When Innocent Boy Fall In Love

Cast : ● Byun Baekhyun

● Park Chanyeol

● Lu Han

● Oh Sehun

● Wu Yifan

● Do Kyungsoo

● (Bertambah seiring berjalannya waktu) ^^

Author : PeachyBloom

Genre : Romance, School Life, Teenagers, Drama

Rated : M

Warning: Yaoi, Typo(s).

a/n : Demi apapun cerita ini muncul gitu aja dari pikiranku. Please jangan diplagiatin, ini cerita pertamaku. Maaf kalo ada scene yang sama dengan cerita lain. Ini bener-bener dari otak cerdasku (?) *narsis -_-

.

.

.

.

Happy Reading! ^^

PeachyBloom – WIBFIL

Chapter 11 : Baek, Please!

.

.

.

Dengan kecepatan penuh, Chanyeol tidak memperdulikan kalau-kalau orang banyak terus saja memakinya dengan kasar karena ia mengemudikan mobilnya seperti orang kerasukan. Ia sudah menelepon Nyonya Byun untuk menanyakan keberadaan Baekhyun. Namun wanita paruh baya itu berkata kalau Baekhyun bahkan belum pulang sampai saat ini.

Chanyeol hanya bisa menghela nafas dengan jantungnya yang berdegup cepat karena panik. Baekhyun yang baru beberpa hari menjadi kekasihnya sudah ia buat sangat kecewa. Ia benar-benar bejat -pikirnya-. Ia takut kalau habis ini Baekhyun tidak akan memaafkannya kembali.

Sudah keberapa kalinya ia membuat Baekhyun kecewa diawal-awal mereka pacaran. Ia sangat menyesal, apalagi hanya karena taruhan bodohnya bersama Kris dan ia berakhir seperti ini dengan Baekhyun. Ia tidak mau.

Chanyeol memutar mobilnya hingga kini ia menuju jalan pintas menuju rumah Baekhyun. Kecepatannya sedikit ia turunkan mengingat jalanan yang cukup padat. Nafasnya memburu, ia menggigit bibir bawahnya takut-takut. Memikirkan Bakhyun yang akan membencinya membuat seluruh tubuhnya lemas saat itu juga.

.

.

.

Chanyeol tiba dirumah Baekhyun, tanpa babibu ia langsung menerobos masuk ketika Nyonya Byun baru saja membukakan pintu untuknya. Nafasnya memburu menaiki tangga menuju kamar Bakhyun. Dengan sisa tenaga yang ia punya, ia mengetuk pintu kamar Baekhyun dengan brutal. Memaksa Bakhyun agar cepat-cepat membukakan pintunya.

"Baekhyun! Aku bisa jelaskan semuanya sayang!"

"…"

"Maafkan aku! Aku akan jelaskan semuanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi!"

"PERGI DARI SINI! JANGAN URUSI AKU! AKU BENCI YEOLLIE HIKS!"

"Baekkie, aku mohon! Maafkan aku"

Cklek

Chanyeol tertegun ketika pintu diadapannya terbuka dengan kasar. Baekhyun yang kini berada dihadapannya tidaklah seperti Baekhyun yang biasa ia temui. Keadaannya sangat berantakkan, seluruh permukaan wajahnya telah dibasahi air mata dan tak tertinggal pula isakannya yang masih dikeluarkan dengan sangat menyakitkan.

Chanyeol merengkuhnya, menyandarkan dagunya dipuncak kepala Baekhyun yang lengket. Tangannya mengusap punggung Baekhyun yang masih naik turun. Dadanya terasa sakit saat Baekhyun terus berusaha melepas pelukkannya dengan kasar.

