Tsuki datang…. Hahahahaaha. Ada yang merindukan Tsukikah? Ada? Ada? Ada? *Ditimpuk sandal* Maafkan Tsuki yang update terlalu lama. Itu karena Tsuki benar- benar sibuk sekarang. Cari waktu untuk nulis itu susah banget. Disekolah udah pusing karena pelajaran. Pulang sekolah tidur karena habis pengayaan. Jadi begini deh. Maafkan Tsuki ya… Tsuki benar- benar minta maaf. Tsuki pasti nyempetin kok untuk nulis kalo ada waktu. Tapi… Tsuki berharap di chapter selanjutnya tidak ada keterlambatan. Hehehehe. Kita balas review dulu sebelum kecerita.
Aoi Ko Mamoru : eh? Maafkan Tsuki, maafkan Tsuki, maafkan Tsuki. hehehehehe. Konfliknya sekarang kok. Di bagian akhir tapinya. Wah… Tsuki bahagia ada yang menanti dengan setia. Xixixixixi. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
Yashina Uzumaki : salam kenal juga. ^^ . arigatou…. Sampai sekarang. tapi dibagian akhir chapter ini dia ngaku kok. Chapter depan last chap. Hehehehehe. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
fujiwara eimi : benar…. Tapi untung saja tidak jadi. Hahahahaha. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
NanaMithrEe : xixixixixi. Tsuki memang suka banget liat Sasuke menderita. Hahahahahaha. *dideathglare Sasuke* ada kecurigaan kok. Tapi seperti biasa, pikirannya selalu bilang. Naruto bukan Hime dan Hime bukan Naruto. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
Yuu-chan : Tsuki setuju, Naru-chan memang terlalu memaksakan. *Naruto : "Hey siapa yang nulis sih! Kok aku yang disalahin." Hehehehehe gomen Naru.* bener anak SMA kok. Betul banget, Tsuki aja ngiler liat kekayaan Naruto. tenang… di chap ini Naruto ngaku. Hua…. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan* tenang…. Tsuki selalu buat SasuFemNaru. Hahahahahaha.
fly girlz : Tsuki berterima kasih sekali, udah sempet baca cerita Tsuki sebelum ke kantor. Semoga gak telat ya. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
Sakura yun chan : salam kenal juga. ^^ . maafkan Tsuki, Tsuki lagi sibuk akhir- akhir ini. iya nih, Kakashi juga complain ke Tsuki. ok, Tsuki akan berusaha untuk lebih cepat update. Untuk yang baru akan keluar bersamaan dengan berakhirnya MY SECRET. Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
Yun chan : salam kenal juga. ^^ . maafkan Tsuki… Tsuki juga ga tahu kalo ternyata Naru-chan itu hebat banget. *dikasih ramen sama Naruto* itu karena Kyuubi panikan orangnya. Tsuki usahakan untuk update kilat ya. Bentar lagi keluar kok, cerita baru Tsuki. hua… Yun chan gpp? Arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*
Happy reading!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO, OOC, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
MY SECRET
BRAK!
"NARU-CHAN!" terdengar suara dari belakang. Kyuubi dengan segera menengok kebelakang dan setelah melihat siapa itu, dia menghela napas.
"Gaara? Kau datang juga?" Kyuubi kembali menempelkan handuk basah ke wajah Naruto.
"Tentu saja! Dia imotou kesayanganku." Gaara duduk disamping Naruto dan menggenggam erat tangannya.
"Bagaimana ini-"
"Naru-chan….." suara cempreng seorang wanita mengagetkan semuanya. Tapi mereka tidak perlu menengok kebelakang untuk mengetahui siapa itu.
"Bagaimana keadaannya?" tanya wanita itu.
"Karin, dimana Sasori?" tanya Gaara menatap Karin.
"Dia itu sangat lambat, dia-"
"Aku disini." Sasori ikut naik keatas ranjang Naruto. Mereka menatap sedih Naruto, bahkan keadaanya tidak lebih baik sepertinya.
"Dimana dokter itu? kau sudah menghubunginya bukan?" Sasori menatap Kyuubi.
"Tentu saja. Mana mungkin aku lupa." Kyuubi masih menempelkan handuk basah kewajah Naruto.
BRAK!
Suara pintu rusak dapat terdengar oleh semuanya.
"APA YANG TERJADI…." Sebuah teriakan yang bahkan bisa mentulikan telinga terdengar. Siapa lagi jika bukan dari seorang wanita berambut merah panjang. Semua yang ada di kamar Naruto menengok kearah pintu dan benar saja. Disana terlihat seorang wanita yang sedang marah besar tentunya didampingi dengan suami tercintanya, yang terlihat biasa- biasa saja. Mungkin karena dia sudah terbiasa dengan suara yang sering dikeluarkan istri tercintanya itu.
"KENAPA INI TERJADI! INI SEMUA GARA- GARA DIA SEKOLAH!" Kushina benar- benar terlihat marah dan dia menatap tajam semua yang ada di dalam Kamar Naruto.
"Jika kau tidak memelankan suaramu. Kau bisa membuat Naruto bertambah buruk. Maslaah sekolah, bukankah sudah kita diskusikan bersama. Jangan menyesali itu semua. Hey! Dimana Dokter Orochimaru?" tanya Minato kepada Kyuubi.
