Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
"Maaf sunbae, tapi..." Jongin menarik nafas panjang, menggantung perkataannya membuat Luhan menatapnya penasaran. "Sepertinya hari ini Sehun akan menembak seseorang" Sambungnya.
"Oh begitu~" Luhan mengangguk – angguk paham.
1 detik
.
.
2 detik
.
.
3 detik
.
.
"MWORAGO ?!" Si rusa langsung tampak panik.
-POCKY BOY 10-
Wajah Luhan berubah horor, kepanikan terpampang jelas di mukanya. Ia berdiri dan tampak bingung. Berjalan mondar mandir sambil mencari sesuatu.
"Dimana kunci motorku ? Astaga dimana kunci motorku ?!" Tanya Luhan. Ia berputar – putar berkali – kali di apartemen Jongin, padahal jelas – jelas kunci motor Luhan tergeletak di meja depan daritadi.
"Aku harus menemuinya, ini tidak boleh terjadi" Ujar Luhan. Jongin hanya menatap Luhan yang tampak linglung dengan tampang prihatin.
"Hyung" Panggil Jongin pelan. Luhan menatapnya dengan pandangan kecewa, Jongin langsung merasa benar – benar bersalah.
"Kau bercanda kan ? Tentang Sehun ?" Tanya Luhan. Jongin menghela napas.
"Ani" Jawab Jongin. Luhan semakin panik, ia kembali mencari kunci motornya dengan perasaan campur aduk dan ketika ia menemukan kunci motornya, ia mengambilnya cepat dan segera ingin pergi keluar.
"Aku pergi dulu, aku harus mengejar Sehun !" Ujar Luhan, terdengar sekali ia frustasi.
"Hyung tunggu dulu !" Jongin menahan pergelangan tangan Luhan.
"Wae ? Jongin aku harus buru – buru. Sehun...Aku...Ia akan...orang itu" Kata – kata Luhan mulai berantakan, jelas benar lelaki rusa itu benar – benar frustasi.
"Tunggu dulu. Kau tak perlu pergi" Ucap Jongin lagi. Luhan tampak tak percaya.
"Kau membiarkan Sehun dengan seseorang yang akan ditembaknya ?! Kukira kau berada di pihakku !" Ucap Luhan tak terima bercampur emosi. Jongin menghela napas lagi.
"Bukan begitu hyung"
"KALAU BEGITU LEPASKAN !" Luhan menyentak tangannya untuk melepas tangan Jongin. Jongin mengelap mukanya kasar, ia jadi ikut emosi. Ini semua karna si cicak idiot Sehun itu.
"COBALAH DENGAR PENJELASANKU DULU HYUNG !" Ujar Jongin dengan nada tak kalah keras dengan Luhan. Luhan mendengus kasar dan akhirnya ia diam namun masih terlihat jelas ia gelisah. Jongin melepaskan tangannya yang tadi masih menggenggam Luhan.
"Cepatlah !" Ujar Luhan tak sabar.
"Tenanglah hyung"
"Bagaimana aku bisa tenang ?!" Luhan kembali tersulut emosi. Jongin menghela nafas, berusaha sabar.
"Dengar, jika kau menghentikan Sehun yang ada kau akan ditolak lagi olehnya"
"Dan jika aku tidak menghentikannya, ia akan menjadi milik seseorang" Ujar Luhan kesal.
.
.
Aigoo, si rusa ini !
.
.
"Ini tidak seperti yang kau bayangkan, ia memang akan menembak seseorang, tapi aku yakin ia tidak akan menjadi milik seseorang" Jongin menjelaskan dengan tenang. Mencoba menahan diri untuk tidak melakban mulut Luhan.
"Maksudmu ?"
"Sehun akan ditolak"
"Kau bercanda"
"Hey, jangan meremehkanku okey, aku yakin Sehun akan ditolak" Ujar Jongin yakin.
"Bagaimana bisa kau yakin huh ?" Luhan bertanya penasaran.
"Itu karna...-"
...
Sehun menghela napas dalam, ia membenarkan tatanan rambutnya untuk terakhir kali sebelum masuk ke sebuah gedung yang beberapa bulan lalu, ia dan Jongin bekerja disana sebagai dancer. Sehun masuk ke dalam lift dan memencet sebuah tombol yang bertuliskan angka 3. Setelah lift mengantarnya ke lantai 3, Sehun keluar dan melangkah ke sebuah ruangan yang sangat dikenalnya. Ketika ia masuk, ia disambut senyuman manis dari seorang wanita berumur 23 tahun namun masih terlihat sangat muda dan sangat cantik. Sehun membalas senyuman itu.
"Hi Sehun-ah" Sapa wanita itu ketika Sehun sudah bediri tak jauh darinya.
"Hi noona" Sehun balas menyapa. Yang lebih tua tampak memperhatikan Sehun dari atas sampai bawah sebelum tersenyum lagi.
"Kau tampan sekali hari ini, kau ingin pergi menemui seseorang hmm ?" Godanya. Ditanya begitu, Sehun langsung tampak canggung. Ia menggaruk tengkuknya dan tersenyum canggung.
