SELAMAT MEMBACA

Kyungsoo bilang, Baekhyun sudah seperti mayat hidup. Kulitnya semakin hari semakin putih, ditambah lagi dengan bibirnya yang pucat. Jadi, hari ini Baekhyun memutuskan untuk menghabiskan waktunya membersihkan kontrakan tempat tinggal. Hitung - hitung sekalian olahraga.

Rumah kontrakan Baekhyun itu tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Di teras depan penuh dengan bunga yang Baekhyun tanam bersama Kyungsoo dua hari yang lalu. Di teras belakang, Daniel dan Jung Ruk membuat sebuah taman kecil - kecilan yang berisi sebuah meja dengan dua kursi santai dan ayunan jaring.

Baekhyun bahkan tersenyum kecil setiap kali dia ke dapur dan tak sengaja melihat taman belakang rumahnya. Teringat waktu Daniel dan Jung Ruk bertengkar hanya karena beradu argumen ingin membuat apa di halaman belakang rumah Baekhyun.

"tsk! benar - benar bodoh" gumam Baekhyun lalu bergegas mengambil sapu dan kemoceng serta membawa barang itu ke ruang tengah.

Baekhyun memutuskan untuk membersihkan ruangan tengah terlebih dahulu dan lanjut membersihkan kamar. Sebenarnya pekerjaan Baekhyun tidak banyak, hanya perlu menghilangkan debu - debu kotoran yang melengket di lemari lalu menyusun kursi ruang tamu sesuai dengan selera pria kecil itu. Namun, tangan Baekhyun berhenti tepat di sebelah bingkai foto yang memajang foto pernikahannya dengan Chanyeol.

Baekhyun tersenyum simpul, melihat betapa serasi dirinya dan Chanyeol berada di dalam bingkai foto itu. Kemudian Baekhyun meraih bingkai foto itu, membersihkannya dengan kemoceng padahal jelas - jelas Baekhyun tahu jika foto itu tidak berdebu. Baekhyun selalu menyimpannya di lemari, jika dia berada di rumah Chanyeol. Menyimpannya di koper, saat dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Chanyeol. Dan pada akhirnya, Baekhyun memilih untuk memajang foto itu di ruang tengah rumah kontrakannya yang baru.

Agar Baekhyun bisa melihat foto itu setiap hari. Agar Baekhyun juga ingat bahwa dia masih memiliki suami.

Setelah selesai membersihkan ruang tamu, sesuai rencana Baekhyun lanjut membersihkan kamar. Kamar barunya tidak terlalu luas tapi sesuai dengan keinginannya. Baekhyun sangat ingat, bagaimana dulu Chanyeol suka protes dengan kamar Baekhyun yang sempit jika pria tinggu itu datang ke rumahnya untuk bermain.

Baekhyun melipat selimutnya, menata tempat tidurnya yang terasa dingin padahal sinar matahari selalu masuk ke kamar melewati kaca jendela dan menghangatkan tempat tidur Baekhyun. Itu yang diperhatikan pria mungil itu selama dua hari dia pindah ke sini.

Selimut yang sudah terlipat rapi, Baekhyun masukkan ke dalam lemari pakaian dan tanpa sengaja Baekhyun melihat kemeja yang dia gunakan pada waktu berkencan dengan Chanyeol untuk pertama kalinya.

Baekhyun mengakui bahwa dia dulu tidak pernah terlalu memperdulikan lemari pakaiannya, tapi setelah pindah Baekhyun sadar bahwa banyak kenangan yang ikut terbawa bersamanya sampai ke sini.

TING

TONG

"Tamu?" Baekhyun bergumam, meninggalkan beberapa baju miliknya yang belum terlipat dengan rapi dan segera menuju pintu depan. Baekhyun pikir, dia tidak akan mendapatkan tamu di hari keduanya pindah.

"Ya_" Baekhyun tercekat, terkejut mendapati sebuket bunga mawar merah yang dibungkus rapi dengan sebuah pita berwarna biru. Warna kesukaan Chanyeol.

"Bagaimana hari kedua?" Jung Ruk menampakkan wajahnya dengan senyuman termanis. Memperlihatkan bagaimana dua gigi kelincinya yang mirip seperti Daniel menyapa Baekhyun.

"Hem.. aku sedang bersih - bersih" jawab Baekhyun setelah mengajak Jung Ruk untuk masuk.

Jung Ruk memberikan bunganya kepada Baekhyun, lalu membuka sepatu hitamnya yang mengkilat dan diganti dengan sendal rumah. Mengikuti Baekhyun yang berjalan ke arah ruang tamu kemudian meletakkan bunga pemberian Jug Ruk di atas meja, "terima kasih, bunganya cantik" ucap Baekhyun tersenyum tanpa menoleh ke arah pria itu.

