Disclaimer:

Togashi-sensei

Title:

Me + You = Family (?)

Pairing:

Kuroro X fem Kurapika pastinya

Warning:

OOC, gaje, T

Author note #1: akhirnya selesai juga update chapi ni... sebelumnya maaf klo mkin banyak typos bertebaran di mana-mana, jujur saja qiesa ga punya bnyak wktu bwt edit ni, jdi hrap mklum ya...


Chapter 11 Hilang X Tetangga X Penasaran

Preview:

"Al takut tidur sendiri"

"eh? Di sana kan ada adik Ares"

"Ares ga ada" jawabnya polos.

"eh? Ga ada?" Kurapika kaget. Ia langsung terperanjat. Kuroro segera menahan tubuh Al yang hampir jatuh dari pangkuan Kurapika karena gerakannya yang tiba-tiba. "ares pergi kemana? Bukankah tadi dia di tidurkan di kamar itu juga kan?" Kurapika mulai panik.

"kita cari dia"

.

.

.

Mereka segera bangkit dan berjalan ke arah kamar anak-anak, Al mengikuti langkah mereka dari belakang. Kurapika yang pertama masuk ke dalam kamar, di lihat keadaan sekeliling, ia mendekati boks bayi yang terbuat dari kayu, di tengok ke dalamnya. Kosong.

"Ares benar-benar tidak ada" ucap Kurapika kemudian. Kuroro melihat sekitar kamar, ia mendekati wardrobe yang menyatu dengan dinding kamar dan membukanya, mencoba untuk mencari sosok bayi kecilnya itu, tapi Ares tidak ada di sana. Mereka sibuk mencari keliling kamar, dan lagi-lagi Ares tidak ada di mana pun, mereka sampai mencari di kolong tempat tidur dan meja kecil.

"dia di mana? Kita sudah mencari ke setiap bagian ruangan, tapi dia tetap tidak ada" Kurapika tampak frustasi, ia tetap melihat sekitar kamar, mencoba untuk mencari Ares, ia mendekati gordyn kamar, berharap Ares ada di sana, dan kekecewaan yang ia dapatkan. "huft... tidak ada juga" gadis itu berjongkok, frustasi. Ia tak tahu lagi harus mencari Ares ke mana. Kuroro diam, berpikir. Al melihat mereka, bingung, dan berjalan mendekati mereka. tiba-tiba terdengar tawa Ares samar.

"eh? Apa kau dengar itu?" Kurapika melihat ke arah Kuroro, dia bangkit, dan mencoba mempertajam pendengarannya, Kuroro pun melakukan hal yang sama. Mereka mencoba mendengar baik-baik keadaan sekitar.

"ga!.. da... da..." terdengar lagi suara Ares, kali ini lebih keras.

"kamar utama!" kata mereka bersamaan. Segera mereka berlari menuju kamar utama, kali ini Kuroro yang menerobos pintu lebih dulu.

"da!... dadada!" Ares melihat Kuroro, ia melemparkan senyum riangnya.

"Ares..." Kurapika melihat sosok bayi tersenyum lega, segera ia naik ke atas tempat tidur dimana Ares berada, segera di peluknya tubuh bayi itu. "ternyata selama ini kau di sini... mama takut kau kenapa-kenapa, sayang" Kurapika menghujani bayi itu dengan ciumannya. Lagi-lagi Ares tersenyum riang.

"kau masih kecil, tapi bisa membuat kami secemas ini" Kuroro berjalan mendekat sambil menggendong Al, di sentuhnya hidung bayi kecilnya. Ares mendorong tangan Kuroro. "hey... kau tak suka?" Kuroro beralih mencubit pipinya.

"papa... Ares jangan di cubit... ga boleh" Al melihat Kuroro, bergaya seakan memarahi Kuroro.

"kau memarahiku? Berani juga ya..." Kuroro melihat ke arah sulungnya itu, ia naik ke tempat tidur, membaringkan Al di sana, kemudian meniup perut Al sambil menggelitiknya pelan.

"ahahaha! Papa geli... papa" Al tertawa geli, badannya terus bergerak, berusaha untuk lepas dari rangkulan Kuroro. Kurapika tertawa pelan melihat mereka, Ares yang juga melihat mereka menggerak-gerakan tangannya ke depan, berusaha untuk menggapai mereka.

