TITLE : LONG JOURNEY
.
MAIN CAST :
KIM JONG WOON/YESUNG
CHO KYUHYUN/ CHO KUI XIAN
CHOI SIWON
LEE TAEMIN
.
OTHER CAST :
KIM YOUNG WOON-PARK/KIM JUNG SOO
CHO JUNHO-KIM/CHO JUNSU
LEE SUNGMIN- KIM RYEOWOOK
LEE DONGHAE- LEE HYUKJAE
KIM KIBUM
KIM HEECHUL
.
GENRE :
Romance/Drama (Maybe)
.
WARNING :
Cerita ga jelas, Yaoi/BL, M-Preg, Many Typos, Bahasa Aneh, dan masih banyak penyakit lainnya. Tapi ide cerita ini murni keluar dari otakku sendiri..Sueeer deeh..^^
Akhirnya...setelah sekian lama...aku bisa update juga...:D
Sebenarnya aku ga begitu yakin pas mau ngelanjutin ini FF. Benarkah masih ada yang menunggu? Hmm.. entahlah.. Karena udah lama ga nulis jadi jangan protes kalo makin aneh, ga nyambung dan ancur...pkoknyah terima aja lah ya..hehehe...
.
And Thanks buat semua yang udah review dichapter sebelumnya. Ini aku persembahkan buat kalian yang masih menginginkan FF ini dilanjut. Semoga ga gitu ngecewain ya...^^
.
.
.
Happy Reading!
Don't Like…? Don't Read… And No Bash Please…!^^
.
.
.
CHAPTER TEN
.
.
.
No One POV
.
"Eungh…"
Suara lenguhan terdengar dari bibir Kyuhyun. Kepalanya terasa sakit. Begitupun dengan matanya. Seperti enggan untuk terbuka. Berat. Tapi kenyataannya silau matahari pagi memaksanya untuk membuka sepasang iris cokelatnya itu. Ia pun mengerjap pelan hingga akhirnya mata itu terbuka sempurna.
Namun ia harus terlonjak kaget ditempat tidur saat ia mendapati sesosok yang kini menatapnya…tak suka, mungkin. Setidaknya itulah asumsinya.
"Kau sudah bangun Tuan..?"
Kyuhyun langsung menyingkap selimut dan mendudukkan tubuhnya, menatap sosok itu dengan tatapan bingung.
Heechul melipat kedua tangan didepan dadanya dan menatap tajam kearah Kyuhyun "Biar kutebak, kau pasti tidak ingat dengan apa yang sudah kau lakukan semalam bukan..?"
Kyuhyun tak menjawab, ia hanya mengedarkan pandangannya kesekeliling, mencoba mengingat apa yang semalam ia lakukan hingga ia bisa berada diruangan ini. Kemudian ia menggeleng.
"Orang mabuk tentu saja tidak akan mengingat apapun yang mereka lakukan.." Cibir Heechul
Ceklek..
Pintu kamar itu terbuka menampakkan sosok lain yang kali ini tentu saja sudah sangat Kyuhyun kenali.
"Jongwoon..?"ucapnya bingung
Ah, jadi semalam tanpa sadar ia datang kemari. Bagaimana kau bisa datang kemari dalam keadaan seperti itu. Bagus sekali Cho Kyuhyun. Kalau begitu wajar saja jika sekarang Heechul menatapnya seperti itu.
Yesung tersenyum manis kearah Kyuhyun "Rupanya kau sudah bangun hyung.."
Kyuhyun mengangguk kecil dan kembali mengalihkan pandangannya pada Heechul yang masih menatapnya sedikit tak suka.
"Aish, Ya! Hyung! Berhenti menatapnya seperti itu. Lebih baik kau turun 'omma' sudah menyiapkan sarapan"ujar Yesung sedikit kesal pada Heechul saat ia menyadari hyung-nya itu masih setia dengan tatapan 'mematikannya' itu.
"YA! Jangan berteriak padaku, aku hyung-mu!"balas Heechul.
Yesung mengangkat sudut bibirnya, memperlihatkan cengirannya "maaf, hyung~~"
Heechul pun hanya mendengus kesal dan menggerutu tak jelas sebelum akhirnya ia memutar tubuhnya, keluar dari kamar.
"Maaf.."singkat Kyuhyun
Yesung tersenyum dan berjalan menghampiri Kyuhyun "Untuk apa meminta maaf hyung? kau tidak melakukan kesalahan apapun.."
"Keluargamu pasti sudah berpikir yang macam-macam tentangku bukan? Apa yang sudah kubuat semalam? Apa aku sudah membuat kekacauan? Apa mereka marah padaku? Ah, sungguh maafkan aku Jongwoon-ah..aku tak bermaksud—"
"Mereka tidak mempermasalahkan apapun. Dan jangan diambil hati sikap Heechul hyung tadi padamu. Dia memang seperti itu dengan semua orang.."potong Yesung masih dengan senyumannya. Tangannya terangkat merapikan rambut Kyuhyun yang terlihat acak-acakan karena bangun tidur.
"Tapi..."Yesung tak langsung melanjutkan kata-katanya. "Mmm.. Aku tak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. Ada masalah apa? Ceritakan padaku hyung.."pintanya sedikit ragu
Kyuhyun hanya menatap Yesung. Memilih diam. Tak menjawab pertanyaan Yesung saat ini.
Yesung pun menghela nafas "Baiklah, aku tak akan memaksamu sekarang. Kajja, Lebih baik hyung membersihkan diri sekarang kemudian kita turun, 'omma' dan appa sudah menunggu kita untuk sarapan"lanjutnya sambil menarik tangan Kyuhyun untuk bangun dari duduknya dan mendorong tubuh Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi.
"Jongwoon-ah aku—"
Belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapannya, Yesung sudah menutup pintu kamar mandi "Cepat, atau mereka akan benar-benar marah padamu hyung.." Teriaknya dari balik pintu kamar mandi.
