ABOUT CHANBAEK LOVE
Author: Shin Raewoo
Rate: T
Main Cast: Chanyeol x Baekhyun
Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul
Length: Chapter
Genre: Romance, Humor, EXO life
Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan
CHAPTER 12 – END
Baekhyun membeku di tempatnya. Langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang cukup di kenalinya berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Sedangkan Kai dan Sehun yang berada di belakang Baekhyun hanya mampu berdoa agar tidak akan berlaku kejadian yang tidak mereka inginin
Baekhyun melihat Chanyeol di sebuah toko perhiasan. Baekhyun tidak bodoh untuk mengetahui tokoh perhiasan yang di masuki Chanyeol itu kerna toko itu agak terkenal di Seoul. Dan harus diberitahu Chanyeol tidak keseorangan.
Ya! Chanyeol bersama Saebyul berada di sebuah toko perhiasan khusus menjual cincin perkahwinan!
Bahkan Baekhyun dapat melihat dua orang yang berbeda jantina itu asyik tertawa mungkin kerna lelucon aneh yang dilontarkan oleh namja tinggi itu.
"Hyung."
Baekhyun tidak bergeming meski Sehun dan Kai memanggilnya. Pupil indah miliknya masih menatap Chanyeol dan Saebyul yang saat ini telah berjalan keluar meninggalkan toko perhiasan itu dengan tawa yang masih belum hilang.
"Baekhyun?" Chanyeol menghentikan langkahnya tatkala melihat Baekhyun yang hanya berada beberapa langkah dari tempatnya. Mata hazelnya membulat melihat Baekhyun yang memandangnya dengan tatapan yang sukar untuk di artikan.
"Oh hai Baekhyun, Sehun dan Jongin." Saebyul menyapa ramah. Kai dan Sehun menyambut canggung sapaan Saebyul. mereka tidak tau harus melakukan apa. Melihat atmosphere tegang yang sedang menyelubungi mereka berempat kecuali Saebyul kerna wanita itu tidak tau apa-apa.
Sama seperti Baekhyun, Chanyeol juga membeku di tempat. Dia tidak menyangka akan bertemu Baekhyun dalam situasi seperti ini. Ini benar-benar di luar dugaannya.
"Ah ternyata ini urusan mu Chanyeol?" nada bicara Baekhyun terdengar datar. Sangat datar. Persis dengan ekspresi wajahnya saat ini.
"Baek aku bisa jelaskan." Saebyul memandang Chanyeol dan Baekhyun bergantian. Raut wajah dan nada bicara Chanyeol terselit kecemasan di situ. Saebyul tambah tidak mengerti dengan apa yang berlaku saat ini.
Baekhyun berdecih dan membuang wajahnya kesamping . Tiba-tiba dia berasa mual melihat wajah Chanyeol.
"Ayo Sehun, Jongin kita pulang."
"Baek."
"Kyaaa kalian ngapain di situ? ayo pulang!" Baekhyun membentak dia tidak mengubris perkataan Chanyeol. Membuatkan nyali dua maknae itu mengecut. Baekhyun saat ini amat menakutkan di mata mereka.
Baekhyun melangkahkan kakinya diikuti Sehun dan Kai yang berada di belakang namja kecil itu. Dan dengan sengaja Baekhyun menabrakkan bahu sempitnya ke bahu Chanyeol, jangan lupa tatapan sinis yang diberikan, membuatkan hati Chanyeol seperti di hentam dengan seribu batu.
Chanyeol mencengkram pergelangan tangan kiri Baekhyun erat, coba menahan lelaki mungil itu untuk pergi dari situ. Namun Baekhyun menarik tangannya kasar membuat cengkraman tangan Chanyeol terlepas.
"Kenapa Chanyeol?" Chanyeol melihat Saebyul yang berada di sampingnya. Jelas di wajah wanita itu terdapat seribu persoalan yang bermain di fikirannya.
Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. Dia mengusap wajahnya. Dan Sempat-sempatnya dia menoleh ke belakang melihat Baekhyun yang jalan menjauh meninggalkannya.
"Ahni Saebyul. Ayo kita pergi. Banyak lagi persiapan pernikahan yang harus kita lakukan."
Sepertinya kau salah besar Park Chanyeol kerna menyebut kata pernikahan di sini. Asal kau tau, Baekhyun sempat mendengar kau mengatakan 'pernikahan'.
C
X
B
Baekhyun makan dengan banyak hari ini membuatkan semua member (kecuali Chanyeol kerna namja jangkung itu sedang tidak berada di dorm kerna ada syuting untuk drama terbarunya) terheran-heran melihat Baekhyun makan dengan lahapnya.
Namja kecil itu terus menyumbat apa saja makanan asal itu masih muat di mulutnya, membuatkan kedua pipinya mengembung lucu. Jangan lupa ketujuh-tujuh temannya terpaksa menghentikan kegiatan makan mereka kerna sedari tadi mereka hanya melihat aksi makan Baekhyun.
Baekhyun menghentikan acara makannya setelah menyadari tatapan yang diberikan oleh ketujuh temannya. Dia memandang satu-satu wajah temannya dengan kerutan di dahinya.
"Kalian kenapa?" Baaekhyun hanya mendapat gelengan dari member yang lain. Dia mencoba untuk tidak memperdulikan. Hampir saja Baekhyun mau memasukkan makanannya kembali ke dalam mulut. tapi tatapan dari mereka benar-benar membuat Baekhyun risih.
"Kyaa kalian kenapa sih?" melihat Baekhyun yang sedikit meninggikan nada bicaranya, membuatkan yang lain melanjutkan acara makan mereka kembali.
"Orang aneh." Baekhyun bergumam sendiri dan melanjutkan makannya.
"Kalian cepat habiskan makannya, setelah ini kita akan lakukan latihan untuk konser kita yang selanjutnya." semua mengangguk mengerti mendengar arahan yang di berikan oleh sang leader dan menikmati makanan mereka dengan tenang.
Acara makan siang mereka terhenti gara-gara seseorang telah memecet bel dorm mereka dengan tidak sabaran. Membuatkan beberapa orang di sana mendengus sebal.
"Siapa sih? Tidak sabaran sekali." Itu Kai yang terganggu untuk memakan ayam gorengnya dengan lebih banyak membuat D.O yang berada di sebelah Kai mengeplak kepala namja tan itu dengan keras dan si empunya meringis kesakitan.
"Biar aku saja yang buka." Sehun bangun dari kerusinya. Menurut pemikiran Oh Sehun, dia sebagai maknae yang baik dan tampan harus melakukan itu. Ceh, pemikiran seperti apa itu?
"Ya sebentar." Sehun sedikit berlari menuju ke pintu utama. Asal kalian tau, bel nya tidak berhenti sejak tadi. Ah sepertinya si pelaku tidak capek untuk menekan bel itu terus menerus.
"Annyeong!" Sehun mematung. Jangan lupa mulutnya yang terbuka saat ini setelah melihat sosok yang berada di depannya. Sosok itu memberikan senyuman manisnya dan nyaris mata Sehun tidak berkedip.
"Hyung? Luhan hyung?" lelaki manis yang kita ketahui sebagai Luhan itu menganggukkan kepalanya imut. Sehun benar-benar tidak percaya. Dia menampar kuat pipi kanannya sendiri. Sakit? Tentu saja. Itu menandakan dia tidak bermimpi di siang hari.
Mata Luhan mengerjap imut melihat kelakuan aneh Sehun. Dia melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Sehun. Dan setelah beberapa saat, namja kedua tertinggi di EXO itu akhirnya sadar dari keterkejutannya.
"Ya ampun Lu, aku merindukanmu." Sehun langsung memeluk erat hyung… ehem.. kekasih yang di rinduinya. Sungguh ini sudah lama sekali mereka tidak bertemu selepas Sehun pergi ke Beijing kemarin.
