Sebelumnya…
"Ap-apa yang kau lakukan, Minhyun-ah?"
Minhyun terdiam cukup lama mengamati bagaimana bola mata Kyuhyun bergerak gelisah. Melepaskan tangan Kyuhyun dan memindahkan kedua tangannya untuk memenjara tubuh Kyuhyun diantara pintu dan tubuhnya. Minhyun menatap tepat ke mata Kyuhyun yang juga menatapnya waspada. Ia bisa merasakan getaran tubuh Kyuhyun sedekat ini.
"Apakah aku pernah mengatakan bahwa kau memiliki mata yang indah, Hyung?"
.
.
.
Chapter 12
"Aku hanya perlu memastikan bahwa kau adalah milikku. Dan aku tahu aku bisa mempercayaimu."
Ucapan Siwon semalam kembali menggema dipikirannya. Kyuhyun menemukan sedikit keberaniannya. Bukan berarti dia tidak bergetar ketika Minhyun menginvasi personal space-nya. Kyuhyun menaruh tangannya didepan dada Minhyun mempertahankan jarak mereka kemudian mendorong tubuh Minhyun cukup kuat.
"Minhyun-ah… Dengarkan aku…" Kyuhyun memulai penjelasannya. Menghela nafas dalam dan menstabilkan pikirannya.
Minhyun terlihat memahami keseriusan diwajah gurunya dan melepaskan Kyuhyun. Berdiri tepat didepan Kyuhyun tanpa menambah jarak diantara mereka. Kyuhyun menatap Minhyun dengan keseriusannya.
"Minhyun-ah… Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kita berdua tahu bahwa aku memiliki hubungan serius dengan Siwon."
Minhyun berdecih pelan, "Apakah hyung yakin dengan—"
"Tidak, Minhyun. Kau tidak mengerti." Kyuhyun memotong ucapan Minhyun.
Kyuhyun tersenyum tipis ketika keberanian menguasai dirinya. Ia tahu apa yang ia katakan.
"Aku dan Siwon, kami berdua sudah membicarakan masalah pernikahan. Walaupun Siwon belum melamarku, tapi kami berdua sudah setuju untuk menikah. Kami berencana akan membicarakan masalah ini dengan keluarga Siwon. Dan ini, apapun yang ada diantara kita, tidaklah lebih dari hubungan guru dan murid atau kakak-beradik. Aku harap kau mengerti itu, Minhyun-ah. Aku harap… kau bisa mneghargai hubunganku dengan Siwon."
Keduanya hening setelah penjelasan Kyuhyun berakhir. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ketika mendengar Minhyun menghela nafas panjang dan menjauhkan tubuhnya.
"Baiklah, Hyung…"
Kyuhyun menatap Minhyun hati-hati, "Baiklah?"
Minhyun tertawa kecil membuang pandangannya dari Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tersentak ketika menemukan pantulan mata Minhyun yang berkaca.
"Kau baik-baik saja, Minhyun-ah?"
Minhyun tertawa lebih keras kali ini. Setetes air matanya lolos dan Kyuhyun tidak melewatkannya. Minhyun menghapus air matanya kemudian menatap Kyuhyun. Terdapat senyum sarkastik dibibirnya.
"Orang yang aku sukai menolakku dan akan menikah dengan orang lain, apakah menurut Hyung aku akan baik-baik saja dengan itu?"
"Minhyun-ah, maaf—"
"Tidak, Hyung. Aku mengerti. Jangan jelaskan lagi posisimu ataupun keadaanmu. Itu hanya akan membuatku semakin terluka. Tapi percayalah ketika aku mengatakan aku mengerti. Dan berhentilah meminta maaf karena tidak ada bagian dalam kisah ini dimana kau bersalah."
