Tittle : Psycho Brothers

Author : Febri Kim

Cast : Kim Jongdae, Lu Han, Kris Wu

Genre : GS,Romance, Psycho, Angst, Crime

NB : Kalo ada kesamaan jalan cerita saya mohon maaf, karena emang ini tiba-tiba muncul setelah mengingat ff-ff yang saya baca. Don't be siders bcs I hate it

RATED DINAIKKAN PAS BAGIAN AKHIR. JADI KARENA SEDANG MASA PUASA, AKU HIMBAU BACA SETELAH BUKA PUASA


CHAPTER 11


3 bulan dengan cepat berlalu. Jongdae sudah bisa berjalan dengan normal kembali dan bisa mengikuti kelas olahraga yang selama ini ia abaikan demi kakinya. Dan selama itu, Jongdae selalu berada di bawah pengawasan orang-orang kesayangannya. Entah itu si rusuh Baekhyun,Tao, dan Chanyeol, entah itu duo umma Yixing dan Minseok. Atas perintah Yixing, Kris dan Luhan dilarang berdekatan dengan Jongdae selama tiga bulan itu dan berhasil membuat Jongdae merindukan kedua kakak idiotnya itu. Bahkan Jongdae mendapat teman baru yang ia temui di taman saat berjalan-jalan dengan Baekhyun, seorang namja bernama Jaehyun yang duduk di bangku kelas 6 SD. Jaehyun selalu meminta Jongdae berada di taman setiap Sabtu sore dan Jongdae menyetujuinya dengan syarat ia boleh membawa Baekhyun untuk berlatih menyanyi untuk lomba

Kris dan Luhan masih tetap seperti biasanya walau terkadang sisi iblis mereka muncul. Namun sebelum melakukan 'pembersihan', mereka berdua lebih dulu mendapat sebuah geplakan atau kalau mereka sedang beruntung, mereka akan akan mendapat sebuah backhug dari Yixing dan Minseok. Terakhir kali jiwa iblis mereka keluar adalah saat mereka pulang dari berbelanja bahan makanan. Saat itu Luhan membawa sekantung besar plastik dan saat Minseok hendak bertanya, Luhan langsung menjawab itu isinya daging. Yixing langsung menyadari keanehan dari Kris dan Luhan melalui tatapan mata mereka berdua. Kosong, tajam, dan menyiratkan kebencian yang mendalam. Yixing dan Minseok langsung menyadarkan kedua lelaki itu dan membuang sekantung besar plastik itu ke halaman belakang. Yixing sangat yakin bahwa itu adalah daging manusia yang sudah mereka cincang entah bagaimana caranya. Dan berakhirlah mereka berdua menerima omelan dari Yixing dan Minseok


"Aku pulang~" ucap Chanyeol yang baru saja memasuki rumahnya

Ia baru saja pulang dari rumah Jongdae untuk mendapatkan private class tentang cara menjadi adik ipar yang baik versi Luhan setelah latihan basket sampai sore. Sejak kejadian di rumah Jongdae, Luhan menjadi lebih dekat dengan Chanyeol dan bahkan pernah berkomplot dengan Chanyeol untuk menjahili Jongdae dan Minseok.

"Chanyeol-ah, kemari" ucap dokter Park –Park Jungsoo–

Chanyeol mengernyit bingung sebelum menghampiri sang ayah yang tengah menonton tv di ruang keluarga

"Ada apa appa?" Tanya Chanyeol

"Kau sudah menemukannya? Akhir-akhir ini appa sibuk dan selalu lupa menanyakan tentang dia padamu" ucap Jungsoo

"Ya aku sudah menemukannya. Dae-ie ku sudah menjadi milikku lagi appa, dia adalah yeoja yang kemarin appa tolong" jawab Chanyeol

