Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 12

Dengan gerakan mulus, marcus mendorong tubuh Sungmin berbaring di ranjang tanpa melepaskan tubuh mereka yang bertaut penuh gairah. Ditindihnya tubuh Sungmin dengan pelan tapi sensual.

"Lingkarkan kakimu di pinggangku." Bisik Marcus serak." Rasakan aku lebih dalam… ah dear, kau mencengkeramku dengan begitu kuat.."

Lelaki itu mendorong masuk semakin dalam, menggoda Sungmin ketika melakukan gerakan seakan ingin melepaskan diri, tetapi kemudian mendorong lagi makin dalam. Mereka larut dalam pusaran gairah, sampai kemudian Sungmin terlambung tinggi ketika mencapai orgasme, menyusul kemudian Marcus yang memuntahkan benihnya didalam tubuh sungmin.

Napas mereka terengah engah dengan tubuh yang berkeringat. Sungmin membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata tajam itu. tiba tiba perasaan itu datang lagi, membuat Sungmin bergidik dan merasakan dorongan untuk menjauh. Tetapi saat Sungmin ingin menjauh,laki laki itu berbisik lirih "aku belum puas saying, malam ini belum selesai untuk kita…"

Marcus membuktikan ucapannya, malam itu seakan tidak ada ujungnya, gairahnya seakan tidak ada habisnya untuk sungmin.

Yang tidak disadari Sungmin… sepanjang sisa malam itu, dia bercinta dengan Marcus

.

.

.

Sungmin menggeliat ketika terbangun dari tidurnya. Dan langsung merasakan rasa tidak enak yang amat sangat. Kewanitaannya terasa tidak nyaman dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia membuka matanya dan mengernyit. Kemudian baru menyadari bahwa Kyuhyun masih ada di sebelahnya. Lelaki itu masih telanjang dengan selimut putih membungkus pinggangnya, dia berbaring miring dengan bertumpu siku dan telapak tangannya menopang kepalanya. Lelaki itu tampaknya sudah mengamati Sungmin dari tadi, matanya tampak sedih.

Sungmin berbaring diam, tiba-tiba merasa malu. Semalam mereka begitu intim dan diliputi gairah. Dan sekarang ketika mereka terbangun dengan logika. Sungmin sangat malu dengan ketelanjangan mereka yang diterangi sinar matahari yang menyusup remang-remang dari jendela. Tetapi sepertinya Kyuhyun tidak merasakan itu. Jemarinya menelusuri leher Sungmin, lalu menurunkan selimutnya ke buah dadanya, jemarinya menelusur di sana, mengusap dengan lembut ke buah dada dan turun ke perutnya, selimutnya makin diturunkan ke bawah, ke pahanya... dan Sungmin melihat, semakin jauh selimutnya turun, mata Kyuhyun tampak semakin sedih.

"Maafkan aku." Akhirnya lelaki itu bersuara, pekat, penuh kepedihan. Membuat Sungmin mengernyitkan dahinya.

"Untuk apa?"

Kyuhyun menghela napasnya dengan berat, dia lalu mengecup bibir Sungmin lembut, dan mengelus pipinya, "Untuk semua kekasaranku... ini... bekas-bekas ini... Oh Astaga, aku minta maaf Sungmin.."

Sungmin menatap Kyuhyun bingung, lalu dia menundukkan kepalanya dan menatap tubuhnya yang tadi di elus oleh Kyuhyun. Matanya membelalak, ada bekas-bekas merah ciuman di tubuhnya, dan juga beberapa memar di lengan dan pahanya, mungkin akibat cengkeraman yang terlalu keras. Tetapi Sungmin semalam tidak merasakannya, dia terlalu larut dalam gairah, hingga tidak menyadari kalau sentuhan dan ciuman Kyuhyun terlalu keras sehingga menimbulkan bekas. Mungkin hal inilah yang menyebabkan tubuhnya terasa pegal dan tidak nyaman ketika bangun pagi tadi.

"Aku kasar dan melukaimu...kau memar-memar seperti ini." Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, "Maafkan aku Sungmin."

