok kecil, dua kertas warna pink dan dua spidol, benda-benda itu diperolehnya dari pengelola menara
"tuliskan isi hatimu di kertas ini Baek ah" kata Chanyeol, menyodorkan kertas pink dan sebuah spidol
Baekhyun tersenyum dan menerima benda itu, dia paham maksud Chanyeol,
Chanyeol dan Baekhyun langsung sibuk menulis di kertas pink, yang tebal masing-masing, mereka saling senyum sendiri, saling lirik dan berpikir kata apa yang tepat untuk dituliskan. Proses penulisan itu berlangsung agak lama juga, Chanyeol dan Baekhyun terus mengganti kata-kata dalam pikiran mereka, berharap mendapatkan kalimat terbaik
Selesai, Chanyeol dan Baekhyun sudah menuliskan sepatah kata dikertas pink masing-masing. Mereka saling bertukar kertas dan membaca tulisan pasangannya,
Chanyeol menulis :
'I Love You Baekhyunie ah, tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan ini, perasaan cinta dan sayang yang selalu untukmu. Semoga kisah cinta kita menjadi sejarah dalam peradaban percintaan dunia… you're my best boy'
Baekhyun menulis :
'Channie shi, aku tidak menyangka kamu akan membalas cintaku, selama ini aku hanya bisa bermimpi dan berdoa agar bisa mendapatkan cintamu, dan sekarang… dreams come true. Aku mencintaimu dengan sangat, you're my dream boy'
Baekhyun dan Chanyeol tersenyum membaca tulisan yang mereka tukar. Perasaan mereka berdua menghangat, seakan-akan malaikat cinta muncul dan menari-nari mengelilingi mereka
"ayo kita pasang di pagar sana" kata Chanyeol, mengajak Baekhyun untuk memasangkan kertas pink dan gembok di pagar, bergabung dengan puluhan bahkan ratusan gembok-gembok lain yang sudah lebih dulu ada
"ya" Baekhyun mengikuti Chanyeol
Mereka berdua memasang gembok dipagar tersebut, tidak lupa kertas pink mereka juga dipasangkan dan bersatu dengan gembok tadi. Baekhyun tersenyum sumringah, semilir angin menerbangkan rambutnya dan rambut Chanyeol
"selesai…cinta kita akan terkunci selamanya, terkunci hanya untuk kita berdua" tukas Chanyeol, dia memandang gombok dan kertas mereka yang di kunci dibagian paling atas pagar, Baekhyun memberikan jempolnya, tanda dia setuju dan suka penempatan gembok dan kertas itu
Semilir angin semakin kencang saja, menyapu wajah dan rambut dua namja yang sudah mengikat cinta itu, sore semakin tenggelam dan sebentar lagi malam menampakkan kegelapannya
Chanyeol merapatkan tubuhnya kesamping Baekhyun, dia melingkarkan lengannya kebahu kanan Baekhyun, dan Baekhyun secara otomastis menyandarkan kepalanya ke dada Chanyeol
"apa kamu senang?" Tanya Chanyeol pelan, matanya memandang singkat ke arah Baekhyun lalu kembali memandang gedung-gedung nan jauh disana
"ya, aku senang, sangat senang" jawab Baekhyun jujur, lagi-lagi air matanya menetes pelan, air mata bahagia, dia menghapusnya cepat
"aku tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini Yeol shi…" lanjut Baekhyun, dia sedikit terisak-isak
"berakhir?" Chanyeol bertanya tidak mengerti
"ya, berakhir… berakhir dengan kita saling mencintai dan sedekat ini, padahal aku masih mengingat bagaimana sulitnya hubungan kita dulu" jelas Baekhyun, dia masih ingat dengan sikap dan sifat Chanyeol yang selalu membullynya dan bahkan mempermalukannya didepan umum, tapi itu semua sudah berlalu
Chanyeol tertawa pelan, dan kemudian tersenyum
"ini bukan akhir, tapi awal… awal kisah cinta kita yang pasti akan selalu bahagia" kata Chanyeol, dia mengeratkan pelukan lengannya dibahu Baekhyun
"ya, akan selalu bahagia, selamanya" tambah Baekhyun, meng-amini doa dan harapan Chanyeol tadi
Dan akhirnya, kedua namja itu larut dalam indahnya cinta dan kasih sayang, dan berharap tidak akan muncul kerikil tajam yang mungkin saja bisa menjegal cinta mereka… semoga
.
.
.
.
.
