Chapter 11.
Kibum terus melangkahkan kakinya menuju sebuah taman yang sangat ia kenal betul. Di sepanjang jalan ia terus terkenang dengan masa-masa indahnya dulu bersama seseorang. Di sana, di taman kota itu dulu ia, Siwon dan Heechul sering pergi bersama. Bahkan di tempat itulah dulu Siwon untuk pertama kalinya mengucapkat kata cinta dan mengecup bibirnya, sehabis kencan pertama mereka dulu juga Siwon sempat mengajaknya ke taman itu. Taman yang penuh dengan sejarah cinta mereka. Harus Kibum akui kalau sampai detik ini ia memang masih mencintai Siwon, namja yang pertama kali mengajarinya arti dari sebuah cinta dan rasa sakit.
"Kibum." Ucap sebuah suara membuat Kibum dengan perlahan membalikan tubuhnya. Kibum begitu terkejut saat mendapati sosok Siwon di depan sana. Sosok namja yang masih terus ada di dalam hatinya yang terdalam.
_o0o_ Broken _o0o_
Title: Broken
Author: Bluedevil9293.
Part: 12 / 14.
Main Cast:
Kim Kibum
Choi Siwon
Kim Heechul
Tan Hangeng
Other Cast:
TOPGD
KangTeuk
Rated: T.
Genre: Angst, M-Preg.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.
Summary: No Summary, Happy Reading.!
Disclaimer: Broken By Dean Choi & Dylan Choi.
_o0o_ Chapter 12 _o0o_
Author Pov…
"Kibum." Ucap sebuah suara membuat Kibum dengan perlahan membalikan tubuhnya. Kibum begitu terkejut saat mendapati sosok Siwon di depan sana. Sosok namja yang masih terus ada di dalam hatinya yang terdalam.
"Siwon." Ucap Kibum lemah bahkan hampir tak terdengarkan lagi.
"Kau datang ke mari Bummie?" ucap Siwon dengan senyuman di bibirnya tapi senyuman itu langsung pudar begitu saja saat Kibum melangkah pergi meninggalkanya. Siwon tak tinggal diam, dia langsung berlari dan mencegah Kibum yang menghindarinya. Siwon mengcengkram pergelangan tangan kanan Kibum namun dengan cepat namja cantik tadi menangkis tangannya.
"Jangan sentuh aku." Ucap Kibum ketus seraya menatap Siwon datar.
"Jangan pergi dulu kumohon." Pinta Siwon dengan sebuah senyuman manis di bibirnya, senyuman yang dulu begitu di sukai Kibum.
"Kita sudah tak memiliki hubungan apa pun lagi jadi biarkan aku pergi." Ucap Kibum dingin membuat hati Siwon terasa sangat sakit mendengarnya. Siwon sangat merindukan sikap manja Kibum dan juga perkataannya yang begitu hangat bukan Kibum yang seperti saat ini.
"Kumohon sebentar saja dengarkan aku." Pinta Siwon yang kembali menahan kepergian Kibum. Kibum kembali menampis tangan Siwon yang menyentuhnya membuat hati Siwon semakin terasa sakit tapi Siwon tahu kalau Kibum pernah merasakan yang lebih sakit dari apa yang ia rasakan kini.
"Jangan sentuh aku, aku bukan namja single yang bisa kau sentuh sesuka hatimu. Aku sudah memiliki suami yang ku cintai." Ucap Kibum masih dengan nada dinginya. Mendengar kalimat Kibum tadi hati Siwon serasa bagai tersambar petir. Secinta itukah kau dengan namja brengsek itu Bummie? Tanya Siwon dalam hati.
"Aku sudah bercerai dengan Heechul." Ucap Siwon yang sebisa mungkin tak menghiraukan perkataan Kibum sebelumnya.
"Aku tak perduli dengan hal itu. Kau mau menikah dan bercerai berkali-kali dengan banyak namja pun aku tak akan pernah perduli lagi padamu." Ucap Kibum dingin.
