The Death Fourth
.
.
.
Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol
Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek
Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s)
HUNHAN STORY!
.
.
.
Sebelumnya...
"Aku akan menjemputmu nanti siang hmm" ujar Sehun membukakan pintu mobil untuk Luhan. Luhan mendesah malas karena harus kembali ke gedung tua yang entah untuk apa dia berada disini setiap hari sementara ketiga temannya tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar di tempat yang disebut kampus ini "Hmm.. aku akan menunggu" balas Luhan memeluk Sehun enggan melepaskannya.
"Masuklah, nanti kau terlambat" katanya tertawa gemas pada sosok Luhan yang sedang bermalasan ini.
"Baiklah" balas Luhan mengecup bibir Sehun sekilas dan perlahan berjalan meninggalkan Sehun yang masih memperhatikannya hingga ia benar-benar masuk kedalam kampusnya "Kau janji akan menjemputku kan?" tanya Luhan berbalik badan bertanya pada kekasihnya.
"Aku akan menjemputmu sayang" balas Sehun tersenyum "Oke" cengir Luhan bersemangat dan berlari memasuki kelasnya. "Aku tidak mau mencari lagi Lu, hanya kau prioritasku saat ini" gumam Sehun tersenyum pada sosok Luhan yang sudah tak terlihat.
"Tuan muda" panggil beberapa suara bersamaan
Sehun yang baru saja membuka pintu mobilnya sampai ada seseorang yang memanggilnya, membuatnya menoleh dan
BUGH!
Pandangan Sehun berputar dan ia merasa seketika semua menjadi gelap, sedetik kemudian dia sudah terjatuh tak sadarkan diri.
"Bawa dia" perintah sebuah suara membuka kaca mobilnya dan tersenyum menyeringai melihat Sehun tak berdaya seperti itu.
.
.
.
.
.
"Sehunnie kemana" gumam Luhan yang sudah hampir setengah jam berada di parkiran mobil namun Sehun belum kunjung datang. "Apa dia lupa" katanya lagi mengecek arlojinya yang terus berjalan.
Luhan mengambil ponselnya dari sakunya, baru saja ia ingin menghubungi Sehun, tapi ada seseorang tidak dua orang yang sengaja menubruk bahu kanan kirinya dengan kasar, membuat ponselnya terjatuh seketika.
"Uppsss, kami sengaja" seringai suara yang terdengar seperti ursula si penyihir yang tak lain adalah saudari tirinya yang begitu menjijikan. Luhan mengabaikannya dan kembali memungut ponselnya, namun lagi-lagi dia dengan sengaja ditubruk lagi membuat ponselnya kembali terjatuh "upss, sengaja" kali ini adik si monster ursulla yang berbicara. "Ayo kita pergi eon" katanya pada Jessica meninggalkan Luhan yang menggeram marah.
Habis sudah kesabaran Luhan, dia dengan cepat mengambil ponselnya dan berjalan cepat mengejar kedua penyihir sialan itu, kemudian dia menyeruak di tengah-tengah mereka dan menggenggam kencang lengan kedua wanita sialan ini.
"Hey lepaskan" jerit Krystal karena genggaman Luhan teramat kencang membuat kulitnya merah. "Kalian mati setelah ini" desis Luhan membawa keduanya ke selokan kotor yang berada tak jauh dari parkiran mobil dan
BYUR!
Dengan gerakan berbarengan Luhan membuang kedua penyihir itu ke selokan dengan mudahnya seperti membuang tisue kotor yang digunakan untuk mengelap kotoran "Ups, aku sengaja!" Seringai Luhan meninggalkan keduanya yang kini sudah berlumuran kotoran yang sangat bau berwarna hitam.
"XI LUHAN SIALAN! AKAN KUBALAS KAU" teriak keduanya menyumpahi Luhan.
"HAHAHAHAHAHAHAA"
Saat sedang berjalan terdengar gelak tawa dari beberapa mahasiswa yang menyaksikan aksi Luhan membuang kedua "sampah masyarakat" ini, terdengar Jessica dan Krystal semakin menyumpahi Luhan. Sementara tidak ada satupun yang menolong mereka, sampai supir pribadi mereka datang dan dengan tidak ikhlasnya mengeluarkan nona muda mereka dari selokan kotor dan bau itu. Tak lama terdengar suara mobil dinyalakan, namun sumpah serapah masih diucapkan oleh kedua wanita penyihir ini. Membuat Luhan tertawa puas karenanya, dan memutuskan kembali menunggu Sehun, berharap Sehun sudah berada disana.
"Sayang kau kemana?" Gumam Luhan yang kini merasa lebih khawatir daripada kesal, karena Sehun bukan tipe seseorang yang ingkar janji. Sehun memang jarang menjemputnya tapi saat dia mengatakan akan menjemput itu artinya dia tidak akan terlambat walau hanya sedetik.
Tes!
Setitik air dari langit tiba-tiba turun mengenai hidung Luhan, dan lama kelamaan titik air itu jatuh secara serempak membasahi tanah, membuat Luhan mau tak mau berteduh ke tempat yang tidak membuatnya basah kuyup karena semakin lama hujan turun semakin derasnya. Perasaan Luhan semakin tak enak tatkala hujan turun semakin deras dan Sehun yang sudah satu jam tak bisa dihubungi "Kenapa aku menangis, dasar cengeng" gumam Luhan menghapus airmatanya yang jatuh, ia mengatai dirinya sendiri yang tiba-tiba menangis karena entah kenapa hatinya terasa sangat sakit.
..
..
..
