Lanjut! (SBY mode: ON) walo dicerita wa ga gaje, disini wa gaje! (iye peh? ga caya...) anywayz, wa mo bilang makasi sebeser besernya untuk review yang membuat semangatku kambuh! (?)
Nagi & Scarlett:
Iya, hasil dari pikiran sendiri... karena buru buru, masih banyak kekurangan dan disingkat singkat juga sih... but, syukurlah dapat mempublish kembale... thanks!
ScarletAndBlossoms:
Och! nama wa bukan itu, itu cuma nama karangan aja... nama wa... ga bisa bilang... ^^'', gomen, tapi ini demi kebaikan (?) okay, perasaan tersampaikan yah... syukurlah... thanks!
Black Roses 00:
PJ itu apaan yah? oke, ripiu! ehem, iye ni, ada yang baro baro ni... *ditombak Jiang Wei* nanti maunya sih perang lage, tapi... masa perang melolo? thanks!
Games: Dynasty Warriors, belong from KOEI
Chapter 12: Pertemuan tidak sengaja
Gendre: Friendship & Adventure
Rate: T (Teen *ga perlo dikasi tau non!)
Chara: Jiang Wei
Summary: rahasia kita berdua... akhirnya bisa menjalin hubungan yang baik... syukurlah! jika kita bertengkar hanya dengan masalah sekecil ini, gawat sekali...
.
.
.
Aku menatap kembang api itu setiap kali diluncurkan, warna warni yang sangat membuat para orang orang gembira dan senang. rasanya aku ingin berteriak dan tertawa ria sambil meloncat loncat. angin yang sepoi sepoi membuatku ingin tidur. aku menoleh kearah Jiang Wei, yang sedang menghidupkan kembang api terakhir.
DUARR!
Aku mendengar suara ledakan yang besar dari langit, melihat kembang api yang besar dan terdengar suara orang orang yang kagum. aku tersenyum simpul dan tiba tiba air mataku jatuh. aku sedikit kaget kenapa tiba tiba aku menangis, apapun itu, aku cepat cepat menghapus air mataku supaya tidak ketahuan.
Benar benar tak bisa ditahan... kalau tidak ada "itu" saat kembang api, aku tak bisa tenang... tetapi, mana mungkin "itu" ada disini. sepertinya perasaanku mulai gawat... gelisah... dan aku yakin pikiranku mulai terbang. aku menghela nafas dan mencoba tenang. "itu" sudah menjadi kebiasaanku, kalau tidak ada "itu" gimana yah...
"Kenapa?" tanya Jiang Wei, menghampiriku.
"Wah!?"
"Kaget?"
"Te... tentu saja! hampir saja jantungku melompat!"
"Hampir..."
"Iya... ehm... ada apa?"
"Harusnya saya bukan yang pertama kali bertanya? kenapa? rasanya dari tadi kamu gelisah"
"Eh? gelisah? ehm... gelisah yah... apa cuma perasaanmu saja?"
"Dari tadi saya melihatmu, rasanya kamu tidak tenang dan terlibat"
"Ehm... diduniaku... aku punya cinta pertamaku selama 8 tahun ini..."
"Eh hem..."
"Dia anak toko minuman yang pernah melindungiku dari anak anak yang mengangguku"
"Ya...?"
"Dan, dia selalu memberikan ku sejenis minuman dari kaleng yang bernama 'Apple Tea' yang selalu di ambilnya dari tokonya diam diam"
"Lumayan..."
"Dan, Tuan Jiang Wei mirip sekali dengannya!"
Aku tersenyum simpul, dan wajahnya kelihatan sedikit kaget. dia menunjuk dirinya sendiri, lalu wajahnya mulai memerah. aku mulai tertawa sendiri, malu juga menceritakan tentang cinta pertamaku itu. tetapi, sedikit lega, rasa gelisahku mulai tenang sedikit. aku mulai berhenti tertawa dan menghela nafas sebentar.
"Eipel ti itu apa?" tanya Jiang Wei.
"Apple Tea yang benar, hem... itu artinya teh apel. maksudnya itu teh, tetapi teh itu harum dan rasanya rasa apel"
"Ooooh..."
"Kenapa? kau mau mencobanya?"
"Ti... Tidak!"
Aku tertawa kecil, aku yakin dia bohong, minuman kaleng seperti itu mana mungkin ada disini...
"Kumohon! aku sudah mencari seseorang dari waktu lama! dan, aku yakin dia ada disini!"
Hm? sepertinya aku mendengar suara perempuan digerbang utara. suaranya sangat kukenali... apa jangan jangan... "dia" yang dia maksud itu, aku...?
Aku tidak tau pasti tetapi yang jelas itu suara yang sangat kurindukan... tiba tiba aku berdiri dan berlari menelusuri kebawah, menuju gerbang utara. apa mungkin suara itu... suara seseorang yang sangat dekat? sampai sampai badanku bergerak tanpa aba aba ku? apapun itu, aku harus cari tau!