.
.
Yesung tersenyum saat ia merasakan tangan Kyuhyun menggengamnya semakin erat. Berulang kali Kyuhyun menelah ludahnya dengan sedikit susah payah. Mencoba untuk mengatur detak jantungnya yang berdetak cukup kencang saat Yesung membawanya keruang makan. Ia gugup.
' Aish..kau sungguh memalukan Cho Kyuhyun..'
Lagi-lagi ia merutuki kebodohannya. Mau diletakkan dimana wajahnya sekarang. Dan jujur kini ia sedikit takut bagaimana menghadapi keluarga Yesung. Bagaimana reaksi mereka padanya? Apa mereka akan bersikap dingin padanya seperti yang dilakukan Heechul padanya tadi..? atau mereka akan mendiamkannya? Atau mereka akan….. ah, entahlah.. yang pasti begitu banyak kekhawatiran yang kini ia rasakan.
" 'Omma', Appa.."panggil Yesung dan melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.
"Dokter kau sudah bangun. Ayo duduk kita sarapan bersama.."
Kyuhyun terdiam ditempatnya. Menatap Leeteuk yang kini tersenyum kearahnya. Dan entah mengapa semua kekhawatirannya langsung sirna saat ia melihat senyuman itu.
Tapi kemudian ia tersadar dan langsung membungkukkan badannya dalam pada orang-orang yang ada dihadapannya.
"Maaf, untuk semua hal yang sudah saya lakukan semalam.."
Kangin tersenyum "Tidak perlu merasa tidak enak seperti itu.. Kami mengerti..Ayo kemari duduklah.."pintanya. Kyuhyun pun hanya bisa kembali membungkukkan badannya pada Kangin.
Kangin berdiri dari duduknya dan meraih bahu Kyuhyun, menepuknya pelan "Kau tidak perlu seperti ini nak.."
"Tapi, aku pasti sudah membuat kekacauan disini Ahjussi, sungguh maafkan aku.."
Kangin hanya menggeleng dan tersenyum "Tidak nak. Sudah lebih baik kita sarapan bersama saja dan lupakan hal semalam"ajak Kangin lagi
"Tenang saja sunbae, kau masih jauh lebih baik dibandingkan Heebongie hyung saat mabuk. Setidaknya kau tidak sembarangan mencium orang saat kau mabuk"kekeh Kibum dan menatap Heechul yang melotot kearahnya.
"Appa, bagaimana kalau nanti kita tanding minum dengan Kyuhyun sunbae? Kita lihat siapa yang kuat minum diantara kita?" celoteh Kibum lagi sembari memasukkan roti bakar kedalam mulutnya.
Yesung pun langsung melayangkan jitakannya pada Kibum.
Kangin menganguk-anggukkan kepalanya setuju "Ide bagus.." Dan ucapannya itu tentu saja langsung dihadiahi deathglare dari sang 'istri' dan juga Yesung.
"Ya! Appa/Yongwoonie.."kesal Yesung dan Leeteuk bersamaan.
Kangin dan Kibum langsung tertawa keras membuat Heechul yang sejak tadi hanya diam pun mulai ikut tersenyum.
Kyuhyun menatap keluarga Kim satu persatu dan ia merasa sebuah perasaan yang selama ini belum pernah ia rasakan. Kehangatan sebuah keluarga. Ia pun menunduk dan tersenyum tipis.
'kau sangat beruntung Jongwoon-ah..'
Yesung menepuk pelan pundak Kyuhyun saat ia merasakan ada sesuatu yang dipikirkan Kyuhyun "Kita sarapan hyung?" Ajaknya
Kyuhyun mendongak dan tersenyum "Hm.."
.
.
.
...
.
.
.
"Tapi kau tidak bisa seperti ini Woonie..?"
Tanpa menghiraukan perkataan Kibum, Yesung langsung mengambil ponsel dan kunci mobil diatas meja. Ia memutar tubuhnya menghadap Kibum. Menatapnya dengan tatapan memohon.
"Bummie, hanya kau yang tau masalah ini…Jadi aku mohon mengerti posisiku sekarang.."ucap Yesung sebelum berlari keluar kamarnya.
"YA! Woonie kau mau kemana? Kita belum selesai bicara! "Panggil Kibum keras.
Brak!
Yesung menutup pintu rumah dengan kasar dan terus berlari menuju mobilnya. Tak butuh waktu lama, mobil Renault Samsung miliknya langsung melesat kencang meninggalkan pekarangan rumahnya.
Berkali-kali ia menekan tombol ponselnya menghubungi seseorang. Namun nihil. Hanya suara operator saja yang terdengar menandakan sang pemilik tidak mengaktifkan ponselnya.
'kau dimana hyung?'
Yesung memegang kemudinya erat berusaha untuk bisa sedikit menenangkan perasaannya yang tak menentu. Pikirannya sedikit kalut. Ia khawatir. Ia sudah merasa tidak tenang saat Kyuhyun yang dengan tiba-tiba pergi dari rumahnya tadi pagi setelah mendapat telpon entah dari siapa. Dan sejak itu hingga sekarang ia tidak bisa menghubungi Kyuhyun. Dan kekhawatirannya bertambah lagi saat Kibum mengatakan sesuatu hal padanya.
"Woonie-ah… Benarkah Kyuhyun sunbae sudah tidak bekerja di RS lagi? Aku mendengar kabar dia dipecat saat aku datang ke RS siang ini.. Apa karena itu, semalam sunbae mabuk?"
Ucapan Kibum itu masih teringat jelas. Tapi ia masih belum bisa percaya semuanya. Kenapa hal sepenting ini Kyuhyun tidak mengatakan padanya? Kenapa ia harus mendengar hal ini harus dari Kibum? Kenapa? Hanya pertanyaan itu saja yang terus muncul diotaknya.
