"Baekhyun!" Chanyeol berteriak dan mendekati tubuh Baekhyun, badan Chanyeol bergetar melihat darah di tubuh kekasihnya.
"Ch..Chan..Yeol.." Baekhyun berusaha membuka matanya.
"Ssh..ssh..aku di sini, baby. Diamlah, kau akan baik-baik saja" air mata mulai berlinang di mata Chanyeol, dia segera mengangkat tubuh rapuh Baekhyun dan segera berlari ke tempat Jongin menunggu tanpa berkata sepatah katapun pada Ayahnya yang masih berdiri diam.
Chanyeol tergopoh-gopoh berlari dengan Baekhyun yang mulai tidak bergerak ke arah basement, Jongin yang melihat dari dalam mobil segera berlari menghampiri dengan panik.
"Chanyeol, ada apa ini?"
"Nanti, Kai. Cepat bawa Baekhyun ke rumah sakit terdekat" perintah Chanyeol sambil membuka pintu mobil belakang dan tanpa menunggu lagi Jongin sudah bersiap menancapkan gasnya.
"Baekki..baby..ireona.." Chanyeol menahan isakannya sambil mengguncang pipi Baekhyun berusaha setenang mungkin untuk membangunkan Baekhyun. Jongin yang melirik dari cermin di depannya hanya bisa menggigit tangannya menahan untuk tidak menangis, melihat dongsaeng kesayangannya terbujur penuh darah, hati Jongin rasanya benar-benar sakit. Sampai di rumah sakit, Jongin memarkirkan mobilnya tepat di depan emergency room dan berlari keluar untuk memanggil tim medis, perawat rumah sakit dan seorang dokter segera berlari membawa tempat tidur untuk memindahkan Baekhyun.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya dokter sambil mendorong Baekhyun ke dalam.
"Dia tertusuk" jawab Chanyeol di samping Baekhyun sambil berjalan. Dokter itu terdengar memberikan instruksi pada perawat-perawat dan membawa masuk Baekhyun ke sebuah ruangan dengan tulisan ruang tindakan.
"Siapa nama pasien ini?" tanya seorang petugas saat pintu ruang tindakan tertutup setelah membawa masuk Baekhyun.
"Baekhyun. Byun Baekhyun" jawab Jongin setengah terengah. Sedangkan Chanyeol sudah terduduk lemas. Ruang tindakan itu memang tidak mengijinkan orang lain selain tim medis dan pasien untuk masuk.
"Anda keluarganya?" tanya petugas itu lagi sambil mencatat.
"Nde, saya penanggungjawabnya.Kim Jongin"
"Baiklah Jongin-ssi. Saat ini dokter sedang mengatasi kegawatan pada pasien, dan jika dibutuhkan tindakan lain seperti operasi apakah anda mengijinkan?"
"Apa saja yang terbaik untuk Baekhyun saya mengijinkan" ucapnya final.
Jongin mendekati Chanyeol yang masih menunduk, menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Aku akan membatalkan semua schedulemu, kau mau kopi?" tawar Jongin, Chanyeol hanya menggeleng lemah.
"Aku melihat Appa di sana, memegang pisau di sebelah Baekhyun. Kenapa harus Appa, Kai?kenapa?" Jongin yang terkejut hanya diam tidak menanggapi karena takut memperburuk kondisi Chanyeol.
Lima belas menit berlalu, jantung Chanyeol terus berdegup tidak karuan, teringat pertemuan pertamanya dengan Baekhyun, teringat saat-saat bersama kekasihnya itu, air matanya hampir menetes lagi namun dia menahannya, tidak ingin tampak lemah saat Baekhyun terbangun nanti, batinnya.
"Keluarga Byun Baekhyun" seorang dokter keluar dari ruang tindakan, Jongin dan Chanyeol segera menghambur mendekatinya.
"Pendarahan nona Byun diakibatkan sobeknya liver, kami akan melakukan operasi untuk menghentikan perdarahannya dan merepair livernya" kata dokter menjelaskan. Chanyeol hampir terjatuh karena merasa kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya, Jongin menangkap tubuh Chanyeol dan membantu menopangnya.
"Apa kondisinya buruk, dokter?" tanya Jongin.