Jung Ruk tersenyum dengan girang, awalnya dia mengira Baekhyun tidak menyukai bunganya karena pria itu tidak mendengar kata 'terima kasih' di awal. Namun, kenyataannya dia mendapatkan kata itu di akhir.

Baekhyun memang susah ditebak.

"Sama-sama. Lalu, mau aku bantu?" tanya Jung Ruk langsung ke intinya membuat Baekhyun menoleh.

"Apa?" tanya pria mungil itu bingung.

"Membantumu membersihkan rumah, apalagi?" tapi bukannya mendapat jawaban ya atau tidak, Baekhyun malah tertawa sehingga menampakkan mata bulan sabitnya yang menggemaskan.

"Aku sudah selesai" jawab Baekhyun singkat. Jung Ruk menganggukkan kepalanya, melihat suasana ruang tamu Baekhyun yang sudah rapi dan tercium bau manis seperti Baekhyun di sini. Namun, setelahnya Jung Ruk terdiam.

"Ada apa?" dan Baekhyun menyadari itu. Mengikuti arah pandang Jung Ruk dan kemudian menatap sendu.

"Itu... foto pernikahanmu?" Jung Ruk mencoba menstabilkan nada suaranya yang benar - benar kecewa. Baekhyun tahu itu, jadi pria mungil itu hanya mengangguk.

"Ya, dia suamiku. Park Chanyeol" jawab Baekhyun dengan tenang. Berbanding terbalik dengan perasaannya yang menggebu - gebu karena jujur saja setiap kali Baekhyun menyebut nama Chanyeol, rasa rindu itu seolah bergejolak.

"Oh, suamimu yang tidak mencintaimu itu ya?" Baekhyun mengernyitkan alisnya. Menatap Jung Ruk dengan perasaan tidak suka meski Baekhyun tahu jika Jung Ruk tidak bermaksud apa pun.

"Kau ingin minum teh lemon?" Baekhyun mencoba mengalihkan pembicaraan. Jung Ruk berdecih pelan, mencoba membuang jauh - jauh rasa sakit hatinya agar tidak terlihat oleh Baekhyun.

"Apapun, tak masalah" jadi Baekhyun memutuskan untuk bangkit dan pergi ke dapur mengambil minuman untuk Jung Ruk.

e)(o

Daniel menjatuhkan wajahnya di atas meja makan dan memilih memandangi Kyungsoo yang sedang sibuk membuat kue. Katanya, kue itu akan dibawanya ke rumah Baekhyun saat akan berkunjung sore nanti.

Diam - diam, Daniel meremas tautan tangannya yang berada di bawah meja makan. Melihat Kyungsoo yang sedang serius, benar - benar terlihat sangat menggemaskan. Belum lagi kedua pipinya yang belepotan dengan tepung dan krim, Daniel ingin sekali menjilatnya.

"Kyungsoo?"

"hem"

"Do Kyungsoo?"

"hem"

"Sayang?"

"Hem_ kau bilang apa?!" Kyungsoo menatap Daniel dengan tatapan kesal tapi leher dan telinganya sudah memerah. Daniel yang tidak tahan, langsung saja tertawa dan malah membuat Kyungsoo ingin memukulnya dengan alat pengocok telur.

"Apa salahnya dengan sayang?" bukannya diam, Daniel malah semakin gencar menggoda Kyungsoo.

"Aku bukan sayangmu!" aaaaaah, Kyungsoo yang seperti ini benar - benar kesukaan Daniel.

"Kenapa begitu? Karena belum ada status ya? Tapi kan salahmu sendiri yang belum menjawab pernyataan cinta aku kemarin!" cibir Daniel. Kyungsoo tiba - tiba merasa jijik dengan nada Daniel bicara.

"B-berisik!" jawab Kyungsoo yang kini sibuk memasukkan coklat cair ke dalam adonan.

"Ahhhh, kalau begitu mending aku balikan sama Baekhyun saja. Mumpung dia sekarang sendir- OHHH!" dan satu cubitan kuat mendarat di perut Daniel lengkap dengan noda krim coklat yang menempel di kaos.

"Balikan aja sana! Awas kalau ganggu - ganggu aku lagi!" jawab Kyungsoo yang bikin Daniel jadi tersenyum jail.

"Makanya, Kyungsoo. Jangan lama - lama lah" Kyungsoo menepis tangan Daniel yang saat ini sedang memegang kedua bahunya. Membuat Daniel jadi semakin ingin tertawa, karena demi apa KYungsoo terlihat seperti orang yang sedang cemburu.

Selesai dengan adonan, Kyungsoo membawa cetakan kue yang sudah berisi adonan ke arah oven dan memasukkannya. Menyetel alarm dua puluh menit sampai kue matang sempurna.

Daniel kini sudah berdiri dari posisi duduknya, menghampiri kulkas dan mengambil sebotol air mineral karena haus. Ternyata menggoda Kyungsoo itu tidak hanya butuh tenaga tapi juga menguras tenaga.

