Uchiha Naruto (Adik dari Uchiha Madara sang hantu Shinobi)

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing : SasuFemNaru (selingan TobiramaFemNaru, dan masih dipikirkan)

Rated : T(M kalau ada kata-kata yang kasar )

Genre : Romantis, Family

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, Typo berserakan dimana-mana, bahasanya sesuka Author, gaje, tidak sesuai dengan cerita aslinya jadi mohon maklumi dan juga jutsu-jutsunya kebanyakkan karangan Author sendiri.

.

.

.

.

Chapter 12

Ujian Chunnin tahap pertamapun dimulai, Tim 11 sudah berada di ruang ujian sedari tadi dan para peserta lain sibuk dilantai dua yang mereka itu lantai tiga.

"Mereka bodoh atau apa sih? masa tidak bisa membedakan lantai dua dengan tiga"Gerutu Menma kesal dengan kebodohan peserta lainnya

Clek

"Dan syukurnya Tim dari Uzushio lebih pintar"Kata Naruto saat tim dari Uzushio memasuki ruangan

Tim Uzushio membungkukkan sedikit badannya pada Naruto, Sasuke dan Menma dibalas dengan anggukan.

"Aku tak sabar melihat orang-orang tua itu terkejut"Seru Naruto senang

"Hn" Respon Sasuke

"Membayangkannya saja aku ingin tertawa"Kata Menma sambil cekikikan

Sekitar setengah jam peserta ujian baru memasuki ruang ujian, Naruto, Sasuke dan Menma segera mengambil posisi duduk masing- masing.

(Ujian tahap pertama sama kaya di cerita aslinya)

Ujian tahap keduapun dimulai, para peserta ujian sudah berkumpul di depan hutan kematian. Anko Mitarashi yang menjadi pengawas ujian tahap kedua menatap peserta ujian dengan tajam.

" 30 tim yang lolos, ini terlalu banya"Gumam Anko

Anko pun memulai Ujian tahap kedua setelah menjelaskan peraturan dan memerintahkan para peserta ujian untuk menandatangani perjanjian kematian.

Tim 11 berdiri di depan gerbang hutan kematian dan menunggu aba-aba untuk memasuki hutan tersebut, setelah di beri aba-aba mereka masuk tanpa takut dengan apa pun yang ada di dalam hutan itu.

"Kita harus mencari gulungan bumi Nee-san" Kata Menma saat melihat gulungan di tangannya adalah gulungan langit

"Kita tunggu saja gulungan itu datang sendiri pada kita"Respon Naruto

"Kalau gitu kita cari tempat yang nyaman untuk menunggu"Saran Sasuke yang disetujui oleh Naruto dan Menma

Mereka pun mencari tempat yang nyaman untuk menunggu, Naruto yang merasakan chakra yang asing baginya menuju kearah mereka segera saja Naruto memberi kode pada kedua rekannya.

"Wah wah ternyata kita mendapatkam tikus-tikus yang lemah"Kata ninja Kumo itu sombong"Apa gulungan yang kalian miliki?"Tanya ninja Kumo itu

"Langit"Jawab Sasuke stoic

"Wah kebetulan sekali, serahkan gulungan kalian dan kami tidak akan menyakiti kalian"Kata ninja Kumo yang lain dengan nada yang meremehkan

"Ambil saja kalau kalian bisa"Kata Menma sambil melempar-lempar gulungan miliknya

Ninja Kumo itu pun segera mendekat tapi itu sebuah kesalahan fatal bagi mereka karena baru dua langkah tubuh mereka membeku.

"Apa yang terjadi? "

"Kenapa tubuhku tidak dapat digerakkan?"

Teriak panik ninja Kumo itu, Tanpa mengacuhkan teriakan ninja-ninja Kumo itu Naruto mendekati salah satu ninja Kumo yang memegang gulungan bumi.

"Minna ayo kita pergi"Seru Naruto yang sudah menyimpan gulungan bumi didalam jaketnya

"Hn/Ha'i"

Merekapun melanjutkan perjalanan mereka, namun di pertengahan jalan mereka merasakan Chakra seorang sennin, kenapa ada sennin disini? itulah pertanyaan yang muncul dikepala mereka.