"Untuk saat ini kami sedang berusaha memperbaiki keadaannya yang lemah dan kurang darah, setelah operasi nanti nona Byun akan mauk di ruang intensif untuk pengawasan sampai masa kritinya lewat"
"Terima kasih" jawab Jongin singkat dan dokter itu pun meminta diri untuk menyiapkan ruang operasi, Jongin memapah Chanyeol ke salah satu bangku panjang.
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada..ani-aniyo..Baekhyun akan baik-baik saja kan, Kai? A-aku..aku tidak sanggup membayangkan" Chanyeol berkata lirih dan Jongin terus mengelus punggung Chanyeol untuk menenangkannya. Jongin pun menelepon Kyungsoo untuk mengabarinya.
Tiba-tiba sebuah langkah kaki berjalan ke arah mereka, Jongin dan Chanyeol menengok bersamaan. Park Youngwoon.
Jongin rasanya ingin berlari ke arah pria itu dan menghajarnya habis-habisan, tapi Jongin masih menghargai Chanyeol sebagai sahabatnya yang juga putra orang itu atau mungkin saja Chanyeol yang akan melayangkan bogemnya terlebih dahulu.
Namun perkiraan Jongin salah, Chanyeol memang berdiri dan mendekati Youngwoon tapi yang dilakukannya sungguh diluar perkiraan, Chanyeol tiba-tiba berlutut di hadapan Appanya, tidak hanya Jongin, Youngwoon pun tertegun melihatnya.
"Appa..Appa sudah mengambil Umma dariku, aku mohon jangan pisahkan aku dari Baekhyun. Aku tidak sanggup tanpanya Appa, aku mohon..aku mohon, Appa.." kata Chanyeol bersimpuh dengan suara bergetar karena menangis.
"Chanyeol.." Park Youngwoon memegang pundak putranya berusaha membangunkannya, namun Baekhyun tetap tidak bergerak.
"Jika terjadi sesuatu pada Baekhyun berjanjilah untuk membunuhku juga, Appa" kata Chanyeol. Youngwoon berjongkok di hadapan Chanyeol dan memeluknya.
"Mianhae..mianhae..Chanyeol-ah..Appa-"
"Oppa!" kata-kata Youngwoon terhenti saat sebuah suara setengah berteriak terdengar. Terlihat Kyungsoo dan Jay setengah berlari ke arah mereka. Youngwoon segera berdiri, begitu juga Chanyeol. Melihat Youngwoon ada di hadapannya, wajah Jay tampak menegang.
"Bagaimana Baekhyun? ada apa dengannya?" Kyungsoo berkata setelah memeluk Chanyeol sekilas.
"Dia tertusuk, ada bagian livernya yang sobek, dan sekarang operasi sedang berjalan" Jongin menjelaskan karena yakin Chanyeol tidak sanggup mengatakan hal buruk soal Baekhyun. Kyungsoo menangis dan memeluk kekasihnya, Kai berusaha menenangkan dengan meyakinkannya bahwa Baekhyun akan baik-baik saja.
Chanyeol menatap tajam sekaligus sendu ke arah Appanya, sampai Youngwoon bersuara.
"Dengar Chanyeol, bukan Appa yang melakukannya"
"Appa di sana, aku melihatnya" Chanyeol berkata datar.
"Aaku tau, a-aku tidak percaya...Seunghee yang melakukannya" mata Chanyeol membulat.
"MWO?" Jongin setengah berteriak. Youngwoon menuntun Chanyeol yang membeku untuk duduk. Youngwoon duduk di sisi putranya dan menatap Chanyeol yang menatap kosong ke lantai
"Aku masih bingung, kenapa Seunghee melakukannya? bagaimana dia mengenal Baekhyun? Ya, aku kemarin sempat bercerita padanya bahwa kau punya kekasih bernama Baekhyun. Tapi aku masih tidak habis pikir, apa yang membuat Seunghee melakukannya. Sungguh aku tidak pernah berniat menyakiti Baekhyun. Aku memang tidak melihat secara langsung kejadiannya, aku masih berharap itu bukan Seunghee, tapi aku sudah melihat cctv di apartemenmu tadi, dan ya dia orang terakhir yang menemui Baekhyun. Bagaimana dia bisa tau tempat tinggal Baekhyun, aku bahkan baru tau jika Baekhyun tinggal bersebelahan denganmu dan aku menuduhnya yang tidak-tidak. Maafkan Appa, nak" ucap Youngwoon tulus. Chanyeol terdiam sejenak, tiba-tiba dia bangun mengambil jaket yang tersampir di kursi dan bersiap pergi, namun tangannya di tahan oleh Jongin.
