Prev chap

"je t'aime, oh Sehun" bisikan Jongin membuat seluruh darah Sehun bergetar,memupuk semburat malu dipipi Sehun,

"I love you too, Jongin"

Final chap!

Jongin mendekat kearah Sehun, memberi kecapan manis pada bibir pria pucat, mengulum bibir bawah Sehun lembut,

"jongin, stop it, huh" sehun mencebilkan bibirnya, melihat jongin yang sedari tadi tidak dapat lepas dari bibirnya

"oh, come on sehunnie~ let's cuddling" jongin merentangkan tangannya kemudian tersenyum lucu.

"in your fucking dream" Sehun rolling eyes.

"nah, and I want my fucking dream comes true" Jongin berpindah tempat, menjadi di depan Sehun, memerangkap pria kurang pigmen itu,

"but nini, I don't like vanilla"

"eh? Actually, me too" Jongin menaikkan sudut bibirnya, sisi badboynya seakan bangkit memberi akses untuk menjelajah Sehun lebih dalam,

"here. Right now." Mendekatkan organ verbalnya pada kuping Sehun, memberi bisikan memerintah menjilat titik sensitive sehun,

"semi-public sex" Sehun mencengkram lembut pinggang Jongin berbisik sama lirihnya, dengan akhiran dibuah semenggoda mungkin,

"I love my little slut" Jongin mencumbu bibir pink sehu, menyerangnya dengan rasa dominasi yang tinggi, menyudutkan Sehun kepada pagar balkon dan bersamaan menyentuh hampir seluruh tubuh Jongin.

mereka bercumbu, saling mengecap mencoba mendominasi satu sama lain, Jongin mengendong Sehun, menaikkan pria itu keatas pagar balkon, tangannya menggenggam erat pria pucat itu agar tidak terjatuh.

Sehun membuka kakinya lebar mengalungkan kakinya pada pinggang jongin, agar pria tan itu bisa lebih dekat dengannya, ereksi mereka yang mulai terbentuk bisa saling menyentuh.

Pria pucat itu mengerang halus, menimbulkan sensasi panas mereka yang akan terbakar gairah,

"moan for me, Sehunnie" mereka masih saling mendominasi sementara tangan Sehun membuka kemejanya sendiri, melepas kaitan celana jeansnya yang mulai terasa sesak akibat ereksi yang menyiksa, membuat Jongin sedikit kaget dengan sehun.

"feel confiedent tonight, cinnamon?" jongin tersenyum miring

"yes I am, hotlips" menggigit bibirnya perlahan, seorang oh Sehun menggigit bibirnya seduktif, memberi efek membara pada pipi Jongin, shit, oh Sehun.

Jongin benar-benar ingin menerjang Sehun sekarang.

"denude me, sugar" Jongin berbisik, menjilat perpotongan leher Sehun memberi hisapan kecil yang dapat menimbulkan hickey kecil, pria itu mengangguk patuh.

Jongin yang sibuk dengan memperparah hickey Sehun di daerah pundak dan collarbone, dan Sehun yang sibuk melepaskan untaian benang yang melilit tubuh prianya.

"ngh- nini~ don't tease me"

"I'm not, apple" tangan sinful nya bermain pada daerah genital Sehun, membuat genital itu semakin tegang dan tercetak semakin jelas ereksinya.

Sehun turun dari pagar balkon, membuat celana jeansnya sedikit demi sedikit mulai menurun sehingga boxer ketatnya terlihat jelas,

"suck mine" Jongin menundukan pundak Sehun. Pria pucat itu memberi kecupan pada genital Jongin, dan memasukkan seluruhnya,

"arh- yes, sugar" Sehun memandang Jongin dari bawah, memberi tatapan kittennya, mengumam disengaja agar menimbulkan sensasi yang berbeda pada Jongin,

"f-fuck! Your sinful mouth, Sehunn" Jongin meremat rambut Sehun, mendorong kepala pria itu agar semakin memasukkan genitalnya kemudian menariknya, memberi tempo pada gerakan sehun, terkadang cepat dan pelan.

