[SPECIAL CHAPTER]
Main Cast : Kim Taehyung and Jung Kook
Rated : M
Judul :
SAD STORY OF LIFE.
Love And Peace :3
Happy Reading
.
.
.
AUTHOR P.O.V
"Jadi, apa kau dekat dengan seseorang bebelakangan ini?" Tanya Taehyung saat Jungkook sedang fokus menonton televise.
Saat pertemuan mengharukan mereka selesai, Taehyung langsung memaksa Jungkook untuk pulang ke apartementnya. Tentu saja Jungkook mau-mau saja diajak kemanapun Taehyung pergi. Bukankah dari dulu Jungkook selalu begitu?
"Tidak ada… sungguh…" Jungkook mulai risih saat Taehyung memeluknya posesif dan mengendusi leher Jungkook. Rasanya begitu geli, membuat Jungkook tertawa kecil.
"Sabunmu berubah." Kata Taehyung yang membuat Jungkook mengangguk kecil. Taehyung beralih mencium bau dari rambut Jungkook. "Kau tidak pernah mengganti shampoo mu selama ini huh?" gumamnya yang hanya diabaikan oleh Jungkook.
Mungkin Jungkook tidak terlalu ambil pusing dengan sikap Taehyung yang memang tau segalanya. Atau bahkan dia terlalu jenius hingga mengingat bau tubuh Jungkook. Tapi, ya sudahlah… toh Jungkook tidak keberatan. Dan pada saat ini Jungkook hanya mau dalam posisi seperti ini terus, saat Taehyung memangkunya dan memeluk dirinya dari belakang.
"Fisikmu banyak berubah Jungkook…" kata Taehyung sambil mencium punggung Jungkook berkali-kali. Membuat Jungkook menghadap ke belakang dan memegang wajah Taehyung.
"Kau juga, lebih tampan… hehehehe, tapi matamu… mata kosong yang tajam ini tidak pernah berubah. Aku menyukainya." Gumam Jungkook sambil tertawa kecil.
"Gigimu juga tidak berubah." Balas Taehyung sambil tersenyum tipis. Jungkook hanya kembali menghadap ke depan dan menonton televise.
Lama Jungkook terdiam dalam posisi itu, sebelum akhirnya dia merasakan geli di bagian belakang telinga. Bahkan sekarang tangan kanan Taehyung sudah mengelus punggung Jungkook dari luar baju secara perlahan. Jungkook awalnya santai saja dengan semua sikap yang diberikan Taehyung, bukannya Taehyung selalu aneh?
Sampai pada akhirnya telinga Jungkook terasa basah. Sebuah benda kenyal dan lembut menyentuh telinganya berulang-ulang kali. Membuat seluruh tubuh Jungkook menjadi kaku, karena mendapat sebuah rangsangan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Aku mau… menghapal kembali…" gumam Taehyung di belakang telinga Jungkook dengan suara yang begitu berat. Membuat pikiran Jungkook kosong secara tiba-tiba.
Tangan kanan Taehyung mulai menelusup masuk ke dalam baju Jungkook dan mengelus punggungnya secara perlahan.
"Menghapal kembali fisikmu… menyentuh tiap incinya… merasakan semuanya… hingga aku tidak bisa melupakan tentang dirimu..." suara Taehyung turun satu oktaf, membuat Jungkook merasakan tubuhnya meremang.
"Sebelum aku pergi… aku belum sempat menghapal semuanya… bahkan aku sudah lupa rasanya bibirmu itu." Taehyung langsung menjatuhkan tubuh Jungkook hingga terbaring di sofa.
"Ouh, betapa aku merindukan dirimu… Jungkook…" kata Taehyung sambil mencium pipi Jungkook. Sedangkan Jungkook hanya bisa menutup mata menikmati sentuhan Taehyung. Saat bibir Taehyung terbuka dan mengelus lembut pipinya menggunakan lidah, Jungkook langsung meloloskan desahan kecil.
Perasaan melayang dan jijik bercampur menjadi satu di pikiran Jungkook saat Taehyung menjilat pipinya dengan seduktif. Lidah Taehyung bergerak terus dan berhenti saat menyentuh bibir Jungkook, membuat Jungkook tanpa sengaja membuka mulutnya. Membiarkan lidah sang dominan bermain di dalam mulutnya.