"Kau mau ke mana?"
"Aku akan menemui wanita itu!" kata Chanyeol keras.
"Chanyeol, tahan emosimu dulu" kata Jongin berusaha menenangkan.
"Menahan?! setelah melihat Baekhyun yang sekarang berjuang antara hidup dan mati di ruang operasi, kau memintaku untuk bersabar?!" Chanyeol berteriak. Jay mendekati Chanyeol dan menepuk bahunya halus.
"Setidaknya tundalah dulu, saat Baekhyun bangun pasca operasi nanti dia pasti ingin melihatmu" mendengar kata-kata Jay, Chanyeol melunak.
"Aku sudah melaporkan kasus ini ke polisi" kata Youngwoon, seketika Chanyeol menatap tidak percaya ke arah Appanya.
"Aku tau, dia memang kekasihku tapi aku tidak membenarkan tindakannya" Youngwoon meneruskan. Entah karena merasa rapuh dan butuh sandaran, tiba-tiba Chanyeol memeluk Appanya.
"Appa aku sangat menyayangi Baekhyun, aku mencintainya. Jika dia tidak ada apa yang harus lakukan? Aku butuh Baekhyun" Chanyeol seperti seorang anak kecil yang mencurahkan perasaan pada Ayahnya.
"Tampaknya gadis itu sudah banyak merubahmu, hm? Setelah bertemu denganmu dan Baekhyun tempo hari, Appa bisa melihat bagaimana dia berusaha menenangkanmu. Mianhae, itu karena Appa tidak bisa mencari wanita yang baik untuk menjadi menggantikan Ummamu. Appa menyesal, Chanyeol" Youngwoon melepas pelukan Chanyeol dengan wajah menyesal.
"Bagaimana mungkin dia bisa menjadi Umma yang baik untuk Chanyeol jika dia berusaha membunuh anak tirinya sendiri" Jongin berkata sinis.
"Maksudmu?" Youngwoon mengerutkan keningnya.
"Baekhyun putri tiri Seunghee Ahjumma, dia menyiksa Baekhyun dan bahkan mengusirnya setelah Appa Baekhyun meninggal" Jongin menjelaskan. Youngwoon tercekat, perasaannya campur aduk, kekasih yang akan dia nikahi ternyata bukan wanita baik.
"D-dan kau juga sudah tau?" Youngwoon menatap ke arah Chanyeol dan dijawab anggukan oleh Chanyeol.
"Maka dari itu aku mengenal Taehyung. Baekhyun selalu merindukan Taehyung tapi tidak bisa menemuinya karena dilarang, jadi aku mendekati Seunghee agar dia mengijinkanku mengajak Taehyung" Youngwoon memegang pundak Chanyeol.
"Maafkan Appa, Appa sudah berjanji akan membahagiakanmu, Appa akan melakukan apapun agar kamu bahagia" untuk pertama kalinya setelah Ummanya meninggal, Chanyeol tersenyum tulus pada Appanya.
#ChanBaek#
Mereka menunggu dalam diam, Chanyeol hampir terpejam saat suara seseorang keluar dari ruang operasi dan melihat ke arah mereka.
"Keluarga nona Byun" panggilnya. Chanyeol setengah berlari menghampirinya di susul yang lain.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Kyungsoo tidak sabar.
"Untuk saat ini nona Byun masih belum sadar karena pengaruh obat, namun operasinya berjalan baik dan pendarahanya sudah mulai berhenti. Kami akan memindahkan ke ruang intensif, dan selama kondisinya belum stabil kami mohon dari pihak keluarga untuk tidak sering menemui nona Byun terlebih dahulu" dokter itu menjelaskan. Chanyeol menghela nafas, rasanya bebannya sedikit berkurang mendengar Baekhyun telah menjalani operasi dengan baik.
Tak lama, tubuh Baekhyun tampak dibawa keluar dari ruang operasi untuk dipindahkan ke ruang intensif, Chanyeol melihat Baekhyun dengan wajah sedih, bagaimana tidak, wajah ceria Baekhyun begitu pucat, tidak ada senyum yang sangat disukai Chanyeol atau pout bibir yang membuatnya gemas.
"Dia akan baik-baik saja" Jongin menepuk pundak Chanyeol seolah tau bahwa Chanyeol memikirkan Baekhyun.