"Se-sebenarnya iya" Jawab Sehun. Boa –noona yang ditemui Sehun- nampak terkejut. Setaunya Sehun adalah tipe yang sangat tertutup dan sulit membuka hati.
"Benarkah ? Jadi siapa wanita beruntung ini hmm ?" Tanya Boa. Sehun tampak bingung. Ia menjilat bibir bawahnya berkali – kali dan melirik kesana - kesini seperti orang linglung.
"Wae ?" Boa noona yang merasa aneh bertanya lagi.
"Noona, ada yang ingin kubicarakan" Ujar Sehun tiba – tiba dengan nada serius. Boa mengernyit heran namun mempersilahkan Sehun melanjutkan kata – katanya.
"Aku-" Sehun menjilat bibirnya lagi sebelum menghela nafas dalam "Aku menyukai noona sejak lama, maukah noona menjadi pacarku ?" Tanya Sehun. Boa lagi – lagi terkejut namun kemudian ia tersenyum manis.
"Sehun" Panggilnya lembut. Sehun menatap sang noona. "Apa kau benar – benar menyukaiku ?" Tanyanya. Sehun tampak heran namun mengangguk pasti.
"Tentu saja" Jawabnya yakin.
"Sebagai wanita ?" Tanya Boa lagi.
"Eh ?" Sehun merasa heran sebelum ia tampak ragu untuk menjawab. Seketika rasa bimbang yang ia rasakan sejak ia memutuskan untuk mengutarakan cintanya pada sang noona muncul kembali.
Melihat kebimbangan Sehun, Boa tersenyum lagi lalu mengelus surai hitam sang dongsaeng.
"Apa kau yaking kau menyukaiku sebagai wanita hmm ?" Boa mengulang pertanyaannya. Sehun menghela nafasnya.
"Aku tidak tahu noona" Jawabnya jujur.
"Sudah kuduga" Jawab Boa. Sehun mengernyit heran. Ia hendak membuka mulutnya untuk bertanya namun Boa telah lebih dulu mengeluarkan suaranya.
"Duduklah dulu" Ujar sang noona. Sehun mengangguk dan ikut duduk di sebelah Boa.
"Aku tau kau tidak benar – benar menyukaiku Hun-ah" Ujar Boa.
"Aku tau kau kehilangan noonamu dan sejak dulu, sejak kita pertama kali bertemu, kau melihatku sebagai noona pengganti noonamu yang hilang" Sambungnya. Sehun terkejut. Ia tidak tahu harus berkata apa karna semua yang dikatakan noonanya itu ada benarnya walaupun selama ini ia menentangnya karna tidak mengerti soal apa yang ia rasakan.
"Dengar Sehun, Su jeong dan aku sama – sama memiliki marga Kwon, walau wajah kami berbeda, sikap kami sama dalam hal memperhatikanmu. Itulah yang membuatmu menganggapku noonamu kan ?" Tanyanya. Sehun tampak bingung.
"Mungkin. Entahlah" Jawab Sehun ragu.
"Aku tau kau menyalah-artikan cinta yang kau rasakan padaku. Itu bukan suka sebagai wanita, itu hanya suka sebatas noona. Apa kau akan membantah Hun-ah ?" Tanya Boa. Sehun menggeleng. Ia mulai mengerti perasaannya dan membenarkan semua ucapan nooannya.
"Aku juga menyukaimu, tapi hanya sebatas dongsaeng. Karna itu, aku akan menolakmu untuk pernyataan cintamu barusan. Apa kau keberatan ?" Tanya Boa lagi.
"Ani...Aku malah merasa...lega" Ucap Sehun, memilih jujur tentang apa yang ia rasakan. Boa tertawa kecil.
"Jja, kalau begitu sudah jelas...Kau tidak benar – benar mencintaiku" Ujarnya, ia menepuk – nepuk pipi Sehun.
"Tapi noona aku benar – benar mencintaimu, kenapa kau meragukannya ?" Ujar Sehun memelas lalu tertawa. Boa ikut tertawa.
"Ara ara, aku tak meragukanmu little brat" Boa mencubit pipi Sehun membuat yang lebih muda mengaduh sakit namun tidak protes.
"Hun-ah, ayo menari, kita sudah lama tidak menari" Ajak Boa sambil berdiri. Sehun mengangguk dan ikut berdiri lalu Boa menyetel musik 'only one' dan keduanya mulai menari mengikuti irama musik dan koreografi yang telah mereka latih.
Setelah lagu tersebut telah habis mereka berdua berbaring di lantai. Mengatur nafas mereka masing – masing.
"Hey Hun-ah" Panggil Boa memulai percakapan.
"Ne noona ?"
"Aku mendengar dari Jongin, ada seseorang yang menyukaimu"
"Yeah, begitulah"
"Apa ia cantik ?" Tanya Boa penasaran. Ia berguling ke samping untuk menatap wajah tampan dongsaengnya.
"Tidak" Jawab Sehun cepat. "Tapi ia sangat manis" Sambungnya sambil tersenyum.
"Kau terlihat tertarik dengannya" Ujar Boa.