Ia benar-benar merasa bersalah. Ia rela Baekhyun melakukan apapun padanya. Memukulnya, menamparnya, menendangnya, memakinya, membunuhnya sekalipun Chanyeol rela. Namun, ia tidak ingin kalau Baekhyun akan terlepas dari pelukannya dan menghilang dari kehidupannya. Itu bukan keinginannya, dan ia berani bersumpah atas itu.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan hiks! Lebih baik sekarang Yeollie pulang saja, biarkan Baekkie sendiri dulu!"

"Baek, aku bisa jelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Aku sangat mencintaimu!"

"Ya, aku percaya padamu. Bisakah sekarang kau pergi dari sini?"

"Tidak sebelum kau memaafkanku!"

"A-aku…. Memaafkan Yeollie!"

Baekhyun menggigit bibirnya, memilih terdiam tanpa membalas dekapan Chanyeol yang kian mengerat. Berusaha agar tidak mengeluarkan isakkannya dan terlihat lemah walau sebenarnya air matanya sudah kembali mengalir dengan deras.. Nasafnya tercekat, ia benar-benar sudah tidak kuat untuk menahan tangisannya. Bisakah seseorang membantunya? Maaf, kurasa tidak ada.

"B-bisakah Yeollie pergi sekarang?"

"T-tapi B-Baek….. Baiklah. Maaf aku membuatmu kecewa!"

Chanyeol meletakkan kedua tangannya dibahu Baekhyun. Memejamkan matanya bermaksud memberikan Baekhyun sebuah night kiss. Namun itu semua harus ia urungkan karena Baekhyun malah mendorongnya menjauh dan langsung masuk kedalam kamarnya sambil menutup pintunya dengan kasar.

Chanyeol hanya bisa mematung ditempatnya. Memandangi pintu coklat didepannya yang sudah tertutup dengan sangat rapat. Bahkan sepertinya Baekhyun telah menguncinya.

Nyonya Byun yang berdiri diatas anak tangga hanya bisa menatap prihatin kearah Chanyeol. Ia melangkah perlahan dan menghampiri Chanyeol. Memeluk namja tinggi itu dan memberikan senyuman seadanya yang ia bisa.

"Apa yang terjadi? Ia menangis sejak pulang bersama saudaranya."

"Ini…..salahku!"

Chanyeol benar-benar tidak tahu harus berbicara apa. Matanya hanya bisa menatap sepatu birunya. Membuat wanita paruh baya didepannya menghela nafas sambil mengusap bahunya perlahan.

"Baekhyun memang kekanakkan. Kau hanya perlu bersabar padanya. Ini akan ber-"

"Tapi ini semua salahku! Aku membuatnya kecewa berkali-kali. Aku bukan namja yang baik untuknya. Aku akan menerima jika setelah ini Baekhyun meminta untuk mengakhiri semuanya!"

"Jangan berbicara seperti itu! Baekhyun tidak akan melakukan semua itu. Percayalah!"

"Ya, aku akan berdoa untuk itu. Permisi!"

Dan setelah itu Chanyeol benar-benar pergi meninggalkan kediaman kekasihnya. Tidak memperdulikan bagaimana Nyonya Byun yang masih meneriaki namanya dan beberapa tetangga Baekhyun yang melihatnya berlari dari kediaman keluarga Byun.

.

.

.

Siapa yang menyangka kalau ternyata Chanyeol malah kembali ke Club malam itu? Menyusul Kris dan memukuli namja keturunan China itu dengan brutal.

Memakinya bertubi-tubi dan menyalahkan segalanya pada namja bule itu. Berteriak keras didepan wajahnya bahwa ialah yang sudah merusak hubungannya dengan Baekhyun.

"Kuasai dirimu idiot!" Kris berteriak geram saat Chanyeol terus memukuli dirinya yang kini telah terbaring ditanah.

"Bajingan! KENAPA AKU BEGITU BODOH HAH? KENAPA AKU HARUS MENGIKUTI SEMUA TARUHAN BODOH INI? SIAPA YANG IDIOT? KAU ATAU AKU HYUNG! SIAPA?"

