Fake Boyfriend, Real Love

Kibum, Kyuhyun

Cerita romantisnya anak sekolahan, tapi punya rating di atas normal.

Cerita ini nggak nyata. Semua yang ada di dalamnya sengaja dibuat untuk kesenangan semata. Kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dll, mohon dimaklumi, karena kalau tidak ada kesamaan di dalamnya, namanya bukan fanfiction.

Part 12

Kyuhyun tepar gara-gara dicekoki bir oleh Ada. Padahal cuma dua kaleng, itu pun setengahnya sudah diminum Kibum. Setelah Kyuhyun menegak bir setengah kaleng, dia sudah merasakan tubuhnya melayang. Senyumnya terus terkembang tanpa bisa dikontrol. Matanya memberat, tapi kepalanya terasa ringan. Dia tertawa paling keras saat kumpulan itu membuat lelucon. Dia menyahuti pembahasan vulgar dari teman-teman Kibum tanpa malu. Dia juga membantah ketika Kibum menyuruhnya berhenti minum.

Untungnya Kyuhyun teler di kaleng kedua.

Kibum dan yang lainnya masih ngobrol sampai beberapa jam. Setelah satu persatu dari mereka mulai mabuk dan mengantuk, mereka berpindah ke kamar-kamar tamu. Gadis-gadis Siwon sudah masuk duluan ke kamar, Siwon yang belum pergi. Menawarkan kamar pada Kibum, tapi Kibum tidak mengambilnya. Dia akan tidur di sofa saja, kebetulan Kyuhyun sudah tak bisa dibangunkan, jadi tidak mungkin juga bagi Kibum untuk mengangkatnya ke dalam kamar.

Siwon membawakannya selimut dan bantal. Sebelum pergi pun dia membantu Kibum mengemasi kekacauan yang mereka buat. Hanya menyingkirkan sampah-sampah itu dari sofa dan meja agar Kibum dan Kyuhyun bisa tidur dengan nyaman.

"Kau yakin akan pergi ke sekolah, besok?" tanya Siwon ketika melihat jam di dinding. Jam 3 lewat beberapa menit. "Aku yakin Kyuhyun tak akan bisa bangun pagi."

Kibum melihat Kyuhyun yang sedang tidur nyaman di bawah selimut tebal pinjaman dari Siwon. Punya julukan anak nakal tapi mabuk di kaleng kedua. Bukan hanya Kibum, Siwon pun tak habis pikir. Kalau Kyuhyun tak bisa bangun pagi, mau bagaimana lagi? Kibum terpaksa meninggalkannya di sini.

"Lihat nanti!"

"Aku akan pergi tidur, sebaiknya kau juga!" Kibum menganggukinya. "Selamat malam, Kibum!"

"Selamat malam juga!"

Siwon membantu Kibum mematikan semua lampu sebelum meninggalkan tempat. Hanya lampu temaran yang tersisa. Kibum naik ke sofa, masuk dalam selimut di belakang Kyuhyun. Dia merebahkan kepalanya di bantal yang sama dengan Kyuhyun. Memeluk pinggang Kyuhyun dan menariknya mendekat agar tidak jatuh dari sofa yang tidak terlalu besar itu. Kemudian memejamkan mata.

Kyuhyun menggeliat kecil, membuat Kibum yang hendak tidur membuka matanya lagi. Ketika Kyuhyun sudah kembali tenang, Kibum mengangkat kepalanya hanya untuk menjatuhkan ciuman ke pipi Kyuhyun, kemudian kembali merebahkan kepalanya di bantal, lalu tidur.

.

.

.

"Selamat pagi!" sapa Ada yang sudah duduk di single sofa di seberang sofa yang Kibum tempati. Gadis itu tengah meminum air gula untuk menghilangkan hangovernya. "Kupikir kau sudah ke sekolah dari tadi pagi!"

Kibum yang baru membuka mata hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Dia melihat Kyuhyun masih tidur. Posisinya tidak berubah banyak. Lengannya yang ada di bawah leher Kyuhyun terasa sakit. Kebas dan mulai kesemutan. Dia hanya menarik tangannya, membiarkan Kyuhyun tidur di atas bantal, tapi tetap memeluknya.

Pagi tadi dia sudah bangun. Hendak ke sekolah, melihat Kyuhyun tidur, dia urung untuk pergi. Lagipula matanya benar-benar perih. Dia hanya tidur tiga jam dan itu belum cukup. Maka dari itu, dia tidur lagi. Melewatkan sekolah hari ini begitu saja. Toh, tidak ada pelajaran yang terlalu berarti baginya, dia tidak cemas akan tertinggal pelajaran.

Kibum melirik Ada, kemudian memejamkan matanya lagi.

"Kalian seperti pasangan kekasih betulan."

Tanpa membuka mata, Kibum melemparkan pertanyaan balik, "Memangnya kau anggap hubungan kami tidak betulan?"

Ada tertawa. "Sedikit!" jawabnya masih sambil tertawa kecil. "Kyuhyun terlihat terlalu suka padamu. Kau sama sekali tidak acuh padanya. Hubungan seperti itu kadang-kadang tidak nyata."

