Absolute Love
Pairing :KiHae/DongBum, KiHyun/KyuBum and other
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos,bad plot, gaje, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read, crack pair (always hehehehe)
Summary :"Aku Lee Donghae, guru Biologi baru sekaligus pengganti wali kelas yang baru saja kalian patahkan lehernya. Salam kenal dan kau" namja tampan yang berdiri di depan kelas itu menatap salah satu muridnya. "temui aku sepulang sekolah"
Genre : Romance, Humor
%ika. Zordick%
"Hiks... hiks..." ringisan lirih terdengar. Kibum mengerjab-ngerjabkan matanya, melihat sekelilingnya. Suasana kamarnya yang hanya di terangi oleh lampu tidur membuatnya agak susah melihat sekitar, ditambah rasa kantuk dan lelah yang ia alami. Maklum saja karena ulah sang istri yang selalu membuatnya kelelahan.
Beruntunglah, ia sudah menamatkan sekolahnya. Memperoleh prestasi terbaik, lulus dengan nilai membanggakan. Ahh—dan jangan lupakan satu hal lagi, seorang Kim Kibum sekarang mengikuti jejak appa dan mertuanya—Mengurus Kim Donghae sekarang yang bertambah kadar kemanjaannya sejak kehamilannya yang memasuki usia sembilan bulan. Wahh... untunglah waktu yang berlalu dengan cepat. Sepertinya si ika tak mampu membuat para namja tampan di FF ini menderita lebih banyak.
Baiklah mari kita lihat sang direktur muda yang baru menapaki kakinya di dunia perbisnisan Internasional atas nama perusahaan Lee dan Kim ditangannya. Ia menajamkan pendengarannya, berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia sedang tak berhalusinasi, bermimpi atau mengigau mendengar suara tangisan yang begitu menyeramkan.
Otak pintarnya mulai memperoses siapa pemilik suara merdu tersebut. Apa jangan-jangan kamarnya mulai angker dan kuntilanak jatuh cinta padanya yang kelewat tampan, kaya, dan jenius ini? Hiii~ itu mengerikan. Kibum segera mengenyahkan pemikiran pertamanya, dia kemudian merubah pola pikirnya, singkirkan soal kuntilanak! Apa itu suara dering ponselnya? Mungkin saja, mengingat tingkah sang istri—Donghae yang suka seenaknya sendiri mengubah nada dering ponselnya dengan suara-suara mengerikan. Dimulai dari suara kaca pecah, suara yeoja manja, suara mertuanya—Lee Heechul sampai suara Kim Siwon yang berteriak 'LARI KELILING RUMAH KITA!'.
Kibum meraih ponselnya, ahh—sepertinya dia terkena penyakit pikun. Bukankah dia sudah menonaktifkan ponselnya sebelum tidur? Lalu suara apa itu? "Sa... kitt..." suara ringisan itu berubah menjadi erangan kuat. Ini suara yang amat ia kenal—Donghaenya, ya... suara Donghaenya. Dengan cekatan Kibum menghidupkan lampu kamarnya. Di dapatinya sang istri yang sedang mencengkram kuat perut buncitnya.
"Hae... gwecahanayo?" meski wajahnya datar dan nada suaranya yang begitu tenang. Tahukah kalian sekarang Kibum amat cemas. Donghae mencengkram tangan Kibum erat, "Sakit Bummie, perutku!" adu Donghae. Kibum mengelus perut Donghae, ini bukan kali pertama Donghae mengalami sakit di bagian perutnya, dia sering sekali tertipu mengira Donghae akan segera melahirkan ternyata bukan.
"Bernafaslah, tenangkan dirimu!" Kibum berusaha begitu lembut. Ayolah—dia masih mengantuk sejujurnya. "TIDAK BISA! INI SAKIT!" pekik Donghae melotot menatap Kibum yang siap tertidur kembali. "Itu cuma sakit biasa Hae" Kibum seolah tak memperdulikan. Sepertinya mimpinya terlalu indah untuk tak di lanjutkan.
BUUGGHHH... BUUUGHHHH... Donghae menghempas kepala Kibum dengan bantal ditangannya. "Aku sedang kesakitan Babo. Jangan tidur!" Donghae mulai tak sabaran. Kibum bersungut, tapi sepertinya ia tak terlalu peduli dengan penipuan yang mungkin akan di lakukan calon anaknya kembali. Dia hapal betul dengan tingkah anak durhaka yang selalu merepotkannya yang ada di dalam perut Donghae.
Donghae yang tak sabaran dengan sakit yang terus mendera perutnya keluar dari kamarnya dengan susah payah. Persetan dengan suaminya yang begitu cuek, dingin, kembaran es di kutub selatan dan yang tak peka itu. Ia berjalan dengan langkah di seret dengan berpengangan pada benda yang bisa ia raih di sekitarnya hingga ia sampai di depan pintu kamar utama. "Eomma..." panggilnya lirih, mengetuk pintu kamar pasangan Kim yang masih terlelap.
"Hiks... Eomma... bangun! Hae sakit eomma" racaunya terduduk dengan darah yang terus mengalir dan merembes membasahi kakinya. "Eomma..." Donghae makin gencar mengetuk pintu kamar Siwon dan Leeteuk. Tak lama kemudian tampaklah Siwon dengan wajah terkantuk-kantuk membuka pintu. Ia sibuk mengucek matanya—terlihat kekenakan dan lucu. "Siapa yang mengetuk pintu Chagi?" tanya Leeteuk dari dalam.
Siwon melihat ke sekelilingnya, tak ada siapapun. Dia mengangkat bahunya tak peduli. "Tak ada chagiya, mungkin Donghae yang iseng lagi" ujarnya hendak menutup pintu kamarnya kembali.
"APPA!" dengan cepat Donghae menghentikan aksi Siwon selanjutnya. "HUWAAA~~~ SUSTER NGESOT!" teriak Siwon kalap.
Leeteuk yang terkejut pun, segera bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menghampiri suaminya. Di lihatnya kelantai, "Astaga Donghae—ya!" Leeteuk segera berjongkok, menatap wajah menantunya yang pucat pasi. "Eomma... perut Hae sakit!" adu Donghae dengan ringisan yang meyakinkan Leeteuk betapa kesakitannya sang menantu kesayangannya.