Berkali-kali Taehyung mengigit bibir bawah dan atas Jungkook, berkali-kali juga Jungkook mendesah kecil. Hingga akhirnya desahan itu berubah menjadi pekikan karena Taehyung mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba.
Kaki Jungkook dilingkarkan ke pinggang Taehyung dan tangan Taehyung meremas paha Jungkook gemas. Tangan Jungkook memeluk leher Taehyung dengan erat, sedangkan kedua mulut mereka masih terhubung dengan panas… membuat setetes saliva menetes di sudut bibir Jungkook dan terus turun ke bawah hingga ke leher putih milik Jungkook.
Taehyung melepaskan ciumannya saat Jungkook sudah meremas rambut hitam Taehyung. Bukan karena Jungkook sudah memberi kode bahwa dirinya kekurangan oksigen… bahkan tidak ada satupun dari mereka yang kekurangan oksigen. Pada saat itu oksigen bukanlah hal yang penting bagi mereka berdua. Hanya saja Taehyung ingin mengatakan sesuatu kepada Jungkook yang pikirannya sudah kosong.
"Bukankah lebih bagus jika di kamar saja?" tanya Taehyung yang tidak mendapat jawaban dari Jungkook. Seakan, kalau Jungkook menjawab… maka semua kenikmatan dan rangsangan yang ia rasakan saat ini menghilang.
Taehyung mulai berjalan sambil menggendong tubuh Jungkook, membuat Jungkook seperti seekor koala. Koala yang mendesah tentunya, apalagi saat Taehyung menjilat bekas saliva yang turun hingga ke leher. Membuat Jungkook mendongak dengan mata tertutup dan mulut merekah yang mengularkan desahan penuh kenikmatan… atau dosa mungkin?
Taehyung mengubahnya… leher yang mulus sudah ternodai oleh satu tanda kemerahan. Sebelum akhirnya tubuh Jungkook terhempas ke tempat tidur. Bahkan Jungkook sekarang hanya bisa menggeliat tidak nyaman di tempat tidur karena Taehyung menindihnya tanpa jarak sedikitpun, membuat dada Jungkook terhimpit dan dirinya semakin tidak bisa bernapas sepantasnya.
"Ber—at… akh!" Seakan tidak mendengar perkataan Jungkook, Taehyung masih saja fokus membuat maha karya di leher Jungkook dengan ganas. Membuat Jungkook meneteskan air matanya, rasa sakit karena digigit kuat di sekitar leher dan susahnya bernapas membuat Jungkook seakan ingin mati saat itu juga.
Secara perlahan, tangan Taehyung dengan gesit membuka baju atasan Jungkook. Sangat cepat dan halus gerakannya, hingga Jungkook sama sekali tidak sadar bahwa sekarang dirinya sudah bertelanjang dada.
CREEKK
CREEKK
Mata Jungkook membesar, saat kedua tangannya sudah diborgol dengan sempurna oleh Taehyung. Kedua tangan Jungkook yang sudah diborgol diletakkan di atas kepala Jungkook dan digenggam kuat oleh Taehyung. Membuat kedua tangan Jungkook tidak bisa bergerak sama sekali.
"Kau dapat dari mana borgol?!" tanya Jungkook yang membuat Taehyung tersenyum kecil. Setelah itu Taehyung meraba pinggang Jungkook dan mengeluarkan satu borgol lagi yang memang ada di dalam saku celana Jungkook.
Membuat Jungkook teringat, bahwa sekarang Taehyung adalah seorang polisi. Sama sepertinya… jadi wajar bukan bahwa Taehyung mempunyai borgol?
Tangan Taehyung mengambil pistol Jungkook yang berada di celananya dan meletakkan pistol tersebut di meja kecil samping tempat tidur. "Bercinta tidak memperlukan pistol bukan?" tanya Taehyung secara terang-terangan yang membuat wajah Jungkook memerah sempurna.
"Tae… aku—hmmph!" Omongan Jungkook langsung terhenti saat Taehyung mulai kembali menciumnya. Secara ganas dan menuntut, bahkan hingga Jungkook berteriak meminta untuk berhenti… tetapi Taehyung seakan tuli untuk mendengar teriakan tertahan Jungkook.
"DIAMLAH!" bentak Taehyung saat Jungkook mulai menggerakkan kepalanya asal untuk melepaskan ciuman ganas mereka. Jungkook sempat tersentak kaget, sebelum akhirnya merengut lucu.