Kibum tersenyum mendengar pendapat Ada.

Awal-awal memang seperti itu. Hubungan percintaan mereka tidak harmonis karena keterpaksaan. Makin ke sini, hubungan mereka mulai membaik. Kibum saja kadang-kadang menikmati status berpacarannya dengan Kyuhyun, meski lebih sering menolaknya. Anak nakal yang sekarang ada di pelukannya ini, sekali waktu membuatnya bahagia, tapi sekali waktu juga membuatnya kesal. Bisa dibilang menjengkelkan, tapi bikin kangen.

Kibum tidak mau mengakui hal itu di depan umum. Cukup mengakui bagi diri sendiri saja berat, apalagi kalau sampai orang lain tahu, mau ditaruh di mana mukanya yang datar itu? Maksudhnya, mukanya yang tampan itu?

Tapi kalau di depan Ada, sepertinya tidak apa-apa menunjukkan jadi diri.

Kibum mengangkat kepalanya dari bantal, lalu mencium puncak kepala Kyuhyun. Ada berseru ketika melihatnya, kemudian tertawa kecil.

"Apa itu terlihat lucu?"

Ada tertawa, kemudian mengangguk. Terdiam sejenak, lalu tertawa lagi.

Kibum berdecak sebal.

"Kau lucu kalau bersikap romantis. Jangan tunjukkan hal-hal seperti itu di depan umum, aku takut banyak orang akan muntah." Ada tersenyum mengejek. "Tapi bagus kalau kau mulai tertarik dengan dunia percintaan. Soalnya aku dan Siwon tidak mau kau menikah dan bercinta dengan dirimu sendiri."

Karena selama mereka berteman, Kibum tidak pernah menampakkan ketertarikannya dengan lawan jenis, apalagi dengan sesama jenis. Kibum pasang tampang datar terus. Takutnya sindrom mencintai diri sendiri diidapnya. Maka dari itu Siwon dan Ada sering mengenalkannya pada banyak gadis, siapa tahu nyantol di hati Kibum. Nyatanya tak pernah ada. Tak tahunya Kyuhyun, anak dengan julukan nakal di sekolah yang malah bisa mengambil hatinya.

Merasa tak habis pikir, Ada geleng kepala lagi.

Kibum kembali melakukan apa yang barusan dilakukannya. Mengangkat kepalanya dari bantal kemudian menciumi pipi Kyuhyun. Ada mendesis jijik, tapi Kibum tidak peduli. Sementara Kibum mengusik tidur Kyuhyun, kekasihnya itu terganggu, menggeliat, kemudian mulai membuka mata. Kibum sudah selesai dengan adegan ciumannya.

Kyuhyun mengusap pipinya yang basah.

"Kau ngiler!" kata Kibum tanpa rasa bersalah.

Ngomong-ngomong kalau Kyuhyun tidak tidur, dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Nanti Kyuhyun bisa besar kepala.

Setelah mengusap yang kata Kibum ilernya dengan selimut, Kyuhyun tidur lagi.

Ada terkikik di seberang sofa. "Kau sering mengerjainya?"

"Dia yang sering mengerjaiku."

"Wow!" Ada berseru lagi. "Aku tidak pernah menyangka kalau seleramu yang seperti ini," dia menunjuk Kyuhyun dengan gerakan matanya. "...agak-agak begajulan." Ketika Kibum hendak memprotes perkataannya, Ada menambahkan."Aku dengar dari Siwon, dia anak nakal di sekolah kalian."

"Hanya kurang perhatian ..."

Ada menaikkan sebelah alis. "Dan?"

"... aku suka memberi perhatian."

Ada nyengir. Dia tidak percaya Kibum mengatakan itu di depannya. Mencoba membual dan tentu saja membuat Ada mual mendengarnya.

"Kau mulai melucu!" tegurnya. Kibum out of character.

Ada kembali meminum air gulanya. Sementara itu, Kibum kembali tidur.

Kihyun

"Heh, kupikir kau benar-benar sakit?" tanya ketua kelas yang kebetulan ketemu Kibum dan Ada di depan Mall. "Dan kau punya kekasih selain Kyuhyun?" pertanyaan terakhir itu digaungkan sedikit lirih, mendekat ke telinga Kibum.

Kibum mendengus. Memangnya setiap orang yang pergi dengannya selalu jadi kekasihnya? Dia bukan tipe seperti itu, kalau boleh mengatakannya dengan jujur. Tapi Kibum lebih suka diam. Hanya mengekspresikan perasaan lewat gerakan-gerakan kecil saja.

Sayangnya meski berbentuk bisikan, Ada bisa mendengarnya. Gadis itu punya banyak sifat jail akhir-akhir ini, terutama ketika harus berurusan dengan hubungan sahabatnya dengan kekasih sesama jenisnya.

Dia menggandeng lengan Kibum. Menggelendot manja dengan sedikit senyum cantik ditebar di hadapan ketua kelas. "Menurutmu aku atau Kyuhyun yang lebih pantas bersama Kibum?"