Delapan jam sudah sejak operasi berlangsung, Chanyeol menunggu di depan ruang intensif karena tidak diperkenankan menunggu di dalam. Appa Chanyeol sudah pulang, Jongin dan Kyungsoo kembali ke apartemen untuk membereskan pakaian Chanyeol dan Baekhyun selama tinggal di rumah sakit, Jongin juga sibuk mengatur kembali jadwal Chanyeol dan bahkan beberapa schedule harus dibatalkan, tentu saja itu bukan tanpa kompensasi, namun Youngwoon mengatakan dia menyanggupi untuk membayar semua uang ganti rugi, yang terpenting pikiran Chanyeol tenang karena dia tau yang diinginkan putranya adalah fokus pada kesehatan Baekhyun. Jay sempat pulang namun belum lama dia kembali lagi ke rumah sakit, dia membelikan makanan dan kopi untuknya, Chanyeol memintanya untuk pulang namun Jay menolak karena menurutnya Chanyeol membutuhkan teman saat ini.
"Kau tidak berniat memukul Appaku atau apa?" Chanyeol bertanya saat mereka duduk berdua sambil menyesap kopi masing-masing.
"Yah, awalnya, tapi aku bukan tipe orang yang dengan mudah melepaskan pukulan, aku tidak suka membalas dengan kekerasan" Jay berkata santai sambil menyilangkan kakinya.
"Yah! kau menyindirku? dan asal kau tau, jika aku memukul itu setelahnya masalah akan selesai, sedangkan kau membalas melalui rencana-rencana licik, mana yang lebih kejam?"
"Itu artinya aku menggunakan otakku" Jay tersenyum, melihat reaksi Chanyeol, dia bisa tau orang dihadapannya ini sudah lebih membaik, mungkin karena kondisi Baekhyun yang berangsur-angsur membaik menurut laporan dokter.
"Jay-ssi, apa menurutmu Baekhyun sudah sadar saat ini?" Chanyeol terdengar sedikit gugup.
"Sebelumnya, singkirkan -ssi itu dan panggil aku hyung. Sebentar, akuu akan bertanya pada perawat di sana, kau duduklah dulu di sini, kau pasti lelah" Jay segera beranjak. Tak lama dia kembali di tempat Chanyeol menunggu sambil memegang ponsel di tangannya.
"Chanyeol-ah, Baekhyun sudah sadar dan boleh ditemui satu orang saja. Aku pergi dulu, ada yang perlu aku urus. kamu harus istirahat setelah ini" Jay pergi setelah memberi tepukan di bahu Chanyeol, Chanyeol segera melesat ke ruangan tempat Baekhyun.
Chanyeol memakai baju khusus dan berjalan ke ranjang Baekhyun, tampak wajah Baekhyun yang lemah, matanya masih terpejam, namun tubuhnya tampak sedikit bergerak tidak nyaman.
"Hei, baby" Chanyeol duduk di kursi sebelah ranjang sambil menggenggam tangan Baekhyun seolah memberitahu bahwa Chanyeol ada di situ, perlahan Baekhyun membuka mata dan mencoba tersenyum saat matanya menangkap sosok Chanyeol.
"Kau tampak jelek, kurang tidur,hm?" Baekhyun berkata lemah, Chanyeol membalas senyum Baekhyun, bahkan di saat seperti ini kekasihnya itu masih memperhatikannya.
"Kau lebih jelek kalau kau tau, bibirmu tidak merah dan menggoda seperti biasanya" Chanyeol membalas.
"Mana yang terasa sakit?" wajah Chanyeol kini serius dan membelai tangan Baekhyun yang ada dalam genggamannya dengan lembut.
"Aku sudah baik-baik saja. Aku mengantuk lagi" Baekhyun membalas belaian tangan Chanyeol. Chanyeol berniat menanyakan kejadiannya pada Baekhyun, tapi dia tidak ingin Baekhyun berpikir hal berat saat ini, setidaknya sampai Baekhyun bisa pindah ke ruang perawatan biasa.
"Istirahatlah, Sayang" Chanyeol mengecup dahi Baekhyun. Baekhyun memejamkan matanya.
"I love you, Chanyeolie" Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya dengan yang didengarnya. Apa Baekhyun mengatakan cinta akhirnya? jika Baekhyun sedang tidak sakit pasti Chanyeol akan menggodanya namun melihat wanita yang dicintainya itu mulai tertidur membuatnya hanya bisa membuatnya tersenyum dan bersorak dalam hati.