Sungmin membalas pelukan Kyuhyun, "Tidak apa-apa Kyuhyun, toh aku tidak menyadarinya semalam."

"Maafkan aku menyebabkanmu harus mengalami ini." Lelaki itu tampaknya tidak mendengar kata-kata Sungmin. "Maafkan aku."

Sungmin tertegun. Kyuhyun tampak merasa sangat bersalah karena melukainya. Semalam memang lelaki itu tampak aneh. Dipenuhi dengan gairah yang sepertinya tidak bisa ditahankan lagi, mungkin gairah itu pula yang menyebabkan Kyuhyun terlalu kasar, lelaki itu tidak sengaja... Tetapi sekarang Kyuhyun tampak begitu membenci perbuatannya, tampak begitu jijik kepada dirinya sendiri. Membuat Sungmin langsung memeluknya dengan lembut, "Aku tidak apa-apa Kyuhyun."

Dan Kyuhyun terdiam. Tidak mengatakan apa-apa lagi.

.

.

.

"Kau brengsek." Kyuhyun menatap bayangan Marcus di cermin. "Kau memperlakukannya seperti pelacur."

Marcus mengangkat alisnya, "Aku memang seperti itu kalau bercinta. Lagipula... kau tidak bisa menyalahkanku, aku sudah lama tidak bercinta. Apalagi aku sudah menunggu lama untuk memiliki Sungmin, bukan salahku kalau aku terlalu bergairah dan sedikit melukainya."

"Sedikit katamu?" Kyuhyun menggeram, mengernyit pahit ketika mengingat pemandangan tubuh Sungmin tadi pagi. Hatinya langsung hancur, menyadari bahwa Sungmin dilukai, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Seluruh tubuh Sungmin memar dan merah penuh bekas ciuman dan cengkeramanmu, aku yakin kewanitaaanya juga terasa sakit meski dia menutupinya darimu. Kau seperti binatang Marcus! Dia baru kehilangan keperawanannya, Demi Tuhan!"

"Ah ya..." Marcus tertawa, "Dan kau harusnya berterimakasih kepadaku, karena aku memberikan kesempatan untuk mengambil keperawanan Sungmin kepadamu. Aku hanya mendapatkan sisanya, Kyuhyun. Jadi aku mengambil semuanya"

"Brengsek!" Kyuhyun menggeram marah, tinjunya melayang ke arah kaca, menghancurkannya. Membuat bayangan Marcus terpecah menjadi kepingan kecil-kecil. Tetapi Marcus tidak terpengaruh. Lelaki itu tertawa terbahak-bahak, menertawakan luapan emosi Kyuhyun,

"Hati-hati Kyuhyun." Marcus bergumam di sela tawanya, "Kau tahu kalau kau marah, aku akan menguasai tubuh ini."

.

.

.

"Tuan melukai tangan Tuan begitu dalam." Yesung mencabut hati-hati serpihan kaca di buku jari Kyuhyun, setelah yakin tidak ada kaca lagi, dia membasuh luka Kyuhyun dengan alkohol dan antiseptic lalu membalut luka itu. "Anda tahu, anda harus menahan kemarahan anda."

"Aku tahu. Kalau aku marah atau tidak bisa mengendalikan emosi, aku akan lengah dan Marcus menjadi kuat." Kyuhyun mencoba menggerakkan tangannya yang diperban, lalu mengernyit ketika merasakan sakit, "Kemarin malam aku lengah... dan Marcus melukai Sungmin."

"Anda tidak bisa menyalahkan diri anda. Kehadiran Sungmin membuat tuan Marcus semakin kuat."

"Ya aku tahu. Seharusnya aku menjauhkan Sungmin dari diriku... tapi aku.. aku mencintainya paman." Suara Kyuhyun menjadi tersiksa. "Aku tahu kalau dia berada dekat denganku, dia akan ada dalam bahaya... tetapi aku begitu egois tidak bisa jauh darinya. Apa yang harus kulakukan paman?"