Luhan membalas pelukan Sehun dengan kekehan kecil. Jujur dia juga merindukan kekasih manja nya itu. Sehun melepaskan pelukan mereka. Menatap namja cantik dihadapannya sebelum sebuah kucupan kecil dari bibirnya hinggap di bibir kecil Luhan.
"Kenapa kau tidak bilang mau kemari Lu? aku bisa mnejemputmu di bandara."
"Hee.. tidak usah Sehun, kau tau kan di bandara selalu banyak fans. Lagipula aku ingin buat kejutan buat kalian." Sehun mengangguk. Langsung dia menarik lembut tangan Luhan untuk masuk ke dalam dorm.
"Kau duduklah Lu, Aku akan memangg-…."
"Sehun siapa yang da-.. Ya ampun Luhan hyung!" dan Sehun terpaksa menutup kedua telinganya kerna Baekhyun menjerit dengan suara yang begitu keras.
Baekhyun langsung belari menuju Luhan yang masih duduk di sofa. Dia memeluk tubuh Luhan hingga menyebab Luhan hampir terjungkal ke belakang. Sehun memutarkan bola matanya malas melihat aksi berlebihan Baekhyun.
"Kapan kau ke sini hyung? aku merindukanmu."
"Aku baru tiba di Korea beberapa jam yang lalu." Belum sempat Baekhyun mau menanyakan pertanyaan yang selanjutnya, ke semua member sudah berada di ruang tengah.
"Hey Luhan tumben sekali kau ke Korea?"
"Hey Xiumin, aku merindukan kalian."
"Lebih tepatnya merindukan ku." Semua mata memandang ke arah Sehun yang berdiri di belakang mereka, kerna saat ini semua member sedang duduk mengelilingi Luhan.
"Emang berapa lama kau di sini?" – Suho
"Dua minggu Junmyeon."
" Wah lama sekali emang kau ada syuting hyung?" – Lay
"Ahni. Cuma aku mau berlibur. Oh ya selama itu aku bisa menginap di sini bisa kan?"
"Bisa hyung. Kau bisa sekamar dengan ku. Aku sangat merindukanmu." itu Sehun dan jangan lupa senyumannya yang terukir di wajahnya membuatkan Luhan secara tidak langsung mengusap-usap tengkuknya yang merinding.
"Dasar bocah mesum." Dan saat itu juga lemparan bantal terkena tepat di wajah Sehun dan pelakunya tentu saja si galak D.O.
Mereka terus berbicara, tertawa dan berbagi cerita bersama sehingga satu suara bass kedengaran membuatkan mereka diam sebentar.
"Aku pulang!"
Tanpa melihat siapa, mereka sudah mengetahui pemilik suara baritone itu, siapa lagi jika bukan Park Chanyeol.
"Oh Luhan hyung." Chanyeol menerpa ke arah Luhan memeluk sejenak pemuda mungil itu dan mengabaikan Sehun yang memberikan tatapan mematikan miliknya.
"Chanyeol-ah, tambah sukses aja kamu sekarang."
"Kau juga hyung. Emang kau di sini berapa lama?"
"Dua minggu. Eoh Baekhyun kenapa senyap? Bukan tadi kau yang paling berisik?" Luhan mengalihkan perbicaraannya. Perasaan tadi Baekhyun tidak henti berbicara dan mengeluarkan semua lelucon anehnya.
Chanyeol turut memerhatikan Baekhyun. Seperti sudah menjadi kebiasaan, namja kecil itu sering memainkan iPhone miliknya jika ada Chanyeol bersama mereka. Sepertinya Baekhyun enggan untuk bertatapan dengan namja yang masih mengisi hatinya itu.