U…U…U…U…U…U
Di Kontrakan Taehyung,
Suasana sepi dan sunyi mewarnai kamar kontrakan milik Taehyung, padahal dua namja disana sedang ada, namun mereka saling diam
Jungkook, namja belia sedang duduk disudut kamar, dia menekuk lututnya. Kebiasaan yang dilakukannya waktu awal datang dulu, matanya menatap ke jendela kecil dikamar itu
Sedangkan Taehyung, mendudukkan dirinya disamping LCD TV, matanya terus saja menatap namja belia yang tidak jauh darinya itu
"kamu kenapa Jungkook shi?" Tanya Taehyung pelan, matanya masih menatap si namja
Jungkook tidak menjawab, dia semakin menundukkan kepalanya dan merapatkan lututnya. Taehyung mendekati Jungkook dan kembali bertanya
"apa kamu ingin pulang ke panti?" Tanya Taehyung, pertanyaan yang sama sekali tidak ingin ditanyakannya
"…"
"apa kamu sudah bosan tinggal disini?"
"…"
"apa kamu bosan denganku?" berkali-kali Taehyung mengganti pertanyaan, dan pertanyaan terakhirnya yang dijawab oleh Jungkook
"aku tidak bosan dengan hyung" jawab Jungkook, dia mendongakkan wajahnya, terlihat wajah imut namja itu memerah hebat
"lalu kenapa kamu diam seperti ini? bicaralah.."
"aku.. aku… aku malu hyung" kata Jungkook jujur, wajahnya semakin merah
"malu kenapa?" Taehyung tidak mengerti
Jungkook menolehkan wajahnya kesamping. Dan Taehyung malah semakin mendekati Jungkook
"malu kenapa? Aku betul-betul tidak mengerti"
Jungkook menarik nafas berat,
"aku malu dengan hyung… aku malu dengan kejadian tadi" ungkap Jungkook, akhirnya dia mengatakan sebab musabab dia jadi diam seperti itu
Taehyung ber-Oh pelan, dia lantas menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rupanya Jungkook masih saja mengingat kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu, hampir sejam. Kejadian horny-nya namja itu hingga berakhir di kamar mandi, sendirian. Namja itu benar-benar polos
"lupakanlah mengenai itu, itu hal biasa yang terjadi pada semua namja yang sudah remaja" kata Taehyung, dia mencoba menenangkan Jungkook
"tapi sepertinya aku beda hyung" timpal Jungkook, kali ini dia menatap wajah Taehyung
"beda kenapa?"
"ya, aku beda... aku sulit menjelaskannya hyung" jawab Jungkook, dia mulai mellow lagi
Taehyung mendesah pelan, dia memegang dagu Jungkook dan menormalkan posisi wajah namja itu, wajah mereka kini berhadap-hadapan
"beda kenapa? Katakanlah, aku mungkin bisa membantumu…" ujar Taehyung, dia tersenyum tulus kepada Jungkook, mirip senyuman seorang kakak kepada adiknya
"apa hyung tidak marah jika aku mengatakannya?" Tanya Jungkook pelan, dia menatap mata Taehyung
Taehyung semakin menambah garis senyumnya
"aku pernah berkata, anggap aku sebagai Kyungso-mu. Apa Kyungsoo akan marah jika kamu menanyainya juga?" Taehyung memberikan semangat kepada Taehyung, dengan mengingatkannya kembali kepada Kyungsoo
Jungkook menggeleng pelan, dia tersenyum
"katakanlah, aku tidak akan marah" lanjut Taehyung lagi
Jungkook mencoba mengumpulkan keberaniannya
"aku merasa beda hyung, karena… karena aku membayangkan hyung dikamar mandi tadi" kata Jungkook akhirnya, dia jujur sejujur-jujurnya
Mata sipit Taehyung membeliak, dia tidak menyangka akan mendapatkan pengakuan seperti itu dari Jungkook
"ka..kamu memikirkanku saat di kamar mandi tadi?" Tanya Taehyung memastikan, hampir saja dia menggunakan istilah onani
Jungkook mengangguk pelan,
"nah itu, hyung pasti marahkan.." Jungkook kembali merengut, mirip anak kecil yang polos
Taehyung lekas menggeleng
"tidak.. tidak, aku tidak marah Kook shi, sama sekali tidak" ucap Taehyung jujur, dia hanya kaget saja
Wajah Jungkook mendadak cerah, dia memegang kedua pipi Taehyung dengan telapak tangannya, aksinya itu membuat Taehyung kembali terkaget. Jungkook mendadak mendapatkan suntikan keberanian super
"jadi hyung mau melakukan itu denganku?" Tanya Jungkook, pertanyaan tanpa ragu
"me..melakukan apa?" kali ini Taehyung yang mendadak gagap
