FATE
Disclaimer : I own nothing
Warning : BL, Typo(s), Change POV without warning, BOLD for flashback
Chapter 11
Siwon meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
Setelah beberapa jam duduk berkutat dengan dokumen di meja kerjanya, meregangkan tubuh seperti ini terasa menyegarkan.
Memang keinginan Siwon belajar dari bawah di perusahaan ayahnya, tetapi ayahnya juga tidak bercanda dengan persetujuan yang diberikannya. Pekerjaan yang diberikan kepada Siwon tidak main-main jumlahnya.
Tangan Siwon terulur untuk mengambil minuman yang ada di mejanya ketika pandangannya jatuh pada objek yang langsung membuat pemuda Choi itu menunjukkan dimple-nya.
Senyum memang akan langsung mengembang di wajahnya setiap kali teringat akan pendamping hidupnya yang manis itu.
Siwon mengambil figura yang berisi fotonya dan Kyuhyun saat di Belanda.
Tak terasa sudah sebulan terlewat setelah mereka pulang dari Belanda. Dan setiap hari terasa begitu indah bagi Choi Siwon.
Cho Kyuhyun yang sekarang telah resmi menjadi Choi Kyuhyun sudah benar-benar menjajah hidup Choi Siwon.
Setiap hari, semua yang dilakukan oleh Kyuhyun selalu dapat membuat Siwon tersenyum lebar. Kyuhyun yang baru bangun tidur, Kyuhyun yang sedang makan, Kyuhyun yang sedang menonton TV dan semua aktivitas yang dilakukan Kyuhyun terlihat sangat manis dan imut di mata Siwon.
Itu karena mereka masih pengantin baru, itulah yang selalu dikatakan oleh teman-teman sekantor Siwon. Karena mereka menikah karena perjodohan dan hanya berkencan dalam waktu singkat, mereka belum pernah bertengkar hebat. Ya, Siwon sering mendengar kalimat itu.
Tapi entahlah, saat membayangkan bertengkar dengan Kyuhyun, Siwon Cuma bisa melihat wajah Kyuhyun yang memerah, cemberut dengan bibir di-pout-kan.
Yaaah sepertinya Choi Siwon memeang sudah gila karena cinta.
Siwon melirik jam tangannya, masih ada kira-kira satu jam sebelum istirahat siang. Siwon mengambil smartphone-nya lalu mengirim pesan sambil tersenyum.
To : Uri Kyuhyunie
Kyu, mau makan siang bersama hari ini?
Berkat kejeniusan Kyuhyun, dia sebenarnya sudah bisa dikategorikan lulus, hanya tinggal menunggu wisudanya saja. Karena itu Kyuhyun bisa bersantai-santai di rumah dan cukup sering makan siang bersama Siwon. Hanya sesekali Kyuhyun pergi ke kampus karena rindu teman-temannya.
Ponsel Siwon bergetar menandakan ada pesan masuk yang langsung secepat kilat dibuka oleh Siwon.
From : Uri Kyuhyunie
Baiklah, hyung. Kutunggu di cafe yang biasanya. Selamat bekerja.
Siwon langsung tersenyum lebar membacanya.
"Sepertinya hari ini aku akan selesai lebih cepat,"
Siwon bergumam sambil tersenyum lebar. Pesan dari Kyuhyun benar-benar menambah energinya.
Siwon menyimpan kembali smartphone-nya sebelum kembali bergelut dengan kertas-kertas di mejanya.
###
Changmin masih sibuk melamun saat suara bel membawanya kembali ke dunia nyata. Changmin menghela nafas panjang sebelum bangkit dari sofa tempatnya bersarang (?) menuju pintu apartemennya.
Begitu pintu terbuka, sosok gadis yang mengenakan dress pink dengan cardigan putih langsung menyambutnya. Gadis itu menatapnya dari atas sampai bawah lalu mendengus kesal.
"Kau belum mandi, oppa? Apa kau lupa hari ini kau janji mau menemaniku jalan-jalan?"
Gadis itu menatap Changmin kesal.
