Judul : uzumaki dan uchiha

Author : Rahmat Ardi Wijaya

Disclaimer : masashi kashimoto

Chapter : 12

Alur : campuran

Rated : T

Pairing : …..?

Genre : edventure

Elemen petir : hujan halilintar

Sebuah jutsu bertipe petir dikeluarkan rubah untuk menyerang lawannya, melihat sebuah jutsu yang tidak mereka sangka dimiliki sang musuh membuat para anbu itu langsung berlari dan menghindari serangan rubah, namun salah seorang anbu dengan topeng srigala kini tewas karena serangan rubah.

"sialan….kirigakure no jutsu" ujar seorang dari mereka mengeluarkan sebuah jutsu yang sangat menarik untuk dilihat naruto dengan mata sharingan miliknya

"sebuah ninjutsu untuk menyembunnyikan cakra dan menyerang dalam keheningan, ternyata yang dirumorkan benar, bahwa shinobi kirigakure dapat membunuh dalam keheningan" ujar rubah kini hanya melihat kesegala arah dengan sharingan miliknya

"hahahahaha…sharingan milikmu tidak akan berhasil menembus jutsu desa kami ini" ujar seseorang dari dalam kabut

"dasar bodoh, apakah kau sudah lupa aku adalah seorang shinobi dengan cakra angin, jadi terima ini elemen angin : tornado" teriak rubah sehingga munculah pusaran angin dan membawa semua kabut itu keatas dan menyebabkan semua penghalang kini sudah tiada

"baiklah sudah cukup bermain nya, sekarang aku mulai bosan" ujar rubah kini melihat dengan tajam kearah anbu itu dan akhirnya keduanya kini menjadi tak berkutik lagi dan masuk kedalam genjutsu rubah

"sekarang aku ingin tahu apa masalah yang ada di desa kirigakure" ujar rubah kini membuat seorang anbu mengatakan sebuah masalah yang sangat serius dalam desa kirigakure.

"desa kami sedang dalam masalah tentang 7 pengguna pedang, beberapa dari mereka memberontak dan tidak mau mematuhi perintah mizukage ke 5"ujar anbu itu

"dimana zabuza dan haku?" tanya rubah

"mereka berdua tewas oleh seseorang dan pedangnya yang bernama kubikiribocho kini hilang entah kemana. Padahal hanya dia dan coujuro yang mengikuti mizukage lawan kami ada 5 orang pengguna pedang dan kami hanya memiliki satu pengguna pedang" ujar anbu itu

"bawa aku ke mizukage, aku ingin mengambil misi ini" ujar rubah kini menyadarkan dua orang itu dengan sekali sentuh sehingga kedua anbu itu kini mengambil jarak.

"sudahlah kalian berdua, aku ingin bertemu dengan mizukage dan aku ingin membantunya, tentu saja dengan bayaran jika dia berminat" ujar rubah

"membantu, apa yang kami butuhkan dari seorang anak seperti mu?" tanya sang anbu kelinci

"bawa saja aku kehadapan mizukage, aku sudah tau masalah pendekar pedang yang kalian hadapi. Jadi mari kita ke desa kiri dan menghadap ke mizukage."ujar rubah kini berjalan lebih dulu sementara dua anbu itu kini berjalan dibelakang rubah.

Setelah beberapa saat berlari rubah dan 2 orang anbu dari kirigakure akhirnya sampai di pintu gerbang desa kiri sehingga membuat penjaga pintu gerbaang kaget karena kedua rekannya kini dalam kondisi yang tidak baik.

"apa yang ingin kau lakukan di desa kami?" tanya penjaga itu

"tidak perlu risau, dia ingin bertemu dengan mizukage sama" ujar sang anbu

Setelah mendengar perkataan sang anbu, penjaga itu kini membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mereka masuk. Setelah beberapa saat berjalan mereka akhirnya sampai di kantor hokage dan bertemu dengan mizikage.

"selamat siang mizukage sama" ujar naruto kini membungkuk

"siapa kau? Dan mau apa kau kedesa kami?" tanya mizukage

"anda terlalu kasar bertanya, bisakah kita berbasa-basi terlebih dahulu. Aku sedang tidak terburu-buru" ujar naruto

"baiklah, maaf ketidak sopananku. Jadi apa yang kau ingin kan?" tanya mizukage

"tidak banyak, aku sudah mengetahui masalah mu dengan ke 7 pendekar pedang, karena 5 dari mereka tidak mau tunduk pada mu kan, jadi aku ingin meminta persetujuan mu untuk memburu mereka, dan tenu saja dengan harga tentunya" ujar rubah kini duduk dan dalam sekejap akar pohon menjadi tempatnya duduk.

"elemen kayu, sudah lama aku tidak mendengar dan melihat kemampuan seperti ini. Dari desa mana kau berasal?" tanya mizukage

"jika anda menerima penawaran ku, maka aku secara kontrak sudah menjadi shinobi desa mu, dan itu bisa dipastikan" ujar rubah

"kalau begitu kami bisa menggunakan mu untuk menyerang dan menghancurkan musuh yang kami inginkan" ujar mizukage

"anda terlalu serakah nona mizukage, aku hanya menjalankan misi saja. Dan tidak untuk masalah politik" ujar rubah kini berbicara menanggapi perkataan mizukage

"jadi kau ingin menangani kasus pendekar pedang?" tanya mizukage

"ya, dan aku meminta bayarannya setengah sekarang dan setengahnya setelah selesai" ujar rubah

"ada 5 kepala yang harus kau bawakan pada ku, aku akan memberikan setengahnya setelah kau mengalahkan satu orang dari mereka dan membawakan kepalanya" ujar mizukage

"hahahahhahaha/…..sepertinya anda masih tidak percaya pada ku nona mizukage" ujar rubah kini mengambil sebuah gulungan dan mengeluarkan sesuatu dari dalam fuin itu

Semua orang terkejut saat mereka melihat sebuah kepalakini tanpa tubuh lagi.