"aku ingin kita melakukan adegan di TV tadi hyung" kata Jungkook, permintaan yang sudah tidak polos lagi
"tat… tapi. Kamu masih kecil dan…" kalimat Taehyung mendadak tenggelam
Jungkook menguapkan kalimat Taehyung dengan menggunakan bibirnya, ya… dia mencium bibir namja itu, ini kali keduanya mereka berciuman lagi
Jungkook mendadak kesetanan, jiwa polosnya mendadak hilang. Dia mencumbu Taehyung dengan ganas, mengisap dan menyedot bibir Taehyung
Taehyung gelagapan, otaknya ingin melepaskan ciuman itu, dia tidak ingin gelap mata dan malah bertindak lebih jauh, namun reaksi tubuhnya berkata lain, dia menginginkan lebih, dan dirinyalah yang harus lebih bergerak, sebagai namja paling tua
Ciuman Jungkook vs Taehyung masih berlangsung ganas
Taehyung berpikir keras, bibirnya masih terpagut dengan bibir Jungkook, malaikat dan setan sedang berkelahi dipikirannya. Apakah dia harus bertindak lebih jauh atau menghentikan semuanya, dan sepertinya setanlah yang menang
Taehyung melepaskan ciuman dari Jungkook, dia mendorong pelan namja itu ke kasur didekatnya, Jungkook awalnya kaget, namun dia sadar dengan tindakan Taehyung itu
Taehyung dengan cepat melepaskan kaosnya, dia ingin beraksi tanpa menggunakan baju alias telanjang dada. Wajah Jungkook mendadak memerah lagi, dia untuk kedua kalinya melihat Taehyung telanjang dada
Tanpa membuang-buang waktu, Taehyung dengan cepat mengarahkan wajahnya dan mencium leher Jungkook, dia membuat cupangan disana, Jungkook mendesah nikmat, kenikmatan perdana yang dirasakannya
Jungkook tidak ingin diam juga, dia mengarahkan tangannya dan meremas kejantanan Taehyung yang masih terbungkus celana, dia meremasnya pelan dan merasakan bagaimana 'sosis' itu membesar dengan cepat dibalik celana
"ah…ah…" Taehyung mendesah sambil terus mencium leher dan dada Jungkook, leher baju kaos Jungkook semakin melebar,
Taehyung masih dengan posisinya, dia dengan menggunakan tangan kirinya mencoba melepaskan ikat pinggang dan menurunkan zippernya, nafsu sudah menguasai namja itu, dan dia harus menuntaskannya dengan Jungkook
Sedikit lagi celana milik Taehyung terlepas, namun sesuatu mengganggu aktifitas panas mereka, pintu mendadak terbuka,
"Taeh shi, aku mengetuk dari tadi, kenapa kamu tidak membuka pin… apa yang kalian lakukan?" seru sebuah suara, suara namja yang muncul dibalik pintu,
Taehyung dan Jungkook otomatis menolehkan wajah mereka, mereka terkaget bukan main. Sial, rupanya pintu utama mereka lupa dikunci, sikap yang ceroboh
"apa yang kalian lakukan?" ulang si namja yang baru muncul itu, suaranya cadel, namun meninggi
"hyung.. aku…" Taehyung lekas berdiri, dia mengaitkan kembali kaitan celananya, dengan gerakan yang cepat
'plakkk…'
Sebuah tamparan keras dilayangkan kepada Taehyung, dan pelakunya adalah si namja cadel, dia Sehun. Wajahnya memerah menahan marah
"apa yang kamu lakukan, kamu memperkosa anak orang" seru Sehun, dia sekali lagi ingin menampar wajah Taehyung, namun lekas sadar dan menurunkan tangannya
"aku tidak memperkosa hyung, dia namja" tangkis Taehyung, dia memegang pelan pipinya yang sakit, tangan lainnya menahan agar celananya tidak melorot, dia belum selesai memakai secara total celananya dan tamparan sudah dilayangkan oleh Sehun
"aku tidak ingin kamu mengulangi kesalahanku dimasa lalu…" teriak Sehun, dia tidak mendengar bantahan dari adiknya itu
"tolong hyung, dia namja" erang Taehyung,
Jungkook terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. dia cepat-cepat mendudukkan dirinya, dimana posisi awalnya adalah tertidur tadi, namja belia itu lekas merapikan penampilannya yang acak-acakan, dia malu kepada Taehyung, dan lebih-lebih kepada Sehun
Sehun menarik nafas, dia memperhatikan wajah Jungkook, dia mendesah lega, rupanya memang namja, namja yang sama dilihatnya dikamar Taehyung ini