"ah, stop there, baby" Jongin mengontrol apapun yang Sehun lakukan, menyuruhnya berhenti mengulum genitalnya, membantu Sehun berdiri, memutar badan pria pucat itu.

"it's gonna be little bit hurt because I don't use any lube, so—"

"just gimme the deep, hard thrust, nini~h" Sehun mencengkram pegangan balkon,

"be careful, sugar. Anyone may be see us" menempelkan tubuh bagian depannya pada punggung Sehun, memberi bisikan dan jilatan pada kupingnya.

"engh- aah!" Sehun memekik kejut saat Jongin mendorongnya genitalnya dengan kuat, membuat setitik airmata menggenang.

"m-move, nini~"

Jongin memulai dengan gerakan pemula, memberi sedikit biasaan pada manhole Sehun, seirama dengan semakin cepatnya gerakan Jongin, Sehun merasa bahwa penumpukan kenikmatan mulai menggenang di perut bagian bawahnya, memberi sensasi aneh. Pinggulnya menghantam melawan butt Sehun.

"aa-ngh! Jongin harder! Please I beg you!" Sehun melengkungkan badannya, Jongin tersenyum miring, menggerakan semakin cepat pinggulnya, menabrakkan genitalnya pada prostat Sehun.

"ssh- yes, sugar, it's so fucking. Tight."

Sehun tidak dapat menahan rasa nikmat itu, kepalanya bersandar kebelakang ia mengigit bibirnya kuat saat gerakan jongin benar- benar membuatnya melayang penuh,

"spank me, kai-h! more~h" Sehun merasa bahwa di pengelihatannya terdapat banyak bintang yang bersinar, menggertakkan giginya dan menggenggam kuat pagar balkon hingga buku- bukunya memutih saat merasakan orgasme yang sebentar lagi menghantamnya.

Ia merasakan cengkraman Jongin yang mengetat, mengontrol dorongannya dengan ganas dan tak terkendali, hingga rasanya mereka datang bersamaan,

"ngh- kai-h"

"g-great sehunnie-h" jongin memberi final trusht saat dirinya sampai pada puncaknya.

"what a great semi-public sex, nini" Sehun mengatur nafasnya, deru masih tidak teratur, bagian bawahnya mulai sedikit nyeri.

"maybe, kita bisa melakukan di semi-public lain" ia menjawil pipi prianya, memberi kecupan pada punggung berpeluh sehun.

"hmm, but nini~" sehun menolehkan kepalanya kebelakang,

"yes, peanut?" jongin sedikit- demi sedikit melepaskan genitalnya pada manhole sehun, dan membantu sehun berbalik lalu bersanda rpada balkon

"what about next round?" tersenyum miring sebelum perlahan mendorong Jongin masuk kembali kedalam kamar hotel mereka.

.

.

.

"Jongin cepat! Kita hampir telat, nutsack!" Sehun berteriak dari luar kamar mandi, menggedor pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka semenjak 1 jam yang lalu, ia heran, jongin mandi atau mati suri, 'heh?

"kuhitung sampai 5, atau ku dobrak pintu ini!" Sehun berkacak pinggang.

"1"

"2" sehun mulai bersiap- siap menerjang kasar pintu kamar mandi itu,

"5"

Jongin keluar dari kamar mandi dan bersamaan dihantam oleh tubuh sehun yang melayang.

"oh, astaga sehun!" jongin terdorong kembali kekamar mandi, bersama pria pucat yang berada dipelukannya, dan beruntung jongin kuat menahan agar ia tidak terpental jatuh ke lantai marmer kamar mandi.

"sayang, mana ada sehabis 2 langsung 5, dan lagi. Berhenti menggunakan kata nutsack" Jongin menegakkan tubuh sehun untuk berdiri didepannya, kemudian mencubit hidung kacil pria itu.

"hmm, lets go" Sehun acuh dan mendahului Jongin keluar dari kamar mandi hotel, berjalan dengan cepat dan wajah ditekuk.