"Well, Seohyun-ah.. Aku sebenarnya tidak pernah berjanji kan? Kau sendiri ya-"
Perkataan Changmin terputus saat gadis yang kita ketahui bernama Seohyun itu langsung mendorong Changmin masuk.
"Jangan banyak bicara, cepat siap-siap!" Seohyun berkata tegas sambil terus mendorong Changmin ke arah kamar mandi.
Changmin hanya menghela nafas pasrah dan menurut pada akhirnya.
Seohyun. Gadis itu adalah sepupu Changmin. Gadis itu sudah dianggap adik sendiri oleh Changmin dan Yunho karena mereka selalu bermain bersama saat mereka kecil dulu. Tapi saat Changmin berumur delapan tahun, keluarga Seohyun harus pindah ke Amerika, dan saat mereka kembali ke Jepang, keluarga Changmin sudah pindah ke Korea.
Mereka kembali bertemu saat Changmin ke Jepang kurang lebih sebulan yang lalu saat..
Changmin tertawa miris saat mengingatnya. Dia memang pengecut. Dia benar-benar pergi ke Jepang saat pernikahan Kyuhyun. Tapi tidak sebelum menghadiri upacaranya.
Changmin dari awal memang tidak berniat menggunakan tiket yang diberikan oleh Kyuhyun dan bertekad pergi ke upacara pernikahan Kyuhyun. Changmin ingin melepas Kyuhyun dengan senyuman agar baik dirinya maupun Kyuhyun bisa memulai semua dengan hati ringan.
Tapi siapa yang dia bohongi?
Bagaimana seseorang sepengecut dia bisa melakukannya?
Bahkan ketika sampai di gereja tempat pernikahan Kyuhyun, dia ragu untuk masuk. Akhirnya, dia masuk pada saat pengantin sudah saling mengucapkan janji setia. Dan keindahan sosok Kyuhyun dalam tuxedo putihnya langsung membuat Changmin menahan nafasnya.
Dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kyuhyun.
Saat itulah kenyataan menghantamnya.
Kyuhyun bukan lagi miliknya. Kyuhyun sekarang menjadi milik sosok pemuda yang berdiri di samping Kyuhyun di altar.
Keinginan Changmin untuk berlari ke altar lalu membawa Kyuhyun bersamanya dan melarikan diri sangat besar. Butuh pengendalian diri sangat besar dari Changmin untuk tidak melakukannya.
Dan kemudian mata mereka bertemu untuk sepersekian detik. Changmin yakin Kyuhyun melihatnya. Dorongan untuk menarik Kyuhyun lepas dari ciuman pria itu menjadi jauh lebih besar dan membuat Changmin harus segera keluar dari ruangan itu.
Changmin hanya mengepak barang seadanya dan langsung pergi ke Jepang tanpa mempedulikan apapun.
Saat itulah ia kembali bertemu dengan Seohyun. Saat ia datang ke rumah kakek neneknya dengan alasan 'kejutan', 'aku merindukan kalian', 'liburan' dan 'refreshing'.
Dua minggu Changmin habiskan di Jepang sebelum memutuskan untuk pulang. Dua minggu yang hanya dihabiskannya melamun di berbagai tempat. Karena jika ia hanya berdiam diri di rumah saat berkata ingin liburan, well itu sangat mencurigakan.
Dan Changmin mengacungi jempol untuk dirinya sendiri karena berhasil menjalani hidupnya dengan normal sekembalinya ke Korea. Yah, paling tidak senormal yang ia bisa.
Setelah beberapa minggu menjalani kehidupannya yang sekarang terasa begitu datar dan suram, Seohyun tiba-tiba muncul di depan pintu apartementnya beberapa hari yang lalu. Ingin liburan sekaligus mengunjungi keluarga Changmin katanya.
"Dan rupanya berhasil membuatku 'berjanji' menemaninya hari ini," gumam Changmin malas.
Changmin menyalakan shower setelah melepaskan pakaiannya, melangkah memasuki guyuran air itu.