"Benarkah? Nona Kim? Kau yakin?" Tanya Jungsoo

"Tentu saja appa. Bukankah Dae-ie kecilku adalah adik dari pewaris Kim Corporation? Dan aku baru mengetahui kalau Jongdae adalah adik dari pewaris Kim Corporation saat akan menghadiri pesta pernikahan Joonmyeon ahjussi dan Kyungsoo ahjumma" jawab Chanyeol

"Syukurlah kalau begitu. Appa lega karena ternyata kau sudah menemukannya. Appa kira kau sudah menemukan Dae-ie namun dia sudah memiliki orang lain dan berakhir kau yang bersama yeoja lain" ucap Jungsoo

"Tapi appa, kenapa Joonmyeon ahjussi dan Kyungsoo ahjumma tidak langsung menemui mereka bertiga? Bahkan Joonmyeon ahjussi meninggalkan Kim Corporation dan malah mendirikan JKL Company"

"Kim Corporation adalah perusahaan yang nantinya akan diwariskan pada Kris. Sedangkan JKL Company adalah perusahaan yang nantinya akan diwariskan pada Kris. Kyungsoo ahjumma juga sudah mendirikan butik yang nantinya akan diwariskan pada Jongdae" jelas Jungsoo

"Aku sama sekali tidak mengerti bagaimana keluarga mereka terpecah. Mereka bertiga satu ibu tapi beda ayah. Lalu kenapa Joonmyeon ahjussi repot-repot mendirikan dua perusahaan jika anak kandung beliau hanya satu" ucap Chanyeol heran

"Karena Joonmyeon ahjussi mencintai Kyungsoo ahjumma" sahut Taeyeon –ibu Chanyeol– yang baru saja selesai dengan urusan dapurnya dan bergabung bersama ayah dan anaknya

"Kyungsoo ahjumma mendapat masa-masa sulit sebelum bertemu Joonmyeon ahjussi. Eomma sangat mengenal Kyungsoo ahjumma karena dia adalah satu-satunya teman terbaik eomma. Bahkan sebelum ia pergi, ia menuntut pada eomma dan appa untuk menjaga Jongdae dan cepat menemukannya. Tapi nyatanya ikatan batin kedua kakaknya mempertemukan mereka bertiga lebih dahulu" jelas Taeyeon

"Appa berpikir kau akan menolak saat appa suruh mengawasi anak dari Joonmyeon ahjussi. Tapi nyatanya kau langsung bersemangat saat appa menunjukkan fotonya" sahut Jungsoo jahil

"Bahkan kau sangat bersemangat saat berangkat sekolah. Tapi nyatanya kau hanya mengawasinya dari jauh. Payah" tambah Taeyeon

"Salahkan Jongdae yang terlalu manis dan lucu. Dia juga hyperaktif. Aku jadi minder" ucap Chanyeol pelan

Jungsoo dan Taeyeon terkekeh melihat reaksi Chanyeol saat mereka berdua menggoda anak laki-laki mereka ini

"Tapi appa harap kau merahasiakan hal ini sampai waktu yang tepat" ucap Jungsoo serius

"Aku janji akan merahasiaka hal ini appa. Percaya padaku. Setelah kejadian di rumahnya saat itu membuatku sangat ingin menjaganya" jawab Chanyeol

"Aku masih tidak percaya kalau Kris dan Luhan mewarisi sifat psiko milik Joonmyeon. Padahal mereka berbeda" ucap Taeyeon


Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Kim bersaudara mendapat perhatian saat mereka bertiga berjalan melewati koridor sekolah. Atas paksaan dari Minseok, Jongdae melepas kacamatanya dan sekarang dia jadi lebih sering mengurai rambutnya. Apalagi sejak penampilannya pada lomba bersama Baekhyun kemarin membuatnya mendapatkan beberapa fans namja, entah itu hoobae maupun sunbaenya. Tapi sayangnya, tidak ada satu pun yang tahu kalau mereka adalah pewaris dari Kim Corporation –kecuali Minseok,Yixing,dan Chanyeol tentu saja–. Karena yang mereka tahu kalau Kim bersaudara itu keluarga yang berada, itu saja. Kalau saja mereka tahu, mungkin Kim bersaudara akan menjadi keluarga paling perfect