"sugar, kau yang bilang tidak mau diperlakukan seperti wanita, tapi cara ngambekmu itu persis seperti wanita" Jongin mengambil langkah lebar untuk menyusul Sehun.

"aku tidak ngambek!"

"kalau tidak ngambek lalu kau kenapa?" Jongin tersenyum geli, terkadang Sehun bisa saja sangat manly sampai menonjok hidung Jongin, tapi terkadang sifat femininnya keluar menjadi seperti bukan oh Sehun.

"aku tidak apa-apa"

"ck, wanita" Jongin bersedekap, mereka menunggu kedatangan lift.

"enyah kau" diiringi tonjokan pada bahu Jongin, membuat pria tan itu meringis, see? barusan ia membahas dua kepribadian oh sehunnya.

.

.

Sehun dan Jongin sedang melakukan rekreasi di Disneyland paris, menghabiskan waktu liburan mereka yang tinggal sehari lagi sebelum kembali ke seoul, menikmati berbagai wahana dan bertemu para pemeran disney. Satu note untuk Jongin, bahwa Sehun bisa menjadi sangat feminine jika bersangkutan dengan taman rekreasi. Selama di Disneyland, Sehun tak hentinya meminta Jongin membeli berbagai barang untuk oleh-oleh keluarga, Sehun bahkan memberi baju princess aurora ntah untuk siapa, pria itu banyak meminta hal-hal absurd yang membuat Jongin pusing bagaimana cara memasukkannya kedalam koper dan memiliki tekat untuk bertanya pada ibu Sehun, apakah Sehun pernah melakukan transgender yang membuatnya kadang plin-plan dan sering mengalami pms secara tiba-tiba.

Namun Jongin senang, pasalnya Sehun yang biasanya tidak manis, sekarang manis sekali seperti gulali, bahkan selama di Disneyland Sehun menjadi sangat talkactive, ia menceritakan apapun yang membuat Jongin merasa senang, dan asumsinya bahwa Sehun sudah tidak mencintainya karena selalu menolak lamarannya terhempas begitu saja.

Ah ya, mengenai lamaran untuk Sehun?

Jongin tersenyum misterius, ia tidak sabar memberi kejutan itu, menunggu waktu yang pas saat dimana Sehun pasti tidak akan menolak lamarannya kali ini.

"apa kamu gila, senyum-senyum sendiri" Jongin tersadar dari lamunannya, menoleh ke samping kanannya, dimana Sehun sedang mengigiti sedotan dari botol minum berbentuk mickey mouse.

Ntah, tapi Jongin sedang tidak berselera menanggapi ucapan agak pedas Sehun, ia lebih senang menikmati wajah damai Sehun yang terlihat bahagia hari ini.

Terlihat dari binar matanya yang tidak redup, sangat berkilau.

.

.

Kemudian hari mereka cepat sekali berlalu sampai kini mereka dihingapi kenyatan bahwa mereka sudah berada di bandara internasional untuk melakukan kepulangan ke korea.

Dirinya dan Sehun sedang duduk di lounge airport, menunggu pesawat mereka yang masih 2 jam lagi.

"Jongin"

"hm, sweetheart?"

"kau tidak melakukannya lagi?"

"apanya?" Jongin menatap Sehun heran.

"hmm"

"apanya, sayang?"

"tidak." Dan Sehun terlihat dungu sekarang, ia merutuki mulutnya yang hampir melontarkan pernyataan 'kamu tidak berusaha melamarku lagi?'

Ntahlah, ia merasa bahwa semenjak mereka di paris, Jongin tidak menyinggung masalah menikah, dan itu membuatnya sedikit khawatir, apa jangan-jangan Jongin berubah pikiran?

Sehun senang, ia senang bisa berlibur dengan prianya. Ia senang Jongin memperlakukannya dengan lembut, meski ia sering melakukan tidak sedikit kekerasan kepada Jongin, hanya sedikit, tidak sampai parah.

Hei, tentu saja, perjuangannya untuk mempertahankan Jongin sangat sulit, diawal hubungan mereka yang aneh ini tiba-tiba banyak wanita berdatangan, menganggu hubungan mereka, hell ya, dasar jalang.

