Husband
Remake from Pheobe's novel "Husband"

Hunhan as Maincast
GS(Genderswitch) for uke, Typo(s)


When you wake up from your sweet dream,
you are finding a stranger guy on your bed
and he said that you are his wife.
What will you do?


Prev chap :

Sehun memeluk Luhan erat, semuanya mulai meregang hanya tersisa desahan nafas yang masih berusaha untuk menenangkan diri.

"Sejujurnya aku juga sangat lelah." Bisik Luhan lagi.
"Tapi kau pernah bilang kalau aku ingin hamil dan sekarang aku baru tau itu bohong. Aku benar-benar menginginkannya sekarang, ingin bisa mengandung anakmu seperti wanita itu, ingin jadi milikmu dan satu- satunya…"

"Hentikan. Jangan mengungkit tentang itu lagi disaat seperti ini! Aku juga menginginkan apapun yang kau inginkan."

"Jadi usahaku malam ini berhasil?"

Kedua belah alis Sehun menyatu. "Maksudmu?"

"Aku sedang menggodamu. Bukankah seorang suami akan meninggalkan istrinya karena tergoda oleh perempuan lain? Malam ini apakah aku sudah cukup gila? Cukup untuk membuatmu meninggalkan istrimu dan datang kepadaku?"

Sehun tersenyum, lalu mencium bibir Luhan sekali lagi.

"Aku akan melakukannya jika kau menginginkannya!"

"Kalau begitu tetaplah memelukku, aku sudah tidak bisa bertahan lagi dan sangat ingin istirahat, aku lelah sekali. Tapi kalau aku tidur, malam ini akan terlewati begitu saja."

"Kita bisa melakukannya lain kali. Tidurlah. Kau sudah berusaha dengan sangat keras."

Luhan mengangguk perlahan saat Sehun membelai kepalanya. Dia sangat lelah, teramat sangat. Bukan hanya karena usaha kerasnya untuk bercinta malam ini. Tapi juga untuk semuanya. Luhan sangat lelah untuk semuanya, juga untuk hidupnya.

"Aku sangat mencintaimu, teramat sangat."

Seulas senyum hadir di bibir Oh Sehun, ia mendengarkan suara Luhan mengucapkan kata-kata yang manis itu untuknya sehingga Sehun ingin segera membuka mata dan melihat wajahnya. Tapi begitu matanya terbuka lebar Sehun tidak menemui yang ingin ditemuinya, tidak ada Xi Luhan seperti harapannya. Kamar ini kosong, benar-benar kosong dan hanya ada dirinya seorang. Sehun mengingat-ingat apakah ia bermimpi? Tapi jelas-jelas tadi dirinya mendengar suara Luhan.

Sehun memandangi dirinya dari cermin dan berusaha meyakini kalau semua itu bukan hanya khayalannya belaka. Ia dan Luhan semalam sudah bercinta dan begitu pagi Sehun ingin melihat Luhan ada disisinya meskipun pada kenyataannya berbeda.

Sebersit perasaan sedih tertoreh dan Sehun mengerti mengapa pada saat itu Luhan menangis karena ia terbangun tanpa Oh Sehun disisinya. Perasaan yang dirasakannya sangat sakit seolah-olah akan segera menusuk jantung saat itu juga.

Sehun menghela nafas berat saat kembali mengingat kenyataan dan menjauhi mimpi. Bunyi ribut-ribut di luar semakin mempercepat kembalinya Sehun ke dunia nyata dan ia harus shock dengan itu. Ia baru mendengarnya? Oh Sehun baru saja tersadar dan baru mengerti mengapa Luhan tidak ada di kamarnya.

Dia sedang mengamuk di luar sana kepada Grandmere-nya dan mempersalahkan wanita tua itu atas segala hal yang terjadi padanya. Sehun mendekat ke pintu dengan gugup karena ini kali pertama dirinya mendengar Luhan lepas kendali. Luhan sangat marah, sangat benci, seolah-olah seluruh dunia sedang memusuhinya.

Sehun terkesiap saat Luhan membuka pintu dan masuk ke kamar sambil membawa sebuah pisau dapur. Beberapa saat mereka saling bertatapan hingga tiba-tiba Luhan segera berlari ke kamar mandi begitu mendengar suara Grandmere yang menyusulnya, ia melewati Sehun begitu saja tanpa berkata apa-apa.