Satu hal yang Changmin tidak sukai belakangan adalah ini mandi. Guyuran shower selalu mengingatkannya pada Kyuhyun. Ciuman pertama dan terakhir mereka pasti akan langsung terbayang di benaknya.
Mengingat hari itu, mengingat tangisan Kyuhyun hari itu, Changmin selalu mengutuk dirinya yang terlewat pengecut dan egois.
Changmin sudah melanggar janji yang dibuatnya pada dirinya sendiri dan pada Heechul. Janjinya yang akan selalu menjaga Kyuhyun dan tidak membuat Kyuhyun terluka.
'Dan lihatlah betapa terlukanya Kyuhyun hari itu. Kerja bagus, Changmin,' Changmin ingin sekali membenturkan kepalanya ke dinding sekarang.
Changmin tahu bagaimana rapuhnya Kyuhyun. Dan hanya karena rasa takut kehilangan orang yang dicintainya itu, dia sudah membuat Kyuhyun menanggung beban berat dan terluka seorang diri.
'Aku benar-benar egois.. Dan pada akhirnya aku tetap kehilangannya.. Mungkin memang lebih baik Kyuhyun bersama orang lain. Pria itu terlihat baik, dia pasti bisa menjaga Kyuhyun lebih baik dariku,' batin Changmin sambil tersenyum miris.
Tapi hatinya langsung berdenyut sakit setiap berpikir seperti itu. Setiap kali hal ini terjadi, Changmin hanya berharap satu hal.
Agar Kyuhyun tidak merasa dan mengalami hal yang sama sepertinya saat ini. Changmin berharap Kyuhyun bahagia dan tersenyum sekarang.
Kyuhyun sudah cukup terluka, sekarang waktunya dia bahagia. Biarkan aku yang menggantikannya sekarang. Changmin memang bukan orang yang religius, tapi inilah doanya setiap malam.
Harapan doanya terkabul, bahwa dirinya sudah menggantikan Kyuhyun terluka, bahwa Kyuhyun bahagia karena sekarang giliran Changmin yang menanggung sakitnya, hal itulah yang membuat Changmin masih dapat menjalani hidupnya sampai hari ini.
Walaupun begitu, sisi egois dari Changmin berharap Kyuhyun masih mengingatnya dan mencintainya. Tidak peduli seberapa besar dirinya ingin Kyuhyun berbahagia, ada sudut di hatinya yang selalu berkata bahwa Kyuhyun hanya boleh berbahagia di sisinya, bukan di sisi orang lain.
Dan karena bagian dirinya yang egois itulah Changmin tetap memberikan hadiahnya pada Kyuhyun.
Hadiah yang sempat ditipkannya pada Ryeowook sebelum pergi ke Jepang. (Lebih kepada yang ia lempar ke Ryeowook dengan seruan "Tolong berikan ke Kyuhyun! Aku ada urusan penting mendadak! "saat hyung mungilnya itu mencoba mencegahnya pergi)
Hadiah yang Changmin tahu akan membuat Kyuhyun mengingat dirinya.
Gedoran di pintu membuat Changmin tersadar dari lamunannya.
"Oppa! Kau itu namja atau yeoja? Kenapa mandinya lama sekali!"
Changmin hanya mendesah mendengar teriakan sepupunya itu.
"Iya iya! Aku sudah selesai!"
Changmin balas berteriak dengan malas, tidak ingin pintu kamar mandinya dihancurkan oleh adik sepupunya itu jika ia hanya diam.
Setelah hampir dua jam berjalan kesana kemari, akhirnya Changmin dapat beristirahat saat Seohyun menyeretnya ke dalam salah satu cafe yang mereka lewati.
Setelah pelayan yang mencatat pesanan mereka pergi, Seohyun langsung menatap Changmin.
"Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu,"
Changmin hanya menatap balik Seohyun yang juga tengah menatapnya serius.
"Apa kau sedang ada masalah?"
"Huh?"