"Bohong, kau tak mungkin tak perduli padaku. Aku tahu kau masih mencintaiku Bummie, jujurlah pada hatimu." Ucap Siwon sambil memegang kedua pundak Kibum dan menatap langsung ke dalam kedua bola mata Kibum yang tampak redup tak seperti dulu.
"Jangan terlalu berharap Choi. Dan asal kau tahu saja aku sudah tak mencintaimu lagi. Satu-satunya namja yang kucintai hanya suamiku saja." Ucap Kibum membuat hati Siwon semakin teriris-iris dengan pernyataan palsunya karena memang Kibum masih mencintai namja tampan tadi tapi dia tak ingin mengakuinya lagi. Kibum terlalu takut, takut akan rasa sakit itu, takut kalau Siwon hanya berprilaku semu saat ini.
"Bohong! Kalau kau sudah tak mencintaiku lagi lalu kenapa kau datang kemari?" Tanya Siwon yang berusaha menyangkal perkataan Kibum sebelumnya, "Kau merindukan saat-saat kebersamaan kita bukan? Jawab dengan jujur Bummie?" Tanya Siwon dengan nada tinggi sambil mengoncang tubuh Kibum pelan. Kibum menepis kedua tangan Siwon yang mencengkram bahunya.
"Jangan terlalu berharap." Ucap Kibum sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Siwon di sana.
"AKU AKAN TERUS MENUNGGUMI DI SINI KIBUM. AKU AKAN TERUS MENUNGGUMU SAMPAI KAU DATANG DAN MEMAAFKANKU. KALAU KAU MASIH MENCINTAIKU DATANGLAH." Teriak Siwon di belakang sana tapi Kibum tak menghentikan langkanya bahkan ia malah semakin mempercepat langkah kakinya menuju dimana Kyuhyun memarkirkan mobil mereka tadi.
"Kita kembali Kyu." Pinta Kibum cepat membuat Kyuhyun sedikit terlonjak kaget karena Kibum yang tiba-tiba masuk ke dalam mobil dan memintanya untuk cepat pergi.
"Apa ada yang terjadi hyung?" Tanya Kyuhyun pada Kibum yang terus menatap sedih ke luar jendela mobil.
"Aniya Kyu, aku hanya kelelahan saja." Bohong Kibum yang tentu saja Kyuhyun ketahui, Kyuhyun bukan namja yang bodoh untuk menebak keadaan Kibum saat ini. Tapi ia tak ingin ikut campur dengan masalah istri dari tuannya itu, "Bisa kita pulang sekarang Kyu?" pinta Kibum. Tanpa membantah lagi Kyuhyun langsung menjalankan mobilnya, dari kaca spion dia bisa melihat wajah murung Kibum yang benar-benar berbeda dari saat pertama mereka keluar dari rumah tadi. Kyuhyun yakin memang ada yang terjadi tadi tapi ia tak ingin mengusik nyonya besarnya itu.
_o0o_
Author Pov…
Tiga hari berlalu sejak hari mana Kibum dan Siwon bertemu di taman. Sejak hari itu Kibum jadi tampak diam dan itu sempat membuat Kyuhyun dan Sungmin menatap heran pada namja cantik tadi. Tapi walau pun begitu keduanya tak ada yang melapor pada Hangeng karena mereka mengirak sikap Kibum seperti itu karena ia tengah kesepian dan merindukan Hangeng di dekatnya. Hanya Kibum sendiri yang tahu apa yang kini tengah ia pikirkan, sejak hari itu Kibum memang jadi sering memikirkan Siwon dan perkataan namja tampan tadi terutama perkataan terkahir Siwon sebelum ia meninggalkan namja tampan tadi di taman tiga hari yang lalu.
"Hyung." Panggil Sungmin membuyarkan lamunan Kibum.
"Ne ada apa Minnie?" Tanya Kibum seraya menatap namja manis di depannya yang sedang mengendong seorang bayi yang tampak rewel dan terus menangis, "Ada apa dengan Kyumin, kenapa dia terus rewel?" Tanya Kibum yang tampak khawatir.