"Aku tidak tertarik noona" Balas Sehun.
"Ani, bukan tidak tertarik tapi belum tertarik" Boa membenarkan ucapan Sehun.
"Apa kau menjodohkanku dengannya ?" Sehun menatap sang noona heran.
"Kenapa tidak ?"
"Noonnnaa –aw!" Sehun merengek kemudian mengaduh ketika tangan Boa mencubit hidungnya.
"Sehun-ah cobalah buka hatimu untuknya, ia tampak benar – benar menyukaimu" Sehun memilih tak berkomentar.
...
Setelah Sehun hampir seharian bersama Boa, ia memilih pulang sebelum Jongin mengatakan lewat SMS untuk bertamu terlebih dahulu ke apartemennya karna ia sudah memesan pizza untuk mereka berdua jadi ia menurut karna Sehun suka pizza, jika pizza adalah seorang wanita, ia pasti menjadikannya kekasihnya yang kedua (karna kekasih pertamanya adalah pocky).
"Hey~" Sapa Jongin saat melihat Sehun yang sudah masuk ke apartemennya.
"Sedang apa dia disini ?" Tanya Sehun menunjuk seseorang yang duduk di sebelah Jongin dan melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan dengan dagunya.
"Aku mengundangnya juga untuk makan pizza" Jawab Jongin. Sehun tampak tidak percaya namun memilih acuh dan duduk di sebelah Jongin. Tanpa disuruh, Sehun membuka kotak pizza yang sudah Jongin pesan dan memakannya dengan lahap. Luhan –orang yang duduk di sebelah Jongin- masih terus memperhatikannya.
Walaupun Sehun memilih acuh dengan keadaan sekitar dan fokus pada kekasihnya yang kedua, ia dapat melihat Jongin dan Luhan tengah berbisik – bisik –berdiskusi- tentang sesuatu, Luhan juga menyenggol – nyenggol lengan Jongin dengan sikunya seperti memaksa sahabatnya untuk melakukan sesuatu. Jongin mendengus sebelum menatap dirinya, Sehun langsung mengernyitkan alisnya.
"Wae ?" Tanyanya.
"Bagaimana ? Kau berhasil ?" Tanya Jongin.
"Tidak" Sehun dapat melihat Luhan menghela nafas lega.
"Sudah kuduga...Sudah kubilang kan perasaanmu padanya itu hanya sebatas dongsaeng – noona, kenapa kau tidak juga percaya ? Aku ini pakar cinta" Jongin berceramah.
"Ya ya ya terserah~" tapi Sehun sayangnya tidak perduli.
.
.
Hening...
.
.
"Hey tuan pakar cinta" Sehun memanggil Jongin, memecah keheningan. Jongin dan Luhan langsung menatapnya.
"Ya tuan buta cinta ?" Jongin membalas, Sehun mendengus.
"Ada seseorang yang menyukaiku, kau tentu tahu siapa dia" Ujar Sehun, mempertahankan muka datarnya sedangkan Luhan terkejut ketika merasa dirinya disinggung.
"Ya lalu ?"
"Apa dia benar – benar menyukaiku atau hanya main – main ?" Tanya Sehun, tak peduli bahwa subject yang sedang ia dan Jongin bicarakan duduk tepat di sebelahnya –sebelah Jongin-.
"Aku tau kau buta cinta, tapi aku tak tau kau benar – benar hopeless" Ujar Jongin. Sehun hanya memutar bola matanya.
"Jawab saja pertanyaanku Kkamjong" Sehun menuntut dan kini Luhan mengalihkan pandangannya pada Jongin dan menatapnya was - was. Jongin mendengus.
"Menurutku dia benar – benar menyukaimu, maksudku ia adalah ketua gank yang punya harga diri tinggi sebelum ia tergila – gila pada makhluk idiot sepertimu. Secara tiba – tiba ia melupakan harga dirinya dan melupakan bahwa ia adalah ketua gank. Jika ia hanya main – main, aku yakin ia tidak akan bertaruh sebanyak itu" Jongin menjelaskan opininya.
"Bagaimana kau bisa yakin ?"
"Bagaimana kalau kau tanya langsung dengan orangnya jika tidak yakin denganku ?" Tanya Jongin frustasi. Sehun menatap Luhan yang juga menatapnya. Mereka berdua saling menatap tanpa saling bicara. Jongin menggeram frustasi.
"Maaf mengganggu moment kalian, bukan berarti karna aku hitam aku tidak terlihat. Hey aku masih di sini ! Di tengah tatapan romantis kalian ! Jika kalian ingin melakukan 'sesuatu', get a room please" Ujar Jongin, menggerakan jarinya membentuk tanda 'kutip' saat mengucapkan 'sesuatu', jelas sekali si mesum Jongin merujuk pada sesuatu yang dewasa. Sehun langsung memutuskan kontak matanya dengan Luhan dan kembali melanjutkan memakan pizzanya yang tertunda sedangkan Luhan bersemu.
.
.
Sialan benar si Jongin itu
.
.
Hening untuk keduanya kalinya.
.