"Eungh..." Suara lenguhan datang dari pemuda tampan yang sepertinya baru bangun dari pingsannya, dia perlahan membuka matanya dan mengerjap beberapa kali untuk mengenali tempat yang rasanya tak asing untuknya.
Sehun memutuskan untuk bangun dan duduk di ranjang tempat ia berada sekarang "arhh.." Erangnya memegang tengkuknya yang terasa nyeri karena dipukul kencang menggunakan balok beberapa jam yang lalu.
Sehun sudah tahu dimana dia berada, tempat ini tidak asing untuknya, dia sedang berada dikamarnya sendiri tempat dia menghabiskan hampir dua puluh tahun hidupnya di kamar yang seperti penjara untuknya ini. Dia tidak perlu bertanya siapa yang melakukannya, tentu saja orang yang membawanya paksa kedalam kamarnya sendiri adalah ayah kandungnya sendiri.
Sehun meggeram kesal, dan dia baru menyadari kalau diluar hujan deras, dia melihat ke arlojinya dan membelalak kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, itu artinya dia sudah terlambat tiga jam untuk menjemput kekasihnya yang ia tebak masih berada disana untuk menunggunya hingga ia datang.
"Luhan!" Gumam Sehun bergegas berdiri namun kembali terduduk saat sesuatu menariknya lagi, dia baru tersadar jika tangan kanannya di borgol dikaitkan dengan salah satu besi yang ada diranjang tempat tidurnya "sialan" umpat Sehun yang merasa ayahnya benar-benar keterlaluan.
Cklek!
"Kau sudah bangun rupanya" suara yang sangat membuat Sehun marah menyapa Sehun dengan seringaian didalamnya. Luhan menatap geram pada sosok pria tua namun sangat licik yang tak lain adalah ayahnya sendiri
"Kenapa kau menyekapku kesini? Aku sudah bilang aku akan membantumu menyelesaikan urusan kantormu" geram Sehun yang memang beberapa hari ini sibuk membantu ayahnya yang sedang dalam masalah keuangan. Sehun sendiri terpaksa membantu ayahnya karena ayahnya terus menerornya untuk menjodohkan dia dengan partner kerjanya yang bisa membuatnya kembali memiliki kekayaan dengan jumlah berkali-kali lipat lebih banyak.
"Tidak perlu repot-repot lagi. Putrinya sangat menyukaimu, dia hanya ingin menikahimu dan aku akan kembali kaya. Perjodohanmu akan dilaksanakan 5 hari lagi jadi bersiaplah" katanya memberitahu putra tunggalnya.
"BERHENTI MENGATURKU! AKU BUKAN BONEKAMU DAN AKU SUDAH MEMILIKI KEKASIH" geram Sehun yang tangannya memerah karena berusaha melepas borgol yang menahannya ini.
"Siapa kekasihmu hah? Apa perlu aku membuatnya pergi menjauh dari kehidupanmu juga" tuan Oh berteriak menantang putranya.
"Brengsek sialan, jika kau berani menyentuh kekasihku lagi kali ini, aku benar-benar tidak akan melepaskanmu" desis Sehun yang seluruh tubuhnya bergetar marah membayangkan Luhan tak ada lagi disampingnya.
"Benarkah? Kalau begitu jaga dia semampumu. Karena ketika kau tidak memperhatikannya dengan benar, kau akan kehilangan kekasihmu lagi" seringai tuan Oh meninggalkan Sehun yang sudah benar-benar tersulut emosinya.
"JANGAN PERNAH MENYENTUHNYA! ARGHHHHHHHHH" teriak Sehun frustasi namun percuma karena tuan Oh hanya menyeringai menang mengetahui sudah dapat kembali menguasai putra tunggalnya lagi. "Bius dia" perintah tuan Oh dan tak lama 4 bodyguard berbadan besar menghampiri Sehun, Sehun meraung meronta untuk melawan namun percuma karena tiba-tiba saja ia merasa lemas dan kembali tertidur karena efek obat bius yang diberikan padanya.
..
..
..
Sementara itu, Luhan tetap menunggu Sehun di parkiran mobil, kali ini ia berjongkok dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua tumitnya, dia gemetar,tapi bukan karena kedinginan, dia gemetar karena entah kenapa perasaannya sangat tak enak, sudah hampir 5 jam dia menunggu Sehun tapi Sehun tak kunjung datang dan tak dapat dihubungi membuatnya merasa sangat takut hal buruk terjadi pada Sehunnya.
BLAM!
Terdengar suara pintu mobil dibuka dan langkah kaki berjalan mendekati Luhan, Luhan ingin sekali menoleh berharap Sehun yang datang, tapi dia takut, takut jika dia menoleh bukan Sehun yang datang membuatnya kembali berfikiran yang buruk lagi. "Ya Tuhan Lu, kami mencarimu kemana mana, kenapa kau ada disini" Luhan tahu suara itu, itu suara Kai yang kentara sekali cemas dan khawatir, membuat Luhan mendesah kecewa karena benar bukan Sehun yang datang.
"Lu" panggil Kai berjongkok dan memakaikan jaketnya pada Luhan "Kau kenapa hmm" katanya mencoba mengusak rambut Luhan agar dia menoleh padanya.
"Lu lihat kami" kali ini suara Chanyeol yang ikut berjongkok mencoba membujuk Luhan. Luhan tidak tahan, dia sedari tadi menahan pikiran buruknya, namun saat Kai dan Chanyeol ada didepannya dia ingin membagi ketakutannya kepada kedua sahabatnya.
"Sehunnie ma-hix-na" tanya Luhan terisak berharap kai atau Chanyeol tahu diana keberadaan Sehun.