"Tuan penjaga gerbang! ada... a... pa...? ah..? Ma.. Masya?" kataku kaget melihat perempuan yang tak lain salah satu yang memiliki hubungan darah denganku.
"Ah! Khusina! kenapa kau bisa disini!?" kata perempuan itu datang dan memasang tatapan heran.
"A.. akupun tidak tau... tiba tiba saja aku..."
"Siapa itu Nona Fong?" tanya Jiang Wei tepat ada dibelakangku, syukurlah, dia tidak memanggil namaku...
"Dia... dia... sepupu perempuanku... Li Ling Ling"
"Sepupu Nona? oh! maaf akan kelancang saya!" kata penjaga gerbang itu menunduk dan mundur.
Aku membawa sepupuku ini ketempat yang aman, diikuti oleh Jiang Wei dibelakangku. sesaat di bawah pohon yang lebat aku terduduk dan menghela nafas. lari lari dimalam hari... apa ada hantu yang mengikutiku? hah... hah... hah...
"Namanya Li Ling Ling?" tanya Jiang Wei menujuk sepupuku.
"Itu nama Chinanya, nama aslinya Masya Yoshiko" kataku.
"Kenapa dia bisa disini?"
"Khusina, mamaku kaget, sudah 10 hari kau tidak ada dirumah, makanya, aku mengecek kamarmu dan saat aku membuka jendela, ada yang menarikku, dan tiba dihutan hutan gelap sana" jelas sepupuku Masya, sambil menunjuk hutan gelap itu.
"I... itu hal yang sama saat aku kesini! dan... dan... 10 hari?"
"Iya! mamamu nangis 10 hari 10 malam! (?) papamu berusaha menenagkan mamamu tau!"
"Maaf... ah! ada bawa itu tidak?"
"Ada, ini"
Aku menerima Apple Tea yang diberikan oleh Masya. syukurlah dia bawa... kalau tidak, aku bakal keringat dingin (?) dia selalu siap apa adanya.
"Itu yah? yang namanya Eipel Ti?" tanya Jiang Wei, masih ingin tau.
"Iya... kau mau coba?"
"Ti... tidak..."
"Hem? uwah... keren sekali orang ini, pacamu Khusina?" tanya Masya menunjuk Jiang Wei.
"BRUFF! Ma... mana mungkin! hanya sekedar teman perang!"
"Pacar? apa itu?" tanya Jiang Wei, tidak mengerti.
Oh iya, aku lupa kalau zaman dulu tidak tau apa arti pacar... tapi sudahlah... rasa maluku mulai sedikit reda... hah... kalau ada Masya mah... dia selalu bertanya tanya hal yang menyebalkan!
Kami tidak menjawab pertanyaan Jiang Wei. walau Masya seperti itu, dia bisa jaga mulut... aku menghela nafas sebentar, Apple Tea... keluargaku suka marah marah kalau aku minum ini... kata mereka "Kau sudah besar! masih saja suka minum yang manis manis!" pasti begitu, tetapi, Masya tidak begitu... dia malah membelaku...
Masya memang banyak persamaan denganku, terutama soal hobi bermain bulu tangkis, dan juga permainan lainnya... biasa Masya membelaku seperti ini, "Biarlah! itukan kenangan! jika kenangan itu tidak dipelihara, yang tertinggal hanyalah kenangan pahit" pasti begitu. Masya memang banyak mengetahui segalanya...
"Itu... minuman manis?" tanya Jiang Wei menunjuk Apple Teaku.
"Ya" jawab Masya singkat.
"Eipel Ti... mungkin memang cocok untukmu, Nona Fo... eh? Nona Khusina"
"Terima kasih, dan... panggil saja aku Li Ling Fong" kataku.
"Baiklah" jawab Jiang Wei tersenyum tipis.
"Wah... romantis yah? hihihi..." goda Masya membuatku sedikit kesal.
"Katanya kalian dari dunia lain, atau masa depan bukan? kalau bisa... saya ingin ikut, dan bersama Nona Fong terus"
Aku yakin wajahku mulai memerah malu... dia ini jujur sekali yah? lama lama aku ingin disini terus tapi mana mungkin... Masya tersenyum simpul, dia mulai duduk disampingku.
"Jarang ada lelaki seperti dia, mungkin dia suka padamu" goda Masya lagi.
"Dia memang menyukaiku, dia juga sudah bilang padaku"
"Hehehe... baru kali ini ada lelaki yang suka perempuan yang kelebihan tomboi sepertimu..."
"Iya, aku memang tomboi! eh? a... a... a... Ma... Masya! awas! belakang!"
"Eh?"
Masya membalikkan badannya dan matanya terbelalak kaget. mulutnya terngangga ngangga, aku dan Jiang Weipun terkejut, bukan kepalang... setan saat aku bertemu dikamarku... disini... didepan mata kami!
.
.
.
Yang pertama membosankan, yang terakhir seru!
Review banyak, ide banyak!