"Yak! Lakukan dengan lembut kenapa?!" kesal Jungkook dengan bibir bengkak dan mata melotot yang mengeluarkan sedikit air mata. Taehyung menyeringai kecil dan menggeleng pelan.
"Kau menyuruhku lembut, tapi kau sangat begitu menggoda… salahkan tubuhmu sendiri dasar bodoh!" balas Taehyung dan kembali mencium Jungkook dengan cepat.
Tangan kanan Taehyung mulai bergerak secara asal, mengelus seluruh permukaan badan Jungkook. Membuat Jungkook merasa melayang seketika. Apalagi saat Taehyung menekan salah satu tonjolan di dadanya dengan sangat kuat, membuat Jungkook mengeluarkan erangan yang terdengar sangat indah di telinga Taehyung.
Taehyung semakin lama semakin ganas, dirinya tidak terkendali untuk tidak menyentuh tubuh Jungkook lebih dalam. Taehyung menginginkan lebih… lebih dari sekedar teriakan dan erangan nikmat dari Jungkook… lebih dari itu.
Taehyung menginginkan Jungkook berteriak kesakitan, menangis hingga matanya membengkak, dan mengatakan Taehyung untuk berhenti menyentuhnya. Tapi seluruh tubuh Jungkook menunjukan reaksi yang berbeda, tubuh Jungkook menginginkan sentuhan yang lebih kasar dan ganas. ITU… yang Taehyung inginkan.
Membuat Taehyung menggigit kuat bibir bawah Jungkook hingga dirinya merasakan rasa besi mengalir di tenggorokannya dan Jungkook yang meringis kesakitan. Ouh, maafkan diri Taehyung yang memang sedikit jahat dari yang lain. Taehyung menyukainya… saat Jungkook 'sakit' karena sentuhannya. HANYA karena sentuhannya…
Jungkook frustasi…
Kedua tangannya yang diborgol dan dikunci oleh tangan kiri Taehyung agar tetap berada di atas kepalanya, membuat dirinya tidak bisa bergerak bebas untuk melampiaskan rasa kenikmatan yang ada. Apalagi saat ini Taehyung masih memainkan mulutnya dan memasukkan lidah panjangnya lebih dalam.
Seakan Taehyung ingin menyentuh faring Jungkook, Taehyung terus saja memasakkan lidahnya agar masuk lebih dalam. Membuat Jungkook merasa mual dan tidak bisa bernapas. Air mata kembali menetes di mata Jungkook. Rasanya begitu tersiksa tapi sangat nikmat? Bahkan Jungkook bingung apa yang ia rasakan saat ini…
Taehyung secara tiba-tiba melepaskan ciuman mereka. Membuat sebuah suara erangan kecil dan jembatan tipis yang terbuat dari saliva transparan. Jungkook langsung terbatuk-batuk dan meraup banyak oksigen setelah Taehyung melepaskan ciuman itu. Tapi sedetik kemudian dia kembali tidak bisa bernapas.
Saat Taehyung mengigit rahang Jungkook kuat dan menjilatnya. Lidah Taehyung semakin lama semakin menurun. Dengan sangat amat perlahan, membuat Jungkook mengerang frustasi. Ini menyiksa bagi Jungkook, saat Taehyung yang tiba-tiba memperlambat permainannya yang membuat Jungkook merasa kenikmatan secara perlahan dan dengan seenak jidatnya Taehyung tiba-tiba mempercepat permainannya hingga Jungkook tidak bisa bernapas.
Seperti saat ini…
Lidah Taehyung berhenti di nipple kanan Jungkook dan menjilatnya lembut beberapa kali. Sebelum akhirnya mengigitnya kuat. Membuat tubuh Jungkook tersentak karena menerima rasa sakit sekaligus rangsangan dari Taehyung.
Tangan kiri Taehyung yang awalnya mengunci kedua tangan Jungkook bergerak secara perlahan menuju celana Jungkook. Meremas sesuatu dari luar celana, membuat Jungkook menjadi gila dan terus mendesah atau berteriak tanpa henti.