.
"Hey Sehun-ah, setelah kau tau kalau orang ini benar – benar menyukaimu dan tidak hanya main – main dengan perasaanmu. Jika ia mengutarakan cintanya padamu lagi, apa kau akan menerimanya ?" Tanya Jongin.
"Tidak" Sehun menjawab tanpa pikir panjang. Jongin tampak ingin protes begitu juga dengan Luhan.
"Itu karna aku belum bisa membuka hatiku padanya, tapi mungkin suatu hari nanti" Sehun telah lebih dulu menyambung perkataannya membuat 2 manusia di sebelahnya bungkam. Jongin menyeringai.
.
.
Menarik
.
.
Yang paling hitam menatap yang paling manis diantara ketiganya. "So, kau tau apa yang harus kau lakukan sekarang hyung. Aku hanya bisa bilang jangan menyerah padanya" Ujar Jongin menepuk – nepuk pundak Luhan menguatkan. Sehun hanya memutar bola matanya malas namun dalam hati ia tersenyum.
.
.
Luhan kah yang akan menduduki kekasih keempatnya ? (kekasih ketiganya adalah bubble tea)
...
Besok - besoknya semua kembali seperti biasa, Luhan masih berambisi untuk menaklukan Sehun menjadi ukenya namun tetap saja Sehun menolaknya. Luhan kembali frustasi, inginnya ia mencekik Sehun dan menenggelamkan di samudra pasifik tapi kalau Sehun is dead, nanti ia dengan siapa ?
Dengan perasaan kesal ia menelpon Laogao untuk melampiaskan kekesalannya. Sebagai sahabat yang baik, Laogao mengerti, ia mengajak Luhan bertemu di cafe langganan mereka. Sesampainya disana, Luhan menyeruput jus melonnya dengan perasaan frustasi, Laogao jadi khawatir.
"Ditolak lagi ?" Tanya Laogao. Luhan mengangguk.
"Yang kebrapa kali ?" Laogao bertanya lagi. Luhan hanya menjawab dengan jarinya.
"15 ? Kau memecahkan rekor, selamat" Ujar Laogao bertepuk tangan kecil mendengar jawaban Luhan. Luhan mendengus kasar dan mendeath-glare sahabatnya itu.
"Seharusnya kau menghiburku, bukan menghina. Sahabat macam apa kau ini ?!" Luhan protes. Laogao hanya tertawa.
"Setidaknya beri aku saran yang bermutu !" Ujar Luhan dengan nada yang benar – benar kesal.
"Begini saja, jika kau tak berhasil menggodanya menjadi uke-mu, cobalah menggodanya menjadi seme-mu" Ujar Laogao. Luhan melotot horor.
"Maaf, tapi aku ini manly. M-a-n-l-y. Manly. Pria sejati !" Luhan membela diri.
"Pengoleksi boneka rusa" Laogao menambahkan. Luhan merengut lucu.
"Lihat, pria manly kita merajuk" Ujar Laogao. Luhan menghentakan kakinya kesal.
"Kau benar – benar menyebalkan. Kau brengsek !" Luhan kembali menyeruput jus melonnya dengan kasar.
"Sudahlah Lu, saranku itu, take itu and get Sehun or leave it and live forever alone" Ujar Laogao. Luhan mendeath-glare Laogao.
"Awas saja kau, kalau aku berhasil mendapatkan Sehun menjadi ukeku, kau harus memotong rambut dan jenggotmu sampai habis !" Ujar Luhan.
"Kau mengajakku bertaruh ? Baik, tapi jika kau kalah, kau harus memakai kostum rusa dan menari di lapangan sekolahmu dan pastikan Sehun melihatnya" Laogao membalas dengan santai.
"Deal !" Tanpa pikir panjang Luhan menyetujui Laogao. Semoga saja ini bukan senjata makan tuan seperti kejadian beberapa waktu lalu.
...
Ini jam istirahat, Jongin dan Sehun sedang memakan jajanannya. 3 meja di belakang kedua sahabat itu, EXO gank juga sedang menikmati makanan mereka. Luhan terus memperhatikan Sehun walaupun Sehun tidak memperhatikan dirinya.
Drrttt...Drrttt...Drrttt...
Handphone Sehun bergetar, lelaki itu merogoh sakunya dan mengernyit. Untuk sekian lama, Sehun akhirnya menatap Luhan. Luhan tersenyum.
.
.
From : Luhan
Hi
.
.
Drrttt...Drrttt...Drrttt...
From : Luhan
Kau tampan
Drrttt...Drrttt...Drrttt...
From : Luhan
Aku menyukaimu
Drrttt...Drrttt...Drrttt...
From : Luhan
Tidak tertarik untuk menjadi uke ku ?
Sehun menghela nafasnya sebelum mengetikan sesuatu pada handphonenya. Setelah selesai memencet tombol 'send', Sehun memasukan ponselnya ke dalam saku dan kembali makan.
Drrttt...Drrttt...Drrttt...