Sekadar infomarsi, Baekhyun dan Chanyeol tidak pernah berbicara antara satu sama lain lagi sejak kejadian di toko kemarin. Untunglah mereka masih bersikap professional saat di panggung dan kesemua jadual-jadual EXO yang lain. Entahlah, baik Chanyeol mahupun Baekhyun, masing-masing mempunyai gengsi yang tinggi untuk menamatkan perang dingin yang terjadi.
"Ahni hyung. Tiba-tiba aku jadi malas bicara."
"jinjja?" Luhan menaikkan satu alisnya. Dia keheranan melihat sikap Baekhyun yang berubah tiba-tiba.
"Hmmm" Baekhyun hanya bergumam malas untuk menanggapi pertanyaan dari rusa China itu.
Luhan menggendikkan bahunya, tanpa disengajakan, mata bersinar milik Luhan menangkap sesuatu pemandangan di mana Chanyeol menatap iba Baekhyun yang berkutat dengan iPhonenya.
"Sehun, aku butuh penjelasan." Luhan berbisik tepat di telinga Sehun. Sehun memandang sejenak wajah Luhan sebelum menganggukkan kepalanya dan berjanji untuk menceritakan semua yang terjadi.
C
X
B
Chanyeol meregangkan semua otot-ototnya. Badanya terasa pegal. Di tambah lagi, satu hari ini dia terlibat penuh dengan syuting untuk drama terbarunya.
Chanyeol sedikit memusing-musingkan kepalanya kekiri dan kekanan hingga menyebabkan terdengarnya bunyi kecil dari urat-urat dan tulang di lehernya.
Chanyeol memandang iphonenya yang berbunyi di atas meja nakas. Dengan cepat Chanyeol menggeser tombol hijau menggunakan ibu jarinya setelah melihat nama pemanggil yang terpapar di screennya.
"Hello."
"…."
" Tidak ada apa-apa. Aku hanya keletihan. Ada apa?"
"…."
"Oh.. aq sudah tempah card nya sesuai dengan keinginanmu. Black gold kan?"
"…."
"Erm.. baiklah nanti aku akan ke sana. Annyeong Saebyul-ya."
Chanyeol membanting ponselnya ke tepi di atas kasur tentunya. dia merebahkan dirinya kasar di atas ranjang empuk miliknya. Namja tinggi itu memandang langit-langit kamarnya. Beberapa detik kemudian, dia mengambil semula iphonenya. Menatap foto yang menjadi lock screen. Sedikit mengusap-usap lembut layar iphone menggunakan ibu jarinya. Dia tersenyum kecil melihat foto itu. Foto Baekhyun sedang tersenyum sambil mengigit ibu jarinya. Foto yang diambil secara diam-diam.
Chanyeol menatap foto itu lama. Dia mendekatkan bibirnya ke layar iphonenya mengecup sebentar layar itu. Dia sangat merindui Baekhyun. Sangat. Dia ingin mendakap erat tubuh munggil itu, mencium bibir pink tipis miliknya, ketawa bersamanya. Chanyeol ingin melakukan semua perkara bersama namja kecilnya.
Chanyeol menghela nafas berat. Dia menyadari itu semua tidak akan terjadi buat masa ini. Hatinya sakit saat menatap Baekhyun. Dia tahu Baekhyun hanya pura-pura kuat berbalik kenyataannya dia insan yang rapuh di dalam.
Baekhyun tidak menangis. Tapi Chanyeol mengetahui, namja kecil itu memendam sejuta kesedihan di dalam. Chanyeol seringkali melihat tatapan terluka Baekhyun. Dan itu benar-benar membuatnya merasakan seperti menjadi insan yang tidak berguna sekali. Dirinya lah yang menyebabkan Baekhyun seperti itu.
"Baekhyun, mengapa semuanya begitu sulit?" dan setitik air mata menetes dari kelopak mata hazel itu.
C
X
B
Baekhyun sendirian di dapur. Dia baru terjaga dari tidurnya saat dia menyadari dia tinggal sendiri di dorm. Baekhyun sempat merutuki D.o yang tidak menyediakan satu apa pun makanan hingga dia repot-repot sendiri untuk menyediakan mi ramyun instant bagi mengisi perutnya yang kelaparan.