"sebenarnya apa yang kalian lakukan? Katakan…" kali ini Sehun bertanya dengan nada pelan, kemarahannya mulai mereda
"kam.. kami, kami hanya…"
"ini semua salahku hyung, jangan salahkan Taehyung hyung.. semua salahku" potong Jungkook cepat, dia mengatakan itu dengan mantap dan tegas, namun wajahnya menunduk
"maafkan aku hyung…" kata Taehyung kemudian, dia tidak ingin Jungkook yang disalahkan atas peristiwa tadi
Sehun memandang Taehyung, dan memegang bahu telanjang namja itu
"aku hanya meminta kepadamu, jangan melakukan hal yang pernah kulakukan, cukup aku saja… aku tidak ingin kamu merasakannya juga, kamu masih muda Taeh shi" kata Sehun, dia kembali mengingat tuduhan pemerkosaan yang dilayangkan kepadanya, dimana pemerkosaan itu tidak pernah terjadi, namun memang hampir terjadi
Sehun tidak ingin Taehyung mengulangi kesalahannya,
"kalian berdua masih muda, jangan lakukan yang aneh-aneh. Aku tidak melarang hubungan kalian, tapi kalian harus bersabar sampai waktunya tepat" Sehun menasihati
Taehyung mengangguk, dia masih memegang pelan pipinya yang sakit
"pakai bajumu" lanjut Sehun lagi, dia menatap Taehyung dan kemudian memandang Jungkook
Taehyung mengambil baju kaosnya dan memakainya
Sehun tadi betul-betul shock, dia mengira adiknya itu sedang menjamah seorang yeoja, jika betul itu yeoja, itu sangat berbahaya, pengalamannya mengajarkan jangan coba-coba dekati dan menjamah yeoja tanpa ikatan pernikahan, karena seorang yeoja bisa menggugat dengan dalih kehamilan, tidak peduli itu memang hasil buah spermanya atau bukan. Si yeoja dengan mudah bisa memilih namja mana yang sudah pernah tidur dengannya dan menunjuknya sebagai biang kehamilannya, namun tidak semua yeoja bersikap seperti itu. Sehun hanya paranoid saja, yah… berdasarkan pengalaman masa lalunya
Sehun berpikir keras, dia terus menatap kearah namja belia yang sejak tadi menunduk, jika dihitung-hitung, namja itu belum pulang sejak hampir seminggu lamanya, dia selalu mendapati namja itu ada didalam kontrakan adiknya saat berkunjung, dan sekarangpun sama
Sehun menghela nafas dan berujar
"aku akan memulangkan namja ini…" kata Sehun, memecah keheningan, kalimatnya itu bagaikan petir yang menyambar ditelinga Taehyung
"apa? tidak.. jangan dulu" tukas Taehyung cepat, dia mendekati Sehun
"kenapa? Namja ini pasti punya rumah, aku akan memulangkannya, sekarang.."
Taehyung dan Jungkook saling pandang, pandangan tidak rela
hening
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Di Kediaman Insung, distrik Songpa
Jongin dan Kyungsoo masih berada didalam kamar, mereka sama sekali belum melakukan adegan apa-apa, padahal kamera sudah merekam sedari tadi. Entah mengapa muncul rasa canggung lagi, padahal mereka sudah pernah melakukan seks perdana mereka bersama
"kamu tidak berubah pikirankan?" Tanya Jongin, memecah kebisuan
"tidak, aku tidak berubah pikiran" jawab Kyungsoo cepat, pipinya memerah
Jongin tersenyum, dan mulai membuka sweaternya. Sedangkan Kyungsoo duduk di atas kasur, dia menyandarkan dirinya ditembok, dia memandang Jongin dengan pandangan yang tidak biasa, seakan akan dia mengatakan 'jamahlah aku, sepuasmu'
Jongin meletakkan sweaternya dan mulai mendekati Kyungsoo
"apa bisa kita mulai?" Tanya Jongin, suaranya pelan, nyaris seperti bisikan
Kyungsoo mengangguk, tanda bahwa dia setuju untuk melakukannya sekarang
Jongin duduk didepan Kyungsoo, dia menatap wajah bulat namja dihadapannya dan memegang bibir bentuk hati si namja, dia menyapukan jarinya dibibir itu dan kemudian menyatukannya dengan bibirnya sendiri, ya… Jongin mencium Kyungsoo, ciuman kedua atau mungkin ketiga mereka
Jongin memulai dengan mencium, dia melumat pelan dan menyapu bersih bibir Kyungsoo. Suara desahan nikmat mulai terdengar, baik dari bibirnya maupun bibir tebal Kyungsoo