"itu adalah kushimaru" ujar coujuro

"kau…bagaimana kau mendapatkan kepala ini?" tanya mizukage

"dari sebuah misi sebelumnya, dan dari kekalahannya aku mengetahui bahwa ada masalah serius di desa kiri dan aku memanfaatkan itu untuk mencari uang" ujar rubah

"bagaimana dengan nuibari?" tanya coujuro

"senjatanya masih tertinggal disana saat aku membunuhnya, karena aku kira itu bukanlah sebuah senjata khusus" ujar rubah

"satu masalah sudah selesai, sekarang bagaimana dengan senjata nya?"tanya mizukage

"aku bukanlah seorang kolektor nona mizukage, kalau Cuma mencari senjata mungkin para shinobi kalian akan bisa menyelesaikanya" ujar rubah kini berbicara dengan santai

Mendengar perkataan rubah, mizukage kini memandang coujuro dan aoba yang menjadi penasehatnya, dan kedua orang itu akhirnya mengangguk pertanda setuju.

"baiklah, untuk senjata dan kepalanya kau bisa mendapatkan uang dua kali lipat, dan jika hanya kepalanya saja kau hanya akan mendapatkan uang segini" ujar mizukage kini melemparkan uang kemeja dengan jumlah yang cukup banyak.

"heh…..ini menurutku masih kurang nona, bisakah tambahkan 100 lagi, karena menghadapi mereka bukanlah perkara mudah" ujar rubah kini kembali duduk setelah melihat dengan jelas uang yang ia akan terima.

"tapi desa kami sedang masa pembangunan, kami tidak bisa memberikan lebih dari ini?" ujar mizukage kini bernada lembut

"baiklah, karena menurutmu kalian masih masa pembangunan. Sebagai gantinya siapa yang membunuh haku dan zabuza momochi" ujar rubah itu sehingga membuat semua orang menjadi terkejut

"kenapa kau ingin tahu?" tanya mizikage menutupi keterkejutannya

"aku akan berkata dengan jujur pada kalian, mereka berdua tidak akan tewas hanya karena lawan yang biasa, jadi siapa yang menyerang mereka berdua?" tanya rubah

"entahlah, kmi kurang tahu, namun semua orang yakin bahwa yang membunuhnya adalah sebuah organisasi yang bernama akatsuki, dan setelah kematian mereka berdua, pedang kubikiribocho juga hilang seperti ditelan bumi" ujar mizukage

"akatshuki, sebuah organisasi yang menyerang lawan dengan bayaran yang murah. Jadi siapa yang dendam dengan mereka berdua. Ini sedikit mencurigakan. Baiklah aku sudah mendapatkan bayaranku untuk orang ini. Aku akan pergi dan membawakan kepala masng-masing dari mereka berempat sisanya" ujar rubah kini berjalan keluar dari kantor mizukage dan menuju langsung ke pintu gerbang.

"kau melihatnya aoba, dia memiliki cakra yang besar dari dalam tubuhnya yang masih terbilang kecil itu. apakah dia memiliki kemampuan untuk membunuh mereka semua ya" ujar mizikage

"entahlah, tapi kenapa tidak kita tanyakan saja pada mereka berdua" ujar aoba menunjuk kedua anbu yang selamat

"ceritakanlah tentang kemampuan anak itu" ujar mizukage

"baiklah, pada awalnya kami beriga menyerangnya di keramaian, namun dia pergi dan mengajak kami kearah tempat yang lebih sepi, katanya tidak baik melibatkan orang yang tidak bersalah sehingga dia memilih tempat yang sepi. Seperti nona ketahui, dia memiliki sharingan dimatanya dan dengan sharingan dimatanya itu, dia berhasil membunuh satu diantara kami bertiga" ujar sang anbu

"jenis perubahan cakra yang dia miliki jenis apa saja?" tanya coujuro

"selama pertarungan dia hanya menggunakan elemen angin, namun ada beberapa kemampuan yang tidak biasa dari dirinya, seperti kemampuan kugutsu dengan media fuma shuriken dan fuinjutsu" ujar sang anbu

"fuin dan dia adalah orang suna, atau orang konoha yang berkerabat dengan uzumaki klan" ujar mizukage

"tapi melihat dari sharingan miliknya, kita memiliki kepastian besar dia dari konoha, karena hanya konohalah yang memiliki sharingan" ujar aoba

"kau benar, sepertinya dia memiliki sebuah rahasia. Apakah cakranya tadi asli?" tanya mizikage

"ya, cakra nya asli, dan sangat besar" ujar aoba yang melihat dengan mata kanannya

"sepertinya kia memiliki harapan untuk nya selama dia berkerja dengan kita" ujar mizukage

"menurutku, dia tidak akan mau diperintah nona, karena itulah dia tidak memiliki desa. Dan lagi pula, seorang pengguna sharingan bisa menyimpan seribu pedang dimatanya" ujar aoba

"baiklah, mari kita tunggu kabar baik dari tuan rubah itu" ujar mizukage kini kembali berkutat dengan lemaran-lembaran kertas yang ada di depannya.

Sementara itu, di posisi musang kini dia masuk kedalam desa kumo dengan santai dan tidak diketahui oleh orang-orang, namun sebuah kejutan terjadi ketika raikage ke 4 langsung menyerang musang dengan kecepatan yang dimiliki oleh raikage ke 4.

"ada apa seorang shinobi asing seperti mu datang kedesa ku" ujar raikage ke 4

"dari jauh aku datang kemari hanya untuk mengetes dan mengasah kemampuan ku" ujar musang kini mengeluarkan sebuah fuma shuriken dari dalam fuin miliknya.

"baiklah, mari kita cari arena bertarung yang pas untuk kita berdua" ujar raikage kini menghilang dalam kilatan petir sehingga membuat musang tersenyum dibalik topengnya

"anda sungguh sangat cepat seperti yang dirumorkan, ujar naruto kini menghilang dan menyusul raikage dengan tubuh yang terbakar. Setelah lama, akhirnya mereka berdua muncul di sebuah hutan yang jauh dari keramaian dan muncul dengan shunshin mereka masing-masing.