Baekhyun duduk di kerusi dan mengetuk-ngetuk hujung jarinya ke atas meja. Sesekali dia menoleh kepalanya ke arah ketuhar micro wavenya untuk menunggu masakannya matang. Baekhyun sempat berdoa di dalam hati agar dia tidak mati kelaparan sekarang.
Ting!
Dengan cepat Baekhyun menuju micro wavenya. Memakai sarung tangan khas di dapur untuk mengelakkan tangannya dari lecet gara-gara memegang sesuatu yang panas. Baekhyun dengan hati-hati membawa mangkuk yang berisi mie ramyeonnya ke meja. Dia melepaskan sarung tangannya dan mengambil sumpit dan sudu yang memang telah disediakan olehnya.
"Aku makan!"
Baekhyun menghirup sedikit sup mie ramyeonnya menggunakan sudu dan sumpitnya mengambil alih tugas untuk memasukkan mie ke dalam mulut kelaparan Baekhyun.
Baekhyun meniup mie nya sebelum memasukkan makanan panjang itu ke dalam mulutnya dalam jumlah yang banyak. Sesekali dia mengibas tangannya di hadapan mulutnya untuk membantu mengurangkan rasa panas. Baekhyun tidak peduli itu panas apa enggak yang penting dia benar-benar kelaparan saat ini.
"Makannya hati-hati Baekhyun." Suara itu kedengaran tatkala Baekhyun tersedak mienya sendiri. Namja kecil itu terbatuk-batuk sambil memukul-mukul dadanya sendiri.
Dengan cekatan sosok yang menegur Baekhyun itu mengambil air putih lalu di serahkan kepada Baekhyun. Langsung Baekhyun meminum air yang di sodorkan kepadanya untuk mengurangkan batuknya.
"Terima kasih dan jangan sok perhatian Chanyeol." Baekhyun berucap dingin. Dia kembali menikmati makan malamnya dan moodnya sedikit menurun melihat Chanyeol yang sudah duduk di hadapannya.
Keheningan menyelimuti mereka berdua. Sesekali Chanyeol terliat membuka mulutnya untuk berbicara namun niatnya diurung semula karena dia tidak tahu apa yang harus dibicarakan.
Jika dulu dia sering membuat pelbagai lelucon aneh yang menyebabkan Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal. Namun tidak mungkin kan dia akan membuat lelucon aneh di dalam situasi tegang seperti ini?
"Baekhyun… aku..-"
Ucapan Chanyeol terpotong saat Baekhyun tiba-tiba bangun dan membawa mangkuk kotornya ke tempat menyuci piring. Chanyeol menghela nafasnya. Namja kecil itu benar-benar dingin kepadanya.
Baekhyun menghidupkan keran air dan mulai membasuh peralatan makanannya. Sebenarnya Baekhyun belum menyelesaikan makannya, hanya saja dia tidak bisa berlama-lama karena Chanyeol duduk di hadapannya.
Tubuh Baekhyun menegang saat tiba-tiba sepasang tangan melingkar di perutnya dan memeluknya dari belakang. Dan tanpa melihat pun Baekhyun tau siapa yang melakukan hal itu.
"Lepaskan Chanyeol." Baekhyun berucap perlahan namun cukup dengan penekanan dan penegasan di dalamnya. Bukannya melepaskan Chanyeol makin memperatkan pelukannya di tubuh Baekhyun.
"Aku bilang lepaskan Chanyeol." Kali ini Baekhyun sedikit meninggikan nada suaranya. Seolah-olah tuli, Chanyeol sedikit pun tidak mendengarkan arahan yang di berikan Baekhyun kepadanya.
"Kyaaa Chanyeol ak..-"
"Aku merindukanmu Baekhyun. Sangat merindukanmu." Suara Chanyeol terdengar berat namun lirih. Baekhyun tersenyum miring mendengar kata-kata yang keluar dari bibir tebal milik Chanyeol.