"Ares juga mau ke sana?" Kurapika melihat gerakan Ares, ia mendekatkan tubuh mungil Ares ke mereka. Ares memegang ujung baju Kuroro.

"eh? Kau mau ikut bermain?" Kuroro melihat ke arah Ares, ia duduk bersila kemudian memangku Ares.

"mama... Al mau pipis" al duduk, tangannya terus memegang celananya.

"eh? Pasti karena Al tadi terlalu banyak minum dan tertawa... ayo sini sama mama" Kurapika segera menggendong al dan berlari ke kamar mandi, sedangkan Kuroro masih asik bermain dengan Ares di atas tempat tidur. Tak lama Kurapika keluar menggadeng al, bajunya dan al basah.

"kau main air?" Kuroro melihat mereka.

"anakmu... dia memainkan air di shower... hasilnya kami kuyup seperti ini" Kurapika berjalan mendekat.

"Al main air!" Al tertawa riang.

"dasar... cepat ganti baju sana... nanti kalian sakit" Kuroro mengusap rambut Al sekilas, ia membiarkan Ares memainkan ujung bajunya.

"aku memang mau mengganti bajunya... aku titip Ares sebentar ya" Kurapika menggendong Al.

"yah... dia masih asik main ko"

Kurapika jalan keluar kamar utama dan berjalan ke kamar anak-anak. Ia mendudukan Al di atas tempat tidur kecilnya kemudian membuka bajunya, ia berjalan ke arah lemari dan mencari baju tidur Al di sana. Al sendiri asik dengan boneka jerapahnya.

"mama... bonekanya di kasih baju juga?"

"mama ga beli baju buat bonekanya... Al aja yang ganti baju ya"

"mama juga ganti... basah" al lihat baju dan rambut Kurapika.

"nanti... ganti baju dulu ya sayang" gadis itu menggantikan bajunya. "sudah... Al sekarang tidur lagi ya..."

"ga mau... papa..." al segera melompat turun dari tempat tidur dan berlari kembali ke kamar utama.

"eh? Jangan lari-lari" gadis itu menggeleng perlahan. "aku bingung apa yang membuat kedua anak itu benar-benar suka dengan pria menyebalka itu?" gumam Kurapika pelan. Ia berjalan keluar kamar dan mendekati ruang keluarga, ia mengambil tasnya yang berada di sofa dan kembali ke kamar anak-anak. "untung masih ada baju yang ku taruh di tas ku" ia mengambil sebuah t-shirt berwarna biru langit dan celana putih panjang. Setelah merapikan baju dan merapikan sedikit rambutnya ia kembali keluar kamar dan melangkah ke kamar utama lagi. Dari luar ia bisa mendengar suara Al yang menanyakan banyak hal kepada Kuroro, sedangkan pria bermata onyx itu hanya menjawab seperlunya dan sangat terjelas ia sedikit kewalahan dengan banyaknya pertanyaan yang di lontarkan Al, bisa Kurapika bayangkan bagaimana ekspresi kewalahan yang di tampilkan Kuroro, gadis itu tertawa pelan.

"hey... mau sampai kapan kau akan diam di luar kamar seperti itu?" terdengar suara bariton dari dalam kamar.

"eh?" gadis itu segera berhenti tertawa.

"segera masuk dan bantu aku menjawab pertanyaan anakmu ini"

"kau butuh bantuan ku juga?" ledek Kurapika, ia membuka pintu kamar perlahan dan melangkah ke dalam kamar.

"mama!" sapa Al.

"da!" Ares ikut bicara.

"hey sayang" dia tersenyum ke arah mereka.

"anak mu ini semakin bawel setiap jamnya... aku tak tahu harus jawab apa lagi"

"bukankah kau orang yag sangat pintar?" Kurapika kini duduk di ujung tempat tidur.

"aku memang cukup pintar, tapi tidak untuk hal seperti ini"

"kau payah menghadapi anak-anak, danchou" ledek Kurapika lagi.