Mata Leeteuk membulat sempurna saat melihat darah di sekitar betis Donghae. "Omona~, Siwonnie! Donghae akan segera melahirkan!"
Siwon yang sedari tadi sibuk menggigil karena takut, segera bangkit dari keterpurukannya. "Jinjja?" tanyanya semangat. "HOREE! AKU AKAN JADI KAKEK!" jeritnya tak jelas, berlari mengintari bagian dalam rumahnya. Hei... Kim Siwon, menantumu sedang sekarat.
Yesung dan Heechul yang terbangun pun segera ikut nimbrung. "Kau baik-baik saja chagiya?" Heechul terlihat cemas melihat kondisi anak semata wayangnya. Sementara Yesung mulai menari-nari bersama Siwon, "Jadi kakek... jadi kakek... jadi kakek" ucap mereka serempak membuat intonasi seperti nyanyian.
"BERHENTILAH BERTINGKAH BABO LEE... KIM!" teriak Heechul sangar yang membuat mereka berdua terdiam. "Mana Kibum?" dia melirik Donghae kemudian. Donghae menggeleng, "Kibum masih tidur eomma!"
"Apa yang dilakukan anak itu ketika istrinya akan melahirkan seperti ini" desis Leeteuk heran melihat tingkah anaknya yang seolah tak peduli. "Siwonnie, siapkan mobil! Chullie, kau bangunkan Kibum nee~, biar aku dan Yesung yang memapah Donghae ke mobil"
Setelah mendengar instruksi dari Leeteuk, secepat kilat ketiga namja itu melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Heechul berlari ke kamar sang menantu. BRAAAKKK... terdengarlah pintu di banting dengan semena-mena oleh penyihir mengerikan.
"KIM KIBUMMMMM!" pekikan Heechul terdengar menggema. Kibum langsung terlonjak dari tempat tidurnya. GEDUBRAAKKK... dan jatuh dengan tidak elitnya di lantai. Di kucek-kuceknya mata yang masih memerah memerlukan tidur. "Ada apa eomma?" tanyanya datar.
"ES KUTUB, KAU TAK LIHAT ISTRIMU MAU MELAHIRKAN DAN KAU SEENAKNYA TIDUR?"
"Aish, itu tak mungkin terjadi" sungut Kibum kembali mengenakkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Tanda-tandanya sudah keluar dan kau bilang itu tak mungkin terjadi?" rasanya emosi Heechul benar-benar sudah sampai di ambang batasnya. Kibum kembali menegakkan tubuhnya. "Mwo?"
"Donghae akan segera di bawa ke rumah sakit Kim Kibum!" Heechul berusaha menahan amarahnya. "Jinjja? Berarti anak itu akan segera lahir? Aku akan jadi ayah?" masih datar namun terlihat kesan bahagia dari raut wajah Kibum. Heechul mengangguk. Kibum segera berlari melewati Heechul, di temukannya sosok Donghae yang sedang di papah oleh Leeteuk dan Yesung.
Dengan cepat, Kibum menggendong tubuh Donghae dengan ala bridestyle. Diciumnya pipi Donghae agak lama, "Bertahanlah! Aku disini" ucapnya membawa Donghae ke dalam mobil. Leeteuk dan Yesung hanya berpandangan, kemudian mereka tersenyum penuh arti.
%ika. Zordick%
"ARGGGHHH..." jerit Donghae menjambaki rambut Kibum yang memangkunya. "Sakit Hae" ringis Kibum saat melihat rambutnya yang gugur begitu saja. Bisa jadi dia botak kalau begini terus. "Apa masih jauh appa?" tanya Kibum tak sabaran.
"Sabarlah, sebentar lagi!" ujar Siwon. Yesung menatap horor pada Kibum yang terlihat makin menderita akibat ulah anaknya. "Tenanglah Hae!" Heechul berusaha menjauhkan tangan anaknya dari rambut hitam Kibum.
"Sakit eomma! Huwaa... kenapa harus sesakit ini?" racau Donghae mengguncang-guncang tubuh Kibum. Seolah ia siap membunuh Kibum sekarang juga, bagaimanapun semua rasa sakit yang ia alami karena bocah es yang jauh lebih muda darinya tersebut. "Ahhhh!" jeritan Donghae makin keras seiring dekatnya mereka dengan rumah sakit. "KIM KIBUM! INI SALAHMU! GANTIKAN AKU MERASAKAN SAKIT INI! KENAPA KAU HARUS SELALU DAPAT YANG ENAKNYA?" raung Donghae.
Kibum tak menjawab, jika ia bisa—ia mau saja menggantikan diri Donghae. Merasakan sakit yang sepertinya tak bisa ia bayangkan bagaimana sakitnya. Di peluknya diri Donghae yang mulai tenang. "Bertahanlah demi anak kita! Kumohon!" bisiknya memberikan kekuatan pada Donghae. Apa lagi yang bisa ia lakukan sebagai seorang suami kecuali ini?
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Siwon tersebut berhenti tepat di depan rumah sakit. Yesung dengan sigap keluar dari mobil dan memanggil perawat terdekat. "Anakku akan segera melahirkan!" ucapnya. Tapi sepertinya karena perawat tersebut yang dirasa Kibum terlalu lambat, atau dia yang memang tak sabaran, di gendongnya kembali tubuh Donghae. "Kemana aku harus membawanya?"
"Ke ruangan itu Tuan!" instruksi seorang perawat. Donghae mengalungkan lengannya pada leher Kibum, "Ini sakit bummie" ucap Donghae dengan keringat dingin yang mengalir deras di dahinya. Kibum mengecup bibir Donghae sekilas, "Berusahalah! Ku mohon!" ucap Kibum merebahkan tubuh Donghae di salah satu ranjang.
Para tim medis terbaik yang memang sudah di pesan oleh Yesung dan Siwon segera mengelilingi Donghae. Kibum duduk di dekat kepala Donghae, digenggamnya tangan sang istri erat. "Buka kaki anda Donghae—ssi!" pinta sang dokter. Kibum mengecup telapak tangan Donghae, memberikan izin agar Donghae melakukan instruksi sang dokter.