"I love you too, BabyBaek" Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun sebelum mengecup pipinya dan meninggalkan Baekhyun untuk beristirahat.
#ChanBaek#
-FLASHBACK-
Youngwoon menatap Seunghee yang masih sibuk memainkan ponselnya saat mereka di dalam mobil.
"kau tampak sibuk daritadi, apa ada sesuatu pada Taehyung?" Youngwoon bertanya dalam perjalanan pulang mereka. Mereka baru kembali dari Jeju, Youngwoon ada acara bisnis dan mengajak kekasihnya itu, mereka berada di mobil Youngwoon dalam perjalanan dari bandara, beberapa kali Youngwoon mendapati Seunghee tampak sibuk dengan ponselnya, memang wanita itu mengatakan dia memberi ponsel pada Taehyung agar mudah menghubunginya saat Taehyung jauh dan memberinya GPS agar tau Taehyung ada di mana.
"Aniyo, hanya mengecek Taehyung saja" seunghee tersenyum.
"tenanglah, Chanyeol akan menjaganya dengan baik" Youngwoon membelai tangan seunghee untuk menenangkannya.
"Oh, kau tau? Chanyeol bilang dia punya kekasih, namanya Baekhyun. Aku belum mencari tau, hanya saja sepertinya Chanyeol menjadi sangat 'jinak' bersama wanita itu" Youngwoon terkekeh sendiri. Seunghee hanya menanggapi dengan senyuman.
"Ah, tampaknya Taehyung akan pulang ke rumah, aku akan langsung pulang saja" kata Seunghee tiba-tiba.
"Baiklah, aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu, bukankah kau juga masih sibuk? aku bisa pulang dengan mobilku sendiri" Youngwoon tidak membantah perkataan kekasihnya.
Setelah tiba di kediaman Park, Seunghee mengambil mobilnya yang ditinggal sejak sehari lalu dan segera pergi. Youngwoon menurunkan barang-barangnya dan tersenyum melihat sebuah kotak berpita, dia berencana memberikan sebuah hadiah untuk Chanyeol. Merasa tidak sabar ingin segera memberikan pada putranya, Youngwoon pun bergegas melajukan mobilnya kembali.
Saat memarkirkan kendaraannya dia cukup terkejut melihat mobil Seunghee ada di situ. Bukankah dia tidak pernah memberitahu tempat tinggal Chanyeol? Atau Chanyeol pernah memberitahunya? Atau..GPS seperti yang dia sebutkan pada ponsel Taehyung? Merasa penuh pertanyaan, Youngwoon berjalan ke lobby dan memandang sekilas namun tidak melihat sosok Seunghee.
Youngwoon sampai di lantai 7, saat hendak melangkah keluar dari lift, dia melihat Seunghee keluar dari salah satu flat dengan terburu-buru dan menengok sekeliling seperti takut jika bertemu orang, menyadari ekspresi kekasihnya itu, Youngwoon segera bersembunyi di belakang pilar sampai Seunghee masuk ke dalam lift, setelah dirasa Seunghee menghilang dari pandangan, Youngwoon keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah Seunghee keluar tadi, awalnya di mengira itu adalah flat Chanyeol, namun dia berhenti saat melihat pintu yang berada di sebelah pintu flat Chanyeol sedikit terbuka, mungkin ini yang dikunjungi Seunghee? batinnya.
Karena merasa penasaran, Youngwoon mengetuk pintu itu dan melongokkan kepalanya ke dalam. Seketika matanya terbelalak saat melihat Baekhyun terkapar dengan pisau tertancap di perutnya, Youngwoon segera berlari ke arah Baekhyun dan berjongkok di dekatnya.
"B- Baekhyun, k-kau.."
"S-sakit..t-to-tolong lepassh..p-pisaunya.." Baekhyun berkata terengah, Youngwoon mencabut pisau itu dari perut Baekhyun tanpa mereka tau itu justru akan membuat Baekhyun memancarkan darah lebih banyak. Youngwoon terkejut melihat darah yang banyak mengalir, dia gemetar, merasa takut, mual bercampur menjadi satu, Youngwoon segera berdiri untuk menguatkan dirinya. Dan saat itulah Chanyeol datang.
-FLASHBACK END-
o.
o.
o.
TBC