Darah segar memang sudah mengalir sedari tadi disudut bibirnya. Kris memukulnya tadi, saat tiba-tiba Chanyeol datang dan langsung menendangnya hingga terjungkal.

Jangan tanya bagaimana keadaan Kris saat ini. Ia sangat jauh berbeda dengan Chanyeol. Lebam sudah menghiasi seluruh permukaan wajahnya. Jangan salahkan Chanyeol jika sudah seperti ini. Jika namja tiang itu sudah murka memang ini hasilnya. Bahkan Kris tidak akan pernah mengambil hati apalagi memiliki niat untuk membalas apa yang telah Chanyeol lakukan pada wajahnya.

Mereka adalah sahabat, mereka saling mengerti bagaimana perasaan satu sama lain. Kris sangat mengerti bagaimana Chanyeol itu, bahkan ia sudah menganggap namja yang setahun lebih muda darinya itu sebagai adiknya. Kini sebaiknya kita menunggu saja sampai Chanyeol puas menghabisi Kris.

"APA YANG HARUS KULAKUKAN HYUNG? DIA MEMBENCIKU!"

BUGH

"JAWAB AKU SIALAN! AKU KEHILANGANNYA, KEPERCAYAAN YANG TELAH IA BERIKAN, SENYUMANNYA, SEGALANYA HYUNG! SEGALANYA! HIKS"

BUGH

"AKU MENCINTAINYA HYUNG! ARRGGHHH"

Tepat saat Chanyeol hendak melayangkan tinjunya, ia malah jatuh tersungkur disebelah Kris. Kepalan tangannya melayangkan beberapa tinjuan keras keaspal disana yang membuat darah segar mengalir deras dari tangannya.

Ia menangis. Terlalu berlebihan mungkin, namun bukannya itu luar biasa? Chanyeol yang biasanya membuat orang lain menangis kini tengah menangis tersedu-sedu ditengah jalan yang disaksikan banyak orang.

Dengan terburu ia mengambil kunci mobilnya yang sempat ia lemparkan kesembarang arah. Berlari menuju mobilnya dan kembali mengemudikannya dengan liar.

.

.

.

"Yatuhan Chanyeol! Apa yang ter-"

"TUTUP MULUTMU! JANGAN URUSI AKU SIALAN!"

Yura yang baru saja membukakan pintu untuk adiknya langsung mematung didekat pintu tanpa sepatah katapun saat Chanyeol berteriak padanya. Kyungsoo yang masih berada didepan televisi pun menoleh mendapati Chanyeol yang sangat berantakan sedang berjalan kearahnya dan juga Yura yang malah mematung ditempatnya.

"Chany-"

"BAJINGAN! AKU BAJINGAN! PUAS KALIAN HAH?"

Kyungsoo memejamkan matanya tat kala Chanyeol yang baru saja menabrak bahunya juga berteriak padanya. Tepat didepan wajahnya hingga saat membuka matanya ia dapat melihat jejak air mata yang mengering disekitar mata namja tampan itu.

Kyungsoo menghampiri Yura setelah Chanyeol meninggalkannya. Menepuk bahu yeoja itu hingga yeoja cantik itu tersadar dan mengalihkan pandangan kepadanya.

"A-apa yang terjadi padanya Kyung? D-dia kembali bertingkah seperti itu! Ia membentakku setelah sekian lama tidak ia lakukan. Kali ini apa?"

"Entahlah Noona, aku juga tidak tahu. Yang jelas, kurasa ia habis menangis sebelumnya. Matanya membengak dengan bekas air mata yang sangat kentara."

"D-dia,,,,,,,,, aku tidak mau ia melakukan hal itu lagi Kyung! Aku tidak mau kehilangannya. Cukup sekali ia mencoba bunuh diri, dan itu karena aku. Aku yang tersakiti dan ia yang ingin bunuh diri! Kali ini apa lagi?"

