LeChi's project proudly presents
.
.
.
CAFEIN for AFED 2016 : ToD Surprise Drabble
.
.
.
Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi
Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.
ToD Surprise Drabble:
.
.
Hi Aidi
.
.
.
Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love, Surprise genre and rating, Be Aware!
Dare Prompt : AkafemFuri nikah adat Banjar lengkap denngan masakanya
Kouki mengerang malu saat dari tadi teman-temannya terus saja menggodanya. Ia ingin membalas tapi tekanan di kepalanya membuatnya diam. Ini pakaian ketiga yang dipakainya pada acara resepsi ini dan baju ini juga yang paling menyiksanya, sebenarnya bukan bajunya tapi hiasan yang melengkapinya.
Rambutnya digulung hingga berbentuk cepol di atas kepala, direkati pelepah pisang yang dibentuk segitiga tanpa alas. Rasanya Kouki ingin menangis karena tusukan-tusukan dari jepit rambut itu menyiksa sekali dan kepalanya entah kenapa makin berat atau sisipan dikepalanya saja yang mengerat? Lalu hal yang menambah berat selanjutnya adalah hiasan perak berlapis tiga serta mahkota dari rangkaian bunga juga juntaian bunga lainnya di sisi-sisi kepalanya juga belakang membuat kepalanya serasa 2 kali lipat lebih berat dari biasanya. Beauty is pain, really pain!
Ia bernapas lega ketika perias menyuruhnya berdiri dan mulai memakaikan baju kuning selengan dengan hiasan manik-manik berwarna emas. Lalu dilapisi hiasan kain yang menutupi bahu dengan dadanya yang juga berhias sama. Rok yang dipakaikan berupa kain senada yang dililitkan dipinggangnya kemudian diberi peniti. Pun ikat pinggang berwarna emas membuat tubuhnya terlihat lebih langsing—padahal dia juga sudah dipakaikan korset.
''Ehehe, bentar lagi bakal ketemu nih.''
Suara Takao yang ceria menggoda. Ia ingin mendelik tapi merona, rasanya begitu rindu dengan lelaki itu.
''—kan sebulan tidak bertemu.''
Kuroko menambahkan sementara Takao tertawa kencang.
''Habis nikahnya sebulan duluan sih, kan jadinya lama gak ketemunya.''
Kouki hanya merengut, teman-temannya itu ... dasar. Mau bagaimana lagi, adatnya sudah ditentukan jika belum diadakan resepsi maka pengantin tidak boleh bertemu. Beberapa sudah melanggar adat itu dengan tinggal bersama sebelum resepsi tapi Kouki hanya ingin merasakan ... kerinduan yang membuncah karena hanya bisa bersua lewat telepon, mendengar suara saja. Dan itu membuat Kouki gugup jika penampilannya tidak cukup bagus.
''Hei, jangan dibuka!''
Kouki berjengit, ketahuan ingin melepas selendang yang menutupi cermin lalu menggerung. ''Aku pengen lihat—"
''Tidak boleh. Ntar cantiknya luntur.''
''Tapi—"
''Kouki,'' kali ini Kuroko yang bersuara.'' Tidak mau melihat reaksi Seijuurou saja saat bertemu dengannya? Kalau kamu lihat duluan ntar gak deg-degan lagi.''
''Uh.'' Kouki menunduk, lalu merengut tapi melepaskan ujung kain yang dipegangnya.
''Ya sudah, duduk di pelaminan dulu. Tunggu suamimu tiba.''
.
Kouki duduk di pelaminan sambil terus tersenyum dan bersalaman dengan para undangan. Semuanya memuji dan membuat Kouki malu. Tapi aroma harum dari bau sup kaldu untuk menguahi soto banjar rasanya terlalu menggugah selera. Ditambah perasan jeruk nipis, sambal dan kecap. Kouki lapar dan dia hanya makan sedikit tadi pagi.
''Kuroko.''
Kouki memanggil salah satu temannya yang menjadi dayang-dayang bersama dengan Takao. Mereka juga didandani dengan pakaian galuh banjar.'' Ada apa?''
Gadis itu menggigit bibir.'' Lapar.''
Kuroko tersenyum, ''mau kuambilkan apa?''
''Soto.''
Takao yang hanya diam langsung menyahut.'' Tidak boleh, nanti hujan.''
''Tapi aku lapar.''
''Masak habang saja ya?''
''Rawon kalau begitu.''
''Gado-gado.''
''Bakso.''
'' Masak kare.''
'' Iwak garih.''
Kedua temannya menghela nafas. '' Kouki sayang, mau dimarahi nenekmu?''
Kouki manyun.'' Tapi makanan berkuah menggugah selera.''
''Tapi pengantin tidak boleh makan makanan berkuah.''
Kouki manyun, kenapa banyak sekali pantangan?! Namun belum sempat membalas lagi, pujian-pujian terhadap nabi terdengar berkumandang. Kedua temannya segera menggiringnya masuk ke kamar untuk disembunyikan sementara Seijuurou nanti akan mencarinya.
Salawat terdengar nyaring dan Kouki tahu bahwa beras kuning tengah ditabur dan itu artinya Seijuurou sebentar lagi masuk ke dalam rumah. Rasa panik itu datang lagi, ia berusaha menenangkan diri. Bagaimana Seijuurou menanggapi penampilannya? Juga bagaimana rupa Seijuurou setelah sebulan tidak bertemu?
''Ade, kamu disini?''
Itu suara Seijuurou, dan jantungnya berdegup kencang. Suara itu berasal dari kamar sebelah berarti sebentar lagi mereka akan bertemu.
''Ade, kamu di sini?''
Suara Seijuurou kembali terdengar, kali ini lebih dekat. Ia gugup tapi menjawab pelan.
''Iya.''
Terdengar ketukan.
''Kaka sudah datang.''
Pintu dibuka perlahan, Kouki berusaha keras menormalkan detak jantungnya dan ia ingin sembunyi lagi tapi sebuah tangan menahan pintu lalu mendorongnya hingga terbuka lebih lebar. Di sana Seijuurou berdiri gagah, seperti pangeran dan rasanya ia kembali jatuh cinta. Sementara Seijuurou tertawa kecil, lalu tersenyum tulus.
''Adek cantik banget.''
Kouki merona. Kemudian terdengar suara kecil.'' Gak sabar malam ini.''
Kouki merona makin hebat tapi mengikuti Seijuurou berjalan keluar digiring oleh Kuroko dan Takao yang tersenyum jahil.
Hari ini ... sungguh hari bahagianya.
~Fin~
Special thanks: Hi Aidi
Readers and Reviewers, mind to give review? ;)