"Tubuhnya panas hyung, aku dan Kyuhyun mau membawanya ke rumah sakit apa hyung mau ikut bersama kami. Hyung pasti bosan bukan di rumah terus jadi ikutlah keluar bersama kami, anggap saja sebagai jalan-jalan di sore hari." Ucap Sungmin sambil menenagkan Kyumin yang terus menagis di dalam gendongannya. Kibum tampak berpikir hingga akhirnya ia menganggukan kepalanya pelan, "Bersiap-siaplah hyung, aku dan Kyuhyun menunggu di bawah." Ucap Sungmin sebelum akhirnya ia meninggalkan Kibum yang langsung bersiap-siap.
Kibum masih terus memikirkan Siwon dan Hangeng bahkan saat ia sudah berada di dalam mobil bersama Sungmin, Kyuhyun dan anak mereka. Perkataan Siwon yang akan terus menunggunya masih jelas terngiang-ngiang di dalam kepala Kibum bersama dengan perkataan Hangeng sebelum sang suami pergi agar ia tak berbuat macam-macam pun masih di ingatnya dengan jelas.
"Kyu bisakah kau berhenti di depan?" Tanya Kibum tiba-tiba saat mobil yang membawanya melewati taman dimana ia terakhir kali bertemu dengan Siwon. Kyuhyun menghentikan mobilnya di tepi jalan lalu menatap Kibum dengan tatapan heran.
"Hyung kau mau kemana?" Tanya Sungmin saat melihat Kibum keluar dari dalam mobil dengan sebuah payung di tangannya.
"Aku ingin ke café di sana Minnie. Kau dan Kyuhyun tak perlu mengikutiku. Kalian pergi saja ke rumah sakit dan periksakan keadaan Kyumin. Kasihan dia." Ucap Kibum pada dua namja yang kini tengah menatapnya heran.
"Tapi sekarang sudah mau hujan hyung, sebaiknya kau ikut bersama kami saja." Seru Kyuhyun.
"Aniya Kyu, aku benar-benar sedang ingin ke café di depan sana. Mungkin ini bawaan bayi. Aku janji tak akan pergi kemana-mana, aku akan tetap di sana sampai kalian pulang dari rumah sakit nanti. kalian bisa menjemputku di sana nanti." Jelas Kibum cepat.
"Tapi hyung…"
"Percayalah padaku Minnie, aku akan baik-baik saja dan aku tak akan kemana-mana. Aku akan menunggu kalian di sana. Kalau ada apa-apa denganku aku pasti langsung menghubungi kalian, aku janji." Ucap Kibum memotong perkataan Sungmin. Belum sempat Sungmin dan Kyuhyun menjawab perkataan Kibum, namja cantik tadi sudah melesat menjauhi mobil. Keadaan Kyumin yang terus menagis membuat keduanya mau tak mau menuruti kemauan Kibum tadi.
Kibum terus berjalan menjauhi mobil yang tadi membawanya. Saat ia melihat mobil Kyuhyun melaju melewatinya Kibum semakin mempercepat langkah kakinya. Bukan, Kibum bukan ingin ke café seperti apa yang di katakannya tadi pada Kyuhyun dan Sungmin. Kakinya malah membawa ia masuk ke dalam taman tadi. Beberapa saat yang lalu Kibum sempat melihat sosok namja itu. Sosok seorang Choi Siwon yang menunggunya di tempat yang sama saat tiga hari yang lalu mereka terakhir kali bertemu.
Siwon terduduk di bangku taman dengan posisi kepala menunduk, entah sudah berapa lama ia menunggu Kibum di sana. Setiap hari ia menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu Kibum di tempat yang sama. Tempat dimana untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata cinta pada Kibum, tempat dimana pertama kalinya ia mengecup bibir manis Kibum, tempat yang menjadi saksi semua perasaannya pada namja cantik tadi. Tak ada kata lelah bagi Siwon untuk menunggu Kibum di sana bahkan rintikan hujan yang mulai membasahi kota pun tak ia hiraukan sama sekali. Hujan yang awalnya berupa rintikan itu perlahan semakin deras dan Siwon masih tetap berada di sana dalam posisi yang sama tanpa bergerak sedikit pun.