"Nanti kita coba tanyakan pada Chanyeol! Tapi tidak kali ini. Ia tidak akan pernah bisa diajak bekerja sama jika keadaannya seperti itu."

"Ya, aku tahu!"

Dan malam itu Yura benar-benar berpikir keras tentang apa yang sudah terjadi pada adiknya. Tidak mungkin ini adalah masalah sepele. Yura sudah sangat mengenal adiknya asal kalian tahu.

.

.

.

"Ada apa kau mencariku?"

Chanyeol hanya memasang wajah datarnya dan langsung mendudukan dirinya disalah satu kursi yang ada disamping Kris. Matanya menatap tajam pada namja yang kini malah menatapnya dengan seringaian. Bahkan sekarang mereka sudah bersikap biasa lagi. Melupakan bagaimana mereka berkelahi dengan sebat semalam.

"Hmm, bagaimana perasaanmu saat ini? Sudah lebih baik?"

"Menurutmu?"

Kris makin melebarkan seringainya, menepuk bahu Chanyeol sekali sebelum ia bangkit dan meninggalkan namja yang lebih muda itu sendirian.

"Aku tidak menyangka akan semenyenangkan ini melihatmu bak orang gila! Sebaiknya kau cepat minta maaf pada kekasihmu itu. Aku melihatnya baru saja ingin pulang tadi, sepertinya ia bersama seorang yeoja!"

"Dimana kau meilhatnya?"

Chanyeol yang sangat sadar bahwa Kris sedang membicarakan Baekhyun langsung bangkit dari duduknya. Mencekal lengan Kris dan menahan agar Kris memberitahukan hal yang lebih banyak lagi.

"Katakan padaku dimana!"

"Ck, dasar pemaksa!"

"Cepat hyung!"

Bukannya menjaawab, Kris malah melepaskan tangan Chanyeol yang menggenggam lengannya. Memberikannya tatapan super datar dan kembali meninggalkan namja itu.

"HYUNG! Ayo katakan padaku, dimana kau melihat Baekhyun?"

Chanyeol terus saja membuntuti Kris yang bahkan sudah sibuk dengan ponselnya. Ia tetap bersih keras agar Kris memberitahukannya.

"HYUNG!"

"Arrgghh, Idiot. Berhentilah mengikutiku! Temui saja dia ditempat parkir! Sana menjauh, jangan bicara padaku kalau kau ingin membicarakan hal tidak penting semacam ini!"

"Terimakasih Hyung!"

Chanyeol terus berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang ia tabrak. Tas punggungnya sudah ia buang entah kemana. Ia yang mendengar bahwa ternyata Baekhyun benar-benar berada diparkir kesekolah membuatnya merelakan apapun dan memilih menghampiri malaikatnya. Mencoba sekali lagi untuk meminta maaf bukanlah hal yang salah kan?

Senyumnya mengembang, matanya mendapati malaikat cantiknya dengan senyum yang mengembang dengan manis dibibirnya.

Chanyeol tidak ingin membuang-buang waktunya lagi. Ia kembali berlari dan langsung memeluk tubuh Baekhyun saat namja mungil itu hendak berbalik.

"Jangan pergi! Dengarkan aku kumohon Baek! Aku benar-benar mencintaimu!"

"…"

"Maaf. Maaf, maafkan aku yang bodoh ini! Aku sadar bahwa aku memang bajingan. Aku membuatmu kecewa padaku berkali ka- jangan berontak kumohon!"

Chanyeol benar-benar tidak peduli jika saat ini para siswa disana menatapnya aneh saat ini. Ia mengabaikannya, ia makin mendekap Baekhyun dengan erat. Berusaha meyakinkan Baekhyun bahwa apa yang ia ucapan itu sungguhan.

"Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu. Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Ini hanya sebuah taruhan Baek, percayalah padaku! Kumohon!"

"Yeol?"