"kau ternyata capat juga bocah" ujar raikage kini sudah berdiri dengan kilatan cakra petir di tubuhnya

"anda tidak buruk, dengan kemampuan petir seperti itu aku yakin anda memiliki kekuatan dan kecepatan yang hebat" ujar musang menyeringai dibalik topengnya

"apakah kita akan bertarung dengan kemampuan full kita atau bertarung seperti biasa" ujar raikage kini melipat tanganya di dada.

"hahaha…..anda sungguh percaya diri raikage sama, bagaimana kalau kita bertarung dengan sungguh-sungguh, mungkin aku akan cidera, tapi aka nada kebanggan di dadaku karena berhasil bertarung dengan raikage dengan kemampuan penuhnya"ujar musang kini mengeluarkan cakra petir yang sama dengan raikage sehingga membuat raikage terkejut.

"hahaha…pantas saja kau berani menantangku, kau juga menyukai kecapatan dan kekuatan"ujar raikage kini bersiap untuk bertarung sedangkan musang kni melakukan hal yang sama. Beberapa shinobi yang baru datang terkejut Karena raikage mereka sangat jarang mengunakan kemampuan fullnya ini.

"ya…." Ujar musang kini sudah berada dibelakang raikage dan memukulnya, namun pukulan sang musang kini hanya menyentuh tanah kosong dan membuat raikage kini memiliki kesempatan untuk menyerang musang, namun karena kecepatan dan kecakapan mereka kini adu pukulan dan tendangan tak terelakkan sehingga membuat mereka kini mundur beberapa langkan dan mengambil nafas.

Semua orang yang melihat tidak percaya ada orang lain yang bisa menandingi kecepatan raikage selain hokage ke 4. Namun semua orang terkejut saat raikage kembali menyerang musang dan berhasil ditahan dan dibalas oleh musang dnegan kontan sehingga pukulan yang berkekutan tinggi kini bertubrukan sehingga menghasilkan dorongan udara yang kuat, namun karena beda postur naruto kini terpental cukup jauh, sedangkan raikage tidak terlalu jauh karena postru tubuhnya yang lebih besar.

'anak ini sungguh kuat, bahkan seharusnya dia sudah tewas sejak tadi karena serangan ku, namun dia berhasil menahan dan bahkan memuluk mundur diriku'pikir raikage kini bersiap menyerang naruto yang hendak berdiri

"kau kuat, tapi kau harus kalah sekarang" ujar raikage muncul dibelakang musang yang kini sedang mengeluarkan darah dari mulutnya. Semua orang mengira pertarungan akan berakhir, namun dalam sekejap posisi pertarungan kini terbalik, karena dengan sharingan dimatanya musang berhasil menghindar dan membalas lebih banyak pukulan pada raikage sehingga raikage kini terpental jauh kebelakang karena pukulan dan tendangan musang.

"raikage sama" ujar para shinobi dari kumo yang melihat pertandingan itu

"jangan mendekat, jika kalian membantu berarti aku yang kalah" ujar raikage sehingga membuat mereka semua kini berdiam diri ditempat mereka berada.

"hahaha…anda yang menang tuan raikage, aku sudah tidak kuat lagi" ujar musang dengan menurunkan cakaranya secara dratis hingga membuat beberapa shinobi kumo tidak percaya termasuk raikage.

"baiklah, mampirlah ke kantor ku sekrang, aku ingin berbicara dengan mu" ujar raikage

"ya, aku akan kesana setelah mandi air panas" ujar musang kini pergi dan mencari pemandian air panas

Setelah kepergian dari musang, raikage dan para shinobi dari kumo kini saling tatap dan lihat dan menganguk secara bersamaan.

"kalian juga merasakannya ternyata" ujar raikage

"ya tuan, orang seperti itu tidak mungkin selemah itu. dan juga cakranya menurun secara drastic sedikit membuatku heran" ujar shinobi itu

"ya, mari kita lihat kemampuanya dalam hal polotik" ujar raikage kini menuju kearah kantor nya

"haha…hah…pertarungan yang menyenangkan, dia benar-benar kuat dan cepat, tidak kusangka ada orang sekuat dan secepat ini di dunia ini, bos pasti senang jika menghadapinya secara langsung" ujar musang kini hanya masuk kedalam bak air panasnya.

Setelah lama berendam di air panas, musang kini menuju kearah kantor raikage untuk memenuhi janjinya berkunjung kekantor orang yang dikatakan tercepat itu.

"oh…ternyata anda sudah selesai berendam, silahkan duduk" ujar raikage

"hahaha…anda terlalu pormal pada ku raikage sama, lagi pula aku hanya seorang bocah yang ingin menjadi kuat dan mencoba kekuatan ku" ujar musang dengan senyum tampak dimatanya

"apakah kau dari konoha?" tanya raikage

"tidak, aku adalah shinobi bebas, dan tidak pernah terikat pada desa manapun" ujar musang kini mengambil minuman yang ada disana

"oh…jadi begitu, lalu bagaimana kau memiliki sharingan itu" ujar raikage

"ini adalah rahasia kecil ku" ujar musang menjawab dengan singkat

"hahaha…ya kita semua memiliki sebuah rahasia" ujar raikage

"ya,…jadi anda memiliki sebuah rahasia besar" ujar darui kini bertanya pada musang

"hahahaha…tidak kusangka ada yang sejeli itu disini, bahkan dari beberapa orang disini mereka tidak menyadari dan mencerna makna dari kalimatku, sedangkan anda sungguh cermat" ujar musang

"tentu saja sebagai tangan kanan raikage sama aku harus jeli dalam sebuah tindakan" ujar darui