"Dari saat kita bertemu di rumah halmeoni kemarin, kau terlihat sangat tidak semangat, oppa. Auramu sangat suram, kau tahu? Dan tadi pun kau terlihat sangat bosan dan suram,"
Changmin tidak menyangka Seohyun akan menyadarinya. Sedari tadi, sepupunya itu sibuk meloncat kesana kemari dan ber-'uwaah' ria setiap melihat sesuatu yang dianggapnya menarik.
"Kau hanya ber-'oh' dan 'hmm' setiap kali kuajak bicara, apa kau sadar?"
'Well, sekarang aku menyadarinya,' batin Changmin.
"Dan lihat pesananmu tadi! Porsi itu terlalu sedikit untuk Changmin oppa yang kukenal! Sebenarnya kau sedang ada masalah apa oppa? Kau bisa bercerita padaku kalau kau mau,"
Seohyun menatapnya lekat sekarang, menanti jawaban darinya. Changmin hanya menghela nafas seraya mengalihkan pandangannya ke jendela, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.
"Aku tidak ada masalah apapun, Seohyun-ah. Hanya sedang malas saja. Dan lagi salah siapa yang menyeretku berjalan-jalan saat aku sedang bersantai di rumah?"
Changmin menoleh dengan tatapan malas ke arah Seohyun yang sedang menatapnya penuh selidik. Seohyun memperhatikan dirinya beberapa saat sebelum menyenderkan tubuh ke sandaran kursi sambil bersedekap.
"Baiklah kalau kau tidak ingin bercerita, Oppa. Aku tidak akan memaksa. Tapi jika kau butuh teman bicara, kau bisa mencariku,"
Seohyun tersenyum kepadanya dan dibalasnya dengan senyuman simpul.
Mereka pun menikmati makanan mereka dengan tenang, sesekali Seohyun berceloteh riang yang ditanggapi Changmin singkat.
"Ah!"
Changmin menoleh saat Seohyun terkesiap setelah beberapa langkah mereka keluar dari Cafe tempat mereka makan tadi.
"Oppa! Oleh-oleh Eomma ketinggalan! Aku ambil ke dalam sebentar, tunggu ne!"
Changmin tersenyum kecil melihat Seohyun beralri masuk kembali ke Cafe itu untuk mengambil belanjaannya yang tertinggal.
Dia berterima kasih karena adik kecilnya itu khawatir padanya. Dia juga merasa sedikit bersalah karena tidak bisa bersikap lebih semangat dan antusias. Tapi apa yang bisa dia lakukan saat setiap dia menoleh, hanya ingatan akan apa yang pernah dia dan Kyuhyun lakukan di tempat itu langsung muncul di kepalanya.
Changmin senang saat menyadari bahwa ternyata dirinya dan Kyuhyun memiliki kenangan hampir di setiap penjuru Seoul. Tapi saat menyadari bahwa semua itu hanya tinggal memori dan tidak akan ada memori baru lagi yang tercipta, well itu bukan hal mudah bagi Changmin.
'Haaah tidak kusangka aku orang yang selemah ini,' batin Changmin sambil menghela nafas.
Changmin membalikkan badannya dan dirinya langsung membeku.
Mata Changmin terfokus pada sosok pucat berambut ikal yang sangat ia rindukan. Menelusuri pemandangan yang dirindukannya dengan lekat dari atas sampai bawah sampai matanya bertemu dengan karamel coklat itu.
Dirinya terhanyut dalam kristal indah itu. Tidak mempedulikan apapun di sekitarnya. Semua terasa lenyap dan hanya ada mereka berdua disana.
"Oppa! Maaf membuatmu menunggu!"
###
Kyuhyun menatap jurnal berwarna biru yang ada di pangkuannya beberapa saat sebelum membukanya perlahan.
Jurnal itu tidak pernah bisa tertutup dengan benar karena ada sebuah kalung yang ditempelkan di halaman pertama jurnal tersebut. Sebuah kalung manis dengan bandul berbentuk matahari.
"Kyu! Coba lihat ini! Manis kan?"
Kyuhyun mendekati Changmin untuk melihat benda yang ditunjuk namja tinggi itu.