"Astaga Lu, kau kenapa menangis seperti ini" ujar Kai membelalak kaget melihat keadaan Luhan yang sangat kacau "Sehunnie mana Kai, Sehunnie mana yeol" tanya Luhan pilu kembali menyembunyikan wajahnya diantara tumitnya dan bergetar hebat.
"Ayo kita pulang, kau bisa sakit disini" Kai menarik tangan Luhan tapi Luhan menghempaskannya dengan keras "Aku tidak akan pergi kemanapun sampai Sehun datang" teriaknya menangis ketakutan.
"Sehun tidak akan datang, ayo kita tunggu dirumah" geram Kai yang entah kenapa sangat mengkhwatirkan Luhan saat ini. "Kai lepas!" Pekik Luhan karena Kai menggenggamnya kuat. "Yeolie tolong aku" pinta Luhan memohon pada Chanyeol yang mengikuti mereka dari belakang, Chanyeol hanya bisa terdiam tak melakukan apapun karena memang benar Luhan akan sakit jika terus berada disini. "Lepaskan aku" jerit Luhan menangis saat Kai mendekapnya agar tidak terkena hujan menuju kemobil mereka.
Luhan yang sudah kelelahan akhirnya hanya bisa pasrah dan mengikuti Kai dan Chanyeol yang membawanya pulang "Sehunnie" gumam Luhan terisak disepanjang perjalanan pulang, membuat Kai dan Chanyeol semakin khawatir karena memang benar Sehun sama sekali tidak bisa dihubungi.
..
..
..
"Bagaimana? Kau menemukannya?" Tanya Chanyeol saat Kai baru saja sampai dirumah, memang setelah keduanya memastikan Luhan tertidur, Kai langsung bergegas mencari ke tempat-tempat yang biasa Sehun kunjungi, tapi hasilnya nihil, dia tidak menemukan apapun.
"Belum. Entahlah yeol, aku jadi mengkhawatirkannya, apa mungkin ini ulah Sungtae atau Sangchul?" Tanya Kai berjalan duduk ke sofa diikuti Chanyeol dibelakangnya.
"Aku rasa bukan, mereka tidak akan menyerang kita satu persatu, karena mereka tahu konsekuensinya, bagaimana ini, Luhan akan semakin terpuruk kalau kita belum memberinya kabar tentang Sehun" gumam chanyeol memijat kepalanya yang tak pusing.
"Dimana Luhan? Apa dia sudah makan?" Tanya Kai menoleh ke pintu kamar Luhan. "Masih dikamarnya, dia tidak menyentuh apapun sedari tadi" katanya memberitahu Kai.
"Kau bujuklah Luhan untuk makan" Chanyeol berdiri berjalan keluar pintu "Kau mau kemana?" Tanya Kai "Aku akan meminta tolong teman-teman kita, aku rasa sesuatu memang telah terjadi" ujar Chanyeol dan tak lama menutup pintu pergi menuju ke markas teman-temannya.
..
..
..
"Apa kalian sibuk?" Tanya Chanyeol yang mengganggu aktivitas keenam temannya yang tampak sibuk.
"Chanyeol? Ada apa?" Joon mendekati Chanyeol dan memeluknya sekilas.
"Setiap salah satu dari kalian datang sendirian kesini, itu tandanya ada masalah kan?" Ujar Thunder menganalisa, dan chanyeol mengangguk perlahan membenarkan ucapan kekasih Joon ini.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada kalian? Pada Luhan?" Tanya Kikwang langsung menebak secara asal. "Bukan Luhan" balas Chanyeol lesu.
"Lalu siapa?" Tanya Yunho yang merasa perasaanya tak enak.
"Sehun. Aku rasa dia dalam masalah sekarang" balas Chanyeol terduduk lemas di sofa "Sehun kenapa?" Tanya Yunho cepat
"Entahlah. Hampir seharian ini dia tidak bisa dihubungi, Luhan sudah seperti orang yang siap mati jika tidak segera bertemu Sehun. Bantu kami menemukannya hmm. Aku tidak bisa berpikir matang karena aku juga mengkhwatirkannya belum lagi sikap Luhan yang membuatku semakin takut" ujar Chanyeol yang terlihat sangat bingung.
"Kami akan kerumah kalian besok, kita akan mencari Sehun dengan tetap memperhatikan Luhan oke" Siwon menghampiri Chanyeol dan memegang bahunya meyakinkan temannya itu.
"Gomawo" lirih Chanyeol yang merasa sangat pusing karena keberadaan Sehun yang tak jelas.
..
..
..
Cklek!
Kai membuka pintu kamar Luhan dan mendekati sosok kecilnya yang bersembunyi dibalik selimut "Lu" panggilnya membangunkan Luhan yang baru beberapa jam tanpa Sehun terlihat sangat kacau.
"Eunghhmm" balas Luhan membalikkan badannya menghadap Kai "Ayo makan cantik, kau bisa sakit kalau tak makan" bujuk Kai bermain di poni Luhan.
"Sehunnie mana?" Tanya Luhan dengan suara tercekat, Kai benar-benar akan menangis kalau saja dia tidak menahan diri, dia sangat tidak tega melihat Luhan yang seperti ini "Maaf Lu, kami belum menemukannya" katanya menghapus airmata Luhan yang entah kenapa terus keluar hari ini.
"Makan ya?" Bujuk Kai mengusak sayang rambut Luhan. Luhan menggeleng lemah "Bagaimana bisa aku makan kalau ternyata disana Sehunnie kelaparan, aku baik-baik saja Kai. Kau tidurlah" isak Luhan perlahan dan kembali membalikan badannya ke arah yang berlawanan dengan Kai, dia menaikkan selimutnya dan tak lama bahunya kembali bergetar mengingat Sehun yang entah dimana "Kita akan menemukan Sehun, Lu. Jangan menangis hmm" ujar Kai bersandar di bahu Luhan dan mengelus sayang rambut rusanya agar tak menangis.