"Bukankah kau akan menikah dengan Saebyul sebentar lagi Park Chanyeol? Untuk apa kau merindukan ku? Berhenti menyakiti hatiku Chanyeol."
Baekhyun sempat merasa tubuh Chanyeol menegang saat dia mengucapkan kata 'pernikahan.' Baekhyun mengepal kedua tangannya erat. Bohong jika dikatakan Baekhyun tidak merindukan pelukan hangat ini. Bahkan setiap malam Baekhyun mengimpikan Chanyeol memeluknya ketika tidur.
Namun saat dia mengingati Chanyeol akan menikah dengan Saebyul, hatinya sakit. Sangat sakit.
"Aku mohon Baekhyun, biarkan aku memelukmu sebentar. Hanya sebentar. Aku janji."
Baekhyun mengalah. Dia membiarkan Chanyeol untuk memeluknya. Dapat di rasakan hembusan nafas Chanyeol mengenai belakang tengkuknya.
Mata kecil Baekhyun tertutup menikmati pelukan hangat dari lelaki yang sangat dicintainya. Tapi, Baekhyun membuka matanya kembali saat dia merasakan belakang tengkuknya basah.
Satu tetes.
Dua tetes.
Tiga tetes.
Baekhyun tidak bodoh untuk mengetahui air apakah itu. Air hangat itu yang setitik demi setitik membasahi permukaan kulitnya.
"Chanyeol kau…-"
"Aku mencintaimu Baek." Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun. Dengan gerakkan lemah, dia melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Baekhyun dan meninggalkan Baekhyun sendirian di dapur.
Baekhyun mengusap tengkuknya. Memandang nanar telapak tangannya yang basah.
"Chanyeol…"
C
X
B
"Baekhyun, kau benar-benar tidak mau ikut? Chanyeol dan Saebyul mengundang kita semua Baek." Lay merupakan member yang ke-enam mempertanyakan kepada Baekhyun sama ada dia mau mengikuti mereka ke majlis pernikahan Saebyul apa enggak. Dan jawapan yang di berikan Baekhyun tetap sama.
"Ahni hyung. Aku ingin di dorm." Lay mengangguk mendengar jawaban yang di berikan. Dia mendekati Suho dan teman-tamannya yang lain yang sudah berada di luar dorm.
"Bagaimana Yixing-ah?"
"Tetap sama Junmyeon. Baekhyun tidak mau ikut." semua yang ada di sana menghela nafas mereka.
"Ayo kita pergi. Chanyeol sudah menunggu kita."
"Tunggu Junmyeon. Biar aku yang berbicara dengan Baekhyun." Suho menganggukkan kepalanya. Luhan yang melihat itu langsung masuk semula ke dalam dorm.
Luhan telah mengetahui apa yang terjadi terhadap kedua dongsaeng kesayangannya itu. Dia merutuki kebodohan Chanyeol dan Baekhyun karena masing-masing keras kepala dalam soal percintaan. Dan berakhir dengan Sehun yang menjadi mangsa kekesalannya.
"Baekhyun-ah."
"Jebal hyung. Jika kau mau menanyaiku sama ada aku mau ikut atau enggak. Aku tetap mengatakan tidak. Asal kau tau, kau orang ke-tujuh yang menanyaiku." Baekhyun berucap santai tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar kaca TV. Baekhyun mulai jengah dengan pertanyaan sama dari semua membernya.
Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tersenyum kikuk mendengar kata-kata yang di keluarkan Baekhyun.
"Haha kurae." Luhan membalikkan badannya semula. Dia sedikit memuncungkan bibirnya. Langkah Luhan terhenti saat berada di depan pintu.
"Baekhyun-ah." Baekhyun mengernyitkan dahinya saat Luhan memanggil namanya
"Percayalah, walau apa pun yang terjadi Chanyeol sangat mencintaimu." Belum sempat Baekhyun menangkat bicara, Luhan sudah terlebih dulu meninggalkannya.