.

.

"hun"

"huh?"

"melamun?"

"tidak"

"hei, omong-omong disini sepi" Jongin mengedipkan matanya.

"lalu?"

Dan Jongin menarik Sehun untuk mendekat, membisikkan sesuatu yang membuat Sehun membolakan matanya,

"gila" Sehun masih dengan wajah tidak percayanya,

"I dare you, cinnamon"

"okay" Sehun tersenyum misterius, Jongin meletakkan sebuah jaket pada pahanya, sehun kemudian membenarkan posisi duduknya, lalu menatap jongin dengan ekspresi berbeda, bukan dengan senum misterius yang tadi, melainkan wajah khas mengantuk.

"nini~ I'm sleepy" Sehun memejamkan matanya,

"oh, here, sugar, sleep on my lap" Jongin menepuk pahanya, mengigit bibir menahan gelak tawa yang ingin ia keluarkan, dan ternyata itu alasan sehun mengubah ekspresinya.

Sehun meletakkan kepalanya pada paha Jongin, dan menyusup masuk kedalam jaket tebal Jongin, ia berbalik, menghadapkan kepalanya pada resleting celana Jongin.

Uh, well, apa yang terjadi?

Tanyakan pada dua pria gilaitu.

Sehun mengarahkan tangannya untuk membuka kancing dan resleting celana Jongin, mencari akses penuh pada genital pria tan itu.

Sementara Jongin hanya bersandar sok cool memegang ponselnya, bermain ntah apa yang sebenernya ia tidak fokuskan.

Fokusnya kini pada Sehun yang sedang menurunkan resleting dan membuka kancing boxernya.

Menguntungkan bagi mereka yang berposisi agak di pojok, 2 row didepan hanya ada sepasang wanita dan pria yang sedang berbincang, lalu 5 bangku dari dirinya beberapa pria sedang bermain ponsel dan berbincang, dan beberapa orang yang tersebar disekitar mereka, termasuk seorang nenek yang duduk di 3 kursi serong dari mereka, merajut.

Sehun berhasil melepas kancing celana Jongin, mengeluarkan genital yang belum sepenuhnya menegang, diatas sana Jongin sedang menahan diri untuk tidak menyuruh Sehun memasukkan genitalnya pada mulut Sehun.

Ia merasakannya, Sehun melakukan gerakan licking pada genitalnya, kemudian memberi kissbite lalu memasukkan kedalam mulut Sehun, ia merasakan urat genitalnya yang menegang.

Here we go.

Sehun berfokus pada genital Jongin, berusaha semaksimal mungkin tidak memicu sesuatu yang membuat orang lain penasaran apa yang dilakukannya dibawah jaket Jongin, ntah itu gerakan yang terlalu menonjol atau sebuah dehaman besar yang dapat menarik perhatian orang lain.

Astaga siapa yang mengira pria pucat itu bukannya tidur tapi malah memberi blowjob pada kekasihnya.

Jongin terus menekan kepala Sehun agar tidak melepas kulumannya, dan Sehun merutuki Jongin yang seenaknya menekan kepalanya, karena ia beberapa kali tersedak dan harus menahan suaranya.

Dilihat dari jauh mereka terlihat seperti pasangan gay biasa, yang lebih feminism terlihat lelah dan akhirnya tertidur di pangkuan yang lebih manly, lalu yang manly menutupi kepala kekasihnya dengan sebuah jaket, agar kekasihnya tidak mendengar suara bising atau cahaya lampu yang silau. Jongin juga terlihat seperti kekasih yang baik karena mengelus menenangkan sehun yang 'sepertinya' sedang sangat lelap tertidur.

Dan yang terjadi sungguh diluar dari pemikiran orang-orang.

Jongin memang mengelus kepala Sehun malah sebenarnya menekan kepala Sehun, membuat Sehun hampir tersedak, ia mengisyaratkan untuk mempercepat kulumannya,

"hh- I'm close" Jongin bergumam, mendapat cubitan pada pinggangnya oleh Sehun, Jongin segera melirik ke sekitarnya kemudian terkekeh pelan dan kembali 'fokus' pada ponselnya.