.
.
.
Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!
Berulang kali dan dengan sedikit tak sabar Yesung terus memencet bel apartement Kyuhyun. Nihil. Tidak ada tanda-tanda seseorang ada didalam sana. Tapi walaupun begitu, tetap saja ia terus menerus memencet bel itu hingga akhirnya lelah sendiri dan terduduk didepan pintu apartement.
"Hyung, kau dimana..?"Lirihnya. Dan setetes air pun jatuh disudut matanya.
Yesung menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya disana. Menangis dalam diam.
Ia menyalahi dirinya. Bagaimana mungkin ia tidak tau hal ini. Demi memperjuangkan cintanya, bahkan Kyuhyun rela kehilangan segalanya yang ia miliki. Kenapa hanya untuk bisa bahagia bersama orang yang kita cintai rasanya sangat sulit..? Salahkah apa yang mereka lakukan sekarang..?
.
.
.
...
.
.
.
Suara isakan dan amarah terdengar begitu kentara di kediaman keluarga Cho. Isakan-isakan yang terdengar dari bibir Junsu dan juga Ahra. Terdengar begitu lirih dan menyakitkan saat Junho mengucapkan kata 'pergi' pada Kyuhyun.
Junsu menggelengkan kepalanya dan menangis pilu, memeluk Kyuhyun erat "Tidak Junho! Kau tidak boleh mengusirnya! Kau tidak boleh mengeluarkan Kyu dari keluarga ini. Dia juga anak kita Junho! Anak kita!"Teriak Junsu
"Appa, pikirkan lagi ucapanmu.. Tidak bisakah appa membiarkan Kyu bahagia dengan pilihannya sendiri? Berhentilah bersikap keras padanya appa!" tambah Ahra masih dengan isakannya memegang lengan Junho berharap bisa sedikit meredam amarah ayahnya.
"Kalian masih membela anak tak diuntung seperti dia, huh? Mau diletakkan dimana wajahku pada Minho sekarang? Dengan seenaknya anak ini memutuskan semuanya sendiri! Aku sudah memikirkan semuanya untuk kebaikannya, kebahagiaannya..tapi apa yang anak ini lakukan?!"marahnya sambil menunjuk langsung wajah Kyuhyun yang hanya bisa tertunduk.
"Jika tau pada akhirnya dia hanya seperti ini, mengecewakanku, lebih baik sejak dulu aku tidak mengangkatnya sebagai anakku! Lebih baik kau tinggal diluar sana menjadi gelandangan! Sudah Lepaskan dia Junsu-ya. Biarkan dia pergi! Dan mulai saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Kau bukan lagi bermarga Cho! Kau bukan lagi anakku!"Marah Junho sembari menarik tubuh 'istrinya' itu menjauh dari Kyuhyun.
Tapi Junsu semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.
"Jika kau memang mau mengusirnya. Berarti kau juga mengusirku dari rumah ini!"
"CHO JUNSU!"
Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Junho yang wajahnya penuh dengan kilatan amarah. Kemudian ia menoleh pada Junsu yang ada disampingnya, memeluknya. "'omma' maafkan aku. Biarkan aku pergi.."bisiknya
Dengan cepat Junsu menggeleng "Tidak Kyu. Tidak."paraunya
Kyuhyun tersenyum miris "Aku hanya ingin memilih jalanku sendiri. Tolong lepaskan aku. Terima kasih untuk segala yang sudah 'omma' berikan padaku selama ini. Dan maaf karena aku belum bisa membalas semuanya. Aku sangat menyayangimu 'omma'. Sangat"ucapnya sambil mengecup lembut kening Junsu. Ahra pun langsung berlari kearah Kyuhyun dan Junsu, ikut memeluk mereka. Kemudian dengan berat ia melepaskan pelukan keduanya sebelum akhirnya membungkuk hormat pada Junho.
"Maaf karena aku tidak bisa menjadi anak yang Anda inginkan, aboji. Terima kasih untuk semua yang sudah Anda lakukan untukku.." Pamit Kyuhyun. Untuk yang terakhir kalinya ia kembali membungkuk hormat kemudian pergi dengan langkah berat, dan tak memperdulikan Junsu yang kini merosot kelantai dengan tangisan pilunya.
.
Kyuhyun berdiri diambang pintu rumahnya. Tangisan Junsu masih sangat jelas terdengar, memanggil namanya. Jangan dikira ia baik-baik saja. Bahkan tamparan-tamparan yang ayahnya berikan padanya tak berasa apapun. Hatinya jauh lebih sakit. Sangat sakit. Perlahan airmata nya mengalir. Menangis. Ia juga tidak ingin semuanya jadi seperti ini, menyakiti hati keluarga yang sudah membesarkannya. Tapi jika satu-satunya jalan yang harus ia ambil adalah ini, maka mau bagaimanapun juga ia harus menerima dan menjalaninya.
'ya, ini memang jalan yang terbaik..'
Kyuhyun menghela nafas panjang dan berat sebelum benar-benar meninggalkan rumah besar itu.
.
.
.
...
.
.
.
Yesung masih setia pada posisinya. Membenamkan wajah dikedua lututnya. Tak peduli dengan suhu udara yang semakin menurun hingga 10 derajat celcius. Bahkan jubah hangat yang ia gunakan itu tampak tak berguna.
"Jongwoon..?"
Yesung mendongak saat mendengar suara yang begitu ia kenali. Ia pun langsung menghapus kasar airmatanya dan berdiri. "Kau darimana hyung?"
Ia tersentak saat menyadari wajah Kyuhyun yang sedikit memar. Dan tanpa aba-aba butiran bening itupun kembali jatuh dari sudut matanya. Menatap sendu kearah Kyuhyun.
"Kenapa kau mau menderita sendirian seperti ini hyung..?"suaranya terdengar begitu lirih
"Apa kau benar-benar mencintaiku hyung?"