Minhyun kali ini tersenyum tulus, "Kau tahu, Hyung… Dengan sifatmu yang seperti ini, semua orang akan jatuh cinta padamu. Mungkin itu juga yang membuat Siwon jatuh cinta padamu. Kau benar-benar harus berhenti menjadi seorang yang sempurna dan bersikap lembut kepada orang lain jika kau tidak menginginkan orang lain sepertiku masuk dalam hubunganmu dan Siwon."
Kyuhyun yang awalnya tidak mengerti ucapan Minhyun akhirnya mendapatkan maksud pemuda itu. Kali ini Kyuhyun yang tersenyum tipis. Betapa salahnya Minhyun saat ini. Kyuhyun benar-benar akan tertawa jika ia menjelaskan semuanya pada Minhyun. Jadi Kyuhyun hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.
"Minhyun-ah… Jika kau ingin tahu segalanya tentangku, itu adalah Siwon."
Kyuhyun memandang biola miliknya di atas meja di belakang tubuh Minhyun. Kyuhyun tersenyum tulus.
"Kau salah jika kau mengira aku sempurna. Siwon… tanpanya aku adalah seorang pecundang yatim piatu yang bahkan tidak bisa menjaga dirinya ketika pemilik rumah menagih uang sewa kepadanya. Dia yang menjadikanku seperti ini. Aku masih ingat ketika Siwon menyelamatkanku dari dua orang yang memukuliku saat itu. Ia bahkan membawaku ke rumahnya dan memaksaku untuk tinggal."
Kyuhyun kembali menatap Minhyun tanpa memudarkan senyumannya.
"Aku tidak tahu bahwa dihari itu bukan hanya hidupku yang diselamatkannya, Siwon juga menyelamatkan diriku dan memberiku masa depan yang bahkan sebelumnya aku tidak berharap bisa memilikinya. Dia menunjukkanku bahwa tidak semua orang di dunia yang kejam ini memiliki hati dan perilaku yang buruk. Dia menunjukkan hal yang tidak pernah orang lain tunjukkan pada diriku yang rusak dan begitu menyedihkan. Bahkan Siwon tidak menyadari telah memberikan hal itu kepadaku. Dia menunjukkanku apa itu kebaikan, kebahagiaan, dan cinta. Bagaimana bisa aku tidak mencintainya begitu dalam, Minhyun-ah?"
Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya dan menundukkannya. Merasakan matanya memanas dan ia tidak yakin bisa membendung air matanya. Berdehem kecil untuk menemukan suaranya, Kyuhyun kemudian menggapai pundak Minhyun dan menepuknya singkat.
"Jika kau menyukaiku karena sifatku, mungkin kau akan jatuh cinta pada sifat Siwon. Aku tidak akan menukarkan apa yang telah aku miliki dengan Siwon saat ini dengan apapun, Minhyun-ah. Aku akan selalu memilih Siwon, kemarin, hari ini, atau esok hari. Aku harap kau mengerti."
Kyuhyun cukup terkejut menemukan Minhyun tersenyum padanya. Dia mengira akan mendapat sebuah tertawaan atau candaan konyol tentang betapa bodohnya dirinya.
"Jadi kau benar-benar mencintainya, huh, Hyung?"
Kyuhyun tertawa kecil sebagai jawaban.
Minhyun menghela nafasnya panjang kemudian beranjak dari Kyuhyun. "Baiklah. Kalau begitu aku rasa aku sudah mengerti posisiku saat ini. Dan lebih baik aku pulang sebelum aku bertindak bodoh dihadapanmu, Hyung."
Kyuhyun tersenyum kecil mendengar tawa Minhyun. Minhyun membereskan biolanya dan menghampiri Kyuhyun.
"Undanganku masih berlaku untukmu dan Siwon Hyung. Akan sangat menyenangkan memiliki teman disana. Sampaikan salamku untuk Siwon."
Kyuhyun mengangguk dan mengantar Minhyun sampai di pintu kelas.
"Hati-hati di jalan. Semoga harimu menyenangkan, Minhyun-ah."
Minhyun tertawa lebih keras sekarang, "Kau pasti bercanda, Hyung."