Baekhyun menunduk lesu. Semangatnya mendadak hilang. Dia mengambil sekeping card yang tergeletak di atas meja. Kad yang di hias indah bewarna black gold.
Baekhyun membaca setiap baris ayat yang tercetak jelas di atas kertas keras itu. Dia tersenyum miris usai membaca. Mendongakkan kepalanya ke atas dan memejamkan mata untuk mengurangkan kepedihan di hatinya. Iya card yang tertulis:
WEDDING INVITATION
CHANYEOL & SAEBYUL
C
X
B
TAIPEI
27 NOVEMBER 2016
1:00 AM
Baekhyun berdiri sendirian di balkon kamar hotelnya. EXO sekarang berada di Taipei untuk menyelesaikan EXO'rDIUM yang berlangsung selama dua hari.
Kedua tangan Baekhyun mengenggam erat pagar balkon tersebut. Sebelum akhirnya namja cantik itu melepaskan pegangannya.
Baekhyun menggosok-gosok kedua telapak tangannya, terkadang dia meniupnya untuk menghangatkan tubuhnya sendiri. Angin terasa sangat dingin mengingatkan sudah hampir memasuki musim dingin dan mungkin sebentar lagi salju akan turun.
Baekhyun menggosok kedua lengannya. Meski tubuhnya terasa hampir beku, tapi tetap aja si Byun Baekhyun tidak mau masuk ke dalam kamar. Dia masih betah berdiri di balkon menikmati suasana malam di Taipei.
"Kau bisa terkena flu nanti sayang."
Baekhyun tersenyum saat seseorang menyelimutinya dengan selimut tebal, tambahan lagi orang itu sedang memeluknya dari belakang sekaligus Baekhyun dapat merasakan kenyamanan yang menghangatkan seluruh tubuhnya.
"Aku masih mau menikmati pemandangannya."
Baekhyun menyandarkan kepalanya ke dada bidang di belakangnya. Tidak lupa dia meletakkan tangannya ke atas tangan besar yang melingkar di perutnya.
Baekhyun tersenyum lagi saat orang itu sesekali mencium pucuk kepalanya dan terkadang dilehernya. Tiada satu pun di antara mereka berbicara, masing-masing sibuk menikmati moment romantis mereka.
"Apa yang kau pikirkan Baekhyun?"
"Ahni. Cuma mengingati sedikit kenangan kita."
"Kau masih memikirkan perkara itu lagi?"
"Kau jahat Chanyeol. Kau mengerjai ku. Dan aku juga tidak menyangka member yang lain turut mengerjai ku." Baekhyun memukul keras tangan Chanyeol yang berada di atas perutnya lalu mengerucutkan bibirnya lucu. Chanyeol terkekeh geli melihat kelakuan Baekhyun.
Chanyeol mempereratkan lagi pelukannya. Baik Chanyeol maupun Baekhyun kini masing-masing mengimbas kembali kejadian yang menyebabkan mereka bisa kembali seperti ini.
Baekhyun jadi ingat. Waktu itu dia hampir terkejut saat Chanyeol pulang ke dorm dalam waktu yang cepat. Dia sempat berpikir, hari itu merupakan hari pernikahannya dengan Saebyul, dan sepatutnya lelaki tinggi itu berada di sana dan mengadakan pesta pernikahannya.
"Kau tau Chanyeol, aku hampir kehilangan nyawaku saat nama mu tertulis di wedding invitation itu."
"Haha seharusnya kau tahu itu bukan aku."
"Kyaaa mana ku tahu kalian mempunyai nama yang sama. Tambahan lagi tidak ada tertulis marganya, jadi menurutku itu memang kau."