Kyuhyun tersentak. Ia langsung menghampiri Yesung dan mencrengkram pundaknya erat "Apa yang kau katakan Jongwoon? Tentu saja aku mencintaimu. Jangan ragukan hal itu.."
"Jika kau memang mencintaiku, harusnya kau membagi semuanya denganku hyung. Walau mungkin tak banyak yang bisa kulakukan untukmu tapi setidaknya biarkan kau membagi lukamu itu padaku. Hanya itu yang kuminta hyung. Hanya itu. Tidak ada yang lain. Apa itu sulit?"
Kyuhyun hanya bisa terdiam menatap Yesung yang kini terisak didepannya.
"Kau yang memintaku untuk percaya padamu. Tapi sekarang...kau sendiri yang membuatku untuk tidak percaya padamu hyung. Apa benar semuanya akan baik-baik saja? Aku bahkan sekarang meragukan hal itu.."Nada lirih itu masih terdengar jelas dari bibir Yesung. Dan ia tetap membiarkan airmatanya mengalir.
"Bahkan kini kau sudah kehilangan pekerjaanmu karena aku. Setelah ini apa lagi yang akan kau korbankan hyung..? Jika kita memang benar-benar tidak bisa bersatu, maka hentikan sampai disini saja..Aku tak ingin melihatmu terluka lebih dalam lagi karena ini.."
Wajah Kyuhyun menegang, ia menggelengkan kepalanya. Kemudian dengan cepat ia merogoh kunci dan membuka pintu apartement-nya. Menarik tangan Yesung untuk masuk dan mendudukkan tubuhnya disofa.
"Apa yang kau bicarakan Jongwoon..? Jangan pernah katakan hal itu lagi padaku. Dengarkan aku."
Iris Kyuhyun menatap dalam Yesung " Aku bahkan tidak peduli lagi jika aku kehilangan segalanya. Aku sungguh tidak peduli.."
"Tapi aku peduli hyung!" Ucap Yesung dengan nada sedikit tinggi.
Kyuhyun terdiam sejenak "Maaf. Tapi hanya kau yang kuinginkan. Tidak ada yang lain. Satu yang kutakutkan sekarang adalah kau. Aku takut kehilanganmu"
Kini giliran Yesung yang terdiam. Ia tidak mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia sungguh tidak tau. Tentu saja ia juga ingin terus bersama orang yang dicintainya. Tapi jika jalan untuk mereka bersama terlalu sulit, ia harus bagaimana? Tetap bertahan atau menyerah. Bukankah hanya itu pilihannya.
"Kibum juga sudah tau semuanya dan dia memintaku...meninggalkanmu hyung" Yesung membuka suaranya pelan.
Kyuhyun menggeleng dan memegang tangan Yesung erat "Kau tidak boleh meninggalkanku Jongwoon-ah.. Sekarang hanya kau satu-satunya yang kumiliki, jika kau juga meninggalkanku maka aku..."
Kyuhyun tersenyum samar "Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana aku tanpamu.."
Yesung menunduk tak berani menatap Kyuhyun.
"Kita menikah.."putus Kyuhyun
Ucapan Kyuhyun membuat Yesung langsung mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun tak percaya. " Me-menikah?"
Kyuhyun menangkupkan wajah Yesung "Wae? Apa kau tidak mau menikah denganku?"
Yesung menggeleng ragu "Ta-tapi…."
Kyuhyun mengecup singkat bibir Yesung "Kalau begitu kita menikah.."senyumnya sebelum melumat lembut bibir itu.
Tapi dengan cepat Yesung mendorong tubuh Kyuhyun "Tunggu hyung. Tapi bagaimana dengan Taemin. Keluargamu?"
Kyuhyun kembali mengecup bibir Yesung "Berhenti memikirkan mereka. Bagiku, masalahku dengan mereka sudah selesai" ucapnya pelan. Ia memajukan tubuhnya dan meletakkan dagunya pada bahu Yesung "Aku lelah. Sangat lelah Jongwoon..."
"A-apa maksudmu sudah selesai hyung?"
"Jadi... bisakah mulai sekarang kita hanya berpikir tentang kita saja, tanpa harus memikirkan yang lain?" lanjut Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Yesung
Yesung memilih diam, tak tau harus berkata apa dan harus melakukan apa lagi. Menikah? Benarkah?
Kyuhyun menegakkan tubuhnya, meraih tangan mungil Yesung, menggenggamnya. Dan mata cokelat itu menatap lurus Yesung.. "Kim Jongwoon, Would you marry me?"
Yesung menelan ludahnya sendiri susah payah. Entah perasaan apa yang kini ia rasakan sekarang. Sepertinya semua perasaan bercampur menjadi satu. Mengapa hanya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun rasanya begitu sulit. Bukankah ia hanya butuh berkata 'iya' atau 'tidak' saja. Tapi kenapa mulutnya terasa terkunci.
Ia ragu. Tapi jangan salah paham, ia bukan ragu tentang perasaannya pada Kyuhyun. Bukan itu. Tentu saja ia mencintai Kyuhyun. Tapi masalahnya adalah keadaan. Keadaanlah yang membuatnya ragu hanya untuk sekedar menjawab 'iya'.
"Jongwoon-ah ..?"panggil Kyuhyun. Ia mengangkat kedua alisnya menandakan ia membutuhkan jawaban Yesung.
Yesung menatap Kyuhyun. Dan entah untuk yang keberapa kali ia kembali menelan ludahnya. Tapi pada akhirnya ia menunduk dan sebuah anggukan malu-malu pun menjadi jawaban atas pertanyaan Kyuhyun. Entahlah. Ada perasaan tak yakin sebenarnya, tapi ia tidak bisa bohong bahwa jauh dilubuk hatinya ia pun menginginkan ini. Menikah. Jadi, sekarang bolehkan ia mengesampingkan segalanya demi keegoisan cinta mereka?