Yesung mengamati tuannya dengan sedih. Dia juga tidak tahu. Tuannya ini telah menanggung penderitaan sejak lama karena kehadiran Marcus yang begitu kejam di dalam dirinya. Tetapi mereka adalah satu kesatuan. Satu tubuh, dua kepribadian yang bertolak belakang. Kyuhyun sangat baik, sayangnya alter egonya... sangat jahat.

Kyuhyun menghela napas panjang, menatap Yesung dengan hati-hati lalu berucap misterius kepada Yesung. "Lakukan apa yang harus kaulakukan pada saatnya nanti paman..."

.

.

.

Jungmo mengamati rumah Sungmin dari dalam mobilnya. Dia sudah tahu bahwa rumah itu kosong dan dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi dia ingin datang hari ini dan mencoba menemukan petunjuk.

Kenapa Sungmin menghilang setelah kematian ibunya di rumah milyuner itu? Apakah Sungmin tahu identitasnya sudah terbongkar sehingga dia bersembunyi dari wartawan? Tetapi bersembunyi di mana? Jungmo sudah mencoba mencari di semua orang yang mungkin berhubungan dengan Sungmin, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada yang tahu di mana perempuan itu berada.

Ketika seorang lelaki tua keluar dari sebuah rumah dekat rumah Sungmin, Jungmo langsung turun dari mobilnya dan menghampiri.

"Annyeonghaseyo Abonim, aku ingin bertamu ke teman di rumah itu. Tetapi rumahnya kosong." Jungmo menunjuk ke arah rumah Sungmin.

Lelaki itu menengok ke rumah Sungmin dan tersenyum, "Maksudmu Sungmin?"

"Ya. Apakah anda mengenalnya?"

"Aku mengenal Sungmin bahkan saat kakek neneknya masih hidup. Dia gadis yang baik, ramah pada orang tua." Lelaki tuaitu tersenyum mengenang Sungmin.

"Anda tahu dia kemana? Tidak ada kabar darinya, dan rumahnya kosong.""Mungkin dia sedang bersama ibunya?"

Jungmo langsung mengejar, berharap kalau lelaki tua itu tahu sesuatu, "Kenapa anda bilang begitu?"

Lelaki tua itu rupanya tidak mengikuti perkembangan berita artis dan hiburan, dan dia sepertinya tidak tahu kalau Soonkyu, artis yang sangat terkenal itu adalah ibu Sungmin. Pria itu mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat, "Terakhir aku bertemu Sungmin saat dia pulang berbelanja dan kata Sungmin dia akan pergi beberapa lama bersama ibunya untuk berkenalan dengan calon ayahnya."

Itu informasi yang sangat membantu. Jungmo merenung setelah lelaki tua itu pergi dan dia kembali ke mobilnya. Tidak ada yang pernah menebak hal itu. Bahwa Sungmin pergi bersama ibunya untuk menginap di rumah milyuner bernama Cho Kyuhyun itu. Kalau hal itu benar-benar terjadi... berarti Sungmin ada di dalam rumah itu ketika kematian ibunya terjadi? Tetapi kenapa tidak ada yang tahu kehadirannya? Bahkan di pemakaman dia tidak muncul. Para wartawan yang sempat berkemah di depan rumah Kyuhyun pun tidak bisa menyadari kehadirannya. Sepertinya ada misteri yang tersembunyi di sini. Apakah Kyuhyun menyembunyikan Sungmin di balik rumah besarnya yang berpagar tinggi?

Jungmo menjalankan mobilnya, dan mengarahkannya ke rumah Kyuhyun dengan penuh tekad. Dia harus bisa mencari tahu apa yang ada di balik pagar yang tinggi itu.

.

.

.

"Astaga... kau terluka." Sungmin menyentuh jemari Kyuhyun yang dibalut perban, "Kenapa?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Luka ini tidak apa-apa, aku mengalami kecelakaan kecil tadi." Tatapannya berubah lembut ketika menelusuri seluruh tubuh Sungmin, "Kau sendiri, bagaimana keadaanmu? Kau tidak apa-apa?"

