KaiHun Area

Day 3

In The Evening, Dingin

Presented by Kim Jonghee a.k.a JongCay

Kim Jongin

Oh Sehun

Summary:

Sehun, yang selama hidup bersama pemuda itu tak pernah mendapatkan perlakuan demikian—kecuali jika saat di depan banyak orang tentu saja.

Disclaimer:

Para cast milik Tuhan dirinya sendiri dan orang-orang yang mencintai mereka. Cerita milik yang buat. Bairpun gaje, tanpa plot, typo berserakan, dan segala macam kekurangan dari cerita ini, tetep milik yang buat, hoho. #bangga

.

.

In The Evening, Dingin

.

.

Jongin menghela napas, mengurut kepalanya yang berasa nyeri. Matanya berkunang-kunang melihat berbaris-baris kalimat di lembaran buku tebal yang sedang dibacanya. Bahkan posisi duduknya sudah sangat mengkhawatirkan. Tubuhnya melorot dari atas kursi, kepalanya tergolek lemas ke sebelah kanan. Wajahnya sudah kuyu karena lelah. Sehun jadi tidak tega juga melihatnya.

"Kau pulang duluan saja, biar aku yang menyelesaikannya." Sehun menginterupsi perhatian Jongin. Pemuda itu menggeliat, kemudian memandang tajam si albino kesayangan.

"Tidak. Kita masuk bersama, jadi kita harus keluar bersama juga."

Ceritanya Sehun mengajak Jongin untuk mencari bahan di perpustakaan sekolah, sebanyak mungkin untuk mereka gunakan nanti pada saat kompetensi debat bahasa asing. Sudah dua jam berlalu sejak jam belajar mengajar di kelas berakhir. Selama itu pula keduanya tenggelam dalam lemberan-lembaran buku tebal. Ajaibnya, Jongin baru saja menyelesaikan salah satu dari sekian buku yang dipilih Sehun untuk mereka baca.

"Tapi kau keliatan sangat lelah sekali, Jonginnie," tukas Sehun terdengar khawatir. Jongin tersenyum lembut ke arah si pucat kesayangan dan dengan tangan kanan terulur mengusak sayang puncak kepala Sehun.

"Aku hanya belum terbiasa berlama-lama di tempat seperti ini Sehunnie," sahutnya menenangkan. Sehun tersenyum maklum.

"Mungkin lain kali, kau saja yang memilih tempatnya."

Jongin menegakkan dudukannya, menatap Sehun dalam dengan telapak tangan menyangga dagunya. "Yah, di kamar, bergelung dalam selimut dengan memelukmu, sepertinya akan menyenangkan," goda Jongin yang berhasil membuat Sehun merona.

"Yak! Kau ingin mati, Kim Jongin!" teriak tertahan Sehun layangkan dengan buku setebal lima inchi siap mendarat di kepala Jongin. Sementara pemuda tan itu malah terkikik geli melihat tingkah Sehun yang menggemaskan seperti itu.

Untung saja posisi mereka jauh dari meja penjaga perpustakaan, jadi keributan kecil mereka tak mendapat perhatian. Yah, kecuali dari orang yang memilih posisi sama seperti keduanya. Dari balik rak buku yang jadi penyekat di antara mereka, seorang siswa tersenyum miris dengan tangan bergetar meremas dada sebelah kiri. Kedua matanya berkabut menahan sesuatu yang sedari tadi mendesak keluar.

Kyungsoo mendongak, menahan liquid yang menggenang di kedua sudut matanya. Ia tidak menyangka akan sesakit ini.

Awalnya, Kyungsoo tidak bermaksud untuk menguntit atau menguping pasangan yang siang tadi mendeklarasikan diri. Ia hanya butuh tempat untuk menenangkan diri. Dan perpustakaan jadi pilihannya.