"Nee-san" Panggil Menma

"Ya, aku tau Menma. Ayo kita kesana"Kata Naruto

Sasuke dan Menma hanya menganggukan kepala dan mengikuti Naruto menuju sumber chakra itu, saat sampai di sumber chakra Menma bergumam'Menjijikan'.

"Dia manusia atau tidak? kenapa . . . Iss menjijikan sekali"Kata Menma menahan muntah

"Dia salah seorang dari tiga Sennin, Orochimaru sang Sennin ular"Kata Sasuke mengingat nama orang itu

"Kau benar Suke" Setuju Naruto "Suke kau lawan Sennin itu dan kau Menma bawa mereka bertiga ketempat yang aman, sepertinya Naruko kena segel kutukan"Perintah Naruto

"Hai"

Mereka pun menjalankan tugas masing-masing dan Naruto menunggu Menma di dekat sebuah pohon besar.

"Menma letakan Naruko disini, biar Nee-san mengurus segel kutukan ini"Perintah Naruto

Menma menjalankan perintah Naruto tanpa paksaan.

"Dia akan baik-baik saja kan Nee-san?" Tanya Menma khawatir

Naruto tersenyum dan mengusap lembut rambut Menma

"Dia akan baik-baik saja, Nee-san akan menghilangkan segel kutukan ini dan juga didalam tubuh Naruko ada Kyuubi" Kata Naruto berusaha menenangkan Menma

Naruto melakukan berbagai segel tangan dengan cepat sampai-sampai Sharingan tidak akan bisa mengikuti gerakan tangannya. Menma menunggu sedikit jauh, agar tidak mengganggu Naruto.

Tap

"Bagaimana keadaannya?"Tanya Sasuke yang baru datang dan langsung duduk di samping Menma

"Entahlah, Nee-san hanya memintaku agar tidak perlu khawatir"Jawab Menma

"Hn, dan kedua teman setimnya? "Tanya Sasuke

"Lihat aja sendiri"Jawab Menma sambil menunju ke dua orang yang terbaring tak jauh dari mereka

"Sepertinya baik"Gumam Sasuke

"Ya fisik oke tapi mental no "Kata Menma sambil memutar matanya

Sasuke menganggukan kepalanya tanda setuju dan matanya melihat kearah Naruto yang lagi melakukan proses untuk menghilangkan segel kutukan itu, dapat dia lihat peluh membasahi wajah cantik Naruto.

"Huff akhirnya"Kata Naruto lega

Sasuke dan Menma segera menghampiri Naruto.

"Bagaimana?"Tanya Sasuke

"Segel kutukannya sudah hilang ini juga berkat bantuan Kyuubi dari dalam"Jawab Naruto "Dan kau Suke bagaimana dengan Sennin ular itu?"Tanya Naruto sambil mengambil posisi yang enak untuk duduk

"Keadaannya sudah tidak kuat saat aku melawannya hanya 10 menit dia sudah kabur"Jawab Sasuke dan mengambil duduk disamping Naruto "Dan aku juga mendapat gulungan langit, mungkin terjatuh saat Sennin ular itu bertarung melawan mereka bertiga"Sambung Sasuke sambil melihatkan gulungan langit ditangan kanannya

"Berikan saja kemereka"Kata Naruto sambil menatap lembut pada Menma yang sedang membaringkan Naruko dekat teman setimnya dengan lembut

Sasuke melihat arah pandang Naruto dan tersenyum.

"Menma"Panggil Naruto lembut

Menma segera menoleh pada Naruto dan menghanpiri Naruto setelah mengecup kening Naruko lembut.

"Ya Nee-san?" Tanya Menma

"Kita lanjutkan perjalanan kita, Nee-san akan tinggalkan salah satu bunshin Nee-san disini sampai mereka sadar"Kata Naruto

"Baik Nee-san"Balas Menma

Sasuke berdiri dari duduknya dan membatu Naruto untuk berdiri juga lalu dia melangkah menuju Tim 7 dan meletakan gulungan langit di tangan Naruko. Berbalik dan menyusul Menma dan Naruto yang pergi duluan.

15 menit kemudian Naruko terbagun dari pingsannya dan dia melihat teman setimnya juga pada bangun. Merasakan sesuatu pada telapak tangan kirinya dan ternyata itu gulungan langit yang mereka cari.