Kyuhyun tersenyum lega sekaligus terkekeh pelan melihat begitu manis sikap namja didepannya ini. Ia mengecup kening Yesung yang masih menunduk dengan pipi yang sudah bersemu merah.
"Saranghae, Kim Jongwoon.."
.
.
.
Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menyodorkan sebuah bingkisan dihadapan Yesung "Ini aku temukan terjatuh beberapa hari yang lalu saat kau datang kemari.."
Yesung mendongak dan menatap bingkisan yang ada ditangan Kyuhyun "Ah ya, aku lupa hyung..mm, tapi itu milikmu.."ucapnya malu-malu
Kyuhyun menautkan alisnya bingung "milikku..?"
Yesung mengangguk "Hm..itu hadiah dariku.. Aku yang membuatnya sendiri. Hadiah yang belum sempat aku berikan dulu.. "
"Untukku?"tanya Kyuhyun lagi.
Yesung kembali mengangguk.
Kyuhyun pun membuka bingkisan itu dan langsung menaikkan alisnya tak mengerti "Syal? Rajutan? Kau buat sendiri..?"
"Apa aneh..?"
"Apa kau seorang perempuan hingga membuat hal seperti ini, Jongwoon-ah?" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Yesung langsung mempout bibirnya kesal dan merebut syal itu "Ya sudah kalau tidak suka. Kau tau aku butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk membuat ini. Bahkan bertahun-tahun hanya untuk bisa memberikannya padamu. Tapi sepertinya semuanya sia-sia. Kau tidak menyukainya.."
Kyuhyun langsung tertawa "Siapa yang mengatakan aku tak menyukainya..?"ucapnya sambil kembali menarik syal itu dari tangan Yesung.
Yesung mendengus kesal " hyung yang bilang.."
Kyuhyun kembali tertawa dan sedikit membungkukkan tubuhnya mengecup pucuk kepala Yesung "Gomawo..Aku menyukainya. Sungguh"
Raut wajah Yesung berubah sumringah "Benarkah?"
Kyuhyun mengangguk dan tersenyum "Sekarang berikan ponselmu"
Yesung menatap Kyuhyun tak mengerti "Untuk apa..?"
"Berikan saja.."
Yesung hanya mengangkat bahunya, merogoh ponselnya dikantung celana dan memberikannya pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengeluarkan sebuah gantungan kunci kura-kura dan memasangkannya di ponsel Yesung "Dan aku akan marah padamu jika lain kali kau ceroboh lagi dan menghilangkan gantungan ini Jongwoon"
Yesung langsung merebut ponselnya dan tersenyum lebar "Tidak akan hyung!"
Kyuhyun membalas senyuman Yesung dan mengacak rambutnya lembut. "Anak manis.."
"Bagaimana kalau sekarang kita jalan-jalan sebentar dan mencari udara segar diluar?"Ajak Kyuhyun.
"Hm.. kajja hyung.."ucap Yesung semangat sembari merangkul erat tangan Kyuhyun.
.
.
.
.
.
Udara Kota Seoul berhembus semakin dingin, menusuk hingga kedalam tulang. Tapi wajar saja karena mengingat sekarang memang sudah memasuki musim dingin. Walaupun cuaca terasa begitu membekukan, mereka tampak menikmatinya. Berjalan bergandengan tangan dipinggir Sungai Han dan saling menyalurkan kehangatan yang mereka miliki.
"Aku rasa tahun ini aku akan mulai menyukai musim dingin, hyung"
Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh "Kenapa..?"
Yesung pun ikut menghadapkan tubuhnya pada Kyuhyun. Tersenyum. "Apa aku harus menjawab pertanyaanmu itu hyung?" tanyanya sambil mengeratkan syal yang Kyuhyun kenakan.
"Hyung, tanganku beku.."ujar Yesung sembari menggosok-gosokkan kedua tangannya.
Kyuhyun tersenyum dan langsung merengkuh tangan mungil Yesung, meniup kedua telapak tangannya "Bagaimana? Apa sudah hangat?"
"Hm.."senyum Yesung
Kyuhyun pun ikut tersenyum dan menarik tubuh Yesung kedalam pelukannya "Jongwoon-ah, mulai detik ini, apapun yang terjadi berjanjilah untuk tidak meninggalkanku.."
Yesung membalas pelukan Kyuhyun dan mengangguk pelan "Tapi.. bagaimana dengan pekerjaanmu hyung?"
Kyuhyun tersenyum tipis dibalik punggung Yesung "Aku akan memikirkannya.. Sekarang aku hanya ingin melakukan apa yang ingin kulakukan..Seperti memelukmu erat seperti ini..."ucapnya sambil mengeratkan pelukannya. Berusaha mengikis hawa dingin yang menyelimuti mereka.
Seulas senyuman mengembang dibibir Yesung. Seperti yang dikatakan Kyuhyun, bukankah ia tidak perlu memikirkan apapun lagi selain mereka? Dan ini sudah cukup bukan? Ia hanya butuh Kyuhyun. Itu saja. Tidak lebih.
Tapi sepertinya semuanya tidak sesederhana itu...
Karena cerita ini bukan hanya tentang 'aku, kamu ataupun kita' disini...
Tapi juga tentang 'dia dan mereka'...
.
Drrt...Drrrt..Drrrrt...
Yesung melepaskan pelukan mereka saat ia merasakan ponsel Kyuhyun bergetar.
"Yo-yoboseo.."
"…."
"Ru-rumah sakit?"
"…."
"Ma-maaf aku tidak bisa.."
"…."
Kyuhyun diam. Matanya fokus pada Yesung yang ada didepannya.
"…"
"Aku tetap tidak bisa..Sungguh maafkan aku..."
"..."
Klik!
Tanpa menunggu orang diseberang telpon itu menyelesaikan perkataannya, Kyuhyun sudah menutup ponselnya.
