OH YURI PRESENT:
Son Of Aphrodite chapter eleven (Kepergian Cintaku)
Cast:
-Byun Baekhyun as Son of Aphrodite
-Park Chanyeol as Son of Zeus
-Oh Sehun as Son of Poseidon
-Kim Jongin/Kai as Son of Hades
-Kim Jongdae as Son of Athena
-Xi Luhan as Son of Ares and the other
Genre:
Fantasy, Romance, Drama, School-Life
WARNING!
YAOI! BL(Boys Love)!
If you dont like YAOI, my cast or my pair, you can close this page. Thanks.
Also Typo(s) and Age Switch
Play: Dove Cameron – If Only
.
.
.
.
.
Kosong. Sendiri. Putih.
Hanya tiga hal itu yang bisa Baekyun pikirkan setelah membuka matanya. Baekhyun menatap bajunya. Seingatnya, baju kostum Andromeda yang dikenakannya telah kotor berlumuran tanah dan basah kuyup, tapi mengapa sekarang ia hanya mengenakan jubah putih polos ini? Matanya bergulir menatap tangannya. Seingatnya tadi juga tangannya banyak tergores akibat kerikiril dan bebatuan.
Baekhyun bingung. Ia tidak mengerti apa yang terjadi. Ia tidak tau mengapa ia bisa ada disini. Ia ingin bertanya pada seseorang secepatnya, kalau tidak ia akan meledak. Sebuah tepukan lembut di pundaknya membuat Baekhyun menoleh. Dilihatnya wanita jelita berdiri dibelakangnya. Aphrodite. Tangis Baekhyun pecah saat itu juga.
"Ma.. Aku takut.. Aku tidak tau harus berbuat apa sekarang.. Semuanya telah terlambat.." Isak Baekhyun. Aphrodite mengusap punggung Baekhyun lembut. Menenangkan sang Buah Hatinya yang tengah kalut saat ini.
"Tidak, Sayangku. Tidak ada yang namanya terlambat apa bila kau berusaha. Dan meski pun kau benar telah terlambat, akan selalu ada kesempatan kedua. Lagi pula, mereka tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja" Ucap Aphrodite. Bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman penuh rahasia.
"Mereka? Siapa yang Mama bicarakan?" Tanya Baekhyun heran. Tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Aphrodite hanya tersenyum.
.
.
.
.
.
Semuanya berhenti. Tiada satu pun yang berani mengeluarkan suara. Ketiga namja itu terdiam. Berusaha memahami apa yang telah mereka perbuat. Seseorang merengsek maju membelah lautan manusia yang terbentuk mengelilingi tubuh mungil Baekhyun.
Daewoo merintih pilu. Baekhyun, orang yang telah dianggap adik olehnya, orang yang telah dianggap keluarga bagi Daewoo, kini telah terbaring tak bergerak dalam pelukan demigod itu. Tangannya mengusap wajah Baekhyun. Bila tatapan dapat membunuh, bisa dipastikan sekarang anak-anak dari Tiga Besar itu sudah menyusul Baekhyun sekarang. Daewoo tidak menatap Chanyeol, Sehun dan Kai dengan amarah. Tidak. Tapi tatapan penuh kekecewaan Daewoo lebih menyakitkan bagi mereka.
"Aku mengira, setelah kalian mengetahui cerita Baekhyun, kalian akan melindunginya. Tapi aku salah" Ucap Daewoo. Tanpa bicara, Daewoo menggendong Baekhyun. Memilih membawanya pergi dari pada menjadi bahan tontonan orang-orang. Sepanjang jalan, semua ingatan Daewoo tentang Baekhyun bergulir satu per satu. Saat Baekhyun merengek, saat Baekhyun tertawa, saat ia menceritakan segala keluh kesahnya, hingga saat Baekhyun menangis di pelukan Daewoo.
Daewoo membaringkan Baekhyun di kasurnya. Sebuah ketukan terdengar. Dilihatnya Chanyeol, Sehun dan Kai berdiri di ambang pintu. Ragu tergurat jelas di wajah mereka. Jelas. Mereka sadar mereka telah mengecewakan Daewoo, bukan tidak mungkin Daewoo menolak kedatangan mereka.