"Eh? Memang manis tapi apa modelnya tidak terlalu muda untuk Eommamu min? Lagipula bukankah anting yang kita pilih tadi sedang dibungkuskan sekarang?"
"Tentu saja bukan untuk Eomma. Ini untukmu, Kyu—Aduh! Kyuhun-ah!"
Changmin mengusap kepalanya yang dipukul oleh Kyuhyun sambil cemberut.
"Itu perhiasan yeoja, bodoh!"
Kyuhyun menatap kesal pada Changmin yang kini tersenyum jahil kearahnya.
Changmin mendekat kearah Kyuhyun setelah menoleh dan memastikan tidak ada orang yang memperhatikan mereka.
"Tapi kau jauh lebih manis dari yeoja manapun, Kyu. Dan kalung itu sangat menggambarkanmu bukan? Kau adalah matahari yang membuat hariku selalu cerah dan berwarna,"
Changmin mengembalikan jarak mereka seperti semula setelah berbisik di telinga Kyuhyun dan menyeringai puas melihat wajah Kyuhyun yang memerah.
"Idiot," Decih Kyuhyun pelan sambil memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan rona pipinya.
"Hahaha! Aku akan membelinya nanti untuk hadiah ulang tahunmu, Kyu! Tunggu yang sabar, ne?"
Kyuhyun dengan kesal menepis tangan Changmin yang mengacak-acak rambutnya .
Kyuhyun menyentuh kalung itu lembut sambil tersenyum kecil.
'Aku tidak menyangka kau benar-benar menjadikannya hadiah ulang tahunku, Min,'
Dua benda itu, jurnal biru dan kalungnya, adalah hadiah dari Changmin yang diberikan Ryeowook padanya seusai upacara pernikahannya.
Kyuhyun kemudian membalik halaman-halamn di jurnal itu sampai menemukan apa yang ia cari. Diambilnya kertas berwarna babyblue yang terselip di salah satu halaman jurnal itu dan perlahan membuka lipatan kertas tersebut.
Terlihat beberapa huruf dari tulisan di kertas itu sedikit kabur, seperti terkena air lalu mengering kembali. Tapi walaupun begitu, tulisannya masih dapat dibaca dengan mudah.
Dear Kyuhyun,
Kyu, aku menulis surat ini karena aku ingin meminta maaf padamu.
Maafkan aku yang gagal menjagamu dan membiarkanmu terluka.
Maafkan aku yang membuatmu menanggung beban berat seorang diri.
Dengan jurnal ini, aku berharap bisa sedikit menebus kesalahanku, Kyu.
Ini hanya jurnal biasa. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja, setiap kau memiliki masalah yang tidak bisa kau bagi kepada siapapun, kau bisa menulisnya disini Kyu.
Aku tidak tahu apakah ini akan membantu tapi kurasa ini lebih baik daripada memendam semuanya hanya dalam hatimu.
Akan lebih baik jika aku bisa menebus kesalahanku secara langsung dan kau menceritakan masalahmu langsung padaku. Tapi sepertinya kau tidak akan mau mengontakku dalam waktu dekat ini kan? Kkkke
Tapi tentu saja aku berharap kau tidak memerlukan ini Kyu.
Aku benar-benar berharap kau hidup bahagia dan tidak ada masalah berarti yang membebanimu. Aku akan senang jika jurnal ini tidak berguna saking bahagianya dirimu.
Buanglah jurnal ini segera jika kau tidak memerlukannya, ne? Aku tidak ingin benda ini malah membebanimu.
Sekali lagi, maafkan aku Kyu. Berbahagialah..
Dari orang yang mengharapkan maaf darimu dan mendoakan kebahagiaanmu,
Shim Changmin
Kyuhyun memeluk kertas itu erat di dadanya. Airmatanya lagi-lagi jatuh saat membaca surat itu.
Changmin begitu bodoh. Kenapa dia malah menyalahkan dirinya? Bukankah harusnya dia malah membenciku yang melukainya, kenapa malah mendoakan kebahagiaanku?