"Dia akan segera datang, Tou-san." Kyuubi kembali mengurusi Naruto. Kushina mengepalkan tangannya kuat- kuat. Dia seperti menahan kemarahannya. Tapi, air mata sudah bertumpuk disudut matanya. Minato menghela napas.
"Naru-chan pasti baik- baik saja. Bukankah hal ini sudah biasa terjadi jika dia terlalu capek." Minato menatap lembut Kushina. Berusaha untuk menenangkan Kushina dan memberi suport kepada istrinya itu.
"Ta-ta-tapi." Kushina menatap Minato dan meremas jas yang dikenakan oleh Minato.
"Bisakah aku memeriksa hime, sekarang?" lagi- lagi sebuah suara muncul. Tetapi setelah semua menengok kearah orang yang berbicara itu, semuanya tersenyum dan satu- persatu dari mereka pergi meninggalkan kamar itu. meninggalkan sang dokter dan sang pasien.
Semua orang menunggu gelisah. Bahkan Tsunade dan Jiraya yang baru datangpun tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Mereka sangat khawatir dengan Naruto. ini memang hal yang biasa terjadi. Tetapi tetap saja, setiap mendengar bahwa Naruto jatuh pingsang akibat kecapekan. Semuanya pasti akan terkejut. Tubuh Naruto memang lemah dan tidak bisa diandalkaan. Bahkan tubuhnya sangat- sangat tidak berbanding lurus dengan sifat Naruto yang sangat hiperaktif.
CKLEK!
Seorang pria dengan rambut hitam panjang, berkulit putih dan bermata seperti ular keluar dari kamar Naruto.
"Bagaimana keadaannya, Orochimaru?" Jiraya menatap cemas Orochimaru.
"Seperti biasa, hanya kecapekan. Tapi keadaannya masih normal." Orochimaru tersenyum kepada semuanya(?).
"Syukurlah…" semua orang bersyukur akan keadaan Naruto yang ternyata baik- baik saja. Semuanya tersenyum kepada satu sama lain.
"Apa ada resep, Dok?" tanya Minato.
"Tentu saja." Orochimaru menyerahkan sebuah kertas kepada Minato.
"Mari aku antar kau sampai depan. Minato, masuklah dan lihat Naru-chan. Aku yakin kau sangat mengkhawatirkannya." Jiraya tersenyum kepada Minato dan Minato mengangguk kepada Jiraya. Dia sangat berterima kasih kepada Tou-sannya itu, yang menurutnya sangat mengetahui kondisi dan perasaannya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto membuka matanya setelah cahaya matahari masuk dan mengenai wajahnya. Dia dapat melihat dia sedang dikelilingi oleh orang- orang yang sangat disayanginya yaitu keluarganya.
"Te-ri-ma Ka-sih." kata Naruto terbata. Semuanya segera mendekati Naruto dan menatap Naruto cemas.
"Kau sudah sadar?" Kyuubi menatap Naruto dan Naruto tersenyum kepada semuanya.
"Hari ini tidak sekolah dan tidak ada bekerja. Kau harus istirahat full." Kushina menyilangkan tangannya.
Naruto hanya bisa menatap Kaa-sannya lemah. Dia tidak bisa apa- apa. Dirinya memang hanya bisa pasrah. Jika dia sakit, dia memang hanya bisa berbaring lemah diatas ranjang.
"Maafkan Tou-san. Tou-san harus ke kantor. Kau juga Kushina!" Minato menghentikan Kushina yang ingin berbicara kepadanya.
"Kau selalu saja begitu , Minato." Kushina menatap Minato tajam tetapi setelah melihat tatapan lembut Minato akhirnya Kushina menyerah juga.
"Baik- baik. Kami serahkan Naruto kepada kalian. Ok? jika terjadi apa- apa. Kalian tahu apa yang akan terjadi bukan?" Kushina menyeringai, dan hal itu membuat setiap orang yang ada disana merinding.
"Ba-baik." Jawab semua dengan kompak. Tentunya minus Kushina dan Minato. Dan setelah itu mereka pergi.
"Aku sudah membuatkan bubur kesukaanmu." Karin mengelus kepala Naruto lembut. Tapi, Naruto hanya bisa menjawab dengan sebuah senyum yang terlihat sangat menyakitkan.
"Kau harus istirahat. Kau ingat besok adalah hari ulang tahun sekolah. Kau pasti ingin datang bukan?" Kyuubi memperingatkan Naruto. Yang lagi- lagi hanya dijawab Naruto dengan senyum. Melihat itu semua, membuat hati semuanya merasa iba dan kasihan. Mereka tidak bisa melihat imotou tersayang mereka hanya terbaring lemah diranjangnya. Tapi, itulah yang terjadi sekarang.
"Aku tidak apa- apa." Naruto kembali tersenyum.
"Aku membenci senyummu yang sekarang, Naruto." Gaara menyilangkan tangannya.
"Aku juga membencinya. Kau terlihat sangat tegar. Dan aku benci itu." Sasori mengalihkan pandangannya dari Naruto. Naruto terkikik sebentar. Lalu menatap lembut para Nii-channya.
"Bubur datang….." Karin membawa sebuah nampan dengan mangkuk, segelas air putih dan susu hangat diatasnya. Sudah dapat dipastikan bahwa isi mangkuk itu adalah bubur.
Karin dengan segera naik keatas ranjang Naruto dan bersiap untuk menyuapinya.
DRET DRET DRET
Sebuah handphone bergetar diatas meja didekat ranjang Naruto.