"Luhan, tolonglah!" Grandmere terdengar mengiba.

Keduanya bersikap seolah-olah Sehun tidak berada disana dan Sehun hanya bisa mematung tanpa berbuat apa-apa. Luhan ingin mati. Motivasi yang entah karena salasan apa, mata pisau yang tajam itu sudah bersiap menyayat pergelangan tangannya. Tidak ada gunanya ia hidup, semua yang ada pada dirinya sudah rusak dan ia tidak ingin merusak orang lain karena ini, ini semua salah Grandmere, salah Oh Sehun. Tidak, semuanya salah Kris.

Tinggal setengah inchi lagi dan tangan Luhan membeku, ia terlalu takut untuk mati, Luhan seorang pengecut dan ia tidak ingin mati karena ini.

"Kalau begini aku menyesal mengatakannya kepadamu." Grandmere masih mengiba.
"Aku melakukannya untuk kebaikanmu Luhan. Tidak ada salahnya kalau kau menikah dengan Sehun dalam arti sesungguhnya…"

Luhan membanting pisaunya sehingga menyentuh westafel dan menyebabkan retakan kecil. Tangan-tangannya segera membuka pintu lebar-lebar dan menatap Grandmere-nya kaku. Sejenak kemudian tangisnya meledak di iringi teriakan kesalnya. Grandmere tidak tau kalau Sehun sudah beristri. Sampai detik ini dia tidak tau.

"Luhan, tenanglah…" Grandmere masih berusaha membujuknya.

Tidak bisa, Luhan tidak bisa di bujuk lagi.

"Keluarlah!" Teriaknya.

"Keluar dari kamarku!"

Grandmere tidak bisa menahan air matanya untuk tumpah. Perasaan sedih dan sakit mungkin sudah mencabik-cabiknya. Meskipun sedikit tidak rela, Grandmere masih mengabulkan permintaan Luhan untuk keluar dari kamarnya dan Sehun merasa malang saat wanita itu menutup pintu dan menghilang.

Kali ini Sehun mendekati Luhan yang terpaku, ia bisa melakukan apa? Sehun ingin menenangkannya tapi sepertinya Luhan sangat asing, bukan orang yang di kenalnya selama ini.

"Kau mengusir Grandmere-mu di rumahnya sendiri. Tidak seharusnya kau melakukan itu." Desis Sehun.

"Kau tidak perlu ikut campur. Ini urusan keluargaku. Sekarang kembalilah kerumahmu, aku tidak mengenalmu dan kau sangat asing bagiku. Aku tidak suka ada orang asing di kamarku."

Untuk kata-kata yang satu itu, Sehun benar-benar terperangah. Luhan mengusirnya? Tapi semalam mereka…Luhan bahkan mengatakan kalau dia sangat mencintai Sehun. Sekarang Luhan bertindak seolah-olah Sehun adalah orang asing?

"Kau tidak akan keluar?!" Luhan berteriak lagi.

"Tapi…"

"Baiklah, kalau begitu ini bukan kamarku lagi!"

Luhan pergi menjauh, ia berlari keluar dari rumah dengan piyamanya. Sehun membeku sejenak melihat kepergian Luhan, saat melihat Luhan keluar pagar melalui jendela kamarnya.

'Dia benar-benar pergi!' Desis Sehun frustasi.


Someday, Latter

Satu jam,satu hari, satu minggu. Luhan benar benar menghilang.

Sehun ingin mati, ingin juga menghilang. Sayangnya kehidupan menuntutnya untuk terus ada, untuk terus mencari Luhan karena Grandmere meminta bantuannya. Untuk terus bertanya kepada siapa saja yang di temuinya yang sekiranya bisa membantu memberi tau dimana Xi Luhan sekarang, ia bahkan tidak kembali ke China.

Nama Xi Luhan juga tidak terdaftar sebagai orang yang meninggalkan Prancis untuk ke luar negeri. Luhan masih disini, di negara yang sama hanya saja entah dimana. Mungkinkah Luhan masih bersamanya, memandanginya di suatu tempat yang Sehun tidak ketahui? Sehun juga tidak terlalu berani berharap.