"Ruko-chan itu gulungan langitkan? darimana kau mendapatkan itu? dan siapa yang menyelamatkan kita?"Tanya Sakura beruntun pada Naruko yang juga tak tau harus menjawab apa

"Sudah Sakura, kau membuat Naruko pusing dengan pertanyaanmu itu"Kata Sai

Sakura pun menganggukan kepala tanda mengerti.

'Tadi saat aku pingsan, aku melihat Menma. Apa mungkin Menma dan timnya yang menolong Kami?'Tanya Naruko dalam hatinya

.

.

.

Tim 11 telah sampai dimenara dan merekapun membuka dua gulungan itu bersamaan.

Poff

Muncul asap dari gulungan itu dan munculah Madara yang menatap mereka bosan.

"Jadi? kalian yang pertama? sudah aku duga dan selamat"Kata Madara datar

Ketiga Uchiha yang lain hanya memutar mata karena mereka tau kenapa Madara menjadi seperti ini, apalagi kalau tidak istirahatnya terganggu.

Sudah 5 hari ujian tahap kedua berlangsung dan tahap ketiga pun dimulai (Skip saja pada ujian tahap ketiga, kita langsung saja pada pertarungan antara Menma dan Gaara pada babak final)

"Uchiha Menma VS Sabaku no Gaara"Teriak Genma

Di podium peserta Naruto dan Sasuke memberi samangat pada Menma.

"Berjuanglah, buat bangga Uzushio"Kata Naruto

"Hai"Balas Menma mantap

"Jangan terbawa emosi, yang kau lawan adalah jinchuuriki" Nasehat Sasuke

"Hai"

Setelah itu Menma pun mulai turun kearea pertarungan dimana Gaara juga sudah ada disana.

Di podium Kage

"Ternyata para shinobi dari Uzushio masih hebat seperti dulu"Kata Kazekage

"Anda benar Kazekage-dono"Timpal Hokage

'Cih, apa mereka akan membalas dendam? aku harus segera bertindak'Inner Tsuchikage

'Sial, ini tidak boleh dibiarkan"Inner Raikage marah

"Sepertinya Anakmu dan anakku akan bertarung Hokage-dono"Kata Kazekage

Minato hanya diam saat melihat Menma bertarung dengan Gaara, bagaimana Menma bergerak dengan cepat untuk menembus pertahanan dari pasir Gaara.

Di arena

Menma memusatkan chakranya pada tangan dan kakinya yang digunakan untuk memukul pasir-pasir yang melindungi Garra, tak ada cara lain Menma mundur beberapa langkah dan menarik nafas dalam-dalam.

"Elemen api: Badai api" Teriak Menma

Api yang keluar dari mulut Menma membesar dan menjadi badai api yang menuju kearah Gaara yang masih didalam pasir-pasirnya.

"Elemen Angin : Badai Angin"

Sebelum Badai api tersebut menyentuh pasir-pasir itu, badai angin yang dibuat oleh Menma membuat badai api semakin membesar dan membuat pasir-pasir yang menutupi Gaara itu menjadi memerah seperti baru keluar sari gunung api.

Tak mau menyianyiakan kesempatan Menma segera membuat Rasengan yang ditambah dengan elemen angin miliknya.

Brakk

Brakk

Trak

Pertahan pasir Gaara berhasil dihancurkan oleh Menma dan dapat dilihat Gaara dalam Mode setengah Bijuunya. Menma mundur beberapa langkah.

"Mati, Mati kau UCHIHA MENMA" Teriak Gaara horror

Di podium peserta

Naruto menatap Gaara kagum dan itu dapat dilihat jelas oleh Sasuke yang berdiri disamping Naruto.

"Kau sepertinya begitu senang "Kata Sasuke

Naruto tersenyum mendengar perkataan Sasuke

"Ya, dia benar-benar hebat dalam berekting"Kata Naruto

"Dan sebentar lagi penyerangan akan dimulai"Tambah Madara yang baru muncul disamping Naruto

Mereka menjawab dengan anggukan, Naruto memberi kode mata pada peserta dari Uzushio dan mereka yang menerima tanda itu segera menganggukan kepala tanda mengerti.