Kyungsoo juga tidak tinggal diam, dia berusaha mengimbangi ciuman dari Jongin, dia memiringkan wajahnya agar bibir mereka semakin menyatu sempurna. Bunyi kecipak saliva dan sedotan pelan jelas terdengar, deru nafas mereka semakin memburu
Kamera masih on, merekam adegan ciuman Jongin vs Kyungsoo, dengan 5 posisi peletakan kamera yang berbeda
10 menit melakukan pemanasan dengan berciuman, akhirnya Jongin melepaskan pagutan bibirnya di bibir Kyungsoo, mereka mencoba mengambil nafas dan menormalkan diri masing-masing, belum ada percakapan lagi yang tercipta, hanya deru nafas dan detak jantung yang kini terdengar
Jongin mulai lagi dengan menyerang leher Kyungsoo, dia mencium leher putih itu dengan pelan dan lambat, hal itu membuat Kyungsoo mendesah keenakan dan menggelinjang nikmat
"ahh.." desahan pertama yang keluar dari bibir Kyungsoo, dia memegang kepala Jongin dan membelai rambut namja itu
Tangan yang lain Kyungsoo mulai berani dengan memegang dan meraba selangkangan Jongin yang masih tertutup celana jins, entah mengapa dia rindu dengan tongkat emas didalam sangkarnya itu, tongkat yang pernah menghunjamnya
Jongin juga mulai mendesah nikmat, rabaan Kyungsoo diselangkangannya membuatnya bergetar hebat, entah mengapa nafsu dan libidonya mendadak memuncak, daerah itu memang daerah sensitifnya
"ahhhh.." desah Jongin, dia mendesah sambil mencium dan menjilat leher Kyungsoo
Sedangkan Kyungsoo sendiri nafasnya kian acak, degup jantungnya random. Entah setan mana yang merasukinya, dia menghentikan rabaannya diselangkangan Jongin dan mendorong namja itu pelan
Jongin terkaget, namun dorongan Kyungsoo tadi adalah dorongan untuk merubah posisi. Kyungsoo mulai menaiki Jongin dan duduk diselangkangan namja itu, dia menarik baju kaos milik Jongin hingga terlepas,
Jongin tersenyum dengan tingkah Kyungsoo yang tidak biasa itu, tingkah yang biasa dilakukan oleh namja yang berpengalaman
Kyungsoo membalas senyum Jongin, tapi senyum milik Kyungsoo itu adalah senyuman penuh nafsu dan hasrat, mendadak dia berubah dari namja good boy yang polos menjadi namja bad boy yang liar
Kyungsoo menyerang Jongin, dia mengarahkan bibirnya dan menghisap nipple Jongin secara bergantian, dia menjilat, menyedot dan memainkan nipple seksi itu dengan lidahnya
"ahh.. ash…ahh…." Desah Jongin, dia menggelinjang nikmat, tidak menyangka bahwa Kyungsoo sedemikian cepat 'belajar', padahal ini baru permainan kedua mereka
Kyungsoo masih mengisap dan memainkan nipple Jongin, dan sesekali meraba perut ABS seksi namja itu, dia melakukannya dengan sangat pelan dan penuh penghayatan, posisinya masih diatas selangkangan milik Jongin
"ahh…."
Erangan pelan dan desahan tertahan terus terdengar, menjadi musik pengiring didalam kamar cinta tersebut, Kyungsoo memberikan pemanasan awal yang baik, lumatan dan isapannya membuat Jongin semakin tidak tahan dan mengeluarkan naluri kelakiannya
Jongin beranjak dari posisinya yang telentang, dia kembali menggapai bibir Kyungsoo dan mencium namja itu dengan penuh nafsu, beberapa detik melakukan ciuman, Jongin kembali telentang dan membiarkan Kyungsoo mulai beraksi lagi
Kyungsoo memulai kembali dengan bagian tubuh Jongin yang lain, dan pilihannya jatuh pada selangkangan namja itu, Kyungsoo memundurkan posisinya, dia duduk di paha Jongin, agar area selangkangan Jongin bisa diraihnya
Kyungsoo perlahan meremas lagi kejantanan Jongin yang masih dalam sangkarnya itu selama beberapa detik, dan kemudian mulai memegang zipper celana itu dan menariknya untuk terbuka, sekarang celana dalam putih Jongin terlihat, Kyungsoo tersenyum. Dia kembali meraba dan menekan-nekan kejantanan Jongin itu, hal itu membuat Jongin menggelinjang nikmat
"bukalah… aku tidak tahan…" kata Jongin pelan, kalimat perdananya pasca diremas oleh Kyungsoo