Kyuhyun menarik lututnya ke dalam pelukannya, membuat benda-benda berharga bagi dirinya itu juga berada dalam pelukannya.
Changmin. Namja tinggi yang rakus itu masih memiliki tempatnya di hati Kyuhyun. Setiap kali Kyuhyun membalas ciuman Siwon, membalas ucapan 'saranghae' dari suaminya itu, wajah Changmin akan melintas di kepalanya. Dan setiap kali hal itu terjadi dada Kyuhun terasa sakit. Rasa sakitnya itu juga akan bertambah ketika dia sadar betapa jahatnya dirinya yang malah mengingat mantan kekasihnya itu saat dia sedang bersama suaminya.
Kyuhyun masih dalam posisinya yang menangis dalam diam sambil memeluk lututnya saat terdengar bunyi dari smartphone miliknya.
Kyuhyun mengambil smartphone-nya, sedikit malas karena ada kemungkinan mertuanya yang menghubunginya.
Ya, Mrs. Choi memang masih menghubungi Kyuhyun. Entah itu untuk memberi peringatan seperti "Ingat tugasmu tidak selesai sampai disini. Kau harus selalu memastikan Siwon senang dan bahagia" yang dikirimkan si nenek tua itu setelah selesai upacara pernikahan. Atau hanya sekedar pujian singkat seperti "Sepertinya kau melakukan tugas dengan baik menantuku sayang" yang selalu membuat Kyuhyun mual setelah membacanya.
Kyuhyun langsung membuka pesan yang ternyata dari Siwon mengajak makan siang bersama. Kyuhyun menghapus airmatanya sebelum membalas pesan dari suaminya itu.
Hidup Kyuhyun sebulan terakhir ini benar-benar dibanjiri oleh cinta dari Siwon. Kyuhyun yakin semua orang akan iri padanya jika tahu bagaimana Siwon memperlakukannya.
Kyuhyun benar-benar berterima kasih atas semua perhatian Siwon. Namja yang juga dicintai dan disayanginya, yang terkadang membuatnya lupa akan luka di hatinya. Kyuhyun akan benar-benar bahagia seandainya hanya Siwon yang dicintainya. Tapi sayangnya, dia juga masih sangat mencintai Changmin.
Karena itulah kadang ia berbohong dan menolak ajakan Siwon dengan alasan ia berkumpul dengan teman-teman kampusnya. Padahal yang dilakukannya hanyalah duduk di rumah melamun tentang mantan kekasihnya.
Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum menghembuskannya perlahan. Setelah merasa cukup tenang, Kyuhyun bangkit untuk bersiap menunggu Siwon di Cafe yang tidak jauh dari kantor suaminya itu. Tidak lupa Kyuhyun memasukkan jurnal pemberian Changmin ke dalam tasnya. Benda yang tidak pernah jauh darinya sejak benda itu menjadi miliknya.
"Kyuhyun!"
Kyuhyun menoleh ke arah Siwon yang baru saja memanggilnya lalu tersenyum kepada suaminya itu.
"Apa kau lama menunggu, Kyuhyunnie?"
Kyuhyun terkekeh pelan melihat Siwon yang tersenyum sangat lebar kearahnya.
"Tidak, hyung. Lihat saja minumanku yang baru habis separuh,"
Siwon duduk di hadapan Kyuhyun setelah sebelumnya mencium pipi Kyuhyun membuat pipi itu memerah.
Kyuhyun berdehem untuk menyembunyikan kegugupannya sebelum kembali berbicara.
"Kau mau makan disini atau di tempat lain, hyung? Aku sengaja cuma minum saja,"
Kyuhyun yang kesal karena Siwon masih sibuk terkekeh pelan karena dirinya yang habis ber-blushing ria langsung menendang kaki Siwon.
"Aww! Haha arra Kyu, aku sudah berhenti tertawa. Hmm, ada restoran yang baru saja buka di dekat sini. Teman sekantorku bilang makanannya cukup enak. Mau coba kesana?"
"Okay, ayo kita berangkat,"
Kyuhyun mengambil tasnya seraya bangkit dari kursi.