Kali ini Kyuhyun ikut tertawa kecil.
Selangkah sebelum Minhyun benar-benar keluar kelas, "Hyung…"
Kyuhyun menoleh, "Ya?"
Minhyun tersenyum tipis, "Dengan semua pujianmu untuk Siwon, aku harap… kau tidak memandang rendah dirimu sendiri. Karena jika aku jadi Siwon, aku tidak akan menyukai kekasihku selalu merendahkan dirinya sendiri. Aku harap kau bisa melihat dirimu dari sudut pandangku atau Siwon. Aku harap kau tidak lupa bahwa kau pantas mendapatkan semuanya. Sampai jumpa, Hyung."
Dan Kyuhyun tidak bisa memungkiri ada sedikit kehangatan dalam hatinya ketika mendengar ucapan Minhyun. Setidaknya bertambah lagi jumlah orang yang tidak memandang dirinya begitu menyedihkan, bukan?
.
.
.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat Siwon masih duduk dan tampak serius menatap setiap detil laporan dilayar komputernya. Ia bisa melihat kantung mata Siwon dan bahu Siwon yang terlihat tegang. Berjalan dari posisinya diambang pintu untuk menghampiri kekasihnya itu. Siwon yang menyadari kehadiran Kyuhyun menatap pemuda itu dengan senyum tipisnya.
"Hei…" ucap Siwon lembut.
Kyuhyun terkekeh kecil kemudian mengusap surai halus Siwon kemudian mencium puncak kepala kekasihnya itu. Siwon mendekap pinggul Kyuhyun untuk menariknya mendekat.
"Aku sudah selesai menyiapkan barangmu untuk besok. Apa Hyung berencana untuk menghabiskan malam disini?"
Siwon menenggelamkan wajahnya pada perut Kyuhyun dan menghela nafas panjang, "Entahlah… Aku hanya ingin memastikan aku sudah mempersiapkan matang-matang semuanya untuk tender besok. Walau begitu, ini begitu melelahkan."
Kyuhyun kembali terkekeh sambil tetap megelus surai Siwon lembut. Hal itu membuat Siwon terlena dan merasakan kantuk semakin menderanya.
"Hyung ingin aku membantu?"
Kyuhyun bisa merasakan Siwon menggeleng kemudian menarik kepalanya dan menatap Kyuhyun diatasnya.
"Aku rasa aku sudah selesai. Dan maaf membuatmu repot dengan bawaanku. Bagaimana bisa aku hidup tanpamu, Kyu?"
Kyuhyun tersenyum kemudian mencium bibir Siwon singkat, "Kau tidak bisa. Sekarang istirahatlah. Aku saja yang melihatmu sudah merasa lelah. Ayo kembali ke kamar, Hyung…"
Siwon menghela nafasnya sekali lagi kemudian mematikan komputer kerjanya. Menatap jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam kemudian mengikuti Kyuhyun yang sudah terlebih dahulu pergi menuju kamar mereka. Keduanya menghabiskan waktu untuk membersihkan diri sebelum tidur dan kembali ke ranjang mereka.
"Oh ya… Mengenai Minhyun… Aku sudah menjelaskan semuanya padanya." Kyuhyun berucap dengan hati-hati.
Siwon menatap Kyuhyun dengan memiringkan kepalanya, "Lalu?"
"Dia bisa menerimanya. Lagipula hari ini adalah hari terakhir dia berlatih dalam kelas tambahannya. Dia juga memintaku untuk mengajakmu dalam undangan wisudanya."
"Benarkah?"
Kyuhyun tersenyum tipis, "Iya. Tapi kita bisa memutuskannya setelah kau pulang dari Cina. Pertunjukannya masih Sabtu depan."
"Baguslah. Setidaknya aku tidak perlu khawatir tentang pemuda itu ketika aku jauh darimu."
Kyuhyun terkekeh kecil, "Kau ini… Aku juga sempat memberitahunya mengenai kita…"
Siwon mengangkat satu alisnya tidak mengerti, "Tentang?"
