Chanbaek Fanfiction

.

.

Author : onlyeolbae

Wattpad : onlyeolbae

Category : Boys Love

Rate : T-M

Bahasa Indonesia

[aku ganti uname guys]

.

.

Note : cerita ini sudah tamat di wattpad

SEQUEL 3

•Gembul

ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ

Pagi hari...

Mata Baekhyun terbelak kaget menatap timbangan dibawah kakinya. Ya Tuhan, apa yang telah ia lakukan hingga membuat berat badannya membengkak seperti sekarang ini?!

Namja mungil itu dengan cepat berlari ke arah cermin panjang di kamarnya kemudian menatap dirinya lekat-lekat. Mulutnya tercengang bahkan matanya melebar menatap pipinya kini lebih gemuk dari biasanya. Namja itu menyingkap setengah bajunya membuat perutnya terlihat. Ya Tuhan, dia seperti anak obesitas.

"Hueee! Eomma!" Pekik Baekhyun keras membuat Nyonya Byun dengan cepat berlari ke arah kamar putranya. Dibukanya pintu kamar Baekhyun dan terkejut menatap putranya kini beringsut memeluk lututnya di depan cermin.

"Ada apa honey?" Panik nyonya Byun kini memeluk Baekhyun khawatir. Baekhyun menoleh ke arah ibunya dengan sedikit jejak air mata di pipinya.

"Ya Tuhan, kenapa—,"

"Huaaaa! Baekki jadi gemuk! Bagaimana ini?! Apakah ini karena belakangan ini Baekki sering ke toko kue? Appa juga kemarin membelikan kue tart, macaron, dan donat!" Ucap Baekhyun panjang lebar membuat nyonya Byun menggeleng menahan tawa.

"Pfffttt,, Baekki kau lucu sekali~"

"Ini tidak lucu eomma!" Marah Baekhyun membuatnya lebih terkesan lebih menggemaskan."Aigoo, bukankah lebih manis jika kau gembul seperti ini?"

"Aniyaaa! Bagaimana nanti Channie meninggalkanku karena aku berubah gendut seperti mochi?!" Baekhyun berubah panik dan nyonya Byun tertawa mendengarnya.

"Hari ini Baekki tidak mau sekolah! Katakan kepada pihak sekolah kalau hari ini Baekki sedang sakit, eomma." Pinta Baekhyun dan Nyonya Byun hanya mengangguk menuruti keinginan Baekhyun yang diselimuti kegalauan.

.
.

Waktu begitu lama terasa bagi Park Chanyeol hari ini. Baekhyun tidak masuk sekolah, dan itu membuat moodnya buruk hari ini. Bahkan ia tak segan-segan membentak Sehun dan Jongin yang tak sengaja bertanya padanya.

"Sudahlah Yeol, Baekhyun sedang sakit. Kau tidak seharusnya frustasi begini." Saran Jongin kini menepuk bahu sahabatnya. Chanyeol hanya menatap Kosong kedepan seolah ucapan Jongin hanyalah suara nyamuk yang lewat.

"Park Chanyeol, hentikan memasang wajah serammu itu. Para fansmu di luar sana tampak begitu kecewa menatap pangeran sekolah yang galau hanya karena seorang namja!" Sehun mencoba memberi support, namun sama sekali tak dihiraukan.

"Aku... ingin Baekki. Aku ingin memeluknya." Gumam Chanyeol lesu.

"Ya Tuhan! Apakah ini efek samping telah mencintai pria mungil itu?!"

"Chanyeol kewarasannya sudah hilang!" Komentar Sehun dan Jongin.

Mereka larut dalam diam. Memikirkan cara bagaimana Chanyeol kembali ke mood awalnya. Kyungsoo yang kebetulan melewati ketiga lelaki yang tampak berfikir dibangku Chanyeol kini berniat menghampiri.

"Apa apa ini?" Tanya namja bermata bulat itu membuat Jongin langsung menoleh. "Ah, Chanyeol sedang galau karena Baekhyun tidak masuk sekolah."

"Heoh, kenapa tidak kau jenguk saja dia sepulang sekolah?" Saran Kyungsoo membuat telinga Chanyeol kini bergerak seperti baru saja menangkap sinyal.

"ITU DIA! AKU HARUS MENDATANGINYA SEPULANG SEKOLAH NANTI!"seru Chanyeol berapi-api membuat Jongin, Sehun, dan Kyungsoo menatapnya aneh.

Bell pulang sekolah sekarang menjadi bell yang paling ditunggu-tunggu Chanyeol. Ketika bell itu berbunyi, namja jangkung itupun melesat menuju tempat parkiran untuk megendarai mobilnya yang terparkir rapi.

Pria itu menyalakan mesin, kemudian dengan cepat melesat keluar gerbang sekolah. Ah, bukankah aneh jika ia tak membawa sesuatu ketika menjenguk Baekhyun? Namja jangkung itu akhirnya memutuskan untuk mampir ke toko kue.