SREETT
Hanya membutuhkan satu gerakan oleh Taehyung, celana Jungkook sudah terbuka hingga turun ke lutut. Begitu juga dengan celana dalamnya, membuat Taehyung sedikit berdiri dan membuka celana Jungkook hingga benar-benar terlepas. Kali ini tubuh Jungkook benar-benar polos tanpa sehelai kain pun menutupinya.
"Ta… hyung—akkh!" Jungkook berteriak kesakitan, saat Taehyung dengan sengaja mengigit kuat miliknya. Hanya mengigit… tapi bisa membuat Jungkook merasakan kenikmatan begitu mendalam dan dibumbuhi oleh rasa sakit.
"Aku suka saat kau memanggilku dengan sebutan hyung, Kookie-ah…" gumam Taehyung yang membuat Jungkook berkali-kali mendesahkan nama Taehyung dengan panggilan 'hyung' saja. Entah apa yang dipikirkan Taehyung, kenapa bisa dia suka dipanggil begitu dengan Jungkook. Tapi Jungkook rasa mungkin mulai sekarang 'hyung' adalah panggilan kesayangannya untuk Taehyung.
Dan satu lagi…
Ini menyebalkan bagi Jungkook…
Oh ayolah, tangannya yang diborgol saat ini benar-benar membatasi geraknya! Atau masalah Taehyung yang belum membuka baju sama sekali dan sudah berani menyentuh kesejatian miliknya.
"Akhh… Ta—hyung! Bajumu!" kata Jungkook dengan susah payah. Membuat Taehyung menyeringai kecil.
"Kau ingin aku membuka bajuku?" tanya Taehyung yang membuat Jungkook mengangguk lemah. Tiba-tiba Taehyung berdiri, dirinya mengeluarkan kunci kecil dari saku celananya dan tersenyum. "Hey Jungkook… gigit kunci ini." Katanya yang membuat Jungkook menurut seperti orang bodoh.
Dia mengigigit kunci itu dan mengkerutkan dahinya bingung. "Nah, ini kunci borgolmu… kau berhasil membuka borgolmu, aku akan membuka seluruh bajuku untukmu." Kata Taehyung yang membuat Jungkook tersenyum kecil.
Apa Taehyung ingin bermain game dengan dirinya huh?! Kalau begini baiklah… akan Jungkook menangkan game ini dengan cara apapun! Dia yakin jika begini maka Taehyung akan membuka bajunya dengan cepat sebelum—
"HMMPPH!" pekik Jungkook tertahan, karena kalau dia memekik sambil membuka mulut… kan tidak lucu kalau kunci borgol itu tertelan.
Sekarang Jungkook bingung, apa yang harus ia lakukan? Tiga jari Taehyung dengan seenaknya masuk ke dalam hole miliknya tanpa aba-aba. Bergerak maju mundur tanpa henti…
Membuat Jungkook ingin sekali berteriak kesakitan, tapi kunci borgol di mulutnya benar-benar menghalangi. Rasa sakit yang ia rasakan membuat air mata menyucur di matanya tanpa henti. Jungkook tidak bisa berpikir jernih sama sekali…
Sebelum akhirnya Jungkook bisa mengendalikan tubuhnya. Hanya sedetik saja, tapi Jungkook bisa mengambil kunci borgol itu dengan cepat dan menggenggam erat kunci tersebut. Mulutnya langsung mengeluarkan teriakan sakit, karena bertepatan dengan dirinya mengambil kunci… Taehyung menambah satu jari lagi untuk ikut bergabung. Bermain dalam hole sempitnya.
"DASAR SIALAN!" teriak Jungkook yang membuat Taehyung menyeringai. Tangan kanan Taehyung yang menganggur mulai menggenggam erat little Jungkook dan memberikan pijatan yang membuat tubuh Jungkook bergetar hebat.
Jungkook bisa stress lama-lama…
Rasa sakit yang membuat dirinya ingin memaki Taehyung dan mengatakan Taehyung adalah keparat kurang ajar. Bagaimana bisa Taehyung tanpa belas kasihan memasukkan empat jari sekaligus tanpa aba-aba?! Hell! Ini yang pertama kali bagi Jungkook dan sekarang Jungkook merasa hole nya seperti dibelah dua.