Tapi begitu berbalik, Daniel terkejut mendapati Kyungsoo berdiri di hadapannya dengan wajah menunduk. Memperlihatkan tengkuk dan telinga belakangnya yang memerah.

"Kyungsoo, ada apa?" tanya Daniel khawatir. Daniel takut Kyungsoo terserang penyakit panik dan jika Kyungsoo mati nanti siapa yang akan menyakiti perasaan Daniel dengan kata - katanya?

"Hem..."

"Hem?"

"Aku akan menjadi pacarmu" cicit Kyungsoo pelan. "Jadi jangan balikan sama Baekhyun!" lalu berteriak di akhir dan menatap Daniel dengan kepala yang mendongak ke atas.

Daniel yang terkejut tentu saja terdiam dengan mulut terbuka. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Kau... bilang apa?" tanya Daniel meminta Kyungsoo untuk mengulang kata - katanya. Tapi bukannya mengulang, Kyungsoo malah menginjak kaki Daniel dengan kuat dan langsung pergi untuk lanjut mempersiapkan hiasan kuenya.

"Kyungsoo! Jangan seperti itu, ulang lagi dong~" rengek Daniel yang terus mengikuti Kyungsoo yang sedang sibuk mempersiapkan bahan.

"Tidak akan!" Kyungsoo masih terus mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Daniel dan dengan segala hal - hal yang membuat Kyungsoo terlihat menggemaskan, Daniel berani untuk memegang kedua bahu Kyungsoo untuk memaksanya berhenti lalu mencium bibir Kyungsoo dengan kilat.

"I love you"

e)(o

Baekhyun kembali dengan nampan berisi satu gelas teh lemon dan sepiring kudapan. Jung Ruk yang melihat Baekhyun kembali langsung buru - buru untuk memperbaiki posisi duduknya.

"Hem... Baekhyun?" Baekhyun bergumam begitu dia selesai meletakkan teh lemon dan kudapannya di atas meja. Jung Ruk terlihat gelisah, Baekhyun pikir dia ingin meminta maaf atas perkataannya tadi.

"Aku minta maaf karena sudah kelewatan" Baekhyun tersenyum, semua orang yang melihat Chanyeol pasti akan berpikir sama dengan apa yang dipikirkan Jung Ruk. Tapi Jung Ruk kan belum pernah bertemu dan mengobrol dengan Chanyeol, jadi Baekhyun tidak suka jika Jung Ruk menjelek - jelekkan suaminya.

"Tidak apa - apa kok" Jung Ruk tersenyum canggung, meraih gelas teh lemonnya setelah Baekhyun mempersilakan dia untuk meminum tehnya.

"Lalu, apa kau tidak meneleponnya?" itu yang baru saja Baekhyun pikirkan_

"Aku tidak mau menjadi bebannya lagi"

tapi Baekhyun sadar kalau itu hanya akan membuat Chanyeol menjadi susah hati.

"Selama kalian belum bercerai, dia masih suamimu Baek dan masih ada tanggung jawabnya terhadapmu" Jung Ruk menjelaskan panjang lebar.

Baekhyun tahu itu dan dia ingin Chanyeol bertanggung jawab, namun dia bisa apa? Baekhyun tidak mau menjadi egois dengan menyakiti perasaan orang lain.

"Jangan menyakiti perasaanmu lagi" lalu entah kenapa perkataan Jung Ruk menyinggung perasaan Baekhyun. Pria mungil itu kini terang - terangan menatap Jung Ruk dengan tatapan tidak suka. Baekhyun bangkit dari duduknya dan menarik Jung Ruk untuk keluar dari rumahnya.

"Aku bisa memaklumi bagaimana kalian khawatir kepadaku. Kenapa kalian selalu mengatakan itu kepadaku? Asal kalian tahu, aku tidak pernah menyakiti perasaanku sendiri. Aku mencintai Chanyeol dan terserah kalian mau mengatakan aku tolol atau apa pun!" Baekhyun melepaskan tarikannya tepat di depan pintu rumah. Mengambil dengan cepat sepatu Jung Ruk dan menyerahkan sepatu itu kepadanya.

"Kau boleh pulang sekarang!" Untuk pertama kalinya, Baekhyun benci dengan hidupnya yang seperti ini. Dia tidak butuh dikasihani, dia juga tidak menyakiti perasaannya.

Jung Ruk yang didorong dengan kuat keluar dari pintu rumah hanya bisa tersenyum miris. Melihat Bagaimana Baekhyun begitu mencintai suaminya, sedikit banyak mengingatkan Jung Ruk dengan keadaan Ibunya dulu.

"Benar - benar mirip seperti ibu" gumamnya lalu dengan segera pria itu memakai sepatunya dan berjalan menjauhi pintu rumah Baekhyun. Berharap Baekhyun akan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

A/N: Masih memikirkan bagaimana kisah Chanbaek selanjutnya, sabar yaaaaa~