"Aku di sini, kau pasti bisa!" Kibum tersenyum, Donghae balas tersenyum. "ARGGHH..." Donghae menjerit lagi saat dirasakannya tangan besar sang dokter seolah mengaduk-aduk perutnya. "Tarik nafas pelan, kemudian keluarkan!" perintah dokter itu kemudian. Donghae melakukan dengan baik dan tentu saja dengan Kibum di sampingnya. "
"Oekkk... Oekkk" Donghae tersenyum penuh arti, rasa lega menghampirinya. Anaknya lahir, ia bisa mendengar suara bayinya. Entah kemana rasa sakit tadi yang di deritanya. "Selamat bayi anda namja, tuan" tampak seorang bayi yang masih berlumuran darah di tangan perawat. Kibum segera menggendong anaknya.
"Dia sangat manis sepertimu Hae!" ucap Kibum menunjukkan bayi mereka. Donghae merasa dunia sungguh miliknya, dia memiliki anak dari sang pangerannya. "Baiklah Tuan, biarkan saya membawa anak itu dulu" ucap sang perawat.
"ARGGHH..." teriak Donghae saat perawat tersebut membawa pergi bayinya. Di cengkramnya perutnya. "Sakit..." pekiknya kemudian. Kibum menatap sang dokter, "Kita akan mengeluarkan satu lagi" ucap sang dokter santai.
"Eh.. apa maksudmu?" Kibum menaikkan sebelah alisnya, ia sudah tak mampu melihat Donghaenya yang kembali kesakitan. "Anakmu kembar tuan"
%ika. Zordick%
"Ya... ampun! Lihat! Matanya amat indah, bukankah dia mirip denganmu chagiya?" Yesung menunjukkan bayi mungil—cucunya pada Heechul yang duduk tepat di sampingnya. Senyuman tak pernah hilang dari bibir merahnya. Tampak sekali pemilik perusahaan Lee itu begitu bahagia dengan keberadaan cucunya yang sudah genap berusia seminggu.
Siwon seolah tak mau kalah, "Bukankah dia mirip denganku?" Siwon menunjukkan kembaran si bayi yang di pegang Yesung pada Leeteuk. Leeteuk tersenyum, dia mengangguk demi kebahagiaan Siwon. Mana mungkin dia bilang 'anak itu terlalu manis jika di bandingkan dengan kuda pervert sepertimu', bisa-bisa Siwon malah nangis-nangis dilantai dengan gerakan-gerakan konyol bak anak batita.
Kibum berdecih, kenapa selama seminggu ini, anaknya sama sekali tak tersentuh. Dia kan ayahnya, mengapa dua namja dewasa itu seolah tak ada habisnya untuk mengalah padanya, agar ia bisa memegang anaknya. Tapi tak apa-apa toh, asalkan Donghae ada di sampingnya, biarlah kedua anaknya, ayah dan mertuanya yang menikmati.
Dia duduk menyandar di samping Donghae di tempat tidur kamar mereka. Masih terus memantau kondisi ke dua anaknya. Bisa saja ke dua namja itu melakukan hal yang aneh-aneh pada anak-anaknya kan. Rasanya ia ingin berterima kasih pada Tuhan karena Tuhan memberikan anak kembar padanya. Ia tak bisa membayangkan Yesung dan Siwon yang saling tarik menarik memperebutkan anaknya.
"Hae..." panggil Kibum saat Donghae mulai terlelap di bahu namja tampan itu.
Donghae mendongak, menatap Kibum yang intens menatap matanya. "Gommawo" ucap Kibum. Donghae mengeriyit, tidak mengerti. "Karena sudah berusaha keras melahirkan ke dua anakku ke dunia ini" Kibum mengecup bibir Donghae, membuat Donghae memerah secara sempurna.
"Terima kasih juga karena kau membuat ke dua appa kita begitu bahagia" Kibum kembali mengecup bibir Donghae. "Terima kasih untuk dirimu di sampingku" kembali kibum memberikan kecupan kilat.
"Itu sudah kewajibanku babo!" Donghae menepuk kepala Kibum kesal.
"Dan juga maaf... karena merepotkanmu" rasanya Donghae ingin meneteskan air mata saat mendengar ucapan tulus Kibum yang begitu membuat hatinya terharu. Kibum melumat bibir Donghae lembut, dia memang tak pernah mengucapkan kata cinta yang bisa membuat Donghae senang, tapi dia tahu dengan pangutan bibir ini, Donghae akan mengerti betapa dirinya mencintai namja manis—istrinya dan ibu dari anak-anaknya.
"Hei... hei... Kibummie! Kau sungguh tidak ada sopan-santun, bagaimana mungkin kau mencium propertymu di depan orang tuamu eoh?" Hangeng yang tiba-tiba nongol di depan pintu kamar Kibum dan donghae sontak menghentikan aksi Kibum. Kibum menatap tajam bercampur tak suka pada namja China yang dari dulu memang selalu membuat insting berkelahinya muncul.
"Huwaa~~ lucunya!" pekik dua namja imut, Sungmin dan Ryeowook mengelus-elus pipi si kecil Kim yang ada di tangan Yesung dan Siwon. "Yak! China Oleng, diam kau!" desis Kibum.
"Aish... berkelahi lagi, bisakah kalian diam? Bagaimana keadaanmu seongsenim?" Kyuhyun berdecak, dia duduk di samping Donghae dan menunjukkan betapa dia perhatian pada namja manis tersebut. "Yak... Cho Kyuhyun, jangan menebar aura sememu pada istriku!" Kibum menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun datar.
"Kyunnie~ kau milikku!" teriak Hangeng mulai tak jelas.
"Diamlah es batu, cina oleng!" Kyuhyun melempar deathglarenya. "Lagi pula sejak kapan aku milikmu?" Kyuhyun tampak tak terima dengan kata-kata Hangeng yang mengklaim dirinya seenak jidat. Demi tembok besar China yang penuh sejarah, Kyuhyun tak pernah suka dengan cara Hangeng yang terlalu memperlakukannya seperti 'uke'. Hei... ingatlah dia juga seorang seme yang bahkan sering bermain 3some dengan dua namja terimut sekolah mereka.