"Kau masih belum menemukannya?" Jongin berbisik dalam jarak yang sangat dekat dengan Sehun.

Karena Irene dia begitu, karena Irene ada di ruangan yang sama meskipun tidak sedang bergabung bersama mereka.

Sehun menggeleng pasrah. "Aku sudah mencarinya kemana-mana. Apalagi yang harus ku lakukan? Aku sudah berbuat kesalahan dengan memanfaatkannya untuk balas dendam pada Kris. Dia gadis baik."

"Dan kau sangat merindukannya?"

"Ada yang lebih besar lagi selain perasaan rindu. Aku ingin menyerah, konsentrasi pada rumah tanggaku yang mulai membaik, tapi Luhan meninggalkan keluarganya tanpa informasi, Ayah dan Ibunya juga sama khawatirnya. Luhan tidak bisa di hubungi dan semuanya salahku!"

Jongin menggeleng tak habis pikir. Ia sudah mengatakan kepada Sehun sebelumnya untuk tidak bertindak gegabah, kesalahan Irene dan Kris tidak seharusnya dilampiaskan kepada Luhan. Luhan tidak tau apa-apa selain cintanya pada Kris.

"Kau sudah menidurinya? Dia kelihatan frustasi dengan itu?" Kali ini Sehun mengangguk samar.

"Sudah ku bilang hati-hati!" Ujar Jongin agak lantang.

Ia melirik kepada Irene yang berhenti masak sejenak untuk melihat mereka. Jongin berusaha memberikan sebuah senyum dan mengatakan kepada Irene kalau mereka hanya membicarakan masalah bisnis.

Apa yang Sehun lakukan? Jongin ikut andil dalam rencana ini, ikut membujuk Grandmere dan meyakinkan kalau cucunya tidak akan apa-apa. Juga ikut merahasiakan motif Sehun yang sebenarnya untuk mendekati Luhan.

Motif yang sebenarnya juga berasal dari Irene, bukan hanya dari Kris. Semuanya, termasuk malam naas dimana Luhan mendapati dirinya dalam pelukan laki-laki lain tanpa sehelai benangpun juga rencananya. Tapi Jongin memastikan kalau malam itu, Luhan tidak di telanjangi oleh laki-laki manapun, Grandmere-nya sendiri yang membuka pakaiannya.

"Kau berjanji kepada Grandmere untuk tidak pernah melakukan itu!"

"Bagaimana bisa aku menahannya? Aku kelaparan, kehausan, aku merindukan hal yang seharusnya kudapatkan dari istriku."

Sehun diam sejenak lalu membasahi bibirnya, sejurus kemudian ia bisa lebih tenang dari sebelumnya.

"Aku sudah berusaha untuk tidak melakukan itu, aku hanya bermesraan pada awalnya. Lalu apa yang bisa kulakukan jika dia yang memintanya? Kalau aku menolak, dia akan curiga dengan pernikahan ini. Lagi pula saat itu aku juga terbawa suasana."

"Grandmere tau ini?" Sehun menggeleng.

"Dia tidak pernah tau kalau ada yang tidak normal. Baginya, Luhan hanya marah karena sangat banyak orang yang membohonginya tentang pernikahan itu. Seharusnya ia menikah dengan Kris dan seterusnya."

Jongin tau ada perasaan dalam setiap kata-kata yang Sehun ucapkan, ada terbersit kekesalan karena harus kembali kepada Irene, ada rasa sedih karena tidak menemukan Luhan , tidak bisa menikmati cintanya, tidak bisa memandang wajahnya dan…

"Sejak kapan kau mencintainya?" Jongin berbisik.
"Kalian baru bersama selama dua minggu, sangat cepat untukmu jatuh cinta pada wanita lain, kan? Apa yang membuatmu mencintainya?"

Apa? Sehun sendiri tidak yakin. Ia tertarik sejak awal dirinya melihat Luhan bersama dengan laki-laki yang paling di bencinya, Kris hampir setengah tahun lalu.

Saat Sehun memendam kekecewaan karena wanita yang menikah dengannya ternyata selalu pergi bersama laki-laki lain. Wanita yang berusaha di cintainya semenjak mereka di jodohkan selalu bersama dengan Kris dan kerap kali tidak pulang.