"ya…anda pantas mendapatkan kedudukan itu" ujar musang kini duduk santai

"jadi kenapa anda datang kedesa kami?" tanya raikage

"aku kemari sedang mencari sebuah pekerjaan, dan jika bisa itu untuk masalah membunuh dan membunuh, dan tentu saja dengan bayaran yang setimpal. Namun aku tidak ingin merusak polotik antar desa dan negar, jadi aku akan menerima misi hanya yang berkaitan dengan desa itu sendiri dan tidak berkaitan dengan desa lain" ujar musang

"hahaha….kau datang kedesa yang kurang tepat, karena kami bisa mengatasi semua musuh kami dan penghianat dengan tangan kami sendiri. Maaf anda tidak beruntung" ujar raikage

"anda ternyata bisa tertawa juga raikage sama, namun mencari uang adalah pekerjaan kedua ku, dan pekerjaan pertamaku adalah menantang seseorang, jadi anda adalah alasan kenapa aku kemari tuan raikage. Semua orang di dunia shinobi ini sangat meng elu-elukan anda dengan kecepatan dan kecakapan anda, namun sepertinya semua itu benar, dengan kemampuan ku yang sekarang, jangankan untuk mengalahkan anda, bahkan untuk memukul jauh anda saja tidak akan pernah terjadi sekarang ini" ujar musang

"hahaha…ya, di usia mu yang masih muda ini, kau masih bisa lebih cepat dari ku jika kau terus berlatih" ujar raikage kini menelaah dengan cermat kalimat sang musang.

"lalu kemana anda akan pergi setelah ini?" tanya darui

"iwagakure, aku ingin melihat teknik debu milik shucikage" ujar musang

"anda sepertinya ingin mati muda ya, namun dengan kecepatan dan kecakapan anda dalam berlari anda bisa saja menghadapi kakek tua itu" ujar raikage

"hahahaha…anda tidak mengenalku dengan baik tuan raikage." Ujar musang kinimembut meja yang dihadapanya kini berubah menjadi kayu dan bertranformasi menjadi corak yang lebih indah.

"elemen kayu, apakah kau seorang senju?" tanya darui

"aku tidak terikat pada siapa saja, jadi sebaiknya aku pergi sekarang agar tidak kemalaman dalam perjalanan menuju ke desa iwa" ujar musang kini berdiri dan meninggalkan desa kumo dengan berlari menuju pintu gerbang dengan cepat.

#skip#

Setelah seharian berlari sang bunshin naruto dengan nama kode musang kini sudah memasuki kawasan desa iwa, namun karena hari akan segera gelap maka sang musang pun kini membentuk sebuah tenda darurat, atau lebih tepatnya membentuk sebuah tempat tidur yang sederhana dialam bebas ini, sehingga membuat dia bisa saja menjadi incaran makhluk buas di hutan tersebut. Sementara itu, kini sang rubah sedang melakukan hal yang sama, bedanya dia kini menginap di sebuah desa dan akan melanjutkan pencarian targetnya esok pagi.

Dalam petualangan, waktu seperti cepat berlalu karena hanya dalam sekejap mata kini pagi sudah menyongsong sehingga membangunkan kedua bunshin ini dari tidurnya.

"baiklah, aku sudah siap" ujar keduanya di waktu dan tempat yang berbeda kini bersiap menyelesaikan pekerjaan mereka.

Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya sang musang kini masuk kedalam kawasan iwagakure, namun disana terlihat tenang dan berjalan seperti biasa tanpa adanya sebuah masalah. Sehingga sang musang kini sedikit khawatir dengan keadaan tenang seperti ini.

'ada apa dengan desa ini, kenapa keadaannya begitu damai dan tenang, bahkan ini terlalu tenang menurutku' pikir sang musang kini berjalan terus menuju kesebuah kedai untuk sarapan.

"paman aku minta onigirinya satu porsi dan beberapa barbekyu" ujar sang musang

"baiklah" ujar sang paman kini menyiapkan beberapa pesanan yang juga sudah di pesan pelanggan lain.

'ada banyak shinobi yang berbelanja dan sarapan disini, apakah mereka sengaja mengawasiku atau mereka memang sedang sarapan'pikir musang kini melihat kondisi sekitar

"ini dia silahkan dimakan" ujar pelayan kedai itu

'semua orang melihat kearah ku, sebaiknya aku membuka sedikit celah ditopeng ini untuk menyantap makanan ku' pikir sang musang kini mengangkat topengnya dan memperlihatkan bagian bibirnya saja yang terlihat dan memakan sarapannya dengan cepat.

Setelah selesai makan, sang musang kini keluar kedai setelah membayar dengan uang pas, namun karena uangnya ada di dalam fuin maka dengan terpaksa dia memperlihatkan sedikit kemampuan nya dalam fuin pada shinobi iwagakure itu. setelah itu, musang langsung berjalan dengan santai dan mencari semua peralatan yang dia inginkan untuk menjadi senjatanya saat ini.

"wah…..apakah ini toko untuk persenjataan shinobi?" tanya musang pada seorang pelayan

"tentu, silahkan masuk dan pilih barang-barang kami" ujar sang pelayan

Sang bunshin banyak melakukan transaksi dengan warga desa iwa sehingga membuat beberapa anbu yang diketahui oleh sang bunshin kini terus mengikutinya, dan suasana berubah saat sang musang membeli sebuah senjata, sehingga suasana disana menjadi lebih dingin dan membuat musang merasakan niat jahat mereka.

'sepertinya mereka akan menyerang ku nanti, jadi sebaiknya aku cepat, karena aku rasa shucikage tidak akan turun tangan sebelum aku mengalahkan mereka semua' pikir sang musang kini membayar dan menghilang dengan terbakar api

Melihat target mereka menghilang, para anbu itu langsung mengejar musang menuju ke sebuah perbukitan batu disana sehingga membuat sulit untuk mencari air untuk pengguna elemen air.

"sepertinya kalian memang sengaja menunggu ku untuk keluar dari desa ya, apakah kalian takut aku permalukan di depan penduduk desa iwa?" tanya musang kini berbalik dan melihat dengan mata sharingan miliknya satu persatu anbu iwagakure itu.