"Sepertinya Sasuke." Kyuubi menyeringai setelah mengambil handphone Naruto dan melihat layar handphone itu.
"Berikan itu padaku, Nii-chan." kata Naruto dengan muka yang memerah. Kyuubi yang tidak biasanya langsung meyerahkan, menyerahkan langsung handphone itu kepada Naruto.
"Hallo?" Naruto mengangkat tangannya, menyuruh para Nii-chan dan Nee-channya untuk diam.
"Aku akan segera datang di rumahmu."
"Maafkan aku, Sasuke. aku tidak masuk sekolah. Aku sakit." Naruto memberitahu Sasuke.
"Sakit? Kenapa? kau baik- baik saja? apa yang terjadi? Dimana kau sekarang? dan bagaimana keadaanmu?" terdengar suara Sasuke yang terdengar sangat cemas.
"Aku baik- baik saja. aku ada di rumah. Tapi sepertinya aku akan segera pergi ke rumah sakit. Aku harus berobat bukan?" Naruto menatap para Nii-chan dan Nee-channya sebentar.
"Aku antar!"
"Tidak perlu. Aku ingin istirahat full. Hari ini." Naruto tidak akan membiarkan Sasuke datang ke rumahnya dan menemukan dirinya tidak ada disana.
"Baiklah. Aku doakan kau cepat sembuh. Aku benar- benar ingin berada disampingmu sekarang dan merawatmu. Sayang sekali hari ini aku harus mengurusi ulang tahun sekolah. Semuanya akan terlihat sepi tanpa dirimu, Naruto." Sasuke berkata dengan lebay.
"Hahahahaha. Sudahlah, kau membuatku ingin muntah." muka Naruto sedikit memerah lagi.
"I LOVE YOU." Sasuke berkata dengan sangat lembut. Muka Naruto bertambah sangat merah. Dia melihat para Nii- chan dan Nee-channya lalu menundukan wajahnya.
"I LOVE YOU TOO." wajah Naruto berubah menjadi sangat merah dan sangat merah.
"Istirahat yang banyak dan aku doakan kau cepat sembuh, Naru." Sasuke disebrang sana mengacak rambutnya. Dia juga sedikit malu dengan perkataannya. Dan setelah itu. Naruto menutup telfonnya.
"Yah… aku mengerti bagaimana orang yang sedang jatuh cinta." Kyuubi menaruh kedua tangannya dibelakang kepalanya dan melirik semuanya. Naruto hanya bisa tersenyum. Sepertinya sakitnya sedikit hilang sekarang. Dia sangat senang dapat mendengar suara Sasuke.
"Sudah- sudah. Kau juga perlu makan." Karin menyuapi Naruto dengan bubur yang ada ditangannya.
"Tentu, Nee-chan. Aku juga ingin segera sembuh." Naruto tersenyum lembut kepada Karin. Dan semua orang senang melihatnya karena senyum yang Naruto berikan sekarang berbeda dengan senyumnya tadi.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sasuke memijat kepalanya. Dia tidak bisa berkonsentrasi. Bahkan perkataan dosen didepan menurutnya hanyalah angin lalu. Dia menatap Dosen didepan dengan pandangan malas. Pikirannya terus saja mengarah kepada Naruto.
"Ah…" Sasuke mengacak rambutnya sebentar, lalu dia segera membereskan semua peralatannya yang ada di mejanya. 'Lebih baik aku pergi sekarang. Tetap duduk disini sama sekali tidak berguna.' Sasuke membawa tasnya dan mengangkat tangannya.
"Sensei, maafkan saya. Saya harus pergi sekarang. Ada hal penting yang harus saya lakukan." dan setelah itu Sasuke berjalan keluar kelas. Walaupun sang dosen belum mengizinkannya untuk pulang. Menurutnya itu adalah hal yang membuang waktu. Menunggu jawaban dari dosen yang pasti akan mengizinkannya.
Sasuke segera menuju mobilnya. Dia akan pergi ke rumah Naruto. karena dia yakin setelah melihat muka Naruto dan memastikan keadaanya. Hatinya akan sedikit tenang dan pikirannya akan kembali jernih. Setelah sampai diparkiran tanpa membuang waktu lagi. Sasuke segera tancap gas menuju rumah Naruto.
Sesampainya di depan rumah Naruto. Sasuke segera membuka gerbang rumah Naruto dan mengetuk pintunya.
TOK TOK TOK
Tapi, sampai berulang kali ketukan itu dilakukan. Tidak ada suara apapun dari dalam. Rumah itu hanya terlihat seperti rumah yang tidak berpenghuni. Sasuke menggaruk kepalanya dan menengok dari kaca. Dia melihat isi rumah Naruto, tapi dia tidak melihat siapapun. Sasuke tidak mengerti apa yang terjadi. Dia sangat penasaran mengapa Naruto tidak ada di rumahnya.
Sasuke berbalik dan melihat kesekitar rumah Naruto. 'Apa dia sudah pergi ke rumah sakit?' batin Sasuke. Mata Sasuke tetap melihat ke sekitar dan matanya menangkap sosok seorang pemuda yang baru saja keluar dari rumahnya. Sasuke menyeringai lalu segera mendekati pemuda itu.
"Hmm… bukankah itu adalah rumah Uzumaki Naruto, saudara sangat jauh dan jauh dari Hime?" Sasuke menunjuk rumah Naruto.