Bercinta dengan Kyuhyun sangat menguras energi. Pipi Sungmin memerah ketika mengingat itu, dan memang memar-memar dan bekas ciuman di sekujur tubuhnya membuatnya bingung, tetapi Kyuhyun sudah meminta maaf bukan pagi itu?

"Aku baik-baik saja Kyuhyun."

Tatapan Kyuhyun kembali sedih, lelaki itu menyentuhkan jemarinya di pipi Sungmin, mengelusnya lembut, "Aku jadi takut bercinta denganmu lagi, aku takut menyakitimu."

"Apakah kau selalu sekasar itu kalau bercinta?" Sungmin mengernyit. Kyuhyun berkata seolah-olah bercinta dengan kasar itu ada di luar kendalinya.

Pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun tertegun. Lelaki itu menggelengkan kepalanya, "Tidak... bukan begitu.. aku hanya terlalu bergairah, jadi mungkin aku tidak bisa menahan diri." Dikecupnya bibir Sungmin lembut. "Kau harus tahu Sungmin, hal terakhir yang ada di pikiranku adalah menyakitimu."

Sungmin mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada Kyuhyun, "Aku percaya, Kyuhyun.."

.

.

.

Ketika Jungmo sedang mengamati rumah Kyuhyun di sudut yang tak terlihat, jendela kacanya diketuk. Dia menoleh dan mengernyitkan keningnya melihat sosok lelaki tua berpakaian rapi berdiri di sana. Diturunkannya kaca jendelanya.

"Ya? Ada apa?"

Lelaki tua itu tampak serius, dia melirik ke arah rumah mewah milik ChoKyuhyun dan menundukkan tubuhnya supaya jelas melihat Jungmo, "Anda Jungmo wartawan investigasi yang saya tahu punya reputasi bagus. Maaf, saya menyelidiki anda sebelumnya." Yesung menghela napas panjang, "Saya adalah kepala pelayan di rumah Tuan Cho Kyuhyun... saya punya informasi untuk anda. Tetapi sebagai gantinya saya ingin meminta tolong anda melakukan sesuatu."

"Melakukan apa?", Jungmo langsung tertarik ketika mengetahui ada orang dalam yang ingin memberikan informasi.

Yesung melirik ke kanan dan kiri, tampak tak nyaman berdiri di luar mobil Jungmo, "Boleh saya masuk? Tidak aman bagi saya untuk berdiri di sini dan bercakap-cakap dengan anda."

Sejenak Jungmo ragu. Dia menatap Yesung lagi, tetapi kemudian menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah lelaki baik-baik. Dia membuka kunci pintu mobilnya. Bunyi 'klik' terdengar dan Yesung melangkah masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah Jungmo. "Sekarang bagaimana?", tanya Jungmo kemudian.

"Mohon jalankan mobil anda menjauh dari rumah ini. Saya akan menjelaskan semuanya kepada anda di perjalanan."

.

.

.

Yesung tidak menjelaskan semuanya kepada Jungmon, informasi yang diberikannya kepada Jungmo hanyalah kebohongan yang bisa memberikan alasan kepada Jungmo untuk membantunya.

Kyuhyun telah menyuruhnya mencari orang yang dipercaya untuk membawa Sungmin kabur kalau tiba waktunya Marcus menguasai tubuhnya. Dia harus menyelamatkan Sungmin dari Marcus. Tetapi Kyuhyun melarangnya memberitahukan semua rencananya kepadanya. Yesung harus merencanakan semuanya sendiri, dan menjaga jangan sampai Kyuhyun tahu, karena kalau Kyuhyun tahu, Marcus kemungkinan besar juga tahu.

Rencana ini mengancam nyawanya, Yesung tahu itu. Tetapi dia tidak peduli. Anak, menantu, dan cucunya sudah dimintanya pindah jauh ke tempat yang semoga tidak terdeteksi oleh Marcus. Yesung telah memutuskan hubungan dengan mereka. Dia telah mengucapkan selamat tinggal dalam perpisahan yang haru. Toh usianya tidak akan lama lagi, dia sudah tua dan siap mati demi kesetiaannya kepada Kyuhyun.