Kyungsoo menggangguk pelan, dia mulai membuka pengait celana Jongin dan menurunkannya dengan cepat, sehingga bagian selangkangan Jongin kini hanya tersisa celana dalam saja. Dan tanpa membuang waktu lagi, Kyungsoo memelorotkan celana dalam milik Jongin itu, hingga terpampang nyatalah kejantanan alias penis Jongin yang sudah tegak, 'ngaceng' sempurna. Memang sejak tadi Jongin sudah horny secara berlebihan
Tangan kanan Kyungsoo mulai bekerja, dia memegang penis Jongin itu, rasa hangat dan kedutan dipenis tersebut jelas terasa, penis itu adalah penis yang sama yang mengambil first time holenya
Kyungsoo mulai mengocok penis Jongin, dia melakukannya dengan awal yang pelan, slow… slow.. namun lama kelamaan menjadi semakin cepat dan liar
"ah..ahhh.." desah Jongin nikmat, dia gelonjotan dan memejamkan matanya
Kyungsoo semakin mempercepat kocokannya di penis Jongin, cairan precum keluar dari penis itu, Kyungsoo tidak tahan melihat cairan itu terbuang percuma, dia lalu mengarahkan mulutnya ke penis Jongin dan mulai menghisap penis itu, menjilat dan menelan cairan precum Jongin tanpa rasa jijik sedikitpun. Kyungsoo meng-oral penis Jongin, penis itu semakin membesar saja, dan berkedut hebat
Kyungsoo masih terus menjilat dan menikmati penis Jongin layaknya es krim coklat, namun ini lebih nikmat dari es krim coklat manapun didunia, sensasinya beda
Beberapa menit dengan aksi mengisap dan menjilat penis dari Kyungsoo, Jongin mulai merasakan kedutan hebat dipenisnya, tanda bahwa cairan kelakiannya akan menyembur. Jongin lekas beranjak dan melepaskan penisnya dimulut Kyungsoo
Kyungsoo kecewa, namun dia lekas sadar bahwa Jongin ingin memulai adegan inti, seks yang sebenarnya
Jongin kembali menormalkan nafasnya dan memejamkan matanya, cairan spermanya gagal keluar, ya.. itu yang diinginkannya, dia mulai mengecup lagi leher Kyungsoo dan kemudian menarik kaos V neck namja itu, sehingga Kyungsoo saat ini sudah telanjang dada
Jongin memeluk Kyungsoo dan menyatukan tubuh berkeringat mereka. Jongin menggesek-gesekkan tubuhnya di tubuh Kyungsoo, hal itu membuat sensasi geli dan nikmat secara bersamaan
"ahhhh…uh…"
"ahsh…ehm…"
Jongin mengangkat Kyungsoo dan menidurkannya di kasur, dia akan memulai adegan inti, dia sudah tidak tahan lagi. Kyungsoo tersenyum kepada Jongin, tapi tidak mengucapkan kata apa-apa, Jongin balas tersenyum kepada Kyungsoo dan menampilkan smirk evil yang mesum
"are you ready.. boy.."
"ah"
Jongin dengan gerakan cepat memelorotkan celana Kyungsoo, sekaligus celana dalam namja itu, tanpa butuh waktu lama, akhirnya Kyungsoo bugil total, Jongin kemudian berdiri, dia menarik sisa celananya yang masih dipakainya tadi, mengikuti Kyungsoo untuk bugil. Jongin terlihat sangat seksi dengan pose berdiri dan telanjang bulat seperti itu
Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, entah mengapa dia gemas melihat Jongin telanjang bulat lagi
Jongin kembali duduk, dia menopang tubuhnya dengan lututnya, dia mengocok pelan penisnya agar penis itu menjadi licin oleh cairan precumnya. Posisi hole Kyungsoo sudah ada didepan kepala penis Jongin. Kyungsoo melebarkan paha dan kakinya, dia sudah siap dihujam oleh penis Jongin
Dan tanpa ba, bi, bu lagi… Jongin dengan gerakan pelan mulai memasukkan penisnya ke hole milik Kyungsoo, tanpa menggunakan kondom, ini kali keduanya penis itu akan bersarang disana, Jongin menekan penisnya pelan
"akh…ahh…" rintih Kyungsoo pelan, dia merasakan sakit dan perih yang sangat, tangannya mencengkram kasur
Jongin tidak berkata apa-apa, dia semakin berusaha memasukkan penisnya secara total, dan usahanya berhasil, beberapa detik kemudian, penis besar itu berhasil masuk sempurna dan membobol hole Kyungsoo (lagi)
"arghh…akh…ahhh…" jerit Kyungsoo, holenya semakin sakit saja
Jongin memulai aksinya sebagai seme sejati, dia mulai menggenjot hole Kyungsoo dengan gerakan yang lambat, dia melakukan itu sebagai tahap awal, agar hole Kyungsoo tidak robek
Kyungsoo semakin mengerang hebat,
"arghkh…."