Luhan percaya pada Kai dan Chanyeol. Luhan percaya kalau kedua temannya akan menemukan kekasihnya, tapi untuk sekarang sangat sulit untuknya berpura-pura bertindak seolah Sehun baik-baik saja, dia benar sangat merindukan kekasihnya dan ingin memeluknya saat ini.
..
..
..
Tiga hari telah berlalu, namun kabar tentang keberadaan Sehun seperti lenyap ditelan bumi, membuat ketiga orang temannya sepperti mati secara batin terutama Luhan. Luhan mati secara fisik dan batin, dia tidak menyentuh makanannya sejak tiga hari yang lalu, dia hanya meminum air itupun hanya seteguk, Kai, chanyeol dan yang lainnya benar-benar dibuat frustasi karena sikap Luhan yang bersikeras tak memakan apapun sejak tiga hari yang lalu, dia mengatakan tidak akan bisa makan mengingat Sehunnya yang belum tentu diberi makan disana.
Dan benar saja firasat Luhan, entah ikatan batin mereka yang terlalu kuat atau bagaimana antara dirinya dengan Sehun. Karena saat ini, sudah tiga hari yang lalu, Sehun juga sama sekali tak menyentuh makanannya, dia tidak sudi makan makanan dari orang tuanya terutama dari seorang yang kelewat tamak seperti ayahnya, membuatnya terpaksa diinfus karena terus menyakiti dirinya sendiri.
Sehun sendiri sebenarnya tak ingin menyentuh makanannya karena menebak pasti Luhan tak makan juga, memikirkan rusanya menyakiti dirinya sendiri sudah membuatnya tambah tak bernafsu untuk memakan apapun, belum lagi ayahnya akan terus membiusnya kalau dirinya terus berusaha untuk kabur atau berteriak, membuat seorang Oh Sehun benar-benar tampak seperti mayat hidup sekarang.
Seperti saat ini, Sehun baru sadar dari efek obat bius yang diberikan kepadanya, walau sedang diinfus ayahnya tanpa hati nurani tetap membius putranya yang terus meronta dalam keadaan lemas. Saat membuka matanya Sehun mendapati dua pembantu rumah tangganya mengelilinginya "Tuan muda, silakan makan makanan anda" katanya berdiri menunggu respon dari Sehun "Pergilah" ujar Sehun masih dengan nada mematikannya. "Tapi tuan besar bilang..."
PRANG!
Entah piring dan gelas keberapa yang sudah Sehun pecahkan tiga hari ini, dia marah, sangat marah, walau dengan keadaan lemas dirinya masih bisa membuat ulah membuat beberapa bodyguard menghampirinya siap membiusnya lagi.
"PERGI!" Hardik Sehun kepada pembantunya. Dan dua bodyguard pun siap menyuntikkan obat bius lagi pada Sehun sesuai instruksi dari bos mereka "Bagus, bius aku! Buat aku mati sekalian" seringai Sehun karena memang ini tujuannya,
"Hentikan!" Teriak seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu kandung Sehun. Kedua bodyguard inipun menghentikan kegiatan mereka dan berlalu pergi meninggalkan Sehun dan ibunya. "Sehun anakku, kenapa kau jadi seperti ini nak? Apa yang harus eomma lakukan" katanya menangis melihat keadaan putranya yang begitu mengenaskan.
"Maaf eomma baru bisa menemuimu, eomma baru pulang dari Paris dan mengetahui dari pengurus rumah kita kalau kau disini, tapi eomma tidak menyangka kau disekap seperti ini nak" ujarnya penuh rasa bersalah pada putra tunggalnya.
"Pergilah, Pergilah mengejar hobimu keliling dunia, kau selalu melakukan itu dari dulu kan? Anggap aku sudah mati, aku mohon" pinta Sehun penuh kemarahan.
"Sehunna kau anakku! Bagai-bagaimana bisa aku menginginkan kematian anakku" balas nyonya Oh terisak
"Kalau begitu lepaskan aku! Biarkan aku pergi" teriak Sehun frustasi.
"Mintalah yang lain nak, kau tahu ayahmu adalah seseorang yang paling arogan, tidak ada yang bisa menentangnya, katakan pada eomma apa yang kau inginkan selain pergi darisini nak" katanya mengusak sayang rambut putranya.
"Luhan" gumam Sehun yang entah kenapa benar sangat merindukan kekasihnya "Siapa?" Tanya nyonya Oh memastikan
"Eomma, aku tidak pernah meminta apapun darimu sejak kecil. Bolehkah sekarang aku meminta?" Tanya Sehun ppenuh harapp
"Apapun nak selain pergi darisini" balas ibunya merasa bersalah.
"Luhan! Kembalikan aku pada Luhan, aku ingin bertemu Luhan, aku sangat merindukannya" racau Sehun yang sangat frustasi
"Luhan? Luhan siapa nak?" Tanya ibu Sehun
"Dia kekasihku. Aku sangat mencintainya" ujar Sehun benar-benar berharap bisa bertemu Luhan.
"Kalau begitu lupakan dia! Kau tidak akan pernah bertemu dengan kekasihmu lagi" sela sebuah suara yang begitu Sehun benci saat ini "Kau" desis Sehun pada ayahnya.