Kali ini handphone Luhan yang bergetar, tau kalau sms itu berasal dari Sehun, ia buru – buru membukanya dan cepat – cepat membacanya. Ia hampir saja melempar handphonenya ke arah Sehun jika Xiumin tidak mencegahnya.
.
.
.
From : Pocky Boy
Sayangnya, tidak
...
"Jonginnnn" Rengek Luhan. Jongin mendengus sebal. Fyi, mereka berdua sekarang sedang berada di taman belakang sekolah.
"Astaga, apa lagi hyung ?" Tanya Jongin berusaha bersabar.
"Si Sehun itu. Kau bilang padaku untuk tidak menyerah dan aku tidak menyerah tapi ia tetap saja sedingin es !" Luhan menyuarakan protesnya.
"Hyung, jika kau tidak berhasil menaklukan Sehun menjadi ukemu, cobalah taklukan dia menjadi sememu" Nasihat Jongin. Rasanya ucapan ini familiar sekali di telinga Luhan. Luhan mendengus kasar.
"Cih, kau dan dia sama saja"
"Siapa ? Kyungsoo ?"
"Argh !" Luhan mengacak rambutnya frustasi. Jongin menggidikan bahu acuh dan memainkan ponselnya.
"Kenapa aku tak juga berhasil mendapatkan Sehun, apa yang salah denganku ?" Tanya Luhan pada angin lalu. Jongin menghela nafas.
"Pertama, caramu untuk mendapatkannya selama ini salah" Ujar Jongin. Jongin langsung mendapat perhatian penuh dari Luhan.
"Kedua, tampilanmu dan sikapmu, kau mengingatkannya akan dirinya di masa lalu" Luhan memperhatikan dirinya sendiri lalu mengangguk mengerti.
Apa aku harus mengganti penampilannya sekarang ? Batin Luhan.
"Ketika, ini yang paling penting. Dengar baik - baik" Luhan mengangguk paham dan mendengar Jongin dengan seksama.
"Wajahmu terlalu cantik untuk menjadi seorang seme. Daripada TOP kau lebih cocok menjadi BOTTOM"
"APA – APAAN ?!" Luhan protes.
"Aku serius hyung" Ujar Jongin. Luhan merengut.
"Sebenarnya menaklukan pria seperti Sehun itu gampang" Ujar Jongin. Luhan kembali menatap Jongin tertarik.
"Ia kekurangan kasih sayang dan perhatian, jadi yang ia butuhkan adalah kasih sayang dan perhatian" Sambung Jongin.
"Maksudmu ?"
"Cobalah lakukan sesuatu yang bisa membuatnya berpikir kau benar – benar perhatian padanya"
"Misal ?"
"Bagaimana dengan memasakan sesuatu untuknya ?"
"Yang benar saja, seumur hidupku aku tidak pernah masuk ke dapur apalagi memasak. Kenapa tidak membeli saja yang lebih praktis" Luhan membantah.
"Semua bisa melakukan itu, tidak special dan berkesan. Kau mengerti ?" Tanya Jongin. Luhan mendengus namun mengangguk paham.
"Coba saja dulu, walau makanannya tampak beracun sekalipun, aku yakin Sehun akan mencobanya sebelum memuntahkannya" Ujar Jongin santai.
"Tapi yang pertama, kau harus mengubah penampilanmu, lalu mengubah posisimu dari seme menjadi uke" Ujar Jongin namun Luhan tampaknya masih keras kepala.
"Baiklah kalau kau tak mau, kau akan menyesal karna sepertinya Sehun punya banyak fans wanita yang kapan saja bisa mengambilnya"
"ARAAAAA ! BAIKLAH !" Luhan memilih menyerah karna merasa terancam. Jongin tersenyum puas.
"Bagus, mulai sekarang. Kau ini uke bukan seme. Ingat uke bukan seme. Bottom bukan top. Dibawah bukan diatas. Submisif bukan dominant" Jongin mengucapkannya berulang – ulang untuk menghipnotis Luhan tapi yang ada Luhan malah meninggalkannya agar tidak dianggap gila.
Poor Jongin
...
Sesuai komando Jongin, pulang sekolah, Luhan memasuki dapur untuk pertama kalinya untuk belajar memasak. Pembantu rumahnya tampak bingung namun membiarkan saja tuan mudanya itu membuka semua lemari dan mengoprek apapun yang ada di dalam sana.
"Aku harus bagaimana ?" Tanyanya pada diri sendiri. Ia tampak bingung dan linglung. Ia berjalan mondar – mandir di dapurnya sambil memikirkan sesuatu.
"Ah ! Kyungsoo !" Luhan terlihat sumringah saat mengingat seseorang yang bisa membantunya dalam hal ini. Ia buru – buru merogoh handphonenya dan menelpon Kyungsoo.
"Yeboseyo" Orang di sebrang sana -DO- menyapanya.
"Kyungsoo, kau sibuk ? Bisa kerumahku ?" Tanya Luhan to the point.
"Errr...Kurasa aku bisa" Jawab Kyungsoo. Luhan semakin terlihat sumringah.
"Bagus, cepat datang. Ah jangan lupa bawa buku resep milikmu !" Ujar Luhan.