Jongdae mendapati Chanyeol yang tengah mencibir dengan beberapa namja yang sedang bergerombol di dekatnya saat ia memasuki kelas. Jongdae tersenyum dan menghampiri Chanyeol karena memang ia duduk dengan Chanyeol

"Pagi-pagi sudah mencibir. Seperti mendiang kakekku saja" ucap Jongdae jahil

"Dulu saat kau hanya mengandalkan kepintaranmu, mereka mencibirmu. Dan sekarang, saat kau sudah berubah seperti ini, mereka memujamu. Menyebalkan. Bahkan beberapa dari mereka mengancam akan merebutmu dariku. Sudah cukup aku mendapat saingan bocah seperti Jaehyun" cerocos Chanyeol

Jongdae terkikik geli lalu mencubit pipi Chanyeol,"Mereka boleh saja merebutku darimu, tapi kalau hatiku sudah paten milikmu bagaimana? Meskipun itu Jaehyun sekalipun. Dan lagi, Jaehyun masih kelas 6 dan aku kelas 11. Kami memiliki perbedaan usia yang cukup jauh" jelas Jongdae

"Aku tahu. Tapi kemarin aku baru saja membaca media online dan ada berita dimana bocah kelas 4 SD yang menyukai wanita berusia 24 ta–" ucap Chanyeol

"Na kkungkkotto, gwisin kkungkkotto" ucap Jongdae sembari beringsut di dada Chanyeol

Chanyeol mendecih pelan lalu mengusap punggung gadisnya itu,"Kenapa kau malah melakukan aegyo?"

"Aku benar-benar bermimpi hantu~" ucap Jongdae manja

Chanyeol terkikik geli,"Aigoo… uri Dae-ie bermimpi hantu hm? Tenang saja… kau tidak akan bermimpi hantu lagi"

"Na kkungkkotto, gwisin kkungkkotto" ucap Jongdae dengan aegyo andalannya dan memeluk Chanyeol erat

Chanyeol tersenyum dan kini mengusap rambut Jongdae. Dalam hati, ia tertawa puas saat melihat segerombol namja yang tadi membicarakan Jongdae menatapnya iri dan menatap Jongdae gemas


Yixing memasukkan potongan ikan tuna ke mulutnya dengan kasar. Ia kini sedang bersama Kim bersaudara yang memandangnya heran. Bahkan Jongdae sempat berjingkat karena Yixing menusukkan garpunya seakan-akan ingin membunuh seseorang saat itu juga

"Kau ini kenapa?" Tanya Luhan

"Ini kedua kalinya kau seperti ini. Apa ada hal lain yang membuatmu kesal?" Tanya Kris

Bukannya menjawab, Yixing malah menatap Jongdae tajam. Jongdae langsung beringsut saat mendapat tatapan tajam dari Yixing

"K-Kenapa eonni menatapku seperti itu?" Tanya Jongdae takut

"Kita punya urusan Kim Jongdae" desis Yixing

"U-Urusan apa eonni? Apa aku punya salah pada eonni?" Tanya Jongdae lagi

"Kau punya salah besar padaku" jawab Yixing

"A-Apa eonni?" Tanya Jongdae

Yixing menatap Jongdae tajam dan menusukkan garpunya kembali ke daging ikan tuna dengan penuh emosi

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau tidak bilang kalau kau mendapat blueberry cheesecake, dan kau tidak mau berbagi denganku" ucap Yixing lalu mempoutkan bibirnya

.

.

.