"Ayo keluar" katanya menarik istrinya menjauh "Yeobo, putra kita" nyonya Oh memberontak tak terima "Kau boleh bertemu dengannya nanti saat dia resmi bertunangan dengan putri keluarga Choi" ayahnya menarik ibu Sehun menjauh
"Kau! Persiapkan dirimu, dua hari lagi kau akan bertunangan disaksikan di seluruh Korea. Jangan berulah! Atau aku akan membunuh kekasihmu" Ancam tuan Oh membuat wajah Sehun mengeras."Bius dia!" perintah tuan Oh pada bodyguardnya
"Jika kau menyentuhnya aku yang akan membunuhmu" ujar Sehun balik mengancam.
"Terserah! Sampai ketemu dihari pertunanganmu" seringai tuan Oh membuat Sehun benar-benar geram. Dia melenggang pergi menarik paksa istrinya keluar dari kamar Sehun
"ARGHHH! SIALAN! LEPASKAN AKUUUU" teriaknya menyumpahi ayahnya yang sudah sangat keterlaluan, dan lagi! Kedua bodyguard Sehun menghampirinya untuk membiusnya dan tak lama Sehun kembali terkulai lemas tak berdaya.
..
..
..
"Bagaimana? Apa sudah ada kabar?" Kyungsoo dan Baekhyun berlari saat kekasih mereka memasuki rumah Kyungsoo.
"Belum ada Kyung, kami benar tidak tahu harus mencari kemana lagi" lirih Kai berjalan merangkul Kyungsoo masuk kedalam rumahnya.
"Kalian pasti menemukan Sehun sayang, kau harus tetap mencarinya hmm, kasihan Luhan" kini Baekhyun yang merangkul chanyeol masuk kedalam rumah Kyungsoo.
"Bagaimana Luhan? Apa dia mau makan hari ini?" Tanya Chanyeol pada kekasihnya.
"Luhan masih tidur dikamar Kyungsoo, dia sama sekali tidak menyentuh makanannya yeol" ujar Baekhyun memberitahu Kai dan Chanyeol.
"Maaf kami tidak bisa membantu membujuknya juga" lirih Kyungsoo menyesal
"Paling tidak dia aman disini karena kalian mengawasinya, kalau dirumah kami, kami tidak bisa menjaganya 24 jam karena kami sibuk mencari Sehun. Lagipula dia terlalu nekat jika sendirian, gomawo untuk kalian berdua hmm" Kai mengecup Kyungsoo sekilas dan memandan Baekhyun berterimakasih.
Ya, Luhan memang sengaja dibawa kerumah Kyungsoo karena dia tidak bisa ditinggal sendiri dirumah sementara Sehun belum bisa ditemukan, seperti dua hari lalu misalnya, Kai dan Chanyeol benar-benar dibuat hampir mati ketakutan karena Luhan mentah-mentah menemui Sangchul dan hampir menembaki semua anak buah Sangchul yang jumlahnya selusin, beruntung saat itu Thunder bisa dengan cepat melacak keberadaan Luhan, hingga mereka akhirnya bisa kesana tepat waktu dan belum terjadi hal yang mengerikan pada Luhan. Dari malam itu, Kai dan Chanyeol langsung membawa Luhan kerumah Kyungsoo karena disana mereka bisa mengawasi Luhan sementara mereka bisa mencari Sehun tanpa harus memikirkan Luhan yang bisa berbuat nekat lagi.
"Tuan muda, anda kedatangan tamu" pengurus Lee membungkuk memberitahu Kyungsoo "Siapa?" Tanya Kyungsoo yang bingung karena sebelumnya dia tidak pernah kedatangan tamu.
"Kami" terdengar sebuah suara yang diikuti beberapa orang dibelakangnya.
"Hyung? Kenapa kalian disini?" Tanya Kai berdiri menghampiri Siwon dan kelima temannya yang datang kerumah Kyungsoo.
"Apa kalian dapat sesuatu?" Tanya Chanyeol berharap kedatangan kelima temannya
"Belum, kami belum menemukannya" jawab Yunho mendekati Kai dan Chanyeol
"Tapi kita bisa berhenti mencari Sehun" kali ini Siwon yang berbicara
"Apa maksudmu?" Tanya Kai tersinggung "Jika kalian tidak ingin memban..."
"Ini!" Siwon melemparkan sesuatu ke meja di ruang santai rumah Kyungsoo.
"Apa itu?" Tanya Chanyeol penasaran "Bacalah" ujar Yunho memberitahu
Dan tak lama Chanyeol dan Kai pun membaca surat yang baru saja dilemparkan Siwon ke atas meja. Keduanya membaca cepat undangan tersebut, awalnya mereka mengernyit bingung saat membaca kertas yang seperti undangan itu, dan tak lama keduanya tiba-tiba membelalakan matanya saat mencerna dan mengerti isi dari undangan yang diberikan kepada mereka.
"A-apa ini?" Tanya Kai yang seperti tersambar petir dimalam hari "Ini gila" gumam chanyeol melempar undangan tersebut kembali ke meja.
"Tuan muda Kyungsoo, ada undangan untuk anda" paman Lee menghampiri Kyungsoo yang masih penasaran dengan undangan yang dibaca oleh Kai dan Chanyeol, dengan malas Kyungsoo membaca undangan yang ternyata sama dengan yang dibaca oleh Kai dan Chanyeol, Kyungsoo menggeram marah dan menuntut jawaban dari Kai dan Chanyeol "APA MAKSUDNYA OH SEHUN DAN CHOI SULLI BERTUNANGAN HAH!" Geram Kyungsoo membuat Baekhyun mengambil paksa undangan yang ada ditangan Kyungsoo "Apa maksudnya ini" gumam Baekhyun yang tiba-tiba merasa takut jika Luhan membaca undangan ini.