"Err...Okay ?" Kyungsoo menjawab dengan nada aneh tapi Luhan tak peduli. Ia menghentikan sambungan mereka berdua dan bersiap – siap untuk memasak bersama Kyungsoo.
Tak lama, Kyungsoo datang lengkap dengan buku – buku resep miliknya. Luhan buru – buru menggiringnya/? Ke dapur dan setelah sampai di dapur Luhan memberinya penggorengan dan pisau. Kyungsoo tampak bingung dan menatap Luhan heran.
"Ayo ajari aku memasak !" Ujar Luhan semangat. D.O mengernyit, setaunya Luhan tak suka memasak. Ia menaruh penggorengan dan pisau yang Luhan berikan di meja lalu menyentuh kening Luhan untuk mengecek kondisi Luhan, siapa tau Luhan 'panas'.
"Wae ?" Luhan bertanya bingung.
"Kau baik – baik saja ? Sejak kapan kau suka memasak ?" Tanya D.O prihatin.
"Duh, tentu sejak aku menyukai Sehun" Jawab Luhan seadanya. "Ayo cepat ajari aku memasak" Paksa Luhan. Kyungsoo mengangguk pasrah. Ia membolak – balik buku – buku resepnya untuk mencari apa yang kira – kira bisa dimasak Luhan namun ia tidak menemukan yang pas untuk Luhan, lebih tepatnya, ia sebenarnya tidak yakin Luhan bisa memasak apapun yang ada di buku itu bahkan yang termudah sekalipun.
"Karna aku tidak ingin kau menghancurkan dapurmu, lebih baik kita buat yang paling simple" Ujar Kyungsoo. Luhan mengangguk, setuju saja apapun yang Kyungsoo katakan.
"Kita buat roti bakar dan telur saja" Ujar Kyungsoo. Ia membuka lemari dan mengeluarkan apa yang ia butuhkan dan mengambil sebuah cetakan berbentuk hati yang menarik perhatiannya. Luhan bertugas untuk mengambil roti dan telurnya.
Ketika semua sudah tersedia, Kyungsoo memberi intruksi apa yang harus Luhan lakukan, dengan semangat Luhan memulai percobaan pertamanya.
.
.
2 menit kemudian...
"Lu, telurmu gosong"
"Astaga Lu, rotimu hangus !"
"Lu, kau lagi – lagi menghancurkan telurnya"
"Astaga Lu, bagaimana bisa telurnya pecah di situ. Jangan memukulnya terlalu keras astaga !"
"Lu, sudah kubilang berapa kali, apinya jangan terlalu besar, rotinya jadi hangus !"
"Aigoo, telurnya terlalu asin. Cobalah kurangi sedikit keinginanmu untuk menikahi Sehun"
.
.
Dalam beberapa menit, dapur yang tadinya bersih dan rapih itu menjadi berantakan, beberapa cangkang telur beserta isinya berceceran di lantai dan beberapa roti hangus memenuhi meja dapur Luhan. Lihat betapa kacaunya dapur Luhan hanya karna Luhan memasak roti bakar dan telur. Entah sudah berapa telur dan roti yang menjadi korban dari keganasan Luhan. Untung saja, Kyungsoo tidak mengajarinya yang lebih sulit, entah apa yang terjadi pada dapur Luhan nantinya. Ledakan mungkin.
Kyungsoo menghela nafas dalam melihat Luhan masih saja menghanguskan roti dan telurnya.
"Suduh kuduga akan begini" Batin Kyungsoo merana.
...
Sehun mendudukan dirinya di kursi lalu memasukan pocky ke dalam mulutnya seperti biasa. Jongin yang duduk di sebelahnya ikut menghabiskan pocky Sehun yang ia taruh di meja.
Well, berbagi itu kan indah.
Sayangnya Jongin itu bukan tipe yang mengambil secukupnya lalu berterima kasih, tapi ia adalah tipe penyamun yang tak tau diri. 2 kotak pocky Sehun habis hanya karna Jongin, padahal sang empunya baru memakannya 4 batang.
"Jongin berhentilah menghabiskan pockyku" Akhirnya Sehun protes juga.
"Berbagi itu indah Sehun" Jongin membela diri.
"Tidak pernah indah jika itu bersamamu" Balas Sehun kejam.
"Bilang saja kau pelit"
"Memangnya kalau aku pelit kenapa ?"
"Jangan pelit – pelit begitu, aku belum sarapan, kalau aku mati kelaparan bagaimana ?" Ini dia, Jongin si dramaking kembali.
"Nah, apa peduliku ?" dan Sehun si pengidap Cuekos Paralistis juga kembali.
"Sialan kau, dasar cicak !"
"Kalau begitu kau kotoran cicak"
"Sapi !"
"Kambing"
"Es batu !"
"Arang"
"Susu !"
"Kopi"
"Sprite !"
"Cola"
"Erghh ! Dasar shiro (anjing shinchan) !" Sehun mengernyit.
"Kalau begitu kau ksatria baja hitam" Ujarnya kemudian.
"Eww, belalang"
"Bukankah itu kecoa ? Kecoa lebih cocok dengan imagemu" Ujar Sehun pedas.