Sontak saja ketiga Kim bersaudara itu tertawa melihat tingkah Yixing yang –menurut mereka– kekanak-kanakkan. Bahkan Kris sampai mencubit pipi Yixing dan membuat Yixing makin cemberut

"Astaga eonni… jadi itu yang membuatmu kesal padaku seharian ini? Aduh perutku…" ucap Jongdae di sela-sela tawanya sambil memegangi perutnya

"Kau ini ada-ada saja. Hanya karena cheesecake, Kris bisa membelikan tokonya sekaligus jika kau mau hahahaha" sahut Luhan

"Aigoo… aku akan membelikan sekotak besar untukmu sayang~" goda Kris lalu mencolek pipi Yixing

"Kalau eonni mau, aku masih mempunyai banyak. Chanyeol memberikan sekotak besar cheesecake untukku" ucap Jongdae setelah berhasil mengontrol tawanya

"Benarkah?" Tanya Yixing dengan mata berbinar

Jongdae menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, membuat Yixing juga tersenyum manis. Melihat senyum Yixing yang manis, Kris tidak tahan untuk mencium tempat dimple Yixing berada dan membuat jeritan histeris di seluruh kantin

"Ah… mataku" ucap Jongdae lalu menutupi kedua matanya

"Tidak usah sok polos. Ciuman pertamamu kan sudah diambil Chanyeol" cibir Luhan

Jongdae menatap tajam pada Luhan yang melanjutkan acara memakannya. Beberapa detik kemudian, Luhan merasakan sesuatu melingkari lehernya dan memeluknya dari belakang

"Lu-ge~"

"Hm?"

Luhan kembali melanjutkan acara makannya setelah memberi deheman atas panggilan manja tadi. Tanpa menoleh Luhan sudah tahu kalau itu Minseok karena hanya Minseok yang memanggilnya seperti itu dengan nada yang imut

"Aku mendapat nilai C saat pelajaran renang tadi" ucap Minseok lalu mempoutkan bibirnya

"Kenapa bisa seperti itu hm?" Tanya Luhan

"Lu-ge" jawab Minseok

"Aku?" Tanya Luhan heran

"Kau selalu muncul di pikiranku. Kau mengganggu konsentrasiku dan akhirnya aku berhenti di tengah jalan karena tidak bisa mengontrol nafasku" jelas Minseok

"Itu wajar sayang, tandanya kau mencintaiku. Tapi kenapa kau tiba-tiba memikirkanku saat renang tadi?" Tanya Luhan

"A-Aku…" pipi Minseok mulai memerah

"Jangan bilang kau memperhatikanku diam-diam saat aku di kolam renang?" tebak Luhan

"I-Itu…" pipi Minseok tambah memerah malu

Gadis itu mengambil sepotong mandoo milik Luhan dan memakannya sebelum pergi meninggalkan kantin. Luhan yang tidak terima mandoonya diambil langsung memanggil Minseok. Sebenarnya bukannya tidak terima mandoonya diambil, tapi ia hanya ingin melihat wajah merona Minseok. Ia bahkan meninggalkan makanannya yang masih lumayan banyak dan beralih menyusul Minseok


Malam harinya, Jongdae tengah bersantai di ruang tengah sambil berkirim pesan dengan Jaehyun dan Chanyeol yang dari tadi terus mengganggunya dengan pesan-pesan tidak penting sebenarnya

From : Nae saranghaneun Dobi

Maafkan aku karena tidak mengantarkanmu pulang dan tidak sempat berkunjung ke rumahmu tadi. Aku benar-benar sibuk dengan urusan basket. Kau dirumah kan? Dengan siapa?

From : Jaehyunnie

Noona! Aku berhasil mengerjakan soal-soal ujian tadi dengan mudah! Tidak ada salahnya aku menuruti saran noona untuk belajar

Jongdae segera mengetik balasan untuk kedua namja berbeda usia itu

To : Nae saranghaneun Dobi

Tak apa, aku mengerti^^ Ya aku dirumah, tapi sendirian. Oppadeul belum pulang dari supermarket untuk membeli beberapa bahan yang habis. Yixing eonni sedang mencari apartemen bersama Tao, sementara Minseok eonni mungkin pulang ke Mokpo. Ia bilang merindukan neneknya

To : Jaehyunnie

Jadi sebelumnya kau tidak belajar?! Pantas saja kau sering mengeluh soalnya sulit! Awas saja kalau sampai nilai rapotmu kecil, noona akan menjitakmu

CKLEK!