Si ketua kelas terkekeh. Tentu saja Ada lebih pantas. Lebih manusiawi kalau seorang laki-laki berpacaran dengan seorang wanita. Tapi mengingat Kibum bisa menjadi pawangnya Kyuhyun, membuat anak nakal itu berhenti berbuat nakal, ketua kelas akan lebih memilih Kibum bersama Kyuhyun. Tentu saja kesejahteraan sekolahnya adalah prioritas utama.

"Ada, kekasih pertamanya Kibum!" Ada memperkenalkan diri. Ketua kelas menyambut uluran tangannya, kemudian menyebutkan nama. "Jadi, bagaimana Kibum dan Kyuhyun berpacaran di sekolah? Tidak terlalu mencolok, kan?"

"Tidak. Terlalu biasa malah. Mereka tidak romantis," terang ketua kelas. "Tapi yang tidak romantis di luar, bersifat kebalikannya di dalam. Aku tahu kau kekasih pertamanya, tapi kalau boleh kusarankan kau jangan membuat masalah dengan Kyuhyun. Dia itu anak yang ..." si ketua kelas membuat keambiguan sifat Kyuhyun supaya Ada segan padanya. "Ya... agak-agak nakal. Aku hanya tidak mau gadis secantik kau terluka karenanya." Dia tersenyum berwibawa, senyum yang biasa dia pamerkan di depan kelas. "Lebih baik lagi kalau kau juga menjauh dari Kibum. Kalau kau tidak tahu cara meninggalkannya, cari nomorku di ponsel Kibum, lalu telepon aku. Aku siap memberimu saran, juga penghiburan!"

Ada tertawa lebar, sedangkan Kibum mendengus lagi.

"Tadi pagi aku memang tidak enak badan." Kibum menginterupsi dua orang yang sekarang sedang berpandangan dan senyum-senyuman. "Baru saja sembuh."

"Oh, tidak masalah."

Teman sekelasnya memang yang terbaik. Meski pada kenyataannya mereka adalah sumber sakit kepalanya Kibum, juga sumber salah paham, mereka selalu membantu di saat-saat genting. Seperti ketika satu teman yang tidak masuk sekolah tanpa kabar, mereka akan mengisikan absennya dengan izin sakit, memberi dispensasi, dan izin-izin lainnya yang berguna. Menolong satu sama lain di kelas walau lebih lebih tepatnya disebut merecoki urusan orang lain, tetapi kekompakan itu yang Kibum sukai dari teman sekelasnya. Dan ketua kelas inilah juaranya dalam mengatur kekompakan.

"Ada tugas kelas yang langsung dikumpulkan hari ini, tapi kau tidak perlu risau. Aku sudah mengurusnya." Dia berlagak seperti pahlawan. Seperti biasanya, dia yang memerintah dan temannya yang mengerjakan. "Tidak ada PR, kau bisa istirahat dengan baik malam ini. Dan karena aku terburu-buru, aku akan jelaskan detail sekolah hari ini, nanti."

"Sedang ada kencan juga?" tanya Ada yang langsung disangkal ketua kelas.

"Pertemuan antar ketua kelas. Ada hal yang perlu dibahas."

Ada ber'Oh' ria.

"Saranku tadi, tolong pertimbangkan!" katanya pada Ada. "Aku pergi dulu!"

Setelah Kibum dan Ada mengangguk, ketua kelas melambaikan tangan, lalu pergi.

.

.

.

Ada tertawa kencang ketika dari jauh melihat ketua kelas Kibum jalan dengan seorang gadis berseragam sama. Itu yang namanya pertemuan antar ketua kelas? Tapi Kibum memberitahu Ada bahwa memang gadis yang jalan dengan ketua kelas itu adalah ketua kelas dari kelas lain. Benar pertemuan antar ketua kelas, tapi Kibum tidak yakin dengan agenda pertemuan itu. Yang jelas bukan tentang kegiatan sekolah karena dua ketua kelas dari kelas berbeda itu jalan bergandengan tangan.

Mereka sedang menunggu di sudut Mall. Seseorang tengah menjanjikan sesuatu pada Ada. Siapa orang itu, Ada tidak memberitahunya. Karena kata gadis itu, diberitahu pun Kibum tidak akan kenal orangnya.

Karena hari ini semua lelaki telambat bangun, termasuk kekasih Ada sendiri, Kibumlah yang ditariknya ke sini. Kibum mulai risih dengan banyaknya orang yang berlalu lalang. Meski tidak ada yang menggubris keberadaan mereka, kebisingan yang Kibum dengar membuat Kibum sedikit sakit kepala. Atau itu efek minum bir semalam, belum sembuh benar sakit kepalanya, dipaksa mengantarkan Ada ke Mall ini.

"Kapan orangmu itu datang?"

"Sebentar lagi."

"Apa yang dia janjikan padamu?

Ada tersenyum kecil. "Nanti kau juga tahu."

Sahabatnya ini benar-benar tidak membantu mencairkan suasana. Kibum pun harus sabar.

Seperti yang dijanjikan Ada, orang itu datang. Berbentuk seorang gadis seumuran tapi dengan tubuh lebih bongsor. Kalau salah mengenali, pasti ada yang mengiranya wanita pekerja dengan karir yang cemerlang. Untungnya Kibum satu dari sekian orang yang mudah menganalisa orang lain.