"YA !"
"Apa kalian sedang bermain permainan kata atau semacamnya ?" Ucap seseorang. Keduanya menoleh dan mendapati Luhan yang sedang menatap mereka berdua bingung, dibelakang Luhan ada Kyungsoo yang juga tampak heran. Jongin rasanya ingin pingsan di tempat melihat -calon- kekasihnya ada di situ. Ga gitu juga sih sebenarnya, biar lebay aja. Karna menurut Jongin, lebay itu sebagian dari seni.
Disisi lain, Sehun tampak heran dengan penampilan baru Luhan, ia berpenampilan rapih dan rambutnya yang tadi di cat merah gelap berubah menjadi coklat madu, terlihat...uhuk...manis. Jika biasanya rambut Luhan naik ke atas (yang kaya di drama wolf) kini rambutnya turun dan tampak lembut untuk dielus.
"Apa kau Luhan ?" Tanyanya memastikan. Siapa tau lelaki manis di depannya ini saudara kembarnya atau semacam itu. Luhan tersenyum, memperlihatkan dimplenya yang manis. Uh, Sehun jadi gemas.
"Tentu !" Ujarnya. "Ah iya, igo !" Ujarnya lagi, memberikan sebuah kotak bekal berbentuk kepala rusa pada Sehun.
"Inikah kotak bekal yang dimiliki pria manly ?" Tanya Sehun dalam hati.
Sehun membuka kotak bekal itu dan menemukan roti bakar -yang sedikit hangus di bagian pinggirnya- dan sebuah telur ceplok berbentuk hati yang berada di atas roti bakar tersebut.
"Untukku ?" Tanyanya. Luhan mengangguk, ia mengusir teman Sehun yang duduk di depan Sehun lalu duduk di tempat tersebut dan menatap -calon- kekasihnya yang telah mengambil roti bakar miliknya. Kyungsoo duduk di sebelah Luhan, entah ia sadar atau tidak kalau daritadi Jongin memperhatikan setiap pergerakannya.
Sehun melahap roti buatan Luhan, mengunyahnya dan tampak menikmati sarapan buatan Luhan. Luhan terus menatapnya dengan pandangan berharap. Ketika rotinya habis tak tersisa, mata Luhan berbinar.
"Bagaimana ?"
"Telurnya masih terlalu asin, rotinya agak hangus tapi diluar itu semua, aku menyukainya. Untuk pemula sepertimu, tidak buruk" Ujar Sehun jujur. Luhan tersenyum sumringah.
"Mau kubuatkan lagi ?" Tanya Luhan. Kyungsoo disisi lain menatap Luhan horor. Ia tidak mau kejadian kemarin terus terulang, ia bisa trauma.
"Terserah kau saja" Jawab Sehun. Luhan tersenyum. Kyungsoo mendesah dan menggerutu kecil. Jongin tersenyum kecil melihat reaksi Kyungsoo.
"Hey, aku lupa. Aku juga membawa bekal untukmu Jongin, tapi yang ini Kyungsoo yang memasaknya" Ujar Luhan, memberikan kotak bekal yang lain pada Jongin dengan sebuah wink. Jongin tercengang namun kemudian ia tersenyum bahagia.
"Terima kasih sunbae !" Ujarnya lalu memberikan wink pada Luhan. Sehun dan Kyungsoo melirik Jongin dan Luhan heran.
.
.
"Apa mereka berdua salah makan ?" –Kyungsoo
"Apa mereka terkena semacam radiasi sehingga tampak aneh hari ini ?" -Sehun
.
.
.
TBC
Author's Note :
Jeng ! Jeng ! Jeng ! /? Update cepet ! :D Ga nyangka kan ga nyangka ? Oke mba/mas, disitu ada kamera di sana juga #sarap
Gw gtw knapa bs update cepet, kata2 gw lancar tanpa hambatan d ff ini, mgkn karna semangat liat uhuk...hip thrusnya Luhan..uhuk. Tp sbenernya adegan 'nganu' Luhan kurang byk, gw krg puas -.-" #abaikan
Gw fast update itu smacem kjadian langka yg terjadi tiap tahun cm 1 2 kali, jd jgn terlalu berharap gw fast update lg stelah ini ;D
Seriously, gw bingung pas kemaren byk yg nanya "hunhan momentnya mana ?". Perasaan chap kemaren gw sisipin yang mreka tidur bareng n kissing. Apa itu bukan hh moment. Trus hunhan moment itu apa ? Plis kasih tau gw, gw bingung -.-"
Gw merinding sm slh satu reader yg uname n komen'y rada2 errrrrr~ -mandi kembang-
Trus, untuk Whirl winds yg nanya "Lu kaihun shippers vrooh ?" gw jawab - bukan, pair di exo gw cm sk hunhan tok, gw ga sk pairing lain semacem chanbaek ato kaisoo dll, gw ga bs dpt feelnya (sorry not sorry), karna itu gw jg pgn nulis kaisoo moment d ff ini susah bgt, plis yg kaisoo shipper help me -bbuingbbuing- /?
sekian~
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : siapa nih yg mau di tembak Sehuna? | sehun bakal nembak siapaaa? | Siapa yang bak Sehun tembak? | omg sehun mau nembak siapa!? | tapi yang bakalan ditembak sehun siapa ya?