"hahahaha…ternyata kau bisa berbicara sombong juga bocah, kami yang sudha bertahun-tahun menjadi anbu tidak akan kalah dengan bocah yang baru berumur sekitar 13 tahunan seperti mu" ujar sang anbu kucing kini berbicara selaku pemimpin dari 4 anbu lainya

"jadi kalian adalah team anbu dari desa iwa, aku ingin tanya ada berapa team anbu dalam desa iwa?" tanya musang kini meningkatkan tensi cakranya

"heh…dengan cakra yang seperti itu tidak akan membuat kami gentar. Lagi pula kami tidak akan memberitahukan nya pada orang luaran seperti mu" ujar sang anbu elang berbicara menanggapi cakra sang target kini meningkat.

"baiklah kalau kalian tidak mau menceritakannya padaku, karena aku akan mengetahuinya dengan sediri" ujar musang kini mengeluarkan katana yang baru saja dia beli di toko beberapa saat tadi.

"heh….kami tidak akan segan, majulah jika kau punya nyali" ujar sang anbu

"kau ini, kenapa kau terburu-buru" ujar musang kini sudah berada di belakang sang anbu yang berbicara barusan dan menebaskan pedangnya, namun ditahan oleh anbu kucing sebagai pemimpin dan anbu yang lainya kini membalas serangan musang dengan cara keroyokan sehingga membuat sang musang harus dengan cepat melihat gerakan lawan dan membalasnya dengan tepat.

'dia cepat dan juga tangkas, aku tidak melihat pergerakannya barusan' pikir sang anbu yang diserang musang

"bagaimana, apakah kalian mengira aku akan tumbang hanya dengan kalian berlima yang menjadi lawanku, dan supaya kalian percaya mari kita buktikan kebenaran dari perkataan ku" ujar musang kini menusukkan kanatanya ketanah dan membuat sebuah rangkaian seal dan akhirnya

Elemen kayu : penjara 4 pilar

Ujar sang musang kini menyerang para anbu dengan penjara 4 pilar, namun sang anbu yang terkejut melihat sebuah elemen yang sudah lama hilang tidak sempat menghindar dan akhirnya mereka masuk dalam penjara yang naruto ciptakan.

"sepertinya kalian memang tidak pantas menjadi anbu, masa dengan sebuah jutsu saja kalian sudah terperangkap" ujar musang mendekat kearah para anbu itu, namun setelah mendekat ternyata yang didalam adalah sebuah bunshin sedangkan yang asli kini bersiap dengan jutsu mereka masing-masing.

"rasakan ini elemen api : bola api"

Elemen tanah : taring naga tanah

Kelima anbu itu kini mengeluarkan dua jenis jutsu yang sama, sehingga kini ada 3 naga tanah dan 2 bola api yang menyerang sang musang, namun bukanya takut sang musang malah tersenyum dan membuat sbeuah jutsu dengan hanya sebelah seal tangan saja.

"rasakan balasan dari ku" ujar sang musang

Elemen air : gelombang tsunami

Elemen petir :tiga naga petir

Kedua jutsu yang dieluarkan msang secara bersama-sama kini akhirnya bertuburkan dengan ke lima jutsu milik semua anbu itu, sehingga terjadi ledakan disana dimana tempat jutsu mereka bertubrukan. Karena kuatnya ledakan kini debu sudah banyak yang beterbangan sehingga membuat pengliatan menjadi tidak jelas, namun dengan sharingan naruto kini menyelinap dan menebaskan katananya kearah leher satu demi satu anbu dihadapannya.

Ehk…..ahk…..ahk…..teriakan demi teriakan kini terdengar jelas dalam balutan debu, sehingga membuat anbu yang lain kini langsung bersiaga dan saling membelakangi. Namun setelah beberapa saat, akhirnya debu menghilang dan terlihatlah 3 orang anbu yang tewas dengan leher yang hampir putus.

"hahahaha….kalian memang tidak pantas menjadi seorang anbu, kalian bahkan tidak bisa menyerang dalam keheningan, ini sama sekali tidak sebanding dengan para anbu dari kirigakure" ujar musang kini membuat suasana yang mereka rasakan kini menjadi emosi

"akan aku hancurkan mulut besarmu itu dengan pedang ku ini" ujar sang anbu elang yang masih hidup kini menyerang dengan keahlian kenjutsu miliknya sehingga membuat sang musang kini meladeninya dengan pedang ditangannya

Trink…trinkk…..kedudukan tidak seimbang dimana saat anbu kucing kini membantu anbu elang meyerang musang dnegan pedang mereka sehingga kini terdapat beberapa luka gores dari pedang dua orang anbu itu.

"sial …ternyata kalian sangat ahli dalam memainkan senjata, dan aku masih kurang berlatih menggunakan senjata, jadi sebaiknya aku menyelesaikan ini dengan cepat" ujar musang kini terlihat mulai serius dengan beberapa kerikil disekitarnya kini mulai melayang diudara akibat cakra yang dikeluarkan sang musang.

Karena melihat dan merasakan cakra musang kini meningkat, tanpa sadar mereka semua kini menatap dengan jelas mata sang lawan sehingga para anbu itu dengan sangat cepat terseret masuk kedalam sebuah genjutsu yang diciptakan oleh sang musang.

Dalam kendali dan kekuasaan sang musang kedua anbu itu kini mulai berbicara semua informasi yang dia ketahui, dan tibalah ada sebuah informasi yang sangat rahasia dimana ternyata sang shucikage pernah menggunakan jasa akatsuki untuk membasmi beberapa penghianat sehingga membuat musang tercengang.

"akatsuki, bagaimana cirri-ciri dari kelompok mereka?" tanya musang pada salah satu anbu

"mereka memiliki serangam dengan corak awan merah" ujar sang anbu

"baiklah, kau akan sadar setelah beberapa jam, dan katakan pada shucikage, maaf aku tidak bisa menunggunya sekarang untuk bertarung, tapi mungkin lain waktu" ujar musang kini meninggalkan sang anbu dalam ketidak sadaran mereka.