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, "Kau tahu… tentang… keputusan kita untuk menikah…"
Siwon tertawa mendengar Kyuhyun mengucapkannya dengan malu-malu. Mengacak surai Kyuhyun gemas dan memiringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.
"Well… Dengan begitu dia benar-benar akan menjauh darimu. Dan hei, kau tidak perlu malu untuk mengakuinya kepada semua orang. Aku juga berencana untuk memberitahu Jiwon sebelum kita pergi ke orang tuaku. Jiwon pasti akan menggila."
"Aku harap dia bisa menerimaku sebagai calon kakak iparnya. Setiap kali aku memikirkan hal ini, aku berakhir dengan pikiran aneh yang menjagaku dari tidur. Bukankah ini sangat menyebalkan?"
Siwon mendengus kecil, "Maka dari itu, ketika kau memutuskan untuk berpikir mengenai masalah ini, ajak aku berdiskusi. Kau harus ingat bahwa aku adalah calon suamimu dan itu artinya aku juga berhak memutuskan bagaimana jalan pikiranmu."
Kyuhyun mencubit kecil pinggang Siwon yang tertawa setelahnya.
"Hyung…"
Siwon menemukan Kyuhyun menatap langit-lagit kamar, "Hmm?"
Kyuhyun memiringkan tubuhnya untuk menghadap Siwon yang juga menghadapnya. Mengelus wajah kekasihnya itu lembut dan berhenti pada bibir Siwon. Menyapu bibir Siwon dengan ibu jarinya lembut. Siwon tersenyum.
"Apa yang ada dalam pikiranmu, Sayang?"
Kyuhyun tersenyum tipis mendengar pertanyaan Siwon. Menatap tepat dimata sang kekasih. "Aku tahu kau terlalu lelah untuk seks jadi aku mencoba menahan diri untuk tidak menyentuhmu ditempat yang lain, Hyung."
Siwon terkekeh, "Apa kau sedang dalam mood untuk itu?"
Kyuhyun mengedikkan bahunya, "Aku tidak tahu. Kau akan pergi untuk beberapa hari besok dan aku sudah mulai merindukanmu hari ini. Rasanya aneh sekali jika kau tidak ada di rumah. Tidak akan ada yang menyentuhku dan kusentuh."
Siwon tersenyum tipis kemudian mengangkat tubuh bagian atasnya hingga menutupi tubuh bagian atas Kyuhyun. Mendekatkan wajah keduanya kemudian memiringkan kepalanya. Kyuhyun mengerti arti gestur Siwon kemudian memejamkan matanya ketika bibir Siwon melumat bibirnya lembut. Lenguhan Kyuhyun berubah menjadi sebuah desahan ketika tangan Siwon menyelinap dibalik piyama tidurnya. Mengusap perut rata Kyuhyun dan bermain dengan puting Kyuhyun bergantian
Kyuhyun melepaskan ciuman mereka ketika nafasnya memendek dan menatap Siwon diatasnya, "Apa yang kau lakukan, Hyung?"
Siwon mendekatkan wajahnya ke sisi wajah Kyuhyun dan menggigit telinga Kyuhyun sensual, "Aku menyentuhmu. Dan kau bisa menyentuhku."
Kyuhyun sudah akan bersuara ketika Siwon menyubit salah satu putingnya membuatnya mendesah keras. Kejantanan Kyuhyun semakin menegang dibalik celana tidurnya. Siwon mengulum telinga Kyuhyun beberapa saat sebelum berbisik, "Buka bajumu, Kyu…"
Kyuhyun merona hebat mendengar perintah Siwon. Dengan sedikit malu-malu dia membuka kancing piyamanya satu persatu. Siwon terkekeh kecil melihat rona di wajah Kyuhyun.