Siwon langsung menggenggam tangan Kyuhyun setelah Kyuhyun berada di menatap tangannya yang digenggam Siwon sebelum menoleh dan membalas senyuman suaminya itu.
Mungkin karena status mereka yang memang sudah menikah, Siwon tidak pernah ragu melakukan skinship di tempat umum. Hal itu sering membuat hati Kyuhyun menghangat karena Siwon sama sekali tidak terlihat malu bersama namja seperti dirinya.
"Kita tinggal berbelok di depan sana dan restorannya sudah terlihat," Ujar Siwon setelah mereka menyebrangi jalan.
Kyuhyun sedang memperhatikan etalase-etalase toko di sekitar mereka sambil mendengar cerita Siwon ketika dia merasa ada yang memperhatikannya.
Kyuhyun langsung refleks menoleh dan tubuhnya langsung membeku.
Matanya melebar ketika melihat sosok yang berdiri tidak jauh darinya itu. Seseorang yang dirindukannya. Seseorang yang kini tengah menatapnya lekat.
'Changmin...,'
"Oppa! Maaf membuatmu menunggu!"
Kyuhyun langsung mengalihkan perhatiannya pada yeoja yang langsung memeluk lengan Changmin.
Dan rasa sakit itu kembali.
Kyuhyun juga sama seperti Changmin, Kyuhyun juga mengharapkan kebahagiaan Changmin. Tapi bayangan Changmin diluar sana tertawa bersama yeoja atau namja yang tidak dikenalnya selalu berhasil membuat dadanya sesak.
Dan melihat hal itu langsung dengan mata kepalanya sendiri, ternyata itu jauh lebih menyakitkan.
Changmin yang terlihat begitu tampan dengan seorang yeoja yang bergelayut di lengannya, tubuh Kyuhyun serasa kebas melihat pemandangan itu.
"Kyuhyunnie?"
Kyuhyun tersentak dan menoleh melihat Siwon yang menatapnya bingung dan sedikit khawatir.
"Ah...," Kyuhyun yang terkejut membuka mulutnya, matanya melirik ke arah Changmin sekilas dan matanya langsung memanas melihat bagaimana yeoja itu menatap wajah Changmin lekat.
'Aku harus pergi menjauh dari sini,'
"S-Siwon hyung, sepertinya ada barangku yang tertinggal di cafe tadi. Aku akan mengambilnya sebentar, kau tunggu saja disini,"
Kyuhyun langsung berlari pergi sebelum Siwon sempat memberikan respon apapun.
"Kyu!"
Kyuhyun langsung mempercepat larinya begitu mendengar suara yang dirindukannya itu. Kyuhyun mendengar suara langkah mengejarnya dan membuatnya langsung berlari menyebrang jalan.
"OPPA AWAS!"
Kyuhyun sudah hampir sampai di sebrang jalan saat dia mendengar suara teriakan itu dan langsung menoleh. Dilihatnya sebuah mobil melaju kencang ke arah Changmin yang sedang mengejarnya.
Suara badan yang terhempas dan teriakan pun langsung terdengar memekakkan telinga.
###
I know, I know.. Ini terlalu drama, sinetron and mainstream, but I want to try it hehe
Maaf atas update yang lama *bow* kemarin sih maunya di upload sebelum puasa tapi baru kelar separo. And bulan puasa dah niat gmw update apa-apa.. mana kemarin hp yg berfungsi sebagai modem rusak, jadi baru sempat update skrg deh.. I'm so sorry! *bow*
Sepertinya ini 2-3 chap lagi kelar deh. Semoga nanti endingnya memuaskan, maaf kalau ada yg kecewa ma endingnya nanti.
Ini juga kok kayaknya tambah ancur sih cara nulisnya? Bukan tambah bagus tapi malah ancur hahaha mian ne?
Seperti biasa, terima kasih banyak buat yang masih nunggu ff ini...! Yang nyempetin baca, review, nge-fav n nge-follow, jeongmal gomawo! Mian gak bisa balas n nyebutin satu-satu, love u all!