Setelah meninggalkan para anbu yang sedang dalam keadaan yang tidak sadarkan diri, sang musang kini membuat satu bunshin dan melepaskanya supaya informasi yang dia dapatkan menyebar pada bunshin satunya dan sang tuan yakni naruto.

Setelah beberapa minggu akhirnya kini ada sebuah berita baru di buku bingo yang mencantumkan nama kode musang dan dicari hidup atau mati, dan pencetus itu adalah desa iwa, dimana mereka merasa bahwa musang membahayakan informasi dari desa nya.

Hal ini juga diketahui oleh rubah, bahwa kembaranya kini sedang menjadi buruan dari Negara shinobi, sehingga dia pun kini mulai bergegas mencari targetnya dan untuk itu dia mencari sang musang untuk dijadikan umpan bagi para pembunuh bayaran seperti dirinya, karena para pendekar pedang dirumorkan menjadi pasukan bayaran untuk melakukan tugas seperti dirinya.

Setelah seu bulan akhirnya musang dan rubah kini bertemu di sebuah perbatasan desa kiri dan iwa sehingga membuat mereka bertukar tatap dan langsung berpelukan dan berjabat tangan menanyakan kabar masing-masing.

"kau sudah menjadi buronan sekarang, aku ingin meminta bantuan mu dalam hal ini, terutama jika lawan mu adalah para pendekar pedang dari kiri, karena aku memiliki misi untuk membunuh mereka semua" ujar rubah

"baiklah, aku akan berusaha untuk menghancurkan siapa saja dengan cepat, dan aku rasa kau akan bertemu dengan targetmu sebentar lagi" ujar musang kini duduk di pinggir sungai

"ya, aku juga merasakan keberadaan mereka semua,ada 10 orang yang bersembunyi, namun mereka tidak bekerja sama, melainkan ingin memiliki seddiri hadiah itu untuk mereka sendiri, jadi kita apakan mereka?" tanya rubah

"jika ada diantara mereka yang menggunkan senjata dari kiri maka kau akan melawannya, namun jika tidak biarkan aku saja, karena aku sudah lama tidak menari" ujar musang kini berbaring dengan santai walau ada banyak musuh yang mengincarnya.

"ternyata penyakit bos ada di kamu ya, kau gila bertarung. Sudah berapa banyak orang yang kau ajak bertarung?" tanya rubah kini ikutan berbaring

"banyak sudah tidak bisa aku hitung dengan jari, namun yang paling seru itu saat melawan raikage dan aku mengaku kalah karena aku tidak mau mempermalukan sang kage dihadapan anak buahnya sendiri, itu tidak sopan namanya" ujar musang kini memejamkan mata nya

Sementara musang dan rubah berbincang-bincang, kini para pembunuh bayaran sedang bersiap untuk menyerang mereka berdua sehingga niat jahat mereka kini tersa jelas di kulit musnag dan rubah sehingga keduanya kini membuka mata mereka dan langsung menghindar karena ada beberapa shuriken kini menyerang dan menancap di tanah tempat mereka berbaring barusan.

"siapa yang berani menyerang dari belakang, jika kalian ingin kepalaku, silahkan datang dan ambil sendiri" ujar musang sehingga sepuluh orang yang tidak terlalu dikenal kini muncul dihadapan musang dan rubah.

"pedang kembar kiba, dari mana kau mendapatkan itu?" tanya rubah

"aku membunuh penggunanya" ujar sang musuh

"berikan pada ku" ujar rubah kini mengulurkan tangannya, namun bukanya sebuah kesopanan yang dia terima namun sebuah serangan dari pemburu lainya. Namun rubuh tidak bergeming dan hanya berdiri disana karena sang musnag kini menahan semua serangan yang ditujukan pada rubah sehingga musang langsung menyerang kesembilan musuh yang menginginkan kematiannya itu sekaligus.

"hey…apakah kepala mereka memiliki harga yang besar?" tanya musang pada rubah yang hanya melihat kearah pedang kembar kiba

"ya, namun tidak banyak, tapi jika sudah ada 9 kepala maka berbeda jadinya," ujar rubah kini melipat kedua tangannya di dada.

"baiklah, akan aku tinggalkan kepala mereka untuk mu. Mungkin akan menjadi dana untuk cemilan dalam perjalanan kita" ujar sang musang kini membuat sebuah seal yang rumit dan panjang

Melihat musnag membuat seal yang rumit dan panjang kesembilan pemburu itu kini bersiaga dan menghunuskan pedangnya kearah musang.

"maaf aku tidak sedang bermain, karena kalian tidak layak menjadi bahan permainan" ujar musang kini berguman dengan pelan tentang jutsunya

"elemen es : serbuk salju" ujar musang kini membuat suhu disekitar ke Sembilan orang itu kini menjadi lebih rendah dari -1000 c, sehingga dalam sesaai mereka semua kini tidak bisa bergerak, karena kini kaki mereka sudah mulai membeku, karena panic salah seorang dari mereka memukul e situ sehingga e situ hancur, namun yang membuat terkejut adalah, tidak hanya esnya yang hancur, namun kaki nya juga ikut hancur seperti es yang dia hancurkan barusan.

"sudah aku katakan aku tidak sedang bermain disani, jadi maaf aku harus kejam pada kalian" uar musang kini memperlihatkan senyum dengan mata nya yang tertutup.

Srinkkk…bunyi musang kini mencabut kanatanya dari punggungnya sehingga membuat rubah dan seorang pemegang pedang kembar kiba kini melihat kearah musang dan

Cracccss….crasss…crass….ahk…..ahkk…..

Suara sebuah Kanata menggorok leher mereka dan suara teriakan dari para pemburu itu kini terdengar bagai sebuah melodi kematian yang indah ditelinga musang, bahkan darah yang membanjiri tempat itu kini juga mengenai tubuh musang sehingga kini dirinya penuh dengan darah para pemburu dirinya.