Namun erangan itu tidak lama, karena Jongin menyumpal mulut Kyungsoo dengan menggunakan bibirnya, dia mengunci bibir Kyungsoo dan meredam suara namja mungil itu. Jongin mencium Kyungsoo sambil terus memompa penisnya di hole Kyungsoo
Desahan, erangan dan lenguhan menjadi suara-suara yang memenuhi kamar seks itu, kamera masih setia merekam setiap adegan yang dilakukan oleh Jongin dan Kyungsoo
Jongin melepaskan ciumannya, dia memperkirakan bahwa Kyungsoo kemungkinan sudah tidak merasakan sakit lagi, tapi sudah merasakan nikmat
Dahi Kyungsoo berkeringat, begitu juga dengan bagian tubuhnya yang lain, Jonginpun demikian, dia terus menyodok hole Kyungsoo dengan keringat yang membanjiri tubuh eksotis dan seksinya
"I love you…" kata Jongin pelan, dia memandang wajah Kyungsoo yang mendesah keenakan, dia masih terus menggenjot hole Kyungsoo
"I love you too" balas Kyungsoo, lebih pelan, mirip desahan, dia sekali lagi ternoda, tapi tidak ada penyesalan disana
Jongin tersenyum, dia tidak tahu apakah jawaban Kyungsoo itu adalah jawaban murni dari hati si namja, ataukah hanya jawaban spontan karena diliputi nafsu yang memuncak. Jongin tidak peduli, yang penting sekarang sudah melakukan adegan seks lagi dengan Kyungsoo
Sudah hampir sejam Kyungsoo dan Jongin melakukan aksi panas mereka, posisi yang mereka gunakan masih konvensional, dengan Kyungsoo posisi tidur dan Jongin yang menyodoknya, mereka berdua nyaman dengan posisi itu, mereka tidak menggunakan posisi yang aneh-aneh, seperti posisi 69, doggy style, miring, up down atau sejenisnya
"ahh…ah…ahh..ash….ehm…ah…
"uh…oh…ahhh…"
Desahan Jongin dan Kyungsoo beriringan, nafsu mereka sudah dipuncak ubun-ubun, terutama Jongin, dia mulai merasakan kedutan hebat lagi dipenisnya, gesekan penisnya dan hole Kyungsoo memang memberikan sensasi yang 'wooww'. dia mempercepat tusukan, hunjaman dan genjotannya di hole Kyungsoo
'plook…plokk…'
Dan, beberapa detik kemudian….
Jongin sudah tidak tahan lagi, dia melakukan sodokan detik-detik terakhir dengan sangat cepat dan setelahnya melepaskan penisnya keluar dari hole sempit Kyungsoo, dan mengocoknya
Croott…crooott...crooott...croott…
Sperma Jongin tumpah di daerah sekitar penis Kyungsoo, lelehan sperma yang lumayan banyak itu muncrat kemana-mana, sebagian ada di batang penis Kyungsoo, sebagian lagi memeleh dibelakang bokong Kyungsoo, paha, perut dan selebihnya memuncrat di kasur
Jongin mengelap keringat di dahinya, dia mencoba mengatur nafasnya yang memburu, dia tersenyum lagi, pengalaman seks keduanya dengan Kyungsoo, dan kali ini sangat berbeda
Kyungsoo tersenyum kepada Jongin, dia juga menarik nafas panjang, holenya mendadak kosong, padahal beberapa detik yang lalu hole itu penuh dengan penis besar Jongin
"terima kasih Kyungsoo ya…" kata Jongin, nafasnya masih terengah-engah
Kyungsoo mengangguk pelan, dia menelentangkan tangannya, dia sangat lelah
Jongin beranjak dan tidur disamping Kyungsoo, dia memeluk namja itu dengan erat. Bau sperma milik Jongin menguar dalam kamar tersebut, memberikan sensasi tersendiri bagi indra penciuman
"apa masih terlihat kaku?" Tanya Jongin ke telinga Kyungsoo, dia tahu bahwa Kyungsoo mengerti maksudnya
"sepertinya tidak, kamu sangat hebat" jawab Kyungsoo pelan, nafasnya masih sedikit memburu, dia betul-betul lelah
Jongin tertawa pelan, dia mengarahkan tangan ke sisa spermanya di bagian perut Kyungsoo, meratakan sperma itu dengan tangannya
Mereka berdua berhasil, ya.. berhasil membuat video seks dengan durasi hampir sejam. Kamera masih tetap On, masih merekam moment Jongin dan Kyungsoo yang berpelukan itu
Hening