"Mereka juga sudah siap"Kata Naruto ambigu bagi yang mendengarnya tapi tidak bagi kedua Uchiha yang berada di kiri dan kanannya.

Boom

Terjadi ledakan pertanda penyerangan telah dimulai.

"Sepertinya sudah dimulai, Lakukan tugas masing-masing"Perintah Madara

"Hai"

Mereka pun berpencar, Madara menuju ketengah desa untuk membantu para Ninja konoha disana, Sasuke menuju gerbang timur karena disana dia melihat seekor ular yang sangat besar dan Naruto menuju tempat pertarungan para Kage (Orochimaru, Minato, Hiruzen), sedangkan Menma menuju hutan mengejar Gaara yang dibawa lari oleh kedua kakaknya.

.

.

.

Dapat dilihat dalam Kekkai tersebut Orochimaru sedang terpojok oleh Minato dan Hiruzen, tak mau mati sia-sia Orochimaru pun mengeluarkan salah satu jutsu terlarang.

"Kinjutsu: Edo Tensei"

Muncul dua peti dari bawah dan saat peti itu terbuka terlihatlah Senju Hashirama dan Senju Tobirama, Minato dan Hiruzen yang melihat itu terkejut dan geram.

"Nii-san dimana ini?"Tanya Tobirama heran

"Sepertinya kita dibangkitkan oleh jutsu yang kau buat sendiri Tobirama"Jawab Hashirama

"Siapa yang membangkitkan kita?"Tanya Tobirama

Singg

Kilat putih muncul didepan mereka berdua

"Cih, Hokage-sama biar aku urus mayat hidup ini dan kalian urus ular itu"Kata Naruto

"Naruto kenapa kau ada disini, cepat keluar"Perintah Minato

"Aku lebih tau kekuatan mereka dan aku juga punya dendam yang belum aku balas pada Senju-Teme satu ini"Kata Naruto sambil menunju Tobirama

Mau tak mau Minato dan Hiruzen pun melawan Orochimaru.

"Naru-chan kau masih sama seperti dulu"Kata Hashirama

Naruto tersenyum pada Hashirama yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri

"Ya dan kau sudah tua"Kata Naruto santai

Hashirama langsung berjongkok dengan awan hitam di atasnya.

"Na-"

"Tidak usah berbasa-basi dengan ku karena aku belum memaafkan mu"potog Naruto sebelum Tobirama menyelesaikan ucapannya

Hashirama yang mendengar itu langsung berdiri dari pundungnya.

"Naru-chan, maksudmu itu Gadis ganas dari Uchiha itu? "Tanya Hashirama

"Dia tidak ganas Hashirama" Kata Naruto membela Sahabatnya

"Menurutku dia itu gadis yang ganas namun cantik, tapi tetap aja dia menyeramkan kalau sudah marah"Kata Hashirama tak mau kalah

Naruto menatap tajam Hashirama dan yang ditatap langsung keringat dingin

'Ugh tatapannya sungguh mematikan, Uchiha memang hebat dalam menekan seseorang'Inner Hashirama ngeri

"Naru aku benar-benar menyesal"Kata Tobirama sungguh-sungguh

Naruto menatap Tobirama tak yakin, ingatan kejadian itu masih sangat jelas diingatannya. Dimana seseorang yang dianggap sahabat dan keluarga mati ditangan orang yang dicintai oleh sahabatnya itu, orang yang bodoh, orang yang tak peka, dialah Senju Tobirama.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Maaf, maafkan Gami yang tak update sebulan ini. Bukannya Gami sengaja tapi hp Gami rusak dan ini saja susah untuk ngetiknya.

Gami mohon pengertiannya, Gami janji akan melanjutkan fic-fic Gami dan tak akan berhenti.

Gami akan Update lagi fic ini dan fic yang lainnya pada bulan desember karena dibulan itu Gami akan mendapatkan laptop, dan untuk ulang tahun Naru-chan Gami akan usahakan Update fic spesial untuk ultah Naru-chan.

Dan Satu lagi Gami tidak bisa balas Reviewnya, dan terima kasih sudah mau baca fic Gami yang jelek ini.

.

.

.

Sampai bertemu lagi di bulan Desember dan Gami harap masih ada yang mau baca fic Gami ini, Sampai jumpa lagi \(^_^)/