Sehun selalu berusaha memaklumi Irene, juga semua perselingkuhannya bersama Kris. Tapi saat Sehun memergoki Irene membawa selingkuhannya kerumah, Sehun tidak bisa memaafkannya lagi. Kris berbaring di atas tempat tidur, menyentuh tubuh yang seharusnya Sehun sentuh.

Dan semua kebencian itu bertambah saat Irene memohon untuk mengizinkan hubungannya dengan Kris hanya untuk beberapa minggu saja. Tentu saja Sehun tidak bisa mengizinkannya, tapi Irene tidak juga berhenti.

Dalam beberapa penyelidikan yang Sehun lakukan, ia mendapati kenyataan bahwa Kris dan Irene sudah berhubungan sangat lama. Bertindak seolah-olah cinta mereka adalah cinta sejati yang tidak bisa menyatu karena alasan klasik; Status ekonomi. Irene yang berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya tidak bisa mendapatkan cintanya karena laki-laki yang di cintainya ternyata seorang imigran dari Kanada.

Kris hanya seorang pemuda miskin yang mencoba peruntungannya di Prancis sebagai koki restoran dan perlahan bisa menanjak dan memiliki sebuah restoran sendiri. Sayangnya bagi keluarga Irene hal itu sama sekali belum cukup.

Tapi apapun alasannya Irene tidak seharusnya menyakiti Sehun. Irene yang salah dan sama sekali tidak tau bahwa cintanya kepada Kris juga sudah dikhianati. Kris mencintai gadis lain, Xi Luhan lebih di kasihinya melebihi siapapun.

Wanita yang ingin di nikahinya, dibawanya untuk menjalin hidup bersama. Setiap kali Sehun melihat Luhan bersama Kris, Sehun merasa kalau Luhan gadis lemah. Meskipun Kris mencintainya, laki-laki itu masih terus bersama Irene menikmati perselingkuhan mereka dan tidak tau kapan akan berhenti.

Saat itulah Sehun tertarik pada gadis lemah itu, Sehun juga ingin menyakiti Kris. Ingin Kris juga merasakan Apa yang Sehun rasakan; menyadari wanita yang seharusnya menjadi miliknya bersama orang lain dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat itu juga Sehun mencari jalan keluarnya, menggoda Luhan? Menjeratnya dengan sesuatu yang tidak bisa di tolak seperti ancaman? Untungnya Sehun mendapatkan masukan ide brilian dari Jongin dan dengan bantuan Jongin juga mereka berhasil membujuk Grandmere dengan membeberkan keburukan Kris bersama wanita lain tanpa memberi taukan kalau wanita yang berselingkuh dengan Kris adalah istrinya.

Dan Sehun perlu menunggu waktu sebulan untuk mendapatkan persetujuan dari Grandmere, saat wanita tua itu sadar bahwa Luhan tidak bisa di bujuk, juga saat Luhan semakin menunjukkan perlawanan dengan pernikahan mereka yang dipercepat beberapa bulan.

Semua rencana sudah di atur dengan sangat masak. Membayar Baekhyun, memutuskan hubungan Luhan dengan orang tuanya untuk sementara waktu dan masih banyak lagi sehingga Luhan terjerat dalam sesuatu hal yang mau tidak mau harus di setujuinya; Pernikahan.

Sekarang bukan hanya Luhan yang terjebak, Sehun juga terjebak. Terjebak saat melihat tubuh wanita setelah sekian lama ia kehilangan istrinya. Terjebak dengan perhatian Luhan bersama usahanya untuk menjadi istri yang baik, hal yang tidak pernah Sehun rasakan selama pernikahan bodohnya yang sudah berlangsung lama.

Sehun ingin memilih Luhan, akan memilih Luhan dan meninggalkan Irene apapun resikonya. Tapi begitu ia membulatkan tekadnya Xi Luhan sudah menghilang dan tidak bisa di temukan dimanapun, Sehun sangat menderita. Penderitaan yang lebih bila di bandingkan saat dirinya melihat Irene bersama Kris di atas ranjang.