"kalau begitu kau saja yang hadapi semua pertanyaannya"

"dia lebih suka denganmu... Ares jug, ya kan sayang?" Kurapika megusap tangan mungil Ares. Bayi kecil itu segera memegang jari Kurapika dan menggoyang-goyangkannya, memintanya untuk bermain. "kau mau main sayang? Ini sudah larut... kau dan kakak mu harus bobo sayang" Kurapika mengelus tangannya kembali. "Al tidur ya"

"ga mau... Al mau main"

"ini sudah malam"

"ga mau" anak itu keras kepala.

"kalau Al ga tidur, kita ga jadi beli es krim dan kue besok"

"jangan papa... Al mau" ia melihat ke arah Kuroro memelas.

"kalau begitu tidur" perintah Kuroro.

"Al mau bobo sama mama papa... sama adik Ares juga" ucapnya polos.

"eh? Ga mau" Kurapika segera menolak.

"kenapa? Al mau"

"bobo sama mama dan adik Ares aja ya" bujuk Kurapika.

"ga mau... sama papa juga"

"kalau begitu sama papa dan adik Ares aj ya"

"ga mau... sama mama juga"

"Al..."

"mau bobo sama mama papa!" anak itu segera menggulingkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan mulai rewel, ia berguling-guling sambil teriak-teriak meminta hal yang sama.

"sstt... Al... jangan kaya gini" Kurapika melihat Al, mencoba menenangkan. "kau juga bantu aku" gadis itu melihat Kuroro.

"butuh bantuan ku juga?" ledek Kuroro yang hanya di balas tatapan sebal dari Kurapika. "mengalah lah sedikit dengan anak mu... dia hanya mau kita tidur bersama, apa sulitnya?"

"sulit bila kalau yang tidur bersama ku adalah pria menyebalkan seperti mu" celetuk Kurapika.

"apa yang harus kau takutkan? Aku tak tertarik denganmu... aku bahkan kasihan pada anakmu nanti" ucap Kuroro santai.

"apa maksudmu?" tanya gadis itu, Kuroro hanya diam, ia melihat ke arah Kurapika dengan tatapan intens, memperhatikan setiap inchi tubuhnya. "apa maksud tatapan mu itu?" Kurapika mulai merasa tak nyaman dengan tatapan Kuroro, ia mulai menutupi tubuh bagian depannya dan pria itu hanya tersenyum samar. "dan apa maksud senyuman mu itu? kau meledek ku? dasar mesum" Kurapika melemparkan bantal ke arah pria itu dan tanpa di sengaja bantal itu mengenai Ares yang berada di pangkuan Kuroro.

"eh?" mereka kaget dan tak lama Ares menangis.

"salahmu" tuduh Kuroro langsung.

"ya salah ku" Kurapika segera menggendong Ares dan menenangkannya. Setelah beberapa menit menenangkan Ares, mereka sudah cukup lelah. Kurapika dan Kuroro di atas tempat tidur kini, dengan Al dan Ares yang berada di antara mereka. Kurapika mengelus rambut Ares yang tidur di sebelahnya, Al memeluk bonekanya sambil menghisap jempol dan bersiap tidur. Kuroro berbaring di sebelahnya sambil menopang kepala dengan salah satu tangannya, ia memainkan rambut hitam Al, membuat anak itu semakin terbuai dalam gerbang tidurnya.

"mama... bobo... papa... bobo..." ucapnya lagi di ujung kantuknya.

"ya" jawab kedua orang itu.

"hhmmm..." igaunya kemudian, ia kini telah berada dalam dunia tidurnya, menyusul Ares yang telah terlebih dulu ke dunia mimpi.

"kau juga tidurlah" ucap Kuroro kemudian.

"nanti saja" Kurapika menyelimuti anak-anak itu.

"tidurlah... besok akan jadi hari yang melelahkan, masih banyak yang harus kita lakukan untuk anak-anak ini... dan juga kau besok harus menjalani beberapa hukuman dariku"

"nanti saja... eh? Hukuman apa? Bukan kah tadi kau sudah menghukum ku?"

"kau pikir itu cukup? Kesalahan mu tadi itu cukup fatal nona... jadi aku masih akan menghukum mu... jadi bersiaplah"

"terserahlah... tapi aku belum mau tidur sekarang"

"kenapa? Kau takut dengan ku?" tebak Kuroro. "tenang... aku tak tertarik dengan mu... kau belum matang" ucap Kuroro kemudian.