PRANG!
Terdengar suara pecahan gelas, namun pecahan itu bukan berasal dari salah satu dari mereka semua yang berada dibawah, pecahan kaca itu berasal dari atas, membuat kesepuluh orang lainnya yang berada dibawah membelalak kaget.
"Sial" gumam Kai dan chanyeol bersamaan dan dengan otomatis keduanya berlari keatas menghampiri Luhan yang sepertinya mendengar ucapan Kyungsoo beberapa detik yang lalu.
"Hey,hey Lu. Jangan berfikir macam-macam" Kai menangkap Luhan yang sepertinya sudah tidak bisa menahan berat badannya sendiri.
"A-apa maksud ucappan Kyungie? Sehun mana? Ke-kenapa dia bertunangan" tanya Luhan bergetar hebat dipelukan Kai "SEHUNNIE MANA!" Jerit Luhan mencengkram kuat baju Kai
"Lu, Sehun akan segera kembali kau jangan begini hmm" Chanyeol mengambil Luhan memeluknya erat, sementara Kai hanya bisa terduduk lemas melihat Luhan yang benar seperti akan menjadi gila tanpa Sehunnya "Apa maksudnya Sehun tunangan yeol" isak Luhan memukul lengan Chanyeol berkali-kali "Kenapa Sehun tega.. aghhhhhhhhh!" teriak Luhan menggigit erat lengan Chanyeol membuat Chanyeol meringis kesakitan namun dia membiarkannya karena Luhan memang butuh pelampiasan.
"Sehun dibawa paksa oleh ayahnya Lu, itu bukan kemauannya" sebuah suara membuat Luhan menoleh dan sedikit mendengarkan Siwon yang juga sudah berjongkok disampingnya.
"Apa maksudmu Sehun dibawa paksa?" tanya Luhan masih terisak
"Choi Sulli, gadis itu, dia saudara tiriku. Ayahku menikah dengan ibunya saat ibuku meninggal, aku sepertimu, kita dibuang karena ayah kita menemukan keluarga barunya" lirih Siwon tersenyum pahit.
"K-kau tidak pernah cerita" balas Luhan tercekat "Tidak penting Lu, lagipula aku lebih bahagia dengan hidupku sekarang" katanya tersenyum mengusak rambut Luhan
"Lalu kau tahu darimana tentang Sehun" tanya Kai yang kini menghampiri Luhan dan menghapus air mata Luhan dari matanya.
"Paman Yang, dia orang kepercayaan sekaligus mata-mataku, ketika aku menerima undangan ini, aku sudah minta diberitahu bagaimana keadaan yang sebenarnya. Rumah Sehun terutama kamarnya sudah dijaga oleh lusinan bodyguard suruhan ayahnya, terutama kamar Sehun, di setiap sudut ada penjaganya, tidak mungkin jika Sehun menyetujuinya harus ada bodyguard sebanyak itu kan?" tanya Siwon membuat Luhan berfikir.
"Jadi Sehunnie diculik?" tanya Luhan kembali ketakutan membuat Kai dan Chanyeol benar kewalahan karena Luhan kembali menangis "Hmm seperti itu Lu" balas Siwon menyesal.
"Sehunniee..h-hikss" isak Luhan memeluk erat Kai dan Chanyeol, saat ini dirinya benar-benar emosi
"Jangan menangis rusa kecil, kita akan membawa Sehun pulang hmmm" TOP dan yang lainnya naik keatas menghampiri Luhan dan menenangkannya "Benarkah?" tanya Luhan penuh harap menatap semua teman-temannya.
"Benar Lu, Sehun milikmu, jadi dia harus kembali padamu, aku janji" balas Kai mencium pucuk kepala Luhan dan membenarkan semua perkataan teman-temannya. "Kau akan bersama Sehun sebentar lagi hmmm" ujar Chanyeol memeluk erat Luhan.
Luhan mau tak mau tersenyum dan menatap kedua sahabatnya bergantian "Gomawo" ujar Luhan sangat berterimakasih pada semua teman-temannya.
"Lebih baik kita kembali kerumah kalian, kita harus mempersiapkan segalanya kan" ujar Kikwan mengingatkan "Kau benar" semua suara menyetujui usulan Kikwang.
"Ayo kita bersiap" ujar Luhan yang berdiri tiba-tiba dan sedikit terhuyung ke arah Yunho karena kepalanya memang sangat pusing akibat tidak makan dengan benar beberapa hari ini
"Kau dirumah Lu" Kai menolak usulan Luhan yang ingin ikut menjemput Sehun
"Aku ikut!" pekik Luhan tak terima dan dengan segera menuruni tangga rumah Kyungsoo, membuat beberapa dari mereka langsung mengikuti Luhan yang berjalan seperti orang mabuk.
"Lu, kau mau kemana?" tanya Baekhyun dan Kyungsoo menghampiri Luhan yang tampak kerepotan berjalan "Aku mau menjemput Sehunnie, terimakasih sudah menjagaku dengan baik Baek, Kyungie. Aku sangat menyayangi kalian" ujar Luhan memeluk erat Kyungsoo dan Baekhyun
"Kau yakin Lu? Badanmu hangat, kau pasti sebentar lagi demam" Ujar Baekhyun khawatir
"Aku akan sehat jika berada didekat Sehunku. Aku pergi dulu, aku sayang kalian" balas Luhan mencium pipi Kyungsoo dan Baekhyun dan tak lama bergegas keluar menuju mobil salah satu dari temannya yang bersedia memberi tumpangan untuknya.