"Siapa yang menelpon hyung?"tanya Yesung. Entah mengapa tiba-tiba saja ada perasaan takut. Dan ia tak mengerti kenapa.
"..."
Yesung terus menatap Kyuhyun ingin tau.
"Taemin..."Jawab Kyuhyun pelan.
Yesung menelan ludahnya ragu. "A-da apa dengannya?"
"Dia..."
.
.
.
Malam merayap semakin larut, terdengar langkah-langkah kaki menyusuri koridor RS yang nampak sepi itu. Mereka bergandengan tangan erat. Detak jantung mereka berpacu tak beraturan. Berulang kali mereka harus menarik nafas dan menghembuskannya berat.
Langkah mereka terhenti didepan sebuah ruangan VVIP. Dengan sedikit berat, Yesung melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun. Tersenyum tipis. "Aku akan menunggumu disini hyung"
Kyuhyun menoleh. Menatap dalam Yesung "Kau yakin menyuruhku melakukan hal ini Jongwoon? Tidakkah jika aku datang menemuinya hanya akan membuatnya semakin sulit melepaskanku?"
Ia kembali tersenyum kecil "Taemin seperti ini karena aku hyung. Aku yang sudah merebut orang yang dia cintai. Aku yang egois karena aku juga ingin memilikimu"
"Dan jika sesuatu terjadi padanya maka aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Jadi, aku harus memastikan sendiri dia akan baik-baik saja seperti yang kau katakan tadi padaku hyung.."lanjut Yesung
Kyuhyun diam.
"Masuklah..jika kau membutuhkanku, aku ada disini.."ucap Yesung dan mendorong pelan tubuh Kyuhyun.
Kyuhyun maju beberapa langkah, memegang knop pintu dan memutarnya pelan. Namun ia harus mundur beberapa langkah saat melihat seseorang membuka pintu, mendahuluinya.
"A-aboji.."
"Ternyata nyalimu besar juga untuk datang kemari, anak pungut!"ucap ayahnya dingin.
Plak!
Dan tanpa persiapan sebuah pukulan keras menghantam wajahnya.
Yesung terkejut, dengan cepat ia menghampiri Kyuhyun "Hyung, Gwaencahana?"
Junho langsung mengalihkan pandangannya menatap kearah Yesung, berdecih "Jadi, ini namja yang sudah membuatmu melepaskan semua yang kau miliki Lee Kyuhyun? Termasuk keluarga yang sudah membesarkanmu?" sindirnya
Yesung mendongak, menatap Junho tak mengerti. Apa maksud dari perkataannya? Apa ada lagi yang belum ia ketahui sekarang?
"Hyung..."
"Maafkan aku aboji, tapi dialah orang yang kucintai.."jelas Kyuhyun tanpa menggubris panggilan Yesung padanya
"Bedebah! Apa peduliku pada namja ini. Kau lihat didalam, kau lihat! Akibat perbuatanmu itu Taemin mencoba bunuh diri dan harus terbaring disana. Sungguh keterlaluan. Bahkan walaupun kau bukan lagi bagian dari keluarga Cho, kau masih tetap membuatku malu anak pungut!"Teriak Junho
Yesung menatap Kyuhyun dan Junho bergantian. Tak mengerti. Atau lebih tepatnya sedang mencerna ucapan-ucapan Junho.
"Aboji.."
"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi! Kau bukan anakku dan aku bukan ayahmu. Bukankah semuanya sudah jelas. Tuan Lee Kyuhyun."
Mata Yesung melebar. Ia mengerti. "Hyung, ja-jangan katakan kau juga melepaskan keluargamu ka-karena a-aku.."ucapnya berat.
"Pintar. Ya, karena kau anak pungut ini rela melepaskan semuanya. SEMUANYA. Tunangannya, pekerjaannya, kehidupannya dan sekarang keluarga yang sudah berjasa dalam hidupnya. Cih,benar-benar tidak tau malu!"Decih Junho
Yesung membuka mulutnya, mencoba untuk mengucapkan sesuatu tapi nihil. Seperti tercekik. Ia hanya mampu menatap Kyuhyun tak percaya. "Hyung...Ka-kau.. "
"Jongwoon-ah, aku ha—"
Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun harus tersentak kaget saat ayahnya menarik kerah bajunya dan menyeretnya kedalam ruangan VVIP itu.
Tubuh Kyuhyun sedikit terhuyung saat Junho menghempaskannya kasar. Tak jauh dari tempatnya berdiri kini, ia melihat Taemin terbaring lemah dengan wajah yang pucat pasi, seperti mayat. Perban putih terbalut ditangan kirinya dan kanannya. Dan masih menutup kedua matanya. Disampingnya Key duduk, dengan mata yang sudah terlihat sembab tengah mengelus sayang rambut putra tunggalnya itu.
"Kyunnie.."
Kyuhyun menoleh kesamping dan mendapati Junsu menatapnya sedih.
Dengan kasar Junho memegang tengkuk leher Kyuhyun, memaksanya kembali menatap Taemin "Lihat dia! Lihat! Dia seperti ini karena kau. Bagaimana sekarang, huh?"tanya Junho keras
"Cih, Bagaimana? Apa maksudmu bagaimana Junho-ya. Tentu saja dia harus bertanggung jawab"
Kyuhyun menoleh kesisi lain dimana suara itu berasal. Tajam. Dingin. Bahkan terdengar nada kebencian disana.
"Tetap menikah dengan anakku.." tambah Minho.
Kyuhyun menatap Minho tanpa ekspresi.
"Kau tidak tuli kan Kyu?! Kau dengar apa yang dikatakan Minho?"
Cukup lama Kyuhyun terdiam, membuat Junho semakin kesal. Akhirnya tangan besar itu kembali terangkat dan melayang, menghantam keras pipi Kyuhyun.
Plak!