"kau!" pekik Kurapika kemudian.

"ssst... nanti anak-anak bangun lagi" Kuroro menaruh ujung jarinya di bibir Kurapika. Gadis itu langsung diam. "sekarang tidurlah... temani anak-anak... itu tugas pertama mu sebagai seorang 'mama', jadi lebih baik lakukan tugas mu dengan baik"

"baiklah" Kurapika mengalah. Jujur saja ia pun sudah sangat lelah dengan semua kegiatannya hari ini. Ia membaringkan tubuhnya dan segera bersembunyi di bawah selimut. Ia memejamkan mata dan membiarkan dirinya terbuai dalam mimpi yang mulai datang, tak lama ia pun terbuai dalam alam mimpi.

"istirahatlah karena besok akan jadi hari yang sangat panjang untuk mu nona... jadi bersiaplah" gumam Kuroro pelan. Ia meredupkan lampu kamar dan berjalan pelan keluar kamar, ia duduk di ruang keluarga. Mata onyxnya menangkap dua carik kertas yang di taruh di atas meja kecil, di ambilnya salah satu.

"Kurapika... kami akan datang lagi besok... masih banyak yang harus kita bicarakan besok... sampai jumpa besok... jangan tidur terlalu malam" itu adalah pesan dari leorio untuk 'istri' tercintanya.

"perhatian sekali" gumam Kuroro. Ia mengambil secarik kertas lain.

"danchou... kami akan datang lagi besok... mungkin hanya aku dan paku yang akan datang... kami akan mengurus beberapa hal lain... danchou tenang saja dan silakan urus 'istri' danchou... salam" kali ini pesan dari Shalnark.

"huh... dasar... aku akan mengurus itu nanti..." Kuroro merebahkan kepalanya ke punggung sofa putih. Memejamkan mata, mencoba untuk menikmati setiap ketenangan dan kedamaian yang berada di sekitar sampai akhirnya ia di jemput dunia mimpi.

.

.

.

Mentari pagi menyeruak dalam setiap sela-sela gordyn kamar apartemen 507. Sinar mentari yang membawa kehangatan. Jam di meja masih menundukan pukul 07:00 pagi. Beberapa sosok di atas tempat tidur masih terbuai dalam tidur nyenyak mereka. Tiba-tiba ada pergerakan kecil di bawah selimut. Sebuah tangan mungil nan putih menyentuh hidung sosok gadis pirang yang masih tertidur tenang di sebelahnya, tangan mungil itu menekan hidung gadis pirang itu, sang gadis pirang tampak tak tergubris, ia hanya bergerak sedikit. Tangan mungil itu kini memegang surai pirang sang gadis, berusaha untuk mengganggunya dalam tidur, di tarik-tariknya pelan surai pirang itu, semakin lama semakin keras sampai gadis itu terbangun.

"hmmm..." gadis itu membuka mata perlahan, memperlihatkan saphire indah yang terlihat dari mata kucingnya.

"ohayou" sapa suara bariton dari sebrangnya.

"hmm" gadis itu mengkucek-kucek matanya perlahan, mencoba untuk mengumpulkan setiap kesadarannya. Ia menutup matanya dengan salah satu tangannya dan mengatur nafas. Di rasakannya kembali tangan mungil itu menyentuh pipinya, di alihkannya pandangannya ke arah tangan mungil itu berasal dan menemukan bayi kecilnya telah bangun.

"kau sudah bangun sayang?" Kurapika mencium pucuk kepala bayi imut itu.

"tak ada ciuman selamat pagi untukku juga?" tanya suara bariton itu lagi.

"jangan mimpi" ucap sang gadis santai.

"jangan sinis begitu dengan suamimu, sayang"

"kau sakit ya?"

"tidak... aku hanya ingin kau terbiasa dengan panggilan itu... mulai hari ini kita mulai drama kita"

"terserah... aku mau mandi" gadis itu turun tempat tidur.

"ok... mau ku temani?" saran Kuroro santai.