Chanyeol terkekeh lagi. Jelas di ingatan Chanyeol, Baekhyun waktu itu hampir menangis saat dia melamar namja kecilnya. Awalnya dia berencana mau melamar Baekhyun di acara pernikahan Saebyul dan meminta pertolongan dari kesemua member untuk mengajak Baekhyun, malangnya Baekhyun tidak datang dan terpaksalah dia melamar Baekhyun dengan tidak elitnya dan dengan nafas yang terengah di dorm mereka.
Alasan Chanyeol mengapa dia selalu tidak berada di dorm, karena dia menyiapkan sesuatu untuk melamar Baekhyunnya. Chanyeol berterima kasih kepada Saebyul karena mau membantunya.
"Ya..Padahal waktu itu aku sudah merencanakan semuanya untuk melamarmu di acara pernikahan Saebyul tapi kau tidak datang."
"Mana ada orang yang datang di acara pernikahan kekasihnya sendiri."
"Tapi itu kan bukan aku. Kau dengar sendiri kan Saebyul bilang nama suaminya Jung Chanyeol bukan Park Chanyeol… aish.."
"Ne..ne.. aku tau itu Tuan Park yang bijak."
Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun menghadapnya. Memandang lekat Baekhyun yang turut memandangnya. Tangan kanannya mengusap lembut pipi kanan Baekhyun yang reflek membuatkan namja kecil itu menutup matanya.
"Kau tau Baek, aku sangat bersyukur kau mau menerimaku, meski aku menyakiti hatimu, aku benar-benar minta maaf Baek, kau yang paling aku inginkan untuk saat ini dan selamanya. Jeongmal saranghae Baekhyunee."
"Aku tau Chanyeol. Nado saranghae Chanyeolie."
Mereka mempertemukan bibir mereka. melakukan ciuman dalam dan melumat bibir antara satu sama lain dengan lembut. Tanpa nafsu. Baekhyun mengalungkan tangannya ke leher Chanyeol, sedangkan Chanyeol memeluk erat pinggang ramping Baekhyun.
Ciuman mereka berlangsung cukup lama. Akhirnya ciuman itu di lepaskan setelah masing-masing merasakan mereka memerlukan udara yang secukupnya.
Nafas kedua terengah. Chanyeol menempelkan dahinya ke dahi Baekhyun. Mengusap lembut bibir Baekhyun yang sedikit membengkak dengan ibu jarinya.
"Apa maksudmu memposting foto bibir mu di instagram huh?" Baekhyun mengernyit sebelum tersenyum mengingatkan barusan dia memposting foto bibirnya di akun Instagram miliknya.
"Sekadar mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu?" sahut Baekhyun tanpa beban. Jangan lupa saat ini dia sedang tersenyum nakal kepada Chanyeol.
"Tapi kenapa bibir? Kau tau banyak shipper kita yang mulai tidak tenang dengan postingan mu? Apa kau bermaksud mau menggodaku eoh?" Chanyeol menyeringai. Baekhyun tertawa kecil. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Chanyeol membisikkan sesuatu dengan suara yang sedikit mendesah membuatkan Chanyeol tersenyum.
"Apa kau tidak mau mencicipi kado mu?" Baekhyun meniup daun telinga Chanyeol sebelum berlari masuk ke dalam kamar mereka dan meninggalkan Chanyeol keseorangan di balkon.
"Akan ku buat kau benar-benar menyesal dengan ucapan mu Byun Baekhyun." setelah itu Chanyeol turut masuk ke kamar mereka untuk mencicipi 'kado special miliknya', if you know what I mean.
END
WAH AKHIRNYA FF INI TAMAT. MAAF JIKA ENDINGNYA GARING. HAHA
AKU DI SINI INGIN NGUCAPIN BERBANYAK TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDI MEMBACA/MEREVIEW/FOLLOW/FAV. FF INI. MESKI AKU TAHU KALIAN SEDIKIT BINGUNG, TAPI AKU BENAR-BENAR TERHARU KALIAN SUDI MEMBACANYA.
OH YA JANGAN LUPA BACA JUGA FF KU YANG LAIN YA.
BYE SAMPAI KETEMU LAGI. ANNYEONG~