"great sehun, I'm close" dan lagi sehun mencubit pinggal jongin untuk kedua kalinya, jongin yang sadar pun akhirnya melihat kembali kesekitarnya dan mendapati seorang nenek yang duduk disana sedang memperhatikan mereka, lalu kembali marajut setelah matanya bertemu pandang dengan Jongin.

Dan Jongin memejam, menikmati keluarnya sperm kedalam mulut Sehun.

Pria pucat itu langsung membereskan semua, mengancing kembali boxer dan merapikan celana Jongin, berdiam sebentar lalu bangkit,

"kau berhutang padaku" Sehun berbisik ditelinga Jongin.

Pria tan itu hanya tersenyum, dan melirik kembali nenek yang duduk disana, Nampak tidak mengetahui apa yang mereka perbuat.

.

.

Sehun sedang menutup matanya menggunakan penutup mata, baru saja ingin memejamkan matanya saat pesawat sudah 4 jam mengudara,

"hey sehunnie"

"hmm" sehun hanya membalas gumaman rendah.

"aku ingin membayar hutangku" Jongin berbisik, Sehun segera menaikan penutup matanya.

"aku lelah, nanti saja, nini" Jongin tertawa, mengecup puncak kepala Sehun, dan kembali tenggelam dalam alunan music yang mengantarkannya beristirahat.

.

.

Sesampainya di incheon airport wajah sehun sangat tidak enak, dan jongin seperti bingun apa yang harus ia lakukan. Pasalnya saat dipesawat sehun sudah berpesan untuk membelikannya parfum yang dijual pada airlines tersebut, namun jongin lupa dan membiarkan hal itu, sehingga sehun ngambek padanya.

.

.

.

Jongin dan Sehun baru saja sampai di apartemen Jongin, membawa koper-koper mereka yang 'beranak' karena Sehun yang meminta ini-itu selama disana.

Dan juga jongin sedikit kewalahan karena sehun yang masih ngambek dengannya.

"ya tuhan, aku minta maaf sehun" jongin meletakkan kopernya kemudian membujuk sehun yang sudah duduk di sofa apartemen jongin.

"baiklah sebagai permintaan maafku—" jongin berdiri, mengajak sehun untuk berdiri sejenak.

"I've been searching for the best timing to say this, but you always reject me over and over again, so this is the last time—" sehun mengerutkan alisnya,

"i just want to say—" jongin menarik sehun menuju balkon apartemen mereka, kemudian menyuruh pria pucat itu melihat kebawah,

"will you marry me?" dan sehun benar- benar tersanjung oleh apa yang jongin perbuat, dibawah sana, orang tuanya, sepupunya, orang tua jongin dan kerabat dekat jongin mereka memegang sebuat hardcard alphabet bertuliskan 'please say yes to him'

Ia menutup mulutnya kagum.

"i-I—" kemudian ada suara gaduh dari pintu apartemen mereka, dan krystal datang dengan sebuah balon besar berbentuk cincin.

"oh sehun please say yes!" merusak keadaan romantic yang benar- benar sudah tertata.

"krystal jung! You're a dead meat" jongin menarik nafasnya, lalu sehun terkekeh pelan,

"kim jongin,I never meant to reject you over and over, I just want you to try harder, and what I want to say is, yes I do" dan jongin ingin melompat dari ats sana sekarang juga, karena seperti kembang api yang meledak, dirinya sangat bahagia, sampai ia berlari kepada sehun, memeluk erat pria itu.

"thank you, thank you, thank you" mengucapkan beribu kata 'thank you' yang membuat sehun ingin menangis, bahkan di seberang sana, krystal sudah tak dapat membendung air matanya.

FIN.

i just renew this last chapter just because i dont feel satisfy with the last one, i hope this is better, lol.

terima kasih bagi pembaca verbal makeout, see you in other fanfiction!

XX

xx