"tidak... terima kasih"

Kuroro hanya melihat gadis itu santai. Kurapika mengambil handuk dan berjalan masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamar utama. Gadis itu membuka bajunya satu persatu kemudian menyalakan shower dan membiarkan tubuhnya bermandikan pulir air, berusaha untuk menyegarkan tubuhnya. Ia segera membersihkan tubuhnya dan segera menyelesaikan acara mandinya. Setelah selesai, ia kembali ke kamar, handuk kecil di taruh di atas kepalanya, menutupi surai pirangnya yang setengah basah. Ia melewati sosok Kuroro yang tengah memangku Ares.

"biar aku yang memandikan Ares" Kuroro melihat Kurapika.

"kau yakin bisa?"

"apa sulitnya? Nanti kau yang mandikan Al"

"jangan... bayi umur segitu masih harus di pegang punggungnya, biar kubantu"

"hm... baiklah kalau begitu... ayo" Kuroro bangkit dari duduknya dan menggendong Ares ke kamar mandi.

"aku ambil handuknya dulu, kau duluan saja" Kurapika berlari ke kamar anak-anak.

"hmm" hanya itu jawaban pria itu sebelum ia menghilang di balik pintu.

Kuroro di dalam kamar mandi, dia mendekati wastafel dan mendudukan Ares di dalamnya, ia menahan punggung Ares dengan satu tangan dan mencoba untuk membuka baju Ares dengan tangan lainnya. Kurapika masuk kamar mandi.

"kenapa kau taruh dia di wastafel?"

"dia cukup di sini" jawab Kuroro santai.

"baka... kita mandikan dia di bathtub" gadis itu segera menyalakan air bathtub dan mencoba mengatur sushu bathtub agar pas untuk kulit Ares. Sementara Kuroro kembali membuka baju Ares. Setelah ia rasa pas, ia menyuruh Kuroro untuk memasukan Ares ke dalam sana. Ares segera menendang-nendang air saat ia merasakan air di kulitnya. Kuroro mendudukannya di dasar bathtub dan kembali menahan punggung bayi itu dengan satu tangan, dan Kurapika mulai memandikan Ares. Berkali-kali Ares berusaha untuk mengambil sabun yang tengah di pakai Kurapika, kemudian ia kembali menendang-nendang air, hingga menciptkan cipratan-cipratan kecil yang mengenai Kurapika dan Kuroro. Tangan Kuroro yang kosong di gunakan untuk bermain dengan Ares, sesekali ia mencipratkan air ke arah badan Ares, melihat ada cipratan air yang mengenai tubuhya membuat Ares tertawa riang. Kurapika menyelesaikan acara mandi ini dengan menyiram punggung Ares untuk terakhir kalinya. Kemudian Kuroro mengangkat bayi itu dan Kurapika segera membungkusnya dengan handuk, lalu kembali menggendong Ares.

"sekarang Ares ganti baju dulu ya sama mama" ucap gadis itu seraya menyentuh ujung hidung Ares. Dia berjalan keluar kamar mandi. Kuroro melihat mereka keluar, kemudian segera menutup pintu kamar mandi saat melihat mereka menghilang di balik pintu, dan bersiap untuk mandi. Kurapika masuk kamar anak-anak dan membaringkan Ares di atas tempat tidur, ia membuka handuk Ares kemudian mengerikan badan bayi itu sepenuhnya. Ia mengambil beberapa baju untuk Ares, dan bayi itu tengah asik bermain dengan kakinya, ia menyentuh jari kakinya kemudian memasukan jarinya ke dalam mulutnya. Kurapika yang kembali dan melihat itu menarik pelan kakinya dan mulai memakaikannya baju. Setelah selesai ia keluar kamar dan menaruh Ares di kursi bayi, lalu beranjak ke dapur untuk masak sarapan.

.

.

.

Mereka kini tengah sarapan, Al sudah bangun dan di mandikan oleh Kurapika. Mereka sarapan dengan setangkap roti bakar dan kopi atau susu. Kemarin mereka belum sempat belanja untuk keperluan dapur, mereka terlalu asik dan fokus dengan perlengkapan anak-anak.

"kau tidak ganti baju?" Kuroro memecah keheningan. Ia melihat Kurapika masih menggunakan baju yang tadi malam ia pakai. "kau lupa bawa baju mu?" lanjutnya lagi.

"ah ya... aku lupa"

"cepat ganti bajumu sana" perintah Kuroro. Gadis itu menuruti dan segera berlari ke kamar anak-anak untuk mencari bajunya. Tak lama kemudian ia keluar kamar lagi.