"Cuaca sedang bagus, jadi kau dapat potongan harga."

Mencurigakan. Kibum mengerutkan dahi pada kelakuan dua wanita di depannya itu.

Gadis itu menyerahkan satu kantong plastik berisi bungkusan makanan bermerek McD. Ada menerimanya dengan bangga. "Lengkap?"

Si gadis mengangguk. "Burger, kentang goreng, cola. Plus saus sambal."

"Aku harus banyar berapa?"

"100."

Ada mengangguk. Mengeluarkan dompet dan memberikan 100 dolar. Kibum makin mengerutkan dahinya. Sejujurnya mereka transaksi apa? Beli makanan di McD, satu paket lengkap tidak sebegitu mahal. Dan kenapa pula bayarnya harus pakai dolar?

"Senang jadi perantaramu!"

Tanpa bicara apa-apa lagi, gadis itu pergi.

Ada tersenyum melihat muka curiga Kibum. Dia langsung mengaba untuk pulang. Meski Kibum menurut, dia mengajukan beberapa pertanyaan.

"Kau tidak bertransaksi narkoba, kan?"

Ada menggeleng.

"Barang terlarang lainnya?"

Ada menggeleng lagi.

"Lalu apa?"

"Sesuatu yang akan kutunjukkan padamu setelah kita sampai di rumah Siwon. Jangan khawatir ini tidak terlarang, tidak ilegal, tidak menyalahi apa pun. Hanya saja aku terlalu malu untuk membelinya sendiri." Ada tersenyum lagi, membuat Kibum makin merasa janggal. "Kau dapat bagian!" katanya sambil menarik Kibum kembali ke motornya diparkir.

.

.

.

Kibum penasaran, tapi tidak pernah sepenasaran ini untuk mengajukan pertanyaan.

Sampai di rumah Siwon, ketika mereka mulai berjalan ke dalam rumah, Kibum menanyakan lagi. Apa isi dalam kantung makanan itu?

"Tin terlihat lebih seperti wanita dewasa dari pada remaja," terang Ada. Itu menjelaskan kalau analisis Kibum terhadap gadis tadi benar. Tapi nama Tin terdengar agak konyol di telinga Kibum. Entahlah kalau cuma nama panggilan. "Dia tidak ada masalah untuk membeli barang-barang seperti ini. Terakhir kali aku mencoba membeli untuk temanku, penjualnya memandangiku seperti aku ini gadis yang belum cukup umur. Bahkan mereka menanyakan usiaku. Aku terlihat muda itu bagus, tapi ditanyai usia ketika membeli barang khusus dewasa membuatku sedikit minder."

Barang khusus dewasa, tapi Kibum belum mampu menebaknya.

"Temanku menyarankan jasa Tin padaku. Dia memang bisa diandalkan."

"Apa...?" Kibum mulai tidak sabar ingin mengetahuinya.

"Untuk pesta malam ini."

Malam ini pesta apa? Kibum kenapa tidak tahu agenda yang dibuat Siwon dan Ada.

"Kurasa kau tidak memerlukan pengaman, tapi aku membelikanmu pelicin rasa-rasa." Wajah Kibum langsung mengkerut. "Merek Thailand. Kudengar sangat bagus untuk hubungan ..." Ada membuat tanda kutip di udara. Maksudnya hubungan belakang. "Kau dan Kyuhyun harus mencobanya!"

Kibum menangkap artinya sekarang. Namun, dia tidak tertarik. Tidak pernah membayangkan akan berhubungan dengan Kyuhyun. Jadi dia berusaha menolak. hanya saja sebelum dia menolak, Ada sudah meninggalkan tempat. Kyuhyun yang datang. Dengan celana pendek, tanpa kaos, dan handuk menyampir di lehernya. Badannya putih pucat. Ada sedikit kemerah-kemerahan, bekas gatal yang melebar karena digaruk. Tidak ada Abs, tapi perut itu rata tidak ada lemak yang berlebihan.

Kibum melihat terus ke sana. Ke badan Kyuhyun, termasuk dua tonjolan kecil di dadanya.

"Kita akan renang. Kau ikut?"

Kibum tersadar dengan cepat. "Tidak!" jawabnya tegas.

Di belakang rumah terdengar suara teman-temannya. Mereka benar-benar tengah berenang. Kibum jadi sedikit tertarik untuk ikut renang.

"Ok, kalau begitu aku renang dulu!" Kyuhyun melangkah ke belakang.

Kibum membuntuti Kyuhyun. Sampai di area kolam renang, semua orang termasuk gadis-gadis Siwon tengah bermain air. Cuaca sedang bagus, kalau berenang pun akan menyenangkan. Kibum mendekati mereka. Seketika semua orang mengajaknya berenang. Kibum berubah pikiran dengan cepat. Segera mencopoti bajunya sendiri, kemudian menceburkan diri bersama Kyuhyun dan teman-temannya.

Kihyun

Adegan mesum diperlihatkan Siwon lagi.