"Ya." pemuda itu menjawab dengan sangat singkat.
"Dimana dia sekarang? mengapa rumah itu terlihat seperti tak berpenghuni?" tanya Sasuke lagi. Dan ternyata pertanyaan itu membuat pemuda itu tampak menjadi gelisah.
"Aku tidak tahu. aku harus pergi." dan akhirnya pemuda itu meninggalkan Sasuke sendiri.
Sasuke kembali ke mobilnya dengan perasaan aneh yang menyebar dihatinya. Dia heran mengapa pemuda itu sepertinya terkesan menghindari dirinya. Sasuke mengambil handphonya, dia ingin segera menelfon Naruto, tetapi segera dihentikannya.
"Mungkin benar, sekarang dia berada di rumah sakit. Aku yakin dia ingin istirahat, lebih baik aku tidak mengganggunya. Lebih baik aku ke rumah Hime sekarang. aku akan memberitahu bahwa aku tidak bekerja hari ini dan besok." Sasuke berkata pada diri sendiri. Dan dia segera menuju rumah Hime.
Tidak berapa lama mobil Sasuke masuk kedalam kediaman Namikaze. Dia keluar dan dilemparkannya kunci mobilnya kepada salah satu pelayan yang ada disana. Dan pelayan itu langsung sedikit membungkukan badannya setelah mendapatkan kunci mobil dari Sasuke. Sasuke masuk kedalam rumah Naruto dan dia langsung disambut oleh beberapa pelayan.
"Aku ingin bertemu dengan Hime. Dimana dia? Apa dia sedang belajar?" tanya Sasuke.
"Maafkan kami, Tuan. Hime sedang sakit sekarang. jika Tuan ingin bertemu dengan Hime. Kami akan mengantar Tuan." pelayan itu berkata dengan sangat lembut dan sopan.
"Baiklah. Bawa aku kesana." Sasuke memasukan tangannya kedalam saku celananya.
Sasuke berjalan dibelakang pelayan yang akan membawanya kepada Hime. 'Hime sakit? Tapi sudah dapat ku pastikan sejak kejadian kemarin. Dia terlalu bekerja keras.' batin Sasuke.
TOK TOK TOK
Pelayan itu mengetuk pintu kamar Naruto.
"Masuklah." Terdengar suara Kyuubi dari dalam. Pelayan itu membuka pintunya dan membungkukan badannya sedikit.
"Maafkan saya Tuan, Tuan Sasuke datang untuk menjenguk Hime." Pelayan itu memberitahu.
"Suruh dia masuk." Sasori berkata kepada pelayan itu, yang hanya ditanggapi anggukan hormat oleh pelayan itu.
Sasuke masuk kedalam kamar Hime, dia dapat melihat Hime yang terlihat pucat. Dia sedang dikelilingi oleh Nii-chan dan Nee-channya. Nee-chan dan Nii-chan Naruto saling pandang sebelum akhirnya mereka tersenyum.
"Sebaiknya kita harus pergi dulu sekarang." Gaara berkata dengan sangat malas lalu dia keluar dari sana begitu pula yang lain. Kecuali Kyuubi yang memastikan terlebih dahulu keadaan Naruto. Sasuke duduk disamping ranjang Naruto. Dia merasa kasihan dengan keadaan hime yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.
"Nii-chan kau bisa meninggalkanku sekarang." Naruto menatap Kyuubi penuh harap. Kyuubi menghela napas, dia sedikit kesal terhadap perlakuan Naruto yang sepertinya lebih mengistimewakan kekasihnya daripada dirinya.
"probablemente, va a hablar de que no podía trabajar. tal vez estará ocupado con el cumpleaños de su escuela. lo que le hace estar tan ocupado y enfermo." *sepertinya, dia akan berbicara bahwa dia tidak bisa bekerja. mungkin dia akan sibuk dengan ulang tahun sekolahnya. yang membuatmu begitu sibuk dan sakit.* Kyuubi meyilangkan tangannya.
"Nii-chan!" Naruto menundukan wajahnya.
"Desde el principio no me gustaba, si usted está fuera de la escuela, Naru-chan ." *Sejak awal aku memang tidak menyukai jika kamu sekolah diluar, Naru-chan.* Kyuubi menatap Naruto.
"Entendido, sólo quiero que se siente al ser una mujer de mi edad ." *mengertilah, Aku hanya ingin merasakan menjadi seorang perempuan seusiaku.* Naruto menatap Kyuubi dengan lembut.
"Whatever. But I just wanna say. I'm very disappointed with you. Because you are sick. And we don't like if you are sick." *terserah, tapi aku hanya ingin berkata. Aku sangat kecewa kepadamu karena kau sakit dan kami tidak suka jika kamu sakit.* Setelah mengatakan itu Kyuubi segera pergi dari sana. Hanya sedikit yang dimengerti oleh Sasuke. Dia tahu yang terakhir menggunakan bahasa inggris. Dan itu sangat dimengertinya. Tapi bahasa spanyol yang mereka keluarkan tadi benar- benar tidak bisa dimengerti. Karena dia masih dalam proses belajar untuk berbicara bahasa spanyol. 'Sepertinya aku harus sungguh- sungguh dalam bahasa spanyol.' Sasuke bertekad dalam hati.
"Apa yang kalian bicarakan?" Sasuke bertanya kepada Naruto.