"Bodoh!" Sebuah suara terdengar oleh indra pendengaran Siwon, suara lembut yang begitu di rindukannya. Siwon mendongakan kepalanya menatap sesosok namja cantik di depannya yang tengah memayunginya, pantas saja Siwon tak merasakan tetesan hujan lagi. Ternyata Kibum sedang memayungi tubuhnya dan membiarkan tubuhnya sendiri basah terkena hujan.
"Kibum." Ucap Siwon senang dan langsung berdiri, meraih tubuh kecil Kibum lalu mendekapnya erat seolah-olah ia takut kalau Kibum akan berlari pergi lagi seperti apa yang dilakukannya tiga hari yang lalu.
"Lepaskan bodoh, tak sepantasnya kau memeluk istri orang lain." Ucap Kibum yang mendorong tubuh Siwon tapi dengan cepat Siwon kembali memeluk erat tubuh Kibum.
"Aku tak perduli, aku tak perduli Kibum. Aku merindukanmu, sungguh aku sangat merindukanmu. Akhirnya kau mau juga datang kemari. Saranghae Bummie." Ucap Siwon tapi tak mendapatkan respon sama sekali oleh Kibum. Namja cantik tadi hanya terdiam di dalam dekapan Siwon dengan tangan kanan yang sejak tadi memegang payung yang terus memayungi keduanya, "Hujannya semakin lebat, sebaiknya kita mencari tempat berteduh. Aku tak mau kau jatuh sakit karena kehujanan Bummie." Ucap Siwon yang langsung menarik tangan Kibum sebelum namja cantik tadi sempat menolak. Siwon membawa Kibum berteduh di sebuah halte bus yang tak jauh dari tempat mereka sebelumnya. Halte bus tadi cukup sepi dan memang hanya ada mereka berdua saja di sana.
"Yack! Lepaskan! Aku sudah mengatakannya bukan, tak sepantasnya kau memeluk istri orang di tempat umum seperti ini." Protes Kibum saat Siwon memeluk tubuhnya lagi. Kibum memberontakan dirinya mencoba lepas dari dekapan Siwon tapi tenanga Siwon terlalu besar hingga akhirnya ia pasrah saat Siwon memeluknya semakin erat seolah-olah dengan begitu namja tampan tadi bisa memberitahukan kepada Kibum seberapa besar rasa rindunya.
"Aku tak perduli Kibum, aku terlalu senang karena kau mau datang menemuiku. Aku tahu kau masih mencintaiku karena aku pun masih sangat mencintaimu Kibum." Ucap Siwon yang terus mendekap Kibum.
"Kau jangan terlalu percaya diri, aku di sini bukan berarti aku masih mencintaimu dan dengan sengaja datang padamu." Ucap Kibum yang akhirnya bisa lepas dari dekapan Siwon. Siwon terdiam lalu tertawa keras dan memundurkan tubuhnya hingga air hujan kembali membuat tubunya basah, "Yack! Bodoh apa yang kau lakukan!" Bentak Kibum yang langsung memayungi Siwon kembali membuat tawa namja tampan tadi semakin keras terdengar di tengah lebatnya hujan, "Berhanti tertawa Bodoh! Dan cepat berteduh!" bentak Kibum lagi membuat Siwon menghentikan tawanya seraya menatap kearah Kibum dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.
"Aku memang bodoh Bummie, aku namja terbodoh di dunia ini karena pernah menyakiti namja yang sangat kucintai hingga akhirnya namja itu membenciku. Tapi aku bukan seorang pembohong dan pendusta sepertimu. Jujurlah pada hatimu Bummie, JUJURLAH! DAN KATAKAN KALAU KAU MEMANG MASIH MENCINTAIKU!" teriak Siwon di tengah derasnya hujan.