Sebenarnya tidak diperlihatkan, mereka yang lewat dan tanpa sengaja melihatnya berbuat mesum. Si gadis masih dengan pakaian renang minim berbentuk dua lembar, atas bawah. Siwon dengan celana renang sebatas paha. Keduanya pamit ambil makanan ringan dan minuman tambahan tadi, tapi lama tidak kembali karena tersangkut di atas meja dapur. Tumpang tindih saling cumbu.

Siwon tengah menciumi gadisnya di meja dapur, sedangkan Ada, teman Ada, Kibum, dan Kyuhyun masuk untuk mengambil barang. Beberapa dari mereka hanya berseru kecil sambil lalu, tapi Kyuhyun dan Kibum harus ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan yang tugasnya telah disalahgunakan Siwon.

Kibum berdehem kecil, menghentikan sementara ulah gila Siwon. Siwon menarik diri dari gadisnya. Membawa gadis itu turun dari meja dapur, lalu sama-sama duduk di kursi.

"Kami hanya akan mengambil makanan ringan dan minuman." Kyuhyun mengatakannya ketika Siwon menatap malas ke arah mereka. "Cuma sebentar."

Kyuhyun buru-buru masuk dapur, menggeledah kabinet satu demi satu, bahkan menarik keluar laci-laci, tapi tidak segera mendapatkan apa yang dia inginkan. Sementara Kibum bersandar di pintu dapur di dekat Siwon, memandangi sahabatnya itu sama malasnya.

"Makanan ringan di sebelah kanan," Siwon menghentikan aksi menggeledah yang Kyuhyun lakukan. Dia menunjuk satu kabinet besar paling ujung. "Di situ!" Lalu Kyuhyun mendatangi arah yang ditunjuk Siwon. Segera membuka kabinet dan mengambil makanan-makanan dengan brutal. "Tidak usah terburu-buru, aku tidak keberatan kehilangan sedikit waktu." Kyuhyun pun mulai dengan nyaman memilih-milih makanan ringan yang akan dia bawa.

Sementara itu, gadisnya Siwon memutuskan untuk bergabung lagi dengan teman-temannya di kolam renang. Otomatis Siwon kehilangan kesempatan.

"Ada apa dengan tubuhnya?" Siwon menunjuk Kyuhyun, otomatis Kibum yang ditanya melihat ke arah sana. Mendapati arah pandang Siwon ke badan Kyuhyun yang memiliki bercak-bercak merah, Kibum melirik Siwon dengan agak sinis. "Tadi bukannya tidak ada yang seperti itu?"

"Kulitnya terlalu tipis, kena apa-apa sudah jadi merah." Siwon menyipit, menyelidik ke arahnya, membuat Kibum harus menambahkan kata-kata. "Kalau orang lain yang membuatnya, pasti bentuknya kau sendiri akan tahu. Bukankah kau sering membuatnya juga? Aku sendiri tidak akan membuat hal sekonyol itu."

Mungkin Kibum main bersih, tapi akan lebih menyenangkan kalau meninggalkan jejak.

"Tidak usah dibahas!" Kibum berkata santai, nadanya acuh tak acuh seakan Kyuhyun bukan sesuatu yang patut untuk dibicarakan. Namun, sesungguhnya dia hanya tidak ingin Siwon menganalisa apa yang ada di tubuh Kyuhyun. Itu sama dengan memandangi tubuh Kyuhyun secara tak sengaja. "Aku akan menyuruhnya pakai sesuatu biar tidak mengganggu pandangan."

Sahabatnya hanya mengangguk tak acuh.

Siwon tidak akan tanya seperti apa hubungan yang dijalani Kibum dengan Kyuhyun sekarang. Terakhir kali Kibum mengeluh telah dimanfaatkan, dia berusaha membantu. Nyatanya Kibum menolak bantuannya dengan alasan punya caranya sendiri. Sampai detik ini, cara Kibum itu sama sekali tidak diketahu Siwon. Malahan hubungan sahabatanya itu dengan Kyuhyun berkembang makin jauh dengan bukti ditolaknya banyak bantuan darinya untuk memisahkan diri dengan Kyuhyun. Entah Kibum masih menjalankan caranya sendiri itu atau malah sudah kalah dari Kyuhyun. Meski begitu, kalau Kibum membutuhkan bantuannya, dia siap membantu.

Soal dua gadis yang dibawanya ke rumah ini, memang salah satunya akan dipersembahkan pada Kibum. Pendekatan, pertemanan, atau semodel pacaran singkat. Siapa tahu Kibum butuh hiburan setelah sering dibuat pusing oleh Kyuhyun. Tak tahunya Kibum malah dengan bangga membawa Kyuhyun bersamanya. Jadi, Siwon menyimpulkan bahwa Kibum mulai menerima anak nakal itu.

"Kau menginap lagi malam ini?"

Kibum mengendikkan bahu. "Tidak tahu. Kalau Oemma membutuhkan bantuanku di rumah, aku akan pulang."

"Kau sudah dengar dari Ada agenda kita malam ini?"

Kibum melirik ke arah Kyuhyun yang kelihatannya akan selesai memilih-milih. Kibum tahu Kalau Kyuhyun mendengar apa yang dibicarakannya dengan Siwon meski fokusnya pada makanan dan minuman yang dia kumpulkan dari dalam bufet. Supaya Kyuhyun tidak tahu kalau mereka sedang membicarakan rencana mesum massal malam ini, Kibum tidak akan terang-terangan menjawab.