Jongdae menolehkan kepalanya ke arah pintu depan dan mendapati kedua kakaknya sudah pulang dengan banyak plastik di tangan mereka. Jongdae tersenyum dan menghampiri kedua kakaknya

"Kalian sudah pulang? Wah… kalian membelikan lebih dari apa yang aku harapakan. Terima kasih oppa!" seru Jongdae lalu mengambil plastik-plastik belanjaan itu dari tangan Kris dan Luhan lalu membawanya ke dapur

Setelah meletakkan belanjaannya, Jongdae segera mengambil cheesecake dari kulkas dan memakannya di depan tv. Sementara Luhan dan Kris masih memandangi Jongdae dengan tatapan lurus. Merasa terus dipandangi, Jongdae menoleh ke arah oppadeulnya dan mengerutkan keningnya

"Oppa? Ada apa? Apa ada yang salah denganku?" Tanya Jongdae

Sejurus kemudian, tercetak seringai di bibir Kris dan Luhan. Mereka berjalan mendekati Jongdae dengan perlahan, otomatis Jongdae juga langsung memundurkan tubuhnya

"Kau tahu? Aku sudah sangat menunggu kesempatan ini. Dengan tidak adanya para bedebah itu, kami jadi leluasa untuk melakukan apapun padamu" ucap Luhan

Jongdae membulatkan matanya. Ini bukan Luhan dan Kris, mereka iblis!

"Oppa, sadarlah… Aku mohon" ucap Jongdae sembari melempar bantal sofa pada Kris dan Luhan

"Ya Kim Jongdae! Apa-apaan kau hah?! Sudah berani membantah?!" bentak Kris

"Oppa…. Aku mohon… Sadarlah… Aku adik kalian…." Ucap Jongdae lirih

"Lalu? Aku tidak suka saat kau bersama namja bertelinga lebar itu. Apalagi sekarang kau dekat dengan bocah SD itu, aku membencinya!" ucap Luhan tegas

"Dan sebagai gantinya, aku dan Luhan akan memberimu sedikit 'hukuman'" ucap Kris

"ANDWAEEE!"

Dan malam itu menjadi malam yang sangat pahit bagi Jongdae, dimana ia harus rela kehilangan harta berharganya karena kelakuan iblis yang bersarang di tubuh kedua kakaknya. Jongdae hanya bisa berharap ini semua segera selesai. Ia bahkan tidak tahu harus berbuat apa, mau melawan pun apa daya? Jongdae hanya seorang yeoja, dan melawan kedua kakaknya yang notabene lebih kuat darinya sama saja mencari mati. Jadi yang bisa ia lakukan hanyalah berdo'a dan menangis meratapi semuanya. Bayangan Chanyeol yang terus menemaninya akhir-akhir ini pun berputar-putar d kepalanya dan membuatnya semakin menangis, bagaimana jika namja itu tahu tentang ini? Jujur, Jongdae tidak siap jika ia harus kehilangan Chanyeol yang sangat ia cintai

TBC


BACK WITH ME!

Aku minta maaf kalo untuk chapter ini agak rated M. Karena ini puasaan, aku himbau bacanya abis buka atau setelah lebaran hehehe :D Untuk penjelasan mengenai Kim's Family udah kan hehehe :D Dan ini jadi ff terakhir yang aku post, mungkin aku bakal update lagi setelah lebaran atau mungkin setelah MOS. Tapi aku gak janji juga bakal cepet update kayak sekarang :D Mungkin sekitar 2 atau 3 chapter lagi selesai dan mungkin aku akan berhenti nulis disini, tapi aku masih punya project novel yang bejibun dan itu belum selesai hehehe :D Oke stop, see you in the next chapter!

XOXO

Febri Kim