"rubah, kau tidak memiliki masalah membawa kepala mereka kan?" tanya musang

"jika bisa tolong langsung masukkan kedalam fuin ini" ujar rubah melemparkan sebuah gulungan pada musnag.

"dasar merepotkan, sudah aku bantu memenggal kepala mereka kamu malah melunjak, dasar" ujar musang namun tetap melakukan apa yang dikatakan oleh rubah.

'manusia macam apa mereka ini, bahkan untuk bermandikan darah lawan saja mereka sudah biasa. Apakah mereka memang benaran masih bocah' pikir sang pemburu terakhir

"kau mau melawan atau kau ingin menyerahkan itu dengan damai pada ku" ujar rubah kini mengulurkan tanganya lagi.

"tidak, akan ku hancurkan kalian berdua" ujar orang itu kini menyatukan dua pedang itu sehingga tercipta listrik yang besar dan menyerang rubah, namun dengan kemampuan yang sama yakni petir rubah menghilang dan berlari menuju kearah sang lawan dnegan cepat dan memukul nya hingga jauh terpental hingga melepaskan pedang kembar kiba dari genggaman tanganya.

"dasar, aku yakin kau tidak mengalahkan ringo dalam pertarungan, karena kau sangat lemah" ujar rubah kini mengambil dan menyimpan pedang kembar kiba dalam fuin dan meninggalkan orang itu yang kini sedang berusaha berdiri.

"kenapa tidak kau habisi saja, bukankah dia juga memiliki harga pada kepalanya?" tanya musang

"kau ini, lakukanlah sendiri jika mau, aku tidak berminat dengan orang lemah seperti dirinya" ujar rubah kini menatap kearah musang

"kau saja enggan apa lagi aku, bahkan ke 9 orang tadi saja sama sekali tidak memuat ku berminat bertarung" ujar musang kini melihat kearah lawan rubah yang kini bangkit

"hey kau sebaiknya kau lari sebelum orang ini berubah pikiran" ujar musang menunjuk rubah

Mendengar perkataan musang sang pemburu itu kini berlari dengan cepat menjauh dari rubah dan musang sehingga kini mereka hanya tinggal berdua.

"hey kemana arah kau pergi sekarang?" tanya rubah

"masih disekitar sini, mungkin beberapa bulan lagi aku akan kedesa yang menjadi tuan rumah dalam ujian chunin mendatang" ujar musang

"jadi kau ingin ikut ambil bagian dalam acara itu?" tanya rubah

"tidak, hanya saja aku ingin mencari informasi lagi tentang akatsuki. Karena selama ini menurut informasiku mereka adalah organisasi criminal tingkat s, sehingga mungkin aku akan menjenguk dan mengawasi garaa" ujar musang

"ada apa dengan garaa, apakah ada yang ingin mencelakainya?" tanya rubah

"entahlah, aku tidak terlalu mengerti, namun ada beberapa hal yang mencurigakan. Karena garaa terlalu muda menjadi kage, maka ada orang yang pro dan kontra, sehingga kini terjadi perang dingin di suna, maka dari itu, aku khawatir mereka menyewa para akatsuki dalam hal ini" ujar musang kini memutar-mutar kunai di telunjuknya.

"baiklah, tapi bagaimana kau tahu kalau gaara akan hadir disana?" tanya rubah

"menurut kabar yang aku dengar, suna akan menjadi tuan tuan rumah dalam ujian kali ini, jadi aku akan ke suna jika waktu nya tiba" ujar musang kini berdiri dan bersiap untuk pergi

"baiklah, kau hati-hati. Karena menurut ku mareka akan terus mengejar mu" ujar rubah kini ikut berdiri dan berhadapan dengan musang

"jaga dirimu" ujar musang kini menghilang dengan sunshin api miliknya

"kau juga: ujar rubah kini membuat tubuhnya menghilang sedikit demi sedikit dengan shunshin angin

Keduanya berpisah dengan membawa beberapa bekal untuk mereka masing-masing, namun mereka telah menyadari ada yang menguping pembicaraan mereka, namun tetap saja mereka mengatakan itu sehingga membuat penguntip itu kini memunculkan dirinya dari dalam pohon dan keluarlah sesosok yang sangat aneh karena sebagian tubuhnya berbeda dengan bagian yang lain.

"hey putih, apakah kau merasakan cakra dari kyubi dari kedua orang itu?" tanya yang hitam

"ya, aku rasa mereka berdua adalah tiruan dari kyubi, namun tak kusangka ternyata banyak tiruan kyubi di Negara ini. Informasi ini harus kita sampaikan pada tobi, lagi pula mereka juga menyeidiki tentang akatsuki"ujar putih

"apakah kau menanamkan serbuk pada mereka berdua?" tanya hitam

"ya, sepertinya kita akan mendapatkan informasi yang kita inginkan dengan bantuan dirinya" ujar putih sehingga sosok itu kini masuk kembali kedalam kayu dan menghilang, namun mereka tidak sadar bahwa musang dan rubah sudah meletakkan sebuah mikropon kecil di sekitar sana sehingga apa yang mereka katakan di dengar dengan jelas oleh rubah dan musang.

'sial, akan kuhancurkan kau' pikir rubah dan musang dan meningkatkan cakranya sehingga makhluk putih yang merupakan spora dari sosok tadi kini berubah menjadi sosok putih dari sosok tadi.

"ternyata kau ingin menguntip ku" ujar rubah dan musang di tempat mereka masing-masing mengetahui bahwa itu adalah makhluk putih.

Dalam sekejap kedua orang itu kini embunuh spora dari makhluk putih tadi sehingga tubuh asli dari spora itu langsung merasakannya kalau bunshinnya tewas.