Dia menganguk sebagai ganti jawaban.

"Kapan lagi kita punya waktu bersama seperti ini? DI rumahmu, kau tak bebas, kan?" Siwon menarik sudut-sudut bibirnya. "Kalau Oemma di rumah, kau kehilangan kesempatan. Bilang saja pada Oemma kalau kau menginap di sini satu malam lagi. Oemma tidak akan marah!"

Tentu saja ibunya tak akan marah. Sahabat Kibum yang ibunya kenal hanya Siwon dan Ada, kalau nama mereka disebut, ibunya sudah tentu memberi izin. Masalahnya bukan pada ibunya atau pada kesempatan yang datang tak tantu, tapi pada Kibum dan Kyuhyun yang belum pernah melakukannya sebelumnya. Banyak yang tidak bisa diprediksi apa yang akan terjadi di waktu pertama mereka. Jadi, Kibum mengantisipasi untuk tidak ditertawakan teman-temannya. Lagipula Kyuhyun juga belum bilang siap, Kibum tidak mungkin memaksanya.

Eh, ngomong-ngomong Kibum pernah jijik dengan Kyuhyun, kan? Dia tidak tertarik dengan anak nakal itu. Mati-matian mencari cara untuk menghindar dan membuktikan diri bahwa dia dan Kyuhyun tidak bisa bersama, tapi kali ini agaknya otaknya kerasukan benda asing jahat yang membuatnya tiba-tiba berpikir untuk meniduri Kyuhyun.

Kibum yang tersadar lebih cepat, langsung meletakkan tangannya ke tepian pelipis, lalu memijat pelipisnya. Menyamarkan tindakan memukul kepala sendiri dengan pijatan ala-ala orang sakit kepala.

"Jadi, bagaimana? Kau ikut?"

"Lihat nanti!"

Kyuhyun berdiri mematung di sana. Bukan hanya menguping, tapi mendengar permbicaraan mereka dengan jelas. Hanya tidak tahu harus ikut bicara apa, karena apa yang dua sahabat itu katakan sedikit tidak jelas.

"Bantu aku mengangkatnya!" Kyuhyun menyudahi pembicaran dua sahabat itu.

Siwon segera berdiri untuk membantu.

Kibum juga. Sekerat minuman ringan di tangan Kyuhyun diambilnya. "Pergi ke kamar tamu. Ambil kaos di dalam lemari paling bawah." Dia menambahkan. "Itu semua punyaku!"

"Untuk apa?"

Kibum menunjuk perut Kyuhyun. Karena bercak merahnya agak di atas, lalu dia memindahkan telunjuknya. Naik ke dada Kyuhyun. Telunjuknya sampai menyentuh kulit.

"Oh, aku agak alergi dengan kaporit. Juga agak alergi dengan panas matahari," jawabnya ringan. Dia lebih suka kalau bercak kemerahan itu bukan hasil dari alergi, tapi dia belum punya cukup keberanian untuk memintanya dari Kibum. "Aku akan ambil kaos!"

Kyuhyun pergi ke lantai atas.

Melihat Kibum memandangi kepergian Kyuhyun, Siwon tertawa kecil.

"Yang seperti itu dapat julukan nakal di sekolah?" Siwon geleng-geleng kepala. "Mabuk sebelum habis dua kaleng, alergi sinar matahari ..., dia masih berani mengerjai anak-anak di sekolah. Aku berani bertaruh, kau pukul sekali, dia pasti akan pingsan!" Siwon terekeh sambil mengemasi makanan ringan dan membawanya keluar dari dapur.

Kibum tidak menanggapi. Dia hanya harus mengikuti sahabatnya itu keluar dapur.

Kihyun

"Kalian benar-benar tak mau menginap?"

Kyuhyun menoleh dulu pada Kibum. Tadi Kibum bilang tidak, Kyuhyun tentu harus menurut. Namun, dia berharap bisa berkumpul dengan Ada dan yang lainnya.

"Oemma butuh sedikit bantuan di rumah. Kalau selesai tepat waktu, aku akan kembali ke sini!" Kibum menjawab pertanyaan itu. Sementara Kyuhyun mengangguk, ikut-ikutan saja.

"Ikut aku sebentar!" Ada menariknya ke dalam kamar.

Dalam kamar, Kibum menyerahkan tas kecilnya yang sengaja diminta Ada secara paksa. Gadis itu memasukkan apa yang disebut barang penting yang kemarin dia dapat dari Tin, si gadis yang dewasa sebelum waktunya yang mereka temui kemarin. Itu adalah barang yang dijanjikan Ada, khusus untuk Kibum. Untuk berjaga-jaga, seumpama malam ini Kibum dan Kyuhyun tidak bisa kembali ke sini, mereka bisa menggunakannya lain waktu kalau mereka sedang butuh.

Kibum terpaksa menerimanya. Kebetulan belum pernah dia menolak barang yang diberikan sahabat-sahabatnya. Meski tidak berencana menggunakannya, dia bisa menyimpannya.

