Waktu menunjukan pukul 7 malam, Wonwoo dan Mingyu masih asik dengan lagu yang mereka putar di dalam mobil. Setelah rapat mereka tentang rencana pernikahan mereka, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Seoul.

"Gyu, aku benar benar mulai mengingat detik demi detik tentang kita dulu, sejak membuka album foto."

"Hahaha oh ya? Huff coba saja ingatan ku bisa kembali."

"Tidak apa. Oh ya, soal Tzuyu. Aku baru tau kalian berteman lama. Apa Tzuyu juga mengenal ku?"

Mingyu sedikit melirik kearah Wonwoo lalu berpikir sedikit.

"Entahlah hyung, harus nya sih kalian saling kenal. Tapi diantara semua foto kecil ku kalian tidak pernah satu frame."

"Apa mungkin kalian tidak saling kenal?"

Wonwoo menatap Mingyu bingung.

"Sejauh ini, aku sama sekali tidak mengingat dia. Hanya kau dan Jungkook saja."

Mingyu menarik pundak Wonwoo lalu mengecup lembut kepala Wonwoo.

"Tidak usah di pikirkan ok?"

Wonwoo mengembangkan senyum nya lalu mengangguk semangat.

Pagi yang cerah. Mingyu masih terlalu malas untuk datang ke rumah sakit. Hari ini dia di gantikan oleh salah satu anak magang kepercayaan nya. Ia bemar benar ingin bermanja manja dengan kasur nya. Dan tentu saja dengan Wonwoo nya.

"Tidak ke Rumah Sakit?"

"Malas, aku mau tidur lagi. Sini." Mingyu menepuk lahan kosong di sebelah nya.

"Kenapa baru bilang?? Aku kan tidak mandi kalau tau begitu."

Wonwoo berjalan malas kearah kasur dan berbaring tepat di sebelah Mingyu. Melihat mangsanya yang sudah terbaring nyaman Mingyu mulai menghujamin Wonwoo dengan kecupan kecupan gemas.

"Astaga Mingyu! Sikat gigi dulu. Dasar jorok."

Berlawanan dengan kata kata nya, Wonwoo justru memeluk Mingyu erat dan menenggelamkan wajah nya pada dada bidang Mingyu.

"Hyung."

"Eung?"

"Aku terus teringat soal kata kata eomma."

"Tentang?"

"Kecelakaan kita, ada yang merencanakan. Dan aku rasa juga soal mobil itu, yang menabrak kita. Aku seperti mengingat sesuatu, tapi samar.

"Sudahlah Gyu. Jangan di paksakan oke? Ingatan mu tidak akan kembali, ingat? Jangan terlalu memaksakan diri."

Tangan Wonwoo beralih mengelus pipi Mingyu, senyum tipis nya mengembang begitu pula dengan Mingyu. Tapi ada yang sebenar nya sempat mengganggu Wonwoo.

Perasaan ku tidak enak.

Wonwoo buka tipikal orang yang cemburuan, jadi walaupun Mingyi dekat dengan banyak wanita wanita cantik itu tidak menjadi masalah buat Wonwoo.

Tapi Mingyu berbeda. Tipikal pria dewasa yang cemburuan apa lagi saat melihat Jisoo dan Wonwoo nya tengah berjabat tangan. Jisoo meminta maaf atas kelakuan nya pada Wonwoo beberapa bulan lalu. Jisoo juga kembali menawarkan Wonwoo bekerja, tentu saja Wonwoo dengan senang hati menerima toh ia akan di temani oleh Jihoon di kantor. Itu pasti sangat menyenang kan.

"Aku kan sudah bilang tidak perlu bekerja."

Mingyu membuka obrolan dengan nada dingin nya saat mereka memasukin jalanan dengan mobil Mingyu.

"Ayolah Gyu. Aku dengan Jihoon kok, tidak usah khawatir ok? Semua akan baik baik saja."

Mingyu menghela napas pelan lalu mengangguk.

"Baiklah sayang. Tapi janji kau harus jaga diri ok?"

Wonwoo mengangguk semangat.

"Memang nya mau kerja kantoran lagi untuk apa hm?"

"Aku ingin punya mobil, sama seperti mu dan hmm aku juga mau memelihara kucing dan juga mau mengajak mu jalan jalan. Aku juga mau beli daging yang enak. Kau kan suka daging."

Wonwoo berbicara dengan riang membuat Mingyu tidak tega untuk melarang Wonwoo lagi dan hanya mencoba mengikhlaskan sang kekasih kembali berkeliaran di lingkungan Jisoo.

"Baiklah sayang."

Seperti biasanya pagi ini Wonwoo masih asik bergulung dengan selimut nya. Wonwoo benar benar malas hari ini, tapi hari ini ia harus pamit pada Tzuyu dan Sujeong karena akan jarang datang ke Rumah Sakit mulai besok.

Mingyu baru saja keluar dari kamar mandi, ia sudah rapih. Kali ini Wonwoo yang dengan malas bangun dan berjalan ke arah Mingyu, mengecup bibir Mingyu lalu melewati sang kekasih untuk mandi.