"Hhh.. Masuklah, tidak ada untungnya bagiku melarang kalian melihatnya" Desah Daewoo. Ketiga namja itu masuk. Ikut berdiri mengelilingi kasur Daewoo, dimana Baekhyun terbaring sekarang. Penyesalan merundungi hati ketiga namja itu. Penyesalan atas segala tindakan bodoh yang mengakibatkan perginya Matahari mereka. Cinta mereka. Cahaya mereka.
"Apa tidak ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk mengembalikannya?" Tanya Sehun. Daewoo menggeleng lemah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Ia telah.." Kata-kata Daewoo mengambang di udara. Ia tidak sanggup mengakui bahwa Baekhyun telah tiada.
"Benar-benar tidak ada?" Ulang Sehun lagi. Kekecewaan nampak jelas diwajahnya. "Ia milik Hades sekarang. Tidak ada yang bisa mengembalikannya lagi" Lirih Daewoo.
Mata Kai membulat mendengar ucapan Daewoo tadi. Ia langsung pergi meninggalkan rumah Daewoo, menuju pondoknya sendiri. Kai segera mengunci pintu dan mematikan lampu. Ia perlu berbicara dengan Ayahnya segera. Kai menutup matanya.
Kai melihat dirinya telah berada di sebuah ruangan. Dilihatnya juga bahwa Ayahnya, Hades, tengah menatap kearahnya.
"Anakku, ada perlu apa kau memanggilku?" Tanya Hades. Wajahnya yang tanpa ekspresi itu terlihat menyeramkan, tetapi Kai tidak takut. Apa pun akan ia lakukan jika itu untuk Baekhyun.
"Aku ingin Ayah mengembalikan Baekhyun segera" Ucap Kai. Lugas dan tanpa basa basi sama sekali. Hades mengangkat alisnya. "Anak Aphrodite itu? Anak yang Terkutuk? Mengapa?" Tanya Hades. Hades sebenarnya sudah mengetahui jawabannya. Hanya saja, sungguh jarang Kai memanggilnya untuk bicara, ia hanya ingin mengulur waktu sedikit.
"Karena.. Karena aku sangat mencintainya" Jawab Kai mantap. Tidak ada keraguan dalam suaranya. Hades menahan senyuman mendengar jawaban Putra Tunggalnya itu.
"Ahh.. Begitu. Tapi ia tidak mencintaimu sebesar kau mencintainya. Bisa jadi kelak ia tidak akan menambatkan hatinya padamu, lalu kau akan menyesal telah meminta kembali nyawanya padaku." Ucap Hades. Kai terdiam. Mencerna ucapan Ayahnya. Kai tersenyum. Senyum simpul yang begitu tulus.
"Jika.. Memang kelak ia tidak membalas cintaku, tidak mengapa. Aku mencintainya dengan tulus. Cintaku hanya mengharapkan dirinya bahagia dan aman selamanya"
Hades terdiam. Terbersit rasa bangga kepada Putranya ini. Putranya yang dulu hanya mempermainkan hati orang, yang tidak bisa memahami arti ketulusan, kita terlihat begitu dewasa. Hades bangga akan keputusan Putranya tersebut.
"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan. Tapi berjanjilah padaku satu hal"
"Baik. Apa pun itu akan aku turuti"
"Berjanjilah kau akan berusaha sebisamu untuk menjaganya, untuk tetap menyisakan satu tempat khusus untuknya dihatimu jika kelak kau memilih untuk bersama orang lain, dan tetap melindunginya sebisamu"
Kai tersenyum. Ayahnya mendukungnya. Ayahnya mengerti dirinya dan cintanya untuk Baekhyun.
"Aku akan mengembalikannya padamu. Jangan sia-siakan dirinya lagi"
Mata Kai terbuka. Matanya mengerling pada jam dinding. Ia terkejut. Sekarang sudah tengah malam. Dengan nekat, Kai keluar dari pondoknya dan pergi ke rumah Daewoo. Tapi dijalan, Kai melihat Daewoo. Namja itu terlihat bahagia sekali.
"Kai, terima kasih banyak"
Dan Kai tau, Baekhyunnya telah kembali.
.
.
.
.
.