Mereka kembali ke depan. Kyuhyun sudah berada di sebelah sepeda motornya. Kibum langsung memakai helm-nya, kemudian naik ke motor. Setelah menyalakan mesin, Kyuhyun naik juga. Teman-temannya meninggalkan pelataran setelah mereka berdua keluar dari pelataran rumah.

Perjalanan sangat singkat apalagi Kibum dan Kyuhyun tidak saling bicara. Sampai di rumah, ibunya Kibum menyambut mereka. Meninggalkan pekerjaan menyiram tanaman di sore hari untuk menghampiri mereka setelah turun dari motor.

"Bagaimana Siwon dan Ada?"

"Mereka baik."

"Ada masih di rumah Siwon?"

Kibum mengangguk. "Malam ini kita akan menginap di sana lagi. Ada dan teman-temannya sedang berkumpul di sana. Kita akan bergabung lagi karena Siwon tak mau jadi lelaki sendirian di rumahnya."

Bukankah mereka baru saja pamit untuk tidak datang lagi ke sana? Kibum mengisyaratkan akan datang lagi apa karena dia berharap ibunya membebaskannya dari pekerjaan rumah? Jahat sekali Kibum mengakali ibunya sendiri.

Kyuhyun memandangi Kibum, Kibum yang dipandangi malah mengabaikannya. Santai saja berjalan untuk masuk ke rumah.

"Kenapa mereka jarang datang ke sini? Lain kali ajak mereka datang!" Ibunya menyapa Kyuhyun dengan senyuman. Kyuhyun membalas dengan senyuman juga. "Kalian sudah makan?"

"Sudah, Oemma," Kyuhyun menjawab.

Kyuhyun digiring masuk rumah, menyusul Kibum yang sudah duluan. Sementara Kyuhyun membuka jaketnya saat di dalam rumah, ibunya Kibum menangkap bekas kemerahan di leher dan lengannya.

"Kenapa denganmu, Kyu? Alergi?"

Kyuhyun mengangguk sedih. "Tiap kali aku berenang di cuaca panas, kulitku jadi merah-merah, Oemma." Itu sekaligus menunjukkan kalau kegiatan di rumah Siwon masih wajar. Hanya renang dan ngobrol biasa. Tidak ada yang di luar batas.

"Kau ada obat?"

"Biasanya ada salep dingin di rumah."

"Kalau dibiarkan nanti tambah parah. Sementara kau belum ada salep, bagaimana kalau dikompres dengan air dingin?"

Kyuhyun mengangguk. Ibunya Kibum menyuruh Kyuhyun menunggu di ruang tamu. Sementara Beliau langsung ke dapur untuk mengambil air dingin dan handuk.

Sore itu Kibum membantu ibunya mengejakan beberapa pekerjaan. Sepergi membantu membersihkan kebuh depan dan belakang rumah, sementara ibunya menyiramnya. Dia mengangkat barang-barang yang sejak beberpa minggu yang lalu rencananya akan dibuang, kemudian diganti yang baru. Dia juga harus megantarkan ibunya belanja di supermarket yang sedikit jauh dari rumah. Mengantar ibunya belanja adalah pekerjaan Kibum tiap dua minggu sekali. Sedangkan Kyuhyun yang bersikeras mau membantu, malah dilarang oleh ibunya Kibum. Dia disuruh tidur saja di kamar. Hanya boleh membantu kalau pekerjaannya di dalam rumah, biar kulit Kyuhyun tidak tambah parah.

Kyuhyun baru mendapatkan bagiannya setelah Kibum dan ibunya kembali dari belanja. Dia membantu ibunya Kibum memasukkan barang-barang ke kulkas dan ke lemari penyimpanan. Dia juga membantu memasak, meski cuma mencuci sayur dan memotongnya acak kadul.

Makanan jadi, mereka makan malam berempat karena tetangga, teman ibunya Kibum kebetulan datang memberikan kue yang dia coba buat hari ini. Jadi, mereka menawarkan makan malam sekalian.

Lalu Kyuhyun membantu mencuci piring.

"Eommamu tadi meneleponku."

Kyuhyun melongo.

Tidak meneleponnya malah menelepon ibunya Kibum. Kyuhyun mengeluh dalam hati.

"Dia menanyakan kabarmu. Aku bilang kau baik, ... tapi kau benar-benar baik, kan?" Ibunya Kibum tertawa kecil. Dia hanya tidak mau apa yang sudah dikatakannya tidak sesui kenyataan. Soalnya Kyuhyun dipasrahkan padanya. Kalau Kyuhyun ada apa-apa, bagaimana dia bertanggung jawab pada orang tuanya? "Orang tuamu menitipkanmu pada Oemma dan Kibum. Sedangkan Oemma kerja kadang pagi, kadang malam, Oemma tak punya banyak waktu uttuk mengawasimu. Oemma hanya tidak mau kau kenapa-napa."

"Aku baik. Cuma sedikit alergi. Selebihnya, ok!"

"Kibum memperlakukanmu dengan baik?"