Donghae tersenyum, di tatapnya Kyuhyun dengan lembut. Tangannya terulur untuk mengelus surai coklat ikal Kyuhyun. Kibum yang sedari tadi memperhatikannya ikut terdiam, apa yang sedang di lakukan Donghae? Apa Donghae sungguh menyukai Kyuhyun dan berniat meninggalkannya sendirian? Itu menyedihkan!
"Gommawo Kyu" ucap Donghae membungkuk tulus, Kyuhyun tersenyum manis. Sementara seluruh namja di ruangan tersebut tampak bingung dengan apa yang sedang di lakukan Donghae dan Kyuhyun. "Terima kasih karena mengalah dan memberikan Kibum padaku"
Kyuhyun memeluk Donghae, Ryeowook, Leeteuk dan Heechul bahkan sudah meneteskan air mata mereka. "Anniyo hyung, aku tahu sebesar apapun aku berusaha Kibum takkan memilihku. Kibum mencintaimu dan aku sudah melihat banyak buktinya. Aku bukan mengalah, aku hanya melakukan apa yang harusnya ku lakukan" ucap Kyuhyun dewasa.
Kibum terhenyak, sebenarnya sejak kapan seorang Cho Kyuhyun menjadi mirip seorang malaikat? Kemana aura iblisnya yang biasa menggebu. "YAK! KIM KIBUM KAU HARUS MENJAGA HYUNGKU! ARRASO!" pekik Kyuhyun menatap tajam Kibum. "Jika tidak, ku bunuh kau!" desis Kyuhyun kemudian yang membuat Kibum menarik pemikirannya bahwa Kyuhyun mirip malaikat. Iblis tetaplah iblis.
Suasana berubah menjadi hening, Sungmin berdehem "Siapa nama dua bayi ini ahjussi?" tanya Sungmin mencoba memecah keheningan, ditatapnya wajah Yesung yang sedang memegang si kembar bungsu yang entah kenapa begitu membuatnya tertarik.
Hening...
Yesung dan Siwon menepuk dahi mereka bersamaan. Kenapa bisa mereka melupakan hal yang begitu penting. Heechul dan Leeteuk segera mengambil alih bayi yang ada di gendongan suami mereka. Mereka sangat tahu apa hal selanjutnya akan terjadi.
"NAMANYA HARUS BERASAL DARI PARA ILMUWAN!" pekik Siwon antusias.
"ANNIYO, HARUS DARI PARA PETUALANG!" Yesung tak kalah antusias.
Kibum sweetdrop, ayahnya siapa sebenarnya di sini? Kenapa dua namja itu tak mengambil inisiatif untuk mengambil nama dari ahli bisnis? Bukankah mereka berasal dari profesi yang sama.
"Bagaimana dengan para Pahlawan saja?" Siwon memberi pendapat lagi.
Yesung berdecih, "Dasar klasik, lebih baik nama pelukis terkenal seperti davinci"
Siwon menatap Yesung tajam, "Bukankah itu lebih klasik? Lebih baik menamai dengan Einstein atau Newton"
"Itu babo kedengarannya!" Yesung tak terima. Sepertinya mereka sangat kekanakan sekarang. "Lebih baik Marco"
"Oh... tidak bisa... sekalian saja kau memberi nama cucuku dengan nama shakespeare"
"Yak! Kau tak senang Choi Siwon? Lalu kau ingin nama apa? Kuda? Cinderella?"
"Tch! Sekalian saja dengan nama Naruto atau Sasuke"
Donghae tertawa kecil mendengar ayah dan mertuanya yang mulai gila dengan nama-nama yang tak seharusnya. Kibum memijit kepalanya yang mulai terasa pusing, sementara Kyuhyun ia melotot melihat Sungmin—si pembuat ulah yang membuat dua namja kekanakan itu harus bertengkar. Hangeng menepuk ke dua bahu namja dewasa tersebut, "Tenanglah, kalian tidak malu bertengkar di hadapan cucu-cucu kalian?"
"Ahh—kau benar, aku tak mau cucuku harus seperti kakek-kakeknya. Jadi diamlah kalian berdua!" desis Heechul.
Yesung dan Siwon akhirnya memilih diam. Mereka tak punya pilihan jika tak ingin Heechul ataupun Leeteuk memasukkan kaos kaki Eunhyuk ke mulut mereka. "Bukankah kita harus bertanya pada ayah anak-anak itu?" Hangeng memandang Kibum. Kibum sedikit membelalak, kemudian senyuman minim terkembang di bibirnya.
"Keadilan... aku ingin nama anakku YoungMin dan KwangMin, Kim Youngmin dan Kim Kwangmin" ucap Kibum menatap Donghae meminta persetujuan. Donghae mengangguk dengan memamerkan senyuman termanis yang ia miliki. "Nama yang bagus" timpal Kyuhyun.
"Hyaa... mana Kwangminku!" pekik Yesung mengambil bayi di gendongan Heechul. "Youngmin—ah" Siwon mengambil bayi di gendongan Leeteuk.
%ika. Zordick%
5 tahun kemudian...
"Kami pulang!" teriak dua namja kecil berwajah serupa memasuki kediaman keluarga Kim. Mereka melangkahkan kaki pendek mereka dengan cepat. "Jangan berlari! Nanti kalian jatuh!" pekik Heechul yang memang dialah menjemput dua bocah itu dari sekolahnya. Heechul memijit pelipisnya yang memang amat pusing melihat tingkah ke dua cucunya yang bisa di bilang sedikit hyperaktif.