"sial mereka cerdas juga, kini bunshinku sudah tewas dibunuh mereka berdua" ujar si putih

"jadi kalian berdua hanya mendapatkan informasi bahwa ada dua orang merupakan tiruan dari jincuriki kyubi, dan kita memiliki banyak sesempatan untuk mendapatkan mereka, dan yang satunya ada Negara api, tepatnya di kuil api" ujar sosok hitam kini berbicara

"baiklah, aku akan memberitahukan hal ini pada pain dan konan" ujar sosok bertopeng itu kini memperlihatkan sebelah mata kanannya yang berwarna merah.

Sementara itu, di tempat musnag dan rubah keduanya kini memasukkan potongan musuhnya itu dalam sebuah fuin dan menyimpanya untuk diteliti dan dicari bagaimana bungkin seseorang memiliki kemampua seperti sekumtum bunga yang dapat menyebar spora dan tumbuh dengan menyerap cakra dari lawan.

'sepertinya mereka adalah akatsuki" ujar mereka berdua bergumam

Perjalanan terus berlanjut, dan rubah pun sudah menyerahkan beberapa senjata yang menurutnya adalah pedang dari kiri, namun tana mayat dari lawannya, karena mennurut rubah 2 senjata ini bukan lagi dipegang oleh pemegang aslinya. Dan dia mendapatkan setengah dari banyaran yang seharusnya ia terima, namun iu sudah cukup banyak untuk nya.

Beberapa bulan berlalu akhirnya rubah dan musang kini bertemu lagi didesa suna karena acara ujian chunin. Mereka berdua kini sebagai tamu dan tetap saja menggunakan topeng mereka, sehingga mereka berdua kini diawasi dengan ketat oleh para anbu dari suna dan konoha yang kebetulan ikut ambil bagian dari ujian kali ini.

Namun para anbu itu tidak membuat risih musang dan rubah, bahkan mereka berdua sangat menikmati sensari tekanan cara dari para anbu konoha dan suna yang kini bergabung menjaga jalanya ujian chunin kali ini.

"rubah sebaiknya kita membeli topeng baru sekarang, agar kita bisa makan dengan baik, tidak seperti ini" ujar musnag kini kesulitan untuk menyantap makanannya karena terhalang topeng.

"ya, sebaiknya kita setelah ini membeli topeng baru yang dapat memperlihatkan mulut kita saja, dan dapat menyembunyikan identitas kita yang sesungguhnya" ujar rubah kini setuju dengan pedapat dari musang.

Namun dalam sekejap mereka berdua langsung melihat sekeliling karena merasakan sebuah cakra yang tidak asing lagi menurut mereka.

'ekor 7' pikir keduanya kini saling melihat dan mengangguk

"kenapa dia ada disini, apakah ini akan ada invasi seperti konoha?" tanya musnag berbisik

"sepertinya tidak, aku rasa mereka kesini untuk mengikuti ujian chunin saja, namun kedua rekannya bukanlah genin lagi, jadi mereka berdua adalah pengawal dari ekor 7" bisik rubah kini meningkatkan penglihatannya kearah beberapa arah yang khusus.

"kita berpisah disini, kau cari tau tentang akatsuki, aku akan mencari tahu kenapa ada jincuriki ekor 7 disini" ujar rubah kini berjalan meninggalkan musang dimeja makan dan pergi, sementara anbu yang mengawasi mereka berdua kini berpencar menjadi dua kelompok dan mengikuti rubah dan musang secara berkelompok.

Setelah mereka berdua berpisah, akhirnya kini mereka menjalankan tugas mereka masing-masing. Rubah mencari masalah jincuriki ekor 7 sedangkan musang kini tentang akatsuki yang mungkin ada disekitar sini, sehingga membuat para anbu tambah curiga dengan kedua orang ini, namun mereka masih tidka ada bukti kalau mreka berdua akan menyerang desa suna sehingga keduanya tidak bisa langsung ditangkap dan serang.

Sementara para anbu bingung untuk menghentikan kedua orang ini, kini mereka berdua sedang berada dalam pencarian mereka dalam peserta ujian chunin, sehingga musang menargatkan beberapa genin kini untuk di tanyakan informasi tentang akatsuki yang dia ketahui, namun hal itu tidak akan mudah karena beberapa anbu yang mengiringi langkahnya, sehingga dia harus membuat musliha agar bis alari dari pengawasan para anbu ini. Namun itu akan sulit karena ada beberapa diantara mereka yang ahli dalam sensor dan melacak.

'sial aku akan sulit mencari informasi jika begini, aku harus berusaha untuk menipu mereka semua' ujar musang kini berlari dan menghilang dengan shunshin petir sehingga para anbu tidak bisa mengejar nya. Dan akhirnya musnag muncul di depan beberapa genin dari desa amegakure dan langsung mengenjutsu mereka untuk mempermudah mencari informasi.

"apakah kalian tahu tentang organisasi akatsuki?" tanya musang

"ya, kakak kami adalah salah satu anggota akatsuki" ujar seorang dari mereka

"jadi apa misi kalian kemari?" tanya musang

"untuk mencari tahu keberadaan jincuriki ekor 7, dan kami sudah mengetahuinya. Dia adalah shinobi dari takigakure" ujar pemimpin dari kelompok itu

Setela mendenagr sedikit informasi dari orang itu, musang kini menggunakan sebuah jutsu yang baru terpikirkan oleh nya dengan bantuan matanya sharingan miliknya sehingga mereka bertiga kini menjadi genin layaknya genin ame, namun pikirannya kini sudah beralih pada musang sang tuan nya kali ini.

"kalian aku tugas kan untuk menjadi mata-mata di dalam akatsuki untuk ku" ujar musang kini pergi meninggalkan mereka bertiga dan melanjutkan misi mereka kemari dalam mengikuti ujian chunin ini.

Sementara itu, rubah juga melakukan hal yang sama, namun dia membuat dua pengawal jincuriki itu berbicara dengan genjutsu dan menjadikanya bawahan dengan teknik sama dengan musang lakukan.

To be continue