"Kami pergi" pamit Yunho, Siwon, TOP dan Kikwang yang terus mengekori Luhan "Kalian hati-hati" teriak Kyungsoo berpesan
"Apa kami boleh ikut?" tanya Baekhyun berlari menghampiri kekasihnya yang sedang menuruni tangga "Kita bertemu disana hmm, aku yakin kau juga pasti diundang" balas Chanyeol mencium bibir Baekhyun sekilas "Baiklah kalau begitu, kalian harus berhati-hati hmm" katanya memeluk Chanyeol erat "Kami akan berhati-hati sayang" balas Chanyeol tersenyum lega.
"Kami pulang dulu hmm, kita bertemu disana oke" Kai menghampiri Kyungsoo yang masih sibuk berpesan panjang lebar pada Luhan
"Ah, baiklah sayang, aku benar-benar khawatir pada rusa idiot itu" gemas Kyungsoo yang melihat Luhan begitu bersemangat di mobil.
"Aku juga akan gila jika kau pergi dariku, terus bersamaku hmm" ujar Kai tiba-tiba memeluk Kyungsoo erat "Kau keluar topik pembicaraan baby, tapi aku suka" kekeh Kyungsoo tersenyum malu.
"Aku mencintaimu" gumam Kai sangat bahagia "Aku juga sangat mencintaimu" balas Kyungsoo memeluk Kai erat.
TIN TIN!
TIN! TIN!
Luhan dengan sengaja menekan klakson mobil berkali-kali menginterupsi kemesraan Kai dan Chanyeol "Jangan membuatku iri! Cepat naik" pekik Luhan membuat Kyungsoo, Kai, Chanyeol dan Baekhyun terkekeh.
"Tidak mau! Kami akan berciuman didepanmu" Kyungsoo membuat tangan Kai melingkar indah dipinggangnya menggoda Luhan
"Kyungie lepaskan Jongin" jerit Luhan benar-benar jengkel "Jangan menggoda Luhan lagi baby, dia sedang sensitif" bisik Kai ditelinga Kyungsoo
"Araseo. Dasar bayi manja" gerutu Kyungsoo mengatai Luhan "Kau juga" cibir Luhan tak mau kalah.
"Sudah jangan ribut terus" Chanyeol yang sudah berpamitan pada Baekhyun bergegas memasuki mobilnya mengusak rambut Luhan.
"Aku pergi ya, terimakasih sudah membantu kami menjaga Luhan" pamit Kai mengecup Kyungsoo sekilas "Tidak perlu berterimakasih, Luhan juga keluargaku" balasnya tersenyum pada Kai.
"Dah sayang, terimakasih untuk semuanya" Chanyeol melambai ke arah Baekhyun yang terus menatapnya.
"Kyungie lihat! Kai memelukku" pamer Luhan yang sengaja membuat Kai memeluknya "Rusa jelek lepaskan Jongin" kini Kyungsoo yang berakting kesal karena Luhan menggodanya
HAHAHAHAHAA
Semua yang melihat adegan konyol antara Kyungsoo dan Luhan mau tak mau tertawa dan menggeleng maklum pada kedua tuan muda super manja ini.
"Aku hanya milikmu baby Kyung" Kai meyakinkan Kyungsoo yang kini cemberut "Aku tahu" balas Kyungsoo tertawa menyadari kebodohannya karena termakan godaan Luhan
"Kami pergi" ujar sembilan orang berpamitan dengan enam mobil yang perlahan meninggalkan garasi rumah Kyungsoo
"Dah, sampai ketemu nanti" balas Kyungsoo dan Baekhyun bersemangat.
"Aku mencintai kalian" ujar Luhan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil "Kami juga mencintaimu Lu, berhati hati hmmm" pesan Baekhyun dan Kyungsoo saat Luhan sudah semakin menjauh hingga tak lama mobil Luhan dan kekasih serta teman-teman mereka tak terlihat lagi.
"Aku akan segera bertemu dengan Sehun kan?" Luhan kembali bertanya penuh harap
"Kita akan segera membawanya pulang hmm" ujar Kai menoleh ke kursi belakang dan mengusak sayang rambut Luhan
"Kau akan bertemu dengan Sehun besok Lu" kini Chanyeol yang berkata melihat Luhan sekilas dan kembali fokus menyetir
"Gomawo, aku bisa mati jika tak ada salah satu dari kalian" guma Luhan menggenggam erat tangan Kai dan memegang lengan Chanyeol yang sedang menyetir
..
..
..
Keesokan harinya…
"A-kwo-uh su-dwah ken-yangh" gumam Luhan yang hampir tersedak makanannya karena dari semalam Chanyeol dan Kai memaksanya makan dalam porsi besar dan sangat banyak
"Kalau kau mau ikut menjemput Sehun kau harus makan, sudah empat hari ini kau tidak makan, kau bahkan sudah terlihat seperti mayat hidup" balas Kai yang terus menyuapi Luhan agar Luhan terus makan
Uhuk!
Luhan tersedak makanannya karena ingin protes pada kedua temannya "Ish rusa ini, minum dulu" gemas Chanyeol berlari kedapur dan buru-buru mengambilkan minuman untuk Luhan.
Luhan dengan segera meminum airnya dan kembali protes "Aku sudah kenyang Kai, nanti kalau aku tidak bisa lari bagaimana?" kesal Luhan melipat tangannya didepan dadanya.
"Aigoo syukurlah Luhanku sudah kembali" goda Kai dan Chanyeol bersamaan membuat Luhan semakin cemberut.