Dan membuat Kyuhyun harus tersungkur dibawah kaki Minho.
"Bicaralah! Kau juga tidak bisu kan?!"
Minho hanya tersenyum sinis "Menikah dengan Taemin. Dan kau akan mendapatkan semuanya kembali bukan?"
Kyuhyun mendongak dan menggeleng, membuat darah Minho naik. Seolah mendidih. Ia pun langsung menarik kerah Kyuhyun untuk bangun "Kau harus!"
Lagi, Kyuhyun menggeleng.
Plak!
Pukulan ketiga dari Minho itu telak mengenai pipi kanannya. Perih.
Kaki Junsu melemas "Hentikan Junho-ya..Tolong hentikan Minho Ssi.." Ia mendudukan tubuhnya dikursi. Hanya bisa menangis. Merasa sangat lemah hanya untuk melawan. Atau mungkin ia katakan percuma. Karena tak akan ada yang bisa melawan kekerasan hati suaminya itu.
Sedangkan Key, tanpa memperdulikan keadaan disekelilingnya yang memanas, ia hanya terus fokus pada Taemin yang sedikit demi sedikit membuka matanya.
Yesung mencengkram dadanya erat. Sakit. Sesak. Dan entah sudah berapa lama Ia berdiri diambang pintu, menyaksikan pemandangan menyesakkan dihadapannya. Melihat dengan mata kepalanya sendiri, Kyuhyun diperlakukan seperti itu. Dan bodohnya dia hanya bisa diam terpaku seperti ini. Tak bisa melakukan apapun untuk membuat semuanya lebih baik.
Ia yang bodoh, sangat bodoh karena sudah menyuruh Kyuhyun untuk datang kemari setelah ia mendapat panggilan telpon dari Key tadi. Walaupun sudah berulang kali Kyuhyun menolak, tapi dengan keras kepalanya ia meminta Kyuhyun datang, hanya sekedar memastikan keadaan Taemin baik-baik saja. Tapi lihat sekarang? Ia sendiri yang mengantar Kyuhyun kedalam kelukaan yang lebih dalam lagi. Dan semua karena kebodohannya.
"Maaf, aku tidak bisa. Tolong hargai keputusanku.."ucap Kyuhyun berat. Minho semakin mengepalkan tangannya erat. Marah. Begitupun juga dengan Junho. Ia merasa semakin dipermalukan oleh Kyuhyun didepan Minho.
Kyuhyun berbalik dan mendapati orang yang dicintainya menatapnya sendu dan bersiap menumpahkan airmatanya. Tapi, baru saja Kyuhyun akan mengangkat kakinya, suara lirih membuatnya kembali berbalik. Taemin menatapnya lemah. "Kyu-ah.."
Mata Kyuhyun menatap Taemin dengan tatapan bersalah. Ia berjalan pelan menghampiri ranjang Taemin "Maaf Taemin-ah.."
Tersenyum lemah, Taemin menarik tangan Kyuhyun untuk mendekat dan berbisik "Aku bisa melakukan apapun agar kau kembali padaku Kyu-ah..Termasuk mengorbankan nyawaku.."
Dan Tubuh Kyuhyun pun langsung membeku.
.
Sementara itu Yesung yang masih berdiri didepan pintu, menatap punggung Kyuhyun harus terkejut saat Junsu berdiri dihadapannya.
"Jadi kau Kim Jongwoon? "
Yesung mengangguk pelan menatap wajah cantik Junsu yang menyiratkan kelelahan, kelukaan dan juga tekanan yang begitu dalam
"Kau sangat manis, seperti yang dikatakan Kyu padaku dulu.."senyum Junsu sambil mengelus lembut pipi Yesung
"Bisakah kita bicara?"
Ragu. Tapi akhirnya Yesung mengangguk, tak menolak saat Junsu membawanya pergi dari ruangan itu.
.
.
...
.
.
Kyuhyun berlari mengitari sekeliling RS. Raut wajah itu terlihat tidak bersahabat. Ia terus berkeliling mencari sosok yang dicarinya. Sudah lima belas menit ia berputar-putar tapi tetap tak menemukan apa yang dia cari.
Taman. Ia pun langsung melangkahkan kakinya cepat menuju taman RS ini. Dan benar saja. Ia melihat Yesung tengah duduk disebuah bangku dengan wajah menunduk. Kyuhyun menghela nafas lega sebelum menghampiri namja manis itu.
Ia pun langsung berlutut didepan Yesung, memegang tangannya yang terasa seperti es. Sangat dingin. "Babo, aku mencarimu kemana-mana. Sedang apa kau disini? Kau mau sakit? Ayo kita pulang.."Ajak Kyuhyun
Yesung mendongak, kedua irisnya menatap wajah Kyuhyun lekat. Cukup lama, kemudian tangan mungil itu pun terangkat membelai wajah Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, ia pun berdiri dan menarik tangan Yesung untuk pergi "Kajja.."
"Kita hentikan sampai disini hyung..."
Kyuhyun langsung menoleh. Menatap Yesung yang masih duduk tanpa menatapnya.
"A-apa?"
"Kali ini kita benar-benar harus mengakhirinya..Aku sudah memikirkan semuanya, dan kejadian tadi sudah membuka mataku.."
Kyuhyun tersenyum kecil "Jangan bercanda Jongwoon-ah.."
"Aku sedang tidak bercanda hyung. Aku serius.."
Kyuhyun terdiam menatap Yesung yang masih belum mau mengangkat wajahnya.
"Aku menyerah.."
Dua kata yang keluar dari bibir Yesung itu menohok dalam hati Kyuhyun. Ia menggeleng cepat, membungkukkan tubuhnya dan memegang pundak Yesung "Kau tidak boleh seperti ini Jongwoon-ah. Ada apa denganmu hari ini, hm? Dan setelah sejauh ini kita sudah berjuang,dengan mudahnya kau memutuskan untuk menghentikan semua? begitu? "
"Ini sangat melelahkan hyung.. Kau harus kehilangan segalanya karena aku bahkan keluargamu.."