Atau, tangan Taehyung yang memijat kesejatiannya? Membuat Jungkook menjadi mendesah kenikmatan. Ingin sekali Jungkook berlari menjauh dari Taehyung saat ini, agar seluruh rasa sakitnya menghilang… tapi tubuhnya malah berkhianat…
Kaki Jungkook terbuka lebar, seakan memberi akses untuk jari Taehyung masuk lebih dalam. Dan Jungkook membenci itu… saat tubuhya bereaksi layaknya menginginkan sentuhan Taehyung lebih dari ini.
Tangan Jungkook bergetar hebat, dan tubuhnya tiba-tiba tersentak saat Taehyung berhasil menemukan sweetspot miliknya. Membuat Jungkook langsung mendesah nikmat dan melupakan bahwa dirinya ingin membuka borgol yang masih terpasang rapi di tangannya.
"Kesusahan huh? Apa melepas satu borgol saja sesusah itu?" tanya Taehyung yang membuat Jungkook menggeleng kecil.
Jungkook berusaha membuka mata, walaupun pandangannya sudah mengabur karena air mata. Dengan perlahan tapi pasti, dan tentu saja dipenuhi erangan kenikmatan… Jungkook mencoba membuka borgolnya sendiri.
Butuh lebih dari 10 menit baru akhirnya kunci kecil itu bisa masuk ke dalam lubang kunci. Dan Jungkook benar-benar ingin sujud syukur dan mengadakan pesta karena dirinya, AKHIRNYA bisa memasukkan kunci dengan benar.
Dan baru saja Jungkook ingin membuka borgol itu… tiba-tiba tubuhnya kembali merasa tegang. Membuat Jungkook benar-benar ingin marah sama Taehyung.
"HELL HYUNG! SAKIT!" teriak Jungkook tanpa ada desahan yang sebenarnya ingin Taehyung dengar. Pasalnya sekarang kelima jari Taehyung masuk secara sempurna di hole Jungkook. Tapi setelahnya, kelima jari itu menyerang telak sweetspot Jungkook.
"Akh… Tae—hh ber—hnti~~ akhh!"
"Kau mau jariku terus yang bermain sampai dirim—"
Omongan Taehyung langsung terpotong dengan teriakan kenikmatan dari Jungkook. Menandakan dirinya sudah mengeluarkan orgasme pertamanya. Membuat sperma Jungkook membasahi tangan kanan Taehyung yang memang tidak melepaskan genggamannya dari little Jungkook.
Membuat Taehyung menyeringai kecil. "Baru saja mau ku bilang… kau ingin jariku yang terus bermain dalam sini hingga orgasme kedua atau diriku yang masuk dan menghantam hole mu hingga kau pingsan?" tanya Taehyung yang sepertinya memotivasi Jungkook.
Bayangkan saja, Jungkook sebenarnya membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari orgasme pertamanya. Bahkan nafas Jungkook masih belum sempurna sama sekali, tampak dari dada Jungkook yang naik turun. Tapi sekarang tangan Jungkook benar-benar cepat membuka borgol tersebut dengan pikiran kalang kabut.
Jungkook yang sekarang seperti sudah termakan nafsu. Bahkan dia sampai berteriak kesenangan saat borgol itu akhirnya terbuka. Ouh yeah… mungkin sekarang Jungkook akan mengakui bahwa dirinya menyukai cara 'kasar' yang di berikan Taehyung.
"Akh…" Jungkook mendesah kecewa saat Taehyung menarik semua jarinya keluar. Tapi sebelum itu desahannya berganti dengan muka melongo karena Taehyung membuka bajunya di depan wajahnya sendiri.
Muka Jungkook yang awalnya memerah semakin memerah karena melihat tubuh polos Taehyung yang berwarna tan. Badan Taehyung sedikit dibasahi oleh keringat, entah karena hawa nafsu yang membuatnya sampai berkeringat atau kamar ini memang panas?
Yang jelas sekarang Taehyung sedang menyeringai lebar melihat tubuh Jungkook yang terlihat begitu seksi, rambutnya yang berantakan dan basah karena keringat, bibir merah dan bengkak serta adanya saliva yang membasahi bibir tersebut, leher yang sudah dipenuhi bercak-bercak merah, mata sendu yang dipenuhi kilat nafsu, hingga sebuah borgol yang masih terpasang di pergelangan tangan kiri Jungkook. Menambah kesan seksi yang membuat Taehyung semakin gila dibuatnya.