"Bukan hal yang penting." Naruto meremas selimutnya dan kemudian dia tersenyum kepada Sasuke.
"Ada apa?" tanya Naruto akhirnya.
"Hime, aku tidak bisa bekerja hari ini dan besok." Sasuke memberitahu maksud kedatangannya.
"Baiklah. Aku juga tidak akan bekerja dulu. mengingat keadaanku yang belum pulih." Naruto tersenyum lagi kepada Sasuke.
"Hmm… sekolahmu akan mengadakan pesta ulang tahun bukan?" Naruto sedikit melirik kepada Sasuke.
"Hn." Sasuke menjawab dengan kata yang sangat minim.
"Sepertinya sangat menyenangkan melihatnya. Kau tahu? setiap perayaan sekolahmu aku hanya bisa melihat kembang api dari teras kamarku. Tapi kembang api itu sangat menakjubkan dan indah." Naruto menutup matanya membayangkan bagaimana dia akan melihatnya secara langsung besok.
"Kau ingin datang? Aku bisa menjadi guide mu." Sasuke menatap Naruto. Naruto segera membuka matanya dan menatap Sasuke.
"Hahahahaha. Aku tidak akan bisa melakukan itu. Kau sudah mempunyai pacar bukan? Aku tidak ingin mengkhianati Naru-chan. melihat dari teras sudah membuatku cukup senang." Naruto memberikan senyum tertulusnya kepada Sasuke. dan senyum itu membuat Sasuke menjadi blushing.
"Sepertinya aku harus segera pergi sekarang. banyak hal yang ingin aku kerjakan. Aku doakan agar kau cepat sembuh, Hime." Sasuke bangkit dari kursinya dan mendekati Hime.
"Beristirahatlah." Sasuke terenyum lembut kepada Naruto. dan tanpa disangka- sangka. Sasuke mencium kening Naruto. dan hal itu membuat Naruto sedikit terkejut. Sasuke yang tidak sadar melakukan itu langsung membungkukan badannya sedikit dan permisi pergi.
'Apa yang kulakukan. Bagaimana jika Naruto mengetahui ini. mengapa aku seperti ini. melihat Hime sakit membuatku sedikit menderita. Aku membayangkan bahwa keadaan Naru-chan seperti itu. tapi… mereka seperti saudara kembar. Yang satu sakit. Yang lainnya ikut sakit.' pikir Sasuke.
Naruto mengelus keningnya, mengingat kejadian tadi. Dan dia tersenyum. 'Terima kasih, Sasuke.' Naruto memejamkan matanya. Dia pasti akan bermimpi indah.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Hari ini adalah hari ulang tahun sekolah. Dan keadaan Naruto sudah membaik. Walaupun belum dikatakan sangat baik.
"Kau tidak boleh sekolah hari ini!" Kushina menyilangkan tangannya.
"Aku sudah cukup baik, Kaa-san." Naruto menatap Kaa-sannya yang menurutnya sulit sekali diajak berdiskusi.
"Aku ini humas dan aku mempunyai tanggung jawab terhadap tugasku, bukan?" Naruto menyilangkan tangannya juga.
"Baiklah. Kaa-san akan mengizinkanmu. Tetapi tidak sekarang. tetapi nanti jam 3." Kushina tidak mau kalah dengan Naruto.
"Kaa-san, sekarang dan jam 3 itu sama saja. kenapa tidak sekarang?" Naruto berbicara lagi.
"Jam 3 atau tidak pergi sama sekali." Kushina menyeringai. Naruto menatap Kushina sebal, dan digembungkannya pipinya.
"Sudahlah…" Minato mengacak- ngacak rambut Naruto.
"Iya- iya. aku mengerti." Naruto menatap semuanya dan tersenyum.
Setelah semuanya pergi meninggalkan dirinya. Naruto mengambil handphonnya dan menelfon Sasuke memberitahu apa yang terjadi.
"Sasuke, kau bisa menjemputku jam 3. Aku tidak diizinkan Kaa-san sekolah hari ini. aku mungkin bisa membantu sedikit." Naruto keluar dari kamarnya dan menuju teras. Dia juga membutuhkan udara segar.
"Tidak usah datang."
"…" Naruto diam.
"Kau tidak usah datang. Karena aku tidak ingin kau datang."
BRUK!
Naruto jatuh terduduk. Tiba tiba air matanya mengalir.
"Me-mengapa?" Naruto merasa tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Sasuke.
"Karena aku tidak mengizinkan kau datang."
"Tapi… aku ingin sekali datang. Kau membenciku?" Naruto menutup matanya dengan tangan kirinya. Dia berusaha untuk tegar.
"Ya, aku akan sangat membencimu jika kau datang."
JLEB!
Dan sebuah panah tepat mengenai jantungnya. Naruto sesak mendengar apa yang dikatakan oleh Sasuke.
"Ja-ja-jadi kau benar- benar-" Naruto tidak menyelesaikan kalimatnya karena dia sudah tidak bisa menahan tangisnya. Naruto benar- benar terisak, dia menangis.
"Hey! Kau menanangis, Naru-chan?" terdengar suara tidak mengerti dari Sasuke.
"KAU GILA! BAGAIMANA AKU TIDAK MENANGIS JIKA KAU TIDAK MENGIZINKANKU UNTUK DATANG KE ACARA ULANG TAHUN SEKOLAH!" Naruto berteriak disela- sela tangisnya.