Siwon menelusuri tubuh bagian atas Kyuhyun yang telah terekspos dengan lidahnya. Kyuhyun mendongakkan kepalanya ketika Siwon menjilat puting kirinya dengan begitu sensual. Menjambak rambut Siwon cukup kuat ketika Siwon menghisap putingnya kuat menimbulkan suara yang begitu erotis ditelinganya.
Tangan Siwon tidak tinggal diam. Menyelinap dibalik celana tidur Kyuhyun dan mengusap kejantanan Kyuhyun yang sudah menegang sempurna. Kyuhyun mendesah semakin keras. Ia sudah tidak peduli akan rasa malunya.
Siwon memberikan isyarat untuk Kyuhyun agar mengangkat tubuh bagian bawahnya yang dengan senang hati Kyuhyun turuti. Menatap Kyuhyun sejenak diantara kegiatan intimnya, "How about a blowjob?"
Kyuhyun masih terengah ketika Siwon menanyakan hal itu. Jadi ia hanya mengangguk.
Siwon menyeringai tipis kemudian menuruti kemauan Kyuhyun. Ia mulai menjilat kepala kejantanan Kyuhyun dan menelusuri slitnya dengan begitu sensual. Kyuhyun harus menahan gairahnya ketika Siwon menghisap kepala kejantanannya dengan begitu kuat.
"AGH! Si-siwonnn… Pleasehhh…"
Jadi Siwon menurutinya. Siwon mengulum kejantanan Kyuhyun sepenuhnya dan memijat testis Kyuhyun lembut. Kyuhyun mendesah keras ketika tangan Siwon yang lain bermain dengan putingnya. Siwon kemudian memindahkan tangannya yang bermain dengan putting Kyuhyun dan mengarahkannya dihadapan mulut Kyuhyun. Kyuhyun mengerti maksud Siwon dan segera menghisap ketiga jari yang Siwon sodorkan didepan bibirnya. Siwon menggeram rendah merasakan hal itu membuat Kyuhyun kehilangan kendali dirinya untuk beberapa saat.
Siwon mengubah posisinya menjadi sepenuhnya terbangun tanpa melepaskan kejantanan Kyuhyun dalam mulutnya. Kyuhyun menatap Siwon yang juga menatapnya, rona diwajah Kyuhyun semakin memerah membuat Siwon menyeringai. Membuka kedua kaki Kyuhyun dan memosisikan dirinya diantara kaki Kyuhyun.
Siwon melepaskan hisapannya pada kejantanan Kyuhyun untuk mengeluarkan suaranya, "Aku berubah pikiran. Berikan aku pelumasnya. Ride me!"
Mata Kyuhyun membulat. Jantungnya semakin berdetak cepat melihat pupil Siwon membesar. Kyuhyun segera memberikan pelumas dibalik bantalnya kepada Siwon. Siwon melepas seluruh pakaiannya sebelum mengubah posisi mereka hingga Kyuhyun berada diatasnya. Kyuhyun menjilat bibir bawahnya yang kering ketika melihat kejantanan Siwon sudah menegang sempurna.
Siwon membuka kap penutup pelumas ditangannya ketika Kyuhyun menghentikan aksinya, "Aku tidak membutuhkan persiapan, Hyung. Aku sudah melakukannya. Aku tidak ingin membuang tenagamu." Ucap Kyuhyun lirih dengan rona hebat diwajahnya.
"FUCK!" Siwon mengumpat membayangkan Kyuhyun bermain dengan dirinya sendiri.
"Apa kau membayangkanku ketika kau melakukannya?"
Kyuhyun menemukan keberaniannya ketika mendegar Siwon begitu putus asa diantara gairahnya.
Dengan seringai tipisnya Kyuhyun berkata, "Kalau kau ingin tahu, sebenarnya ini adalah fantasi yang kau bayangkan ketika aku melakukannya, Won."
Siwon mengeraskan dagu bawahnya ketika merasakan gelombang hasrat kembali membawanya menuju puncak.
"Ride me now, Kyu!"