"kenapa? Ko belum ganti baju juga?"

"bajuku tidak ada"

"hah?"

"aku meminta Melody menyimpan bajuku di kamar anak-anak, tapi tidak ada di sana"

"bajumu ada di kamar utama... ada di dalam lemari bersama dengan bajuku"

"ko bisa ada di sana?" Kurapika berlari ke kamar utama.

"entah" ia menjawab tenang. Kurapika masuk kamar utama dan segera membuka lemari besar yang ada di dekat kamar mandi. Benar saja, ia menemukan baju-bajunya tersimpan manis di saping baju-baju Kuroro. Ia mengambil beberapa baju dan mulai menggantinya. Kemudian ia mengambil handphone dan segera menghubungi teman baiknya, Melody.

"moshi-moshi melody..." katanya segera saat ia mendengar telepon itu di angkat.

"moshi-moshi Kurapika-chan... ada apa?"

"kenapa kau taruh bajuku di lemari kamar utama? Bukankah kemarin aku memintamu untuk menyimpannya di kamar anak dan menyimpannya bersama dengan baju anak-anak?"

"eh? Kau memang memintaku begitu, tapi bibi Mito menyuruhku untuk menaruhnya di dalam kamar utama bersama dengan baju Kuroro-san"

"eh? Bibi Mito?"

"yah... dia juga yang membaringkan Ares di kamar utama"

"sou ka" sekarang terjawab sudah kenapa Ares bisa ada di sana, ternyata ini di luar dugaannya yang menyangka Hisokalah yang sengaja menaruh Ares di sana dan membuat mereka panik. Setelah mendapat jawaban itu ia segera menutup telepon dan kembali ke meja makan.

"bagaimana? Ada bajunya?" Kuroro melihat Kurapika. Gadis itu kembali memakai kaos santai berwarna krem dengan celana panjang warna senada, Kuroro hanya bergeleng pelan sambil menarik nafas.

"yah ada... hey... apa maksud dengan gelengan dan tarikan nafas itu?" ia sebal Kuroro selalu mengeluarkan ekspresi yang seperti itu saat melihatnya.

"bagaimana kau tak di anggap adikku kalau pakaianmu seperti itu... pakai lah pakaian yang sedikit mencirikan bahwa kau adalah seorang ibu dan istri di usia muda"

"tak usah mencampuri urusanku"

"terserahlah... ah ya... teman-temanmu dan anak buahku akan kembali lagi nanti"

"yah... aku sudah tahu, tadi melody sempat memberi tahu"

"sou..."

.

.

.

Kini mereka tengah berkumpul di ruang tengah. Ares di baringkan di atas karpet bulu, ia mulai membalikan badannya dan mengubah posisinya seperti orang tengah melakukan push-up. Kurapika sesekali memeberinya mainan berwarna-warni. Ares mengambil mainan itu dan memasukannya ke dalam mulut. Sedangkan Al asik dengan mobil-mobilannya, ia bermain sambil menirukan suara mobil, Kuroro memperhatikan mereka sambil membaca buku. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu.

"mungkin itu mereka... biar aku yang buka" Kurapika segera bangkit dan berjalan ke arah pintu depan. Ia membuka pintu depan dan menemukan pasangan muda yang tengah tersenyum ramah ke arahnya sambil membawa sesuatu di tangan mereka. Kurapika menduga kalau mereka adalah pasangan yang di temui Gon dan Killua kemarin.

"selamat pagi" sapa mereka ramah. "maaf mengganggu pagi-pagi begini... kami tetangga kalian yang tepat berada di samping kanan kalian" lanjut sang istri, senyum tak pernah hilang dari wajahnya.

"selamat pagi... sou... salam kenal" balas Kurapika tak kalah ramah.

"selamat pagi juga" terdengar suara bariton dari dalam dan berjalan mendekat. Kuroro ikut menyapa mereka ramah, ia merangkul Kurapika pelan. "ayo kita masuk dan mengobrol di dalam" pintanya sopan.

"eh? Tak usah... kami hanya sebentar dan berniat untuk menyapa kalian saja" tolak sang suami sopan.