Sehun juga merasakan kesedihan, melebihi kesedihan saat ia melihat Luhan dengan matanya yang membengkak, melebihi kesedihan saat ia terbangun tanpa Luhan disisinya setiap hari. Juga sebuah rasa bersalah, karena melampiaskan semua kebenciannya terhadap Irene dan Kris kepada Luhan.

Luhan membeku melihat Paspor dan Visanya. Ia akan menuju London dan tinggal dimana saja. Sekarang Luhan sudah sangat lelah bersembunyi dan bekerja serabutan bisa saja membuatnya ditemukan sewaktu-waktu. Ia merindukan Ayahnya, Ibunya, Xi Luna dan Xian Qinran juga Xi Shiuan adiknya yang bungsu.

Luhan merindukan keluarganya dan ingin kembali, tapi kembali ke keluarganya akan menambah kesedihan. Ia bisa saja bertemu Grandmere sewaktu-waktu dan bertemu neneknya itu akan membuatnya merasa di bodohi setiap detik.

Luhan tidak ingin menemui siapapun yang terlibat dalam hal ini, Baekhyun, Kris, Sehun, Luhan tidak ingin bertemu dengan siapapun yang sudah menipunya dan membuatnya menyia-nyiakan waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Kris.

Tapi disisi lain Luhan merasa lega setelah tau mengapa Grandmere dan Sehun bekerja sama untuk menjauhkannya dari Kris, ia merasa lebih lega. Walau bagaimanapun Luhan tetap harus berterimakasih tapi tidak saat ini. Saat ini yang ingin dilakukannya hanya pergi,pergi dan pergi.


1 years Latter

Bocah kecil itu menggapai-gapai memanggil Ayahnya, ia ingin di gendong, ingin di manja. Tapi Oh Sehun sama sekali tidak ingin perduli dan membiarkan bocah itu di sofa ruang tengah tanpa menoleh sama sekali.

Ia berjalan lurus kemeja makan mengunjungi sarapan yang menantinya. Suara bocah itu menangis terdengar sangat keras tapi sepertinya Sehun sama sekali tidak terganggu. Perlahan tapi pasti Sehun menyeruput kopinya dengan nikmat seolah-olah kehangatan yang ditimbulkan oleh kopinya membuat Sehun bisa melupakan semuanya. Setelah itu Sehun mulai mengambil roti panggang dan mengolesinya dengan selai kacang almond lalu menggigitnya perlahan-lahan.

Tangisan si kecil sudah begitu dinikmatinya seolah-olah itu adalah alunan musik yang sangat merdu yang membuatnya merasa senang. Beberapa saat kemudian tangis bocah itu berhenti dan tiba-tiba saja bocah itu sudah berada di hadapannya dalam pelukan Irene. Wanita itu memberikan putranya sebotol susu hangat dan bocah itu melupakan penyebab tangisannya yang sangat hebat tadi.

"Aku sedang di kamar mandi, apa salahnya kau menemani Henry sebentar?" Irene terdengar menggerutu sambil terus bermain bersama Henry yang mulai mengeluarkan gelak kecil.

"Aku sudah rapi dan mau berangkat ke kantor. Bagaimana kalau Henry buang air kecil di pakaianku?"

"Kau tidak perlu menggendongnya, aku hanya minta kau menemaninya. Kau ini Ayah seperti apa?"

"Aku bukan Ayahnya!" Desis Sehun dingin.

Irene membeku. Seharusnya ia tidak menuntut Sehun menjadi Ayah yang baik untuk Henry. Sehun tidak bisa menerima putranya. Sejak Henry dilahirkan Sehun sama sekali tidak pernah menggendong anak itu dan membiarkan Irene mengurusi anaknya seorang diri.

Irene juga harus berhenti bekerja agar bisa mengurusi Henry dengan baik karena ia tidak percaya dengan Baby Sitter. Irene hanya percaya pada dirinya sendiri. Irene tau Sehun sama sekali tidak ingin memperbaiki rumah tangga mereka meskipun Irene selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya.

Selama setahun, Irene harus menerima segala perlakuan tidak perduli dari Sehun. Sehun juga bertindak seolah-olah Irene adalah penyakit, ia menolak tidur sekamar dengan Irene dan lebih memilih untuk menginap di hotel bersama wanita penghibur manapun yang di temuinya.