Tanpa basa-basi, Taehyung langsung menimpa tubuh Jungkook dan mencium mulut Jungkook dengan ganas. Tangan Jungkook langsung meremas rambut Taehyung, untuk melampiaskan semua kenikmatan yang ada. Sedangkan kedua tangan Taehyung berusaha membuka celananya sendiri untuk membebaskan miliknya yang sudah tegang.
Saat celananya sudah terlepas, Taehyung melepaskan ciuman mereka. Membuat saliva bertumpahan dari mulut Jungkook. Taehyung menyeringai melihat mata Jungkook yang sebenarnya sudah sedikit membengkak karena mengeluarkan air mata secara terus-menerus.
"Hei… Kookie-ah…" bisik Taehyung seduktif membuat Jungkook membuka matanya pelan. Taehyung langsung memegang pinggang Jungkook dan dalam sekali hentak Jungkook berteriak kesakitan.
Taehyung berhasil masuk ke dalam tubuh Jungkook secara sempurna. Membuat Jungkook merasakan sakit yang lebih daripada waktu Taehyung memasukkan jari-jarinya ke dalam hole miliknya. Jungkook semakin berteriak kesakitan saat Taehyung sama sekali tidak memberikan waktu untuk dirinya membiasakan milik Taehyung berada di dalam lubang hangatnya itu.
Taehyung juga tidak peduli kalau Jungkook sekarang berteriak kesakitan saat Taehyung tanpa henti melakukan gerakan keluar masuk dengan ganas dan mencium bibir Jungkook. Membuat teriakan Jungkook jadi tertahan dan pada akhirnya Jungkook malah menangis dalam diam.
Rasa sakit yang Jungkook rasakan membuat Jungkook gila! Tapi entah mengapa tubuhnya sangat suka diperlakukan kasar dengan Taehyung. Ah salah, Jungkook menikmati perilaku kasar Taehyung…
Taehyung melepaskan ciumannya dan memegang pinggang Jungkook. Dia melepaskan penyatuan mereka dan memutar tubuh Jungkook hingga menungging. Dan tanpa basa-basi Taehyung kembali memasuki Jungkook sambil mengigit punggung Jungkook.
Dalam sekali hentak, Taehyung menyentuh titik terdalam Jungkook dan membiarkan dalam waktu yang lama. Membuat Jungkook terus-menerus mendesah karena hal itu, selama Taehyung tidak bergerak sama sekali… tangan kanan Taehyung mulai bergerak menyentuh nipple Jungkook dan memainkannya sepuas hati.
Mulutnya sibuk menciptakan tanda kemerahan di setiap punggung Jungkook yang sudah basah karena keringat. Sedangkan tangan kirinya sudah menuju ke bagian selatan Jungkook untuk memanjakan little Jungkook.
"Akh! Hyu—ng! Tae… Tae—hyung…"
Jungkook benar-benar termakan oleh nafsu. Kesejatian Taehyung yang diam di dalam lubangnya dan menyentuh sweetspot miliknya membuat Jungkook mendesah tanpa henti, ditambah kedua tangan Taehyung yang memberikan service di kedua titik dan mulut Taehyung yang menjilati punggungnya secara seduktif.
Jungkook merasa bahwa dirinya sudah berada di surga sekarang…
Kenikmatan yang terus diberikan oleh Taehyung, membuat dirinya gila. Bahkan sekarang tenggorokannya sudah sakit karena terus-menerus mendesah.
"Tae… berger—ak… ger—" Jungkook sebenarnya hanya ingin menuruh Taehyung untuk bergerak… tapi kalau sudah dalam situasi seperti ini, rasanya mengucapkan satu kata saja susah.
"Tidak mau, aku suka mendengarkanmu mendesah. Atau—"
"AKHH!" Jungkook berteriak kesakitan saat Taehyung mengigit punggungnya terlalu kuat.
"Atau berteriak kesakitan." Kata Taehyung sambil tertawa kecil.
Taehyung gila…
Jungkook lebih gila karena suka dengan perilaku gila Taehyung…
Hanya butuh waktu 5 menit sampai akhirnya Jungkook mencapai orgasme keduanya. Setelah itu Taehyung langsung mengubah posisi sekali lagi, kali ini Taehyung duduk di tempat tidur dan Jungkook berada di pangkuannya, membuat Jungkook harus menunduk untuk melihat wajah Taehyung. Taehyung mengubah posisi tanpa melepaskan penyatuan mereka sama sekali. Oh bayangkan kenikmatan yang didapati Jungkook dan Taehyung saat proses pindah posisi itu…
"Apa kau sudah kelelahan Kookie?" tanya Taehyung sambil mencium pelan bibir Jungkook. Sedangkan Jungkook?