"Tunggu dulu, Naru-chan! kau salah paham."
"Apa maksudmu? Itu terdengar jelas ditelingaku!" Naruto kesal dengan Sasuke.
"Tapi bukan itu maksudku."
"Apa maksudmu?" Naruto tidak mengerti dengan jalan pikiran Sasuke. dia tidak memperbolehkan dirinya datang, tetapi dia bilang bahwa dia salah paham. Terdegar suara Sasuke yang menghela napas.
"Jika kau ingin aku mengerti, cepat jelaskan!" Naruto kembali berdiri. Tapi yang didengar ditelinganya hanya orang yang sedang terkikik dan menahan tawa.
"Kau tahu, Sasuke. aku menunggu." Naruto menunggu jawaban Sasuke.
"Aku benar- benar ingin memelukmu dan tertawa dibahumu, Naruto." Sasuke mengutarakan isi hatinya.
"Kau harus jelaskan, SE-KA-RANG!" Naruto menekankan kata terakhirnya.
BUK!
Naruto memukul pagar besi. Dan ternyata hal itu terasa sakit. Muncul sedikit air mata disudut mata Naruto.
"Suara apa itu?"
"Tidak apa." Naruto mencium tangannya yang terlihat merah.
"Baiklah! Maksudku, aku tidak mengizinkanmu untuk datang jam 3. Semuanya sudah selesai. Kau hanya cukup datang dan menikmati acaranya. Aku tidak ingin kau sakit lagi. Jam 7 aku akan datang menjemputmu. Sekarang istirahatlah terlebih dahulu. Setuju?"
BLUSH!
Wajah Naruto memerah.
"Se-setuju." Naruto menahan malunya karena telah salah menilai Sasuke.
"Aku benar- benar ingin berada disampingmu sekarang. aku tahu pasti sekarang wajahmu memerah. Aku ingin melihatnya. Aku ingin mengacak- ngacak rambutmu dan mencium keningmu, setelah itu kita tertawa bersama. Hahahahaha." Sasuke tertawa.
"Ka-kau terlalu berkhayal, Sasuke. sudah urusi saja dirimu sekarang. aku akan menunggu jam 7." Naruto berusaha berbicara senormal mungkin. mukanya benar- benar merah. Sama seperti kepiting rebus.
"Ok. See you."
"Hn." Naruto menjawab dengan singkat. Dan sambungan terputus.
"Heh! Salah sangka ya." Naruto mnyisir rambutnya dengan jarinya dan memandang langit yang tampak sangat biru dimatanya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto sudah berangkat menuju rumahnya yang satunya sejak jam 5 sore. Disana dia bersama dengan Kushina. Tentunya Kushina ikut menyamar. Kushina membantu Naruto memakai kimononya.
"Sampai kapan kau akan berbohong, Naru-chan?" Kushina mendongak keatas. Karena dia sedang merapihkan bagian bawah kimono Naruto.
"Hari ini aku akan mengatakannya." Naruto melihat dirinya dicermin.
"Aku harap akan berakhir baik." Kushina menghela napas.
"Semua akan berjalan baik. Kaa-san? Apa lebih baik rambutku digelung saja?" Naruto mengalihkan pembicaraan.
"Sepertinya memang lebih baik begitu." Kushina mengelus dagunya.
Naruto duduk dikursi dan Kushina segera menata rambut Naruto. setelah berkutat kira- kira 1 jam. Akhirnya semuanya selesai. Selesai sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Aku yakin. Dia akan terpesona." Kushina memuji hasil karyanya.
"Ya. Aku juga yakin, Kaa-san." Naruto berputar-putar sedikit. Melihat bagaimana hasil kerja Kaa-sannya.
TIN TIN TIN
Suara mobil terdengar dari luar.
"Dia datang. Aku pergi dulu." Naruto mencium pipi Kushina sebentar lalu segera keluar dari rumah. Naruto membuka gerbang rumahnya. Dan sepertinya Sasuke juga baru keluar dari mobilnya.
"Naru, apa-"
SET!
Sasuke segera menutup hidungnya dan segera kembali ke mobil. Diambilnya banyak tisu lalu dia kembali keluar dengan tisu berada dihidungnya.
"Ka-kau sangat cantik." Sasuke mendekati Naruto dan mencium punggung tangan Naruto.
TAK!
Naruto menjitak kepala Sasuke.
"Sudah berapa kali ku bilang. Jangan melakukan itu." muncul siku- siku didahi Naruto. Sasuke mengelus kepalanya lalu tersenyum.
"Aku tidak bohong." Sasuke membukakan pintu untuk Naruto.
Naruto memakai kimono berwarna orange muda, dengan corak bunga sakura. Dia memakai sandal khas jepang, dia juga membawa kipas berwarna senada dengan bajunya. Rambutnya digelung keatas tapi seperti biasa. Disisakan sedikit untuk membingkai wajahnya. Make upnya tipis, tapi cukup untuk mengeluarkan aura dirinya. dia benar- benar cantik. Tapi… cincin yang ada ditangannya membuat Sasuke lebih senang melihatnya.
Sasuke masuk kedalam mobil dan segera menuju sekolahnya. Naruto melihat Sasuke sebentar.
"Ada apa?" tanya Sasuke.
"Kau tidak memakai kimono?" Naruto bertanya kepada Sasuke.