Kyungsoo kembali menerawang, apa kegiatan seperti ini akan dilakukannya dihari-hari selanjutnya? Mengingat dia sudah berjanji kepada Insung untuk masuk kedalam bisnis JAV secara penuh. Dia bukanlah namja yang suci lagi, dia sudah ternoda untuk kedua kalinya, seandainya saja dia adalah yeoja, mungkin beberapa minggu kedepan dia akan muntah-muntah dan hamil, tapi untung saja dia adalah namja, jadi kehamilan tidak mungkin terjadi
Dan secara tidak langsung Kyungsoo sudah mengikuti jejak ibunya, ibunya yang seorang pekerja seks dimasa hidupnya dan sekarang pekerjaan itu menurun kepada anaknya, namun dengan istilah yang berbeda, B*tch namja
Sepertinya Kyungsoo harus menjalankan 'pekerjaan' barunya itu, dia sudah terlanjur masuk dan terjun dalam kubangan seks bisnis Insung dan Mr.X, dan untuk berhenti dan keluar dari kubangan itu sangatlah tidak mudah
Cuma ada '3 Jalan' agar namja itu bisa keluar dalam lingkaran setan Mr. X, yaitu pertama kebaikan dan kemurahan hati Mr. X untuk melepaskan Kyungsoo, kedua adalah kehancuran bisnis Mr. X secara menyeluruh dan ketiga adalah Kematian, baik kematian Mr.X maupun kematian Kyungsoo sendiri. Dan hanya kemungkinan ketiga yang paling mendekati, diantara mereka harus ada yang mati, agar semuanya selesai
Kisah ini masih akan terus berlanjut, akankah berakhir bahagia? Atau berakhir dengan derita?
.
.
.
.
.
.
.
TBC
O…O…O…O…O…O…O
Chapter 12 update lagi, tidak terasa sudah tepat sebulan sejak FF ini dipublish ( tgl 17 des 2014) dan sudah sampai chapter 12. FF ini update cepat, semua karena Review pembaca yang masih menyukai FF ini.. gomawo…
Chap ini merupakan chapter terpanjang kedua, dengan 7600 word, Tangan capek juga mengetik FF ini, karena harus kejar fast update (publish 2 hari sekali), tapi rasa lelah dan capek itu segera terbayar saat membaca Review dari pembaca semua, sekali lagi terima kasih
Aku sebenarnya agak merasa bersalah menulis NC di FF ini, tapi mau bagaimana lagi, sejak awal FF ini diniatkan akan ada NC dari masing-masing pairing, oleh karena itu untuk pembaca yang masih dibawa umur, dilarang keras baca FF ini…he…he… takutnya akan berdampak buruk
Aku kembali mengingatkan bahwa cerita ini hanya FF dan karangan imajinasi penulis saja, tolong yang masih merasa biasnya dinistakan, aku kembali mohon maaf, tidak ada maksud begitu, aku hanya meramaikan fandom screenplays dengan FF ini… walau memang harus aku akui, FF ini banyak kata-kata kasar dan jorok, dan oleh karena itu mudah-mudahan pembaca semua paham, karena itu semua menilik dari judul FF ini…
Tidak henti-hentinya menghaturkan terima kasih kepada pembaca yang selalu mau memberikan Reviewnya, tidak semua pembaca seperti itu, banyak yang sudah membaca dan hilang tanpa jejak… sekali lagi terima kasih yang sudah mau memberikan Reviewnya…
Review lagi chapter 12 ini ya, supaya bisa fast update lagi… salam…
Thanks to Reviews :
Lolamoet, baexian ree, SognatoreL, cooly224, AlienBaby88, Baekhyunniewife, firdaniamayarofah, Re. Tao, JonginDO, ShinJiWoo920202, sr14mark, Mami Fate Kamikaze, hunniehan, 48BemyLight, lovesoo, odultLu, BabyBuby, 110114hk, kiranakim, leeraexolnur, Metacho137, kyungsoodo, Kiranachan, Bulet, aerumdawo, KimYeHyun, dokyungsooxs, mrblackJ, thelostisland35, Jung Eunhee, kiranakim, VijnaPutri, BlackXX, ambarambarwaty, Arumdawo, meliarisky7, Kainaru Aikorin, Seoglyu Yeowang, snowy07, Dokimkyungsoojongin, oasana,kaihunhan, justin, ChanBaekLuv, snowy07, KaisooLovers, she3nn0, park soohee, Re-Panda68, Kyungkyung kim, laurenna liu, LasmaniaStevani, renata. Anastasya. 92, Devrina, alkoheol, sycarp, .5011, humaira9394, lailatul maghfiroh 16, beng beng max, 1004baekie, dekaeskajei, maple fujoshi2309, zhea. Zhiioott, soo kyung dan all