Dasar! Takdir sudah memberi jalan seperti itu, Kyungsoo bertemu dengan pasangan ini tanpa sengaja. Karena sudah terlanjur—yang awalnya Kyungsoo mau berbalik pergi saja—Kyungsoo berdiam diri di sana selama keduanya belajar serius.

Kyungsoo menyentak tubuh, beranjak dari tempatnya sesegera mungkin. Berjalan cepat tanpa berniat menengok ke belakang. Lesatannya cukup cepat hingga hanya menyisakan siluet hitam bagi yang tidak memperhatikannya. Terkecuali Jongin yang posisinya menghadap lorong. Walaupun samar, pemuda berkulit tan itu mengenal sosok pemilik siluet tersebut.

"Sehunnie, aku ke kamar kecil sebentar. Aku sedikit mengantuk." Bohongnya yang segera melesat sebelum mendapat jawaban dari Sehun-nya.

Pemuda albino itu memandang kepergian Jongin dengan memiringkan kepalanya. Mengangkat bahu tak acuh, Sehun kembali menenggelamkan diri dalam lembaran-lembaran buku tebal yang beberapa saat lalu terabaikan.

Sekembalinya Jongin dari kamar mandi, pemuda itu berjalan sempoyongan ke tempat terakhir kali ia meninggalkan Sehun seorang diri. Saat sampai pun, Jongin diam membisu. Terduduk lemas di samping kanan Sehun. Pemuda albino itu meliriknya dengan memiringkan kepala.

"Jonginnie, kenapa?" tanyanya imut. Kalau dalam keadaan biasa, atau perasaannya sedang baik, mungkin Jongin sudah meraup cepat bibir Sehun, lalu mencubit gemas pipi pemuda yang beberapa bulan lebih muda darinya itu. Tapi … saat ini keadaannya berbeda.

"Kita pulang. Sekarang." Jongin mendeklarasikan tiga kata tersebut dengan wajah datar terkesan dingin. Sehun, yang selama hidup bersama pemuda itu tak pernah mendapatkan perlakuan demikian—kecuali jika saat di depan banyak orang tentu saja.

Tak ingin merusak suasana hati Jongin yang sepertinya sedang buruk dengan bertanya 'kenapa?' atau 'Ada apa?', Sehun menurut saja. Dalam diam Sehun membuntuti Jongin dengan memiringkan kepalanya. bertanya-tanya dalam hati. Ada apa gerangan dengan kekasihnya itu? Apa Jongin ke sambet hantu toilet, yah?

Ah, entahlah. Sehun tak pernah mau mengganggu kekasih hitamnya dalam keadaan seperti ini. Ia, tidak berakhir mengenaskan. Maksudnya, berakhir dengan dibentak Jongin, didiamkan oleh pemuda itu, atau apa saja yang bisa membuatkan frustasi sampai tak bisa brpikir dengan jernih. Sungguh!

FIN

Okay, saya mau ceritany dulu sedikit.

Ini FFn kayaknya udah bulukan banget, haha.
Kagak diurusin. Sampe saya lupa sama ide ceritanya, hehe. /ditimpug/

Cuman, kemarinan dapet notif, ini ff ternyata masih ada yang minat. /sujud syukur/
Jadinya, pas ubek-ubek laptop, ternyata masih ada sebijian/? yang belum diposting. Noh, yang sekarang dijadiin curhatan.. wkwk

Saya nggak bakalan ngasih harepan (Ntar dikira php lagi.. wkwk), mungkin, mungkin aja nih, ada reader plus review yang ngebangkitin/? ingetan saya tentang ini ide ff yang udah mentok banget.. wkwk

Kali aja saya bakalan nerusin. Cuman, formatnya nggak bakalan pake 'Day' sama waktunya, hehe. (ini namanya tidak bertanggungjenab.. wkwk)
Mungkin kedepannya, saya bakalan publish dengan sedikit serius, hehe.

Okay, caw yeee~

Terimakasih buat yang udah ngingetin saya soal ff ini.. wkwk XD

Semoga suka~ ;)