"Sudah kukatakan aku tidak peduli. Lagipula mereka bukan orangtua kandungku. Kajja, kita pulang. Kita tidak perlu membicarakan hal ini.."
Wajah itu tetap tertunduk. Tak berani mengangkat wajahnya yang sudah memerah menahan tangis "Mereka adalah orang yang sudah membesarkanmu hyung. Dan lagi, aku sangat peduli padamu, oleh karena itu kita harus berhenti. Jangan terluka lagi karena aku. Lagipula, jika kita lanjutkan ini semua dan menikah, tanpa restu orang-orang yang sudah kita sakiti seperti ayah ibumu dan juga Taemin kita tetap tidak akan bisa bahagia hyung"ucapnya pelan
"Darimana kau tau kita tidak akan bahagia, huh?"tanya Kyuhyun dengan nada tinggi
Yesung tersenyum miris "Jangan berbohong hyung. Aku tau jauh didalam hatimu kau pasti berpikir seperti itu. Jika kita memilih mempertahankan semuanya, kita akan terus dibayang-bayangi oleh perasaan bersalah. Dan sejauh apapun kita berbohong dan menyembunyikan kalau semua baik-baik saja, maka semakin terlihat kebenaran. Bahwa semuanya memang tidak baik-baik saja.."
Kyuhyun menegakkan tubuh dan mengacak rambutnya kasar "Aarrrgh! Apalagi yang harus kukatakan agar aku bisa meyakinkanmu, Jongwoon-ah.."teriaknya frustasi.
Dan teriakan itu membuat Yesung semakin ingin menumpahkan tangisannya detik dan menit ini juga. Tapi kembali coba ia tahan. Ia menarik nafas dalam. Mencoba tegar. Mengangkat wajahnya dan menatap langsung Kyuhyun "Mulai sekarang kau tidak perlu memperjuangkan apapun lagi, melepaskan apapun lagi yang kau miliki. Kau harus bahagia dengan Taemin. Dan berusaha untuk mencintainya. Kau pasti bisa bahagia. Bukankah kau bilang kau mencintaiku? Kalau begitu demi aku, kau harus bahagia. Taemin lebih membutuhkanmu.."
"Bagaimana aku bisa bahagia jika kebahagianku adalah kau! Aku takkan akan membiarkan kau pergi. Tidak akan!"
Yesung meremas tangannya mencoba mencari kekuatan, kemudian berdiri "Maaf, tapi aku tidak bisa hyung. Taemin lebih membutuhkanmu dibanding aku. Aku adalah namja yang kuat jika aku kehilanganmu. Tapi tidak dengan Taemin. Kau harus bersamanya, menjaganya. Kau jangan khawatir, aku akan baik-baik saja hyung. Ya, aku akan baik-baik saja.."
Kyuhyun menatap Yesung tak percaya. Bagaimana mungkin ia berkata seperti itu, dan memintanya melakukan hal yang...tak bisa ia lakukan.
"Aku pergi .. Selamat tinggal hyung.."ucapnya sebelum ia melangkah kakinya berat meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya tak percaya. Shock.
"Berhenti Jongwoon-ah!"
Tapi Yesung terus berjalan tanpa menghiraukan atau lebih tepatnya menulikan telinganya mendengar panggilan Kyuhyun padanya. Ingin rasanya ia berbalik dan berlari memeluk namja yang ia cintai itu. Tapi Ia tidak bisa. Ia tidak sanggup jiika harus melihat Kyuhyun terluka lagi seperti tadi yang ia lihat. Seperti terangsingkan.
"Aku perintahkan padamu Kim Jongwoon. Kubilang berhenti!"Teriak Kyuhyun frustasi
Yesung semakin mencengkram dadanya erat. Sakit. Ia menutup mulutnya sendiri, menahan isakan yang siap keluar. Tapi kakinya terus melangkah, menjauhi Kyuhyun.
"Baiklah Kim Jongwoon. Baiklah! Jika itu memang yang kau inginkan. Aku akan melakukan semua yang kau katakan. Aku akan bersama Taemin. Kau puas? Kau puas?!" Teriak Kyuhyun lagi.
'maafkan aku hyung...'
Tak bisa lagi menahan tangis, ia langsung berlari dan terus berlari menyusuri jalanan RS hingga suara Kyuhyun tak terdengar lagi.
Deg!
Secara mendadak Yesung menghentikan langkahnya. Ia membuka telapak tangannya perlahan. Membiarkan butiran-butiran putih itu jatuh ketangannya. Salju. Salju pertama dimusim dingin kali ini. Ia pun mendongak kelangit, menatap butiran-butiran seperti kapas itu mulai berjatuhan menyentuh kulitnya.
Airmata yang sempat terhenti itu kembali mengalir deras. Memburamkan pandangannya.
Lagi. Karena...Musim dingin ini kembali menjadi kenangan sedih untuknya.
.
No One POV End
.
.
.
TBC
.
.
.
Apa alur terlalu lambat? Membosankan? Terlalu panjang? Dan tambah Ancur? (Reader : Iya!)
Emang sengaja aku bikin kaya gini *plak* XD
Oke. Aku emang sengaja bikin alur dan konfliknya sedikit lambat. Ini cerita udah aneh, ntar kalo aku bikin cepet-cepet malah tambah aneh. (Bilang aja emang cuma ini yang kepikiran XD) Dan jujur, aku masih bingung ini endingnya bakal gimana..hehe..
Udah update-nya lama, mengecewakan pula yaa... Zzzzz... -_-' maaf aja deh ya...bener-bener cuma ini yang keluar dari otakku yang error.. ^^
.
Benarkah masih ada yang menunggu?
Still mind to review?
.
.