A : Boa
Q : beneran itu mau nembak oppa? siapa BoA kah? | Itu beneran si cadel bkalan nembak cewek? Si BOA ya? | si sehun mau nembak si tante ya ? tante boa :'( | sehun mao nembak boa juma? | itu noona yang dimaksud boa bukan sih? | ,sehun y benerab mau nembak yeoja,? | MASAK SEHUN MAU NEMBAK MAK BOA ?
A : yup
Q : KENAPA MESKI BOA KENAPAAAA ?
A : KARNA GW SK HUNBOA XDv
Q : Trus si rusa begimana tuh?
A : Si rusa kelabakan, tp ditenangin Jongin :D
Q : jadi kenapa sehun nembak orang lain? dia kan udah suka sama luhan
A : Karna, tuh diatas. Dia blm sk luhan
Q : katanya mikerr bakal muncul. masa iya si sehun nembak mikerr?
A : Aniyaa...Mikerr muncul kemarin, di posternya Sehun xD jgn byk2 lah, mahal modalnya/?
Q : sehun nya kapan suka ama luhan sih ? | kapan sehu. sadar dia cinta luliu thorr? | aduhhh sehun kpn suka sm luhannm? | sehun kapan suka sm luhan!? | Kapan hunhan pacaran? | ah elah kapan hunhan bersatu?
A : chap dpn, klo ga chap depan'y lg klo ga chap - chap depan'y lg /?
Q : Kapan ada hunhan momentnya? | Ini HunHan moment mana ya._. ?
A : Ksh gw penjelasan, hh moment ap yg u mau dah :/
Q : apa kris suka ma luhan ?
A : Hmm...bisa jd ?
Q : Boa teh nugu?
A : tetangga
Q : Emang dia (boa) jado siapa di ff ini?
A : istri keduanya sehun
Q : Kenapa Jongin kaya uke?
A : Jinjja ? Mgkn cm perasaan kamu aj
Q : tambahin kaisoo moment. .nave?
A : Susah
Q : kapan kyungsoo jadian sama jongin?
A : Entah, blm ditentuin :/
Q : etapi kyungsoo belom tau ya kalo si jongjong suka sama dia?
A : belum
Q : Knp ini pendek kaya anunya Luhan(?)
A : Karna gw sk anunya luhan #apaan
Q : ka bisa gk lulunya imut" bitchy gimana gitu?
A : Gw plg ga sk luhan d bkn bitchy :/ sorry~ -bow-
Q : kenapa luhan pantes manja ya? kali kek dia dibikin manly beneran .-.
A : Soalnya mukanya cocok jd org yg manja n ga cocok jd manly ._. gw ssh bkn luhan manly beneran, tiap gw liat mukanya, dia manis bgt n kya tipe cwo cantik yg malu2 /?
Q : ni g bakal naik nw rate ny jm m plus plus gtu?
A : Nooooo :D
Q : kayaknya chap nya panjang banget ya thor? | ini smpk brapa chapter?
A : Kan gw udh blg 150/? episode biar kya cinta fitri
Q : Pas baca Q&A sunbae bilang kalo fic ini bakal jadi 150 chap. Seriusan?
A : Canda -.- bkin 20 chap aj udh mencret aplg 150 -.-
Q : Knp oppa pinter banget sih, bikin tbc yg nggantung/?/ ?
A : Karna gw digantungin sm seseorang di sebrang sana /? #jdcurhat
Q : btw lu cowok thor Dx lu suka yaoi ? jangan2 lu juga maho lagi
A : ^ saya merasa tersinggung -.-" iy gw cwo, Gw bkn maho, tp bisexual~
Q : punya Line?
A : ga
R : Bikin Luhan galau dong trus tiba" jadi penyendiri dan libur buat nyatain perasaannya ke Sehun. Pengen liat reaksinya Sehun kalo Luhan libur nyatain perasaanya.
RR : dicoba ? haha
R : alurnya terlalu lama. cepetin dong thor
RR : Jinjja ? Gw blm ngerti alur lama sm alur cepet der/?
R : buat kris jadi botak donh.
RR : gw botakin lu dulu mau ? -.-" GW 95 LINE maple -.- msh muda woy, msh polos, blm ternodai :3 #yg_protes_botak
R : fast update | selanjutnya fastup 'kay! tidak menerima penolakan or you dead?! | Thor kalo bisa updatenya jangan lama2 | please update asap pls pls I'm begging you dude | kalo bisa fast update ya thornim | hrus update asap thor | Next update kilat ya authornim | di tunggu fast updatenya | cepetan update nya ya thor, ditunggu!
RR : The proxy server is refusing connections | Untung chap ini gw fatsup, klo ga gw udh is dead -.-"
Done ! :D Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y :D As always Feel free to comment n asking :D Bebas asal sopan guys ! :D -deep bow-
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