"Waah... cucu grandma sudah pulang rupanya" Leeteuk berjongkok dan merentangkan ke dua tangannya. Youngmin dan Kwangmin segera memeluk tubuh Leeteuk. "Omoni~ Kwangmin—ah! Kenapa wajahmu lebam begini? Kau berkelahi lagi?" Leeteuk menatap wajah si bungsu. Kwangmin membuang wajahnya, "Aku laki-laki grandma, aku wajar untuk berkelahi"
Donghae yang mendengar suara anak-anaknya segera keluar dari kamarnya. "Mommy!" pekik Youngmin dan segera berlari menerjang pelukan sang ibu. Donghae terkekeh, Youngmin memang sangat manja seperti dirinya, wajah yang manis sekaligus cantik, namun dia punya sedikit kebiasaan buruk yang mungkin di warisinya dari Heechul. Namja cantik mungil itu suka sekali berbicara kotor dan sadis.
"Kwangmin, mommy kan sudah bilang jangan berkelahi lagi!" Donghae menatap lembut Kwangmin yang masih berdiri menatap kakak kembarnya yang berada di gendongan Donghae. Tak bisa di jelaskan apa yang ada di pikirannya. Seperti rasa ketidakadilan dan ketidakpuasaan.
"Mommy, Kwangmin..." Youngmin mengeluarkan argumentnya untuk membela saudara kembarnya.
"Diamlah hyung! Aku laki-laki yang kuat wajar saja jika aku berkelahi" bela Kwangmin menatap tajam Donghae. Seingatnya dia memang tak membedakan cara mendidik dua buah hatinya, tapi kenapa Kwangmin selalu saja bertingkah memberontak padanya.
Youngmin menggigit bibir bawahnya, "Huwee~~ Mommy, Kwangmin membentakku!" adu Youngmin dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya. Kwangmin terlihat kelabakan, "Aku tak membentakmu!" sekali lagi Kwangmin mengeluarkan nada suara yang terkesan membentak.
Tangisan Youngmin makin membesar. "Kwangmin—ah, kurasa kau perlu bicara dengan Daddymu" Donghae menghela nafasnya. Kwangmin melebarkan bola matanya, sejurus kemudian dia mengeluarkan puppy eyesnya demi membuat sang ibu menarik kembali kata-katanya. Bicara dengan Daddy? Demi apapun, itu hal terburuk yang ia alami. Daddynya memang tak banyak bicara, daddynya juga tak pernah main tangan tapi dengan tatapannya saja betapa Kwangmin merasa terintimidasi. Dia harus akui betapa segannya ia pada ayahnya sendiri.
"Mommy..." rengek Kwangmin. Donghae menggeleng, "Sebentar lagi Daddymu pulang, tunggulah di ruang kerjanya!" ucap Donghae memeluk Youngmin. "Sstt... uljima chagiya, Youngmin mau apa eoh? Biar mommy berikan!"
"Jinjja? Youngmin mau Kyuhyun hyung!" dan demi ribuan selir Kibum dahulu, Donghae rasanya ingin menggigit gemas buat hatinya yang kelewat manis ini. Sepertinya ia mengerti mengapa dahulu ia mengidam agar Kyuhyun selalu di dekatnya, ternyata akibat Youngmin. Dan kenapa dia begitu usil serta suka berkelahi—sepertinya jelas dari Kwangminnya. Ahh—suaminya pasti amat kelelahan dahulu.
"Baiklah, mommy telpon daddymu dulu agar dia membawa kyuhyun hyung pulang eoh!" Donghae tersenyum namun matanya melirik Kwangmin yang masih sibuk berpikir bagaimana menjelaskan segala perbuatannya pada sang daddy.
"Yeoboseo Chagiya... nee aku tahu kau akan pulang sebentar lagi, aku tak mungkin merindukanmu secepat itu. Yaa—bawa Kyuhyun pulang eoh, Youngmin kita merindukannya. Arraseo—dan juga Kwangmin, dia membuat masalah lagi"
Donghae menghela nafas sebelum mematikan sambungan telponnya. Dilihatnya Kwangmin yang menarik-narik ujung kemeja yang sedang ia kenakan. "Mommy" rengek Youngmin agar Donghae menarik kembali ucapannya soal Kwangmin yang harus berhadapan dengan Daddy mereka yang super pendiam yang sanggup membuat Youngmin tertidur dalam ruangan saking sunyinya.
"Tukar pakaianmu dan tunggulah daddymu di ruang kerjanya, arra" Donghae begitu lembut. Kwangmin mengangguk, sia-sia saja memohon pada ibu yang keras kepalanya luar biasa itu.
%ika. Zordick%
"Hyung!" pekik Youngmin berlari ke pelukan Kyuhyun. Demi wajah kelewat datar miliknya, rasanya Kibum ingin menepuk kepala anak manisnya itu. Ayahnya di sini mengapa bukan ia yang mendapat pelukan hangat? Kenapa malah Kyuhyun?
Donghae yang mengerti prihal tatapan mata Kibum yang memang masih berwajah datar, menghampiri suaminya. "Sudah pulang?" di peluknya erat tubuh Kibum membuat Kibum menghadiahkan ciuman di dahi Donghae sebagai bentuk pujian akan kehebatan istrinya membaca hatinya.
Donghae segera mengambil tas kerja Kibum dan melangkahkan kakinya ke kamar mereka. Meninggalkan Kyuhyun yang menyeringgai mesum menatap anaknya. "Kyu..." panggil Kibum yang membuat Kyuhyun mendongak, "Kau buka pedophilia kan?" pertanyaan dengan nada datar yang berhasil membuat Kyuhyun tertimpa beban sangat berat. Sialan! Mengapa Kim Kibum begitu pintar?
"Tentu saja tidak" jawab Kyuhyun agak gelagapan.
"Bagus... aku hanya tak bisa membayangkan bagaimana Kim Siwon dan Lee Yesung membunuhmu" lanjut Kibum dingin yang membuat Kyuhyun menelan ludah kecut. "Ahh—kuharap kau juga tahu bagaimana mengerikannya Kwangmin jika hyungnya di sentuh"
"Bummie... sudahlah, biarkan Kyuhyun! Jangan berbicara begitu dengan Kwangminku nanti. Kau mengerti?"
Kibum memutar bola matanya bosan. Seharusnya Donghae tak menyuruhnya berbicara dengan anaknya yang paling susah di atur itu jika berbicara pun di larang. Ahh—sesungguhnya Kibum pun tak menginginkan rahangnya sakit hanya untuk berbicara. Dia lebih suka mengeluarkan suaranya untuk membuat Donghae ingin do 'that' and 'this' dengannya malam ini.