"Jangan terlalu berharap Choi karena kau akan sakit sendiri nantinya." Jawab Kibum yang terus memayungi tubuh Siwon. Siwon kembali tertawa, tertawa mirik atas kebohongan yang Kibum lakukan.
"Kau ingat semua kenangan berharga kita di sini kan Bummie. Kau ingat saat aku berdiri di tengah hujan saat kau marah padaku di sini dulu? Aku mengingat semua dengan jelas Bummie, kau berteriak marah dan memayungiku seperti saat ini. Dan saat ku Tanya kenapa kau melakukan semua itu dengan jelas kau menjawab karena kau mencintaiku, kau tak akan mau melakukan semua itu kalau bukan karena kau mencintaiku Bummie. KAU INGAT ITU KAN BUMMIE?" teriak Siwon di depan Kibum yang terdiam, Kibum ingat dengan jelas pula kenangan manis itu, sangat jelas malahan, "Sekarang semua terjadi kembali Bummie dan kau dengan gampangnya menyangkal perasaanmu sendiri. Apa aku benar-benar sudah tak ada di dalam hatimu lagi?" Tanya Siwon dengan air mata yang menetes perlahan dari kedua matanya. Siwon berlutut di depan Kibum seraya mengengam erat dada Kirinya, "Kau tahu, di dalam sini masih jelas tertulis namamu. Aku benar-benar masih mencintaimu Kibum. Tidak bisakah kau merasakannya juga?" Ucap Siwon lirih.
"Lupakanlah semua Siwon, kita sudah sudah memiliki jalan cerita masing-masing jadi kumohon jangan campuri kehidupanku lagi." ucap Kibum yang langsung beranjak pergi meninggalkan Siwon yang masih berlutut tapi dengan cepat Siwon beranjak mencegah Kibum. Siwon menahan kepergian Kibum, namja tampan tadi menarik tubuh Kibum kearahnya dan tanpa permisi langsung mengecup bibir Kibum membuat namja cantik tadi terkejut dan melepaskan gengamannya pada payung yang sejak tadi di peganganya.
Di bawah derasnya hujan Siwon melumat bibir Kibum berharap namja cantik tadi akan membalas perlakuannya tapi yang ada Kibum tetap diam dan tak membalasnya sama sekali. Siwon kembali meneteskan air matanya yang langsung tersapu oleh derasnya hujan yang mebasahi tubuh mereka berdua.
"Kau benar-benar sudah tak mencintaiku lagi Bummie?" Tanya Siwon masih dalam posisi memdekap tubuh Kibum di bawah derasnya hujan, Kibum tak menjawan, namja cantik tadi hanya terdiam, "Tak bisakah kau merasakan ketulusanku Bummie?" Tanya Siwon lagi sambil menatap kearah kedua mata Kibum sambil menarik tangan Kibum dan menaruhnya di depan dadanya sendiri. Perlahan Siwon kembali menyatukan bibir keduanya, Siwon mengecup bibir Kibum dan membawanya ke dalam sebuah ciuman penuh cinta tanpa pemaksaan dan tanpa nafsu. Siwon merasakan sakit di dadanya saat Kibum hanya diam dan tak membalas perlakuannya selama beberapa saat tapi tak lama perlahan Kibum mulai membalas apa yang Siwon lakukan. Siwon terdiam dan melepaskan bibirnya dari bibir Kibum, ditatapnya wajah Kibum dalam lalu tersenyum bahagia, "Saranghae Bummie, saranghae." Ucap Siwon tulus.
"Nado…" Balas Kibum pelan tapi masih jelas terdengar oleh Siwon. Siwon merasa sangat bahagia karena akhirnya Kibum membalas perasaannya kembali dan bisa jujur dengan perasaannya sendiri. Siwon memeluk tubuh Kibum dengan erat, melampiaskan semua perasannya di sana dan kibum pun membalas pelukan hangat di bawah hujan itu.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 22 oktober 2012, 2.50 PM.
Dean nangis waktu ngetik chap ini, terlalu menghayati jalan cerita mungkin.