"Please! Jangan pergi dari hidupku. Kau sangat berharga untukku Baek. Aku rela jika kau memukulku saat ini. Mempermalukanku disini pun aku rela. Namun, aku mohon. Jangan tinggalkan aku! Maaf, maafkan aku."

Entahlah, keadaan tiba-tia saja menjadi sagat kaku. Semuanya yang ada disana benar-benar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya suara Chanyeol yang terdengar, Bahkan isakan tertahan dari namja tampan itu pun terdengar cukup keras ditempat parkir yang kini sudah sangat ramai oleh orang-orang yang mematung.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya, memegangi tangan Chanyeol yang memeluk perutnya dengan erat. Memilih memejamkan matanya daripada membiarkannya terbuka hingga air mata dapat terjun bebas nantinya.

"Kumohon Baek! Beri aku kesempatan lagi aku ber-"

"Yeol? Hiks"

"Baek, aku berjanji untuk kali ini! Sumpah demi apapun aku mencintaimu!"

"Le-lepaskan aku kumohon! A-aku pusing hiks! Dadaku sakit Yeol hiks"

"Aku juga! Dadaku sangat sakit menyadari bahwa aku telah menyakitmu Baek. Menyadari bejatnya diriku yang telah bermain dibelakangmu! Maka dari itu, kumohon maafkan akau!"

"Jangan paksa aku hiks! Berikan aku sedikit waktu untuk berpikir Yeol! Aku juga mencintaimu, namun aku takut kalau nantinya kau akan membuatku merasakan sakit aneh itu lagi Yeol! Aku bingung. Bahkan semalaman aku berpikir dnegan keras tentang kita. Apa kita hanya sampai disini saja? Apa kita harus mengakhiri semuanya? Apa aku harus kembali menjadi seperti dulu? Saat tidak mengetahui apapun dan merasakan bagaimana raasanya jatuh cinta? Aku berpikir bahwa itu akan jadi lebih baik. Dan aku merasa bahwa lebih baik kita akhi-"
"TIDAK! Kumohon jangan katakan itu! Beri aku kesempatan lagi, aku berjanji padamu tidak akan mengulanginya lagi! Dengar!"

Chanyeol memutar tubuh hingga ia kini berhadapan langsung dengan wajah Baekhyun yang sudah sangat merah karena terus menangis. Ia menatapnya dalam, membuat Baekhyun yang kini tengah terisak hebat makin menjadi-jadi.

Chanyeol menciumnya. Menempelkan bibirnya diatas bibir Baekhyun tanpa pikir pajang. Ia melumatnya perlahan, membuat pergerakan yang sanagt lembut sampai-sampai ia tak sadar kalau dirinya kini juga ikut menangis.

Air matanya meluncur begitu saja saat matanya melihat bagaimana Baekhyun yang menatapnya penuh kepedihan. Ia benar-benar tidak ingin semua ini terjadi setelah apa yang telah ia lakukan pada Baekhyun sebelum-sebelumnya.

Ia mendorong perlahan tubuh Baekhyun hingga kini punggung namja mungil itu menempel badan mobil dbelakangnya. Tadinya Chanyeol terus berusaha memeluk Baekhyun agar namaj mungil itu berhenti berontak. Namun, menyadari bahwa dirinya sudah kurang ajar mencium Baekhyun sembarangan ia langsung melepaskan bibirnya dan menghapus iar mata yang ada dipipinya sendiri.

"Baek, kumohon! Ini takkan terulang lagi. Pegang janjiku!"

"T-tapi…."

"Kau mencintaiku?"

Chanyeol kembali meletakkan tangannnya dibahu Baekhyun saat namja itu mengangguk.

"Benar-benar mencintaiku?"

Baekhyun kembali mengangguk membuat senyum kecil tercetak jelas dibibir Chanyeol.

"Kau memaafkanku?"