Irene bersalah, Sehun ingin membalasnya dan Irene akan menerimanya, lambat laun ia meyakini kalau Sehun akan membaik. Tapi setelah setahun yang Irene rasakan hanya penderitaan meskipun Sehun tidak menyiksanya secara langsung. Sehun bahkan tidak pernah menyentuhnya meskipun hanya sekedar untuk memukul.

Sehun menyelesaikan sarapannya dan menyisakan roti dalam jumlah yang masih banyak seolah-olah apapun yang di makannya di rumah ini adalah sesuatu yang bisa membunuhnya. Irene sudah kewalahan dan tidak sanggup menahannya, tapi apa yang bisa di lakukannya?

"Aku pergi dulu."

"Bisakah kau mencium Henry sebentar saja?" Irene memelas.

Ia paling benci memelas dan harus melakukan ini selama setahun berharap Sehun bisa kasihan kepadanya. Tapi sepertinya tidak.

"Aku tidak bisa!"

"Aku tau kau marah, benci, tidak suka, kau boleh melampiaskannya kepadaku. Aku akan menerimanya bila kau ingin menyiksaku. Tapi jangan lakukan itu pada Henry. Dia tidak tau apa-apa, dia sangat butuh kasih sayang seorang Ayah."

"Kalau begitu bawa dia kepada Ayahnya. Kau masih bertemu dengannya, kan? Kris?"

"Iya, tapi tidak seperti yang kau duga. Aku hanya bertemu Kris jika dia ingin melihat anaknya dan…"

"Kalau begitu bawa dia kepada Ayahnya. Biarkan Henry bersama Ayahnya barulah akau akan memperhitungkan tawaranmu untuk memulai semuaya dari awal. Aku akan melupakan perselingkuhanmu dengan laki-laki itu!"

"Egois!"

Irene mulai sesak. Iya, dia dan Kris memang berselingkuh. Tapi bukankah Sehun juga pernah melakukannya? Sekarang mengapa hanya dirinya yang di persalahkan?

"Kau juga pernah melakukannya!"

"Hentikan semua ini, beberapa saat lagi kau akan berteriak di depan anakmu."

"Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan? Selain berpisah dari Henry apa yang harus ku lakukan?"

Sehun berbalik dan berjalan dengan pasti menuju pintu sambil berkata datar.

"Sadarilah kalau kau tidak akan pernah bahagia bila bersamaku. Kau tidak akan pernah tersenyum seperti aku yang tidak bisa tersenyum!"

"Baiklah, Oh. Aku akan melakukan apapun yang kau mau. Tapi akan ku pastikan kalau kau akan kesulitan dengan ini!"


TBC


Annyeong!

Mungkin dua chap lagi ff-nya bakalan selesai. Terus buat para readers-nim maupun para author senior yang sudah baca AN seyeo di chap 11, seyeo makasih banget karena kalian udah meluangkan waktu buat baca AN seyeo yang gak penting-penting banget dan respon kalian bikin seyeo nangis terhura, eh salah ding terharu maksudnya. Makasih buat pengertiannya.

Oiya, setelah ff ini selesai, seyeo pastiin bakal publish ff baru lagi. Tapi untuk sementara ini bukan karya seyeo sendiri dan tetep hasil remake-an. Apa nggak papa? Kalaupun enggak sih seyeo bakal tetep publish itu cerita XD /-_-gajeluthor/

Seyeo tuh Hunhan HARD HARD HARD Shipper. Jadi kalo nge-publish ff yang bukan hunhan itu, "it's not my style".

Jadi tenang aja, semua ff yang bakal seyeo publish maincast-nya bakalan hunhan kok :)

Buat readers-nim yang sebenernya ngerasa pernah baca ff husband, itu emang udah ada tapi dengan maincast Yunjae sama Chanbaek.

Sebenernya seyeo pengen bales review kalian satu-satu, cuman bingung harus dibales kayak gimana abisnya review kalian itu beraneka macam jenis dan spesies /ha?/ XD. Buat Molly , ini udah apdet kan?. Oiya kalo ada kritikan buat seyeo jangan sungkan-sungkan ya...

Okee sih itu aja.

Makasih buat yang nge-review aku cinta kalian...!

Last
Review juseyo..
Gomawooo.. mumumu :*:*