Beberapa menit di perjalanan juga membeli kue, akhirnya Chanyeol sampai di kediaman Byun. Ia memencet bell rumah dan seorang calon mertua menyambutnya.

Nyonya Byun mempersilahkan Chanyeol masuk dan menyuruh namja jangkung itu ke kamar Baekhyun untuk menemui putranya. Chanyeol dengan senang hati menuju kamar Baekhyun kemudian membuka kenop pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

"Baekki~" panggil Chanyeol bersemangat. Mata bulatnya kini menangkap ke sebuah balutan selimut di atas ranjang, dan ia yakin itu adalah Baekhyun yang sengaja membalut seluruh tubuhnya seperti kepompong dengan selimut tebalnya.

"Baekki?" Panggil Chanyeol lagi kini duduk di sisi ranjang Baekhyun. Namja mungil itu tak bergeming ketika sang kekasih mengunjunginya.

"Ayolah buka selimutmu. Aku belikan kau pudding, kue, donat, dan kue lainnya." Bujuk Chanyeol membuat Baekhyun sedikit bergerak. Ah, namja mungil itu ingin sekali membuka selimutnya sekarang, tapi ia urungkan.

"A-aku tidak mau!" Bentak Baekhyun mengeratkan selimutnya.

"Buka selimutmu atau mau ku gelitiki perutmu?" Ancam Chanyeol membuat mau tak mau Baekhyun membuka sedikit selimutnya sampai hidung.

"Buka semuanya Baekki." Pinta Chanyeol mamun Baekhyun menggeleng.

"Mau kupaksa?"

"Cha-channie berjanjilah."

"Berjanji apa?"

"Kau tidak akan marah setelah melihatku."

"Aigoo, mana mungkin aku bisa marah padamu Baekki."

Merasa sudah aman. Sekarang Baekhyun memposisikan tubuhnya menjadi duduk diranjang kemudian membuka selimutnya. Mata Chanyeol terbelak kemudian meneguk salivanya kasar.

Ya Tuhan...

BENAR-BENAR MENGGEMASKAN!

Pipi chubby itu semakin empuk membuat Chanyeol ingin menelan kelasihnya bulat-bulat. Baekhyun menunduk tak percaya diri membuat jemari kekar Chanyeol kini beralih meraih dagunya hingga tatapan mereka bertemu.

"Baekki.."

"Hiks... maafkan aku Channie... hiks.. aku tidak bisa mengontrol nafsu makanku... hiks.. sekarang aku jadi gembul begini. Hikss... sudah pasti kau ingin hubungan kita berakhir kan?" Tangis Baekhyun membuatnya malah semakin menggemaskan.

"Aigoo, bicara apa kau? Baekki malah semakin menggemaskan. Mana mungkin aku akan melepaskanmu." Ucap Chanyeol kini memeluk tubuh Baekhyun.

Baekhyun mendadak berhenti menangis ketika Chanyeol memperlakukannya seperti itu. Wajah namja mungil itu memerah mendengar Chanyeol yang malah mengatainya menggemaskan.

"Channie tidak marah kalau Baekki gembul?" Tanya Baekhyun masih membenamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol.

"Kalau semakin gembul, kau semakin menggemaskan. Boleh aku mencium Baekki?" Tanya Chanyeol kini melepas pelukannya dan beralih mendekatkan wajahnya ke arah wajah Baekhyun yang bersemu lucu.

"Um, boleh." Baekhyun menutup matanya sambil tersenyum.
Chanyeol terkekeh pelan kemudian menempelkan bibirnya dengan bibir tipis kekasihnya lembut. Ciuman yang begitu lembut walaupun sebanrnya Chanyeol ingin sekali melumat bibir tipis Baekhyun penuh nafsu.

"Eungh~~ Channie,," desah Baekhyun sambil mengalungkan tangannya di leher Chanyeol dengan manja.

Chanyeol melepas tautan bibirnya dan kini beralih berbisik ke atah telinga Baekhyun, "Melihatmu gembul seperti ini, membuatku ingin memakanmu bulat-bulat. Aigoo, mochi-ku ini~" ucap Chanyeol membuat Baekhyun mendelik kesal.

Baru saja Chanyeol mengatainya mochi!

"Baekki bukan mochi!"

"Kau mochi. Lihatlah pipi chubby ini, kalau dicubit benar-benar kenyal seperti mochi," ucap Chanyeol sambil menarik pipi Baekhyun gemas. Benar-benar lembut dan kenyal.

"Ugh, menyebalkan sekali." Dan Baekhyun hanya bisa memasang mimik wajah kesal ketika menatap Chanyeol yang terus bermain dengan pipinya.

A/N :

RNR?