Dirinya bahkan sudah berada diantara sadar dan tidak…
"Jangan tidur dulu… aku belum keluar sama sekali. Kau tau?" tanya Taehyung yang membuat Jungkook membuka matanya lebar. Melihat wajah Taehyung yang sekarang menyeringai kecil dan dalam hitungan ketiga tubuh Jungkook tersentak berkali-kali.
Taehyung menaik turunkan pinggang Jungkook dengan cepat dan ganas. Membuat Jungkook mendesah kuat saat Taehyung sekali lagi berhasil menyentuh sweetspot nya. Entah karena apa, Jungkook akhirnya mendapatkan orgasme nya sekali lagi.
Yang membuat tubuh Jungkook benar-benar lemas…
Sangat kelelahan…
Tapi Taehyung tidak peduli dengan hal itu, tangannya terus saja menaik turunkan pinggang Jungkook dan menghantan sweetspot Jungkook berkali-kali. Membuat Jungkook benar-benar gila karena Taehyung tidak memberikannya kesempatan untuk beristirahat sedikitpun.
"Hyunghh—ber… hentihhh… akhh! Ak—u… lelah…" pinta Jungkook yang tidak di dengarkan Taehyung sama sekali. Akhirnya Jungkook hanya bisa pasrah dan membiarkan Taehyung bermain dengan tubuhnya.
Butuh lebih dari 10 menit mereka terus seperti itu hingga akhirnya Jungkook mendapat orgasmenya sekali lagi dan beberapa menit kemudian di susul Taehyung.
Membuat Taehyung mendesahkan nama Jungkook dan dadanya naik turun. Perlahan tapi pasti, Taehyung membaringkan tubuh Jungkook tanpa sedikitpun mengeluarkan miliknya dari lubang Jungkook.
Akhinya Jungkook merasakan lubangnya begitu penuh. Sperma Taehyung yang memenuhi hole Jungkook ditambah kesejatian Taehyung yang tidak dikeluarkan sama sekali.
"Keluarkan milikmu Taehyung…" kata Jungkook dengan dada naik turun. Taehyung yang memeluknya dari belakang hanya menggeleng kecil.
"Tidak mau, aku suka jika berada di dalam lubangmu seperti ini…" kata Taehyung yang membuat Jungkook mendengus kesal.
Tubuhnya benar-benar kelelahan saat ini, baru saja dia ingin menutup matanya Taehyung mengatakan sesuatu.
"Hey… Jungkook…"
"Hmmm?"
"Aku merindukanmu…"
Jungkook langsung terdiam mendengar ucapan Taehyung, matanya terbuka lebar dan sedetik kemudian dirinya tersenyum kecil. Menampakkan sederet gigi kelinci yang sangat lucu.
"Aku juga…" balas Jungkook pelan dan ingin menutup matanya kembali.
"Kurasa kali ini… aku sudah berhasil membuat rumah dari batu bata." Gumam Taehyung yang membuat Jungkook malah tertawa kecil.
"Kau sudah berhasil Taehyung… sangat berhasil… sudahlah aku mau tidur, aku kelelahan." Baru saja Jungkook ingin menutup matanya, Taehyung bergerak kecil. Membuat little Taehyung bergerak di dalam hole Jungkook. Sontak Jungkook mengeluarkan desahan lirih…
"Sabar dulu… siapa bilang kau boleh tidur?" Tanya Taehyung sambil berbisik seduktif di telinga Jungkook. Membuat muka Jungkook kembali memerah…
Oh sadarkah Jungkook?
Bahwa game yang kali ini ia mainkan…
Tidak akan pernah berakhir…
Hingga Taehyung mengatakan…
"Kita lanjut keesokan harinya… ne? Kookie-ah…"
.
.
.
SPECIAL CHAP
'Sad Story Of Life' by Park In Jung
END
Hubungan Vkook berlanjut ke ff 'A MASK'
(Pembahasan ada di chap selanjutnya, mohon dibaca jika masih ada pertanyaan di benak kalian tentang ff ini)
BHDsign