Baekhyun terdiam, mengangkat kepalanya hingga ia berhadapan langsung dengan manik Chanyeol yang menaapnya penuh harap. Ia bingung, haruskah ia menjawab pertanyaan itu. Ia terluka, tersakiti, ini sudah yang keberapakalinya. Apa ia harus memaafkan namja tiang itu lagi?

Ia lalu menggeleng, mengangkat bahunya hingga tangan Chanyeol terlepas dari sana. Ia kembali menunduk, tidak akan mau melihat bagaimana kecewanya wajah Chanyeol saat ini. Ia tahu itu sangat menyedihkan, maka dari itu ia tak ingin melihatnya.

"Ya, aku mengerti!"

"Maaf, aku belum bisa memaafkanmu! Aku memang mencintaimu, aku menyayangimu. Tapi aku masih takut untuk kembali melanjutkannya denganmu! Kemarin saja kau sudah sampai seperti itu. Bagaimana dengan besok? Apa kau akan benar-benar melakukannya bersama orang lain? Aku kecewa Yeollie hiks, Aku mencintaimu!"

"B-Baekkie jangan menangis. Aku minta maaf sungguh!"

"Yeollie, aku takut hiks!"

Baekhyun kembali menangis, air matanya jatuh dengan deras hingga ia dapat merasakan kalau air matanya bahkan menetes hingga jatuh ketanah.

"Aku takut sekali hiks, ini semua karenamu! Yeollie yang membuat Baekkie jadi begini! Yeollie yang membuat Baekkie ketakutan kehilangan Yeollie! Yeollie yang membuat Baekkie jadi- hiks, apa yang harus Baekkie lakukan sekarang?"

"…"

Keduanya terdiam, menyisakan isakkan Baekhyun yang terus menerus keluar dari bibirnya. Ia sunggung tidak kuat jika lama-lama disini. Ia membutuhkan tempat tidur dan bantalnya. Ia butuh pelampiasan saat ini. Ini pertama kalinya ia merasakan sakit yang benar-benar.

"Baek Oppa, ayo pulang! Maaf membuatmu menunggu lama, aku harus meng-"

Xing Lau yang baru saja datang dari toilet langsung membulatkan matanya saat menyadari bagaimana keaadaan Baekhyun. Kaki mungilnya Ia langkahkan cepat-cepat menghampiri namja yang lebih tua darinya.

Ia mendorong Chanyeol hingga namja tinggi itu sedikit terhuyung. Ia menampakkan wajah khawatirnya. Mengecek seluruh anggota tubuh Baehyun dengan teliti takut-takut Baekhyun telah disakiti tadi.

Namun Baekhyun memang sudah disakiti, tapi Xing Lau tidak akan pernah bisa melihtanya karena itu ada didalam diri Baekhyun.

"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA BAEK OP- Channie Oppa?"

"K-kau!"

Dan Baekhyun merasa semuanya menjadi gelap sata itu juga. Ia terlalu lelah memikul beban seperti itu. Kepalanya benar-benar terasa ingin pecah.

TBC

ANNYEONG :D… aduh au telat berapa jam ini? Mian, soalnya tadi hujan dan jaringannya error. Jadi baru bisa updat sekarang hehe^^

And, aku belum bisa tepatin janji buat panjangin ceritanya. Ini aja bahkan lebih pendek dari Chapter kemarin-_-. Mungkin Chap depan bakal lebih panjang oke^^

Ohiya, aku suka sama review-review yang kalian buat. Aku jadi gregetan bacanya hehe^^ Makasih yaa….

Satu lagi, kemarin yang BBM aku dari hari selasa maaf banget nih. Aku ada masalah sama ponselku. Dan mau ngga mau aku harus install ulang semuanya, termasuk BBM-nya. Dan sekarang aku udah ganti pin, ada yang mau? #Abaikan-_-

Nih kalo mau : 53AFE726

Makasih Reviewnya…

Jangan Lupa Review Lagi di Chapter ini Oke ;)

BaekYeol mencintai kalian! :D