Baekhyun tercenung. Ia ingin menjerit. Ingin menangis. Ia tidak mengerti mengapa orang-orang terlihat begitu bahagia melihat ia telah kembali. Mengapa? Ia hanya pembawa masalah. Mengapa harus ada orang yang susah-susah bersedih untuknya?
Ia kini dirawat di Rumah Sakit. Lebam-lebam dan luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya tidak memungkinkan ia terlalu banyak bergerak. Terdengar suara ketukan di pintu. Baekhyun mendesah. Itu sudah pasti mereka.
Benar saja. Ketiga namja itu kini telah duduk di kiri dan kanan kasurnya. Chanyeol tersenyum. Sehun tersenyum. Kai tersenyum. Baekhyun tidak mengerti mengapa mereka masih bisa tersenyum untuknya? Ia yang telah membuat ketiga namja itu kehilangan rasa persahabatan diantara mereka. Ialah yang patut disalahkan atas segala perpecahan diantara ketiga namja ini.
"Bagaimana perasaanmu? Masihkah tanganmu sakit?" Tanya Chanyeol lembut. Baekhyuh menggeleng pelan.
"Hei, aku membawakanmu cokelat dan susu, apa kau mau?" Tawar Sehun. Baekhyun menggeleng lagi. Ia tidak menginginkan cokelat atau pun susu. Yang diinginkannya hanya lepas dari semua ini.
"Aku lelah. Aku ingin istirahat. Terima kasih telah mengunjungiku, tapi bisakah kalian meninggalkanku sendiri?" Tanya Baekhyun lirih. Ketiga namja itu menghela nafas. Tidak ada gunanya memaksa Baekhyun. Bahkan hampir seminggu setelah kembalinya Baekhyun, namja mungil itu tetap menghindari percakapan dan skinship dengan mereka.
Baekhyun telah kembali, tapi Baekhyun mereka telah pergi. Tidak ada lagi rengekan manja, senyuman disertai eyesmile manis, tawanya yang seperti lonceng dan sikap manja. Baekhyun yang sekarang begitu asing. Begitu berbeda. Baekhyun yang ini seperti.. Seperti tidak lagi memiliki cahaya hidup.
.
.
.
.
.
Sepucuk surat tergeletak di bawah pintu. Chanyeol meraih surat tersebut. Ia merobek ujung suratnya dan mulai membaca.
Datanglah ke danau malam ini.
-Baekhyun
Chanyeol tersenyum senang. Baekhyun menerimanya kembali. Apa lagi yang bisa lebih membahagiakan dari itu?
.
.
.
.
.
Chanyeol mengernyit heran ketika melihat dua orang namja duduk di bangku dekat danau. Itu bukan Baekhyun. Itu Sehun dan Kai. Tapi mengapa justru mereka yang datang?
"Mana Baekhyun?" Tanya Chanyeol.
"Nah, itu juga yang ingin kami tanyakan padamu" Sehun mengernyit. Tiba-tiba Daewoo berlari mendatangi mereka.
"Baekhyun hilang!"
.
.
.
.
.
Ketiga namja itu melihat tiga lembar surat di atas kasur Baekhyun yang telah tertata rapi. Masing-masing untuk mereka.
Maafkan aku pergi secara tiba-tiba seperti ini. Sungguh aku tidak bermaksud. Tapi aku tidak tau lagi harus berbuat apa. Aku merusak. Merusak segalanya dan aku tidak punya apa-apa untuk diberi sebagai gantinya. Bahkan aku tidak bisa memilih satu dari kalian.
Kuharap kalian bisa menemukan cinta yang lain. Yang lebih baik dariku. Kuharap kalian selalu bahagia. Aku selalu menyayangi kalian.
-Byun Baekhyun
END
Oke. Ini gaje. Tapi percayalah, Yuri gasejahat itu bikin cerita itu tamat seperti ini doang. Yuri bakal bikin sequel dari SoA, tapi udah ga diperkemahan lagi tempatnya.
Ssssttr... Bocoran dikit nih, di sequel SoA ada character baru loh kkkk~ First chap sequel SoA balal di update malming depan yaa~ Kalau banyak yang minat sih hehe^
RnR juseyooh~