"Aku sedang tidak ingin memakainya." Sasuke mengacak rambutnya sebentar.
Sasuke menggunakan jeans berwarna hitam dengan kaos berwarna putih dan sebuah jaket berwarna hitam. Dia menggunakan sepatu sport putih, tentunya cincin yang sama persis dipakai Naruto juga berada dijarinya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sasuke dan Naruto masuk kedalam lingkungan sekolah dengan bergandengan tangan. Naruto harus pandai- pandai menyembunyikan wajahnya yang memerah akibat itu semua.
"Hua… indah sekali…" Naruto melihat banyak lampion dan lampu yang berwarna- warni diatas dirinya dan itu benar- benar indah.
"Kau baru pertama kali?" tanya Sasuke.
"Ya." Naruto menjawab dengan sangat singkat. Dia tidak henti- hentinya mengagumi itu semua.
"Ayo tangkap kura- kura." Sasuke menarik tangan Naruto. Naruto mengangguk. Dan mereka mulai berputar.
Naruto baru mengalami itu semua. mulai dari menangkap kura- kura. Menembak kaleng yang ternyata behasil mendapatkan sebuah boneka. Membeli takoyaki dan memakannya berdua dengan Sasuke. Membeli balon terbang berbentuk hati. Membeli harum manis dan sekarang Naruto sedang makan es krim. Mereka juga bertemu dengan yang lain. Tapi biasanya hanya mengobrol sebentar karena Sasuke selalu saja menarik tangannya terlebih dahulu. Mereka juga bertemu dengan Nii-chan dan Nee-chan Naruto. dan seperti biasa Sasuke langsung menarik tangan Naruto.
"Kau sudah puas, Naru-chan?" Sasuke mengenggam tangan kanan Naruto dan memasukannya kedalam saku jaketnya.
"Aku senang sekali. Baru kali ini aku merasakan sepuas ini." Naruto berkata dengan mata yang berbinar.
"Sebentar lagi adalah acara kembang api. Aku akan membawamu ketempat dimana kau akan mendapatkan tempat yang indah untuk melihat kembang api." Sasuke tersenyum kepada Naruto.
"Benarkah?" tanya Naruto bahagia.
"Tentu saja." Sasuke mengacak rambut Naruto dengan tangan kirinya dan es krim yang dimakan Narutopun telah habis. Sasuke segera membawa Naruto menuju bukit belakang sekolah. Mereka terus berjalan keatas dan Naruto hanya bisa mengikuti. Dia percaya apa yang dikatakan oleh Sasuke itu benar.
Naruto dan Sasuke berjalan bersama. Sampai akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud oleh Sasuke. mata Naruto langsung berbinar melihatnya.
"Hua… kau menemukan dari mana danau seindah ini, Sasuke." Naruto tanpa sadar melepaskan genggaman tangan Sasuke dan berjalan kedepan. Danau itu terlihat sangat hijau, tetapi itu indah sekali. Ditambah karena sekarang musim gugur dan pohon yang mengelilingi danau itu berdaun kuning. Disana tidak ada penerangan. Tetapi cahaya dari sang rembulan sudah cukup untuk menyinari segalanya.
"Romantis sekali…" Naruto menatap Sasuke dan tersenyum, senyum yang menunjukan bahwa dia sangat bahagia.
"Tentu saja." Sasuke mendekat kearah Naruto dan memeluk bahu Naruto dengan sayang. Naruto menatap Sasuke, dia teringat bahwa dia ingin mengatakan kepada Sasuke apa yang sebenarnya terjadi. Memberitahu bahwa dirinya adalah Hime. Tapi Naruto takut Sasuke akan pergi meninggalkannya, Naruto berfikir sejenak.
"Apa ada yang ingin kau bicarakan?" Sasuke seperti mengerti arti dari tatapan Naruto. Naruto mengepalkan tangannya. 'Aku harus mengatakannya sekarang. sekarang atau tidak sama sekali.' batin Naruto.
"SASUKE SEBENARNYA AKU ADALAH-"
CYUUU! BYAR! CYUU! PTAK! PTAK! PTAK!
Kata terakhir Naruto termakan oleh suara kembang api, tapi Naruto tidak menyadari itu. Sasuke dan Naruto langsung melihat keatas. Naruto senang sekali dia sudah mengatakannya dan Sasuke ternyata diam saja. dia sangat bersyukur. Sasuke melepaskan jaketnya dan memasangkannya ke Naruto.
"Aku takut kau sakit lagi." Sasuke tersenyum lalu kembali memeluk Naruto. mereka berdua sangat menikmati acara kembang api tersebut.
"Naru?" Sasuke menatap Naruto.
"Hn." Naruto menatap begitu terkejut dirinya saat menyadari bahwa jarak diantara mereka itu hanyalah tinggal beberapa centimeter lagi. Sasuke lebih mendekatkan wajahnya, lebih dekat, lebih dekat. Naruto dan Sasuke menutup mata mereka Dan…
"Naru-chan, tidak baik berciuman didepan umum." tiba- tiba sebuah suara terdengar ditelinga mereka berdua. Sasuke dan Naruto segera membuka matanya dan melihat kebelakang. Dimana Kyuubi berada, tapi bukan hanya Kyuubi tetapi Nii-channya yang lain dan Nee-channya juga.
"Kyuu-Nii, kau mengintrupsi terlalu cepat. Kau ini tidak tahu suasana." Karin menyilangkan tangannya.