Sekarang tinggal meyakinkan Jungmo untuk membantunya. "Nona Sungmin terjebak di rumah Tuan Kyuhyun, dia menahannya. Karena Tuan Kyuhyun ingin menjadikan nona Sungmin sebagai pengganti Ibunya." Yesung menyelesaikan kebohongannya, "Saya meminta bantuan anda untuk membantu Nona Sungmin melarikan diri, Karena saya tidak bisa melakukannya, saya sudah terlalu tua dan Tuan Kyuhyun pasti akan bisa melacak saya. Bawa nona Sungmin menjauh dari rumah ini. Dari kota ini kalau perlu. Saya tahu anda mempunyai banyak koneksi yang bisa membantu anda, dan anda bisa pergi kemana saja tanpa ketahuan, karena itulah saya meminta bantuan anda untuk membantu Nona Sungmin kabur ke luar negeri kalau perlu."

Ini akan menjadi berita yang luar biasa bagus. Jungmo menghela napas panjang. Merasa senang, "Kalau aku melakukan itu. Apa yang akan kudapatkan?"

"Anda tidak boleh memuat berita tentang pelarian Sungmin atau obsesi Tuan Kyuhyun untuk membuatnya menjadi pengganti ibunya." Yesung tampak serius, "Kalau anda melakukannya, saya akan menyangkal semua pemberitaan anda, dan Tuan Kyuhyun bisa membuat anda kehilangan kredibilitas dengan menuntut anda atas pencemaran nama baik."

"Lalu aku dapat untung apa?" Jungmo mengernyit, mulai merasa bingung atas kesepakatan ini.

"Anda akan mendapatkan berita ekslusif mengenai siapa ayah kandung Sungmin. Siapa laki-laki yang menghamili Soonkyu di masa mudanya. Berita itu akan menguntungkan anda."

Wah. Itu baru luar biasa. Jungmo tidak bisa menahan diri untuk tidak menyeringai, " Oke deal. Jadi siapa ayah kandung Sungmin?"

Yesung menggelengkan kepalanya. "Seseorang akan mengirimkan semua berkasnya ke kantor anda. Nanti setelah anda berhasil membantu Nona Sungmin. Sebelumnya anda harus membantu Nona Sungmin melarikan diri dulu dan menolongnya ke luar kota, kalau perlu ke luar negeri. Anda bisa meminta bantuan koneksi anda yang banyak." Lelaki itu mengeluarkan amplop cokelat yang besar dan tebal dari dalam jasnya. "Saya tidak bisa menggunakan cek atau rekening bank karena itu akan terlacak, jadi maafkan saya menggunakan uang tunai. Ini uang untuk proses membantu Nona Sungmin melarikan diri. Semoga cukup." Yesung meletakkan amplop itu di dekat perseneling di antara kedua kursi.

Koneksiku memang banyak dan pekerjaan ini tampaknya mudah, dia tinggal meminta bantuan teman-temannya untuk menyembunyikan Sungmin dan kemudian membantunya kabur ke luar negeri, itu gampang. Apalagi amplop cokelat itu tampaknya sangat tebal, uang akan memuluskan sehalanya... Jungmo membatin sambil melirik amplop cokelat itu. Tapi Yesung tampak begitu ketakutan seakan kabur dari Cho Kyuhyun adalah hal yang sangat sulit,

"Apakah Cho Kyuhyun sebegitu hebatnya?" Jungmo bertanya.

Dan Yesung mengangguk tanpa ragu. "Dia sangat hebat. Anda harus sangat berhati-hati. Kalau menginginkan sesuatu dia akan mengejarnya sampai dapat. Saya mohon lindungi Nona Sungmin sampai dia bisa kabur, surat berisi berkas-berkas tentang ayah kandung Nona Sungmin sudah saya siapkan di brankas rahasia di sebuah bank. Orang kepercayaan saya akan mengirimkannya kepada anda segera setelah anda berhasil menyelamatkannya."