Sesampainya di kamar, Donghae dengan sigap melepas pakaian Kibum. Dia sungguh istri yang belajar dengan benar bagaimana cara melayani suaminya. "Masalah apa yang dibuatnya?" tanya Kibum saat Donghae melepas satu per satu kancing kemejanya.
Donghae tak segera menjawab. Ia harus menemukan kata-kata yang bagus agar Kibum tak murka dengan cepat. Kibum menghela nafas saat Donghae sudah memakaikan pakaian yang lebih casual untuknya. Dia sangat tahu apa yang di pikirkan Donghae. "Aku tahu kau amat menyayanginya" ucap Kibum mendongakkan wajah Donghae. Di kecupnya bibir Donghae singkat. Donghae segera memberikan beberapa surat tindak kejahatan anaknya pada Kibum.
Kibum mengeriyit. Demi Kuda peliharaan Youngmin yang ia paksa Siwon untuk membelikannya. Dan demi penyanyai Kim Joong Woon yang bersuara amat indah yang mirip dengan mertuanya, tak ia sangka anaknya yang begitu baik di matanya begitu mempunyai banyak masalah. "Kau menutupi yang sebanyak ini?" Kibum tak percaya dengan ulah Donghae.
"Mianhe... ku kira aku akan bisa menjaganya sendiri tanpa harus melibatkan dirimu. Kau sudah cukup lelah bekerja Bummie. Kau juga sibuk mengikuti schedule keluarga kita. Dibandingkan aku yang menjadi guru, kau pasti sangat memerlukan waktu istirahat di banding memikirkan anak-anak kita"
"Babo!" Kibum menyentil dahi Donghae. Donghae memajukan mulutnya kesal. "Kau yang datang ke sekolahnya?" Donghae menggeleng. "Aku minta bantuan pada Sungmin, aku pernah datang sekali dan semua orang menatapku aneh karena Kwangmin dan Youngmin memanggilku Mommy. Sementara aku..."
Ucapan Donghae berhenti, Kibum pun tahu maksudnya, seorang namja tak cocok di panggil 'Mommy' meskipun Donghaelah yang mengandung anaknya dan melahirkannya. "Lain kali aku yang pergi" lanjut Kibum mengecup kelopak mata kanan Donghae yang mulai berkaca-kaca. "Dimana bocah itu?"
"Jangan panggil anak kita dengan sebutan bocah!" rajuk Donghae. Kibum tak terlalu meperdulikannya. "Di ruang kerjamu, dia sudah menunggumu sejak tadi"
%ika. Zordick%
Kwangmin menunduk, dia enggan menatap wajah tampan ayahnya yang masih memasang wajah datar menatapnya. Tangan Kwangmin yang gementar berlahan menggapai tumpukan berkas kejahatannya yang di hempas Kibum ke meja. Kwangmin bisa jelas membaca kumpulan masalah-masalah yang ia buat. Dimulai dari menyingkap rok yeoja, membuat para uke di kelasnya menangis sampai berkelahi dengan para seme sesekolahan.
"Jelaskan!" sebuah kata yang penuh makna tegas. Kwangmin sungguh tak berani menatap iris kelam yang intens menatapnya. Lebih baik dia berhadapan dengan preman pasar dari pada dengan ayahnya. "Kau merasa jagoan hingga melakukan segalanya sesukamu Kwangmin—ah?"
Kwangmin terdiam, jagoan? Dia tak pernah berpikir hingga itu. Dia hanya ingin menarik perhatian hyungnya yang selalu mendewakan 'Cho Kyuhyun', bukankah sifat Cho Kyuhyun seperti itu. Dia hanya benci bermain sendirian, padahal dia punya saudara kembar. Mengapa Youngmin lebih memilih telponan dengan Kyuhyun dibanding bermain dengannya saat istirahat sekolah.
Dan untuk masalah terakhir—yang baru saja ia lakukan. Sungguh—dia hanya ingin melindungi Youngmin yang di ganggu para anak SD yang dekat dengan Tknya. Salahkan wajah Youngmin yang tak semanly wajahnya, meskipun mereka kembar. Kwangmin menggeleng. "Ucapkan dengan tegas jika kau menganggapku ayahmu"
Kwangmin mendongak, "Tidak daddy!" ucap Kwangmin lantang. "Kau tahu kan kenapa kau lahir di belakang?"
"Untuk membantu Youngmin lahir terlebih dahulu. Takdirku untuk melindunginya Daddy, melindungi Mommy dan Keluarga besar kita" sahut Kwangmin, beginilah cara seorang Kim kibum yang dingin mengajari anaknya.
"Lalu?"
"Maafkan aku, aku hanya ingin seperti Kyuhyun hyung atau Sungmin hyung yang kuat dan hebat. Aku ingin agar Youngmin mengakuiku sebagai saudara kembarnya dan bangga padaku Daddy. Aku juga ingin sepertimu, aku bahkan sangat ingin sepertimu"
Kibum tersenyum, "Aku memang ingin kau sepertiku. Tapi tak dingin sepertiku. Arraso?"
Kwangmin mengangguk, ia mengerti kata-kata ayahnya yang memang irit. Sepertinya ia belajar banyak dari Donghae untuk menerjemahkan perkataan Kibum. "Daddy akan datang ke sekolahmu setiap kau membuat masalah"
"Haa? Kenapa bukan Sungmin hyung saja!"
"Dia punya Ryeowook, jangan merebut yang milik orang lain" ucap Kibum yang mengerti maksud Kwangmin. "Maafkan aku!" ucap Kwangmin menyesal. Dia juga sebenarnya tak mau cari mati jika harus berhadapan dengan Ryeowook yang sadis jika mengamuk.
"Kau ingin daddy memaafkanmu?"
Kwangmin mengangguk semangat. Kibum mengeluarkan sesuatu dari meja kerjanya, sebuah botol kecil dengan cairan hijau cerah di dalamnya. "Masukkan ke makanan Mommymu" ucap Kibum santai. Kwangmin mengambil botol itu, "Apa itu daddy?"