Akhir-akhir ini Kibum juga baik, hanya kurang romantis saja. Karena sedang ingin diromantisi oleh Kibum, Kyuhyun tidak bisa jujur pada ibunya kibum. Dia harus membuat wanita itu membantunya lebih banyak. Setidaknya bisa menasehati Kibum lebih sering agar merubah perlakuan kakunya pada Kyuhyun. Kalau bisa, jadi sangat romantis sampai menganggap Kyuhyun harta paling berharga, biar Kyuhyun bisa pamer pada Changmin bahwa di punya pacar yang sangat menyayanginya.

"Kibum..." Dia membuat jeda agar ibunya berpikir yang tidak-tidak soal perlakuan Kibum padanya. "... dia baik. Hanya tidak perhatian, Oemma." Kyuhyun cemberut. Sedih sekali tampangnya. Ibunya Kibum sampai dengan sengaja menepikan pekerjaannya demi menenangkan Kyuhyun. "Kadang-kadang mengakui aku kekasih, tapi sering tidak mengakuiku."

"Oemma sudah menasehatinya, masih berani dia berbuat seperti itu padamu?" Oemma terdengar sedang geram. Itu bagus.

Kyuhyun mengangguk, biar dikasihani.

"Kali ini Oemma akan lebih keras padanya. Kalau dia masih mengabaikanmu, Oemma benar-benar akan memarahinya!"

Kibum berdehem di dekat mereka. Keduanya sontak menoleh bersamaan.

Kyuhyun mengkerut di tempat. Siapa yang tahu kalau Kibum tiba-tiba kembali ke dapur. Yah, jadi ketahuan kalau dia selalu memanfaatkan ibunya. Untungnya Kibum tidak mengatakan apa-apa.

Oemma menasehati Kibum seperti yang dijanjikannya pada Kyuhyun. Mendegar nasehat itu, Kibum hanya diam tanpa membantah. Tapi sudah jelas kalau dia tidak benar-benar mengambil hati omongan ibunya. Yang ada Kyuhyun ketakutan. Soalnya Kibum terus memandangnya, seakan menaruh dendam besar dan siap membalas.

Selesai mencuci piring. Mereka mandi, kemudian bersiap ke rumah Siwon. Kebetulan tetangga yang tadi datang, datang lagi bersama tetangga-tetangga yang lain. Para ibu akan menonton TV bersama. Maka dari itu proses pamitan Kibum dan Kyuhyun berjalan lebih lancar. Kehadiran mereka seperti sudah tak diperlukan lagi di rumah.

Memacu motornya lebih cepat dari biasanya. Bukan agar cepat sampai, tapi agar mereka tidak terlalu lama kedinginan di jalan. Cuaca siang hari sangat bagus, tapi malam hari sangat dingin. Maka dari itu, Kibum memutuskan naik motor cebih cepat. Bukan ke rumah Siwon tujuannya, tapi ke rumah Kyuhyun. Kyuhyun saja sampai heran kenapa Kibum berubah-ubah pikiran dalam satu hari ini.

"Kenapa malah ke rumahku?"

Tidak dijawab, Kyuhyun malah ditarik masuk rumah. Kibum memesan minuman hangat pada pembantu Kyuhyun, kemudian menarik Kyuhyun ke kamar. Di kamar, mereka tidak melakukan apa-apa. Kibum segera melempar tasnya di kasur, lalu melempar tubuhnya sendiri di karpet tebal di bawah ranjang. Dia menyalakan TV, nonton kartun di salah satu chanelnya. Sedangkan Kyuhyun dianggurkan.

"Kibum, kenapa ke sini?"

"Sekali-kali tidur di sini," jawaban Kibum tidak mewakili tindakan-tindakannya yang janggal. "Kau tak mau tidur di rumahmu sendiri?"

Kyuhyun mengambil bantal dari ranjang, meletakkannya di dekat Kibum. Dia ikut duduk di karpet. Bukan ikut melihat kartun di TV, tapi melihat Kibum yang ada di sebelahnya.

"Kenapa melihatku seperti itu?"

Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya. "Kalau dari awal kau bilang akan menginap di sini, kan tidak perlu berbohong pada Siwon dan Oemma. Kita bahkan bisa mengajak Siwon, Ada, dan yang lainnya datang ke sini. Biar ramai." Kyuhyun melihat ke arah Kibum lagi. "Aku tidak keberatan kalau mereka main ke sini!"

"Aku yang keberatan!"

Kyuhyun sedikit terkejut. Apa alasan Kibum keberatan?

"Tunggu Ahjumma mengantar minuman kita, aku tunjukkan kenapa kita harus menginap di sini!"

Kok, Kyuhyun penasaran. Kibum mau menunjukkan apa padanya? Jangan-jangan Kibum mau memberikan cincin tunangan? Ah, tidak mungkin. Kalau menunjukkan hadiah kejutan, juga tidak mungkin. Kibum bukan tipe orang yang suka memberi hadian. Tapi apa yang ingin Kibum tunjukkan padanya?

"Nyalakan AC ke suhu rendah!" perintah Kibum.

Di luar dingin, dan Kibum menyuruhnya menyalahan AC ke suhu rendah. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir.

Tbc

Masih ada 2-3 part lagi setelah ini. Di chap depan, mungkin mereka akan melakukan yang hangat-hangat.