Yesung mengisyaratkan Jungmo untuk menepi dan lelaki itu melakukannya, dia meminggirkan mobilnya di tepi trotoar dekat kawasan perdagangan, Yesung tersenyum kepada Jungmo, mengulurkan tangan dan Jungmo menjabatnya, "Terima kasih atas kerjasama anda Jungmo. Nanti kalau ternyata terjadi sesuatu kepada saya sehingga saya tidak bisa bertemu anda lagi, anda tahu betapa saya menghargai bantuan anda."

Lalu lelaki tua itu keluar mobil dan melangkah pergi. Jungmo memandang sampai Yesung menghilang di keramaian. Dahinya mengernyit ketika dia melirik amplop cokelat itu. Diambilnya, dan diintipnya. Semuanya dalam dolar amerika. Dan mengingat banyaknya tumpukan di dalamnya, jumlahnya mungkin ada puluhan ribu dolar...

.

.

.

Kyuhyunmerasakannya. Dia sudah tidak mampu menahannya. Marcus begitu kuat, mendesak untuk menguasai tubuhnya. Kyuhyun sudah sekuat tenaga menahannya. Dia tidak mau Sungmin menghadapi sosoknya yang mengerikan ini. Sosok kejam Marcus. Sungmin pasti akan langsung membencinya.

Jauh di dalam sana Marcus tertawa mengejek. "Kau bodoh karena terperangkap perasaan Kyuhyun, cinta hanya akan memberatimu. Sekarang kau makin lemah karena kau jatuh cinta."

"Diam kau!" Kyuhyun mencoba menghilangkan bisikan-bisikan Marcus di dalam sana. "Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Sungmin."

"Sungmin milikku." Marcus mengucapkannya dengan yakin seakan itu sebuah kebenaran absolut. "Kau tidak akan bisa menyingkirkannya dariku Kyuhyun, apapun rencanamu, aku akan mendapatkannya. Aku tahu kau sedang merencanakan sesuatu dibantu oleh si Tua Yesung, kalian tidak akan berhasil. Sungmin akan menjadi milikku."

"Dia mencintaiku. Bukan dirimu." Kyuhyun menggeram marah.

"Aku tidak membutuhkan cinta dari Sungmin, silahkan. Miliki saja cintanya." Marcus terkekeh, "Aku butuh tubuhnya untuk memuaskanku, aku butuh dia tak berdaya di tanganku, jatuh di bawah kuasaku dan tidak berdaya."

"Kau gila!"

"Itu sudah bukan rahasia Kyuhyun..." Marcus tersenyum kejam. "Kegilaanku, dan hasrat ingin membunuh ini sebenarnya milikmu juga. Apa kau sudah lupa? Kita ini satu. Dan mengingat kita ini satu... apakah Sungmin masih bisa mencintaimu kalau tahu bahwa kitalah yang membunuh seluruh keluarganya? Kakek dan nenek dari pihak oemma nya, kakek dan nenek dari pihak appa nya, dan kedua orang tuanya. Sungmin pasti akan sangat membencimu dan kehilangan cintanya kepadamu seketika kalau dia tahu."

Kyuhyun mengernyit, merasakan kepalanya berdentam-dentam. "Kau yang melakukan semua kejahatan keji itu. Bukan aku, dasar Iblis!"

"Aku melakukannya dengan tanganmu, Kyuhyun. Ingat itu. Kita ini dua yang menjadi satu. Satu yang terdiri dari dua."

Marcus tertawa. Dan saat itulah Kyuhyun merasakan semuanya menjadi gelap. Ia berusaha menggapai dan menahan, tetapi Marcus terlalu kuat dan mendesaknya hingga dia menyerah.

"Sungmin.." Nama itu terucap di bibirnya sebelum kesadarannya hilang….

TBC

.

.

.

Udah panjangkan? Meskipun typos masih bertebaran dimana-mana…

Cha, silahkan tinggalkan ne…

Pay..pay…

Kim Ah Reum