Kibum menyeringgai. Kwangmin menatap botol itu, otaknya yang di warisi dari Kibum sepertinya bekerja dengan ampuh. Kemungkinan yang terjadi CAIRAN—MOMMY—MAKANAN—SERINGGAIAN, Kwangmin ikut menyeringgai. "Dan pastikan Youngmin tak melintasi kamar Daddy, arraso" Kibum menyeringgai lebih lebar.
"Arraso Daddy!" yah... apa lagi kalau bukan obat perangsang. Baiklah—sepertinya Kwangmin tahu dari mana darah keusilannya berasal. Bukan karena mommy yang terlalu dekat dengan Cho Kyuhyun saat mengandung dirinya, tapi karena dalam tubuhnya ada darah si bejat Kim Kibum.
%ika. Zordick%
"Mommy... Kwangmin ingin minta maaf" ujar Kwangmin dengan memasang wajah aegyo yang ia pelajari dari Sungmin sekilas saat mereka belajar beladiri.
Yesung tersenyum gembira, sepertinya cucunya itu tahu bagaimana bertingkah laku yang baik. Pasti dia yang mengajarkannya. Seharusnya ia tahu, karena sering di gendongannya—Kwangmin sungguh menjadi anak yang tak punya rasa takut seperti dirinya—kecuali jika dia takut pada Heechul maka sang cucu takut pada Kibum.
Mereka baru saja menyelesaikan makan malam mereka. Kyuhyun tampak sibuk melap sisa makanan di mulut Youngmin. Sementara Siwon memasang wajah meweknya meminta jatah malam pada Leeteuk yang sama sekali tak digubris sang malaikat. Heechul sudah merasakan firasat tidak enak. Insting nerakanya merasa akan ada kejadian tidak baik setelah ini.
"Minta maaf? Mommy sudah memaafkanmu kok" ucap Donghae menaikkan Kwangmin di pangkuannya. Kibum terlihat melirik pada Kwangmin, Kwangmin mengedipkan sebelah matanya. Sepertinya Kim Kibum begitu beruntung memiliki anak yang begitu pintar dan juga sesat sepertinya.
Kwangmin menyerahkan sebotol jus jeruk dari sakunya. "Ini kwangmin beli dari uang saku Kwangmin sendiri mommy. Mommy minum ya!" ucap Kwangmin jujur, ya—itu memang yang ia beli sendiri. Tapi ayolah—uang jajan anak sekecil itu di keluarga sekaya mereka jangan dikira!
Donghae meneteskan airmata terharu. Di kecupnya dahi Kwangmin, dia mengangguk dan segera meneguk isinya sampai habis. "Ini enak, gommawo Kwangmin" ucap Donghae. Kwangmin tersenyum penuh kemenangan kemudian turun dari pangkuan Donghae. Secepatnya di bawanya kabur Youngmin yang tentu saja mendapat protes dari Kyuhyun.
Kibum melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. 'Bingo' batinnya. Di liriknya wajah Donghae yang mulai memerah. "Bum...aahhhh~~~" setengah mendesah Donghae memanggil namanya. Wah,,,, Kibum berhasil rupanya. "Nee~" kibum melirik Donghae yang kini sibuk menjilati leher Kibum.
Yesung terpelongo melihat tingkah anaknya yang di luar batas kewajaran. "Dia memberi apa tadi?" tanya Heechul penuh selidik. Kibum mengangkat bahunya acuh, "Ahhh... panasshhh..." racau Donghae mulai tak tenang. Dia bergerak perlahan ke pangkuan Kibum di sampingnya.
"Biar ku tebak, obat perangsang" ucap Kyuhyun acuh kemudian berjalan menyusul Kwangmin dan Youngmin, dia merasa bertanggung jawab menjaga ke dua anak polos tersebut.
Berlahan Heechul merasakan nafasnya sesak, begitu juga dengan Leeteuk. "Anak itu memberikan jus yang sama juga denganku" umpat Heechul, mulai mengipasi tubuhnya. Yesung mengerjab takjub bersama Siwon. "Jangan mengajarinya yang tidak-tidak Kim Kibum!" Leeteuk angkat bicara, di bukanya dua kancing teratas kemejanya. Siwon menyeringgai.
"Kau mengajarinya dengan benar!" sahut Yesung dan Siwon serempak.
"Bummiiieee... I want you!" Donghae meraba perut Kibum dengan ukiran abs sempurna. Di jilatnya seduktif telinga Kibum. Kibum masih diam tak bergeming, seperti biasa dia memang menyukai naughty Hae.
Yesung menyeringgai sekarang, di ciumnya bibir Heechul dengan liar. Siwon sudah mengangkat Leeteuk ke kamar mereka. "What you want baby?" Kibum mulai menggoda dengan suaranya yang berat.
"F*** me!" demi dewa-dewi Yunani atau apapun, baru kali ini Kibum mendengar kata kotor itu keluar dari mulut Donghae. Oh... terima kasih pada siapapun yang mengabulkan mimpi-mimpi kotornya. "As your wish baby" Kibum cepat menggendong Donghae ke kamar mereka. BLAAAMMM... CEKLEEEKKK... tak lupa kibum menguncinya. Ayolahy ini rated T.
Heechul melotot melihat Yesung yang sudah half necked akibat ulahnya. Sepertinya karena obat yang diberi Kwangmin hanya berdosis kecill padanya hingga ia bisa sadar dengan cepat. "Babo! Bisakah kita melakukannya di kamar?" desis Heechul yang sepertinya harus membuang jauh-jauh keegoisannya yang masih tak ingin di setubuhi oleh Yesung.
"Arraso..." Yesung melepaskan cumbuannya di leher Heechul. Di angkatnya tubuh Heechul, heechul segera meraih kemeja hitam Yesung di atas meja. Tapi Heechul meronta, di dorongnya tubuh Yesung ke sofa terdekat. "Kurasa lebih baik di sini saja, kamar terlalu jauh" ucapnya nakal dan langsung meraup bibir Yesung. Yesung terkikik dalam hati, kau yang lebih tak tahan menahan hasratmu selama ini kan Lee Heechul? Berterima kasihlah pada anakmu yang melahirkan cucu pintar.