Setelah setengah jam perjalanan, Wonwoo segera masuk ke dalam Rumah sakit. Tangan nya menggangdeng erat tangan Mingyu. hari ini adalah hari terakhir nya disini.

Tidak juga sih

Tapi setelah nya ia akan jarang bertemu dengan Mingyu lagi karena jadwal kerja mereka. Wonwoo memasuki ruangan Mingyu bersama pemilik nya. Ia berhenti dan menatap Mingyu yang juga tengah berdiri dan menatap nya.

"Aku akan merindukan mu."

Wonwoo menghambur ke pelukan Mingyu dan tanpa pikir 2 kali Mingyu langsung membalas pelukan Wonwoo dengan erat.

"Aku juga sayang. Aku pasti akan sangat merindukan mu."

Wonwoo mendongak lalu tersenyum.

"Malam nya kita akan melepas rindu kan?"

"Tentu saja, sayang. Aku pasti akan langsung memeluk mu erat."

"Senang nya!! Oh ya nanti siang aku ingin mengajak Tzuyu dan Sujeong makan siang."

Mingyu mengagguk. "Apapun untuk mu."

Tuk tuk tuk

"Mingyu, Wonwoo oppa apa aku boleh masuk?"

Mata sipit Wonwoo berbinar. "Masuk lah Tzu!!!" Riang Wonwoo, namun detik berikutnya raut wajah Wonwoo berubah.

"Ada apa, Tzu?"

Wonwoo menuntun Tzuyu untuk duduk di sofa ruangan Mingyu, Mingyu segera duduk di sebelah Wonwoo.

"Mingyu, aku rasa hanya kau yang bisa membantu ku."

"Ya?"

"Aku ingin menjadi pasien mu. Apa bisa?"

Tzuyu dan Sujeong sudah duduk dengan nyaman di kantin tempat biasa mereka makan, tak lama Wonwoo datang dengan 3 mangkuk jajangmyeon dan 3 porsi pangsit di belakang Wonwoo ada penjual yang membantu Wonwoo membawa 3 jus jeruk, satu cup kopi dan sandwich ukuran besar untuk Mingyu.

"Selamat makan!"

"Wonwoo oppa. Yakin akan bekerja?"

Wonwoo hanya mengangguk semangat karena asik dengan jajangmyeon nya.

"Oppa, memang untuk apa sih bekerja? Mingyu kan sudah banyak uang."

Sujeong hanya terkikik mendengar pertanyaan teman dekat nya.

"Aku ingin menghasilkan uang juga. Bagaimana pun juga aku tidak ingin terlalu bergantung pada Mingyu."

Tzuyu dan Sujeong hanya mengangguk paham.

"Oppa akan sering sering kesini kan?"

Tanya Tzuyu penuh harap. Namun yang di dapat malah gelengan lesu.

"Aku punya jam kerja yang sama demgan Mingyu, untuk berkunjung kesini pasti sulit."

"Ah pasti akan sepi."

Wonwoo hanya terkikik mendengar keluhan teman teman nya.

Tapi entah apa yang membuat perasaan aneh itu muncul. Ia gelisah lagi.

Malam hari adalah waktu favorite Wonwoo, ia bisa bermanja manja dengan Mingyu seperti saat ini.

"Mulai minggu depan Eomma akan tinggal di dekat sini."

Wonwoo menatap Mingyu heran.

"Benarkah? Apa ini soal pernikahan kita?"

Mingyu mengangguk lalu mengecup lama bibir Wonwoo.

"Aku semakin tidak sabar. Kau senang kan Eomma di sini?"

Wonwoo mengangguk semangat.

"Aku harap Eomma bisa tinggal disini."

Wonwoo mengerucutkan bibir nya, Mingyu yang melihat tingkah manis kekasih nya hanya bisa mencubit gemas pipi Wonwoo.

"Kita akan di ganggu Eomma kalau begitu."

Seorang polisi datang dan mempersilahkan seorang wanita dengan masker yang menutupi sebagian wajah nya duduk tepat di depan Junhui.

"Rencana mu tidak akan berhasil."

"Oh ya?"

"Aku sudah kirim hasil test nya kemarin kan? Lagi pula keluarga nya sudah konfirmasi."

"Aku tau. Papa juga bilang begitu."

"Bagus. Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Kau masih ingin merebut Wonwoo dari Mingyu?"

Junhui hanya tersenyum pahit lalu menggeleng.

"Tapi sayang nya aku butuh bantuan mu."

"Tidak"

"Tanpa menyentuh Wonwoo atau Mingyu."

"Lalu siapa korban nya?"

"Aku."

TBC

akkkkk ini dah lama banget TT maafkeunnn

Ga akan panjang panjang kawan kawann untuk chapter ini karena yaa udah mau masuk konflik..

Semoga kalian suka

Jangan lupa Review nya!! Tunggu next nya yaa