"Ish kalian! Oia, mana teman-teman kita? Ini sudah hampir jam tujuh, acaranya kan jam sembilan. Bagaimana kalau kita terlambat dan Sehun sudah bertunang-.."
Cklek!
Terdengar suara pintu rumah mereka terbuka, Luhan segera berlari untuk menyambut teman-temannya "Akhirnya kalian datang.. kenapa lama sekali? Bagaimana kalau kita terlambat?" protes Luhan
"Kau cerewet sekali hmm" Kikwang mencubit gemas pipi Luhan
"Kita butuh persiapan kan? Pakai ini, ini ID kalian, tidak sembarangan orang bisa masuk" Siwon membagi-bagikan satu persatu ID khusus untuk masuk ke acara pertunangan Sehun
"Punyaku mana?" tanya Luhan karena dia tidak dibagikan ID nya
"Kau tidak dapat Lu" balas Siwon memberitahu "Wae? Aku kan mau ikut!" protes Luhan tak terima "Aku juga tak dapat" Kikwang memberitahu Luhan "Aku juga" Yunho juga memberitahu.
"Jangan bilang kalau Luhan, Kikwang dan Yunho akan langsung kekamar Sehun" Chanyeol yang mengerti keadaan langsung bertanya curiga pada rencana Siwon
"Kau benar" Siwon membenarkan dugaan Chanyeol
"Andwae! Luhan bersamaku" ujar Kai tak terima menarik Luhan kesampingnya.
"Terlalu mencolok Kai, kalian harus dipisahkan" Thunder berusaha menjelaskan pada Kai dan Chanyeol
"Terakhir kali Luhan bersama kalian dia masuk kerumah sakit. Tidak! Aku tidak bisa" Kai masih keras kepala
"HEY!" terdengar sahutan tak terima dari TOP dan Lee Joon
"Aku juga tidak setuju" Chanyeol ikut berdiri didepan Luhan dan Kai mencegah rencana keenam temannya "Apa kalian punya rencana hah?" tantang Thunder yang tersulut emosinya
Kai dan Chanyeol terdiam "Ish, kenapa kita jadi bertengkar, Kaiya, yeolie. Karena kita tidak punya rencana, aku ikut dengan Yunho hyung dan Kikwang. Kalian masih bisa mengawasiku disana, kalau kita terus bertengkar kita bisa terlambat" balas Luhan menyeruak di tengah-tengah Kai dan Chanyeol dan bertolak pinggang bicara menghadap teman-temannya.
"Boleh ya? Aku mohon" pinta Luhan memohon pada Kai dan Chanyeol
"Aku tak bisa" gumam Kai khawatir "Aku akan baik-baik saja, lagipula Yunho dan Kikwang bersamaku, aku tidak sendiri" balas Luhan meyakinkan.
"Ya boleh ya?" pintanya mendesak Kai dan Chanyeol "Kalau tidak boleh aku akan berbuat nekat" ancam Luhan yang tak kunjung mendapat jawaban dari Kai dan Chanyeol
"Baiklah boleh" Chanyeol menyetujui dengan cepat mendengar ancaman Luhan
"Gomawo yeolie" cengir Luhan "Kau bagaimana?" tanya Luhan menaik turunkan alisnya pada Kai
"Kim Jonginn" panggil Luhan penuh pendesakan
"Haaah~ baiklah kau dengan mereka. tapi kau harus hati-hati dan tak boleh kembali terluka, oke" katanya memastikan Luhan mengerti ucapannya.
"Aku janji, gomawo Jonginku sayang" balas Luhan memeluk Kai dan Chanyeol sekilas.
"Baiklah ayo kita berangkat" ujar Luhan penuh semangat menghadap ke teman-temannya.
"Pakai ini Lu," Thunder memakaikan kamera kecil di kerah pakaian Luhan "Aku mengawasimu darisini, dan ini obat bius. Peganglah" katanya memberikan sebotol kecil obat bius pada Luhan
"JANGAN DIHIRUP!" teriak mereka semua bersamaan saat Luhan membuka botol kecil itu dan ingin menghirupnya "Eh? Tidak boleh ya.. hehehe aku tidak tahu" balas Luhan kelewat polos
"Dasar bodoh, aku memberikan ini untukmu dengan maksud agar kau tak perlu ikut menghajar bodyguard yang menjaga Sehun, biar Yunho dan Kikwang yang mengurusnya, kau hanya perlu membius mereka menggunakan cairan ini dan sapu tangan kecil ini" balas thunder menoyor pelan kepala Luhan dengan gemas.
"Oh begitu, baiklah. Menghemat tenaga" kata Luhan bersemangat,
"Ayo kita pergi" Luhan merangkul lengan Kikwang dan Yunho yang menjadi partnernya malam ini.
"Dah Kaiyaa, dah yeolie. Sampai ketemu dirumah calon mertua sekaligus calon musuh bebuyutanku" ujar Luhan tersenyum pahit mengingat hubungannya dengan kedua orang tua Sehun tidak akan pernah baik setelah malam ini.
"Hati-hati Lu" teriak Kai memberitahu Luhan yang sudah memasuki mobil Kikwang
"Aku akan hati-hati, kami duluan, dah" Luhan melambai ke teman-temannya saat Kikwang menjalankan mobilnya.
"Selesaikan ini dengan cepat, aku bisa gila jika terlalu lama" gumam Kai yang belum rela karena tidak bisa secara langsung mengawasi Luhan
"Hmm.. selesaikan ini dengan cepat" gumam Chanyeol menyeringai menyetujui ucapan Kai
tobecontinued...
hunhannya next chap yang sepertinya bakalan fast update yakk :D *semoga :p
.
seeyaaa.. happy reading and review