Keesokan paginya.
"YAKS... KIM KIBUM! BAGAIMANA AKU BISA MENGAJAR KARENA ULAHMU INI" terdengar teriakan menggema milik Donghae.
"Tidak usah pergi, lanjutkan saja permainan kita semalam chagi" ucap Kibum santai
Yeah... silahkan umpat Kim Kibum sesuka hati kalian!
END
Akhirnya selesai juga...
Demi dewa Neptunus yang menguasai lautan. Apa-apaan ini? Kekekekeke... setidaknya saya senang karena tamat. Maafkan saya jika chap ini gak dapat humornya. Sebenarnya mau buat konflik, tapi ntar bersambung lagi. Gak usah la yew... hahahhaha...
Saya menyiapkan ini dengan kondisi perut mengenaskan dan demam. Jadi tolong hargai chap terakhir ini dengan review berharga dari reader Absolute love tercinta. TidaK Peduli kapan dan dimanapun anda membacanya, tetap harus review eoh... caranya jika dari PC langsung aja isi kotak di bawahnya, jika dari HP, silahkan tekan kotak kecil review. Gommawo...
Akhir kata, gak ada sequel eoh! Bwahahahahha... bagi author yang tertarik buat sequelnya silahkan! Tapi ingat buat beritahu ika dahulu... ckckckckckc...
Balasan review...
Kangin :Seungie. Fishy. Snowy : arraso... arraso... yang ini ingat buat review lagi eoh!
Leeteuk: Guest : setelah ini semua ini selesai eoh... bakal ada sihae/kihae kok... sabar ye...
Ryeowookliviya9808 : si ika biasa-biasa aja hiks... tanpa dukungan dari dirimu #asyik. Min: kau selingkuh chagi?
Hangeng : yesungie lover : hahahahhaha... susah juga, karena dia punya Yesung di belakangnya... yesung: jangan tatap my chagiya China oleng! Hangeng: ku kutuk FF ini!
Kibum: idez lv hallyu: iya.. aku masih bertahan kok... #smirk
Siwon: Key's wife aka F-three, untunglah FF ini sudah tamat... #senang
Kyuhyun: ArissiAriesta Chocolatta, ANDWAE! AKU MASIH YANG TEREVIL, SI KWANGMIN ITU AKAN KUROBOHKAN, DAN KUDAPATKAN HYUNGNYA ckckckckckckc
Donghae :AidenLee15, silahkan pakai tisu ini #nyodorin
Yesung: ELFishy123, dan kami menderita abis. Nista... hui... #bawa benner
Eunhyuk: Guest, untung pairnya bukan eunhae ya?
Sungmin: KiaHyora sudah ...happy ending buat kibum tapi sad ending buat Donghae tuh
Leeteuk: cloud3024 semoga saja, siwon: kau salah chagi seharusnya amin!
Youngmin: #bungkuk GAIMGIYU terimakasih noona, salamnya kami terima.
Hangeng: Raihan, Kyuhyun menolakku KAU PUAS? Sekarang aku di China nyari wu zhun biar bisa selingkuh. Huft... kyuhyun kenapa kau lebih memilih anak sekecil itu dari pada aku... #nangis kejer
Kwangmin: Kang Ji Ae, sekarang udah tamat noona...
Yesung: widyaokta ini pujian atau hinaan? Hahahahahhaha...
Donghae: Eun Byeol, udah kan di chap akhir ini...
Eunhyuk: Hibiki Kurenai, tapi udah tamat tuh...
Kibum: SJ Key, geledek?
Heechul: AIrzanti nih udah tamat kok...
Ryeowook: Kim ryokie, salahkan anaknya yang di communication #nyengir
Siwon: umi elf teukie, aku stuju! #bawa benner
Shindong: arumfishy, aku tak bisa membayangkannya...
Yesung: blue minra, kau benar, tapi untunglah dia sudah melahirkan.
Donghae: laila . r . mubarok dia gak bisa romantis... T,T
Kyuhyun: lupa ya,,, HaeUKE Changmin kan jadi adikku di sini... kekkekeke...
Yesung: dew'yellow, #nunjukin skrip, tuntutan peran! Siwon: kami juga ga ingin nista, #natap si ika horor
Heechul: Cassie willyam, kubunuh si Yesung lau itu sampai di buat ama si ika. Leeteuk: sabar chullie
Kwangmin: Lee Haevi, yang seperti aku
Kyuhyun: DongSu, AKU MASIH BELUM KALAH #pake toak
Donghae: shiRan-chan, #blushing
Siwon: Hong Joo Hyun, salahkan si ika, yang seenak jidatnya buat tuh anak blum tamat sekolah
Heechul: Rilianda Abelira #horror, aku tak mau mengandung ddangkoma!
Youngmin: aoora #masang pose aegyo, seperti ini...
Kyuhyun: Hikari tsuky, mereka orang tua, tidak boleh diperlakukan dengan semena mena, #ditimpuk heechul&leeteuk
Youngmin: Lullu48129, youngie~ anak baik kok...
Hangeng: Evil Thieves terima kasih atas pujiannya, ini chp terakhi... diriview ya...
Sungmin: audrey musaena, gak masalah dengan crack pairnya kan? Kekekekekek
Kibum: sugih miinah, dia gak OL lagi, udah di apdate ya...
Eunhyuk: rizkyeonhae, anda baik-baik saja?
Sungmin: Echa Sk'ElfRyeosomnia #meluk ryeowook posesif, aku akan menjaganya dengan seluruh nyawaku...
Ryeowook: yoon HyunWoon, sstt... jangan sampai ketahuan Sungmin hyung eoh!
Eunhyuk: alcici349 gommawo atas reviewnya...
Ika: Cho Kyu Chely, ada kan? Tapi Cuma sedikit...
Donghae: aehaerykim tapi liat maknanya, anakku tmpan2 kan? Hehehehehe...
Kibum: hyukssoul, udah tuh,,,,
Siwon: bwahahahha... biar tak menyiksa menantuku...
Baiklah akhir kata pai-pai...
Tinggalin review eoh...