"Itu tidak baik, Kyuu-Nii." Sasori menatap Kyuubi.
"Sepertinya jika tadi Kyuu-Nii, lebih melambatkan 1 detik saja. aku yakin Naru-chan akan mendapatkan ciuman pertamanya." Gaara menatap Sasuke dan Naruto.
"Nii-chan, Nee-chan! kalian itu…" muka Naruto memerah. Begitu pula dengan Sasuke. mereka berdua malu sudah tertangkap basah ingin berciuman. Naruto ingin memukul para Nii-chan dan Nee-channya sebelum tangannya dihentikan oleh Sasuke.
"Apa maksudmu dengan Nii-chan, Nee-chan?" Sasuke bertanya kepada Naruto.
"Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa aku sebenarnya adalah Hime?" Naruto memiringkan kepalanya.
"Hi-hi-hime? JADI KAU SEBENARNYA ADALAH HIME?" tanya Sasuke berteriak. Dia tidak percaya akan pendengarannya.
"Pada saat kembang api ingin dimulai aku memberitahumu bahwa aku ini adalah Hime." Naruto menegakkan kepalanya dan tersenyum lembut kepada Sasuke.
"Suaramu tidak terdengar dan aku tidak mengetahui bahwa kau sebenarnya adalah Hime. Jadi kau, Naru-chan. kau adalah Hime? Jangan bercanda denganku." Sasuke melepaskan tangan Naruto.
"Dia tidak berbohong, Sasuke. dia benar Hime. Apa kau tuli? Dia memanggil kami Nii-chan dan Nee-chan." Kyuubi menghampiri mereka dan menepuk pundak Naruto. Sasuke menatap Kyuubi dan Naruto bergantian.
"Seharusnya kau sudah curiga. Mana mungkin kami begitu dekat dengan Naruto. walaupun dia itu masih saudara dengan kami. Kami tidak akan sedekat itu. kami itu bukan tipikal orang yang cepat dan senang bergaul dengan saudara. Apalagi itu adalah saudara jauh." Kyuubi menjelaskan.
"Ta-tapi." Sasuke tidak mau menerima hal yang sebenarnya terjadi.
"Otakmu ternyata lambat mengetahuinya." Kyuubi menepuk pundak Sasuke.
"Ja-ja-jadi kau membohongiku?" Sasuke menatap Naruto.
"JADI KAU MEMBOHONGIKU, NARUTO!" Sasuke berteriak.
"Bu-bukan maksudku, Sasuke." Naruto merasakan akan terjadi hal yang buruk. Naruto menggenggam tangan Sasuke.
"Bukan maksudmu. HEH! BUKAN MAKSUDMU!" Sasuke menatap tajam Naruto dan melepaskan genggaman tangan Naruto dengan kasar.
"APA MAKSUDMU DENGAN BUKAN MAKSUDMU! HAH! APA!" Sasuke marah besar.
"Ta-tapi, Sasuke. aku hanya-"
"HANYA APA?" Sasuke memotong perkataan Naruto.
"Aku tidak bermaksud." Naruto menatap sedih Sasuke lalu dia menangis. Hatinya sakit mendengar Sasuke yang membentaknya dan hatinya sakit mengetahui bahwa Sasuke marah besar kepadannya.
"Maafkan aku…" isak Naruto.
"HEH!" Sasuke mengalihkan pandangannya. Kyuubi yang melihat hal itu tidak terima begitupula yang lain. Tapi sebelum semua mendekati Sasuke dan Naruto. Kyuubi sudah berada disana. Membuat yang lain tidak jadi menghampiri mereka.
"Ada masalah apa sehingga kau membuatnya menangis? Dan apa pula hakmu berteriak dan berlaku kasar kepadanya. HAH!" Kyuubi menarik baju Sasuke. Dia kesal dengan perlakuan Sasuke kepada Naruto. Kyuubi mengepalkan tangannya. Dia bisa saja memukul wajah Sasuke sekarang, jika dia mau.
"Itu adalah harga yang harus dia dapatkan." Sasuke berkata dengan sangat datar. Dan dia melepaskan tangan Kyuubi dari bajunya dengan sangat kasar.
"Aku hanya butuh waktu untuk berfikir." dan Sasuke pergi meninggalkan Naruto.
"Sasuke! tunggu aku!" Naruto mengejar Sasuke. Tapi Sasuke menghiraukan Naruto.
"Sasuke!"
BRUK!
Naruto terjatuh. Tetapi Sasuke tidak berbalik dan membantunya. Naruto menatap kepergian Sasuke. ditekuknya lututnya dan ditenggelamkannya wajahnya disana.
"Sasuke…" isak Naruto pelan.
"Sasuke, Sasuke, Sasuke. SASUKE….." Naruto berteriak sangat keras.
To be continued
Hore…. Fanfic chapter 12 selesai. Hahahahaha. Xixixixixi, tinggal 1 chapter lagi. Chapter selanjutnya adalah chapter final. Hahahaha. Setelah itu, dalam waktu yang bersamaan. Tsuki akan publish cerita baru Tsuki. akhirnya semua berjalan sesuai dengan rencana. Maafkan Tsuki kembali yang updatenya terlalu lama. Tsuki sibuk banget soalnya, apalagi pengayaan Tsuki itu padet banget. Tapi gpp, semoga untuk last chap. Tsuki bisa update cepet. Doain ya. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