"tak apa... tak enak rasanya kalau kita mengobrol di luar... ayo silakan masuk dan ku perkenalkan dengan kedua putra kami"

"yah... silakan masuk" pinta Kurapika juga. Setelah berpikir beberapa lama akhirnya pasangan itu menyetujui ajakan mereka juga.

"ah ya... ini bingkisan kecil dari kami" sang istri memberikan kantong kertas yang tengah di bawanya kepada Kurapika.

"eh? Terima kasih" Kurapika menerimanya pelan. Mereka berjalan ke arah ruang keluarga di mana anak-anak itu berada.

"wah... anak-anak kalian lucu sekali... siapa nama mereka?" sang istri segera mendekati mereka.

"yang sulung bernama Alpha dan bayi kecil kami bernama Ares" terang Kuroro.

"sou... hallo Al... namaku Maria"

"al... jawab salam bibi" ucap Kurapika.

"hallo bibi Maria" anak itu tersenyum manis.

"imutnya" wanita bernama Maria itu segera memeluk Al, gemas.

"maaf telat memperkenalkan diri... namaku Luis Smith dan itu istriku, Maria" ucap sang suami sambil mengulurkan tangan ke arah Kuroro.

"namaku Kuroro Lucifer dan ini istriku Kurapika"

"istrimu masih sangat muda ya... sekilas tadi aku berpikir ia adikmu"

"banyak yang bilang begitu"

"hey... hey... bayi lucu ini namanya Ares ya?" Maria mengintrupsi mereka, ia menggendong Ares dan menghadapkannya dengan wajahnya. "eh?... matanya..." wanita itu tampak terkejut saat menemukan mata ruby Ares.

"kenapa? Merah? yah... memang mata anak bungsu kami memang merah... ia mengambil gen mata merah dariku" Kurapika menjawab keterkejutan wanita itu dengan tenang. Ia mendekati mereka kemudian menggendong Ares. "kenapa? Anada takut dengan mata ini?"

"eh? Tapi matamu tak berwarna merah... matamu sama dengan mata Al"

"ia sedang memakai lensa kontak... gen mata merah mengalir di tubuhnya... sebelah matanya merah ko" kali ini Kuroro yang menjawab.

"sou... maaf atas ketidak sopananku... aku hanya terkejut" wanita itu kembali tersenyum.

"tak apa... ini biasa terjadi"

"sou... kalau begitu boleh aku kembali menggendongnya? Dia sangat imut" pinta Maria. Kurapika memberikan Ares pelan kembali ke pelukan wanita itu. Maria segera memeluk Ares dan mengajaknya mengobrol. Sedangkan Kuroro mengobrol dengan Luis, Kuroro memperhatikan Luis dan mencoba menebak ke arah mana percakapan mereka.

"silakan di minum" Kurapika menruh nampan yang berisi teh di atas meja. "maaf kami hanya punya teh di sini... aku belum sempat belanja"

"eh? Tak usah repot-repot" Luis melihat Kurapika.

"tak apa... tak repot, hanya teh... silakan di minum" ucap Kurapika ramah. Ia merasa tatapan yang instan dari Maria, merasa tak nyaman, ia pun mengalihkan pandangan ke wanita itu. "maaf... ada yang salah dengan wajahku, Maria-san?"

"eh? Maaf... aku terlalu memperhatikanmu ya... jangan terlalu sopan seperti itu, walaupun sepertinya kau memang lebih muda dariku... kalau boleh tahu, umurmu berapa?" wanita itu kini memangku Ares.

"19 tahun" jawab Kurapika tenang.

"benar dugaanku... kau lebih muda dariku... aku 23... pasti beda umurmu dan suamimu lumayan jauh" tebak wanita itu. Sejujurnya Kurapika masih malas dan enggan mengakui Kuroro sebagai 'suaminya', tapi demi drama ini dan status anak-anak ini dia rela.

"yah... kami terpaut usia 7 tahun" jawab gadis itu santai.

"wah... lumayan jauh ya"

"begitulah"

"bagaimana kalian bertemu dan akhirnya menikah?" kali ini wanita itu mulai terbawa rasa penasarannya.

"maria... jangan terlalu mencampuri urusan orang lain" tegur sang suami.

"aku tak mencampuri urusannya... aku hanya penasaran..." kilahnya.