"With my pleasure, Love…"
Kyuhyun segera memosisikan lubangnya diatas kejantanan Siwon yang menegang. Siwon harus menggigit bibir bawahnya ketika lubang Kyuhyun mulai menyelimuti kejantanannya dengan begitu ketat.
"Fuck, babe! Berapa jari yang kau gunakan, huh? Kenapa masih begitu sempit?"
Kyuhyun tersenyum lemah diatasnya, "Tiga jari. Dan kita berdua tahu kau lebih besar dari itu. Apakah kau menyukainya?"
"Fuck, yes!"
Keduanya menstabilkan nafasnya dan menahan sedikit lebih lama gairah mereka ketika kejantanan Siwon berada hampir sepenuhnya dilubang Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun diatasnya yang terlihat begitu indah dengan keringat didahinya. Memegang pinggul Kyuhyun dikedua sisi kemudian mencoba menanamkan seluruh kejantanannya di lubang Kyuhyun membuat Kyuhyun berteriak.
"SIWONHHH! It-it hurts… wait…"
Siwon berhenti melakukan pergerakannya ketika Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya didada Siwon sambil terengah. Rasa bersalah memenuhi setiap pori pada tubuh Siwon.
"Aku menyakitimu. Biarkan aku mengubah posisiku."
Kyuhyun menahan tubuh Siwon untuk tetap berbaring. Menopang tubuhnya dengan satu tangan diatas dada Siwon sambil menatap Siwon tepat dimatanya.
"Tid-tidak… Bukan begitu. Aku ingin melakukannya seperti ini. Aku hanya terkejut dengan sensasinya pada lubangku."
Siwon tersenyum masam melihat usaha Kyuhyun. Kyuhyun bisa meraskaan kejantanan Siwon melemas dalam lubangnya. Ia segera membuka matanya yang awalnya tertutup.
"H-hyung… k-kau…"
Siwon tidak menghapus senyuman mirisnya ketika dia mengelus lubang Kyuhyun dengan jarinya dan menunjukkannya pada Kyuhyun. Mata Kyuhyun membulat melihat jari Siwon berlumuran diujungnya.
"Sekarang kau mengerti apa yang kumaksud?"
Kyuhyun hanya terdiam ketika Siwon menangkat tubuhnya perlahan kemudian mengubah posisi mereka. Siwon mengeluarkan kejantanannya dari lubang Kyuhyun dan darah mulai mengalir dari lubang Kyuhyun.
"Tunggu disini, aku akan mengambil air hangat. Setelah itu kita akan pergi ke rumah sakit. Maafkan aku… Kyuhyun."
Kyuhyun tidak melewatkan setetes air mata yang lolos dari mata Siwon ketika ia meninggalkannya. Bahkan rasa sakit pada dada Kyuhyun melebihi rasa sakit pada bagian bawah tubuhnya. Mata Kyuhyun memanas. Membentuk tubuhnya dalam posisi fetal dan menangis dalam diam. Seharusnya ia tidak keras kepala. Seharusnya Kyuhyun tidak merasa tinggi dengan dirinya sendiri. Sekarang Kyuhyun harus menanggung konsekuensinya…
Sekarang… Kyuhyun harus menanggung rasa bersalah yang begitu besar kepada Siwon.
Dan Kyuhyun tidak yakin bahwa Siwon akan kembali menatapnya dengan cara yang sama.
.
.
.
.
.
To be continued.
*A/N: Huwaaa… maaf baru update TvT Please go easy on me yaaaa… Masih dapet feelnya kah? Aku gayakin chapter ini mampu menyentuh feel kalian, otokeeeeeee?! TvT Makasi buat May, Bella, Yuli, dan Desi yang melulu ngingetin update jadi terpacu bikin chapter barunya wqwqwq… Dan makasi buat reader yang masih setia nungguin cerita ini ampe lumutan TvT *sujud sujud* Maafkan akuuuuu membuat kalian menunggu ((': Te amo, mi amor xx