"kau mulai lagi... ayo kita pulang, rencananya kan kita hanya sebentar dan kita mau pergi kan sebentar lagi"

"eh? Tapi aku masih ingin mengobrol" rengeknya.

"kita lanjut nanti lagi... ayo kasian mereka, mereka pasti punya banyak hal yang harus di urus selain meladeni kita" ajaknya.

"kau tak asik! Tapi ya sudahlah... lain kali kita lanjutkan pembicaraan kita ya... Kurapika-chan... dan ku harap saat itu hanya ada percakapan antar wanita saja"

"baiklah" jawab Kurapika, sopan.

"maaf telah merepotkan kalian... kami pulang dulu" luis pamit kepada mereka.

"tak apa... terima kasih telah berkunjung dan membawakan kami oleh-oleh.

"itu bukan hal besar... dan maafkan juga rasa ingin tahu yang terlalu besar dari istriku" lelaki itu berbisik pelan ke arah Kuroro.

"yah... aku mengerti perasaanmu... sifatnya mengingatkanku pada seseorang yang ku kenal"

"sou... kalau begitu kami pamit ya" luis merangkul istrinya ke pintu di ikuti oleh Kurapika dan Kuroro.

"bye bye Al, Ares" ucap Maria riang saat ia telah berada di mulut pintu.

"bye bye" balas Al tak kalah riang. Ia berlari ke pintu dan memberikan salam termanisnya. Maria melihatnya dan tersenyum. Setelah mereka hilang dari balik pintu kamar apartemen sebelah, Kurapika segera menutup pintu. Ia menarik nafas panjang dan berat.

"kini kau mulai mengakuiku ya"

"demi anak-anak" Kurapika melihat ke arah Kuroro. "mereka berbahaya... terutama Maria, ia tipe yang penasaran dan senang ikut campur... kita harus atur rencana dan cerita" lanjutnya.

"aturlah... kali ini aku yang akan mengikuti permainanmu"

"mau lepas tanggung jawab? Kau juga harus atur rencana denganku"

"baik... kita bicarakan itu bersama yang lain nanti"

"yah..." Kurapika bersiap untuk masuk.

"HUUUUAAAAA!" tiba-tiba terdengar tangisan kencang Al dan Ares bersamaan.

"eh? Al... Ares..." mereka terkejut dan segera berlari ke ruang keluarga.

Contenyuu~~


Author note #2: kaya yg udh qiesa ksih tw sblm'y psti bnyak typos n crta yg g tllu mnarik bwt chapy ni... but hope you still like it... ok, now time to reply review!

Moku-chan: ya... kmarin ad kslahan bka docs, jdi qiesa slah updte, tpi qiesa hrap moku-chan smpat bca updte yg bner'y... ni ud updte... enjoy ^^

reza: blum tw mo smp chap brpa... mgqn lbh dr 20 hehe... (pnjang bgt ya? ^^)... trims bwt smangat'y... eh? msih blum rpi jga? hrap mklum ya... ktik'y bru2 c #alasan ^^... ni ud updte ko... enjoy ^^

cha: psti ad kurokura moment dong ^^... kan biar xan sng bca'y... y ni... rncana'y gtu... mgqn mo d buat jd crta lpas gnre M'y, tp msh related sm fic yg ni... tp blum tw mo d buat gmna... smga ide'y g gmpg ilng gtu aj... y ni... tjdi kslhan di chapy sblm'y... croboh :p

lvender sphire chan : VenFir (mtusin bwt sgkt gtu aj) waaahhh... syg sx, x ni bkan gr2 bdut aneh it, tp ni rncna org lain, blnjut dri rncna sblm'y d chapy sblm'y yg blm tlksna ^^... smga safir g kcwa gbs voodoo badut anh it... next tme ya ^^

yuichi n yuiko: yah... knalkan rmaja... al n ares it hsil 'knakalan rmaja' mreka (?) haha... ni udh updte ko... enjoy ^^

astro : slam knal jga ^^... sng klo fic abal ni di anggp mnrik... arigatou #bow#... ni ud updte... enjoy ^^

Author note #3: fiiiuhhh... oYASUmiYAVI minna... hooooaaammzz... lastly but not the last.. RnR please #Gon's sparkling eyes